Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #BenangTenun

Kenali Cara Membuat Tie Dye Metode Warna untuk Menghias Kaos (bagian 4)

untuk membuat hasil kreasi tie dye Anda lebih menarik cobalah mengganti metode pencelupannya, mengganti ke bahan organik, dan menggunakan multi warna

Terdapat satu metode populer untuk memberikan warna pada sebuah kain atau kaos, sebutannya adalah pencelupan warna atau tie dye. Metode tersebut berkembang sekitar tahun 60 – 70 an dan semakin populer hingga sekarang.

Hasil warnanya yang unik, tidak teratur, dan caranya mudah menambah minat orang untuk bereksperiman. Terlebih setelah adanya kebijakan untuk mengurangi mobilitas dengan dilakukannya PPKM darurat 2021.

Beberapa Metode Tie Dye dengan Bahan Organik

Meskipun terlihat seperti dicelupkan ke bahan warna saja, tetapi ternyata ada banyak metodenya. Perbedaan metode akan menghasilkan corak berbeda. Agar hasil maksimal, sangat disarankan agar menggunakan kain berbahan organik.

1.     Teknik Jumputan

Cara pencelupan ini merupakan gaya khas masyarakat Indonesia, sering ditemukan di berbagai daerah seperti jawa tengah atau bali. Untuk membuatnya tidak begitu mudah, yaitu dengan menjumput (mengambil sedikit bagian kainnya).

Kain tersebut kemudian dimasukkan kelereng di dalamnya dan dicelupkan pada obat pewarna. Cobalah berimajinasi tentang hasilnya, sehingga Anda bisa memutuskan untuk mengambil berapa jumputan dalam satu buah kain atau kaos.

Pewarnaan umumnya satu warna saja, tetapi apabila Anda ingin ada beberapa ragam corak warna, juga bisa. Caranya adalah dengan memberikan ember warna lain dan menjumput, lalu mencelupkannya ke warna lain setelah warna pertama kering.

2.     Teknik Ombre

Berbeda dengan jumputan yang aliran warnanya diatur sendiri, teknik ombre memanfaatkan daya kapilaritas dan daya serap kainnya. Pada dasarnya warna akan merambat ke mediumnya, sifat warna inilah yang dimanfaatkan dalam teknik Ombre.

Cara pembuatannya sederhana, yaitu tinggal mencelupkan sebagian kaos atau kain pada pewarna, kemudian dibiarkan beberapa saat hingga warnanya naik secara alamiah. Ketebalan warna dan motifnya juga alamiah, sesuai proses penyerapannya.

Agar hasilnya lebih maksimal, gunakanlah bahan rayon. Bahan dasarnya kain ini berasal dari material organik, yaitu bagian selulosa pada tumbuhan. Biasanya berbahan organik daya resap tintanya lebih besar dan indah.

3.     Teknik Accordion

Apabila teknik jumputan bentuknya melingkar, ini bentuknya memanjang seperti akordeon. Caranya adalah menutup bagian kainnya dengan benang dan jarum, ditarik sedemikian rupa kemudian dicelupkan pada tinta.

Berkreasi dengan kaos dan warna ternyata menyenangkan dan asyik, selain bisa mendaur ulang kaos yang sudah pudar warnanya juga melatih daya kreasi. Pembuatannya juga cukup mudah, seperti namanya tinggal melakukan pencelupan warna pada kain yang telah dipola.

Bahan kain yang mudah menyerap warna adalah yang menggunakan benang katun dan benang rayon. PT. Lakumas menghasilkan produk benang rayon berkualitas yang sudah dipakai oleh banyak pengrajin untuk berbagai keperluan kain.

 

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini

Alasan Menyulam Cocok Sebagai Aktivitas Ketika WFH 2021 (Bagian 3)

menyulam memberikan beberapa keuntungan bagi Anda, mulai dari menambah pundi – pundi kantong, hingga meningkatkan estetika pakaian yang Anda kenakan Selain memikirkan tentang kerja dari rumah juga harus membagi aktivitas PPKM di rumah. Mulai dari mempertimbangkan belanja, mengurus rumah, hingga menentukan sarana rekreasinya. Mengingat saat ini Mall harus tutup 100% dan banyak jalan di sekat.

Refreshing penting untuk menjaga agar pikiran tetap positif. Kondisi pikiran positif ini sangat diperlukan agar mengurangi kepanikan, kecemasan, dan ketakutan yang berlebihan. Sehingga masih bisa berpikir sehat dan tetap waspada.

Cobalah Aktivitas Menyulam Selama PPKM di Rumah

Tentunya Anda sudah pernah melihat sulaman, baik secara langsung atau dari internet. Hasilnya cukup bagus bukan, bisa digunakan untuk menghias baju, celana, kain, atau bahkan membuat karya seni khusus dari sulaman saja. Ini beberapa alasan Anda wajib mencobanya.

1.     Membutuhkan Modal Sedikit

Membuat sulaman tidaklah memerlukan modal besar, Anda bisa memanfaatkan berbagai perlengkapan yang sudah ada sebelumnya. Seperti kain dan benangnya misalnya, apabila ada anggota keluarga suka menjahit atau merajut pasti punya perlengkapannya.

Pada dasarnya satu jarum dan satu benang saja bisa membuat sebuah sulaman, tetapi hasilnya monoton dan tidak bervariasi. Tambahkan sedikit modal untuk membeli beberapa jenis benang, agar hasilnya lebih bervariasi dan terlihat hidup.

2.     Tidak Harus Mahir atau Memiliki Jiwa Seni Tinggi

Tidak harus terampil dulu, mulai dari membuat sketsanya hingga membuat pola sulamannya. Anda bisa melihat beberapa guide yang menunjukkan beserta hitungannya, sehingga Anda bisa mengikutinya persis. Tidak harus menghasilkan karya unik dulu, membiasakan dulu.

Nantinya setelah terbiasa menggunakan berbagai macam benang dan menghasilkan beragam karya, maka sudah saatnya bereksperimen . Cobalah membuat corak baru dan selesaikanlah, itu akan menjadi karya yang sangat membanggakan.

3.     Bernilai Ekonomis

Selain mempercantik penampilan, karya tersebut ternyata bisa dijual loo. Bentuknya beragam, mulai dari menjual jasa desainnya hingga mampu menjual karya seni dari hasil sulamannya. Cobalah berbagai jenis benang, seperti benang acrilic, hasilnya lebih menarik.

4.     Mempercantik Baju, Celana, dan Kain

Ingin rasanya selalu mengenakan pakaian yang cantik, lucu, dan keren. Caranya adalah dengan menghiasnya sendiri, Anda bisa memanfaatkan keterampilan sulamnya hingga membentuk pola yang unik,

Kebutuhan untuk menjaga imunitas tubuh memang penting, tetapi juga jangan lupakan refreshing untuk kesehatan jiwa. Langkah peningkatannya adalah dengan menjaga aktivitas PPKM di rumah dan melatih kreativitas dengan membuat sulaman.

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini

Manfaat Merajut Selama Menghadapi PPKM Darurat 2021 (Bagian 2)

Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan selama berada di rumah ketika PPKM darurat 2021 ini, salah satunya adalah merajut. Bagi sebagian orang merajut mungkin melelahkan atau ribet, tetapi ternyata aktivitas ini cukup menyenangkan untuk dicoba.

Ada berbagai macam benda yang bisa dibuat dengan merajut, mulai dari boneka tangan, gantungan kunci, atau mini pouch. Hasil karya tersebut nantinya bisa digunakan sebagai hiasan atau ornamen di berbagai rumah Anda.

Selain Melatih Kreativitas, ini Manfaat Lain dari Merajut

Rajutan adalah sebuah buah tangan dari benang yang diikatkan menggunakan berbagai macam simpul. Meskipun terlihat sedikit ribet, tetapi aktivitas ini memberikan berbagai manfaat. Terlebih apabila dilakukan bareng anak kecil.

1.     Melatih Motorik

Membuat sebuah rajutan memerlukan keterampilan jari dan tangan dalam mengambil dan memasukkan benangnya ke dalam simpul. Keterampilan tangan tersebut memerlukan koordinasi yang baik antara penglihatan dan otot – otot jari.

Terlalu aktif menggerakkan jari – jarinya akan membuat simpulnya tidak sempurna bentuknya, bisa kebesaran atau kekecilan. Apabila keterampilan ini dilatih, kecakapan dalam mengotak-atik benda kecil juga akan ikut meningkat.

2.     Membentuk Sifat teliti dan Sabar

Sebuah rajutan tidaklah mudah untuk dibuat, memerlukan proses panjang, mulai dari memilih jenis benangnya apakah benang acrilic, katun, wool, dan sebagainya. Hingga menyusun simpul dari seutas benang menjadi bentuk yang diinginkan.

Proses tersebut tidaklah sebentar, selain itu juga harus berkonsentrasi dalam merajut. Karena harus memperhatikan hitungan dari simpulnya. Ketika hitungannya tidak tepat, nanti berpengaruh pada hasilnya yang menjadi tidak rapi.

3.     Bisa Dilakukan Ketika Beraktivitas Lainnya

Manfaat lainnya adalah bisa melakukan aktivitas lain sambil menyelesaikan rajutannya. Seperti mengikuti webinar, mendengarkan podcast, menonton tv, atau sekedar bersantai di kamar. Tidak perlu waktu khusus untuk membuat rajutannya.

Untuk menjaga hitungan rajutannya, usahakan selalu membuat catatan ketika hendak menyelesaikannya. Sehingga ketika hendak melanjutkan merajutnya, bisa melihat catatan terakhirnya. Dengan demikian kualitas hasilnya tetap terjaga.

Tentu berdiam diri di rumah selama beberapa minggu bukanlah sesuatu hal yang menyenangkan. Namun Anda bisa mengubah kondisi tersebut menjadi semakin menantang dengan mengasah kreativitas dan mengembangkan keterampilan.

Salah satunya adalah membuat rajutan untuk hiasan atau aksesoris di rumah Anda. Aktivitas PPKM di rumah dengan menghasilkan rajutan akan memberikan manfaat, berupa terasahnya kreativitas, terbiasa teliti, dan sabar dalam berproses.

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini

Ide Aktivitas PPKM di Rumah untuk Mengembangkan Hobi (Bagian 1)

Adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) membuat Anda harus berpikir beberapa ide tentang aktivitas PPKM di rumah. Hal ini karena kantor di sektor non esensial 100% WFH, sehingga tidak datang ke kantor.

Tentunya selain bekerja dari rumah serta menyelesaikan berbagai keperluan rumah tangga, ingin juga mengembangkan kreativitas. Hal ini bisa mengembangkan hobi, sekaligus mengurangi kebosanan karena tidak bisa pergi keluar rumah.

menenun, merajut, menyulam, tie dye, aktivitas PPKM di rumah, benang rayon, benang acrilic

Berkreasi Menggunakan Kain dan Benang, Menyulam Salah Satunya

Berbicara tentang benang serta kain, pasti terbayang di benak adalah menjahit, baik menggunakan mesin jahit atau manual. Tetapi tahukah Anda bahwa ada aktivitas seru lainnya dibandingkan hanya sekedar menjahit. Berikut beberapa contoh aktivitasnya.

1.     Membuat Boneka dengan Merajut

Rajutan bisa menjadi salah satu karya yang dapat Anda buat selama menjalani WFH. Contohnya adalah boneka sederhana, kecil saja agar bisa dijadikan gantungan kunci dan teman ketika sedang bekerja. Bagi yang belum terbiasa, mungkin ini hal yang cukup rumit.

Namun sebenarnya tidaklah demikian, hanya perlu kesabaran dalam menjalani proses panjangnya. Mulai dari mempelajari cara memegang alat rajutnya, membuat simpul dasarnya, dan menghitung jumlah simpul yang telah dibentuk.

Hitungan tersebut nantinya membantu Anda untuk memeriksa apakah ada bagian yang kurang pas atau tidak. Selain itu bisa digunakan untuk menghindari tambah kecilnya atau besarnya rajutan yang sedang dibuatnya.

Untuk melengkapi boneka kecilnya ada beberapa barang lainnya yang perlu dipersiapkan. Contohnya dakron sebagai isi bonekanya dan gantungan kunci agar bonekanya bisa dikaitkan ke tas atau tempat gantungan lainnya.

2.     Membuat Syal dengan Menenun

Syal memang tidak begitu populer di Indonesia karena cuacanya yang hangat. Tetapi keberadaannya masih digemari beberapa orang. Salah satunya digunakan untuk meningkatkan style atau digunakan praktis ketika cuaca sedang dingin.

Ternyata memiliki syal tidak harus membeli, Anda bisa membuatnya sendiri dari rumah. Anda tinggal menyiapkan alat tenun dan benangnya saja. biasanya menggunakan benang rayon, sehingga hasilnya lebih terlihat berisi dan kuat.

Langkah pertama memulai kegiatan ini adalah dengan mempelajari terlebih dahulu cara memegang alatnya. Kemudian biasakan membuat berbagai simpul hingga akhirnya kecepatan pembuatan simpulnya bertambah.

Mulailah dengan mencontoh dari internet, dengan mencontoh dari internet Anda secara perlahan akan terbiasa menggunakan dan menerapkan simpul simpulnya. Apabila sudah terbiasa, nanti bisa berkreasi membuat motif sendiri.

3.     Teknik Sulam untuk Hasilkan Motif Indah

Sulam berarti menghias sebuah kain dengan benang yang dibuat berdasarkan pola – pola tertentu. Untuk bisa menghasilkan sulaman yang estetis diperlukan teknik khusus. Seperti tusuk jelujur, tusuk simpul perancis, dan tusuk silang.

Peralatannya sendiri terdiri dari jarum pentul, kapur jahit, pendedel, jarum, benang, kunting, dan kain. Biasanya menggunakan kain serat sintesis dan serat alami, pilihlah yang kainnya tidak terlalu rapat agar mudah ditembus jarum.

4.     Hiasan Kaos Berupa Tie Dye

Pernahkah melihat kaos dengan corak putih tidak beraturan, corak tersebut dibentuk dari teknik pencelupan kaos yang telah diikat. Bagian yang terikat dan tidak tersentuh cat tersebut membentuk motif unik. Karena prosesnya disebut sebagai tie (ikat) dye (celup).

Selama PPKM memang aktivitas terbatasi, sulit keluar rumah bahkan mall juga ditutup. Untuk mengisi serta memanfaatkan waktu dengan baik, bisa berkreasi dengan benang dan kain.

Aktivitas yang berhubungan dengan kain dan benang tersebut bisa menghasilkan rajutan, sulaman, tenunan dengan bentuk unik serta bermotif cantik. Kreasikan dengan menggunakan berbagai jenis benang, seperti benang acrilic contohnya.

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini

Lakumas Edu: Produk Tekstil Laris Manis Habis Terjual, Terutama Sarung, Bagaimana Potensi Market Lakumas Semester Kedua 2021?

Kebutuhan sarung untuk masyarakat semakin hari semakin meningkat. Dengan pola dan desain yang disesuaikan oleh tren, produk ini terus menarik perhatian. Bahkan, penjualannya meningkat pada bulan-bulan tertentu.

Di semester pertama, produk ini mampu menjual jutaan pcs. Data tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat masih sangat tinggi. Terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan.

Lalu, bagaimana perkembangan paruh kedua tahun 2021? Banyak analisis yang bisa dilakukan. Namun, dari semua data tersebut menunjukkan beberapa fakta menarik. Termasuk potensi penjualan di penghujung akhir 2021.

Salah Satu Unggulan Produk Tekstil

Produk merupakan salah satu andalan untuk mendongkrak ekonomi. Industri tekstil memang memiliki banyak jenis. Namun, produk ini sering dilupakan karena dianggap kuno dan kurang berkesan.

Faktanya hal tersebut tidak demikian. Produk ini mampu memberikan sumbangan besar dalam industri tekstil. Penjualan yang terus meningkat sering waktu diprediksi akan terus meningkat di masa depan.

Produk Lakumas menjadi salah satu dengan market yang sangat besar. Sebaran potensi yang dimiliki bisa menyaingi brand ternama. Itulah alasan mengapa industri ini akan tetap eksis di masa depan.

Pada paruh kedua tahun 2021 juga diprediksi penjualannya akan terus meningkat. Potensi ini muncul melihat dari grafik selama paruh pertama. Jika ada penurunan, maka dipastikan grafiknya tidak akan turun jauh.

Salah Satu Kebutuhan yang Paling Mendasar

Di beberapa daerah, industri ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu funginya adalah sebagai pengganti selimut ketika berada di luar rumah. Biasanya masyarakat di daerah pegunungan yang menggunakannya.

Tidak mungkin seseorang akan keluar menggunakan selimut. Sebagai gantinya, tekstil ini dipakai karena mampu memberikan rasa hangat. Bentuknya juga simpel sehingga mudah dipakai tanpa membutuhkan waktu lama.

Peningkatan kebutuhan sarung juga akan terus meningkat setiap tahun. Pada momen-momen tertentu, kebutuhannya akan jauh meningkat. Momen lebaran adalah salah satu dimana tekstil ini lebih populer dari bulan lainnya.

Secara fungsi, tekstil tersebut bisa dipakai untuk banyak hal. Pemakaiannya dalam ritual keagamaan sudah sering dilihat. Beberapa orang juga menggunakannya sebagai pengganti selimut ketika sedang di luar rumah.

Potensi Penjualan Juga Semakin Besar

Melihat kebutuhan yang semakin meningkat, potensi penjualannya juga semakin besar. Potensinya sebenarnya bisa melebihi jenis tekstil lain. Hanya saja bagaimana industri tersebut mampu memanfaatkan momen.

Menjelang paruh kedua 2021, angka penjualan memang menurun tipis karena sudah melewati momen lebaran. Namun, momen perayaan lain masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini.

Lakumas memiliki kesempatan besar memberikan kebutuhan pasar dalam jumlah besar. Terlebih lagi bahwa tekstil ini tidak terpengaruh oleh tren. Bisa dipakai kapan saja tanpa peduli kehadiran moda pakaian populer.

Semester kedua mungkin akan menjadi tantangan baru bagi Lakumas. Faktanya, momen penjualan terbesar ada pada saat lebaran. Meskipun masih ada perayaan lain, tetapi rasio penjualan tidak sebesar ketika lebaran.

Meskipun begitu, tren menggunakan tekstil ini tidak pernah mati. Selama ada yang membutuhkan, maka penjualan bisa berjalan. Bahkan hasilnya lebih besar dengan metode penjualan tertentu.

Hal yang perlu Diperhatikan Lebih Detail

Meskipun potensi penjualan di paruh kedua 2021 masih tinggi, tetapi perlu diperhatikan dengan lebih detail. Lakumas memiliki produk yang cukup diminati. Hanya bagaimana menjaga minat masyarakat terhadap produk Lakumas.

Salah satunya adalah dengan cara memberikan inovasi terhadap desain, karakter, hingga nilainya. Semakin tinggi nilainya, maka semakin tinggi angka penjualan. Jadi peluang ini akan terus terbuka lebar.

Fakta bahwa industri tekstil tidak akan pernah mati memang peluang yang menjanjikan. Namun, bagaimana memanfaatkan potensi pada semester kedua adalah tantangan yang cukup penting bagi Lakumas.