Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: BenangCandimas

PENGRAJIN TENUN ATBM DITROSO JEPARA BERSINAR KEMBALI BERKAT MENGERJAKAN TENUN SARUNG GOYOR

Dengan meluasnya wabah pandemi virus corona atau COVID-19, banyak industri terutama tekstil dari skala kecil sampai besar mengalami kesulitan ekonomi dan bangkrut karena terhentinya pesanan dari lokal maupun luar negeri.

Tidak terkecuali Desa Troso, Kabupaten Jepara yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidupnya dari tenun atbm (alat tenun bukan mesin). Seiring dengan terhentinya pesanan dari Bali, banyak para pengrajin tenun yang terpaksa berhenti menenun. Dengan tidak adanya aktivitas tenun, banyak pengrajin yang menganggur dan hasil tabungan mereka terkuras untuk membiayai kebutuhan kehidupan sehari hari.

Mendengar kondisi yang semakin memprihatinkan, LAKUMAS menghubungkan pengrajin tenun Troso dengan pengusaha sarung tenun goyor di wilayah Tegal yang merupakan pembeli setia benang LAKUMAS.

Kerja sama yang sudah berlangsung selama empat bulan terakhir ini berdampak positif bagi kedua belah pihak, baik pengusaha sarung tenun goyor yang mendapat banyak pesanan ekspor ke Afrika maupun pengrajin tenun di Desa Troso untuk menjalankan roda perekonomian di desa tersebut. Di awal bulan September 2020 ini, pengrajin tenun Troso mengirimkan ribuan potong sarung goyor setiap minggunya.

Sarung Goyor penyelamat ATBM TROSOPengalihan produksi daripada kain tenun Bali menjadi sarung tenun goyor di Troso tentunya akan berdampak bagi peningkatan penggunaan benang Rayon berkualitas, yang merupakan produksi rutin sejak 2012. LAKUMAS senantiasa mendukung IKM lokal di tengah pandemi dengan menjamin kestabilan pasokan benang tenun dengan harga kompetitif.

Tenun Songket Siak (RIAU)

Songket berasal dari ‘sungkit’ yang artinya mencungkil dan memerlukan proses mengait. Proses mencungkil dan mengait merupakan dua proses utama yang dilakukan dalam menghasilkan songket. Sebagian orang juga berpendapat bahwa songket berasal dari kata ‘songka’ yang artinya topi penutup kepala, atau ‘songkok’ yang merupakan daerah di Palembang tempat menghasilkan tenunan untuk penutup kepala. Selanjutnya kebiasaan tenunan ini berkembang pada kain dan pakaian.

Songket merupakan jenis kain yang biasanya ditenun menggunakan tangan, memiliki corak yang sedikit rumit dengan menggunakan benang emas ataupun perak. Songket telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Sementara di Indonesia, jenis kain ini dikenal sejak abad ke 13. Pada masa kerajaan Siak diperintah oleh Sultan Sayid Ali, beliau mendatangkan seorang ahli songket dari Kerajaan Terengganu Malaysia. Wanita pengrajin itu bernama Wan Siti Binti Wan Karim. Sultan memintanya mengajari para bangsawan Kesultanan Siak tentang tata cara bertenun. Oleh karena tahapan awal masuknya pengetahuan songket ini pada kalangan bangsawan, maka tak heran jika songket pada mulanya dikenal sebagai pakaian kebesaran kalangan kerajaan pada masa itu. Bagi para bangsawan, hal pakaian songket dianggap sebagai symbol kebesaran dan kebanggaan, dan bagi para pembuat songket memberikan simbol pengabdian kepada kerajaan. Pada perkembangannya, songket Siak tidak hanya dikenal oleh kalangan kerajaan saja, akan tetapi mulai menyatu dengan kehidupan masyarakat Siak.

Untuk lebih mempopularitaskan kerajinan songket yang ada di Indonesia  tentunya di tunjang juga dengan bahan bahan yang harus bagus dan  berkualitas agar kerajianan songket bisa lebih di kenal bukan di kalangan dalam negeri saja tapi juga kebeberapa  ke panca negara, di sini benang candimas dari PT. Laksana Kurnia Mandiri Sejati bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas bahan tenun songket karena  benang candimas terbuat dari serat Tencel yaitu serat organic dari pohon eucalyptus yang berasal dari hutan bersertifikat dan proses produksinya ramah lingkungan , kilau dan nyaman di pakai seperti sutra, benang ini dapat menyerap warna baik alami maupun sintetis , benang ini merupakan unggulan dari PT. Lakumas untuk Mendukung kerajinan textile dan tenun tradisional untuk saat ini.

Benang Candimas

Benang CANDIMAS dapat menghasilkan warna yang tampak halus dan cerah dengan pewarnaan yang sangat baik untuk bahan pewarna alami dan kimia. CANDIMAS terbuat dari TencelTM, serat selulosa dari kayu Eucalyptus bersertifikat. Penampilannya yang halus menawarkan berbagai fitur termasuk produksi/ benang yang berkelanjutan, lembut pada kulit, tahan lama, dingin dan berkilau. Kami memproduksi CANDIMAS sejalan dengan visi kami untuk memperkenalkan benang yang berkelanjutan.

Kami telah memperkenalkan benang ini sebagian besar ke industri tekstil tradisional di Indonesia untuk mendukung penenun tradisional dengan rantai pasokan berkelanjutan dan kualitas hebat. CANDIMAS kami telah menjangkau wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Itu juga mencapai penenun tradisional di Sumatra dan Kalimantan. Tujuan kami selanjutnya adalah untuk menyebarkan benang kami lebih banyak lagi di Indonesia untuk mendukung industri tekstil tradisional.

Ini contoh salah satu Benang Candimas yang kami pasarkan :

Benang Candimas 100% Cones

 

Benang Candimas 100% On Hank
CANDIMAS ON HANK Ne 40/2

 

Dan berikut beberapa sample kain hasil ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin),  yang menggunakan Benang Candimas:

SELENDANG PUTIH DAN SELENDANG ECO PRINT MOTIF ATBM DARI BENANG CANDIMAS 100% NE 60/2

 

KAIN PUTIH DOBBY TEKSTUR ATBM DARI BENANG CANDIMAS 100% NE 60/2

 

Benang CANDIMAS kami memiliki banyak fitur yaitu:

  • Tampilan cerah dan seperti sutra
  • Penyerapan pewarna yang sangat baik termasuk pewarna alami
  • Sentuhan lembut dan sejuk
  • nyaman, daya serap yang kuat
  • Produksi berkelanjutan

Dengan segala kelebihannya, benang CANDIMAS cepat menjadi bahan baku favorit industri tenun tradisional dan sudah digunakan pengrajin tenun di 15 provinsi Indonesia 25 negara di dunia. LAKUMAS sebagai pelopor kain tenun di Indonesia, senantiasa berkomitmen untuk mendukung keberlajutan tenun tradisi Indonesia dengan benang ramah lingkungan, yakni benang CANDIMAS. LAKUMAS menyediakan Produk  Benang Acrylic, Benang Rayon, Benang Crayon dan Benang Candimas berkualitas untuk produk fashion dan kain indoor/outdoor.

Salam Hangat dan Sukses Selalu.

Mari maju #bersamalakumas

 

Mengenal Serat Tencel

Saat ini Bahan bahan ramah lingkungan menjadi  sebuah tren di masyarakat . Misalnya, fashion saaat ini banyak menggunakan tema sustainable fashion dan ramah lingkungan. Dalam Hal ini, Bahan serat lyocell Tencel telah menjadi favorit bagi para produsen dan desainer fashion di Indonesia.

Nama Tencel  merupakan sebuah merek dagang dari serat lyocell yang diproduksi oleh perusaahan Lenzing AG. Kepopuleran branding Tencel membuat istilah Tencel lebih umum digunakan dari pada lyocell baik untuk produk masih serat atau fiber maupun yang sudah menjadi kain.

Tencel ini dibuat dari material lyocell. Serat lyocell adalah salah satu serat buatan selulosa yang akhir-akhir ini banyak digunakan oleh industri tekstil sebagai alternatif pengganti dan pelengkap serat selulosa lainnya seperti rayon viskosa, kupro, modal, asetat dan juga serat kapas.

Lyocell merupakan serat selulosa buatan tanpa menggunakan kedua senyawa kimia tersebut. Bahan dasar serat selulosa lyocell ini berupa chemical pulp regenerasi yang terbuat dari bambu tumbuk dan kayu. Tidak hanya hemat energi, perlindungan lingkungan, tetapi juga pembangunan berkelanjutan. Pakaian yang terbuat dari serat ini tidak hanya memiliki kilau alami , pegangan halus, kekuatan tinggi dan hampir tidak ada penyusutan, tetapi juga memiliki permeabilitas kelembaban yang baik dan permeabilitas udara .Bahan yang dicampur dengan wol memiliki efek yang baik.

Kelebihan Bahan Tencel

  1. Kain Dari bahan Tencel terasa lembut di kulit. Karena sifat ini, Tencel banyak digunakan sebagai produk dan sprei
  2. Tencel nyaman digunakna karena terasa sejuk saat dipakai.
  3. Warna tidak mudah luntur.
  4. Tencel memiliki sifat anti bakteri, Sehingga aman digunakan.

Di Indonesia sudah banyak sekali produk yang menggunakan bahan ini seperti untuk kebutuhan sprei dan fashion. Brand-brand fashion ternama di Indonesia juga sudah banyak yang mengeluarkan produk dengan Tencel seperti LEVIS, dan H&M. Bahkan Produk Benang Candimas yang kami jual, merupakan hasil kaloborasi dari serat Tencel. Dengan segala kelebihannya, benang CANDIMAS cepat menjadi bahan baku favorit industri tenun tradisional dan sudah digunakan pengrajin tenun di 15 provinsi Indonesia. LAKUMAS sebagai pelopor kain tenun di Indonesia, senantiasa berkomitmen untuk mendukung keberlajutan tenun tradisi Indonesia dengan benang ramah lingkungan, yakni benang CANDIMAS. Demikian penjelasan tentang apa itu Tencel dan tentang sedikit ulasan  produk kami, semoga bemanfaat.

 

 

Mari maju #bersamalakumas

Benang Candimas untuk tenun tradisi berkelanjutan

Indonesia adalah negara yang terkenal dengan kain tenun tradisional khas masing-masing daerah. Dari Aceh sampai Papua, dari pulau Talaud sampai Rote, setiap daerah mempunyai kain tenun dengan ciri khas dan keunikan tersendiri. Tiap kain tenun tidak hanya memiliki fungsi estetis, namun juga biasa digunakan dalam acara adat. Keunikan kain tenun tradisional Indonesia mengundang perhatian pecinta tenun dan kolektor baik dari dalam dan luar negeri.

 

Sayangnya, usaha tenun tradisional ini banyak bergantung dengan benang impor seperti katun atau sutra dengan harga yang tinggi. Selain itu ketersediaan benang impor juga tidak stabil. Akibatnya, harga kain tenun menjadi mahal dan terkadang penenun terpaksa memberhentikan usahanya bila stok benang impor kosong.

Berangkat dengan misi membantu para pengrajin tenun dalam negeri dalam penyediaan bahan baku benang berkualitas, PT LAKSANA KURNIA MANDIRI SEJATI dengan pengalamn lebih dari 20 tahun di industri pemintalan benang memperkenalkan benang CANDIMAS yang diproduksi di Indonesia dengan standar kualitas ekspor

Benang CANDIMAS terbuat dari serat TENCEL, yakni serat organik dari sumber kayu yang tersertifikasi dengan proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Mengusung keberlanjutan dalam kain tenun tradisional, benang CANDIMAS merupakan benang ramah lingkungan mulai dari serat, benang, sampai menjadi kain tenun.

Benang candimas bersifat sustainable, artinya ramah terhadap lingkungan dan mudah terurai

Benang CANDIMAS bertekstur halus dan berkilau seperti sutra sehingga menghasilkan kain tenun yang cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia. Penyerapan warna yang bagus baik zat warna alami maupun sintetis dapat menghemat penggunaan bahan pewarna dan air dalam proses pewarnaan. Benang CANDIMAS terbuat dari 100% serat organik sehingga mudah terurai di dalam tanah.

Kain tenun yang terbuat dari benang CANDIMAS mempunyai tekstur lembut dan berkilau seperti sutra. Selain itu karena terbuat dari serat organik, mempunyai kemampuan menyerap kelembaban alami tubuh dan struktur unik serat membuat kain mudah kering. Keunggulan ini membuat kain tenun dari benang CANDIMAS memiliki sifat antibacterial dan cocok untuk kulit sensitif.

Dengan segala kelebihannya, benang CANDIMAS cepat menjadi bahan baku favorit industri tenun tradisional dan sudah digunakan pengrajin tenun di 15 provinsi Indonesia. LAKUMAS senantiasa berkomitmen untuk mendukung keberlajutan tenun tradisi Indonesia dengan benang ramah lingkungan, yakni benang CANDIMAS.