Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #BenangTenun

Mengenal Jenis Fyber Recycle, Ada Apa Saja?

Recycled polyester adalah salah satu serat buatan yang paling banyak dipakai dalam industry pakaian. Umumnya, produsen memproduksinya dalam 3 dimensi. Menariknya, serat ini bisa terbuat dari berbagai bahan baku. Perlu diketahui bahwa sampir setengah dari total pakaian dunia terbuat dari polyester. Artinya, dari sisi fungsi serat tersebut memegang posisi teratas. Namun, tentu saja bukan hanya karena alasan itu saja. Menariknya, fiber recycle bukan hanya tentang polyester saja. Faktanya ada banyak jenis fyber recycle yang bisa digunakan dalam industry tekstil. Berikut adalah beberapa fyber yang paling banyak digunakan.

Recycled Nylon untuk Beberapa Industry

Jenis pertama dari fiber daur ulang adalah nilon daur ulang. Sebelumnya, nilon merupakan bahan anorganik dari batubara dan air. Namun, saat ini sudah dikembangkan jadi bahan daur ulang. Penggunaan nilon daur ulang telah menjadi prioritas untuk beberapa industry. Bahkan, saat ini sudah banyak produk fashion menggunakan bahan nilon daur ulang. Salah satu yang paling banyak adalah jersey olahraga.

Menariknya, nilon kemudian dipakai untuk berbagai keperluan. Bukan hanya fashion, faktanya nilon menjadi bahan paling umum dijumpai pada produk tas. Beberapa bahkan dikombinasikan dengan metode laminasi. Secara umum, kelebihan dari bahan nilon mampu menurunkan dampak lingkungan. Ketergantungan terhadap petrokimia juga berkurang drastis. Dengan begitu, limbah tekstil juga akan berkurang secara penuh dari waktu ke waktu.

Recycle Cotton yang Banyak Digunakan untuk Kaos Distro

Selain nilon, bahan daur ulang juga telah sampai pada bahan cotton. Pemanfaatan cotton daur ulang bahkan sudah banyak dipakai untuk kaos distro. Menariknya, kualitas yang diberikan juga tidak kalah. Perlu dipahami bahwa cotton sering dikombinasikan melalui benang tencel. Karakter benang lembut di kulit. Artinya, saat digunakan akan menimbulkan rasa nyaman dan memberikan sensasi dingin saat menyentuh kulit.

Daur ulang ini tidak bisa dilepaskan dari adanya teknologi terbaru. Teknologi tersebut menjawab tantangan limbah tekstil yang sebelumnya hanya menjadi limbah. Namun, saat ini sudah dapat dipakai dalam produk baru. Sampah organic kemudian diolah menjadi benang khusus dan dijadikan sebuah produk baru. Brand besar sering menggunakan cara ini untuk membantu mengurangi limbah tekstil yang sudah mulai di luar kendali.

Recycle Wool, yang Cukup Berbeda dengan Bahan Sintetis

Daur ulang pada wool juga sudah semakin banyak dilakukan. Seperti yang sudah diketahui, wool didapatkan dari bulu hewan tertentu. Itulah mengapa dari sisi karakter cukup berbeda dengan bahan sintetis. Hal paling menarik adalah wool dilakukan daur ulang kembali untuk membatasi eksploitasi kepada hewan berbulu. Dari sisi tertentu, ini akan menjadi salah satu bahan ramah lingkungan yang tidak menyebabkan limbah.

Penggunaannya juga sudah sangat beragam mulai dari fashion hingga produk lain. Kebanyakan produk adalah tipe jaket atau mantel tebal. Bahkan, brand besar juga sering mengolahnya. Dari sisi harga, kedua bahan ini juga berbeda. Umumnya, wool daur ulang memiliki harga yang jauh lebih murah. Jadi, wool tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu alternative dalam fashion.

Recycled Textile COP 26

Tekstil daur ulang adalah pemulihan serat atau benang menjadi produk yang lebuh berguna. Biasanya, produk ini dikumpulkan dari berbagai sumber dan kemudian diolah berdasarkan standard dari industry. Tentu saja setelah dilakukan pengolahan akan dipakai untuk membuat produk baru. Bentuk produk juga bermacam-macam mulai dari produk energy hingga menjadi pakaian baru yang menarik.

Saat ini, teknologi daur ulang hampir bisa melakukan daur ulang terhadap berbagai bahan industry. Salah satu tujuannya adalah untuk menghindari penumpukan limbah industry yang semakin banyak. Oleh sebab itu, Lakumas juga memproduksi berbagai bahan daur ulang yang ramah lingkungan. Bukan hanya beberapa serat yang telah disebutkan sebelumnya, tapi juga memproduksi kain candimas dengan kualitas terbaik.

Dampak Lanjutan Kelangkaan Kontainer Terhadap Dunia Industri Manufaktur Khususnya Tekstil

Kelangkaan shipping marine container memiliki dampak besar pada berbagai sector industri. Semua industri yang berkaitan dengan aktivitas ekspor impor pasti akan terganggu jika kelangkaan ini terus berlangsung. Perlu diketahui bahwa saat ini banyak industri dalam negeri membutuhkan aktivitas ekspor impor. Aktivitas tersebut dipengaruhi oleh adanya container sebagai salah satu elemen penting karena berfungsi sebagai box barang.

Salah satu dampaknya terjadi pada industri tekstil. Kelangkaan container membuat industri ini tidak bisa mengimpor barang baku. Selain itu, industri tekstil juga tidak bisa mengekspor produk yang telah dihasilkan.

Kesulitan Saat Melakukan Suatu Impor

Banyak industri yang harus melakukan impor karena kurangnya bahan baku dari dalam negeri. Artinya, container menjadi elemen penting untuk memperlancar aktivitas impor demi tersedianya bahan baku. Salah satu yang paling terdampak adalah tekstil. Ya, banyak pabrik tekstil membutuhkan container untuk impor bahan baku. Dengan begitu, aktivitas pabrik bisa dipertahankan tanpa mengalami kerugian.

Namun, jika kelangkaan ini terus berlanjut maka akan menjadi sebuah kerugian. Tidak adanya container yang membawa bahan baku membuat bahan baku yang tersedia memiliki harga tinggi. Kondisi ini akan sangat berbahaya jika terus terjadi. Bisa saja beberapa pabrik tekstil harus mengurangi jumlah produksinya. Hal tersebut berpengaruh pada nilai pemasukan industri tekstil.

Terkendala Saat Ekspor Barang

Semua industri menginginkan barang yang telah diproduksinya bisa dipasarkan ke luar negeri. Aktivitas pedagangan ini semakin terbuka saat ekspor impor jadi aktivitas yang saling dibutuhkan oleh banyak Negara. Barang yang telah diproduksi harus segera dipasarkan ke berbagai Negara. Tujuannya adalah agar barang tersebut bisa kembali menjadi modal. Dengan begitu, perputaran pada industry manufaktur juga terus berjalan.

Namun, jika barang-barang tersebut tidak segera terjual, maka akan menimbulkan banyak masalah. Salah satunya adalah tidak adanya perputaran modal untuk aktivitas industri. Bahkan, hal ini juga mengancam kelangsungan usaha. Dampak lain dari kelangkaan container adalah barang terus menumpuk. Jika dibiarkan dalam waktu lama maka akan menjadi masalah. Barang bisa saja rusak dan pada akhirnya tidak layak untuk dijual.

Menahan Laju Perkembangan Industri

Sector manufaktur telah mengalami tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir. Pandemic membuat container menjadi sangat langka. Artinya, perkembangan industri ini juga mulai melambat seiring berjalannya waktu. Data Purchasing Manager’s Index (PMI) Indonesia tercatat masih berada di bawah level 50. Artinya, data tersebut menunjukkan bahwa sector ini masih dalam kondisi fase kontraksi.

Rantai pasokan mulai melambat seiring dengan kelangkaan container secara global. Artinya, pemasok juga mengalami kendala dalam menyediakan container. Hasilnya membuat banyak industri menjadi lebih pasif dalam menjalankan aktivitas perdagangan. Kelangkaan container pada dasarnya disebabkan karena permintaan menurun. Permintaan tersebut berkaitan dengan jumlah produksi barang yang diproduksi. Ini juga karena pasar sedang mengalami penurunan dari sisi permintaan.

Kelangkaan juga membuat banyak pihak menjadi terkendala dalam pembiayaan. Kelangkaan membuat sector ini menjadi lebih lesu. Bahkan saat akan melakukan aktivitas ekspor impor juga memiliki beberapa kendala. Dampak lebih lanjut adalah pengurangan jadwal operasi dari operator kapal. Dalam dunia logistic, hal ini bisa disebut sebagai blank sailing. Akibatnya, biaya yang harus ditanggung untuk setiap keberangkatan menjadi lebih besar.

Faktanya, kelangkaan seperti ini bisa memberikan efek domino berkepanjangan. Industry tekstil mungkin akan bertahan beberapa waktu. Namun, jika terus berlanjut akan membuat perlambatan dalam perkembangan industry tersebut. Kelangkaan ini memang menjadi suatu masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Efek domino yang ditimbulkan bisa saja membuat layanan kapal memiliki ongkos kirim tinggi dari harga yang seharusnya.

Langkah Strategis Lakumas dalam Mengamankan Stock Container untuk Impor Bahan Baku dan Benang Jadi

Industri jasa forwarding telah mengalami tantangan besar di mana peti kemas mulai langka. Hal tersebut membuat beberapa pihak kesulitan dalam melakukan aktivitas perdagangan ekspor impor. Perlu dipahami bahwa hal ini berdampak besar pada rantai pemasukan industri. Bahkan, dampak paling parah bisa menyebabkan hilangnya pasar. Hal tersebut perlu dihindari sehingga tidak menyebabkan efek domino.

Lakumas sendiri telah melakukan beberapa upaya untuk mempertahankan stok peti kemas demi rantai pasokan tetap berjalan. Ini adalah beberapa langkah yang diambil oleh Lakumas dalam mempertahankan stok peti kemas.

Kerjasama dengan Perusahaan Freight

Salah satu cara yang perlu dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan perusahaan freight. Kelangkaan peti kemas memberikan dampak berkepanjangan yang sangat besar. Salah satunya adalah meningkatkan biaya jasa pengiriman. Hal tersebut karena berkurangnya permintaan sehingga perusahaan freight tidak bisa membawa muatan secara penuh. Padahal, hal ini jelas membuat kerugian dengan adanya biaya lebih besar dari biasanya.

Lakumas memiliki kerjasama dengan beberapa perusahaan freight untuk menyediakan peti kemas secara berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga rantai aktivitas ekspor impor tanpa membebani biaya tambahan. Langkah seperti ini perlu ditekankan karena memiliki peranan sangat penting. Selain itu, kerjasama juga diharapkan dapat mengurangi beban biaya selama perjalanan. Ini akan menghemat biaya secara keseluruhan.

Faktanya, ini juga memberikan pemesanan kapal jauh lebih mudah. Aktivitas ekspor produk dan impor bahan baku jadi lebih mudah. Rantai produksi pada akhirnya bisa tetap berjalan tanpa hambatan.

Menjaga Jadwal Pengiriman Tetap Berjalan

Salah satu masalah keterbatasan container adalah karena tidak adanya jadwal secara pasti. Namun, berbeda jika ekspor impor dilakukan sesuai jadwal. Langkah tersebut memang sulit karena tidak dapat dipastikan. Faktanya, beberapa industry melakukan ekspor impor saat mendapatkan pesanan. Artinya, rantai pasokan untuk aktivitas ekspor dipengaruhi factor eksternal. Inilah yang kemudian industri tidak mendapatkan ketersediaan peti kemas.

 

Namun, jika ada jadwal pasti akan jauh lebih mudah mengamankan stok peti kemas. Apalagi, jika industri sudah memiliki kerjasama sebelumnya dengan perusahaan freight maka akan jauh lebih mudah. Kedua hal tersebut sangat perting untuk diperhatikan oleh setiap industri. Konsisten jadwal pengiriman adalah salah satu factor yang harus diperhatikan. Setidaknya, ada kepastian dalam ketersediaan peti kemas.

 

Ini adalah tantangan sendiri bagi industri apa saja untuk memiliki jadwal konsisten. Di tengah menurunnya permintaan, industri harus tetap mampu menjaga pasar. Jadi, hal tersebut akan cukup menjadi tantangan.

Rantai Pasokan Produksi Lakumas

Seperti yang sudah diketahui, Lakumas merupakan industri pemintalan benang yang telah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Hal ini membuat pasar Lakumas telah melebar hingga berbagai Negara tetangga. Lakumas melakukan produksi pada berbagai jenis benang dan kain. Bahkan, banyak busana menggunakan benang dari Lakumas. Artinya, pasokan produk dari Lakumas telah diterima secara menyeluruh untuk pasar tekstil internasional.

Dalam menjaga ketersediaan peti kemas, rantai produksi tetap dipertahankan. Apalagi, industri tekstil tidak terlalu terkena dampak dari berkurangnya permintaan pasar secara global. Namun, tetap ada beberapa dampak dirasakan. Oleh sebab itu, berbagai upaya dilakukan demi mempertahankan produksi tetap berjalan. Bahkan, pasokan permintaan juga dipertahankan dengan membuka pasar baru. Artinya, tidak ada alasan untuk menghentikan aktivitas ekspor impor.

Hal inilah yang kemudian membuat jadwal pengiriman bisa ditetapkan sejak jauh hari. Bahkan, kerjasama yang dilakukan juga akan memberikan ketersediaan peti kemas sehingga rantai ekspor bisa dilakukan. Itulah mengapa Lakumas selalu mempertahankan produksinya demi menjaga pasar. Dengan cara seperti ini maka produksi Lakumas akan tetap terjaga dalam hal rantai produksi hingga pasokan ke berbagai pasar internasional.

Apa Saja Produk Turunan dari Benang Tencel yang Sering Digunakan Sehari-hari

Tencel merupakan benang hasil pemintalan dari serat alami. Dihasilkan dari serat kayu organik di alam dengan proses khusus yang aman bagi lingkungan. Penerapan teknologi terbarukan mendukung produksi benang ini. Benang adalah produk olahan dari industri hulu. Menjadi bahan mentah bagi industri hilir yaitu tekstil. Digunakan untuk membuat berbagai macam item bahan jadi siap pakai untuk manusia khususnya.

Mungkin Anda kurang familiar dengan material organic ini. Hanya tahu mengenai bahan siap pakainya saja. Sebab produk aslinya berupa benang tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan khusus untuk industri. Konsumen menggunakan produk turunan dari material yang dinamakan benang candimas. Dibuat dalam berbagai item produk yang bisa dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Produk Turunan Benang Tencel yang Digunakan Sehari-hari

Kain dari benang organic memiliki fungsi seperti serat sintetis. Dapat digunakan untuk membuat berbagai fashion item. Bisa jadi Anda menggunakan produk turunan dari bahan alami seperti ini setiap hari.

 

  1. Baju resmi

Pakaian resmi untuk acara pesta, pernikahan, kondangan dan perayaan lainnya. Salah satu jenis produk turunan yang umum digunakan adalah tenun. Kain ini pada awalnya digunakan khusus untuk acara adat dan keagamaan.

  1. Baju santai

Menyesuaikan perkembangan jaman, bukan lagi dimanfaatkan untuk membuat baju khusus. Saat ini banyak ditemui baju, celana santai ready to wear dari bahan yang aman bagi lingkungan.

Jadi bisa digunakan untuk segala suasana dan segala usia. Sebab kualitas bahannya bagus dan nyaman dikenakan. Mudah diolah dan fleksibel bisa dibuat apa saja dikombinasikan dengan bahan lain.

    1. Sprei

 

 

Bed sheet/ sprei dihasilkan dari pengolahan material alami ramah lingkungan sangat nyaman digunakan. Sebagai alas tempat tidur yang dimanfaatkan setiap hari, kenyamanan sangat penting. Membantu kualitas tidur Anda lebih optimal.

    1. Sarung bantal dan guling

 

Serupa dengan sprei, sarung bantal dan guling juga kerap menggunakan bahan alami. Tenun bisa dibuat dalam berbagai bentuk. Bisa sebagai bahan tunggal, dibuat penuh menggunakan material ini, bisa juga dalam bentuk kombinasi.

  1. Sarung bantal sofa

Material organik serat kayu bisa juga dimanfaatkan untuk menghiasi ruang tamu. Dijadikan sebagai sarung bantal sofa aneka motif dan warna. Menambah sentuhan alam untuk area sentral di rumah anda.

  1. Karpet

Bukan hanya bulu-bulu sintetis yang dapat digunakan sebagai karpet. Benang alami lebih berkualitas digunakan sebagai alas seperti karpet. Tidak menyebabkan efek panas dan gerah. Aman bagi anak-anak, mudah dibersihkan.

  1. Keset

Memiliki daya serap bagus, cocok digunakan untuk keset. Tentu dengan tekstur yang lebih renggang dan kasar sehingga tidak licin. Tampilan rumah Anda jadi semakin berkelas hanya dengan mengganti keset menggunakan bahan alami.

  1. Tirai jendela dan pintu

Menambah elegan isi rumah dengan menggunakan tirai dari bahan alami. Menghadirkan kesejukan karena memiliki warna khas alami yang mencerminkan alam. Lebih tebal, awet dapat digunakan dalam waktu lama dan tidak cepat kotor.

 

  1. Tas fashion

Tampil beda menggunakan tas fashion dari bahan alami. Seratnya kuat namun lentur adalah kelebihan. Dapat dimanfaatkan untuk membuat fashion item kecintaan para wanita yang terlihat natural dan etnik.

  1. Aksesoris

Aksesoris tambahan outfit seperti kalung, gelang, bandana, hijab, tali rambut, penjepit rambut dan sebagainya. Sangat fleksibel karena memiliki sifat mudah diolah. Banyak dikreasikan oleh para desainer fashion.

Masih banyak produk turunan yang dihasilkan dari material serat alami. Meski pemanfaatannya dalam skala besar dan beragam item tidak menjadi sampah saat sudah tidak digunakan. Sebab material tencel segera terdegradasi di alam tanpa menimbulkan tumpukan limbah.

Apakah Bisa Menyelenggarakan Perayaan Libur Nataru Tahun 2021 ?

Hari libur nataru atau natal dan tahun baru sudah dipastikan akan jatuh pada tanggal 25 desember dan 1 Januari 2022. Belum ada status pergeseran hari libur nasional untuk saat ini pada hari perayaan natal tersebut. Memang pemerintah saat ini dengan alasan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan  kasus covid 19 melakukan beberapa pergeseran pada perayaan libur nasional. Diantaranya seperti beberapa libur nasional yang digeser sebelumnya. Untuk saat ini dalam merayakan hari besar nasional belum bisa secara normal diperbolehkan oleh pemerintah. Mengikuti peraturan status PPKM level di setiap daerah dalam penyelenggaraan perayaan tertentu

Pedoman Perayaan Maulid Nabi 2021

Maulid Nabi yang jatuh pada bulan oktober ini juga disesuaikan oleh pemerintah dalam pedoman untuk proses penyelenggaraannya. Untuk merayakan tahun baru sepertinya akan sama dan mengikuti peraturan baru yang akan ditetapkan pemerintah. Menyesuaikan dengan kondisi terkini dari kasus covid-19 di Indonesia. Ada beberapa perbedaan pedoman penyelenggaraan untuk peringatan Maulid Nabi ini yang diselenggarakan Oktober 2021 ini.

  1. Perayaan Di Wilayah PPKM 1 dan 2

Untuk merayakan hari besar keagamaan yaitu Maulid Nabi di wilayah PPKM level 1 dan 2 harus mematuhi semua protokol kesehatan dan bisa dilakukan tatap muka. Warga juga disarankan untuk menyiapkan kartu vaksin jika ada penjaga yang mewajibkan sertifikat tersebut.

  1. Perayaan Di Wilayah PPKM Level 3 dan 4

Daerah yang masih menerapkan PPKM level 3 dan 4 tidak diizinkan untuk melaksanakan perayaan hari besar. Namun masih diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan Maulid Nabi secara daring atau virtual. Ada beberapa pedoman penyelenggaraan lainnya untuk merayakan Maulid Nabi, peraturan untuk hari besar keagamaan ini yang bisa dijadikan sebagai acuan. Karena ini juga mencerminkan sikap pemerintah dalam menghadapi perayaan hari besar di masa pandemi khususnya untuk perayaan tahun baru nanti.

Perayaan Tahun Baru di Masa Pandemi Akhir Tahun 2021

Akhir tahun ini sepertinya akan berbeda dengan tahun sebelumnya pada awal tahun 2021 ini. Karena tahun sebelumnya untuk perayaan akhir 2020 tidak bisa menyelenggarakan sama sekali perayaan apapun. Saat itu penangan covid-19 masih belum bisa untuk teratur, sementara saat ini pemerintah sudah dikatakan berhasil dalam menanganip andemi covid-19 yang terjadi. Hal inilah yang bisamenjadisebuah acuan agar pemerintahmemperbolehkanperayaantahunbaru 2021, seperti peraturan untuk Maulid Nabi di bulan ini.

Peningkatan penanganan tepat covid-19 diharapkan dapat untuk membawa kemungkinan perayaan tahun baru bisa diselenggarakan. Selain itu tempat wisata domestik juga diharapkan dapat segera dibuka.

Perubahan Libur Natal dan Tahun Baru

Beberapa perubahan libur nasional terjadi dalam beberapa bulanterakhir di tahun 2021 ini. Hal ini dilakukan agar bisa untuk menjaga kestabilan dan mengoptimalkan hari libur dalam proses penanganan pandemi. Pada libur natal dan tahun baru yang akan diselenggarakan bulan Desember sampai saat ini belum ada ketentuan dari pemerintah. Namun menurut data Indonesia dapat menangani kasus covid-19 dengan sangat baik dan kasus infeksi terus menurun dalam setiap harinya.

Dengan adanya kabar baik ini bisa dimungkinkanj ika libur akan tetap dan tidak akan diundur atau dirubah oleh pemerintah. Dan kemungkinan juga perayaan akhir tahun 2021 bisa dilaksanakan ditempat pariwisata khusus untuk daerah PPKM level 1 atau daerah PPKM level 2. Sementara untuk wisata International sepertinya masih tidak bisa dilakukan karena kondisi dunia belum sepenuhnya pulih dari pandemi. Semoga pandemi lekas berlalu dan dunia kembali normal seperti sediakala.