Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: candimas

Pengrajin Kesulitan Mencari Tempat Pencelupan Benang

Melihat permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin lokal saat ini seperti susah untuk mencari tempat untuk pencelupan benang dikarenakan lamanya proses pencelupan menjadi suatu hambatan tersendiri dalam produktivitas pengrajin lokal. Lamanya proses itu dimana pengrajin jika pencelupan benang dilakukan sendiri tahapan-tahapan dikerjakan secara manual dan itu menghabiskan waktu yang cukup lama. Sedangkan, di tempat pencelupan benang (Bandung dan Pekalongan) tidak berbeda jauh prosesnya yang lama karena proses pengiriman benang raw white maupun benang selesai dicelup dan belum lagi proses antri di tempat pencelupan tersebut.

Dalam acara kegiatan “Pengembangan Kemitraan, Permodalan, Akses Pasar dan Bahan Baku Bagi Industri Non Agro di Kab. Sragen” bapak Abdul Nasir (Marketing LAKUMAS) telah ikut serta sebagai salah satu narasumber pada hari Kamis tanggal 18 November 2021, LAKUMAS sangat memahami permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin maka dengan bangga LAKUMAS memperkenalkan benang Rayon dan Candimas kepada para pengrajin dalam acara kegiatan tersebut. Candimas adalah benang yang high quality berasal dari pohon eucalyptus di pulp menjadi benang namun, Candimas saat ini sedang mengalami sedikit kendala pada bahan baku impor nya. Rayon terbuat dari selulosa yang diekstraksi dari kayu. Ini sering disebut sebagai alternatif “hijau” untuk sutra karena dapat terurai secara hayati dan terurai secara alami ke dalam tanah. Ini adalah salah satu bahan tekstil paling serbaguna, dan sekarang digunakan untuk berbagai aplikasi yang lebih luas daripada sebelumnya. Kelebihan lain nya Rayon juga menggunakan bahan baku Lokal (Purwakarta dan Riau) dan tahun 2018 LAKUMAS membuat jaringan benang ATBM ke Jepara, Jawa Timur dan Bali.

Para pengrajin sangat merespon bahwa LAKUMAS bisa bantu supply benang Rayon Warna (CRAYON) sehingga kami LAKUMAS juga ikut bersemangat untuk membantu kesulitan yang sedang dihadapi oleh para pengrajin saat ini. Tidak hanya mensupply benang saja namun LAKUMAS bisa membantu para pengrajin dalam memberikan informasi mengenai kebutuhan-kebutuhan para pengrajin seputar tidak lain dari benang.

Dengan adanya acara tersebut, LAKUMAS memperkenalkan produk andalan yaitu Rayon dan Candimas bisa di terima dan di apresiasi dan menjadikan PT LAKUMAS salah satu pemasok / supplier benang bagi para pengrajin.

*DWS/acl.

Penyebab Model Pakaian Anak lebih Mahal dari Pakaian Dewasa

Ada berbagai model pakaian anak dengan beragam material yang bisa Anda temukan, tentunya harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Namun pernahkah Anda berpikir, mengapa harga baju anak lebih mahal dibandingkan dengan pakaian orang dewasa. Bagi para orang tua,Anda pasti sering berbelanja kebutuhan anak, karena di masa pertumbuhan mereka,pakaian yang digunakan menjadi lebih cepat sempit. Harga baju anak juga terbilang tidak murah, padahal ukurannya lebih kecil dari baju orang dewasa.

Namun pemilihan tempat Anda berbelanja pakaian, juga menjadi salah satu faktor meningkatnya harga. Jika berbelanja baju di pasar tradisional atau di toko-toko kebutuhan anak seperti Candimas, harga yang ditawarkan memang cukup murah dibandingkan di mal. Bahkan baju yang dibeli di mal, bisa memiliki harga berkali-kali lipat dari pakaian dewasa. Tentunya hal tersebut mengundang pertanyaan, sebenarnya apa alasan dan penyebab, mengapa baju anak bisa memiliki harga yang begitu mahal.

Penyebab Model Pakaian Anak Lebih Mahal dari Pakaian Dewasa

Pakaian memang menjadi kebutuhan bagi setiap manusia, dan hal itulah yang membuat permintaan akan produk tersebut cukup tinggi. Dengan harga baju anak yang cukup mahal, nyatanya hal tersebut tidak menutup kemungkinan jika permintaan pakaian anak akan menurun.

1.   Handmade

Kebanyakan perusahaan produsen pakaian anak, memang menggunakan mesin dengan teknologi canggih. Namun untuk menghasilkan baju dengan kualitas terbaik, masih banyak perusahaan yang membuat baju secara handmade atau buatan tangan. Kebanyakanbajuanakdibuatsecara manual, sebab ukurannya tidak terlalu besar sehingga beberapa perusahaan memilih untuk membuatnya secara handmade. Selain itu pakaian yang dibuat secara handmade dinilai lebih rapi, dan meminimalisir adanya cacat produk.

2.   Penawaran Lebih Rendah dari Permintaan

Jika ditelusuri toko pakaian anak lebih sedikit, dari pada toko baju dewasa. Itulah salah satu faktor membuat baju anak menjadi mahal, dan penawaran lebih rendah dibanding permintaan. Dengan

adanya kelahiran setiap tahunnya, pastinya penawaran akan menjadi rendah. Meskipun ukuran pakaiannya lebih kecil, namun biaya proses produksinya memangkas biaya yang sama dengan pembuatan baju orang dewasa. Sehingga tidak salah, jika pakaian anak memang memiliki harga cukup mahal, ditambah beberapa faktor lainnya.

3.   Material Bahan Lebih Nyaman

Penyebab lainnya adalah material yang digunakan lebih nyaman, tentu saja sebagai orang tua, kita menginginkan yang terbaik untuk anak. Dan pemilihan material berkualitas pakaian menjadi  salah satunya, namun hal tersebut membuat harga baju menjadi mahal. Beberapa perusahaan juga menggunakan material bahan anti bakteri,sehingga ketika mereka berkeringat tidakada bakteri menempel. Orang dewasa mungkin akan mudah beradaptasi jika pakaian dirasa kurang nyaman, namun anak akan mudah rewel jika baju dirasa tidak nyaman.

4.   Pola Pikir Orang Tua

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya, halitulah yang membuat mereka tidak merasa keberatan jika harus mengeluarkan biaya cukup mahal untuk keperluan sikecil. Dan hal ini menjadi salah satu penyebab, mengapa pakaian anak bisa meningkat harganya. Orang tua memang selalu mengutamakan kebutuhan sikecil, mereka rela mengeluarkan cukup banyak uang untuk keperluannya. Pola pikir tersebutlah yang menjadi kan harga baju menjadi naik, namun mereka tetap membelinya.

5.   Proses Pembuatan Lebih Rumit

Selain rasa nyaman yang dirasakan sikecil, tentunya motif menarik pada baju atau celana mereka bisa membuat mereka lebih senang dan semangat dalam beraktivitas. Jika Anda perhatikan seksama, pakaian anak memiliki motif, warna serta gambar lebih beragam. Tentunya dalam proses pembuatan baju tersebut akan lebih rumit, berbeda halnya dengan pakaian dewasa jauh lebih simple dan tidak terdapat terlalu banyak motif atau bordir.

Baju dan celana sikecil merupakan kebutuhan yang wajib orang tuapenuhi, selain memperhatikan masalah harga, sepertinya orang tual ebih mengutamakan kualitas bahan dari pakaian tersebut, dan salah satu jenis bahan yang nyaman pada anak adalah Tencel.

Lakumas Innovation Awards Ramaikan Tenun Fashion Week 2021

Tenun Fashion Week merupakan gelaran peragaan busana yang menampilkan tenun Nusantara dan negara Asia Tenggara lainnya. Di samping itu, terdapat juga rangkaian acara menarik meliputi panel diskusi hingga pemberian penghargaan. Tenun adalah teknik dalam pembuatan kain melalui prinsip sederhana. Sehingga produk yang dihasilkan dari teknik tersebut dikenal sebagai kain tenun. Di Indonesia, jenis kain satu ini termasuk dalam produk kesenian tradisional.

Kain tradisional ini memiliki beragam corak dan motif sehingga tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri. Beragam jenis produk tekstil tersebut masing-masing menjadi bagian dari kain Nusantara. Bukan hanya Indonesia, negara-negara lain juga memiliki produk tekstil yang menggunakan teknik tenunan. Tentu saja dengan beragam corak serta motif khas masing-masing.

Perhelatan Tenun Fashion Week 2021

Beragam corak dan motif dari berbagai negara khususnya Asia Tenggara diperagakan di sebuah perhelatan bertajuk Tenun Fashion Week. Pada tahun 2021, Tenun Fashion Week kembali dihelat. Perhelatan ini digelar selama 3 hari, yaitu tanggal 15 hingga 17 Oktober 2021. Bukan hanya peragaan busana yang menampilkan tekstil tenun. Melainkan juga beragam acara lainnya, salah satunya Lakumas Innovation Awards.

Program panel diskusi juga dapat diikuti oleh siapa saja yang ingin berpartisipasi. Erick Halim sebagai salah satu perwakilan PT. Lakumas turut berpartisipasi sebagai panelis di program panel diskusi bertajuk Innovation in Woven Textiles. Selain itu, terdapat dua program panel diskusi lainnya yang diselenggarakan pada hari pertama dan kedua. Mengingat perhelatan dilakukan di tengah masa pandemi, acara ini dapat dinikmati melalui streaming online.

Streaming online tersebut tersedia melalui dua platform internet, yakni akun Facebook dan situs resmi Tenun Fashion Week. Tentunya peragaan busana atau fashion showcase menjadi program yang paling ditunggu-tunggu. Karena akan menampilkan pproduk tekstil tenunan dari negara-negara di Asia Tenggara. Antara lain Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Indonesia sendiri membawa 13 motif tenunan pada gelaran ini.

 

Lakumas Innovation Awards, Penghargaan bagi Partisipan

Pada gelaran Tenun Fashion Week 2021, ada beberapa program yang diselenggarakan oleh panitia. Di samping fashion showcase dan panel diskusi, ada juga program awarding. Terdapat 3 awards yang diselenggarakan. Ketiganya antara lain People’s Choice Awards, Lakumas Most Innovative Weaves, dan Tenun Best Collection.

People’s Choice Awards memungkinkan masyarakat umum untuk ikut serta memilih lewat voting online. Sedangkan dua awards lainnya yaitu Lakumas Most Innovative Weaves dan Tenun Best Collection dinilai oleh tim juri secara khusus. PT. Lakumas memberikan dukungan sebagai sponsor untuk Lakumas Most Innovative Awards. Dalam program penghargaan tersebut, terdapat dua produk benang yang dijadikan sebagai bahan inovasi. Berikut ini penjelasan keduanya.

  1. Benang Tencel

Produk benang ini merupakan merek dagang yang terbuat dari material lyocell, yaitu serat selulosa buatan. Benang ini kerap dijadikan sebagai bahan di industri tekstil karena memiliki beragam kelebihan. Beberapa kelebihan tekstil dengan benang ini antara lain nyaman dipakai karena bahannya sejuk, lembut di kulit, warna tidak mudah luntur. Sifatnya anti bakteri sehingga aman untuk pemakaian sehari-hari.

  1. Benang Candimas

Ini adalah produk hasil kolaborasi dengan serat di atas. Ini menjadi bahan baku favorit dalam pembuatan tekstil khususnya tenunan tradisional. Terbukti, pengrajin dari 15 provinsi di Indonesia menyukai benang tersebut untuk produksi tenun.Lakumas sebagai perusahaan pelopor kain tradisional Nusantara selalu memberikan dukungan dalam upaya keberlanjutannya. Dengan berbagai kelebihan pada kedua jenis benang tersebut, tidak heran jika kualitas tenun Nusantara diakui dunia.

Benang Lakumas Menjalin Tenun Nusantara

JAKARTA – PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati (Lakumas) berpartisipasi dalam World Ikat Textile Symposium (WITS) 2019 yang diadakan di Museum Tekstil Jakarta, 23-25 Agustus lalu. Dalam pameran internasional tersebut, Lakumas memperkenalkan benang bermerk Candimas yang telah digunakan perajin dari daerah Toba, Sumatra Utara, sampai ke Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Maestro Tenun Ikat Sumba Kornelis Ndapakamang, penenun ikat warna alam dari Sumba sudah menggunakan benang dari Lakumas.

“Kualitas benang Candimas cukup bagus karena penyerapan warna maksimal dan tidak ada campuran benang-benang yang lain,” kata Kornelis yang juga membantu pelatihan tenun di beberapa daerah NTT dengan pewarna alami

Perwakilan PT Lakumas Araneta Halim (dua dari kanan) bersama Ketua Dekranas dan Ketua Dekranas Daerah.

Direktur PT Lakumas Erick Halim mengatakan, selama tiga hari pergelaran pameran internasional tersebut, Lakumas menjual benang sebanyak 100 kilogram kepada perajin tenun ikat dari Sarawak, Kalimantan Timur, Sumba, sampai ke Flores.

“Dengan hadirnya Lakumas dalam industri tenun ikat nasional, diharapkan bisa menjamin pasokan bahan baku berkualitas dengan harga yang stabil karena terbuat di dalam negeri,” ujar Erick.

WITS 2019 sendiri dibuka langsung Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Dekranas Daerah DKI Jakarta Fery Farhati, Jumat (23/8) pagi. Acara ini diselenggarakan World Crafts Council (WCC) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Mufidah menyampaikan, penyelenggaraan WITS tahun ini adalah penyelenggaraan yang keempat kalinya setelah sebelumnya diadakan di negara-negara lain se-perti Inggris. Mufidah menyebut kain tenun ikat tersebar di banyak negara dan menjadi kain tradisional yang diakui sebagai warisan budaya berharga termasuk di Indonesia.

Untuk itu, pameran yang diadakan dalam WITS ini juga sangat penting bagi para seniman dan perajin agar bisa mengembangkan kemampuan yang dimiliki. “Kita semua dapat saling belajar dan berbagi dalam pengembangan tenun ikat untuk pengembangan warna, corak, ragam, dan desain,” ungkap Mufidah kepada wartawan.