Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #BenangRayon

Selain Sutera, Ini Bahan Baku Tenun yang Banyak Dipakai

Saat ini, banyak kain tenun dibuat dari serat alami maupun serat sintetis. Seperti yang sudah diketahui, kain tenun jadi salah satu komoditas tekstil paling dicari. Nilai dan keistimewaannya sangat tinggi. Ada banyak sekali jenis tenun yang sangat terkenal hingga luar negeri. Tenun Sumba, Bali dan Toraja memiliki nilai tertinggi karena karakter istimewanya. Ketiganya memiliki corak khas yang melambangkan keharmonisan. Bukan hanya coraknya saja, tapi juga benang yang digunakan tidak sembarangan. Umumnya, mereka menggunakan serat dari alam seperti serat selulosa. Namun, sebenarnya masih banyak lagi jenis benang yang sering dipakai. Benang yang Sering Dipakai atau Digunakan Faktanya, sampai saat ini ada banyak sekali jenis benang maupun kain. Beberapa diantaranya merupakan bahan semi-sintetis dari gabungan 2 jenis benang. Berikut beberapa jenis kain yang sering dipakai. 1.	Katun Cotton sebenarnya merupakan kain yang cukup banyak dijumpai. Selain itu, cotton juga memiliki banyak varian lain mulai dari jenis biasa, combed, dan sebagainya. Setiap jenis tentu memiliki perbedaan masing-masing. Misalnya adalah cotton combed yang merupakan jenis cotton biasa, tapi ada penyisiran pada bagian akhir. Hasilnya, serat-serat kapas pada permukaan dapat dihilangkan serta menjadikan cotton combed jadi lebih halus. Ada juga japanese cotton yang merupakan 100% dari bahan organik sekitar. Karena menggunakan bahan organik, teksturnya juga jauh lebih halus. Bahkan, tingkat penyerapan keringat juga sangat baik. Ada juga jenis toyobo dengan karakter tebal serta lebih glossy. Meski lebih tebal, tapi ketika digunakan tidak mudah gerah. Hal ini juga yang membuatnya banyak dipakai untuk membuat tenun. 2.	Rayon Secara teknis, ini merupakan benang yang terbuat dari serat kayu atau serat selulosa. Namun, dengan adanya kombinasi menggunakan bahan lain membuatnya memiliki banyak jenis mulai dari spandex hingga jersey. Spandex sendiri umumnya memilki karakteristik warna cerah dan mampu lekuk badan. Di sisi lain, tekstur permukaannya cukup lembut dan lentur. Biasanya juga sering dipakai untuk membuat tenun khas. Ada juga jenis yang cocok untuk membuat jersey. Dari sisi karakteristik, jersey memiliki sifat melar dan mengkilap. Permukaannya sangat lembut meskipun daya serapnya sangat rendah. Kombinasi lain adalah yang menghasilkan PE. Tekstur luarnya cukup kasar sehingga mudah untuk robek. Selain itu, ketika digunakan juga terasa cukup panas sehingga jarang dipakai untuk membuat tenun. 3.	Tencel Sama seperti bahan kain lainnya, jenis satu ini juga memiliki beberapa varian. Umumnya, banyak industri tekstil juga mengkombinasikannya dengan bahan lain. Jadi, varian dari kain untuk tenun jauh lebih banyak. Misalnya, jenis lyocell memiliki karakteristik yang nyaman dan lembut. Daya serapnya juga sangat baik sehingga banyak digunakan. Lyocell juga sering dipakai untuk membuat tenun khas. Ada juga jenis tencel-modal yang juga memiliki permukaan lembut dan nyaman. Bahkan, ini lebih lentur dari pada lyocell. Baik lyocell maupun modal merupakan olahan dari pelarutan serat selulosa. 4.	Acrylic Akrilik banyak dikenal juga dengan nama cashmillon, vannel, hingga orlon. Meski penyebutannya berbeda, tapi karakteristiknya sama. Akrilik memiliki kemiripan dengan kain wol dan membuatnya sering digunakan sebagai syal. Karakteristik tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat kain tenun. Banyak daerah lebih memiliki akrilik karena lebih baik dari sisi kualitas. Terutama karena lebih tebal dan hangat. Namun, akrilik justru jarang digunakan untuk tenun biasa. Jika tenun tersebut diproduksi secara massal dan untuk diperjualbelikan, biasanya menggunakan kain yang lebih ringan dari pada akrilik. Memang, tenun dapat dibuat menggunakan banyak jenis benang. Namun, tidak semua benang mampu menghasilkan tenun berkualitas. Serat alami biasanya lebih dipilih karena kualitasnya lebih terjamin.

Saat ini, banyak kain tenun dibuat dari serat alami maupun serat sintetis. Seperti yang sudah diketahui, kain tenun jadi salah satu komoditas tekstil paling dicari. Nilai dan keistimewaannya sangat tinggi.

Ada banyak sekali jenis tenun yang sangat terkenal hingga luar negeri. Tenun Sumba, Bali dan Toraja memiliki nilai tertinggi karena karakter istimewanya. Ketiganya memiliki corak khas yang melambangkan keharmonisan.

Bukan hanya coraknya saja, tapi juga benang yang digunakan tidak sembarangan. Umumnya, mereka menggunakan serat dari alam seperti serat selulosa. Namun, sebenarnya masih banyak lagi jenis benang yang sering dipakai.

Benang yang Sering Dipakai atau Digunakan

Faktanya, sampai saat ini ada banyak sekali jenis benang maupun kain. Beberapa diantaranya merupakan bahan semi-sintetis dari gabungan 2 jenis benang. Berikut beberapa jenis kain yang sering dipakai.

  1. Katun

Cotton sebenarnya merupakan kain yang cukup banyak dijumpai. Selain itu, cotton juga memiliki banyak varian lain mulai dari jenis biasa, combed, dan sebagainya. Setiap jenis tentu memiliki perbedaan masing-masing.

Misalnya adalah cotton combed yang merupakan jenis cotton biasa, tapi ada penyisiran pada bagian akhir. Hasilnya, serat-serat kapas pada permukaan dapat dihilangkan serta menjadikan cotton combed jadi lebih halus.

Ada juga japanese cotton yang merupakan 100% dari bahan organik sekitar. Karena menggunakan bahan organik, teksturnya juga jauh lebih halus. Bahkan, tingkat penyerapan keringat juga sangat baik.

Ada juga jenis toyobo dengan karakter tebal serta lebih glossy. Meski lebih tebal, tapi ketika digunakan tidak mudah gerah. Hal ini juga yang membuatnya banyak dipakai untuk membuat tenun.

  1. Rayon

Secara teknis, ini merupakan benang yang terbuat dari serat kayu atau serat selulosa. Namun, dengan adanya kombinasi menggunakan bahan lain membuatnya memiliki banyak jenis mulai dari spandex hingga jersey.

Spandex sendiri umumnya memilki karakteristik warna cerah dan mampu lekuk badan. Di sisi lain, tekstur permukaannya cukup lembut dan lentur. Biasanya juga sering dipakai untuk membuat tenun khas.

Ada juga jenis yang cocok untuk membuat jersey. Dari sisi karakteristik, jersey memiliki sifat melar dan mengkilap. Permukaannya sangat lembut meskipun daya serapnya sangat rendah.

Kombinasi lain adalah yang menghasilkan PE. Tekstur luarnya cukup kasar sehingga mudah untuk robek. Selain itu, ketika digunakan juga terasa cukup panas sehingga jarang dipakai untuk membuat tenun.

  1. Tencel

Sama seperti bahan kain lainnya, jenis satu ini juga memiliki beberapa varian. Umumnya, banyak industri tekstil juga mengkombinasikannya dengan bahan lain. Jadi, varian dari kain untuk tenun jauh lebih banyak.

Misalnya, jenis lyocell memiliki karakteristik yang nyaman dan lembut. Daya serapnya juga sangat baik sehingga banyak digunakan. Lyocell juga sering dipakai untuk membuat tenun khas.

Ada juga jenis tencel-modal yang juga memiliki permukaan lembut dan nyaman. Bahkan, ini lebih lentur dari pada lyocell. Baik lyocell maupun modal merupakan olahan dari pelarutan serat selulosa.

  1. Acrylic

Akrilik banyak dikenal juga dengan nama cashmillon, vannel, hingga orlon. Meski penyebutannya berbeda, tapi karakteristiknya sama. Akrilik memiliki kemiripan dengan kain wol dan membuatnya sering digunakan sebagai syal.

Karakteristik tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat kain tenun. Banyak daerah lebih memiliki akrilik karena lebih baik dari sisi kualitas. Terutama karena lebih tebal dan hangat.

Namun, akrilik justru jarang digunakan untuk tenun biasa. Jika tenun tersebut diproduksi secara massal dan untuk diperjualbelikan, biasanya menggunakan kain yang lebih ringan dari pada akrilik.

Memang, tenun dapat dibuat menggunakan banyak jenis benang. Namun, tidak semua benang mampu menghasilkan tenun berkualitas. Serat alami biasanya lebih dipilih karena kualitasnya lebih terjamin.

Selain Karung Goni, Ini Limbah yang Dapat Dimanfaatkan

pentingnya pengelolaan limbah industri membuat banyak ide kreatif muncul. Misalnya saja mengubah karung goni menjadi produk bernilai, seperti tas bansos.

Industri tekstil merupakan salah satu industri yang banyak membuat atribut, misalnya spanduk. Sayangnya, industri ini banyak dinilai memberikan dampak negatif, baik bagi kesehatan maupun lingkungan.

Seperti yang sudah diketahui, industri ini dekat dengan zat kimia. Faktor kesehatan membuat beberapa orang menilai bekerja di tempat tersebut tidak aman. Risiko kesehatan dapat terjadi kapan saja.

Di sisi lain, keprihatinan terhadap lingkungan juga membuat banyak orang mulai melakukan gerakan secara massal. Gerakan limbah tekstil digalakkan demi mengurangi dampak lingkungan akibat industri tersebut.

Bahaya Limbah Tekstil yang Dapat Mengancam Kesehatan

Faktanya, limbah bahan kimia jadi salah satu ancaman paling nyata yang harus diwaspadai. Limbah dari industri teksi, baik saat masa awal hingga disposal patut jadi perhatian.

Secara umum, limbah dari industri ini memiliki 3 bentuk, padat, cair, dan gas. Ketiganya bisa jadi limbah bahkan saat masa proses industri. Ditambah beberapa orang juga ikut terlibat menyumbang limbah.

Salah satu yang paling banyak menyumbang presentase kerusakan adalah limbah padat. Kain, aksesoris, hingga berbagai bahan habis pakai banyak dijumpai. Misalnya goni yang sudah tidak terpakai.

Limbah cair juga ikut menyumbang bahaya di sekitar masyarakat. Pewarna yang digunakan menggunakan zat kimia berbahaya. Sebut saja senyawa seperti NaOH, H2O2, Na2CO3, CMC hingga PVA.

Sedangkan untuk limbah yang berbentuk gas biasanya muncul dari asap mesin industri. Asap tersebut mampu merusak lapisan ozon yang menyebabkan pemanasan. Selain itu, gas yang dihasilkan juga bersifat B3.

Pengelolaan Limbah dari Spanduk Kain

Ini merupakan salah satu limbah tekstil yang cukup banyak dijumpai. Umumnya, produk ini sering dipakai hanya saat momen-momen tertentu saja. Sebut saja ketiga acara Agustusan, menjelang pemilu, atau momen lain.

Setelah momen itu berakhir, biasanya atribut tersebut hanya dijadikan limbah. Sayangnya, banyak orang orang tidak menyadari potensi ekonominya. Atribut ini dapat disulap jadi sebuah produk baru bernilai ekonomi.

Salah satu yang paling banyak dijumpai adalah membuat tas belanjaan. Beberapa pengrajin mengubah atribut tersebut jadi lebih menarik. Dengan sentuhan kreatifitas dan inovasi baru, tas ini jadi bernilai tinggi.

Daur Ulang Tas Bansos yang Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa tas bantuan presiden bansos sering dijadikan limbah. Hal ini terjadi karena tas tersebut tidak memiliki nilai ekonomi tinggi. Padahal, jika Anda mampu mengolahnya justru menguntungkan.

Banyak pengrajin menggunakan tas bansos sebagai bahan baku membuat kerajinan. Beberapa diantaranya adalah anyaman, syal, dan souvenir lain. Bahkan, terkadang juga dibuat sebagai tas modis terbaru.

Anda dapat mengumpulkan limbah tersebut dan kemudian mencucinya. Tas bansos dapat di daur ulang menjadi tas belanja dengan bentuk lebih menarik. Hanya perlu menambahkan sentuhan kreatifitas dan inovasi saja.

Daur Ulang Goodybag yang Sering Dijumpai

Goodybag juga sangat sering dijumpai sebagai sebuah limbah meresahkan. Biasanya, goodybag sering dibuang ke sungai. Hal ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan banjir yang parah.

Anda dapat mencoba melakukan daur ulang goodybag. Caranya, cukup kumpulkan goodybag dan berikan sentuhan kreatifitas. Biasanya, pengrajin membuat daur ulang goodybag menjadi gelang kain atau aksesoris lainnya

Aksesoris lainnya adalah membuat dompet kain. Faktanya, banyak orang memilih menggunakan dompet kain karena terlihat lebih vintage. Manfaatkan peluang ini untuk mengurangi limbah tekstil goodybag.

Anda juga dapat membuat tas pinggang menggunakan limbah goodybag. Tentu Anda juga membutuhkan bahan lainnya supaya terlihat lebih menarik. Dengan begitu, aksesoris yang Anda buat memiliki nilai lebih.

Pentingnya dalam pengolahan limbah industri memang semakin mendesak. Anda perlu ikut ambil bagian dalam gerakan tersebut. Misalnya saja memanfaatkan karung goni untuk di daur ulang menjadi produk bernilai ekonomis.

Kenali Cara Membuat Tie Dye Metode Warna untuk Menghias Kaos (bagian 4)

untuk membuat hasil kreasi tie dye Anda lebih menarik cobalah mengganti metode pencelupannya, mengganti ke bahan organik, dan menggunakan multi warna

Terdapat satu metode populer untuk memberikan warna pada sebuah kain atau kaos, sebutannya adalah pencelupan warna atau tie dye. Metode tersebut berkembang sekitar tahun 60 – 70 an dan semakin populer hingga sekarang.

Hasil warnanya yang unik, tidak teratur, dan caranya mudah menambah minat orang untuk bereksperiman. Terlebih setelah adanya kebijakan untuk mengurangi mobilitas dengan dilakukannya PPKM darurat 2021.

Beberapa Metode Tie Dye dengan Bahan Organik

Meskipun terlihat seperti dicelupkan ke bahan warna saja, tetapi ternyata ada banyak metodenya. Perbedaan metode akan menghasilkan corak berbeda. Agar hasil maksimal, sangat disarankan agar menggunakan kain berbahan organik.

1.     Teknik Jumputan

Cara pencelupan ini merupakan gaya khas masyarakat Indonesia, sering ditemukan di berbagai daerah seperti jawa tengah atau bali. Untuk membuatnya tidak begitu mudah, yaitu dengan menjumput (mengambil sedikit bagian kainnya).

Kain tersebut kemudian dimasukkan kelereng di dalamnya dan dicelupkan pada obat pewarna. Cobalah berimajinasi tentang hasilnya, sehingga Anda bisa memutuskan untuk mengambil berapa jumputan dalam satu buah kain atau kaos.

Pewarnaan umumnya satu warna saja, tetapi apabila Anda ingin ada beberapa ragam corak warna, juga bisa. Caranya adalah dengan memberikan ember warna lain dan menjumput, lalu mencelupkannya ke warna lain setelah warna pertama kering.

2.     Teknik Ombre

Berbeda dengan jumputan yang aliran warnanya diatur sendiri, teknik ombre memanfaatkan daya kapilaritas dan daya serap kainnya. Pada dasarnya warna akan merambat ke mediumnya, sifat warna inilah yang dimanfaatkan dalam teknik Ombre.

Cara pembuatannya sederhana, yaitu tinggal mencelupkan sebagian kaos atau kain pada pewarna, kemudian dibiarkan beberapa saat hingga warnanya naik secara alamiah. Ketebalan warna dan motifnya juga alamiah, sesuai proses penyerapannya.

Agar hasilnya lebih maksimal, gunakanlah bahan rayon. Bahan dasarnya kain ini berasal dari material organik, yaitu bagian selulosa pada tumbuhan. Biasanya berbahan organik daya resap tintanya lebih besar dan indah.

3.     Teknik Accordion

Apabila teknik jumputan bentuknya melingkar, ini bentuknya memanjang seperti akordeon. Caranya adalah menutup bagian kainnya dengan benang dan jarum, ditarik sedemikian rupa kemudian dicelupkan pada tinta.

Berkreasi dengan kaos dan warna ternyata menyenangkan dan asyik, selain bisa mendaur ulang kaos yang sudah pudar warnanya juga melatih daya kreasi. Pembuatannya juga cukup mudah, seperti namanya tinggal melakukan pencelupan warna pada kain yang telah dipola.

Bahan kain yang mudah menyerap warna adalah yang menggunakan benang katun dan benang rayon. PT. Lakumas menghasilkan produk benang rayon berkualitas yang sudah dipakai oleh banyak pengrajin untuk berbagai keperluan kain.

 

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini

Alasan Menyulam Cocok Sebagai Aktivitas Ketika WFH 2021 (Bagian 3)

menyulam memberikan beberapa keuntungan bagi Anda, mulai dari menambah pundi – pundi kantong, hingga meningkatkan estetika pakaian yang Anda kenakan Selain memikirkan tentang kerja dari rumah juga harus membagi aktivitas PPKM di rumah. Mulai dari mempertimbangkan belanja, mengurus rumah, hingga menentukan sarana rekreasinya. Mengingat saat ini Mall harus tutup 100% dan banyak jalan di sekat.

Refreshing penting untuk menjaga agar pikiran tetap positif. Kondisi pikiran positif ini sangat diperlukan agar mengurangi kepanikan, kecemasan, dan ketakutan yang berlebihan. Sehingga masih bisa berpikir sehat dan tetap waspada.

Cobalah Aktivitas Menyulam Selama PPKM di Rumah

Tentunya Anda sudah pernah melihat sulaman, baik secara langsung atau dari internet. Hasilnya cukup bagus bukan, bisa digunakan untuk menghias baju, celana, kain, atau bahkan membuat karya seni khusus dari sulaman saja. Ini beberapa alasan Anda wajib mencobanya.

1.     Membutuhkan Modal Sedikit

Membuat sulaman tidaklah memerlukan modal besar, Anda bisa memanfaatkan berbagai perlengkapan yang sudah ada sebelumnya. Seperti kain dan benangnya misalnya, apabila ada anggota keluarga suka menjahit atau merajut pasti punya perlengkapannya.

Pada dasarnya satu jarum dan satu benang saja bisa membuat sebuah sulaman, tetapi hasilnya monoton dan tidak bervariasi. Tambahkan sedikit modal untuk membeli beberapa jenis benang, agar hasilnya lebih bervariasi dan terlihat hidup.

2.     Tidak Harus Mahir atau Memiliki Jiwa Seni Tinggi

Tidak harus terampil dulu, mulai dari membuat sketsanya hingga membuat pola sulamannya. Anda bisa melihat beberapa guide yang menunjukkan beserta hitungannya, sehingga Anda bisa mengikutinya persis. Tidak harus menghasilkan karya unik dulu, membiasakan dulu.

Nantinya setelah terbiasa menggunakan berbagai macam benang dan menghasilkan beragam karya, maka sudah saatnya bereksperimen . Cobalah membuat corak baru dan selesaikanlah, itu akan menjadi karya yang sangat membanggakan.

3.     Bernilai Ekonomis

Selain mempercantik penampilan, karya tersebut ternyata bisa dijual loo. Bentuknya beragam, mulai dari menjual jasa desainnya hingga mampu menjual karya seni dari hasil sulamannya. Cobalah berbagai jenis benang, seperti benang acrilic, hasilnya lebih menarik.

4.     Mempercantik Baju, Celana, dan Kain

Ingin rasanya selalu mengenakan pakaian yang cantik, lucu, dan keren. Caranya adalah dengan menghiasnya sendiri, Anda bisa memanfaatkan keterampilan sulamnya hingga membentuk pola yang unik,

Kebutuhan untuk menjaga imunitas tubuh memang penting, tetapi juga jangan lupakan refreshing untuk kesehatan jiwa. Langkah peningkatannya adalah dengan menjaga aktivitas PPKM di rumah dan melatih kreativitas dengan membuat sulaman.

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini

Manfaat Merajut Selama Menghadapi PPKM Darurat 2021 (Bagian 2)

Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan selama berada di rumah ketika PPKM darurat 2021 ini, salah satunya adalah merajut. Bagi sebagian orang merajut mungkin melelahkan atau ribet, tetapi ternyata aktivitas ini cukup menyenangkan untuk dicoba.

Ada berbagai macam benda yang bisa dibuat dengan merajut, mulai dari boneka tangan, gantungan kunci, atau mini pouch. Hasil karya tersebut nantinya bisa digunakan sebagai hiasan atau ornamen di berbagai rumah Anda.

Selain Melatih Kreativitas, ini Manfaat Lain dari Merajut

Rajutan adalah sebuah buah tangan dari benang yang diikatkan menggunakan berbagai macam simpul. Meskipun terlihat sedikit ribet, tetapi aktivitas ini memberikan berbagai manfaat. Terlebih apabila dilakukan bareng anak kecil.

1.     Melatih Motorik

Membuat sebuah rajutan memerlukan keterampilan jari dan tangan dalam mengambil dan memasukkan benangnya ke dalam simpul. Keterampilan tangan tersebut memerlukan koordinasi yang baik antara penglihatan dan otot – otot jari.

Terlalu aktif menggerakkan jari – jarinya akan membuat simpulnya tidak sempurna bentuknya, bisa kebesaran atau kekecilan. Apabila keterampilan ini dilatih, kecakapan dalam mengotak-atik benda kecil juga akan ikut meningkat.

2.     Membentuk Sifat teliti dan Sabar

Sebuah rajutan tidaklah mudah untuk dibuat, memerlukan proses panjang, mulai dari memilih jenis benangnya apakah benang acrilic, katun, wool, dan sebagainya. Hingga menyusun simpul dari seutas benang menjadi bentuk yang diinginkan.

Proses tersebut tidaklah sebentar, selain itu juga harus berkonsentrasi dalam merajut. Karena harus memperhatikan hitungan dari simpulnya. Ketika hitungannya tidak tepat, nanti berpengaruh pada hasilnya yang menjadi tidak rapi.

3.     Bisa Dilakukan Ketika Beraktivitas Lainnya

Manfaat lainnya adalah bisa melakukan aktivitas lain sambil menyelesaikan rajutannya. Seperti mengikuti webinar, mendengarkan podcast, menonton tv, atau sekedar bersantai di kamar. Tidak perlu waktu khusus untuk membuat rajutannya.

Untuk menjaga hitungan rajutannya, usahakan selalu membuat catatan ketika hendak menyelesaikannya. Sehingga ketika hendak melanjutkan merajutnya, bisa melihat catatan terakhirnya. Dengan demikian kualitas hasilnya tetap terjaga.

Tentu berdiam diri di rumah selama beberapa minggu bukanlah sesuatu hal yang menyenangkan. Namun Anda bisa mengubah kondisi tersebut menjadi semakin menantang dengan mengasah kreativitas dan mengembangkan keterampilan.

Salah satunya adalah membuat rajutan untuk hiasan atau aksesoris di rumah Anda. Aktivitas PPKM di rumah dengan menghasilkan rajutan akan memberikan manfaat, berupa terasahnya kreativitas, terbiasa teliti, dan sabar dalam berproses.

Untuk melihat bagian lainnya:
Bagian 1 klik disini

Bagian 2 klik disini

Bagian 3 klik disini

Bagian 4 klik disini