Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: candimas

Apa Manfaat Kita Sebagai Pengguna Pakaian Ramah Lingkungan

Bahan ramah lingkungan sangat diperlukan saat ini. Untuk kebutuhan apa saja seperti kantong belanja, plasting pembungkus hingga pakaian. Tidak perlu heran, sebab saat ini sudah banyak tersedia dan dapat dibeli. Pakaian ramah lingkungan didapatkan dari kain yang diproduksi dari material organik. Produk organik dikenal lebih sehat bagi kesehatan manusia. Sebut saja skincare, bahan makanan serta obat-obatan.

Selain itu juga aman bagi lingkungan, tidak meninggalkan residu yang mencemari tanah dan sulit terurai. Tidak menyebabkan toxic bagi pengguna baik bahan yang dikonsumsi maupun dipakai di luar. Mengingat efek pemanasan global akibat pencemaran semakin mengkhawatirkan, sudah saatnya manusia beralih menggunakan pakaian yang aman. Sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab karena telah menggunakan bahan di alam.

Manfaat Menggunakan Pakaian dari Bahan Ramah Lingkungan

 

 

Memiliki karakteristik berbeda dengan material sintetis, benang yang kemudian dijadikan selembar kain dari bahan alami memiliki keunggulan. Berikut manfaat menggunakan pakaian dari bahan ramah lingkungan.

  1. Nyaman dikenakan

Serat alami tidak menimbulkan efek panas, berbeda dengan serat sintetis yang merupakan hasil pengolahan minyak bumi. Untuk produk fashion seperti tenun lebih adem di kulit. Menyerap keringat dengan baik layaknya kapas.

  1. Bermacam warna alami

Pakaian dari benang tencel yang berasal dari serat kayu mudah menyerap warna. Tidak perlu pewarnaan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan meninggalkan residu senyawa kimia. Cukup menggunakan pewarna alami berasal dari tumbuh-tumbuhan.

  1. Mudah diolah

Karakteristiknya lentur sehingga mudah diolah. Tidak hanya dijadikan selembar kain, selendang dan sejenisnya. Namun bisa digunakan untuk berbagai bentuk fashion wanita maupun pria.

  1. Berkarakter

Pewarnaan yang cerah dari bahan alami menghasilkan corak berkarakter. Salah satu produknya dapat dilihat dari tenun. Tenun juga menggunakan benang yang disebut candimas untuk mempertahankan ciri khas. Dari sepintas melihat, anda sudah langsung dapat membedakan mana kain organik asli dan bukan. Bisa juga diketahui dengan cara merabanya langsung. Serat yang dihasilkan lembut, halus dan memiliki kelenturan.

  1. Dapat dikombinasikan dengan bahan lain

Aneka warna yang dihasilkan dari pewarna alami menjadi daya tarik untuk dikombinasikan dengan bahan lain. Bahan organic ini bahkan semakin diminati sektor bisnis apparel dan konveksi sebagai bahan utama.

  1. Aman bagi lingkungan

Tidak menimbulkan rasa bersalah bagi pemakai karena tidak menyakiti alam. Aman bagi lingkungan karena selama proses pembuatannya tidak merugikan. Bebas polusi udara, air dan tanah. Meski diproduksi dalam skala besar, tidak menyebabkan efek pemanasan global. Pabrik beroperasi secara berkelanjutan, mengembalikan manfaat kepada lingkungan sekitar. Sehingga dihasilkan kembali kayu organik sebagai bahan mentah pembuatan benang tencel.

  1. Mudah terbiodegradasi

Sudah usang, tidak lagi dipakai, bisa saja dibuang. Tetap aman meski dibuang di tempat pembuangan sampah. Bahannya mudah terdegradasi oleh microorganism, didukung iklim dan kondisi lingkungan sekitar. Tidak dibutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk menyatu kembali dengan tanah. Tanah tidak tercemar, makhluk hidup tingkat rendah hingga pohon besar dapat hidup sebagaimana mestinya karena tanpa pencemaran.

  1. Menciptakan ekonomi berkelanjutan

Prinsip dari alam untuk alam sangat berkaitan dengan berjalannya fungsi ekonomi dan bisnis. Mengambil bahan mentah langsung dari alam berupa serat kayu, diolah dengan teknologi terbarukan, hasilnya dimanfaatkan manusia. Setelah tidak lagi dimanfaatkan sesuai fungsinya, dapat dikembalikan ke tanah. Berfungsi sebagai media tempat tanaman dan pohon tumbuh. Siklus daur ulang bahan ramah lingkungan seperti ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang akan terus berlangsung.

Indikator Smart Factory, Internet Bagian Penting di Dalamnya

Internet menjadi bagian smart factory yang penting di dalamnya. Perlu diketahui bahwa pada zaman saat ini para pelaku industri manufaktur mulai menghadapi tantangan yang lebih kompleks karena adanya perubahan teknologi. Selain adanya perubahan teknologi yang signifikan, adanya daur hidup suatu produk yang singkat atau periode penggunaannya juga mempengaruhi. Termasuk permintaan pasar yang cepat berubah juga.

Faktor lain yang membuatnya memperbanyak tantangan adalah adanya permintaan pasar yang cepat berubah. Terakhir yaitu permintaan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan secara tepat. Berbagai teknologi mulai muncul dan berkembang saat ini dengan cepat. Beberapa contohnya adalah kemunculan IoT, Artificial Intelligent, Machine Learning, System Automatic hingga CCTV dan IoS.

Indikator Smart Factory dalam Proses Bisnis

Terdapat beberapa indikator yang dapat mempengaruhi smart factory di dalam proses bisnisnya. Berikut ini beberapa indikator yang mempengaruhi smart factory pada penggunaannya secara mudah dan tepat.

  1. Downtime

Hal ini berarti adanya jumlah kejadian atau event dan durasi yang terjadi selama produksinya. Proses data analytic disini diperlukan karena penting dilakukan untuk melancarkan proses produksi.

  1. Speed

Sesuai dengan namanya, proses ini berhubungan dengan kecepatan produksi. Karena hal itulah proses ini menjadi bagian penting pula di dalam proses smart factory yang dilakukan.

  1. Uptime

Bagian ini berhubungan dengan durasi atau waktu produksi yang diperlukan tanpa adanya interupsi. Sehingga dengan adanya indikator ini smart factory bisa digunakan dengan tepat pada proses produksi.

  1. Cycles

Hal ini berhubungan dengan lamanya line produksi untuk dapat menghasilkan sejumlah produk tertentu. Karena hal itulah adanya cycles bisa memberikan kesempatan waktu yang tepat untuk proses produksinya.

  1. Waste

Proses ini berhubungan dengan kuantitas sampah atau defect yang dihasilkan dari proses produksi. Hal ini untuk menghindari penumpukan limbah sisa produksi. Proses ERP juga bisa digunakan.

Prinsip Merancang System Smart Factory

Terdapat beberapa prinsip yang digunakan dalam merancang system smart factory. Berikut ini beberapa prinsip yang bisa Anda gunakan sehingga proses produksi bisa lebih baik dalam prosesnya.

  1. Modularitas

Modularitas berhubungan dengan kemampuan suatu elemen pada sebua

 

h sistem yang dipisahkan dan digabungkan. Dalam smart factory perlu adanya modularitas yang baik untuk integrasi yang baik pula di dalam proses produksi.

  1. Inter-operabilitas

Hal ini berarti harus memiliki kemampuan suatu sistem untuk dapat berbagai informasi antar komponen. Selain itu juga kemampuan berbagai informasi bisnis antara perusahaan manufaktur dengan customer.

  1. Desentralisasi

Hal ini berhubungan dengan keputusan yang diambil dan dibuat secara real-time oleh sistem. Salah satu contohnya adalah penggunaan sensor dan actuator yang juga terhubung dengan sistem CPS.

  1. Virtualisasi

Hal ini berhubungan dengan lingkungan buatan di dalam proses y

 

ang biasanya dihubungkan dengan internet. Semakin transparan informasi yang diberikan, maka semakin lengkap juga sensor yang digunakan.

  1. Berorientasi pada layanan

Pada prinsip ini bisa menggunakan teknologi cloud manufacturing yang berperan dalam transformasi model bisnis. Beberapa layanan bisa Anda gunakan, seperti yang disediakan oleh perusahaan amazon.

  1. Respon yang real-time

Kemampuan ini untuk merespon berbagai perubahan, baik dari keburuhan customer maupun perubahan malfungsi. Sementara itu, beberapa contohnya seperti penggunaan sistem realtime dalam industri adalah platform khusus.Berbagai teknologi yang dibutuhkan dalam smart factory di Indonesia mulai dikembangkan di industri manufaktur pada perkembangannya saat ini. Sementara itu, berbagai indikator juga mempengaruhinya dan internet sangat mempengaruhi prosesnya.

Perlukah Stock Benang untuk Menjaga Kepuasan Pelanggan?

Memenuhi kebutuhan customer menjadi hal wajib yang harus dilakukan bagi perusahaan yang ingin menjaga loyalitas pelanggan. Semua kegiatan usaha yang terlibat dalam penjualan barang serta jasa untuk kebutuhan personal hingga produksi masal, tentu saja harus memperhatikannya. Bagi pelaku usaha, memperhatikan stock ketersediaan barang contohnya saja seperti benang, menjadi hal yang harus diperhatikan agar bisa memenuhi permintaan konsumen.

Bahkan, bila tidak memiliki jumlah stock barang yang cukup, ini sama halnya dengan mengambil risiko kehilangan konsumen. Namun, jangan salah, memiliki stock benang yang begitu banyak juga bisa merugikan pelaku usaha. Stock barang yang terlalu banyak bisa membuat dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan operasional malah mengendap di barang dagangan, hingga akhirnya dana untuk memenuhi kebutuhan operasional menjadi berkurang. Oleh sebab itu, meskipun memiliki stock barang, pengusaha harus mempunyai pengelolaan barang yang efisien sehingga bisa menguntungkan pelaku usaha.

Stock Benang Cukup, Kepuasan Pelanggan Terjamin

Berikut berbagai macam alasan mengapa menjaga ketersediaan barang khususnya benang untuk industry textile sangat penting untuk dilakukan, antara lain:

 

  1. Agar bisa mencegah kehabisan stock

Hal paling buruk yang bisa terjadi di dalam sebuah bisnis ialah kehilangan pelanggan. Bahkan, kehilangan pelanggan bisa diartikan kehilangan uang. Hal tersebut dapat terjadi karena Anda tidak memiliki stock benang yang mereka perlukan. Pelanggan tentu saja lebih memilih tempat yang bisa memenuhi segala kebutuhan benang yang dibutuhkan dengan cepat. Tempat yang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan ini akan membuat mereka me

 

rasa puas.

Untuk menjaga stock barang khususnya benang, Anda bisa menggunakan data inventory. Anda dapat menetapkan jumlah minimal stock barang, sehingga ketika jumlah sudah ada di bawah stock minimal, Anda bisa langsung melakukan pemesanan benang. Selain itu, sesuaikan jumlah minimal dengan kecepatan penjualan barang serta waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan stock barang tersebut kejumlah minimal. Lakukan pengecekan secara berkala agar bisa menyesuaikan jumlah minimal serta trend order.

  1. Dapatmenjagakualitasbenang

Dengan mengatur stock benang, Anda bisa menjaga ku

 

alitas benang untuk konsumen. Berbeda jika Anda tidak melakukan stock, ketika konsumen membutuhkan benang dalam jumlah cukup banyak, Anda memesan di PT lain dengan kualitas yang tidak sesuai standard. Tentu saja, kualitas benang akan berkurang. Namun, jika Anda secara terus menerus memperhatikan stock, Anda bisa menjaga kualitas benang sehingga kualitas tidak berkurang.

  1. Mencegah kelebihan stock

Bila Anda bisa memenuhi kebutuhan customer dengan baik dan melakukan stock barang secara efektif, tidak aka nada lagi masalah kelebihan stock. Bila ketersediaan benang tidak diatur secara maksimal, bisa berakhir dengan kelebihan stock untuk barang tertentu. Adanya kelebihan stock ini tentu saja bisa menciptakan masalah tersendiri, dan semakin lama barang tidak terjual lagi. Hal seperti ini tentu saja bisa memberikan kerugian besar untuk perusahaan Anda.

  1. Bisa mengontrol modal kerja

Jangan salah, jika stock benang terpenuhi dengan baik dan kepuasan pelanggan terjaga, Anda bisa mengontrol modal kerja secara maksimal. Modal yang diperlukan untuk stock barang sangat tidak murah. Bila Anda membeli sebuah produk dalam jumlah banyak, dan berharap barang bisa terjual dengan harga tinggi, namun selama barang belum bisa terjual, tentu modal diawal belum bisa kembali bukan.

Sehingga, pengelolaan stock barang tidak hanya bisa mengontrol barang yang masuk dan keluar, namun juga bisa mengatur modal kerja yang dimiliki.Begitu pentingnya mengatur stock benang untuk berlangsungnya bisnis memang tidak bisa disepelekan, apalagi jika masalah stock benang ini berkaitan dengan kepuasan pelanggan.

 

Apa Itu COP? Apa yang Penting di COP-26 Ini?

Baru-baru ini telah terlaksana konferensi besar yang dihadiri berbagai Negara guna membahas darurat perubahan iklim. Tepatnya 31 Oktober sampai 12 November lalu, acara diselenggarakan di Glasgow, Skotlandia. COP singkatan dari Conference of the parties dan Indonesia jadi salah satu pihak yang berpartisipasi. Tahun ini adalah penyelenggaraan COP-26, dimana dunia sudah masuk dalam global warming yang parah.

Maksud dari terselenggaranya acara taraf internasional tersebut adalah sebagai langkah mitigasi krisis iklim. Dimana dampaknya sudah sangat terasa yaitu peningkatan suhu bumi yang setiap tahun meninggi.

Mengenal Apa yang Dimaksud COP

COP merupakan pertemuan tingkat internasional, diprakarsai PBB khusus membahas climate change atau perubahan iklim. Dimana perubahan terjadi merupakan dampak dari pemanasan global di seluruh dunia. Pertama kali diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brasil tahun 1992 bertajuk Earth Summit. Konferensi ini harusnya terlaksana setiap tahun, 2021 dijadwalkan untuk COP 27. Namun tertunda satu tahun akibat pandemi.

Mengapa acara ini penting, sebab krisis iklim sudah di depan mata. Mencapai level mematikan yang mengancam keberlangsungan kehidupan di muka bumi. Pemanasan global sudah mencapai 20 celcius. Dampaknya sangat sulit ditoleransi seperti mencairnya es di kutub utara. Sedangkan level yang masih rasional adalah sebesar 1,50C. Ini yang menjadi target dan harus dipenuhi oleh semua Negara.

Sebelumnya terdapat komitmen bahwa batas emisi Negara maju harus tercapai pada tahun 2012. Tertuang dalam Protokol Kyoto 1997. Lalu ditegaskan kembali melalui Perjanjian Paris tahun 2015. Kesepakatan menurunkan pemanasan global didapat saat Perjanjian Paris. Dan COP-26 di Gasglow adalah momentum mewujudkan peraturan yang diberlakukan guna memenuhi komitment dalam Perjanjian Paris.

Melaui UNFCCC atau Unites Nations Framework Convention on Climate Change para pihak menyetujui kestabilan konsentrasi gas rumah kaca. Mengingat tingginya emisi gas rumah kaca atau karbon di atmosfer membahayakan kehidupan.

Pesan Penting dari COP-26               

Dunia masuk darurat perubahan iklim, ini perlu disadari oleh semua Negara seluruh dunia. Perubahan iklim tentu saja menjadi ancaman kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya selama beberapa decade terakhir. Para ahli memprediksi terjadi kenaikan global warming hingga 2,70C. Kenaikan suhu cukup signifikan tersebut pada abad ini dapat memicu terjadinya bencana alam. Indonesia sudah menunjukkan gejala perubahan iklim global tersebut.

Anda tentu ingat banjir Sintang, Kalimantan Barat, berlangsung hingga lebih dari 2 minggu. Juga wilayah Kalimantan lainnya, sebelumnya belum pernah terjadi, merupakan yang paling parah sejak 10 tahun terakhir. Merupakan dampak nyata dari climate change, diakibatkan karena masifnya deforestasi. Isu ini sempat menjadi perdebatan antara Greenpeace dengan Kementrian LHK. Dimana hutan Kalimantan semakin sempit akibat pembukaan lahan untuk food estate.

Pembukaan lahan menyebabkan Kalimantan Barat kehilangan 1,25 juta hektar hutan. Ini merupakan hasil analisa dari Global Forest Watch untuk tahun 2002 hingga 2020.

Data Greenpeace tahun 2010 menyebut hutan di Kalimantan hanya 25,5 juta hektar yang masih tersisa. Laju deforestasi di Indonesia sangat tinggi. Bahkan paling tinggi menurut Guiness Book of The Record.

 

Alih fungsi dari hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, serta kemajuan industri kayu menjadi penyebabnya. Maka tidak heran jika wilayah yang semula aman saat hujan, kemudian mengalami banjir pada level parah.Untuk itu Indonesia mengambil komitmen menurunkan laju deforestasi di tahun 2030 menjadi nol. Serta menyepakati penghentian penggunaan batu bara, mengganti bahan bakar terbarukan di tahun 2040 untuk menghentikan climate change.

Peran Industri Tekstil untuk Mengurangi Efek Perubahan Iklim

Aksi peduli lingkungan perlu dilakukan oleh industri tekstil. Sektor ini menempati peringkat kedua sebagai penghasil polusi di alam. Dimana polusi tersebut berdampak pada pemanasan global. Polusi udara yang dihasilkan saat proses produksi memperbesar konsentrasi gas rumah kaca. Menyebabkan suhu bumi meningkat melebihi ambang batas setiap tahunnya. Kondisi ini menjadi pemicu terjadinya bencana alam.

Indonesia menduduki peringkat 10 negara penghasil tekstil. Merupakan eksportir produk pakaian yang berada di peringkat 12 dunia. Dengan kata lain, perannya dalam memperparah emisi karbon cukup besar. Menjadi catatan sendiri bagaimana upaya Indonesia untuk mengurangi efek buruk krisis iklim sesuai komitmen di COP26. Berbagai kebijakan diterapkan untuk industri hulu maupun hilir untuk membuktikan komitmen tersebut.

Peran Industri Hulu dan Hilir Terhadap Resiko Pencemaran Lingkungan

Industri hulu adalah tempat terjadinya proses pembuatan alat-alat kebutuhan pabrik, serta mengolah bahan mentah menjadi setengah jadi. Hasilnya kemudian akan digunakan oleh industri hilir untuk produksi akhir. Dalam dunia tekstil, tidak hanya digunakan bahan anorganik sebagai bahan baku pembuatan pakaian. Namun saat ini lebih banyak digunakan bahan sintetis seperti polyester. Serat benang polyester dihasilkan dari minyak bumi.

Mengikuti sertifikasi proses produksi, penggunaan bahan mentah serta hasil akhir yaitu produk dan hasil buangannya. Ini perlu dilakukan sebagai kontrol terhadap proses yang dilaksanakan dalam industri.

Pengolahan minyak bumi menjadi serat-serat benang membutuhkan bahan bakar dari batu bara. Produksi dalam jumlah banyak, sudah pasti akan menghasilkan pembakaran karbon lebih besar yang berdampak pada lingkungan. Tidak berhenti disitu, proses yang terjadi di industri hilir juga berpotensi menghasilkan limbah. Pengolahan bahan polyester menjadi pakaian jadi juga berdampak pada pencemaran lingkungan air dan tanah.

 

Salah satunya pada proses pewarnaan. Saat ini lebih banyak digunakan pewarna tekstil sintetis yang menghasilkan limbah ke aliran sungai. Menyebabkan ketidakseimbangan pH dan mengancam kehidupan air. Penggunaan benang atau serat kain dari hasil pengolahan minyak bumi mencemari tanah karena tidak mudah terdegradasi. Dibutuhkan waktu ribuan tahun dalam proses penguraiannya. Ini menyebabkan toxic dan mengganggu keseimbangan tanah.

Upaya Industri Tekstil Mengurangi Perubahan Iklim

Demi mengurangi dampak negatif hasil pengolahan industri hulu maupun hilir sektor tekstil, perlu upaya lebih. Sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan, meminimalisir pencemaran menjadi langkah terbaik, seperti berikut ini.

 

  1. Menggunakan bahan baku ramah lingkungan

Mulai mengalihkan penggunaan bahan baku beresiko dan mengganti dengan yang ramah lingkungan. Mudah diurai, tidak meninggalkan residu baik di dalam air maupun tanah. Salah satunya memanfaatkan benang Candimas. Benang ini berasal dari material organik. Diolah dari bahan dasar kayu yang hasil akhirnya nanti dapat terdegradasi dengan cepat dan mudah di alam. Material tencel menyerap pewarna alami lebih baik sehingga tidak perlu pewarna sintetis.

  1. Sertifikasi

 

Memastikannya aman mulai dari awal hingga akhir. Baik bagi lingkungan sekitar maupun konsumen sebagai pengguna produk. Tidak menimbulkan pencemaran atau menyebabkan iritasi.

  1. Pengurangan proses yang menggunakan emisi karbon

Mengurangi emisi karbon dalam proses produksi bahan mentah, alat berat, mesin maupun pengolahan menjadi produk akhir. Misalnya efisiensi energi yang produksinya memanfaatkan bahan bakar batu bara.Mengurangi proses yang melibatkan proses pembakaran bahan bakar fosil. Sebab ini juga menjadi pemicu emisi karbon meningkat dalam konsentrasi tinggi. Sebaliknya, ganti dengan energi bersih dan terbarukan.

Dalam proses industri tekstil, paling tepat Anda menggunakan bahan-bahan organik ramah lingkungan. Anda dapat memilih bahan baku kain dari Lakumas, spesialis serat kain organik berkualitas dan aman bagi lingkungan.