Hitam Putih Warna pada Industri Tekstil

Kalau membicarakan tekstil pasti akan membicarakan pemilihan warna sebagai bagian dari desain dan proses produksi. Proses pewarnaan dalam bentuk pewarnaan benang atau kain merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari industri tekstil. Akan tetapi, proses pewarnaan yang tidak bertanggung jawab seringkali menghasilkan limbah yang merugikan lingkungan.

Hal ini selalu menjadi dilema bagi pemerintah dan pengusaha. Industri tekstil merupakan industri yang menghidupi ribuan pekerja dan menyediakan kebutuhan pokok jutaan masyarakat. Bagi pabrik yang telah memiliki fasilitas pengelolaan limbah cair (IPAL), mungkin hal ini tidak akan menjadi masalah. Namun kebanyakan pelaku usaha tekstil pada level IKM tidak memiliki kemewahan seperti itu, seperti misalnya pengrajin tenun. Pengrajin masih harus mengolah benang tenun dengan metode pewarnaan konvensinal yang memakan waktu lama dan hasil yang tidak konsisten.

Benang Crayon Benang TenunSalah satu alternatif yang ditawarkan LAKUMAS adalah penggunaan benang CRAYON sebagai benang tenun untuk IKM sarung tenun goyor, yakni sarung tenun ikat yang diproses melalui alat tenun bukan mesin (ATBM). Lewat bahan baku serat warna yang diproduksi perusahaan berstandar internasional dan dipintal di salah satu unit pemintalan LAKUMAS, benang Rayon warna bermerk benang CRAYON dipastikan tidak menghasilkan limbah cair selama proses produksi dengan kekuatan warna lebih baik daripada benang hasil pencelupan.

Tentunya hal ini selain ramah lingkungan, menguntungkan bagi pengguna benang CRAYON karena menghemat waktu dan ongkos produksi. Benang CRAYON diharapkan menjadi solusi terbaik sebagai benang tenun untuk IKM dan pengrajin tenun tradisional.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *