Hi, How Can We Help You?

Category Archives: Business

Mengenal Jenis Fiber

Serat atau fiber menjadi bahan yang penting dalam pembuatan benang. Serat atau fiber untuk pemintalan tidak hanya berasal dari hewan seperti domba dan alpaka, tetapi dari tanaman kapas, rami (juga dikenal sebagai biji rami), dan bahkan barang-barang buatan manusia seperti rayon dan akrilik.

Masing-masing fiber memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari caranya saat dipintal, kelembutannya, dan hasil akhirnya saat sudah berbentuk pakaian. Pemintalan adalah proses pembuatan untuk membuat serat polimer. Nah, di dunia pemintalan, kita mengenal yang namanya fiber. Apa saja jenis fiber yang sering digunakan di pemintalan benang?

Acrylic

Serat akrilik adalah serat sintetis yang sangat mirip dengan wol. Menurut definisi ISO (International Standards Organisation), serat yang mengandung minimal 85% akrilonitril dalam struktur kimianya disebut “Serat Akrilik”.

Serat akrilik terdiri dari akrilonitril dan komonomer. Komonomer ditambahkan untuk meningkatkan daya serap warna dan daya tahannya saat diproses. Serat akrilik diproduksi dengan dua sistem berbeda: pemintalan basah dan pemintalan kering. Serat akrilik memiliki ketahanan tinggi terhadap sinar matahari, dan kerusakan akibat jamur, lumut dan mikro-organisme.

Viscose Rayon

Rayon adalah salah satu serat organik yang cukup populer dalam industri tekstil. Juga dikenal sebagai viscose, penggunaan serat Rayon cukup luas mulai dari pakaian santai, sarung pantai, dan dengan kombinasi Polyester juga banyak digunakan untuk kain bahan seragam maupun formal. Mengingat permintaan pasar dari industri tekstil dan produksi tekstil (TPT) akan kebutuhan produk yang berkelanjutan atau sustainable fashion, viscose rayon pun menjadi semakin banyak diminati. Kain yang terbuat dari benang rayon memiliki tekstur lembut dan menyerap keringat sehingga cocok digunakan di iklim tropis seperti Indonesia.

Rayon viscose berasal dari selulosa, penyusun utama dinding sel tumbuhan. Selulosa diolah dengan bahan kimia untuk membuat serat yang meniru kualitas serat alami, seperti sutra dan katun. Kain viscose sering kali terlihat seperti sutra dan terasa seperti katun. Serat serbaguna ini, sering dikenal sebagai sutra buatan, ditemukan di lapisan jaket, kaos oblong, pakaian olahraga, gaun, dan tunik. Keserbagunaannya terletak pada kenyataan bahwa serat ini dapat dicampur dengan serat yang berbeda seperti katun dan polyester untuk meningkatkan manfaatnya.

 

CRAYON (Colour Rayon)

Benang Crayon merupakan Produk dari PT.LAKSANA KURNIA MANDIRI SEJATI (LAKUMAS), yang ramah lingkungan. Tidak seperti benang Rayon yang melalui proses pencelupan benang, benang Crayon terbuat dari serat Rayon warna. Peu industri tekstil, penggunaan benang Crayon juga EKONOMIS karena sudah bewarna tanpa melalui proses pencelupan sehingga menghemat zat warna, air, dan energi.

Tidak banyak yang mengetahui kalau Rayon ini merupakan salah satu bahan baku utama dalam industri Sarung. Umumnya sarung palekat terbuat dari campuran Rayon dengan Polyester tetapi untuk sarung ATBM hampir menggunakan benang yang terbuat dari serat Rayon.

LAKUMAS mengharapkan benang Crayon dapat menjadi solusi ramah lingkungan bagi industri tenun ATBM yang memberdayakan pengrajin di desa sentra-sentra tenun dimana tidak dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah yang baik. Dengan penggunaan benang Crayon dapat mengurangi pemakaian air dan polusi dari limbah pewarnaan benang.

 

Polyester

           Serat PolyesterSerat polyester merupakan serat buatan yang diproses melalui proses polimerisasi. Selain itu, serat polyester merupakan jenis serat yang paling banyak digunakan pada industri pakaian. Serat ini dibuat dengan mencampurkan etilen glikol (MEG) dan asam tereftalat (PTA). Polyester bersifat termoplastik, artinya dapat dilebur dan dibentuk kembali.

Polyester juga bersifat hidrofobik. Karenanya, kain polyester tidak menyerap keringat, atau cairan lain, membuat pemakainya merasa lembab dan mungkin kegerahan. Serat polyester biasanya memiliki tingkat sumbu yang rendah. Dibandingkan dengan kapas, polyester lebih kuat, dengan kemampuan peregangan yang lebih baik. Kekuatan serat dapat berkisar dari 2,5 gram/denier hingga 9,5 gram/denier.

 

Wool

Serat wol adalah bulu alami yang tumbuh pada domba dan tersusun dari zat protein yang disebut keratin. Wol terdiri dari karbon, hidrogen, nitrogen, dan ini adalah satu-satunya serat hewani yang mengandung sulfur. Serat wol memiliki kerutan atau ikal, yang membuat kantong dan memberi wol kesan kenyal. Permukaan luar serat terdiri dari rangkaian sisik bergerigi, yang saling tumpang tindih seperti sisik ikan. Wol adalah satu-satunya serat dengan gerigi semacam itu yang memungkinkan serat untuk saling menempel dan menghasilkan kain flanel.

Wol terkenal di seluruh dunia karena kelembutan, kekuatan, keserbagunaan, dan manfaat teknisnya. Keserbagunaan wol meluas dari mode mewah hingga pakaian olahraga berperforma tinggi, aksesori, peralatan rumah tangga, dan sebagainya

 

Candimas

Benang Candimas hasil kaloborasi dari TencelTM, serat selulosa dari kayu Eucalyptus bersertifikat. Penampilannya yang halus menawarkan berbagai fitur termasuk produksi/ benang yang berkelanjutan, lembut pada kulit, tahan lama, dingin dan berkilau.

CANDIMAS kami telah menjangkau wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Itu juga mencapai penenun tradisional di Sumatra dan Kalimantan. Tujuan kami selanjutnya adalah untuk menyebarkan benang kami lebih banyak lagi di Indonesia untuk mendukung industri tekstil tradisional.

 

 

Berbagai jenis fiber memiliki ciri khasnya masing-masing. Apabila anda ingin menggunakan suatu fiber pastikan sifat fiber tersebut cocok dengan hasil akhir produk tekstil yang anda ingin buat. Untuk lebih yakin, pastikan menyentuh fibernya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan fiber agar Anda tahu kualitasnya.

Mari #MajuBersamaLakumas

TINGKATKAN KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL KERJA DENGAN BRIEFING

Briefing merupakan istilah bahasa inggris yang memiliki arti pengarahan, instruksi, penerangan yang ringkas. Jadi dapat disimpulkan Briefing merupakan sebuah komunikasi singkat yang bertatap muka secara langsung untuk mengarahkan dan memberi penerangan secara ringkas sebelum melaksanakan tugas. PT. Lakumas yakin Briefing merupakan suatu sistem yang dirasa paling efektif di dunia kerja untuk mengarahkan dan menjelaskan tugas-tugas pekerjanya.

Briefing Benang TenunDalam pekerjaan yang membutuhkan kerjasama tim, kekompakan dan  kebersamaan haruslah senantiasa dijaga. Ada satu kegiatan yang  jika hal tersebut dirutinkan maka akan bisa menumbuhkan semangat  dalam bekerja dan bahkan akan semakin mengokohkan kebersamaan dan memperkuat kekompakkan departemennya.

Di dalam briefing, harus ada pemimpin yang harus menjelaskan tujuan pekerjaan dan target kerja pada hari itu. Sehingga target perusahaan untuk setiap departemen bisa lebih dimengerti dan dikerjakan dengan maksimal oleh karyawan yang mengikuti briefing. Apabila seluruh departemen menjalankan proses briefing dan melaksanakan arahan teknis dalam briefing, tentu target departemen akan bisa tercapai.

Dengan tercapainya target disetiap departemen, target perusahaan akan kuantitas dan kualitas produksi akan tercapai maksimal. Dengan tercapainya target perusahaan, eksistensi dan kemajuan PT. Laksana Kurnia Mandiri Sejati adalah prestasi yan akan diraih.  Dengan begitu kepercayaan konsumen PT. Lakumas sebagai produsen benang tenun dan rajut berkualitas akan terus terjaga.

APEL PAGI BENTUK KEDISIPLINAN PT. LAKUMAS

Apel pagi merupakan bentuk dari kedisiplinan dari karyawan PT. Laksana Kurnia Mandiri Sejati (Lakumas). Apel sering dilaksanakan pada pagi hari, apel pagi ini merupakan semacam upacara yang tujuannya untuk memberikan pengarahan sebelum memulai pekerjaan. Apel juga digunakan untuk mengawasi siapa saja yang tidak hadir atau terlambat pada pagi hari.

 

Dengan apel pagi banyak manfaat yang bisa kita peroleh bersama,

  • Pembiasaan disiplin karyawan,
  • Sebagai sarana untuk penyampaian informasi penting.
  • Disamping itu dengan apel pagi rasa kekeluargaan dan kebersamaan dapat tercipta.

Jadi dengan adanya apel ini, setidaknya ada pertemuan bersama antar karyawan sebelum memulai aktivitas. setelah melakukan apel pagi diakhiri dengan bersalam – salaman sebagai bentuk keakraban, kekompakan dan menghilangkan rasa ketidaknyamanan yang mungkin terjadi dalam tugas.

PT. Lakumas yakin dengan adanya pelaksanaan apel pagi ini bisa menambah semangat kerja untuk hasil yang maksimal. Khususnya dalam menghasilkan produk benang-benang berkualitas untuk keperluan tenun, maupun rajut, yang dapat diterima oleh pasar lokal maupun ekspor.

PENGRAJIN TENUN ATBM DITROSO JEPARA BERSINAR KEMBALI BERKAT MENGERJAKAN TENUN SARUNG GOYOR

Dengan meluasnya wabah pandemi virus corona atau COVID-19, banyak industri terutama tekstil dari skala kecil sampai besar mengalami kesulitan ekonomi dan bangkrut karena terhentinya pesanan dari lokal maupun luar negeri.

Tidak terkecuali Desa Troso, Kabupaten Jepara yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidupnya dari tenun atbm (alat tenun bukan mesin). Seiring dengan terhentinya pesanan dari Bali, banyak para pengrajin tenun yang terpaksa berhenti menenun. Dengan tidak adanya aktivitas tenun, banyak pengrajin yang menganggur dan hasil tabungan mereka terkuras untuk membiayai kebutuhan kehidupan sehari hari.

Mendengar kondisi yang semakin memprihatinkan, LAKUMAS menghubungkan pengrajin tenun Troso dengan pengusaha sarung tenun goyor di wilayah Tegal yang merupakan pembeli setia benang LAKUMAS.

Kerja sama yang sudah berlangsung selama empat bulan terakhir ini berdampak positif bagi kedua belah pihak, baik pengusaha sarung tenun goyor yang mendapat banyak pesanan ekspor ke Afrika maupun pengrajin tenun di Desa Troso untuk menjalankan roda perekonomian di desa tersebut. Di awal bulan September 2020 ini, pengrajin tenun Troso mengirimkan ribuan potong sarung goyor setiap minggunya.

Sarung Goyor penyelamat ATBM TROSOPengalihan produksi daripada kain tenun Bali menjadi sarung tenun goyor di Troso tentunya akan berdampak bagi peningkatan penggunaan benang Rayon berkualitas, yang merupakan produksi rutin sejak 2012. LAKUMAS senantiasa mendukung IKM lokal di tengah pandemi dengan menjamin kestabilan pasokan benang tenun dengan harga kompetitif.

Tenun Songket Siak (RIAU)

Songket berasal dari ‘sungkit’ yang artinya mencungkil dan memerlukan proses mengait. Proses mencungkil dan mengait merupakan dua proses utama yang dilakukan dalam menghasilkan songket. Sebagian orang juga berpendapat bahwa songket berasal dari kata ‘songka’ yang artinya topi penutup kepala, atau ‘songkok’ yang merupakan daerah di Palembang tempat menghasilkan tenunan untuk penutup kepala. Selanjutnya kebiasaan tenunan ini berkembang pada kain dan pakaian.

Songket merupakan jenis kain yang biasanya ditenun menggunakan tangan, memiliki corak yang sedikit rumit dengan menggunakan benang emas ataupun perak. Songket telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Sementara di Indonesia, jenis kain ini dikenal sejak abad ke 13. Pada masa kerajaan Siak diperintah oleh Sultan Sayid Ali, beliau mendatangkan seorang ahli songket dari Kerajaan Terengganu Malaysia. Wanita pengrajin itu bernama Wan Siti Binti Wan Karim. Sultan memintanya mengajari para bangsawan Kesultanan Siak tentang tata cara bertenun. Oleh karena tahapan awal masuknya pengetahuan songket ini pada kalangan bangsawan, maka tak heran jika songket pada mulanya dikenal sebagai pakaian kebesaran kalangan kerajaan pada masa itu. Bagi para bangsawan, hal pakaian songket dianggap sebagai symbol kebesaran dan kebanggaan, dan bagi para pembuat songket memberikan simbol pengabdian kepada kerajaan. Pada perkembangannya, songket Siak tidak hanya dikenal oleh kalangan kerajaan saja, akan tetapi mulai menyatu dengan kehidupan masyarakat Siak.

Untuk lebih mempopularitaskan kerajinan songket yang ada di Indonesia  tentunya di tunjang juga dengan bahan bahan yang harus bagus dan  berkualitas agar kerajianan songket bisa lebih di kenal bukan di kalangan dalam negeri saja tapi juga kebeberapa  ke panca negara, di sini benang candimas dari PT. Laksana Kurnia Mandiri Sejati bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas bahan tenun songket karena  benang candimas terbuat dari serat Tencel yaitu serat organic dari pohon eucalyptus yang berasal dari hutan bersertifikat dan proses produksinya ramah lingkungan , kilau dan nyaman di pakai seperti sutra, benang ini dapat menyerap warna baik alami maupun sintetis , benang ini merupakan unggulan dari PT. Lakumas untuk Mendukung kerajinan textile dan tenun tradisional untuk saat ini.