Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #BenangRayon

Bagaimana Fashion Sarung Tenun menyambut Bulan Suci Ramadhan?

Membahas tentang budaya Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya karena Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat melimpah. Setiap daerah di Indonesia bahkan punya budaya yang berbeda-beda, mulai dari kebudayaan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya. Setiap kebudayaan memiliki daya tarik tersendiri, termasuk dalam fashion.

Fashion berkaitan dengan berbagai macam jenis pakaian, mulai dari baju, celana, dress, rok, kemeja hingga sarung. Sarung selalu identik dengan ramadhan karena banyak orang yang menggunakan sarung saat melaksanakan ibadah di masjid. Sarung juga digunakan sebagai fashion menarik, apalagi dengan motif tenun yang mengagumkan.

Sarung Tenun di Indonesia dengan Beragam Motif

Ada banyak sarung tenun yang bisa kita jumpai di Indonesia dengan beragam motif menarik. Dua jenis kain tenun yang populer untuk dijadikan sarung adalah kain tenun goyor dan kain tenun endek. Kain tenun goyor memiliki karakter adem dan halus.

Berbeda lagi dengan kain tenun endek yang memiliki ciri khas berupa motif beragam dan warna mencolok. Biasanya, kita menjumpai kain tenun endek bermotif Patra, Wajik Ukir, Rang-rang, Pewayangan, Jumputan, hingga Encak Saji. Sedangkan, untuk warna yang sering digunakan adalah warna kuning, ungu, merah dan lainnya.

Seberapa Pentingkah Sarung dalam Budaya Muslim di Indonesia?

Mendengar kata sarung, pasti benak kita langsung memikirkan muslim. Sarung memang selalu dikaitkan dengan budaya muslim karena memang sebagian besar orang yang menggunakan sarung adalah orang islam, meskipun ada juga beberapa orang dengan kepercayaan lain juga menggunakan sarung dalam kesehariannya.

Sarung sering digunakan bagi orang muslim pria untuk melaksanakan ibadah sholat. Meski diperbolehkan menggunakan celana, tapi sarung membuat ibadah kita menjadi lebih afdol. Bahkan, bukan hanya saat sholat, banyak juga para muslim yang menggunakan sarung untuk kegiatan sehari-hari atau saat merayakan bulan suci ramadhan.

Bagaimana Cara Pembuatan Sarung Tenun?

Pembuatan kain tenun untuk dijadikan sarung bisa dilakukan menggunakan mesin atau dengan manual. Penggunaan mesin dalam pembuatan kain tenun tentu membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat. Anda tinggal memasangkan alat dan bahan yang digunakan maka mesin akan mengerjakan proses pembuatan kain tenun.

Pembuatan kain tenun secara manual juga tidak kalah seru untuk disimak. Proses pertama adalah menghani atau proses pembuatan helaian-helaian benang, memasang benang lungsi pada bum benang lungsi, pencucukan pada mata gun, pencucukan pada sisir, mengikat benang lungsi pada bum kain, penyetelan, menenun hingga melepas tenunan.

Sarung Berbahan Dasar Tencel dan Rayon Memberikan Berbagai Keunggulan

Tidak sembarangan bahan atau benang yang bisa digunakan dalam pembuatan kain tenun untuk dijadikan sarung. Bahan yang biasa digunakan dan memiliki kualitas tinggi adalah tencel dan rayon. Kedua bahan ini memiliki keunggulan pada teksturnya karena sangat halus saat di sentuh.

Meski lembut, tapi serat kainnya sangat kuat sehingga tidak mudah rusak saat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sarung. Kedua bahan ini juga bisa menyesuaikan dengan suhu alami sehingga akan mendinginkan saat musim panas dan akan memberikan kehangatan saat musim dingin.

Lakumas Mensuplai Tencel dan Rayon untuk Keperluan Sarung

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki bahan dasar tersebut, sarung yang dihasilkan pastinya juga lebih berkualitas dibanding menggunakan bahan dasar lainnya. Tidak heran jika permaisuri Malaysia pernah memborong benang Tencel Lakumas saat berada di pameran Kain Tradisional ASEAN. Apalagi, Lakumas terus mengembangkan inovasi untuk kain ini.

Bagi Anda yang membutuhkan kain tradisional dengan bahan yang berkualitas, maka PT. Lakumas pilihannya. Lakumas terus menerus berkontribusi melestarikan budaya Indonesia melalui kain tenun tradisional dengan bahan dasar yang berkualitas. Dengan bahan berkualitas ini, Anda akan mendapatkan sarung tenun dengan motif menarik dan bahan awet.

Pakaian Menjelang Imlek, Adakah Pakaian Imlek Ramah Lingkungan?

Persiapan imlek selalu menjadi salah satu momen yang sangat menyenangkan. Perayaan ini selalu dinantikan bukan hanya bagi penganutnya. Banyak orang juga merayakannya karena ada banyak event khusus yang bisa dinikmati. Bagi etnis Tionghoa, imlek jelas menjadi momen saling berbagi bersama keluarga. Selain itu, ada yang menarik dari perayaan ini. Ya, hampir semua yang berbau imlek menggunakan elemen warna merah.

Salah satu yang digunakan adalah pakaian imlek. Jika diperhatikan, pakaian ini cukup unik karena memiliki ciri khas Tionghoa. Saat ini, banyak pakaian imlek yang sudah menggunakan konsep sustainable fashion.

Cheongsam Sebagai Pakaian Imlek

Ini adalah busana yang sangat identic dengan imlek. Sekarang, ada banyak pilihan baik warna maupun motif yang bisa dipilih. Bahkan, bahan yang digunakan juga semakin berkembang. Namun, jika ingin mendapatkan busana yang menarik maka tidak bisa asal memilihnya. Bagi perempuan, maka harus memilih busana yang mampu menyesuaikan siluet tubuh. Itu juga akan memberikan kesan berbeda.

Selain itu, busana tersebut juga memiliki beberapa tipe seperti gaya tomboy dan juga two pieces. Untuk memperlihatkan kesan anggun, maka pilihlah busana two pieces dengan gaya peplum. Selain itu, perlu diketahui bahwa busana ini tidak harus selalu berwarna merah. Memang, imlek identic dengan warna merah. Namun, jika ingin memberikan suasana dan kesan berbeda bisa menggunakan warna lain.

Memilih Kaos Ramah Lingkungan

Kesadaran akan lingkungan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal tersebut membuat pemilihan busana ini juga diperhatikan. Sudah banyak orang mulai memilih busana imlek ramah lingkungan. Selain itu, hal ini juga didukung dengan banyaknya bahan yang memang ramah lingkungan. Bahan-bahan ini bahkan tidak merusak lingkungan meskipun sudah tidak digunakan kembali menjadi busana.

Singapura menjadi salah satu Negara yang telah memiliki kesadaran tinggi akan sustainable fashion. Banyak toko menyediakan layanan sustainable fashion karena perhatian dan permintaan semakin meningkat. Hal ini kemudian dimanfaatkan untuk melakukan kampanye lanjutan. Selain itu, upaya tersebut juga dilakukan demi meminimalisir penggunaan set pakaian baru setiap tahun baru imlek tiba.

Fashion yang Terbuat dari Bahan Tencel

Ya, ini merupakan bahan yang sering dijadikan sebagai busana. Menariknya, bahan ini memiliki banyak jenis dan kelebihan. Salah satunya adalah jenis Lyocell dengan karakteristik lembut sehingga lebih nyaman dipakai. Bahan ini banyak dipakai karena secara umum memiliki berbagai kelebihan. Menariknya, ini juga merupakan salah satu bahan yang dapat diproduksi secara berkelanjutan. Artinya, tidak akan menimbulkan limbah lingkungan.

Bahan tersebut juga cukup mudah dalam hal perawatan. Salah satu hal yang penting diperhatikan adalah penggunaan dry clean saat mencucinya. Dengan begitu, bahan tersebut bisa lebih awet. Selain itu, bahan tersebut juga sering dipakai untuk membuat busana imlek karena mudah dikombinasikan. Tidak heran jika berbagai toko selalu menyediakan busana dari bahan ini.

Busana dari Candimas Serat Selulosa

Perlu diketahui bahwa ini adalah bahan yang terbuat dari TencelTM di mana hasil dari serat selulosa. Serat selulosa tersebut dihasilkan dari kayu eukaliptus sehingga memiliki kualitas dan daya tahan kuat. Benang ini juga termasuk ke dalam bahan berkelanjutan. Tentu saja hal tersebut juga akan memberikan kelebihan karena tidak menimbulkan limbah. Bahkan, benang tersebut sangat cocok untuk berbagai kebutuhan busana.

Banyak pakaian imlek juga menggunakan benang tersebut. Karakteristiknya adalah lembut serta dingin saat menyentuh kulit. Menariknya, bagian permukaannya terlihat berkilau sehingga memperlihatkan kesan mewah. Bahan berkelanjutan memang mulai banyak digunakan demi mengurangi limbah lingkungan. Busana imlek sekalipun bahkan menggunakan berbagai bahan berkelanjutan. Salah satunya adalah candimas dengan kualitas tinggi yang diproduksi oleh Lakumas.

Cara Memakai Sarung Dengan Benar

Salah satu jenis produk pakaian yang banyak dibuat dari benang rayon adalah sarung, baik sarung untuk beribadah maupun sarung untuk pakaian tradisional. Sarung yang dibuat dari tenunan benang rayon biasanya bersifat lebih adem dan halus. Selain itu, sarung dari benang rayon juga dapat menyesuaikan dengan musim yang ada sehingga mereka yang memakainya akan terus merasa nyaman. Di musim panas, sarung dari benang rayon akan memberikan efek dingin ke tubuh pemakainya. Sedangkan saat cuaca dingin, sarung dari benang rayon akan beralih fungsi menjadi menghangatkan.

Nah, cara untuk memakai sarung dari benang rayon juga bermacam-macam, tergantung dari adanya aksen tambahan pada sarung tersebut seperti tali atau pengikat semacamnya. Cara memakai sarung dari bahan benang rayon yang rapi dan anti melorot adalah sebagai berikut:

  • Memasang sarung dari atas. Lalu, bentangkan sarung ke kiri dan ke kanan. Pastikan tubuh berada di tengah-tengah lubang sarung.

 

 

  • Jika sudah berada di tengah-tengah bolongan sarung, geser tubuh ke salah satu arah agar sisaan sarung yang dibentang tidak sama panjang. Hal ini akan mempermudah pemakainya untuk mengunci ikatan sarung nanti agar tidak mudah jatuh (ingat bahwa benang rayon bersifat licin dan ‘jatuh’).

 

 

  • Lipat sisa sarung yang lebih pendek ke tengah tubuh (tahan lipatan tersebut sampai lipatan selanjutnya selesai dilakukan).

 

 

  • Lipat bagian yang lebih panjang. Disini, Anda dapat mulai melepaskan tangan Anda di bagian lipatan yang lebih pendek.

 

 

  • Gulung sarung ke bawah tubuh Anda sampai ke bagian pinggul atau pinggang.

 

 

  • Posisi lipatan sarung yang digunakan sebaiknya berada di depan paha agar terlihat rapi dan tidak menyulitkan saat berjalan.

 

 

Jika sarung tidak memiliki bolongan, langkah-langkah untuk mengenakannya tentu saja berbeda. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Bentangkan sarung sehingga tubuh Anda berada persis di tengah-tengah kain.
  2. Lilitkan bagian pinggul atau pinggang Anda dengan kain sarung.
  3. Ambil bagian tengah kain yang sudah dililit sebelumnya untuk dijadikan pengikat, bagi dua.
  4. Ikat keduanya dengan kuat ke bagian belakang tubuh atau pantat agar tidak mudah melorot.

Jadi, begitulah cara memakai sarung dari benang rayon yang benar, rapi, dan dijamin tidak akan mudah jatuh. Pastikan bahwa ikatan atau gulungan yang dilakukan di akhir bersifat kuat agar kain tidak mudah melorot.