Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #IndonesiaBebasCorona

7 Tenun Tradisional Terbaik yang Ada di Indonesia

Kain tenun dari Indonesia terkenal dengan kelembutannya karena terbuat dari bahan semi alami.

Kain tenun dari Indonesia terkenal dengan kelembutannya karena terbuat dari bahan semi alami. Beberapa kain bahkan terkenal hingga mancanegara, misalnya kain dari Sumba yang sangat terkenal.

Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali daerah penghasil tenun berkualitas. Daerah timur Indonesia dianggap sebagai surga kain tenun. Hal tersebut karena ada banyak sekali kain khas dengan ciri kelokalannya.

Dengan karakteristiknya masing-masing, akhirnya muncul banyak sekali jenis tentu. Beberapa kemudian dikombinasikan untuk membuat fashion lebih stylish. Penasaran dengan jenis-jenis kain tenun yang paling populer di Indonesia?

7 Tenun Tradisional Paling Populer

Ada banyak sekali jenis tenun yang berkembang dari hasil karakter lokal suatu daerah. Beberapa diantaranya kemudian dijadikan sebagai tenun ikat kepala. Namun, jenis kain tenun apa saja yang paling terkenal?

  1. Ulos

Ulos merupakan buatan khas dari Suku Batak yang ada di Sumatera Utara. Salah satu yang membuatnya sangat populer adalah corak warna cerahnya. Selain itu, ada ragam corak warna emas juga.

Coraknya didominasi oleh garis-garis horisontal dengan warna lebih cerah. Ini menujukan simbol tertentu dalam kebiasaan masyarakat Batak. Terutama nilai kebudayaan mereka yang telah lama ada di Sumatera.

  1. Gringsing

Berasal dari Tabanan, Bali, tenun Gringsing adalah satu-satunya yang menggunakan teknik tenun ikat ganda. Menariknya, untuk selembar tenun saja bisa membutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun.

Lamanya pembuatan juga berpengaruh terhadap daya tahan tenun Gringsing. Bahkan, beberapa masyarakat adat memiliki kain berusia ratusan tahun. Warna dan coraknya juga tidak berubah sama sekali.

  1. Sumba

Rasanya, hampir tidak ada orang yang tidak mengenal jenis tenun satu ini. Kain buatan kaum perempuan Sumba telah terkenal hingga mancanegara. Bahkan, beberapa orang rela membayar mahal untuk mendapatkannya.

Kain ini sendiri dibuat menggunakan sehelai benang kemudian mulai menghiasnya. Corak kain memiliki kesan harmonis karena mengambil simbol alam. Beberapa orang menggunakan bahan serat alami sebagai bahan utamanya.

  1. Lurik

Kain ini sangat mudah dijumpai di berbagai daerah Jawa, terutama daerah Jawa Tengan, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Ciri khasnya adalah corak garis-garis secara horisontal berwarna cerah.

Menariknya, setiap daerah memiliki corak masing-masing pada kain lurik. Hal tersebut berkaitan dengan budaya dari setiap daerah. Misalnya kain lurik asal Solo yang memiliki corak khas keraton.

  1. Toraja

Selain Sumba, Toraja juga terkenal dengan tenun khas miliknya. Corak yang digunakan melambangkan keharmonisan antara manusia dan alam. Ini juga merupakan salah satu warisan dari leluhur masyarakat Toraja.

Karena coraknya tersebut, tenun Toraja memiliki status tinggi dalam masyarakat adat Toraja. Biasanya, kain ini dipakai untuk acara sakral seperti upacara keagamaan, serta memegang simbol kejayaan.

  1. Soket Jambi

Dari sisi corak, Soket Jambi memiliki corak lebih bervariasi. Ada corak kotak-kotak, bunga, cakra, hingga simbol geometris lain. selain itu, Soket Jambi cenderung menggunakan warna cerah.

Setiap warna dan motif memiliki maknanya sendiri-sendiri. hal ini juga jadi salah satu kebanggan dari status masyarakat Jambi. Tidak heran jika Soket Jambi mampu dikenal hingga mancanegara.

  1. Songket

Songket dibuat menggunakan dua jenis benang yang lajurnya dibuat secara vertikal serta horisontal. Selain itu, songket menggunakan teknik tambahan berupa penyukitan untuk mengayam benang ke jalur lain.

Songket sangat terkenal melalui detail motifnya. Pengerjaan secara manual dipandang sebagai kain tenun kelas utama. Hal tersebut karena memiliki nilai dan kesan yang sangat tinggi.

Di Indonesia, Perusahaan Lakumas juga memproduksi benang berbahan rayon dan benang bahan tencel yang sering dipakai oleh pengrajin tenun baik yang ada di Pulau Jawa maupun Pulau Bali.

Memang, hampir setiap daerah memiliki kain miliknya sendiri. Beberapa menggunakan benang alami dan sebagian menggunakan benang sintetis. Misalnya benang rayon dan benang tencel sebagai bahan utama.

Tanggung Jawab Petugas Satpol PP yang Jarang Dipahami

Petugas Satpol PP memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan penertiban kepada para pelanggar Peraturan Daerah atau Peraturan Kepala daerah.Petugas Satpol PP seringkali mendapatkan stigma negatif di mata masyarakat. Karena kebanyakan orang hanya mengetahui satpol PP bertugas untuk melakukan razia semata. Padahal tugas mereka bukan hanya itu.

Salah satu sebab stigma negatif masyarakat terhadap satpol PP adalah karena pemberitaan oknum dalam menjalankan tugas. Beberapa oknum dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik seperti melakukan tindak kekerasan.

Meski sering mendapat stigma negatif, satpol PP tetap memiliki peranan penting di masyarakat. Tanpa keberadaan mereka, beberapa fungsi di masyarakat tidak dapat berjalan dengan baik.

Bagi Anda yang berpikir bahwa satpol PP hanya bertugas melakukan razia, maka perlu membaca artikel ini hingga tuntas. Karena kami akan menjabarkan tugas dan tanggung jawab satpol PP secara rinci.

Dasar Hukum Petugas Satpol PP

Satpol PP adalah singkatan dari Satuan Polisi Pamong Praja. Mereka adalah perangkat daerah yang memiliki status sebagai aparatur sipil negara (ASN). Oleh karena itu satpol PP pasti memiliki dasar hukum.

Dasar pembentukan Satpol PP sendiri diatur di dalam UU No. 23 Tahun 2014 pasal 255 ayat (1). Di dalam peraturan ini menyebutkan bahwa Satpol PP dibentuk untuk menegakkan Peraturan Daerah.

Selain di dalam UU tersebut, dasar hukum mengenai Satpol PP juga terkandung dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 16 Tahun 2018. Selain menegakkan Peraturan Daerah, Satpol juga menegakkan Peraturan Kepala Daerah.

Tugas & Tanggung Jawab Petugas Satpol PP

Melihat dari dasar hukum pembentukannya, tugas seorang satpol PP memang adalah menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. Namun tugas ini dapat dirincikan kembali sebagai berikut.

  1. Tugas

Selain memiliki tugas untuk menegakkan Perda dan juga Perkada, Satpol PP juga bertugas untuk menyelenggarakan ketertiban umum dan keamanan. Selain itu seorang Satpol PP juga bertugas menyelenggarakan perlindungan masyarakat.

  1. Fungsi

Terdapat banyak fungsi yang harus dijalankan oleh seorang Satpol PP. Mulai dari penyusunan program, pelaksanaan kebijakan, koordinasi hingga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan Perkada.

Seorang Satpol PP juga memiliki fungsi lain menjalankan tugas yang diberikan oleh kepala daerah. Namun tentunya tugas tersebut harus tetap memiliki kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan.

  1. Wewenang

Tindakan razia yang sering dilakukan oleh Satpol PP sebenarnya adalah hal wajar. Sebab Satpol PP memiliki wewenang untuk melakukan tindakan non-yustisial terhadap pihak yang melanggar Perda atau Perkada.

Memahami Pengertian Tindakan Non-Yustisial Petugas Satpol PP

Banyak orang yang belum memahami arti dari tindakan non-yustisial. Namun sebenarnya pengertian mengenai tindakan ini diatur di dalam peraturan perundang-undangan. Sehingga penindakan pelanggaran oleh Satpol PP memiliki dasar hukum.

Adapun peraturan yang menjelaskan pengertian tindakan nonyustisial adalah UU No. 23 tahun 2013 dan PP No. 16 tahun 2018. Pada prinsipnya penindakan non-yustisial adalah penindakan terhadap pelanggaran Perda atau Perkada.

Namun tindakan non-yustisial tidak sampai pada proses peradilan. Salah satu bentuk dari tindakan non-yustisial ini adalah razia. Karena pada dasarnya pihak yang dirazia tersebut melakukan pelanggaran terhadap Perda atau Perkada.

Tentu Anda sudah mengetahui bahwa setiap peraturan perundang-undangan di Indonesia mengikat secara hukum. Artinya pihak yang melanggar akan dikenakan sanksi. Dalam beberapa peraturan, sanksi tersebut bisa berupa pidana.

Namun penindakan yang dilakukan oleh Satpol PP tidak akan sampai pada tahap tersebut. Karena Satpol PP hanya akan melakukan tindakan non-yustisial kepada para pelanggar Perda atau Perkada.

Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP memang sering mendapatkan pandangan negatif dari masyarakat. Salah satu alasannya adalah karena Satpol PP seringkali melakukan tindakan razia.

Padahal tindakan yang dilakukan tersebut memiliki dasar hukumnya. Selain itu, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab petugas Satpol PP untuk melakukan penindakan terhadap pihak yang melanggar Perda atau Perkada.

Pentingnya Sel Darah untuk Mencegah Kematian Akibat Covid19

Pandemi telah membuat kesehatan masyarakat terganggu. Banyak masalah medis tercatat di seluruh dunia dengan kasus harian sangat tinggi.

Pandemi telah membuat kesehatan masyarakat terganggu. Banyak masalah medis tercatat di seluruh dunia dengan kasus harian sangat tinggi. Bahkan, angka kematian selalu tinggi setiap harinya di setiap negara.

Sudah banyak upaya dilakukan untuk mencegah angka kematian semakin meningkat. Vaksin menjadi salah satu upaya untuk mencegah penyebaran covid19. Namun, faktanya angka kematian masih cukup tinggi.

Donor plasma darah menjadi salah satu upaya penting untuk memberikan kontribusi dalam dunia media. Biasanya, upaya ini dilakukan untuk mencegah hal yang lebih buruk. Lalu, seberapa pentingnya terapi ini?

Dunia Mengalami Kekurangan Donor Darah

Pandemi c19 telah tercatat pertama kali sejak akhir 2019 lalu di China. Tidak sampai satu bulan, virus c19 langsung menyebar ke seluruh dunia. Angka positif covid19 langsung melonjak dengan cepat.

Hal ini berpengaruh pada sektor medis, terutama pasokan darah. Data dari PMI menunjukkan bahwa pada 2020 ada kekurangan stok darah sebesar 50%. Ketakutan masyarakat untuk keluar rumah adalah alasannya.

Banyak orang tidak mau keluar karena takut terserang virus. Padahal, donor darah merupakan salah satu metode yang cukup efektif untuk terapi pasien covid. Sayangnya, ketersediaannya pada saat itu terbatas.

Tahun ini, vaksin telah hadir dalam berbagai merek untuk meningkatkan daya imun tubuh. Artinya, aktivitas luar rumah sudah mulai lebih aman. Donor darah juga dapat dilakukan setelah mengikuti vaksin.

Pentingnya ketersediaan darah sangat dirasakan dalam industri medis. Fungsinya dapat untuk memperbaiki sistem peredaran darah pada pasien. Angka kematian juga dapat dicegah jika ketersediaannya cukup.

Minimnya Donor dari Penyintas Covid19

Sebelumnya, sudah banyak digelar kampanye untuk melakukan donor plasma darah. Sayangnya, kampanye tersebut hanya diikuti oleh segelintir orang. Apalagi beberapa orang masih tidak percaya dengan angka kesembuhan melalui donor plasma.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pernah menyebutkan bahwa jumlah pendonor hanya mencapai 10% dari angka kesembuhan nasional. Artinya, jika ada 1 juta orang sembuh, hanya ada 100 ribu pendonor saja.

Jumlah ini jelas sangat sedikit jika dibandingkan angka kasus positif harian. Kasus harian nasional sempat menyentuh angka 40 ribu kasus. Belum lagi angka kematian yang juga masih tinggi.

Hal ini membuat dibutuhkannya kerjasama antar semua pihak. Bagi Anda yang sebelumnya telah sembuh maka dapat ikut sebagai pendonor. Tindakan ini dapat menyelamatkan banyak nyawa pasien lain.

Pentingnya keikutsertaan dari tokoh publik jadi salah satu kunci bagi masyarakat. Jika tokoh publik mau ikut donor plasma, maka masyarakat jauh lebih percaya. Hal tersebut juga dapat menyukseskan kampanye tersebut.

Harapannya adalah semakin banyak pasien yang sembuh maka semakin banyak pendonor. Dengan begitu, akan ada lebih banyak nyawa yang terselamatkan. Hal tersebut penting demi mengakhiri pandemi c19.

Syarat untuk Melakukan Donor Sel Darah

Untuk ikut sebagai pendonor, maka harus memenuhi syarat tertentu. Setidaknya ada beberapa syarat khusus yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa syarat jika Anda ingin ikut sebagai pendonor:

  1. Sembuh dari covid

Syarat paling utama adalah Anda telah dinyatakan sembuh dari c19. Ketika Anda sudah sembuh, maka daya imun akan lebih baik. Darah juga memiliki imunitas tinggi.

  1. Usia dan berat badan

Syarat lainnya adalah Anda berusia antara 18-60 tahun dengan berat badan tidak lebih dari 55 kg. Selain itu, Anda juga tidak sedang hamil atau memiliki keluhan.

  1. Sehat

Maksudnya adalah Anda tidak boleh memiliki penyakit komorbid berbahaya. Ditambah Anda tidak melakukan transfusi darah selama 6 bulan terakhir. Jika memenuhi syarat, Anda dapat ikut jadi pendonor.

Harapannya adalah bahwa semakin banyak pendonor semakin banyak angka kesembuhan. Mari kita ikut dalam mencegah kematian dengan mendonorkan plasma konvalasen. Ini menunjukkan bahwa darah untuk kemanusiaan sangat penting demi berakhirnya pandemi.

Pelaksanaan Vaksinasi Sebagai Langkah Melawan Pandemi Covid

Dengan meningkatnya target pemberian vaksin, semoga pandemi dapat segera berakhir dan kehidupan dapat kembali berjalan secara normal seperti.

Program vaksin terus diberlakukan sebagai salah satu langkah menyelesaikan pandemi covid-19 di Indonesia. Pemerintah sendiri telah menerapkan sasaran terkait jumlah suntikan vaksin yang harus dilakukan.

Vaksin memang telah terbukti memberikan efek positif terhadap proses penyelesaian pandemi. Oleh karena itu pemerintah terus berupa agar masyarakat yang menerima vaksin terus bertambah setiap harinya.

Beberapa negara bahkan telah berhasil keluar dari status pandemi berkat program vaksin yang dilakukan. Indonesia juga tentunya ingin segera keluar dari situasi pandemi yang begitu memberatkan bagi banyak orang ini.

Karena itulah sasaran vaksin juga ditambah. Hal ini guna mempercepat proses penyelesaian pandemi. Sehingga kehidupan di Indonesia dapat kembali berjalan secara normal seperti sebelum masa pandemi berlangsung.

Peran Vaksin Dalam Menyukseskan Herd Immunity Indonesia

Salah satu cara untuk keluar dari kondisi pandemi adalah dengan mencapai herd immunity. Herd immunity atau kekebalan kelompok adalah kondisi sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit.

Sehingga dengan begitu, potensi penularan penyakit bisa diminimalisir. Kekebalan dapat terbentuk secara alamiah atau dengan bantuan vaksin. Namun pembentukan kekebalan kelompok secara alami sangat berbahaya.

Sebab dalam pembentukan kekebalan kelompok secara alami, masyarakat akan dibiarkan terkena oleh penyakit tersebut. Setelah terkena dan sembuh, diharapkan masyarakat bisa memiliki kekebalan yang terbentuk secara alami.

Namun kebijakan ini berpotensi membahayakan nyawa masyarakat. Sebab ada potensi penyakit yang menginfeksi justru memiliki gejala parah dan berakibat pada kematian. Oleh karena itu, vaksin digunakan untuk membentuk kekebalan kelompok.

Dengan vaksin, imun tubuh terhadap suatu penyakit dapat dibentuk tanpa harus mengalami gejala parah. Sehingga potensi bahaya yang akan dialami masyarakat dapat dihilangkan dengan menggunakan vaksin.

Vaksin sendiri sebenarnya adalah virus dari suatu penyakit yang dilemahkan. Sehingga ketika vaksin masuk ke dalam tubuh, sistem daya tahan tubuh akan bekerja layaknya tubuh terkena virus sungguhan.

Namun karena virus sudah dilemahkan, maka tidak akan memunculkan gejala yang berbahaya. Meski begitu, daya tahan tubuh yang terbentuk tetap memiliki kekuatan melawan virus penyakit sungguhan.

Proses Pelaksanaan Vaksin di Indonesia

Untuk bisa mencapai target yang diterapkan, pemerintah terus berupaya menggalakkan program vaksin. Per tanggal 3 Agustus 2021, Indonesia sudah memberikan vaksin dosis pertama pada lebih dari 47 juta orang.

Sementara untuk bisa mencapai kekebalan kelompok, sebanyak 208,25 juta orang Indonesia harus menerima vaksin. Sehingga bisa dikatakan saat ini, pencapaian vaksin baru sekitar 20 persen.

Meski begitu angka ini akan terus bertambah setiap harinya. Untuk rata-rata pemberian dosis vaksin per hari saat ini sudah mencapai sekitar 2 juta per hari.

Pemerintah menargetkan untuk bisa mencapai 2 juta pemberian vaksin per hari untuk mempercepat tercapainya kekebalan kelompok. Meski untuk melakukan hal tersebut tidak akan bisa dibilang mudah.

Karena ada banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan proses vaksinasi di Indonesia. Mulai dari stok vaksin, tenaga medis hingga masyarakat yang saat ini masih menolak untuk divaksin.

Penolakan vaksin memang masih terjadi di beberapa golongan masyarakat. Penyebab penolakan juga beragam. Mulai dari perasaan takut, ketidakpercayaan hingga kekeliruan dalam mendapatkan informasi.

Padahal dengan ikut menyukseskan vaksin, maka kekebalan kelompok akan bisa segera tercapai. Oleh karena itu, bagi Anda yang belum vaksin bisa segera melakukan vaksin ke tempat terdekat.

Kondisi pandemi yang sudah terjadi sejak awal tahun 2020 telah membawa banyak dampak buruk bagi masyarakat. Mulai dari tingginya angka kematian, pemutusan hubungan kerja dan menurunnya aktivitas ekonomi.

Segala bentuk upaya sebagai proses mempercepat menyelesaikan pandemi harus dilakukan. Dengan begitu pandemi covid-19 dapat segera berakhir dan kehidupan dapat kembali berjalan secara normal seperti sebelumnya.

Pengertian PPKM dan Karantina Wilayah Serta Perbedaannya

PPKM adalah kebijakan pemerintah sebagai upaya menyelesaikan pandemi Covid 19. Terdapat perbedaan antara kebijakan ini dengan karantina wilayah.Dalam menghadapi pandemi Covid 19, Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya seperti memberlakukan PSBB Covid 19. Meski begitu, banyak orang yang lebih mengharapkan pemerintah memberlakukan karantina wilayah.

Hal ini karena anggapan peraturan mengenai pembatasan kegiatan dinilai kurang efektif untuk mengatasi pandemi. Sebab kasus positif di Indonesia masih terbilang tinggi meski sudah diberlakukan berbagai pembatasan.

Namun banyak orang yang tidak memahami perbedaan antara karantina wilayah dengan berbagai pembatasan yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Meski terkesan sama, namun kedua hal ini memiliki perbedaan signifikan.

Bagi Anda yang belum memahami perbedaan keduanya, silahkan simak artikel ini hingga tuntas. Karena kami akan menjelaskan mengenai berbagai peraturan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah serta perbedaannya dengan karantina wilayah.

Pengertian Karantina Wilayah dan Peraturan yang Mendasarinya

Pada awal pandemi Covid 19, pemerintah memilih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Beragam variasi PSBB sudah diberlakukan mulai dari PSBB transisi, ketat hingga transisi 2.

Meski begitu banyak orang yang menganjurkan pemerintah agar memberlakukan karantina wilayah. Karena memang terdapat perbedaan signifikan antara PSBB dengan karantina wilayah. Berikut adalah penjelasan mengenai karantina wilayah.

  1. Pengertian

Karantina wilayah atau juga disebut lockdown adalah peraturan untuk membatasi suatu wilayah yang diduga sedang terjangkit suatu penyakit. Namun karantina wilayah memiliki perbedaan dengan PSBB ketat.

Karantina wilayah secara tegas melarang siapa saja keluar masuk wilayah tersebut. Berbeda dengan PSBB atau pembatasan lainnya yang hanya memberikan batasan pada kegiatan di masyarakat.

  1. Peraturan

Kebijakan karantina wilayah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 pasal 1 ayat 10. Undang-undang tersebut mengatur tentang karantina kesehatan. Di dalam UU ini juga termasuk peraturan tentang PSBB

  1. Kewajiban Pemerintah

Di dalam PSBB baik itu transisi, ketat maupun PSBB transisi 2, pemerintah tidak memiliki kewajiban untuk menanggung kebutuhan dasar masyarakat. Meski pemerintah tetap memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

Berbeda dengan karantina wilayah yang mewajibkan pemerintah menanggung kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga meski tidak bekerja, orang-orang yang berada di wilayah karantina tetap mendapat jaminan hidup.

Pengertian PPKM Serta Pelaksanaannya di Indonesia

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada dasarnya adalah PSBB dengan menggunakan istilah yang berbeda. Oleh karena itu dasar aturannya tetap menggunakan UU Nomor 6 Tahun 2018.

Pemberlakukan pembatasan di Indonesia memang telah mengalami beberapa perubahan nama. Berikut ini adalah penjelasan istilah pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah di Indonesia pada tahun 2021.

  1. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Penggantian istilah PSBB mulai diberlakukan oleh pemerintah pada awal 2021. Perubahan nama ini dilakukan karena menilai bahwa pandemi Covid di Indonesia mulai terkendali. Pembatasan ini hanya dilakukan di 7 Provinsi.

  1. PPKM Mikro

Sayangnya kasus aktif Covid 19 kembali mengalami kenaikan. Sehingga pemerintah mulai memberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala mikro. Kebijakan ini diberlakukan mulai dari Februari hingga Juni 2021.

  1. PPKM Darurat

Tingginya kenaikan kasus Covid 19 setelah lebaran 2021 membuat pemerintah harus mengambil kebijakan lain. Oleh karena itu, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dilakukan oleh pemerintah pada tanggal 1 – 20 Juli 2021.

  1. PPKM Level 3 & 4

Istilah darurat mulai dihilangkan pada pertengahan Juli. Selanjutnya pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3 & 4 di beberapa wilayah Indonesia. Kebijakan ini berlaku mulai dari 21 Juli 2021.

Pada awalnya kebijakan tersebut diberlakukan hingga 25 Juli 2021. Namun kebijakan tersebut diperpanjang hingga tanggal 2 Agustus 2021. Pada tanggal 2 Agustus, kebijakan ini kembali diperpanjang hingga 9 Agustus 2021.

Seluruh masyarakat Indonesia tentunya mengharapkan pandemi Covid 19 segera berakhir. Oleh karena itu Indonesia mencoba melakukan berbagai kebijakan demi mempercepat proses penyelesaian pandemi Covid 19.

Oleh karena itu, masyarakat juga harus membantu menyukseskan upaya penyelesaian pandemi. Seperti dengan mematuhi setiap protokol kesehatan serta kebijakan PPKM yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia.