Hi, How Can We Help You?

Category Archives: Business

Lakumas Edu : Penggunaan Sistem ERP vs Excel Manual

Untuk dapat maju bersama Lakumas, dikenal istilah ERP atau enterprise resource planning, di mana kemudahan untuk mengelola bisnis berupa aplikasi. ERP dijadikan selaku informasi dari perusahaan dimana penerapannya mempertimbangkan kemajuan teknologi.

Sistem ini menjadi info akurat seluruh aktivitas manufaktur dengan memperlihatkan data produksi, proses order, hingga pengelolaan inventori. Hal-hal yang masuk ke dalam ranah istilah ini dimulai dari keuangan hingga manajemen karyawan secara menyeluruh.

Dalam dunia bisnis industri 4.0 seperti sekarang ini, peranan ERP sangat penting untuk menjawab tantangan zaman. Dunia bisnis menjadi semakin fleksibel dan praktis, tidak lain karena salah satunya atas dukungan aplikasi ini untuk menciptakan lingkungan kerja lebih kondusif.

Banyak perusahaan non-IT yang menaruh harapan besar supaya perusahaan mereka dapat lebih berkembang ketika memanfaatkan aplikasi ERP. Jika ingin berkembang dan bertahan maka setiap perusahaan dalam bidang apapun itu harus bisa menyesuaikan diri dengan zaman.

Perbandingan ERP vs Ms Excel

Upaya untuk maju bersama Lakumas dapat memanfaatkan keberadaan aplikasi canggih di atas, namun juga dapat memanfaatkan Microsoft Excel pada PC. Keduanya memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Kami akan coba menggambarkan dalam ilustrasi tabel berikut:

Sistem Kecepatan Kemudahan Akurasi Keamanan

Pemulihan Data

ERP Cepat Otomatis Akurat Login akun

Mudah

Ms. Excel Kurang Manual Akurat Password file

Sulit

Penggunaan Microsoft Excel memiliki kecepatan kurang dari ERP karena memang harus memasukkan semuanya secara manual, termasuk pembuatan tabel. Sementara untuk aplikasi akuntansi memang diberikan kecepatan super, namun harus menginput data secara akurat.

Jika dibandingkan akurasi antara kedua software diatas dikembalikan kepada ketelitian tenaga penginput. Sebab meskipun data di input secara manual tetap tidak mengurangi akurasi apabila orang yang memasukkan data tersebut memastikan terlebih dahulu tidak ada kesalahan.

Untuk melakukan pengamanan pada Excel Anda dapat menciptakan kata kunci untuk berbagai file yang dianggap penting. Sementara pada aplikasi tertentu demi menciptakan nuansa keamanan maka dibutuhkan login atau masuk ke akun, di mana di dalamnya memuat data penting.

Ketika merasa harus mencadangkan atau memulihkan data, industri 4.0 sudah memberikan kemudahan melalui eksistensi aplikasi akuntansi. Microsoft Excel memiliki kapasitas ruang penyimpanan tidak terlalu besar dibandingkan dengan aplikasi akuntansi ERP.

ERP Industri 4.0 Maju Bersama

Kelebihan dan Kekurangan ERP vs Ms Excel

Pada setiap software yang disediakan industri 4.0 saat ini pasti memiliki kelebihan serta kekurangannya tersendiri, demikian juga dengan aplikasi ERP.

Kelebihan:

  1. Efisien dan produktif Karena aplikasi ini mendukung memasukkan data secara berkelanjutan an.
  2. Akurasi input data sama dengan akurasi pengambilan keputusan.
  3. Perusahaan menjadi lebih hemat karena tidak memerlukan tenaga kerja manusia.
  4. Berbagai informasi di ERP bisa diakses semua pegawai, jadi lebih transparan.

Kekurangan:

  1. Biaya yang dikeluarkan lebih besar.
  2. Butuh waktu lama agar pegawai mampu beradaptasi.
  3. Perlu proses rumit untuk memperoleh kepraktisan software.

Sementara itu kelebihan dan kekurangan menggunakan Microsoft Excel adalah:

Kelebihan:

  1. Kompatibel pada MAC maupun Windows.
  2. Lebih mudah dioperasikan.
  3. Lembar kerja luas serta besar.
  4. Lebih murah dibandingkan membeli aplikasi akuntansi.
  5. Akan melakukan pembaruan dalam mengolah angka jika perlu.

Kekurangan:

  1. Akses untuk menjalankan fungsi program tidak banyak.
  2. Kian berkembang Sistem Operasi PC maka terkadang Ms Excel tidak bersahabat pada PC jadul.
  3. Hasil dokumen kadang kurang stabil.

Menyadari kemajuan teknologi digital dalam dunia bisnis, Lakumas memutuskan beralih ke ERP. Dengan kehadiran rencana produksi, rencana penjualan, dan inventory sebagai upaya untuk terus maju bersama Lakumas.

Lakumas Edu : Mengenal Jenis Waste dan Asalnya

Mari maju bersama Lakumas dengan mengenal apa itu istilah waste secara umum. Waste merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris memiliki makna pemborosan. Istilah ini dapat dilekatkan pada berbagai situasi, termasuk dalam dunia manufaktur pada PT Lakumas. Sementara itu jika dikaitkan dengan industri manufaktur maka pengertian waste merupakan berbagai proses yang tidak memiliki nilai tambah. Sesuai dengan istilahnya, waste merupakan segala sesuatu yang harus dibuang karena cocok disebut sebagai sampah dari sekian elemen.

Menghilangkan elemen tersebut bukan pilihan sebab jika tidak justru akan mengurangi keuntungan perusahaan hingga menjadi beban terhadap perusahaan tersebut. Definisi ini tidak hanya mengacu pada material tertentu, namun juga terhadap sumber daya tersedia.

Contoh dan Sumber Actual serta Reuse Waste

Dalam dunia industri pemintalan benang, istilah waste dibagi berdasarkan dua hal, yaitu actual waste dan re-used waste. Actual terbagi menjadi sweeping, majun, undercasing, dan lapping. Sementara re-used terbagi-bagi menjadi flatstreep, pneuma, roving streeper, dan sliver.

Istilah sweeping sebagai pemborosan aktual dapat diistilahkan selaku ampas dari sortir manual. Contoh ini merupakan salah satu actual waste pada dunia manufaktur benang, di mana terlepas dari fungsinya pasti senantiasa ada karena melengkapi rangkaian produksi.

Waste Majun

Majun atau kain lap yang saat ini kita kenal luas merupakan pemborosan aktual dari industri manufaktur benang. Lakumas berusaha untuk meminimalisir majun dalam industri dengan menjaga kualitas benang, hal ini merupakan upaya untuk menciptakan benang ramah lingkungan. Majun disebut sebagai reject karena tidak semua berkualitas bagus.

Sementara itu untuk pemborosan yang masih bisa digunakan atau reused ada roving streeper. Roving streeper merupakan hasil potong roving dengan mesin sehingga benda terbuangnya adalah sisa dari proses yang terjadi pada mesin tersebut. Bentuknya menjadi potongan pendek dari roving tersebut.

Jenis reuse lainnya adalah sliver adalah sisa potongan atau irisan dari hasil produk carding dan drawing yang digunakan kembali. Re-use ini berupa serat fiber yang sudah tergabung menjadi kumpulan serat fiber panjang. Slogan maju Bersama lakumas membuat kami harus menjaga kualitas benang yang dihasilkan, oleh karena itu sliver yang yang tidak lulus cek kualitas akan proses kembali sehingga meminimalisir terbentuknya actual waste.

Terakhir adalah lapping, salah satu istilah yang digunakan pada actual waste. Lapping biasa terbentuk pada putaran sliver yang mengeras atau menggumpalnya roving pada saat proses produksi.

Dampak dan Solusi Actual Waste

Setiap industri manufaktur pasti menyisakan limbah dari hasil produksi barang tertentu. Dalam hal ini, Lakumas berniat menciptakan benang ramah lingkungan dengan meminimalisir pemborosan aktual dalam berbagai bentuk. Jika ada maka diupayakan dapat digunakan kembali.

Sebab apabila actual waste terus melesat angkanya maka dampak buruk menanti lingkungan kita. Beberapa sampah tidak terurai dapat membuat ekosistem bumi berubah hingga kemampuan tanah menyerap air tidak lagi optimal karena terlalu banyak limbah.

Berbagai upaya agar waste tidak berkelanjutan adalah melakukan pengukuran terhadap berbagai elemen supaya tidak ada yang berakhir dalam tempat sampah. Dalam hal ini bukan hanya berkenaan dengan material, namun juga berkaitan dengan sumber daya di sekitar.

Untuk bisa maju bersama Lakumas, semua orang mesti berperan aktif meminimalisir terjadinya pemborosan cuma-cuma. Proses pengukuran dapat mengambil referensi dari proses produksi sebelumnya serta tentunya bukan hal sulit dilakukan oleh para profesional berpengalaman.

Lakumas berupaya untuk meminimalisir pembuangan sampah sisa produksi dan menjadikannya sebagai benda berguna untuk dimanfaatkan. Ketika jatuh pada orang yang tepat maka manajemen segala sesuatu tidak akan banyak berakhir dalam tempat sampah.

Industri manufaktur benang mendukung keberadaan pakaian kita. Komitmen untuk menciptakan benang ramah lingkungan perlu didukung.

PRESS RELEASE: Enchanted Memories [ALBERT YANUAR X PT. LAKUMAS]

Enchanted Memories
by Albert Yanuar

Spring-Summer 2021

Albert Yanuar

Kerinduan dan semangat untuk bisa kembali berwisata menjadi inspirasi koleksi Siap Pakai Premium Albert Yanuar. Industri pariwisata menjadi salah satu bidang yang terdampak oleh wabah Covid-19, sebagai seorang fashion designer Albert Yanuar merasa bertanggung jawab untuk lebih lagi mempromosikan kekayaan wisata dan budaya tanah air INDONESIA ke mancanegara.

Memori-memori indah tentang sebuah tempat yang pernah dikunjungi dituangkan kedalam busana seperti sebuah lukisan dengan menggunakan teknik bordir tangan yang menjadi kekuatan dari garis rancangan Albert Yanuar.

Di koleksi ini Albert Yanuar bekerjasama dengan PT. Lakumas memperkenalkan penggunaan Tencel Luxe dari Lenzing sebagai benang bordir yang terbuat dari bahan baku organik yang berkelanjutan sehingga lebih ramah lingkungan.

Kopi : Minuman Peningkat Produktivitas Kerja

Bekerja bukanlah hal yang mudah, apalagi jika Anda dituntut untuk selalu memberikan sebuah inovasi dalam pekerjaan. Memang betul, sebuah pekerjaan memiliki tantangannya masing-masing. Beban pekerjaan antara satu pekerjaan dan pekerjaan lainnya tidak bisa disamakan. Tanggung jawab dan tekanan yang ada berasal dari faktor internal maupun eksternal, terkadang membuat seorang pekerja berada pada posisi stuck. Jika seorang pekerja ada pada posisi yang stuck dalam pekerjaannya, produktivitas lama kelamaan akan menurun.

Produktivitas seorang pekerja adalah kunci keberhasilan dari pekerjaan yang dijalankan. Apabila seorang pekerja sudah tidak produktif, pekerjaan bisa berantakan. Jika Anda berada pada posisi tersebut, baiknya Anda mencari cara untuk kembali produktif agar pekerjaan bisa terus berjalan dengan lancar. Banyak cara untuk meningkatkan produkivitas bekerja, salah satunya dengan cara mengkonsumsi makanan atau minuman yang berfungsi untuk meningkatkan semangat.

Fakta Tentang Kopi

Fakta tentang kopi

Meminum kopi, diyakini banyak orang adalah salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas bekerja. Menurut penelitian dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, kafein yang terkandung dalam kopi mampu meningkatkan kewaspadaan, penalaran, orientasi, perhatian, serta persepsi seseorang. Penelitian tersebut diyakini benar adanya, karena sudah banyak orang yang merasakan manfaat positif dari meminum kopi demi meningkatkan semangat bekerja.

Kopi juga dapat bermanfaat untuk mental Anda. Meminum kopi ternyata dapat membuat seseorang menjadi percaya diri dalam melakukan pekerjaan. Penelitian dari University of North Carolina, menyatakan bahwa kopi dapat menghilangkan kekakuan, sehingga Anda bisa lebih percaya diri untuk bekerja dan menyelesaikan berbagai masalah dalam pekerjaan. Meminum kopi bersama rekan kerja di kantor juga bisa mendekatkan hubungan sosial antar para pekerja, jadi lingkungan tempat Anda bekerja bisa membuat Anda semakin nyaman.

 

Waktu Terbaik Minum Kopi

Waktu terbai minum kopi

Kebanyakan dari kita berpikiri bahwa waktu terbaik minum kopi adalah di malam hari, namun ternyata waktu tersebut bukanlah waktu yang cocok untuk mengkonsumsi kopi. Jika Anda merasa lelah dalam bekerja, Anda disarankan untuk beristirahat agar kerja otak tetap baik, bukan malah meminum kopi. Waktu terbaik minum kopi adalah pukul 09.30-11.30, sedangkan pada siang hari antara pukul 13.30-15.30. Kopi cocok sekali dikonsumsi pada waktu tersebut, mengingat waktu tersebut adalah waktu yang rentan bagi pekerja kehilangan konsentrasi dalam bekerja.

 

Meningkatkan Produktivitas

Kopi meningkatkan produktivitas

Pekerja yang ada di luar negeri sudah menganggap konsumsi kopi sebagai gaya hidup, bukan hanya sekadar minuman biasa. Pada dasarnya, pekerja dan produktivitas menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan, keduanya harus sejalan. Rutinitas bekerja yang monoton bisa membuat Anda bosan dan jika merasa bosan produktivitas bisa terganggu. Mengkonsumsi kopi bisa menjadi jalan keluarnya, produktivitas meningkat disebabkan oleh senyawa dopamin yang dilepaskan oleh otak sehingga otak bisa melepaskan rangsangan baru. Efek dari dopamin ini lebih terasa jika seseorang pekerja sedang merasa lesu, maka dengan meminum kopi otak akan kembali fresh dan ide-ide kreatif bisa datang.

Manfaat dari kopi bagi produktivitas memang sudah terbukti. Konsumsilah kopi sesuai dengan kebutuhan Anda, ajak rekan kerja Anda untuk meminum kopi sambil berbincang ringan mengenai pekerjaan yang sedang dilakukan. Mengkonsumsi kopi demi meningkatkan produktivitas adalah kebiasaan yang diterapkan dalam lingkungan kerja di PT. Laksana Kurnia Mandiri Sejati (LAKUMAS). Perusahaan yang memfasilitasi para pekerjanya dengan baik dapat menjadi nilai tambah yang bisa berdampak pada meningkatkan produktivitas dan semangat kerja bagi para pekerja.

#KopiTingkatkanProduktivitasKerja

#MajuBersamaLakumas

 

Referensi:
1
2

Menjaga Persatuan di Lingkungan Kerja

Indonesia adalah negara yang memiliki keberagaman suku, bahasa, dan budaya. Memiliki jumlah populasi terbesar keempat di dunia, tidak heran jika Indonesia dikenal dengan keberagamannya. Jika diartikan, keberagaman merupakan suatu kondisi dalam masyarakat yang di dalamnya terdapat banyak perbedaan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberagaman, sehingga muncul banyak perbedaan di Indonesia. Faktor-faktor tersebut dapat dijelaskan seperti berikut.

  • Faktor Geografis

Peta Geografis Indonesia

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan. Tak main-main, pulau yang ada di Indonesia berjumlah 17 ribu. Keberadaan pulau-pulau di Indonesia, menyebabkan keberagaman pada penduduknya. Kondisi wilayah kepulauan ini menciptakan keberagaman dari satu daerah ke daerah lainnya.

  • Perbedaan Iklim

Mungkin terbilang aneh jika iklim bisa menyebabkan keberagaman, tapi faktanya itulah yang terjadi di Indonesia. Sebagai negara beriklim tropis, keberagaman muncul karena adanya perbedaan mata pencaharian, budaya, dan fisik masyarakatnya.

  • Suku

Bhineka Tunggal Ika

Keberagaman jelas terlihat dari setiap suku yang ada di Indonesia. Sebutlah, sunda, jawa, batak, padang, papua, madura, dan lainnya, memiliki keberagaman yang mencolok. Logat bahasa, cara hidup, adat istidat, hingga kebudayan mencirikan perbedaan antar suku.

  • Agama

Bhineka Tunggal Ika

Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu adalah agama-agama yang ada di Indonesia. Kepercayaan yang berbeda antar satu orang dan lainnya akan berpengaruh terhadap bagaimana menjalani hidup berdasarkan apa yang dianut.

Keberagaman, terutama di sebuah lingkungan kerja, tentu kerap terjadi. Pekerja yang memiliki berbagai macam latar belakang, berkumpul di dalam satu lingkungan yang sama. Memang tidak mudah untuk menyatukan perbedaan, terutama yang berkaitan dengan identitas pribadi. Sering terjadi banyak konflik di sebuah lingkungan kerja karena tidak dapat menerima perbedaan yang dimiliki satu sama lain.

Nada bicara, kebiasaan hidup, cara berkomunikasi, sering menjadi penyebab sebuah konflik antar pekerja. Kasus yang sering terjadi adalah, rasa sakit hati yang ditimbulkan karena seorang pekerja dianggap tidak berperilaku baik terhadap pekerja lainnya. Biasanya, hal itu dikarenakan kurangnya komunikasi dan pengertian antar pekerja.

Sebenarnya, keberagaman pada lingkungan kerja bisa menghasilkan hal positif. Perspektif yang luas, kaya akan pengalaman dan skill yang bisa membuat perusahaan lebih mudah menemukan inovasi dan kreatifitas, adalah sekian banyak hal yang bisa diambil sisi positifnya. Jika konflik tidak bisa diredam, lingkungan kerja akan menjadi tidak nyaman dan pekerja bisa saja memilih untuk keluar dari perusahaan.

Dibutuhkan toleransi dan pemahan bahwa sebagai orang Indonesia, kita memang lekat dengan keberagaman. Memperlakukan seseorang layaknya seorang individu dengan derajat yang sama adalah kuncinya. Walapun Anda menjadi golongan mayoritas, jangan pernah merasa bahwa Anda lebih baik dari golongan lainnya. Menghargai seseorang yang berbeda latar belakang, entah itu agama, budaya, suku, ras, akan membuat lingkungan kerja menjadi nyaman.

Komunikasi yang baik antar pekerja, tanpa menyinggung satu pihak. Terbuka terhadap kritik dan saran dari pekerja lain. Selalu membiasakan diri bersikap sopan kepada siapapun, baik itu atasan maupun bawahan. Pandai memposisikan diri di lingkungan kerja dan beradaptasi dengan berbagai macam latar belakang pekerja. Hal-hal tersebut adalah budaya perusahaan yang selalu diterapkan oleh para pekerja di PT. Laksana Kurnia Mandiri Sejati (LAKUMAS).

Menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan kerja adalah tanggung jawab setiap pekerja. Jika setiap pekerja memiliki rasa toleransi yang tinggi, lingkungan kerja akan menjadi tempat yang kondusif. Pekerja akan merasa nyaman dan bahagia ada di lingkungan tersebut.