Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: tencel

Proses Pembuatan Serat Tencel di Indonesia

Tencel merupakan bahan yang biasa digunakan untuk membuat benang dan kain di dunia tekstil. Bahan ini berasal dari serat kayu yang halus, sehingga terasa sangat lembut saat dipakai. Bahan ini juga sudah dikenal sejak lama untuk pembuatan benang dan kain.

Bahan ini disebut juga dengan lyocell, disebut sebagai bahan yang ramah lingkungan karena berasal dari alam. Meskipun dalam prosesnya menggunakan campuran kimiawi, namun hal itu hanya dilakukan untuk menghasilkan serat – serat halus dengan mudah.

Lakumas merupakan salah satu pabrik spinning mill yang menggunakan lycocell sebagai bahan utama dalam pembuatan benang dan kain, karena lyocell juga memiliki beberapa kelebihan dalam pembuatan barang tekstil.

Jika Anda belum pernah mengenal bagaimana proses pembuatannya, pahami penjelasan tentang proses pembuatan, kelebihan serta kekurangannya berikut ini.

Proses Pembuatan Bahan Serat Tencel

 

Proses pembuatan serat kayu ini dimulai dari bahan utama yaitu bubuk kayu. Setelah bubuk kayu berhasil didapatkan dari pohon, maka selanjutnya bubuk tersebut diberi tetesan cairan kimia, sehingga dapat menghasilkan serat halus saat didorong keluar dari pemintal.

Proses pembuatan serat di Lakumas tentu melibatkan perusahaan produksi lain yang bergerak khusus di bidang produksi pohon, yaitu salah satu pabrik pohon yang berlokasi di Purwakarta, Indonesia sebagai pemasok bahan baku utama.

Pohon yang diproses menjadi serat kayu tersebut merupakan pohon bersertifikat, dengan kata lain pohon yang digunakan tumbuh tanpa menggunakan bantuan pestisida atau bahan kimia lain. Itu sebabnya lyocell disebut sebagai bahan alami dan ramah lingkungan.

Pabrik produksi serat di Purwakarta, merupakan anak perusahaan Lenzing dan bernaung di bawah perusahaan PT. South Pacific Viscose. Lokasi perusahaan ini sendiri adalah di Austria, namun mendirikan cabang di Indonesia.

Dari serat kayu ini, pabrik spinning mill akan menggunakannya untuk memintal benang dan dijadikan beberapa jenis kain. Jika bahannya dari lyocell, maka ada banyak jenis kain yang bisa dibuat, karena sifat lyocell adalah bisa dipadukan dengan kain lain dan breathable.

Dari serat kayu tersebut, biasanya juga akan dibuat benang seperti benang candimas atau jenis lainnya. Candimas merupakan salah satu jenis benang yang bahan utamanya adalah lyocell, serta banyak digunakan untuk membuat kain tenun.

Setelah memahami bagaimana proses pembuatan lyocell dari pabrik aslinya, selanjutnya Anda harus tahu apa saja kelebihan dan kekurangan dari bahan ini.

Kelebihan dan Kekurangan Serat Tencel

Setiap bahan utama barang testil pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Hal ini juga berlaku untuk bahan baku utama lyocell yang sangat sering digunakan di pabrik spinning mill.

Kelebihan utamanya adalah memiliki sifat lembut, terasa sejuk, bisa membuat kulit bernafas, dan menimbulkan warna cerah pada kain. Tidak heran jika lyocell juga digunakan sebagai bahan utama pembuatan benang candimas, karena sifatnya yang lembut.

Menggunakan lyocell juga sangat membantu dalam pewarnaan kain, karena dasarnya sudah memberikan warna cerah. Sehingga tidak harus menggunakan bahan kimiawi lain untuk mencerahkan warnanya.

Sifat lainnya adalah mudah menyerap dan kuat, terutama saat basah, sehingga kainnya akan semakin kuat saat dicuci. Sebagai bahan tekstil ramah lingkungan, tentu saja lyocell mudah terurai saat sudah tidak dipakai. Namun jika dipakai, kain dan warnanya bisa bertahan lama.

Tetapi, lyocell juga memiliki kekurangan seperti harganya relative mahal dan bisa menyusut jika tidak dirawat dengan baik. Namun, kebanyakan orang lebih menyukai kelebihan dari Tencel meskipun ada beberapa kekurangan tersebut.

Kelebihan Bahan Tencel yang Jadi Trend Pakaian Imlek 2023

Setiap tahun, selalu ada trend tersendiri untuk pakaian imlek. Tidak terkecuali untuk imlek tahun 2023 mendatang. Diprediksikan, bahan tencel menjadi salah satu kain yang banyak digunakan untuk pakaian imlek 2023.

Hal ini dikarenakan semakin populernya bahan tencel dan cocok digunakan untuk acara imlek. Sebab, bahan tencel memberikan kesan berkilau dan terang. Cocok sekali dengan filosofi imlek yang berkemilau.

Tidak hanya itu, ternyata bahan tencel juga memiliki berbagai kelebihan yang membuat penggunanya nyaman. Untuk mengetahui selengkapnya, simak pembahasan berikut ini.

Kelebihan Bahan Tencel untuk Pakaian

Tencel adalah produk dagang dari bahan yang terdiri dari serat lyocell dan modal. Kedua jenis serat tersebut diolah melalui proses pelarutan selulosa kayu atau pulp dari pohon eucalyptus atau beech wood.

Jadi, bahan tencel tidak terbuat dari serat kepompong. Tidak heran jika bahan ini memiliki karakteristik yang sangat khas dan memiliki berbagai kelebihan. Di antaranya adalah:

  1. Serat Tencel Bersifat Biodegradable

Biodegradable artinya adalah dapat terurai kembali ke alam. Seperti yang kita tahu bahwa serat tencel terbuat dari serat alami, sehingga menghasilkan bahan yang aman untuk lingkungan.

Bahkan jika sudah tidak terpakai, serat tencel dapat terurai hanya dalam kurun waktu 12 minggu saja. Hasil penguraiannya tersebut akan menjadi kompos dan tidak mencemari lingkungan.

  1. Bahannya Lembut dan Adem

Tencel memiliki karakteristik sangat lembut di kulit, sehingga tidak akan menimbulkan iritasi dan infeksi. Tidak hanya itu, bahan ini juga cepat kering dan memiliki manajemen kelembapan yang baik.

Hal ini yang membuat bahan tencel terasa adem saat digunakan. Tidak heran jika bahan tencel sangat direkomendasikan bagi Anda yang memiliki kulit sensitif.

Dengan karakteristiknya ini juga, Anda akan nyaman seharian menggunakan pakaian tencel selama perayaan imlek. Seperti yang kita tahu bahwa saat imlek biasanya ada acara kumpul keluarga besar seharian dan cukup melelahkan.

  1. Warna Pakaian Tidak Cepat Pudar

Bahan Tencel memiliki retensi terhadap warna yang sangat tinggi. Dengan begitu, warna pada serat tencel tidak mudah pudar dan bisa menghasilkan warna yang lebih beragam.

Tidak heran jika bahan tencel sangat cocok untuk dijadikan pakaian imlek. Sebab, imlek identik dengan warna merah menyala. Dengan bahan ini, warna merah dipakaian Anda lebih on point dan awet.

Sehingga, Anda bisa kembali menggunakan pakaian tersebut untuk acara imlek di tahun-tahun berikutnya. Anda juga akan lebih hemat budget dan tidak perlu terlalu sering membeli pakaian imlek.

  1. Bahannya Kuat dan Tahan Lama

Tencel terbuat dari serat pohon, sehingga memiliki fleksibelitas dan ketahanan yang tinggi jika dibandingkan dengan bahan lainnya. Hal ini membuat kualitas pakaian tetap bagus meski sudah dipakai atau disimpan bertahun-tahun.

Inspirasi Pakaian Imlek dari Bahan Tencel

Mungkin masih banyak di antara Anda yang masih bingung model pakaian seperti apa untuk imlek 2023 mendatang. Terlebih lagi yang cocok untuk karakteristik bahan tencel.

Oleh sebab itu, kami akan memberikan beberapa inspirasi pakaian imlek yang elegan dan trendy untuk Anda berikut ini:

  1. Puff Sleeve Cheongsam Dress dengan bagian tangan mengembang akan membuat Anda tampil lebih anggun dan fresh.
  2. Lace dress dengan inner bahan tencel juga akan membuat Anda tampil lebih elegan dan cantik.
  3. Cape dress untuk pakaian cheongsam saat imlek tidak akan gagal menampilkan kesan mewah dan anggun.
  4. Bodycon dress yang membuat kamu tampil klasik tapi tetap cantik dan seksi.
  5. Cheongsam dengan model jumpsuit juga tidak sangat cocok untuk dicoba saat imlek. Anda akan tampil lebih manis dan tentunya trendy.

Mulai sekarang Anda tidak perlu bingung menentukan pakaian imlek untuk tahun 2023 lagi. Sebab, Anda bisa membuat pakaian dari bahan tencel dengan berbagai model kesukaan.

Keunggulan Benang Rayon Apakah Lebih Bagus dari Candimas?

Keunggulan benang rayon memang sangat banyak. Bahkan banyak orang menyebut kalau rayon adalah tipe benang terbaik yang ada di Indonesia. Namun di sisi lain, terdapat benang candimas yang popularitasnya tidak kalah.

Benang ini juga terkenal memiliki kualitas tinggi sehingga penggunanya tidak akan merasa kecewa. Sebenarnya perdebatan mengenai benang mana yang lebih baik sering dilakukan. bahkan ada kemungkinan Anda juga menanyakan jenis mana yang layak dipilih.

Sebenarnya kurang tepat jika mengatakan jenis mana yang lebih baik tanpa mengulasnya terlebih dahulu. itu karena, penting untuk mengetahui detail dari setiap kainnya sebelum mengatakan kain mana yang lebih baik.

Bisa dibilang, banyak orang di luar sana menyebut satu jenis benang lebih baik namun tidak melewati pertimbangan yang matang. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, mari bahas kedua kain tersebut secara mendalam. Nantinya perbandingan bisa dilakukan setelah mengetahuinya.

Keunggulan Benang Rayon Perlu Diketahui

Keunggulan dari benang rayon sebenarnya sangat banyak. Intinya benang ini sangat cocok untuk beraktivitas dan akan membuat setiap orang merasa nyaman. Keunggulan utama yang dimiliki oleh tipe ini terletak pada teksturnya.

Tekstur kain rayon sangat licin sehingga menggunakannya dalam waktu lama bisa dilakukan. selain itu, kondisi licin tersebut dibarengi dengan sifat lembut yang dimilikinya. Ini membuat Anda merasa nyaman dan kulit tidak akan terganggu atau merasa gatal.

Walaupun kondisinya lembut dan licin, bukan berarti kain dari benang rayon cepat kusut. Perlu diketahui, salah satu keunggulan benang rayon terletak pada kerapiannya setelah menjadi kain. Ketika diubah, kain yang dihasilkan akan terlihat rapi.

Kondisi kusut sangat jarang terlihat sehingga kepercayaan diri pengguna akan sangat tertunjang. Jangan lupa juga kalau benang rayon ini memiliki harga yang sangat terjangkau. Dengan harga tersebut, setiap orang akan bebas menggunakannya tanpa terkecuali.

Jangan lupakan varian warna yang dimiliki kain rayon ini. Varian warnanya cukup banyak sehingga Anda bisa membuat kain dengan warna yang diinginkan. Warnanya juga tidak mudah luntur sehingga kondisinya akan terus terlihat baru.

Benang Candimas Juga Tidak Kalah

Di atas sudah terlihat jelas kalau keunggulan dari benang rayon sangat banyak. Namun perlu diketahui juga kalau keunggulan benang candimas tidak kalah. Itu karena benang ini juga memiliki banyak keunggulan yang layak dipertimbangkan.

Salah satu keunggulan benang candimas terletak pada sifat anti bacterial yang dimilikinya. dengan sifat antibacterial tersebut, kebersihan kain akan terjaga sangat baik. nantinya bakteri yang bisa mengganggu kesehatan kulit akan menghilang.

Hal tersebut membuat benang candimas cocok untuk digunakan pada mereka yang memiliki kulit sensitif. Nantinya masalah ketika berupa gatal-gatal seperti yang sering terasa bisa dihindari. jangan lupa juga kalau tekstur benang candimas ini cukup baik.

Kondisinya sangat lembut sehingga nyaman ketika digunakan dalam waktu lama. Selain itu, benang candimas juga berkilau seperti sutra. Ini membuat visualnya terlihat sangat menarik ketika digunakan.

Jadi Benang Mana yang Lebih Baik?

DI atas sudah dijelaskan kalau keunggulan dari benang rayon begitu luar biasa. Lalu Anda juga sudah mengetahui kalau keunggulan benang candimas tidak kalah dari jenis rayon. Oleh karena itu, kurang tepat jika menganggap salah satunya berkualitas rendah.

Kedua benang ini memiliki keunggulan dan penggunaan masing-masing. Dengan kondisi tersebut, pasar keduanya tentu berbeda dan Anda bisa menggunakannya sesuai kebutuhan, akan lebih tepat jika mempertimbangkan keduanya ketika membutuhkan suatu kain.

Ingat pastikan pembuatan kain selalu menggunakan benang kualitas terbaik. jika kualitas benangnya rendah, pakaian yang dihasilkan pasti tidak memuaskan. Oleh karena itu, penting untuk memerhatikan keunggulan benang rayon dan candimas ketika akan membuat kain.

Kain Tenun Benang Candimas Digunakan Oleh Presiden Jokowi

Menjaga dan melestarikan budaya salah satunya dengan terus menjaga keaslian kain tenun benang candimas. Karena kain tenun bisa mendapatkan kualitas terbaiknya jika dibuat dari benang yang berkualitas.

Dengan begitu baru bisa melahirkan karya-karya tenun yang luar biasa. Kehadiran karya kain tenun ini nantinya bisa dijadikan alat untuk melanjutkan tradisi budaya.

Maka dari itu setiap generasi pembuat kain tenun wajib memiliki penerus. Bakat dan cara pembuatan harus diturunkan, jadi kain tenun tidak akan lenyap oleh kehadiran kain modern.

Hal ini tidak hanya berlaku bagi kain tenun saja, namun berlaku juga pada seluruh kain tradisional yang ada. Karena jika terus dilestarikan akan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Mengenal Kain Tenun Benang Candimas

Salah satu hal yang perlu dan wajib dilestarikan adalah kain tenun dari benang candimas. Karena kain tenun yang berbahan dasar benang candimas ini memiliki kualitas yang terbaik.

Alasannya karena benang candimas merupakan sebuah benang yang memiliki bahan dasar bahan organic. Karena bahan dasar yang dimiliki organic sehingga lebih ramah lingkungan.

Bahan dasarnya yakni berasal dari serat kayu khusus atau disebut sebagai tencel. Kayu itu telah memiliki sertifikat resmi sehingga menjadikannya bahan yang berkualitas dan terjamin.

Selain itu kain tenun benang candimas ini juga memiliki berbagai kelebihan ketika digunakan. Jadi ketika kain tenun yang menggunakan benang candimas sebagai bahan dasarnya bisa mendapatkan berbagai kelebihan.

Kelebihan tersebut bisa dilihat secara langsung, juga ketika disentuh dan digunakan. Jadi benang ini memiliki kelebihan yang sangat utama dan menjadikan benang candimas banyak digunakan.

Pada saat lihat, kain yang berbahan dasar benang candimas aka terlihat lebih mencolok dan cerah. Jadi pada saat memandangnya akan terlihat seperti sutra.

Selain itu, ketika disentuh kain tenun dari benang candimas juga akan bisa menimbulkan rasa yang begitu lembut dikulit. Dan juga bahan ini bisa menyerap keringat dengan baik ketika digunakan.

Dengan kelebihan yang dimiliki oleh kain ini, sehingga tidak heran jika banyak yang menggunakan benang candimas. Tidak hanya berlaku saat membuat kain tenun, namun juga pada kain lainnya yang bersifat tradisional.

Kebanggaan Pengrajin Tenun Setelah Digunakan Presiden Jokowi

Pada saat hari lahir pancasila tanggal 1 juni 2022 lalu, presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kabupaten Ende untuk mengadakan upacara disana.

Sesuatu mengejutkan adalah pada saat hari tersebut, dalam memimpin upacara presiden menggunakan kain tenun dari benang candimas khas mereka. Karena itu menyebabkan kebanggaan tersendiri bagi setiap pengrajin tenun yang membuatnya.

Kebanggaan tersebut dirasakan oleh setiap pengrajin dikarenakan digunakan oleh bapak presiden. Hal itu selain bisa dijadikan sebagai sumber utama bagi masyarakat untuk semakin memperkenalkan kain tradisional juga ada kebanggaan karena telah membuatnya.

Selain itu, salah satu pengamalan pancasila juga dilakukan dengan menjaga dan melestarikan budaya. Maka dari itu sebagai pengrajin pastinya sangat bangga. Terlebih yang digunakan adalah kain tenun dari benang candimas khas buatan masyarakat Ende.

Pastinya ada kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya. Maka dari itu sudah sewajarnya bagi seluruh anak muda untuk meneruskan tradisi ini. Khususnya dalam bidang kain tradisional yang ada di belahan Indonesia.

Jadi tidak hanya kain tenun saja, namun berbagai tekstil kain lainnya yang bersifat tradisional hukumnya wajib untuk dilestarikan dan dirawat bersama-sama.

Karena pada intinya tanggung jawab dari pelestarian tradisi dan budaya itu adalah tanggung jawab bersama. Sama halnya dengan melestarikan kain tenun benang candimas itu sendiri.

PRESIDEN JOKOWI KENAKAN PAKAIAN ADAT DARI BENANG CANDIMAS BERBAHAN TENCEL PRODUKSI PT LAKSANA KURNIA MANDIRI SEJATI SAAT KUNJUNGAN KE NGADA, NTT

1 Juni 2022, Bapak Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Ngada, Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungannya tersebut Bapak Presiden ditemani oleh Ibu Iriana mengenakan Pakaian adat daerah bajawa yang dipersiapkan oleh Rumah Tenun Indigo Ikat berupa Sapu dan Lue (Sarung dan Selempang). Adapun motif pakaian yang dikenakan Bapak dan Ibu Presiden adalah motif kuda besar, motif tersebuat merupakan simbol kepemimpinan yang telah mencapai tahapan tertinggi.

Kain yang menjadi bahan pembuatan Sapu dan Lue ini dipersiapkan oleh Bupati Ngada 3 bulan sebelumnya secara khusus dengan bahan dan persiapan spiritual. Mengapa? karena untuk membuat kain dengan strata tinggi, pembuat harus mematuhi syarat adat dengan membuat ritual untuk setiap tahapannya. Setelah proses tenun selesai menghasilkan kain. Kain siap untuk ritual khusus pelepasan. Penenun percaya hal ini untuk kesalamatan baik bagi penenun maupun orang yang akan mengenakan pakaian adat tersebut.

Proses pembuatan yang memakan waktu 3 bulan ini dilakukan di Langa dengan arahan Mama Monika dan dibantu oleh anggota Rumah Tenun Indigo Ikat Langa. Adapun kain yang dipersiapkan tersebut merupakan kain dari benang candimas yang berbahan Tencel produksi PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati (Lakumas). Benang Candimas dipilih oleh Mama Monika tentu karena kualitasnya yang unggul, kain ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya, penyerapan warna alamnya lebih kuat, kain lebih ringan, halus dan nyaman di kulit serta tidak mudah kusut, benang lebih cepat kering saat proses pewarnaan alami.

Benang Candimas berbahan Tencel produksi Lakumas ini memang menjadi primadona untuk dijadikan kain tradisional. Pengrajin berpendapat kualitas benang candimas diibaratkan sebagai benang substitusi benang sutera. Benang candimas banyak dipakai oleh pengrajin untuk membuat kain tradisional seperti kain tradisional Endek dari Bali, kain tenun Sumba, tenun ikat Banyumas yang semuanya masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) dalam pembuatannya. Hal ini menjadi nilai unik tersendiri dikarenakan pembuatan pola digunakan manual oleh tangan.

PT Lakumas percaya akan budaya bangsa Indonesia yang menjadi kekayaan dan kebanggaan kita sebagai Warga Negara untuk dikenal baik itu di Indonesia dan secara luas di Mancanegara. Budaya ini merupakan nilai luhur yang wajib kita lestarikan hal itulah yang terus Bapak Presiden Joko Widodo ajarkan melalui contoh konkret pada beberapa kegiatan kunjungan kerja maupun upacara Kenegaraan. Lakumas akan terus berinovasi dan mendukung pengrajin UMKM di Indonesia untuk terus berkarya menghasilan produk kain unggulan yang memiliki kualitas terbaik untuk dapat dinikmati oleh pecinta kain dan budaya Indonesia.

1 2 3 6