Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: benang acrilic

Apa Saja Keunggulan Bahan Recycle Dibandingkan Bahan Murni, Apa Itu Shoddy?

Bahan daur ulang atau benang recycle menjadi lebih popular dalam beberapa tahun terakhir. Kepedulian terhadap limbah mulai meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya berbagai bahan daur ulang. Industry pakaian tidak bisa dilepaskan dari benang. Namun, banyak potongan kain dan benang hanya menjadi limbah. Namun, hal tersebut sudah tidak akan terjadi lagi selama ada daur ulang.

Dari sisi fungsi, ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan. Hal ini mendorong banyak pihak mulai menggunakan bahan daur ulang. Lalu, seperti apa saja keunggulan dari bahan daur ulang tersebut?

Beberapa Keunggulan Produk Recycle

Ada banyak sekali kelebihan dari fyber recycle atau serat daur ulang. Jika diperhatikan, aspek lingkungan adalah kelebihan paling utama. Namun, apakah hanya itu saja kelebihannya?

  1. Ramah Lingkungan

Salah satu kelebihan dari bahan daur ulang adalah ramah lingkungan. Seperti yang sudah diketahui, industry ini sering memicu limbah pabrik. Akibatnya, lingkungan jadi lebih mudah tercemar bahan kimia. Selain itu, potongan kain dan benang yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan banyak masalah. Saluran air dapat tertutupi oleh potongan kain dan pada akhirnya bisa menyebabkan banjir.

Selain itu, dengan adanya daur ulang maka limbah tekstil segera diolah menjadi berbagai produk lain. Bukan hanya tentang busana, tapi ada beragam produk hasil olahan fyber recycled.

  1. Harga Lebih Murah

Banyak orang tidak menyadari bahwa kain hasil daur ulang memiliki harga lebih murah. Selain itu, ketersediaannya juga jadi lebih banyak. Salah satunya adalah jenis shoddy. Jenis ini adalah hasil daur ulang dari berbagai bahan baku yang kemudian dipakai untuk bahan peredam, interior, hingga geotekstil. Jenis ini memiliki masa penggunaan yang jauh lebih bervariasi.

Harganya dari jenis tersebut cukup terjangkau. Jika dibandingkan dengan bahan asli, maka akan terlihat perbedaannya. Itulah mengapa bahan daur ulang selalu menjadi prioritas di beberapa industry manufaktur.

  1. Tetap Nyaman Digunakan

Meskipun hasil daur ulang, tapi kenyataannya tetap nyaman digunakan. Dari sisi kualitas kenyamanan bahkan tidak ada perbedaan sedikitpun. Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa pakaian yang digunakan adalah hasil recycle. Menariknya, banyak brand ternama dunia mulai menggeser pemakaian bahan ke bahan recycle. Di beberapa Negara bahkan menyediakan tempat khusus untuk menukarkan pakaian yang sudah tidak terpakai dan akan diolah kembali.

Nantinya, setiap orang akan mendapatkan ganti atas pakaian tersebut. Ada layanan tukar tambah di beberapa Negara. Salah satunya adalah Singapura yang memanfaatkan layanan tersebut untuk meningkatkan produk daur ulang.

  1. Masa Pakai Lebih Lama

Karena bisa didaur ulang, maka otomatis bisa memperpanjang masa pakai. Busana yang seharusnya bisa digunakan selama 5 tahun bisa bertambah masa pakainya. Cukup didaur ulang menjadi produk berbeda atau sama. Namun, jika memang tidak ingin mendaur ulangnya maka jangan dibuang. Lebih baik menyerahkan ke tempat khusus untuk mendapatkan ganti. Biasanya, setiap produk memiliki nilai ganti sendiri.

  1. Perawatan Lebih Mudah

Perlu dipahami bahwa kain dari bahan apapun memiliki perawatan cenderung mudah. Beberapa kain bahkan memiliki sifat fleksibel. Jadi, saat kusut bisa kembali ke bentuk aslinya dalam waktu singkat. Bahan recycle juga memiliki karakteristik sama menyesuaikan sifat dasar benangnya. Itulah yang menjadikan bahan recycle tidak kalah dengan bahan asli. Bahkan, beberapa justru memiliki kualitas lebih baik dari bahan aslinya. Semua bahan recycle tersebut telah diproduksi di tempat kami dan akan meningkatkan kualitas produk sesuai permintaan. Hal tersebut karena Lakumas memberikan komitmen tinggi untuk menghasilkan fyber recycle lebih berkualitas.

Berbagai Jenis Kemasan yang Diperlukan Oleh Pelanggan

Berbagai jenis kemasan yang diperlukan oleh pelanggan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Tentunya bagian ini juga sangat berkaitan dengan adanya pengiriman barang yang dilakukan dengan jarak yang berbeda. Sementara itu, banyak sekali yang bisa Anda bedakan kemasan sesuai keinginan. Misalnya saja ketika mengirim produk dalam bentuk barang yang mudah pecah, maka untuk pengemasannya berbeda.

Selain itu, adanya pengemasan juga memberikan keamanan produk yang akan dikirimkan. Tidak hanya itu, adanya pengemasan yang tepat dengan desain menarik juga memberikan nilai lebih pada produk. Tentunya semua kebutuhan pengemasan disesuaikan dengan keinginan dari konsumen Anda. Pengemasan juga tidak hanya untuk produk makanan saja, melainkan semua jenis produk memiliki pengemasan yang berbeda-beda.

Jenis – Jenis Kemasan Produk yang Perlu Diketahui

Beberapa jenis dari kemasan bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan produk yang akan dipasarkan. Berikut ini beberapa jenis yang bisa dipilih untuk proses tracking yang lebih mudah dilakukan.

  1. Primer

Jenis ini tentunya sangat penting dilakukan yang menjadi kategori pertama sebelum melanjutkan kejenis lainnya. Sederhananya pengemasan di bagian ini adalah yang bersentuhan langsung dengan produk. Bagian ini yang paling sering dan pasti digunakan untuk hampir semua produk. Beberapa jenis yang sering digunakan dalam bentuk sachet dan standing pouch dilengkapi label pada produknya.

  1. Sekunder

Bagian ini memberikan perlindungan lebih lengkap pada proses pengemasannya yang disebut juga sebagai secondary packaging. Jenis ini dibutuhkan oleh beberapa produk, misalnya produk makanan dan berbagai jenislainnya. Contohnya pada produk makanan memang sangat sensitif terhadap kualitas. Sehingga untuk menjaga kesegaran dan menghindari kerusakan maka diperlukan perlindungan tambahan pada produknya dengan lebih lengkap.

  1. Tersier

Jenis pengemasan ini akan sangat berguna pada pengiriman barang, apalagi dalam jarak jauh. Biasanya dalam bentuk ini terbuat dari bahan yang kuat seperti kardus, kayu dan cardboard. Misalkan pada lakumas menggunakan Lakumas Qrcode sebagai bentuk kode khusus untuk pengiriman barang. Proses pengiriman ini dilakukan dengan pengemasan yang aman dan terlindungi dengan baik.

Syarat Packing yang Baik

Ketika melakukan proses packing atau pengemasan barang, maka perlu menyesuaikan dengan standar. Berikut ini beberapa syarat yang harus dilengkapi dalam proses pengemasan barang dengan lebih aman.

  1. Tidak adanya toksin
  2. Memiliki biaya rendah
  3. Cocok dengan bahan yang akan dikemas
  4. Adanya kemudahan pembuangan kemasan bekas
  5. Menjamin sanitasi dan syarat-syarat kesehatan yang aman
  6. Adanya kemudahan dan keamanan saat mengeluarkan isinya
  7. Memiliki ukuran, berat dan bentuk yang sesuai
  8. Syarat khusus sesuai dengan kebutuhan lainnya

Syarat-syarat tersebut diperlukan untuk berbagai keperluan pengemasan yang lebih berkualitas hasilnya. Misalnya, dengan memiliki biaya rendah bukan berarti bahannya yang mudah tergores dengan barang di dalamnya. Contoh lain misalnya memiliki ukuran, berat dan bentuk yang perlu disesuaikan dengan barang di dalamnya. Jika misalnya kekecilan, maka tidak mampu menutupi barang secara penuh dan berisiko membuat barang rusak.

Begitu juga dengan pengemasan yang perlu menggunakan bahan yang cocok dengan barangnya. Misalnya ketika mengemas makanan basah dan menggunakan kemasan kardus maka tidak akan sesuai. Karena hal itulah semua bentuk packing yang dilakukan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Apalagi jika sebuah produk atau barang akan dikirim kedaerah yang jauh sehingga perjalanannya lama. Pentingnya pengemasan pada produk menjadi bagian penting jika Anda sedang menjalankan bisnis. Karena hal itulah banyak hal yang perlu diperhatikan, termasuk kemasan produk untuk melindunginya.

Peran Industri Tekstil untuk Mengurangi Efek Perubahan Iklim

Aksi peduli lingkungan perlu dilakukan oleh industri tekstil. Sektor ini menempati peringkat kedua sebagai penghasil polusi di alam. Dimana polusi tersebut berdampak pada pemanasan global. Polusi udara yang dihasilkan saat proses produksi memperbesar konsentrasi gas rumah kaca. Menyebabkan suhu bumi meningkat melebihi ambang batas setiap tahunnya. Kondisi ini menjadi pemicu terjadinya bencana alam.

Indonesia menduduki peringkat 10 negara penghasil tekstil. Merupakan eksportir produk pakaian yang berada di peringkat 12 dunia. Dengan kata lain, perannya dalam memperparah emisi karbon cukup besar. Menjadi catatan sendiri bagaimana upaya Indonesia untuk mengurangi efek buruk krisis iklim sesuai komitmen di COP26. Berbagai kebijakan diterapkan untuk industri hulu maupun hilir untuk membuktikan komitmen tersebut.

Peran Industri Hulu dan Hilir Terhadap Resiko Pencemaran Lingkungan

Industri hulu adalah tempat terjadinya proses pembuatan alat-alat kebutuhan pabrik, serta mengolah bahan mentah menjadi setengah jadi. Hasilnya kemudian akan digunakan oleh industri hilir untuk produksi akhir. Dalam dunia tekstil, tidak hanya digunakan bahan anorganik sebagai bahan baku pembuatan pakaian. Namun saat ini lebih banyak digunakan bahan sintetis seperti polyester. Serat benang polyester dihasilkan dari minyak bumi.

Mengikuti sertifikasi proses produksi, penggunaan bahan mentah serta hasil akhir yaitu produk dan hasil buangannya. Ini perlu dilakukan sebagai kontrol terhadap proses yang dilaksanakan dalam industri.

Pengolahan minyak bumi menjadi serat-serat benang membutuhkan bahan bakar dari batu bara. Produksi dalam jumlah banyak, sudah pasti akan menghasilkan pembakaran karbon lebih besar yang berdampak pada lingkungan. Tidak berhenti disitu, proses yang terjadi di industri hilir juga berpotensi menghasilkan limbah. Pengolahan bahan polyester menjadi pakaian jadi juga berdampak pada pencemaran lingkungan air dan tanah.

 

Salah satunya pada proses pewarnaan. Saat ini lebih banyak digunakan pewarna tekstil sintetis yang menghasilkan limbah ke aliran sungai. Menyebabkan ketidakseimbangan pH dan mengancam kehidupan air. Penggunaan benang atau serat kain dari hasil pengolahan minyak bumi mencemari tanah karena tidak mudah terdegradasi. Dibutuhkan waktu ribuan tahun dalam proses penguraiannya. Ini menyebabkan toxic dan mengganggu keseimbangan tanah.

Upaya Industri Tekstil Mengurangi Perubahan Iklim

Demi mengurangi dampak negatif hasil pengolahan industri hulu maupun hilir sektor tekstil, perlu upaya lebih. Sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan, meminimalisir pencemaran menjadi langkah terbaik, seperti berikut ini.

 

  1. Menggunakan bahan baku ramah lingkungan

Mulai mengalihkan penggunaan bahan baku beresiko dan mengganti dengan yang ramah lingkungan. Mudah diurai, tidak meninggalkan residu baik di dalam air maupun tanah. Salah satunya memanfaatkan benang Candimas. Benang ini berasal dari material organik. Diolah dari bahan dasar kayu yang hasil akhirnya nanti dapat terdegradasi dengan cepat dan mudah di alam. Material tencel menyerap pewarna alami lebih baik sehingga tidak perlu pewarna sintetis.

  1. Sertifikasi

 

Memastikannya aman mulai dari awal hingga akhir. Baik bagi lingkungan sekitar maupun konsumen sebagai pengguna produk. Tidak menimbulkan pencemaran atau menyebabkan iritasi.

  1. Pengurangan proses yang menggunakan emisi karbon

Mengurangi emisi karbon dalam proses produksi bahan mentah, alat berat, mesin maupun pengolahan menjadi produk akhir. Misalnya efisiensi energi yang produksinya memanfaatkan bahan bakar batu bara.Mengurangi proses yang melibatkan proses pembakaran bahan bakar fosil. Sebab ini juga menjadi pemicu emisi karbon meningkat dalam konsentrasi tinggi. Sebaliknya, ganti dengan energi bersih dan terbarukan.

Dalam proses industri tekstil, paling tepat Anda menggunakan bahan-bahan organik ramah lingkungan. Anda dapat memilih bahan baku kain dari Lakumas, spesialis serat kain organik berkualitas dan aman bagi lingkungan.

Kenali Cara Membuat Tie Dye Metode Warna untuk Menghias Kaos (bagian 4)

untuk membuat hasil kreasi tie dye Anda lebih menarik cobalah mengganti metode pencelupannya, mengganti ke bahan organik, dan menggunakan multi warna

Terdapat satu metode populer untuk memberikan warna pada sebuah kain atau kaos, sebutannya adalah pencelupan warna atau tie dye. Metode tersebut berkembang sekitar tahun 60 – 70 an dan semakin populer hingga sekarang.

Hasil warnanya yang unik, tidak teratur, dan caranya mudah menambah minat orang untuk bereksperiman. Terlebih setelah adanya kebijakan untuk mengurangi mobilitas dengan dilakukannya PPKM darurat 2021.

Beberapa Metode Tie Dye dengan Bahan Organik

Meskipun terlihat seperti dicelupkan ke bahan warna saja, tetapi ternyata ada banyak metodenya. Perbedaan metode akan menghasilkan corak berbeda. Agar hasil maksimal, sangat disarankan agar menggunakan kain berbahan organik.

1.     Teknik Jumputan

Cara pencelupan ini merupakan gaya khas masyarakat Indonesia, sering ditemukan di berbagai daerah seperti jawa tengah atau bali. Untuk membuatnya tidak begitu mudah, yaitu dengan menjumput (mengambil sedikit bagian kainnya).

Kain tersebut kemudian dimasukkan kelereng di dalamnya dan dicelupkan pada obat pewarna. Cobalah berimajinasi tentang hasilnya, sehingga Anda bisa memutuskan untuk mengambil berapa jumputan dalam satu buah kain atau kaos.

Pewarnaan umumnya satu warna saja, tetapi apabila Anda ingin ada beberapa ragam corak warna, juga bisa. Caranya adalah dengan memberikan ember warna lain dan menjumput, lalu mencelupkannya ke warna lain setelah warna pertama kering.

2.     Teknik Ombre

Berbeda dengan jumputan yang aliran warnanya diatur sendiri, teknik ombre memanfaatkan daya kapilaritas dan daya serap kainnya. Pada dasarnya warna akan merambat ke mediumnya, sifat warna inilah yang dimanfaatkan dalam teknik Ombre.

Cara pembuatannya sederhana, yaitu tinggal mencelupkan sebagian kaos atau kain pada pewarna, kemudian dibiarkan beberapa saat hingga warnanya naik secara alamiah. Ketebalan warna dan motifnya juga alamiah, sesuai proses penyerapannya.

Agar hasilnya lebih maksimal, gunakanlah bahan rayon. Bahan dasarnya kain ini berasal dari material organik, yaitu bagian selulosa pada tumbuhan. Biasanya berbahan organik daya resap tintanya lebih besar dan indah.

3.     Teknik Accordion

Apabila teknik jumputan bentuknya melingkar, ini bentuknya memanjang seperti akordeon. Caranya adalah menutup bagian kainnya dengan benang dan jarum, ditarik sedemikian rupa kemudian dicelupkan pada tinta.

Berkreasi dengan kaos dan warna ternyata menyenangkan dan asyik, selain bisa mendaur ulang kaos yang sudah pudar warnanya juga melatih daya kreasi. Pembuatannya juga cukup mudah, seperti namanya tinggal melakukan pencelupan warna pada kain yang telah dipola.

Bahan kain yang mudah menyerap warna adalah yang menggunakan benang katun dan benang rayon. PT. Lakumas menghasilkan produk benang rayon berkualitas yang sudah dipakai oleh banyak pengrajin untuk berbagai keperluan kain.

 

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini

Alasan Menyulam Cocok Sebagai Aktivitas Ketika WFH 2021 (Bagian 3)

menyulam memberikan beberapa keuntungan bagi Anda, mulai dari menambah pundi – pundi kantong, hingga meningkatkan estetika pakaian yang Anda kenakan Selain memikirkan tentang kerja dari rumah juga harus membagi aktivitas PPKM di rumah. Mulai dari mempertimbangkan belanja, mengurus rumah, hingga menentukan sarana rekreasinya. Mengingat saat ini Mall harus tutup 100% dan banyak jalan di sekat.

Refreshing penting untuk menjaga agar pikiran tetap positif. Kondisi pikiran positif ini sangat diperlukan agar mengurangi kepanikan, kecemasan, dan ketakutan yang berlebihan. Sehingga masih bisa berpikir sehat dan tetap waspada.

Cobalah Aktivitas Menyulam Selama PPKM di Rumah

Tentunya Anda sudah pernah melihat sulaman, baik secara langsung atau dari internet. Hasilnya cukup bagus bukan, bisa digunakan untuk menghias baju, celana, kain, atau bahkan membuat karya seni khusus dari sulaman saja. Ini beberapa alasan Anda wajib mencobanya.

1.     Membutuhkan Modal Sedikit

Membuat sulaman tidaklah memerlukan modal besar, Anda bisa memanfaatkan berbagai perlengkapan yang sudah ada sebelumnya. Seperti kain dan benangnya misalnya, apabila ada anggota keluarga suka menjahit atau merajut pasti punya perlengkapannya.

Pada dasarnya satu jarum dan satu benang saja bisa membuat sebuah sulaman, tetapi hasilnya monoton dan tidak bervariasi. Tambahkan sedikit modal untuk membeli beberapa jenis benang, agar hasilnya lebih bervariasi dan terlihat hidup.

2.     Tidak Harus Mahir atau Memiliki Jiwa Seni Tinggi

Tidak harus terampil dulu, mulai dari membuat sketsanya hingga membuat pola sulamannya. Anda bisa melihat beberapa guide yang menunjukkan beserta hitungannya, sehingga Anda bisa mengikutinya persis. Tidak harus menghasilkan karya unik dulu, membiasakan dulu.

Nantinya setelah terbiasa menggunakan berbagai macam benang dan menghasilkan beragam karya, maka sudah saatnya bereksperimen . Cobalah membuat corak baru dan selesaikanlah, itu akan menjadi karya yang sangat membanggakan.

3.     Bernilai Ekonomis

Selain mempercantik penampilan, karya tersebut ternyata bisa dijual loo. Bentuknya beragam, mulai dari menjual jasa desainnya hingga mampu menjual karya seni dari hasil sulamannya. Cobalah berbagai jenis benang, seperti benang acrilic, hasilnya lebih menarik.

4.     Mempercantik Baju, Celana, dan Kain

Ingin rasanya selalu mengenakan pakaian yang cantik, lucu, dan keren. Caranya adalah dengan menghiasnya sendiri, Anda bisa memanfaatkan keterampilan sulamnya hingga membentuk pola yang unik,

Kebutuhan untuk menjaga imunitas tubuh memang penting, tetapi juga jangan lupakan refreshing untuk kesehatan jiwa. Langkah peningkatannya adalah dengan menjaga aktivitas PPKM di rumah dan melatih kreativitas dengan membuat sulaman.

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini