Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: PPKM DARURAT

Harapan Lakumas di Tahun 2022, ini Dia

Harapan menjadi salah satuhal yang harus dimiliki oleh perusahaan. PT Lakumas juga demikian, PT Lakumas didirikan di awal tahun 1997 serta disponsori oleh PT. Laksana Kurnia Sejati. Pada awal berdirinya perusahaan tahun 1971, di masa tersebut, PT Lakumas masih berbentuk home industry dengan nama fibertex, perusahaan ini merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang sudah memproduksi benang warna.

Dari masa kemasa, usaha yang dimiliki mengalami perkembangan bahkan kemajuan yang sangat pesat sehingga di tahun 1985 merupakan tahun ekspansi serta perubahan status, dari awalnya home industry menjadi PT Laksana Kurnia Sejati. PT Lakumas berdiri disebabkan karen aadanya permintaan pasar yang terus menerus mengalami kenaikan. Hingga akhirnya home industry dirasa tidak cukup lagi memenuhi kebutuhan permintaan yang ada.

Visi Misi Lakumas, Harapan untuk Tahun Depan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, setiap bukan hanya individu, setiap perusahaan tentu saja memiliki visi dan misi hingga harapannya sendiri. Berikut harapan dari PT Lakumas tahun 2022, antara lain:

  1. Dapat semakin meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar

PT Lakumas pada awalnya berdiri untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Indonesia. Secara tidak langsung, harapan PT Lakumas di tahun depan adalah agar bisa semakin mensejahterakan masyarakat yang berada di sekitar PT Lakumas. Perlu diketahui, PT Lakumas bukan hanya menggunakan bahan baku sintetis atau buatan, namun PT Lakumas juga menggunakan serat ramie yang diperoleh dari petani sehingga kesejahteraan yang dimiliki petani juga akan semakin meningkat.

  1. Memberikan lapangan kerja yang lebih banyak untuk masyarakat sekitar

PT Lakumas juga memiliki resolusi agar di tahun depan dapat memberikan lapangan kerja yang lebih banyak untuk masyarakat sekitar dan dapat mengurangi pengangguran. Lebih-lebih hingga sekarang, PT Lakumas juga selalu berusaha untuk terus mensejahterakan karyawan yang mereka miliki.

Contohnya PT Lakumas memberikan fasilitas untuk karyawan seperti tempat ibadah, uang makan, pakaian seragam kerja 2 stel pertahunnya, sarana kesehatan seperti perawatan kesehatan dan pengobatan. Bahkan, sarana transportasi yang digunakan untuk antar jemput karyawan, khususnya bagi karyawan yang masuk di malam hari. Bila terjadi kecelakaan kerja, serta terdapat korban, PT Lakumas bahkan memberikan tunjangan ganti rugi pada mereka yang bersangkutan.

Pekerja yang bekerja lebih dari 7 jam sehar iatau 40 jam seminggu dihitung lembur, kemudian pekerja juga berhak memiliki istirahat tahunan atau cuti. Seluruh fasilitas tersebut tentu saja diberikan untuk mensejahterakan karyawan PT Lakumas.

  1. Memberikan penghematan untuk konsumen

Visi misi Lakumas juga menyangkut dapat memberikan penghematan biaya untuk konsumen, karena konsumen tidak perlu lagi jauh-jauh ketika ingin membeli benang sintetis atau benang buatan. Konsumen bisa melakukan pemesanan sesuai dengan yang mereka butuhkan, dan PT Lakumas akan berusaha untuk terus mencukupi kebutuhan tersebut.

  1. Meningkatkan hasil produksi

Harapan Lakumas di tahun 2022 yang tidak kalah penting adalah dapat meningkatkan hasil produksi, sehingga nantinya kebutuhan pasar akan terpenuhi. Meskipun ingin meningkatkan hasil produksi sebesar mungkin, perusahaan juga tetap memperhatikan standard. Standard hasil produksi yang digunakan oleh PT Lakumas adalah standard internasional, bahkan agar dapat menjaga hasil produksi tetap baik, seluruh karyawan harus mentaati  semua prosedur dan peraturan yang ada.

Ketika tahun baru menyongsong, tentu saja harapan baru juga akan terus mewarnainya, demikian juga untuk perusahaan. Setiap perusahaan pasti memiliki resolusi yang baik untuk bisnis yang dikelola.

Apa Manfaat Kita Sebagai Pengguna Pakaian Ramah Lingkungan

Bahan ramah lingkungan sangat diperlukan saat ini. Untuk kebutuhan apa saja seperti kantong belanja, plasting pembungkus hingga pakaian. Tidak perlu heran, sebab saat ini sudah banyak tersedia dan dapat dibeli. Pakaian ramah lingkungan didapatkan dari kain yang diproduksi dari material organik. Produk organik dikenal lebih sehat bagi kesehatan manusia. Sebut saja skincare, bahan makanan serta obat-obatan.

Selain itu juga aman bagi lingkungan, tidak meninggalkan residu yang mencemari tanah dan sulit terurai. Tidak menyebabkan toxic bagi pengguna baik bahan yang dikonsumsi maupun dipakai di luar. Mengingat efek pemanasan global akibat pencemaran semakin mengkhawatirkan, sudah saatnya manusia beralih menggunakan pakaian yang aman. Sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab karena telah menggunakan bahan di alam.

Manfaat Menggunakan Pakaian dari Bahan Ramah Lingkungan

 

 

Memiliki karakteristik berbeda dengan material sintetis, benang yang kemudian dijadikan selembar kain dari bahan alami memiliki keunggulan. Berikut manfaat menggunakan pakaian dari bahan ramah lingkungan.

  1. Nyaman dikenakan

Serat alami tidak menimbulkan efek panas, berbeda dengan serat sintetis yang merupakan hasil pengolahan minyak bumi. Untuk produk fashion seperti tenun lebih adem di kulit. Menyerap keringat dengan baik layaknya kapas.

  1. Bermacam warna alami

Pakaian dari benang tencel yang berasal dari serat kayu mudah menyerap warna. Tidak perlu pewarnaan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan meninggalkan residu senyawa kimia. Cukup menggunakan pewarna alami berasal dari tumbuh-tumbuhan.

  1. Mudah diolah

Karakteristiknya lentur sehingga mudah diolah. Tidak hanya dijadikan selembar kain, selendang dan sejenisnya. Namun bisa digunakan untuk berbagai bentuk fashion wanita maupun pria.

  1. Berkarakter

Pewarnaan yang cerah dari bahan alami menghasilkan corak berkarakter. Salah satu produknya dapat dilihat dari tenun. Tenun juga menggunakan benang yang disebut candimas untuk mempertahankan ciri khas. Dari sepintas melihat, anda sudah langsung dapat membedakan mana kain organik asli dan bukan. Bisa juga diketahui dengan cara merabanya langsung. Serat yang dihasilkan lembut, halus dan memiliki kelenturan.

  1. Dapat dikombinasikan dengan bahan lain

Aneka warna yang dihasilkan dari pewarna alami menjadi daya tarik untuk dikombinasikan dengan bahan lain. Bahan organic ini bahkan semakin diminati sektor bisnis apparel dan konveksi sebagai bahan utama.

  1. Aman bagi lingkungan

Tidak menimbulkan rasa bersalah bagi pemakai karena tidak menyakiti alam. Aman bagi lingkungan karena selama proses pembuatannya tidak merugikan. Bebas polusi udara, air dan tanah. Meski diproduksi dalam skala besar, tidak menyebabkan efek pemanasan global. Pabrik beroperasi secara berkelanjutan, mengembalikan manfaat kepada lingkungan sekitar. Sehingga dihasilkan kembali kayu organik sebagai bahan mentah pembuatan benang tencel.

  1. Mudah terbiodegradasi

Sudah usang, tidak lagi dipakai, bisa saja dibuang. Tetap aman meski dibuang di tempat pembuangan sampah. Bahannya mudah terdegradasi oleh microorganism, didukung iklim dan kondisi lingkungan sekitar. Tidak dibutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk menyatu kembali dengan tanah. Tanah tidak tercemar, makhluk hidup tingkat rendah hingga pohon besar dapat hidup sebagaimana mestinya karena tanpa pencemaran.

  1. Menciptakan ekonomi berkelanjutan

Prinsip dari alam untuk alam sangat berkaitan dengan berjalannya fungsi ekonomi dan bisnis. Mengambil bahan mentah langsung dari alam berupa serat kayu, diolah dengan teknologi terbarukan, hasilnya dimanfaatkan manusia. Setelah tidak lagi dimanfaatkan sesuai fungsinya, dapat dikembalikan ke tanah. Berfungsi sebagai media tempat tanaman dan pohon tumbuh. Siklus daur ulang bahan ramah lingkungan seperti ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang akan terus berlangsung.

Pengertian PPKM dan Karantina Wilayah Serta Perbedaannya

PPKM adalah kebijakan pemerintah sebagai upaya menyelesaikan pandemi Covid 19. Terdapat perbedaan antara kebijakan ini dengan karantina wilayah.Dalam menghadapi pandemi Covid 19, Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya seperti memberlakukan PSBB Covid 19. Meski begitu, banyak orang yang lebih mengharapkan pemerintah memberlakukan karantina wilayah.

Hal ini karena anggapan peraturan mengenai pembatasan kegiatan dinilai kurang efektif untuk mengatasi pandemi. Sebab kasus positif di Indonesia masih terbilang tinggi meski sudah diberlakukan berbagai pembatasan.

Namun banyak orang yang tidak memahami perbedaan antara karantina wilayah dengan berbagai pembatasan yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Meski terkesan sama, namun kedua hal ini memiliki perbedaan signifikan.

Bagi Anda yang belum memahami perbedaan keduanya, silahkan simak artikel ini hingga tuntas. Karena kami akan menjelaskan mengenai berbagai peraturan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah serta perbedaannya dengan karantina wilayah.

Pengertian Karantina Wilayah dan Peraturan yang Mendasarinya

Pada awal pandemi Covid 19, pemerintah memilih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Beragam variasi PSBB sudah diberlakukan mulai dari PSBB transisi, ketat hingga transisi 2.

Meski begitu banyak orang yang menganjurkan pemerintah agar memberlakukan karantina wilayah. Karena memang terdapat perbedaan signifikan antara PSBB dengan karantina wilayah. Berikut adalah penjelasan mengenai karantina wilayah.

  1. Pengertian

Karantina wilayah atau juga disebut lockdown adalah peraturan untuk membatasi suatu wilayah yang diduga sedang terjangkit suatu penyakit. Namun karantina wilayah memiliki perbedaan dengan PSBB ketat.

Karantina wilayah secara tegas melarang siapa saja keluar masuk wilayah tersebut. Berbeda dengan PSBB atau pembatasan lainnya yang hanya memberikan batasan pada kegiatan di masyarakat.

  1. Peraturan

Kebijakan karantina wilayah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 pasal 1 ayat 10. Undang-undang tersebut mengatur tentang karantina kesehatan. Di dalam UU ini juga termasuk peraturan tentang PSBB

  1. Kewajiban Pemerintah

Di dalam PSBB baik itu transisi, ketat maupun PSBB transisi 2, pemerintah tidak memiliki kewajiban untuk menanggung kebutuhan dasar masyarakat. Meski pemerintah tetap memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

Berbeda dengan karantina wilayah yang mewajibkan pemerintah menanggung kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga meski tidak bekerja, orang-orang yang berada di wilayah karantina tetap mendapat jaminan hidup.

Pengertian PPKM Serta Pelaksanaannya di Indonesia

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada dasarnya adalah PSBB dengan menggunakan istilah yang berbeda. Oleh karena itu dasar aturannya tetap menggunakan UU Nomor 6 Tahun 2018.

Pemberlakukan pembatasan di Indonesia memang telah mengalami beberapa perubahan nama. Berikut ini adalah penjelasan istilah pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah di Indonesia pada tahun 2021.

  1. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Penggantian istilah PSBB mulai diberlakukan oleh pemerintah pada awal 2021. Perubahan nama ini dilakukan karena menilai bahwa pandemi Covid di Indonesia mulai terkendali. Pembatasan ini hanya dilakukan di 7 Provinsi.

  1. PPKM Mikro

Sayangnya kasus aktif Covid 19 kembali mengalami kenaikan. Sehingga pemerintah mulai memberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala mikro. Kebijakan ini diberlakukan mulai dari Februari hingga Juni 2021.

  1. PPKM Darurat

Tingginya kenaikan kasus Covid 19 setelah lebaran 2021 membuat pemerintah harus mengambil kebijakan lain. Oleh karena itu, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dilakukan oleh pemerintah pada tanggal 1 – 20 Juli 2021.

  1. PPKM Level 3 & 4

Istilah darurat mulai dihilangkan pada pertengahan Juli. Selanjutnya pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3 & 4 di beberapa wilayah Indonesia. Kebijakan ini berlaku mulai dari 21 Juli 2021.

Pada awalnya kebijakan tersebut diberlakukan hingga 25 Juli 2021. Namun kebijakan tersebut diperpanjang hingga tanggal 2 Agustus 2021. Pada tanggal 2 Agustus, kebijakan ini kembali diperpanjang hingga 9 Agustus 2021.

Seluruh masyarakat Indonesia tentunya mengharapkan pandemi Covid 19 segera berakhir. Oleh karena itu Indonesia mencoba melakukan berbagai kebijakan demi mempercepat proses penyelesaian pandemi Covid 19.

Oleh karena itu, masyarakat juga harus membantu menyukseskan upaya penyelesaian pandemi. Seperti dengan mematuhi setiap protokol kesehatan serta kebijakan PPKM yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia.

Kenali Cara Membuat Tie Dye Metode Warna untuk Menghias Kaos (bagian 4)

untuk membuat hasil kreasi tie dye Anda lebih menarik cobalah mengganti metode pencelupannya, mengganti ke bahan organik, dan menggunakan multi warna

Terdapat satu metode populer untuk memberikan warna pada sebuah kain atau kaos, sebutannya adalah pencelupan warna atau tie dye. Metode tersebut berkembang sekitar tahun 60 – 70 an dan semakin populer hingga sekarang.

Hasil warnanya yang unik, tidak teratur, dan caranya mudah menambah minat orang untuk bereksperiman. Terlebih setelah adanya kebijakan untuk mengurangi mobilitas dengan dilakukannya PPKM darurat 2021.

Beberapa Metode Tie Dye dengan Bahan Organik

Meskipun terlihat seperti dicelupkan ke bahan warna saja, tetapi ternyata ada banyak metodenya. Perbedaan metode akan menghasilkan corak berbeda. Agar hasil maksimal, sangat disarankan agar menggunakan kain berbahan organik.

1.     Teknik Jumputan

Cara pencelupan ini merupakan gaya khas masyarakat Indonesia, sering ditemukan di berbagai daerah seperti jawa tengah atau bali. Untuk membuatnya tidak begitu mudah, yaitu dengan menjumput (mengambil sedikit bagian kainnya).

Kain tersebut kemudian dimasukkan kelereng di dalamnya dan dicelupkan pada obat pewarna. Cobalah berimajinasi tentang hasilnya, sehingga Anda bisa memutuskan untuk mengambil berapa jumputan dalam satu buah kain atau kaos.

Pewarnaan umumnya satu warna saja, tetapi apabila Anda ingin ada beberapa ragam corak warna, juga bisa. Caranya adalah dengan memberikan ember warna lain dan menjumput, lalu mencelupkannya ke warna lain setelah warna pertama kering.

2.     Teknik Ombre

Berbeda dengan jumputan yang aliran warnanya diatur sendiri, teknik ombre memanfaatkan daya kapilaritas dan daya serap kainnya. Pada dasarnya warna akan merambat ke mediumnya, sifat warna inilah yang dimanfaatkan dalam teknik Ombre.

Cara pembuatannya sederhana, yaitu tinggal mencelupkan sebagian kaos atau kain pada pewarna, kemudian dibiarkan beberapa saat hingga warnanya naik secara alamiah. Ketebalan warna dan motifnya juga alamiah, sesuai proses penyerapannya.

Agar hasilnya lebih maksimal, gunakanlah bahan rayon. Bahan dasarnya kain ini berasal dari material organik, yaitu bagian selulosa pada tumbuhan. Biasanya berbahan organik daya resap tintanya lebih besar dan indah.

3.     Teknik Accordion

Apabila teknik jumputan bentuknya melingkar, ini bentuknya memanjang seperti akordeon. Caranya adalah menutup bagian kainnya dengan benang dan jarum, ditarik sedemikian rupa kemudian dicelupkan pada tinta.

Berkreasi dengan kaos dan warna ternyata menyenangkan dan asyik, selain bisa mendaur ulang kaos yang sudah pudar warnanya juga melatih daya kreasi. Pembuatannya juga cukup mudah, seperti namanya tinggal melakukan pencelupan warna pada kain yang telah dipola.

Bahan kain yang mudah menyerap warna adalah yang menggunakan benang katun dan benang rayon. PT. Lakumas menghasilkan produk benang rayon berkualitas yang sudah dipakai oleh banyak pengrajin untuk berbagai keperluan kain.

 

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini

Alasan Menyulam Cocok Sebagai Aktivitas Ketika WFH 2021 (Bagian 3)

menyulam memberikan beberapa keuntungan bagi Anda, mulai dari menambah pundi – pundi kantong, hingga meningkatkan estetika pakaian yang Anda kenakan Selain memikirkan tentang kerja dari rumah juga harus membagi aktivitas PPKM di rumah. Mulai dari mempertimbangkan belanja, mengurus rumah, hingga menentukan sarana rekreasinya. Mengingat saat ini Mall harus tutup 100% dan banyak jalan di sekat.

Refreshing penting untuk menjaga agar pikiran tetap positif. Kondisi pikiran positif ini sangat diperlukan agar mengurangi kepanikan, kecemasan, dan ketakutan yang berlebihan. Sehingga masih bisa berpikir sehat dan tetap waspada.

Cobalah Aktivitas Menyulam Selama PPKM di Rumah

Tentunya Anda sudah pernah melihat sulaman, baik secara langsung atau dari internet. Hasilnya cukup bagus bukan, bisa digunakan untuk menghias baju, celana, kain, atau bahkan membuat karya seni khusus dari sulaman saja. Ini beberapa alasan Anda wajib mencobanya.

1.     Membutuhkan Modal Sedikit

Membuat sulaman tidaklah memerlukan modal besar, Anda bisa memanfaatkan berbagai perlengkapan yang sudah ada sebelumnya. Seperti kain dan benangnya misalnya, apabila ada anggota keluarga suka menjahit atau merajut pasti punya perlengkapannya.

Pada dasarnya satu jarum dan satu benang saja bisa membuat sebuah sulaman, tetapi hasilnya monoton dan tidak bervariasi. Tambahkan sedikit modal untuk membeli beberapa jenis benang, agar hasilnya lebih bervariasi dan terlihat hidup.

2.     Tidak Harus Mahir atau Memiliki Jiwa Seni Tinggi

Tidak harus terampil dulu, mulai dari membuat sketsanya hingga membuat pola sulamannya. Anda bisa melihat beberapa guide yang menunjukkan beserta hitungannya, sehingga Anda bisa mengikutinya persis. Tidak harus menghasilkan karya unik dulu, membiasakan dulu.

Nantinya setelah terbiasa menggunakan berbagai macam benang dan menghasilkan beragam karya, maka sudah saatnya bereksperimen . Cobalah membuat corak baru dan selesaikanlah, itu akan menjadi karya yang sangat membanggakan.

3.     Bernilai Ekonomis

Selain mempercantik penampilan, karya tersebut ternyata bisa dijual loo. Bentuknya beragam, mulai dari menjual jasa desainnya hingga mampu menjual karya seni dari hasil sulamannya. Cobalah berbagai jenis benang, seperti benang acrilic, hasilnya lebih menarik.

4.     Mempercantik Baju, Celana, dan Kain

Ingin rasanya selalu mengenakan pakaian yang cantik, lucu, dan keren. Caranya adalah dengan menghiasnya sendiri, Anda bisa memanfaatkan keterampilan sulamnya hingga membentuk pola yang unik,

Kebutuhan untuk menjaga imunitas tubuh memang penting, tetapi juga jangan lupakan refreshing untuk kesehatan jiwa. Langkah peningkatannya adalah dengan menjaga aktivitas PPKM di rumah dan melatih kreativitas dengan membuat sulaman.

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini