Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #IndonesiaBebasCorona

Jelang Pertengahan 2021, Angka Pengangguran Terbuka Terus Meningkat. Apa Solusinya?

Angka pengangguran masih tinggi ditandai dengan maraknya pencari kerja di berbagai sektor, Pertengahan tahun adalah waktu dimana pelajar lulus dari tingkat menengah atas dan kejuruan, dimana diantaranya sudah merasa siap bekerja, alih-alih melanjutkan kuliah.

Sementara itu lulusan sarjana dan di atasnya juga ada yang beberapa siap bekerja, namun terkendala lapangan pekerjaan. Permasalahan seperti ini terjadi setiap waktu, terbukti dengan masih banyaknya orang mendatangi job fair atau pameran lowongan kerja di kota.

Tingginya tingkat pengangguran dipicu oleh berbagai hal, bisa karena tenaga yang dibutuhkan tidak sepadan dengan lapangan tersedia. Bisa juga karena pelamar kerja sendiri tidak memiliki kompetensi sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan terkait.

Istilah pengangguran tidak akan terdengar asing sampai Anda mendengar istilah pengangguran secara terbuka. Maksudnya adalah kondisi dimana orang sudah tidak memiliki pekerjaan sama sekali karena kemunduran industri dan kemajuan teknologi semakin canggih.

Peran Kementerian Tenaga Kerja Hadapi Pengangguran Terbuka

Ketika angka orang menganggur semakin banyak disebabkan majunya teknologi, peranan Kementerian Tenaga Kerja amat dibutuhkan guna memberikan solusi atas hal ini. Di sisi lain, teknologi semakin canggih itu memberikan kemudahan dan efektivitas waktu lebih cepat.

Namun, sisi lainnya pekerja pabrik yang tadinya manual menggunakan jasa manusia kini tinggal menggunakan robot untuk berbagai proses. Pemerintah sendiri sebenarnya sudah memberikan solusi melalui pelatihan kerja agar masyarakat memperbarui kemampuannya.

Dukungan pemerintah dapat dilihat dari maraknya pelatihan kerja gratis supaya usia produktif tetap dapat bersaing secara sehat mengikuti perkembangan zaman. Namun, pada akhirnya efisiensi program tersebut kembali pada pengelolanya, mau jujur atau tidak.

Selain itu peran aktif masyarakat juga dibutuhkan, seperti terus menggali informasi dan mau membuka diri untuk belajar. Sebab dalam menghadapi tantangan zaman, siapapun akan tertinggal jauh apabila menutup diri dan mundur sebelum mencoba untuk memperbarui skill.

Ketika berbagai industri terpaksa meminimalisir jumlah pekerja manusia, kementerian industri juga tentunya berperan serta di dalamnya. Tidak salah memang karena efisiensi waktu mengubah segalanya, namun solusi adalah hal yang dinantikan para buruh pabrik.

Masyarakat Perlu Belajar untuk Investasi

Apabila mau membuka diri dan belajar mengenai investasi, sebenarnya usaha mandiri juga dapat menjadi solusi di tengah semakin majunya tantangan kemajuan teknologi. Memang bukan hal mudah ketika melangkahkan diri pada hal baru di awal masa-masa belajar apapun.

Namun, hal yang perlu disadari adalah iklim investasi seharusnya sudah dapat diendus oleh semua orang tanpa terkecuali. Belajar investasi bisa dari mana saja, apalagi dengan mudahnya saat ini dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk mencari sumber.

Banyak sekali seminar online sebagai penambah pengetahuan dengan biaya lebih murah untuk dikeluarkan. Belajar bisa dari mana saja, asalkan Anda mau membuka diri menghadapi tantangan masa depan. Sebab orang yang maju adalah orang yang mampu beradaptasi.

Masa-masa kejayaan penggunaan tenaga kerja manusia untuk menjalankan industri sudah mulai berkurang. Seiring dengan semakin majunya perkembangan zaman dan tingginya ketergantungan manusia terhadap teknologi, mulai dari hal ringan sampai terberat sekalipun.

Kini saatnya bagi kita semua untuk beranjak ke arah lebih dinamis dengan mengembangkan potensi diri. Bukan tidak mungkin jika beberapa tahun ke depan semua pabrik menggunakan mesin otomatis dan tidak lagi membutuhkan tenaga manusia sama sekali.

Meskipun hanya asumsi, namun wajib dipertimbangkan. Kementerian investasi tidak tinggal diam dengan mengedukasi masyarakat terkait pengetahuan mengenai investasi yang aman, terpercaya, dan terbaik bagi pemula.

Apa Saja Potensi Peningkatan Ekonomi Apabila Belajar Tatap Muka Dimulai?

Ketika belajar tatap muka dimulai, ada banyak sektor ekonomi bangkit, salah satunya para penjual seragam dari SD sampai SMA. Namun, sebab virus ini belum berakhir maka pihak sekolah wajib melakukan pengawasan ketat, terutama terhadap anak-anak didik mereka.

Peraturan mengenai aturan protokol kesehatan mesti dijadikan kewajiban demi menanggulangi ancaman virus yang semakin parah. Bila bicara mengenai sektor ekonomi apa saja yang bangkit ketika sekolah secara langsung dimulai, ada banyak sekali jawaban.

Berbagai Sektor Ekonomi yang Membaik Saat Belajar Tatap Muka

Kami akan merangkum secara global, melihatnya dari berbagai aspek sebab ketika kegiatan belajar daring dilaksanakan, dampaknya terasa sekali. Lantas, apa saja aksi yang bisa tingkatkan ekonomi setelah kegiatan belajar langsung dimulai? ini dia:

  • Transportasi Umum

Moda transportasi yang semula lumpuh dapat beroperasi kembali, baik itu berbasis offline maupun online. Terutama ketika dibukanya sekolah tatap muka ini saat ajaran baru maka para orang tua murid juga akan membutuhkan transportasi umum tersebut.

Memang menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi karena harus mampu mengondisikan penumpang agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Namun, ketegasan ini perlu daripada akhirnya diberhentikan kembali oleh pihak berwenang karena terlalu penuh.

  • Kantin Sekolah

Penggunaan pakaian baru ke tempat belajar berkenaan dengan dibukanya kembali kantin sekolah dan rutinitas para penjual kembali normal. Berbagai menu makanan kembali dapat dihidangkan dan orang-orang yang tadinya menganggur sejenak dapat kembali bekerja.

Namun, tentu saja apabila ada sarana makan di tempat, mesti diperhatikan jarak antar kursi agar menghindari kemungkinan terburuk. Intinya pandemi ini belum berakhir, maka patuh terhadap protokol kesehatan itu perlu supaya semua tetap dapat damai mencari rezeki.

  • Pedagang Kaki Lima

Selain menu makanan di kantin, biasanya ada juga penjaja makanan di pinggir kampus maupun sekolah. Kegiatan kuliah bisa kembali pulih serta mata pencaharian penjual makanan serta minuman di pangkalan kembali berjalan dengan lancar.

Barangkali mereka menyiasatinya dengan transaksi online selama pandemi belum berakhir. Namun, jika kembali belajar langsung maka penghasilan kembali normal, bahkan lebih banyak karena penjualan dilakukan secara langsung dan juga melalui media online.

  • Perlengkapan Belajar

Kegiatan belanja kebutuhan sekolah setiap tahunnya selalu dilakukan, kecuali ketika pandemi melanda. Apabila belajar tatap muka ini kembali diberlakukan maka bukan hanya penjual baju sekolah yang laris manis, namun juga penjual alat tulis, tas, dan perlengkapan lainnya.

Bukan hanya penjual perlengkapan sekolah yang senang, namun anak-anak juga akan merasakan kebahagiaan tersebut. Apalagi setelah sekian lama terkurung jauh dari teman-teman dan guru, akhirnya bisa kembali berkumpul meskipun harus tetap jaga jarak.

Belajar tatap muka juga menjadi keringanan bagi para orang tua. Tidak sedikit keluhan selama ini merasa rumit dan repot mengawasi anak belajar dari rumah.

  • Perekonomian Sekolah atau Kampus

Terakhir, potensi meningkatnya ekonomi saat belajar tatap muka dilangsungkan adalah dirasakan oleh lembaga pendidikan itu sendiri. Ketika pandemi menyerang, tidak sedikit lembaga pendidikan yang akhirnya memberikan diskon pembayaran sampai di atas 50%.

Potongan harga tersebut bahkan dianggap belum sepadan oleh beberapa orang tua murid karena menganggap semestinya diskon lebih besar dari itu. Alasannya anak-anak mereka sama sekali tidak menggunakan fasilitas sekolah sehingga bayaran dianggap masih mahal.

Namun, ketika belajar tatap muka dimulai maka pro dan kontra tersebut akan segera berakhir. Orang tua tidak perlu mengawasi ketat saat anak belajar di rumah, sementara sekolah dapat tingkatkan ekonomi melalui pembayaran full dari masing-masing wali murid.

Peringati Hari Buruh dengan Rasa Syukur dan Terus Berkarya

Hari Buruh Indonesia jatuh pada tanggal 1 Mei 2021 dan kerap diperingati sebagai May Day. Nyaris setiap tahun peringatan tersebut diwarnai dengan aksi demonstrasi para buruh pabrik turun ke jalanan.

Dari histori yang cukup menarik, hingga kini aksi demonstrasi tersebut terus dilakukan. Namun, ketika sudah berbaur dengan berbagai pegawai pabrik lain, tidak dapat dipungkiri bahwa aksi solidaritas tersebut kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.

Demo yang awalnya kondusif menjadi ajang untuk menghambat lalu lintas jalan raya. Berbagai aksi hingga perusakan fasilitas umum pada akhirnya memberi kerugian terhadap negara maupun masyarakat lainnya.

Melihat perkembangan zaman, rasa-rasanya aksi turun ke lapangan tidak lagi efektif sementara para buruh dapat memaksimalkan diri dalam berkarya. Saat ini tantangan terbesar bagi seluruh warga dunia adalah menghadapi penjajahan dalam bidang teknologi.

Indonesia khususnya, sedang dalam kondisi damai atau tidak berperang melawan negara manapun. Sekalipun ingin menyuarakan pendapat pada pemerintah, karya adalah jalannya.

Demonstrasi Buruh untuk UU Cipta Kerja

Aksi turun ke lapangan, alih-alih mengedepankan keputusan untuk fokus bekerja kerap dilakukan setiap tahun. Bukan hal mencengangkan jika setiap kali UMR naik karena adanya tuntutan buruh.

Namun, di sisi lain masih banyak pengangguran dengan kehidupan berkekurangan. Menanggapi hal tersebut, Ida Fauziyah selaku Menteri Ketenagakerjaan tanah air menyatakan solusinya adalah investasi.

Ida mengungkapkan bahwa melalui investasi, lapangan pekerjaan dapat terbuka lebih banyak sehingga lebih banyak orang dapat melepas status pengangguran. Berdasarkan data dari BPS pada Agustus 2020 jumlah pengangguran Indonesia menyentuh angka 9,77 juta jiwa.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada kenaikan mencapai 2,67 juta. Untuk angka pengangguran terbuka naik menjadi 7,07 persen dari 5,23 persen saja.

UU Cipta Kerja menjadi salah satu fokus target setiap kali aksi demonstrasi pekerja digelar setiap tahunnya. 2020 lalu kiranya menjadi hal memuaskan bagi para demonstran sebab kebijakan mengenai investasi tersebut dimasukkan Ida ke dalam UU Cipta Kerja.

Cara lain yang bisa dilakukan para pekerja tanpa turun ke jalanan adalah fokus tunjukkan karya. Sementara masih banyak angka pengangguran di luar sana, yang sudah bekerja kiranya bisa lebih bersyukur dan peka terhadap berbagai situasi ekonomi sekitarnya.

Peringatan 1 Mei Tanpa Demo

Pada tahun 2015 ketika Hanif Dhakiri menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan, beliau mengimbau bahwa ada cara lain memperingati Hari Buruh dengan tidak demo. Berbagai cara tersebut bisa meliputi seminar, lokakarya, bakti sosial, olahraga, dan aksi positif lainnya.

Pemerintah sendiri mengklaim dari waktu ke waktu terus mengupayakan kesejahteraan secara merata bagi para pekerja. Berbagai hal dilakukan, salah satunya kebijakan mengenai jaminan sosial nasional dimana dinobatkan mampu menyejahterakan kehidupan buruh.

Aksi perayaan 1 Mei di Yogyakarta juga digelar tanpa demonstrasi pada 2019 lalu. Alih-alih demonstrasi, mereka menggelar acara jalan santai dan berbagai perlombaan yang melibatkan para pelaku UMKM. Bahkan dibuat yel-yel sebagai salah satu agendanya.

Sidoarjo juga menjadi wilayah anti demo pada 1 Mei 2021 kemarin. Bukannya turun ke jalanan, mereka justru berkumpul untuk melakukan vaksinasi covid-19 di Pendopo Delta Wibawa. Aksi ini menjauhkan diri dari kerumunan dari terik dan panasnya matahari.

Banyak sekali aksi positif tanpa mengganggu lalu lintas dan kesibukan orang lain memperingati 1 Mei. Ke depannya semoga para pelaku demonstrasi lebih bisa memperingati Hari Buruh Indonesia secara lebih santun dan juga berkelas.

GENOSE tes Covid-19 Efektif dan Terjangkau untuk Transportasi Umum

Perkembangan persebaran kasus tiap harinya membuat pemerintah mencari cara lebih efisien dalam melakukan screening, salah satunya menggunakan GENOSE. Alat itu merupakan sebuah penemuan serta pengembangan dari UGM sebagai bentuk pengabdian serta upaya pemecahan masalah terkait dengan problematika kecepatan screeningnya. Tentu saja ini adalah langkah baik dalam melawan covid.

Salah satu yang perlu dihindari atau ditanggulangi adalah penyebarannya. Manusia merupakan makhluk dengan mobilitas tinggi, membatasi dengan lockdown ternyata dinilai kurang efektif. Karenanya untuk memastikan meminimalisir risiko penularan, maka dilakukanlah tes terlebih dahulu sebagai syarat melakukan perjalanannya. Dengan batasan kurang dari 2 hari sebelum keberangkatan.

Ini merupakan salah satu upaya pencegahan atau penanggulangan, upaya lainnya tentunya ketika sedang bepergian haruslah mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya adalah mengenakan masker, menjaga jarak, dan menyediakan hand sanitizer untuk memastikan tangan higienis. Memang kebiasaan baru ini sedikit lebih rumit, tetapi kesehatan tentunya harus jadi prioritas pertama.

Mengenal Genose Sebagai Terobosan Baru

Kecepatan mendeteksi gejala korona memberikan kelebihan dalam melakukan penanganannya. Ketika mampu mendeteksi secara dini, dapat dilakukan perawatan lebih cepat serta dapat mencegah terjadinya penularan lebih jauh lagi. Berbagai inovasi dalam screening dilakukan, mulai dari awalnya menggunakan rapid antibody, rapid antigen, hingga rapid PCR di berbagai lokasi.

Namun kini telah berkembang teknologi baru dari UGM untuk mendeteksi dengan kecepatan super dibandingkan ketiga tes sebelumnya. Apabila rapid sebelumnya menggunakan sebagian darah sebagai samplenya, berbeda dengan teknologi baru ini. Tidak perlu mengambil darah, cukup menggunakan hembusan nafas saja dapat terdeteksi apakah terinfeksi atau tidak.

Tidak perlu ragu dengan tingkat akurasinya, karena telah di uji oleh berbagai lab dan hasilnya menunjukkan bahwa kemampuannya mendeteksi adanya korona hingga mencapai 90%. Dengan demikian, akan sangat membantu sekali baik bagi pemerintah maupun masyarakat sebelum melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum. Tidak lagi perlu ribet ke lab.

Karena transportasi umum seperti pesawat, kereta, dan bus masih sangat diminati sebagai sarana mobilitas oleh masyarakat, pemerintah menyediakan alat ini di berbagai tempat. Untuk di stasiun kini sudah ada 12 yang menyediakan alat ini. Seperti di stasiun malang, gubeng, madiun, purwokerto, dan stasiun besar lainnya.

Bagaimana Penggunaannya, Apakah Sangat Ribet?

Penggunaan alat ini sangat mudah, efektif dan murah. Caranya juga cukup sederhana, tinggal meniupkan nafas sebanyak tiga kali menuju kantung udara yang telah tersedia. Setelah itu tinggal menunggu hasilnya, tidak butuh waktu lama, hanya sekitar 2 – 3 menit saja. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Ketentuan pertama sebelum menggunakan peralatannya adalah dianjurkan agar tidak makan, minum, atau merokok dalam interval waktu 30 menit sebelum tesnya. Karena kegiatan tersebut akan mempengaruhi akurasi serta hasil dari tesnya sendiri. Dengan demikian, sebelum melakukan perjalanan, alangkah baiknya benar – benar direncanakan agar tidak kerepotan ketika di stasiun.

Untuk persyaratannya sebagai bukti bebas covid selama perjalanan, maka tes wajib dilakukan maksimal 3 hari sebelum keberangkatan. Sehingga apabila ditemui bukti tes lebih dari 3 hari, maka akan diminta untuk mengulang tesnya terlebih dahulu. Tidak perlu takut atau ragu, karena prosesnya singkat, aman, dan tidak menguras dompet.

Kepedulian pemerintah dalam menangani serta melawan korona haruslah tentunya harus didukung oleh berbagai elemen masyarakat. Sebagai seorang warga negara yang baik, sudah sepatutnya menjaga diri dengan mengikuti protokol kesehatan ketika di luar rumah. Selain itu sebelum bepergian, haruslah melakukan tes terlebih dahulu sebagai langkah atasi penyebaran korona.

Lakumas Work: Loyalitas Dimasa Pandemi Terkait Aturan PSBB (Jumlah Karyawan Bekerja)

Pandemi Covid-19 yang sedang kita alami saat ini memang sangat merepotkan apalagi dengan aturan PSBB yang berlaku. Dikarenakan pandemi tersebut, pemerintah mengeluarkan banyak aturan yang sangat ketat dan menghambat aktivitas masyarakat. Meski begitu, kita harus mematuhi aturan tersebut agar pandemi ini cepat berakhir sehingga dapat beraktivitas dengan normal kembali.

Salah satu peraturan umum yang wajib dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia yaitu menerapkan sistem 3M dalam kehidupan sehari-harinya. Rakyat dituntut harus selalu Menggunakan masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangannya dengan bersih. Dengan begitu kemungkinan terjangkit virus corona akan dapat berkurang dan juga dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Namun diluar dari peraturan umum tersebut tentu masih terdapat peraturan lainnya yang mengatur kehidupan atau aktivitas masyarakat saat ini. Dimulai dari peraturan dalam beribadah, peraturan dalam bekerja, peraturan dalam berwisata atau bepergian, dan lain sebagainya. Memang hal tersebut sangat merepotkan dan menghambat, tetapi kita tentu harus mentaatinya.

Aturan PSBB yang Harus Anda Lakukan

Mengingat peningkatan terjangkitnya virus korona yang terus terjadi ini membuat pemerintah memperketat aturan selama masa pandemi. Dalam aspek pekerjaan pemerintah hanya membolehkan karyawan yang melakukan WFO (Work From Office) atau bekerja di tempat kerja maksimal sebanyak 25% dari total karyawan dalam waktu bersamaan.

Jadi, jika dalam suatu perusahaan terdapat sebanyak 1000 karyawan maka yang hanya diperbolehkan untuk melakukan WFO atau bekerja di kantor hanya sebanyak 250 karyawan saja. Sisanya sebanyak 75% tidak diperbolehkan untuk melakukan WFO. Pemerintah membuat peraturan tersebut guna memutus pencemaran virus korona yang terus meningkat.

Selain hanya membolehkan sebanyak 25% karyawan yang melakukan WFO, aturan PSBB lainnya juga mengharuskan karyawan tersebut masih harus mematuhi peraturan dalam WFO yaitu membatasi atau membuat jarak antar tempat duduk setiap karyawan dengan jarak minimal 1m atau 100cm. Karena hal tersebut juga termasuk kedalam peraturan umum saat pandemi yaitu selalu menjaga jarak.

Dampak Bagi Karyawan yang Ditimbulkan Oleh Pandemi

Mungkin Anda sudah mengetahui bahwa pandemi ini telah merugikan banyak sekali perusahaan atau pengusaha, namun meski begitu perusahaan atau pengusaha tersebut tidak dapat melakukan PHK seenaknya. Karena menurut Pasal 164 UU Ketenagakerjaan mengatakan bahwa perusahaan dapat melakukan PHK pada karyawannya jika mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 tahun.

Oleh karena itu, kebanyakan perusahaan tidak melakukan PHK pada karyawannya namun hanya memberhentikan sementara. Dan bahkan sebagian dari perusahaan besar juga melakukan WFH pada karyawannya. Sistem WFH ini memang sangat direkomendasikan di saat pandemi. Meski begitu, sistem ini tentu memiliki dampak positif dan juga negatif.

Dampak positif WFH yaitu lebih fleksibel dalam menyelesaikan pekerjaan, mengurangi biaya transportasi, produktivitas meningkat, terhindar dari distraksi, dan lain sebagainya. Sedangkan dampak negatif WFH yaitu kehilangan motivasi kerja, meningkatnya biaya listrik dan internet, kurangnya komunikasi antar rekan, menurunkan loyalitas karyawan, dan lain sebagainya.

Namun saat ini terdapat cara populer untuk menjaga loyalitas karyawan yaitu menggunakan teknologi HRIS (Human Resource Management System). Teknologi tersebut dapat mejaga loyalitas karyawan karena dapat melakukan banyak hal seperti proses onboarding, memudahkan absensi, lebih mudah mengajukan cuti, mempermudah untuk melakukan payroll, dan lain sebagainya.

Karyawan yang loyal menyukai pekerjaan dan tidak melihat pekerjaan yang dijalani sebagai rutinitas yang harus dijalankan. Di PT. Lakumas ini loyalitas para karyawan menjadi sebuah jaminan untuk para karyawan berkerja secara efektif untuk kemajuan suatu perusahaan walaupun dimasa pandemi dengan aturan PSBB seperti ini.