Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: Lakumas

Produk Rayon Membantu UMKM Pembuat Sarung

Lakumas merupakan pabrik spinning mill yang terus memproduksi kain dan benang. Perusahaan ini terus memproduksi menggunakan bahan terbaik dan ramah lingkungan. Salah satu produk terbaik yang saat ini digunakan untuk membantu UMKM sarung adalah rayon.

Rayon sendiri merupakan jenis benang yang sebenarnya sudah banyak digunakan untuk pembuatan jenis pakaian lain, karena sifatnya yang nyaman digunakan dan tidak menganggu kulit. Sarung juga bisa menggunakan jenis benang ini karena sifat nyaman di kulit tersebut.

 

Sebagai salah satu pabrik spinning mill besar, tentu saja perusahaan ini turut membantu pengembangan usaha seperti UMKM agar bisa terus berjalan dengan baik. UMKM pembuat sarung membutuhkan benang yang memang cocok untuk pembuatan sarung.

Rayon sebagai bahan utama pembuatan sarung tentu saja memiliki beberapa keunggulan. Berikut penjelasan tentang beberapa keunggulan tersebut.

Keunggulan Benang Rayon untuk Sarung

Rayon dianggap sebagai salah satu benang yang paling cocok untuk pembuatan sarung, terutama untuk UMKM atau badan usaha kecil yang membutuhkannya, karena ada beberapa kelebihan dari rayon seperti penjelasan berikut ini.

  1. Bersifat halus

Benang rayon bersifat halus, sehingga sebaiknya digunakan untuk membuat sarung. Jenis benang juga disebut terasa hampir mirip katun karena kelembutannya. Sifat halus sangat cocok untuk pembuatan sarung agar orang – orang merasa nyaman saat menggunakannya.

Apalagi, sarung digunakan untuk beribadah, sehingga kenyamanan saat digunakan harus dijadikan prioritas. Selain itu, cara menenunnya juga mudah, meskipun kebanyakan orang berpikir sifat halus pada rayon akan membuatnya mudah putus saat ditenun.

  1. Terasa licin

Jika diraba, kain ini akan terasa licin, namun justru bagus untuk pembuatan sarung. Sifatnya yang licin juga membuat jenis benang ini terasa nyaman dipakai saat sudah jadi kain. Selain itu, kelicinannya juga menambah visual menarik sebuah sarung saat dilihat.

Alasannya adalah karena kelicinan tersebut dapat membuat sarungnya terlihat berkilau jika dilihat sekilas. Kilauan pada kain ini dapat menjadi salah satu daya tarik, sehingga dapat menarik pembeli. Tentu hal ini berpengaruh pada pengembangan usaha UMKM.

  1. Banyak pilihan warna

Pilihan warnanya juga sangat banyak, karena rayon dapat dicampur dengan warna apa saja. Proses pewarnaannya juga tidak terlalu lama mengingat pewarnaan pada benang mudah dilakukan. Jadi pembuat sarung bisa menggunakan beberapa benang berwarna di sarungnya.

Sarung juga akan terlihat semakin menarik jika banyak warnanya. Jarang ada pembeli yang tertarik dengan warna polos, karena mereka merasa motif dan warna banyak akan semakin menarik untuk dipakai.

  1. Merupakan bahan ramah lingkungan

Benang ini juga ramah lingkungan, sehingga bagus untuk UMKM baik produksi skala kecil atau besar. Tidak hanya dapat mewujudkan keuntungan dari hasil penjualan, namun menggunakan benang ini juga menjadi bagian dari usaha menjaga lingkungan.

Alasannya adalah karena bahan ramah lingkungan sudah pasti tidak menimbulkan limbah yang merugikan lingkungan sekitar. Keunggulan dari bahan ramah lingkungan juga akan kembali pada mahluk hidup yang menggunakannya.

  1. Harga rayon terjangkau

Harga jenis benang ini juga sangat terjangkau, sehingga baik untuk UMKM produksi skala kecil. Sebab lebih baik menggunakan bahan dengan harga murah untuk menghasilkan keuntungan.

Namun meskipun murah, bukan berarti rayon tidak memiliki kualitas, karena bahan ini justru disebut sebagai bahan terbaik untuk pembuatan sarung.

Melihat beberapa keunggulan tersebut, tidak heran jika banyak UMKM sarung yang lebih memilih menggunakan rayon sebagai bahan utama pembuatannya. Lakumas terus melakukan produksi benang tersebut sebagai bentuk bantuan terdapat UMKM.

Proses Pembuatan Serat Tencel di Indonesia

Tencel merupakan bahan yang biasa digunakan untuk membuat benang dan kain di dunia tekstil. Bahan ini berasal dari serat kayu yang halus, sehingga terasa sangat lembut saat dipakai. Bahan ini juga sudah dikenal sejak lama untuk pembuatan benang dan kain.

Bahan ini disebut juga dengan lyocell, disebut sebagai bahan yang ramah lingkungan karena berasal dari alam. Meskipun dalam prosesnya menggunakan campuran kimiawi, namun hal itu hanya dilakukan untuk menghasilkan serat – serat halus dengan mudah.

Lakumas merupakan salah satu pabrik spinning mill yang menggunakan lycocell sebagai bahan utama dalam pembuatan benang dan kain, karena lyocell juga memiliki beberapa kelebihan dalam pembuatan barang tekstil.

Jika Anda belum pernah mengenal bagaimana proses pembuatannya, pahami penjelasan tentang proses pembuatan, kelebihan serta kekurangannya berikut ini.

Proses Pembuatan Bahan Serat Tencel

 

Proses pembuatan serat kayu ini dimulai dari bahan utama yaitu bubuk kayu. Setelah bubuk kayu berhasil didapatkan dari pohon, maka selanjutnya bubuk tersebut diberi tetesan cairan kimia, sehingga dapat menghasilkan serat halus saat didorong keluar dari pemintal.

Proses pembuatan serat di Lakumas tentu melibatkan perusahaan produksi lain yang bergerak khusus di bidang produksi pohon, yaitu salah satu pabrik pohon yang berlokasi di Purwakarta, Indonesia sebagai pemasok bahan baku utama.

Pohon yang diproses menjadi serat kayu tersebut merupakan pohon bersertifikat, dengan kata lain pohon yang digunakan tumbuh tanpa menggunakan bantuan pestisida atau bahan kimia lain. Itu sebabnya lyocell disebut sebagai bahan alami dan ramah lingkungan.

Pabrik produksi serat di Purwakarta, merupakan anak perusahaan Lenzing dan bernaung di bawah perusahaan PT. South Pacific Viscose. Lokasi perusahaan ini sendiri adalah di Austria, namun mendirikan cabang di Indonesia.

Dari serat kayu ini, pabrik spinning mill akan menggunakannya untuk memintal benang dan dijadikan beberapa jenis kain. Jika bahannya dari lyocell, maka ada banyak jenis kain yang bisa dibuat, karena sifat lyocell adalah bisa dipadukan dengan kain lain dan breathable.

Dari serat kayu tersebut, biasanya juga akan dibuat benang seperti benang candimas atau jenis lainnya. Candimas merupakan salah satu jenis benang yang bahan utamanya adalah lyocell, serta banyak digunakan untuk membuat kain tenun.

Setelah memahami bagaimana proses pembuatan lyocell dari pabrik aslinya, selanjutnya Anda harus tahu apa saja kelebihan dan kekurangan dari bahan ini.

Kelebihan dan Kekurangan Serat Tencel

Setiap bahan utama barang testil pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Hal ini juga berlaku untuk bahan baku utama lyocell yang sangat sering digunakan di pabrik spinning mill.

Kelebihan utamanya adalah memiliki sifat lembut, terasa sejuk, bisa membuat kulit bernafas, dan menimbulkan warna cerah pada kain. Tidak heran jika lyocell juga digunakan sebagai bahan utama pembuatan benang candimas, karena sifatnya yang lembut.

Menggunakan lyocell juga sangat membantu dalam pewarnaan kain, karena dasarnya sudah memberikan warna cerah. Sehingga tidak harus menggunakan bahan kimiawi lain untuk mencerahkan warnanya.

Sifat lainnya adalah mudah menyerap dan kuat, terutama saat basah, sehingga kainnya akan semakin kuat saat dicuci. Sebagai bahan tekstil ramah lingkungan, tentu saja lyocell mudah terurai saat sudah tidak dipakai. Namun jika dipakai, kain dan warnanya bisa bertahan lama.

Tetapi, lyocell juga memiliki kekurangan seperti harganya relative mahal dan bisa menyusut jika tidak dirawat dengan baik. Namun, kebanyakan orang lebih menyukai kelebihan dari Tencel meskipun ada beberapa kekurangan tersebut.

Mengenal Jenis – Jenis dan Pewarnaan Tekstile

Dalam dunia tekstile ada pewarnaan alami dan sintetis yang harus Anda pelajari. Bahan tekstil semula memiliki warna dasar seperti putih atau cokelat, karena biasanya diambil dari bahan utama pembuatannya seperti kapas, serat kayu dan sejenisnya.

Namun tidak mungkin kain atau pakaian dibiarkan hanya berwarna putih dan cokelat saja, agar lebih beragam, tentu saja harus diberikan warna lainnya. Misalnya merah, kuning, biru dan lain sebagainya. Adanya warna juga membuat semua pakaian menjadi lebih menarik untuk dipakai.

Lakumas juga memproduksi benang, pakaian dan kain dalam berbagai warna untuk para konsumen. Dalam proses pewarnaannya, tentu ada teknik yang digunakan untuk menghasilkan warnanya tersebut, yaitu teknik menggunakan bahan alami dan memakai bahan sintetis.

Jika Anda belum pernah mengenal warna yang digunakan dalam industry tekstile, coba pahami penjelasan tentang beberapa jenis warna dan jenis pewarnaan berikut ini.

Jenis – Jenis Warna pada Tekstile

 

Ada banyak jenis warna yang digunakan dalam tekstile, misalnya kuning, merah, hijau, biru dan lain sebagainya. Bahkan bisa dikatakan semua warna yang ada di dunia ini pasti pernah dipresentasikan dalam sebuah kain atau pakaian.

Berdasarkan teori warna, ada juga campuran dari beberapa warna yang menimbulkan warna baru. Semua itu juga pasti pernah ada dalam sebuah pakaian. Namun yang harus dipahami adalah cara memberikan warnanya pada benang, kain dan pakaian.

Terdapat 2 cara pewarnaan yaitu secara alami dan sintetis. Keduanya sama – sama berfungsi memberi warna pada sebuah benang, kain atau pakaian. Namun tetap ada perbedaan antara 2 teknik pewarnaan tersebut.

Sebab masing – masing jenis pewarnaan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Keduanya juga menggunakan bahan berbeda untuk pewarnaannya. Ada perbedaan seperti teknik mewarnai alami membutuhkan modal banyak, sedangkan sintetis tidak.

Perbedaan Pewarnaan Alami dan Sintetis Tekstile

Teknik pewarnaan dilakukan untuk memberikan warna kepada benang, kain atau pakaian. Jika menggunakan teknik alami, maka sudah dipastikan teknik ini dikenal sejak waktu yang sangat lama. Sebelum ada teknologi dalam pewarnaan, pasti menggunakan teknik alami dulu.

Teknik pewarnaan yang alami menggunakan bahan – bahan alami untuk pewarnaannya. Misalnya kunyit, mawar, Tencel warna tekstil dan lain sebagainya. Caranya adalah dengan merendam pakaian ke dalam air yang sudah dicampur dengan bahan alami tersebut.

Sedangkan teknik sintesis digunakan dengan memanfaatkan bahan kimiawi. Setidaknya ada 6 teknik sintetis yang dikenal untuk pewarnaan tekstil, yaitu acid, direct, vat, sulphur, disperse, dan reaktif. Masing – masing teknik sintesis dibedakan oleh bahan pewarnaan yang dipakai.

Misalnya teknik sintetis acid memanfaatkan bahan asam untuk menghasilkan sebuah warna pada barang tekstil. Cara tersebut juga diterapkan saat memberikan warna pada benang candimas, kain tenun dan berbagai jenis pakaian.

Kedua teknik ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Misalnya teknik mewarnai secara alami dapat dilakukan dengan memakai bahan alami, maka sudah dipastikan kelebihannya adalah lebih aman untuk kulit, tidak ada efek samping untuk kulit sensitive.

Namun kekurangannya adalah pilihan warnanya tidak banyak, tidak semua campuran seperti pada teori warna dapat diterapkan. Selain itu, dalam prosesnya membutuhkan waktu lama karena sebaran warnanya tidak bisa cepat.

Berbeda dengan sintetis, kelebihannya adalah ada banyak sekali pilihan warnanya, sebab menggunakan bahan kimia. Proses sebaran warnanya juga cepat, sehingga dalam proses pewarnaannya tidak membutuhkan waktu sangat lama.

Namun kekurangan sintetis dibanding pewarnaan alami adalah kurang aman untuk kulit sensitive, karena memakai bahan kimia.

Pentingnya Briefing Pagi untuk Memulai Kerja

Sebelum mulai kerja, terkadang ada beberapa perusahaan yang melakukan briefing pagi kepada karyawannya. Briefing adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang dengan jabatan tertentu, misalnya ketua, supervisor, manajer dan jabatan sejenisnya.

Tujuan utama melakukan kegiatan ini sebelum kerja adalah untuk memotivasi. Setiap karyawan yang bekerja, pasti membutuhkan semangat setiap hari untuk melakukan kegiatannya. Apalagi jika kegiatan dalam pekerjaannya sangat berat, pasti membutuhkan motivasi lebih sering.

Anda tidak akan pernah tahu apakah seorang karyawan memang sudah bersemangat sebelum memulai pekerjaan di tempat kerjanya. Itu sebabnya kegiatan seperti briefing dilakukan untuk berjaga – jaga jika seseorang masih tidak bersemangat saat masuk ke tempat kerjanya.

 

Selain memberikan semangat pagi kepada semua pekerja, kegiatan ini juga dilakukan karena ada beberapa manfaat lainnya yang penting untuk kelangsungan kerja para karyawan. Berikut penjelasan tentang beberapa manfaat dari melakukan briefing setiap pagi sebelum kerja.

Manfaat Briefing Pagi untuk Memulai Kerja

Dengan semangat yang membara, seorang karyawan pasti mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. Semangat bisa dibangun dengan melakukan briefing. Namun sebenarnya ada manfaat lain dari melakukan kegiatan ini setiap pagi, seperti berikut ini.

  1. Mengetahui target kerja

Sebelum memulai pekerjaan, ada baiknya melakukan briefing dulu agar para karyawan mengetahui target kerjanya. Jika pekerjaannya seperti pabrik spinning mill, tentu ada target – target tertentu yang harus ditempuh, misalnya target jumlah pemesanan atau target waktu.

Moment briefing sangat tepat digunakan untuk memberitahu kepada pekerja tentang target pekerjaannya hari ini. Sehingga mereka sudah bisa memperkirakan sendiri seberapa keras kerja yang harus dilakukan untuk mencapai target – target tersebut.

  1. Mengetahui informasi penting dan prioritas kerja

Kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengetahui informasi penting dan apa saja hal yang harus diprioritaskan dalam pekerjaan di hari tersebut. Dengan kata lain, manfaat dari kegiatan ini adalah untuk melakukan koordinasi dengan semua karyawan yang mengikuti briefingnya.

Misalnya ada beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan dulu dibanding pekerjaan lainnya, atau jika ada pengumuman penting dari kantor, maka waktu paling tepat untuk menyampaikannya adalah saat melakukan briefing sebelum bekerja ini.

  1. Menjalin komunikasi dan kerja sama

Manfaat lainnya adalah untuk menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik antar karyawan. Kerja sama dengan baik akan menghasilkan kolaborasi terbaik dari semua karyawan tersebut, sebab tanpa adanya hal ini dengan baik, pasti pekerjaan tidak akan tuntas dengan cepat.

Adanya komunikasi dengan baik antar pekerja juga akan menciptakan lingkungan kerja nyaman untuk semuanya, karena tidak ada rasa tidak enak dan tidak suka dalam melakukan komunikasi, namun hanya jika sejak awal sudah diajak untuk Bersatu dan selalu berkomunikasi dengan baik.

  1. Mengarahkan karyawan agar lebih konsentrasi

Melakukan kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengajak semua karyawan lebih konsentrasi atau fokus selama bekerja. Hal ini karena selama briefing pasti semua karyawan akan dituntut untuk mendengar semua informasi, pengumuman dan hal lainya yang akan disampaikan.

Jika sejak pagi atau sebelum mulai kerja sudah berusaha konsentrasi, pasti akan terbiasa konsentrasi juga saat sudah mulai bekerja. Hal ini akan membantu karyawan mudah menyelesaikan pekerjaannya sampai tuntas karena sudah bisa berkonsentrasi.

Setelah mengetahui beberapa manfaat penting tersebut. Tentu Anda tidak akan meremehkan lagi kegiatan briefing pagi kepada karyawan sebelum memulai pekerjaannya, karena kegiatan ini memang sebaiknya dilakukan saat pagi sebelum mulai kerja.

Dampak Positif Selalu Ramah dan Komunikasi Baik

Bersikap selalu ramah dan berkomunikasi dengan baik antar karyawan akan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman untuk semua orang. Di Lakumas, semua pekerja diharapkan melakukan pekerjaannya dengan selalu semangat agar kinerjanya juga bagus di pabrik.

 

Menjadi seorang karyawan di Lakumas untuk membantu produksi spinning mill, tentu harus memiliki komunikasi yang baik dengan rekan kerja lainnya. Karena komunikasi dengan baik akan memberikan dampak positif, yaitu membantu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.

Pekerja di Lakumas juga harus terus menjaga keharmonisan dan belajar dari kesalahan, mengingat bekerja di pabrik spinning mill membutuhkan konsentrasi tinggi. Sehingga, jika ada masalah antar karyawan, tentu saja hal ini tidak baik untuk lingkungan kerja.

Keharmonisan antar karyawan juga membantu mewujudkan kualitas dari barang tekstil yang nantinya akan diproduksi, karena suasana hati para pekerja juga berpengaruh besar terhadap kualitas barang produksi. Keharmonisan ini juga berpengaruh pada produktivitas kerja.

Dampak Positif Selalu Ramah dan Komunikasi Baik antar Karyawan

Keharmonisan dalam lingkungan kerja bisa diciptakan karena selalu bersikap ramah dan tidak egois dengan karyawan lain. Ada beberapa dampak positif yang bisa didapatkan dari sikap baik kepada rekan lainnya selama bekerja, seperti berikut ini.

  1. Nyaman dalam berkomunikasi antar karyawan

Jika selalu bersikap ramah kepada pekerja lain, maka otomatis komunikasi antar karyawan bisa terjalin dengan mudah dan nyaman. Setiap pekerja jadi tidak perlu pikir panjang untuk berkomunikasi asalkan isi dalam komunikasi tersebut penting dan bersifat positif.

Kenyamanan dalam berkomunikasi juga akan memudahkan kegiatan produksi spinning mill, karena semua hal dapat disampaikan dengan mudah satu sama lain. Bersikap selalu ramah juga mengeratkan hubungan antar pekerja sehingga mereka dapat bekerja sama dengan baik.

  1. Menghindari salah paham

Dalam lingkungan kerja, sering sekali ada salah paham antar pekerja yang membuat lingkungan kerja menjadi tidak nyaman. Hal ini karena, akibat dari salah paham biasanya tidak berdampak buruk kepada pekerja yang salah paham saja, namun juga berdampak pada rekannya yang lain.

Namun, jika mau selalu bersikap ramah dan tidak mengedepankan ego, maka salah paham ini akan sangat mudah dihindari. Apalagi, karyawan yang salah paham pada rekannya, pasti tidak bisa bekerja dengan baik, karena komunikasi dengan rekan lainnya juga jadi terhambat.

  1. Dapat bersikap kompak dengan rekan kerja

Dampak positif lainnya adalah dapat bersikap kompak dengan rekan kerja. Kekompakan ini sangat dibutuhkan dalam bekerja, terutama kerja yang membutuhkan tim. Kerja sama baik dan kompak akan menghasilkan pekerjaan yang tepat waktu dan tentunya sesuai target.

Alasannya adalah kompak dengan rekan kerja lain artinya dapat berkomunikasi dengan baik. Sehingga semua pekerjaan dapat dikoordinasikan dan sama – sama memiliki tekad untuk mencapai target. Ini juga yang menjadi rahasia Lakumas selalu menepati target produksinya.

  1. Jauh dari perselisihan

Selalu bersikap ramah dan belajar dari kesalahan sebelumnya juga merupakan sikap yang baik, karena memiliki dampak positif yaitu dapat menjauhi perselisihan. Jika ada karyawan berselisih, pasti kinerjanya akan menurun, karena fokusnya di tempat kerja sudah teralihkan ke hal lain.

Perselisihan antar karyawan juga menimbulkan ketegangan dan membuat nyaman rekan lainnya. Hal ini pasti akan menghambat proses produksi spinning mill untuk mencapai target.

Semua dampak positif tersebut tentu saja akan berpengaruh pada segala kegiatan produksi untuk menghasilkan barang tekstil paling berkualitas. Karena sikap selalu ramah dan berkomunikasi baik akan melancarkan semua kegiatan kerja, serta menimbulkan semangat.