Hi, How Can We Help You?

Category Archives: Business

Penggunaan Gadget yang Baik dan Tepat untuk Menangkal Hoax Covid-19

Semenjak wabah virus corona atau yang biasa disebut Covid-19 resmi dinyatakan sebagai pandemi, media massa dan media sosial dibombardir dengan berbagai berita terkait virus mematikan ini. Kontennya pun beragam. Ada yang memberitakan jumlah kasus, cara menghindari virus, fenomena social distancing, dan sebagainya. Namun, tidak sedikit juga yang memberitakan hoaks atau berita palsu.

Dalam situasi genting seperti saat ini, penting untuk mengetahui berita terbaru yang akurat terkait pandemi Covid-19. Selain supaya kita terus up-to-date, mengikuti pemberitaan juga bisa menjadikan kita lebih waspada. Akan tetapi, ada saja pihak tidak bertanggungjawab yang menyebarkan hoaks untuk menimbulkan kepanikan atau ketakutan di kalangan masyarakat.

Apakah Anda tahu bahwa selama pandemi Covid-19 ini, angka kriminalitas di Indonesia meningkat? Selain penyalahgunaan narkoba, penyebaran berita-berita hoaks juga menjadi salah satu tindakan kriminal yang meningkat tajam selama pandemi. Dilansir dari Antara News, Polda Metro Jaya menyelidiki setidaknya 480 lebih penyebaran ujaran kebencian (hate speech atau berita bohong (hoaks) seputar Covid-19.

Media sosial semestiya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dengan sesama dan menyebarkan konten-konten positif. Sayangnya, masih banyak pihak yang menyalahgunakan media sosial untuk menyebarkan hoaks. Nah, sebagai pengguna gadget atau gawai, kita semua punya tanggung jawab untuk bersikap bijak dalam mengurangi penyebaran informasi yang salah. Kita harus memastikan bahwa kita hanya memberikan informasi yang benar dan akurat?

 

Supaya kita semua tidak termakan atau turut menyebarkan berita hoaks, alangkah lebih baiknya jika Anda mengikuti lima tips berikut supaya terhindar dari informasi yang salah tentang virus corona.

 

Skeptis terhadap judul

Berita palsu seringkali menggunakan judul yang bombastis atau clickbait untuk menarik banyak pembaca. Jika dari judulnya saja sudah terlihat mencurigakan, maka kemungkinan besar itu adalah berita palsu atau hoax.

 

Pahami pesan yang dibaca

Whatsapp menjadi media sosial yang menjadi tempat menyebarnya berita hoaks. Untuk mengetahui apakah suatu pesan bersifat palsu atau tidak, Anda perlu memahami isi pesannya. Biasanya pesan hoaks adalah pesan terusan atau forwarded. Jika Anda kebetulan menemui pesan terusan yang berisi tentang Covid-19, Anda perlu memeriksa ulang fakta yang ada di pesan itu dengan sumber yang terpercaya.

 

Periksa kembali media dengan cermat

Kemajuan teknologi bisa menjadi bumerang bagi penggunanya. Rekaman audio, foto atau video bisa diedit untuk menyesatkan isi pesannya. Sekali lagi, Anda perlu memeriksa media yang dikirim oleh orang lain dengan cermat. Anda bisa melihat sumber berita terpercaya untuk mengetahui apakah berita itu benar atau palsu.

 

Verifikasi dan cek sumber informasi

Jangan mudah menelan berita yang didapatkan secara bulat, bisa jadi itu adalah hoaks. Periksa sumber informasi yang didapat untuk membuktikan keakuratannya dengan cara melihat berita atau informasi lainnya dari sumber yang terpercaya. Jika konten tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang kredil, kemungkinan besar informasi itu benar atau akurat.

 

Dapatkan informasi resmi dari otoritas kesehatan

Supaya nggak ketinggalan berita akurat, Anda bisa mendapatkan informasi resmi terbaru terkait Covid-19 dari otoritas kesehatan lokal dan global. Berikut adalah beberapa sumber yang bisa Anda gunakan untuk mencari informasi akurat:

 

Jadilah pengguna gadget yang bijak dengan memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif. Jika Anda menemukan postingan atau pesan berisi berita palsu atau hoaks di media sosial atau berita apapun, segera laporkan dengan cara menangkap layar (screen capture) disertai link URL dan kirimkan ke aduankonten@mail.kominfo.go.id.

PT LAKSANA KURNIA MANDIRI SEJATI  dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pemintalan benang, menggunakan mesin muktahir untuk menciptakan produk berkualitas yang di produksi di Indonesia.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua nya dan Terima kasih.

Perajin Tenun di Tegal Sulit Penuhi Permintaan Ekspor

Bupati Tegal Umi Azizah melihat kain tenun yang diproduksi menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Pondok Pesantren Dar-Alqur’an Al Islami, Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Rabu (19/2/2020).

Bupati Tegal Umi Azizah melihat kain tenun yang diproduksi menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Pondok Pesantren Dar-Alqur’an Al Islami, Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Rabu (19/2/2020).

Pengusaha sarung tenun di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sulit memenuhi permintaan ekspor. Minimnya minat masyarakat menjadi petenun menjadi salah satu kendala utama.

Saat ini, ada sekitar 10.000 unit alat tenun bukan mesin (ATBM) di Kabupaten Tegal. Dari jumlah itu, hanya separuhnya yang digunakan untuk proses produksi. Padahal, pengusaha tenun ATBM di Tegal mendapatkan pesanan hingga 10.000 lembar tenun per bulan dari Afrika Selatan, Somalia, Kenya, Etiopia, Arab Saudi, dan Dubai. Namun, kemampuan produksi baru sekitar 3.000 lembar tenun per bulan.

”Selama ini, kami kesulitan mencari tenga kerja petenun ATBM. Orang memandang menenun itu rumit dan penghasilannya kecil,” kata Fahmi Afiff (35), pengusaha sarung tenun ATBM di Kabupaten Tegal, Rabu (19/2/2020).

Kini, rata-rata seorang petenun bisa menghasilkan selembar kain tenun sepanjang 4 meter. Upahnya Rp 40.000-Rp 50.000 per lembar kain. Dalam sebulan, petenun bisa mendapat Rp 1,2 juta- Rp 1,5 juta. Upah minimum Kabupaten Tegal saat ini Rp 1.896.000 per bulan.

 

Petenun sedang memproduksi kain tenun menggunakan ATBM di Dukuhmalang, Kabupaten Tegal, Jateng, Senin (10/2/2020). Dalam sehari, petenun bisa menghasilkan satu lembar kain tenun sepanjang 4 meter.

Untuk menjawab keluhan para pengusaha kain tenun ATBM, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian mengadakan bimbingan teknis dan pelatihan wirausaha industri sarung tenun. Kegiatan itu melibatkan 180 orang. Mereka berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Slawi, Pondok Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah, Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah, dan Pondok Pesantren Dar-Alqur’an Al Islami.

”Selain pelatihan, para peserta juga akan mendapatkan bantuan berupa bahan baku dan alat tenun dari pengusaha kain tenun Kabupaten Tegal. Hasil produksi para peserta akan dibeli pengusaha kain tenun,” ujar Direktur Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih.

Gati berharap, pelatihan ini mampu menumbuhkan minat para warga binaan pemasyarakatan dan para santri untuk menekuni industri kain tenun ATBM. Dengan begitu, potensi ekspor yang selama ini belum tergarap maksimal bisa segera digarap.

Sejak tahun 2012, Direktorat Jenderal IKMA sudah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk melatih warga binaan. Tak hanya itu, mereka bakal diberi akses pasar melalui pameran dan katalog pemasaran digital di laman resmi e-smart IKM milik Kementerian Perindustrian.

 

Selain pelatihan, para peserta juga akan mendapatkan bantuan berupa bahan baku dan alat tenun dari pengusaha kain tenun Kabupaten Tegal. Hasil produksi para peserta akan dibeli pengusaha kain tenun. (Gati Wibawaningsih)

Direktur Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (paling kanan) sedang menyaksikan perajin tenun melatih seorang warga binaan di Lapas Slawi, Rabu (19/2/2020). Pelatihan menenun diharapkan bisa menyelesaikan persoalan kurangnya pekerja tenun di Kabupaten Tegal.

Adapun kerja sama antara Direktorat Jenderal IKM dan sejumlah pondok pesantren juga sudah terjalin sejak 2013. Selama lebih kurang tujuh tahun, Direktorat Jenderal IKMA melatih keterampilan kewirausahaan pada 8.628 santri di 46 pondok pesantren.

Pimpinan Pondok Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Syamsul Arifin berharap, pelatihan bisa membantu santri mengurangi ketergantungan pada uang kiriman orangtua. Selain mendapatkan ilmu agama, santri di Pondok Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah diharapkan mendapatkan ilmu wirausaha. Dengan demikian, setelah lulus dari pesantren, para santri siap  berwirausaha dan mandiri secara ekonomi.

 

Modal

Ronal (53), warga binaan Lapas Slawi, mengatakan beruntung bisa mendapatkan pelatihan menenun menggunakan ATBM. Pelatihan ini bisa menjadi bekal baginya kembali ke masyarakat setelah bebas kelak.

”Pelatihan ini akan membantu meningkatkan kapasitas diri dan membantu mendongkrak perekonomian keluarga. Semoga pelatihan ini bisa berkelanjutan sampai kami bisa memasarkan produk kami sendiri,” ujar Ronal.

Ronal juga berharap dirinya bisa diberi bantuan berupa kredit usaha. Dengan demikian, saat keluar dari lembaga pemasyarakatan, dirinya memiliki biaya untuk memulai usaha.

Terkait dengan bantuan modal, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sri Puguh Budi Utami mengatakan akan membantu para warga binaan mendapatkan akses kredit usaha rakyat (KUR). Dengan KUR, para warga binaan bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp 50 juta tanpa agunan.

”Kami menargetkan 38.000 warga binaan yang ada saat ini bisa mendapatkan pelatihan keterampilan sebelum kembali ke masyarakat. Ini salah satu bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah mencetak sumber daya manusia yang unggul,” tutur Utami.

 

Link Artikel Resmi:

https://kompas.id/baca/nusantara/2020/02/19/perajin-tenun-di-tegal-sulit-penuhi-permintaan-ekspor/

Tak Terganggu Covid, Sarung Goyor Jateng Tetap Ekspor

TEGAL – Wabah Covid-19 menghancurkan seluruh kegiatan industri khususnya industri kecil ternyata terbantahkan. Di Jawa Tengah, beberapa industri kecil dan menengah masih bisa tumbuh bahkan tetap ekspor ke luar negeri di tengah pandemi.

Di Kota Tegal, ada salah satu industri kecil menengah yang masih eksis bernama PT Altatex Jaya yang ada di Jl Kauman Tengah. Industri yang bergerak di bidang tekstil dengan produk utama sarung goyor ini bahkan masih tetap ekspor ke beberapa negara Timur Tengah. Tak hanya itu, ada pula UKM produksi batik tulis Cempaka Mulya yang tetap berproduksi. Dengan 200 pekerja, UKM itu masih berproduksi dan menerima pesanan dari luar.

Untuk industri sarung goyor, industri ini dijalankan dua kakak beradik bernama Fahmi Lukman dan Nabil Lukman ini masih berjalan sampai saat ini. Meski Pasar Jeddah Arab Saudi tutup karena lockdown, tetapi pasar lain masih bagus.

“Di Dubai, Kenya dan Somalia masih menerima. Kami sampai sekarang masih tetap ekspor ke negara-negara itu,” kata Fahmi.

Menurutnya, Covid-19 ini memang memukul penjualan dalam negeri. Namun untuk ekspor, pangsa pasar tetap terbuka.

“Bahkan karena pesanan meningkat, kami sampai kesulitan mencari karyawan. Akhirnya, kami melakukan pelatihan dan memberdayakan saudara-saudara yang ada di Lembaga Pemasyarakatan,” terangnya.

Fahmi mengatakan sudah menekuni bisnis itu sejak 2012 lalu. Meski naik turun, tetapi saat ini perusahaan itu bisa menghidupi banyak karyawan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang melakukan kunjungan kerja ke Kota Tegal menyempatkan untuk mampir. Ganjar melihat sendiri, bagaimana industri sarung goyor di Kota Tegal itu masih berproduksi, bisa ekspor bakan sampai kekurangan pegawai.

“Saya senang, di tengah kondisi ini masih ada industri kecil yang tetap berjalan bahkan ekspor. Ini bagus sekali, masih beroperasi dan merekrut karyawan,” kata Ganjar.

Ganjar meminta kepala daerah lain untuk mencari industri besar, kecil dan menengah yang masih bisa berproduksi, khususnya mereka yang ekspor. Kepada para kepala daerah se Jateng, Ganjar minta mendorong industri yang masih berjalan itu.

“Kalau di tempat lain ada yang seperti ini, tolong dibantu habis-habisan. Didorong habis-habisan agar ekonomi tumbuh. Apalagi ini ekspor, bisa meningkatkan devisa kita,” imbuhnya.

Menurut Ganjar, setelah fokus pada persoalan sosial dan kesehatan, saat ini pihaknya fokus pada aspek kesenian dan bisnis ekonomi. Untuk kesenian, beberapa sudah jalan dengan menggandeng seniman di Jateng tampil online di Panggung Kahanan yang ada di rumah dinasnya.

“Nah sekarang saya dorong aspek bisnis ekonomi. Karena ekonomi Jateng pertumbuhannya saat ini menurun drastis, sampai separuh lebih dari 5 persen menjadi 2,6 persen. Ini bahaya dan harus ditindaklanjuti,” terangnya.

Karena bahaya, untuk itu aspek ekonomi ia perhatikan. Beberapa industri yang masih bisa berjalan, akan diberikan dorongan. Tentunya, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan.

“Apalagi yang masih bisa ekspor ini, harus kita dorong. Ini yang bisa menumbuhkan ekonomi kita,” tegasnya.

Pihaknya juga sedang menyiapkan untuk membantu industri mikro lain. Dengan Jaring Pengaman Sosial ditambah Jaring Pengaman Ekonomi yang disiapkan, diharapkan mereka, para pelaku industri kecil dan mikro bisa tetap produktif di rumah.

“Mereka selama tiga bulan minimal terus dilatih agar bisa lebih produktif. Kami juga minta kepada perusahaan yang masih bisa jalan, agar bisa kerja sama dengan para industri kecil yang ada di sekitarnya. Sehingga kita bisa bersama-sama melawan corona,” tutupnya. (*/ima)

 

Link Artikel dari Radartegal:

https://radartegal.com/jawatengah/tak-terganggu-covid-sarung-goyor-jateng-tetap-ekspor.html

PT. ALtarex Jaya dibawah Fahmi Lukman adalah salah satu Customer Crayon (COLOR RAYON) dari PT.Lakumas