Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: BenangCandimas

Peran Indonesia dan Kita sebagai Warga Dunia Mengatasi Dampak Negatif Perubahan Iklim

Net Zero Emission adalah salah satu tujuan yang ingin dicapai untuk memperlambat kiamat dunia. Tertuang sebagai hasil dari terselenggaranya COP-26 di Gasglow, Skotlandia, Oktober hingga November lalu. NZE bisa dicapai dengan penurunan suhu global hingga level 1,50 C. Pemanasan global yang masih dalam taraf rasional mendukung manusia dan habitat alam mampu beradaptasi dengan adanya perubahan iklim.

Meminimalisir dampak negatifnya seperti krisis pangan yang mengancam eksistensi makhluk hidup. Upaya ini bisa dimulai dari lingkup kecil sebagai warga Negara dunia, didukung peran aktif pemerintah.

Upaya Pemerintah Mengurangi Potensi Bencana Alam Akibat Perubahan Iklim

Pemerintah menunjukkan komitmennya mengurangi dampak negatif perubahan iklim melalui keikutsertaan Perjanjian Paris. Sebagai buktinya, tertuang dalam Undang-undang No. 16 th 2016 yaitu tentang Paris Agreement yang telah disahkan saat itu. Pada COP-26 lalu Indonesia juga menyatakan kesanggupannya menurunkan emisi sebesar 26% secara mandiri, dan 41% atas dukungan Internasional. Target ini diharapkan terealisasi pada tahun 2030.

Komitmen mengurangi penggunaan bahan bakar batu bara dilakukan dengan membuka investasi energi ramah lingkungan. Bekerjasama dengan Bank Pembangunan Asia melakukan transisi ekonomi rendah karbon. Mulai mengenalkan pemberlakuan pajak karbon. Implementasinya masih dikaji mengingat saat ini Indonesia masih mengupayakan pemulihan Ekonomi masyarakat. Pemerintah juga mempertimbangkan kesiapan sektor seperti PLTU batu bara.

Fokus utama perubahan iklim adalah sektor energi, transportasi dan kehutanan. Dari sisi transportasi di kota-kota besar mulai diberlakukan uji emisi. Membuka kerja sama dalam pengadaan mobil listrik. Bidang kehutanan, mengupayakan penurunan laju deforestasi. Salah satunya dengan moratorium ijin perkebunan kelapa sawit. Sebab pembukaan lahan hutan paling banyak digunakan untuk penanaman kelapa sawit.

Aksi Peduli Lingkungan yang Dapat Dilakukan Warga dalam Lingkup Kecil

Bukan hanya mengandalkan program-program pemerintah dalam mengurangi dampak negative dari perubahan iklim. Kita sebagai masyarakat juga perlu melakukan aksi nyata untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Banyak hal dapat dilakukan mulai dari lingkup kecil. Contohnya mengurangi penggunaan plastik sebagai pembungkus. Gunakan bahan yang lebih friendly, dan reusable. Membawa kantong belanja sendiri saat ke supermarket.

Mengurangi penggunaan air minum kemasan plastik sekali pakai. Lebih baik lagi jika membiasakan diri membawa minum air putih dalam botol. Ini akan mengurangi penumpukan sampah plastik. Mulai menerapkan paperless untuk segala keperluan. Saat ini sudah didukung semua transaksi, keperluan pekerjaan, bisnis dan pendidikan menggunakan fasilitas online. Tidak perlu hard copy atau print out.

Mengurangi penggunaan kertas dapat menekan laju deforestasi yang bertujuan untuk industry kayu dan kertas. Secara berkesinambungan dapat mengurangi dampak buruk dari pemanasan global akibat masifnya penebangan pohon. Menggunakan kendaraan umum, untuk mengurangi emisi karbon. Tingginya konsentrasi gas karbon di udara salah satunya disebabkan karena asap kendaraan bermotor dari kendaraan pribadi. Mudah sekali mencegahnya dengan memilih moda transportasi umum.

Menggunakan bahan-bahan p

erawatan yang mudah terdegradasi. Contoh sabun, detergen, shampoo yang mengandung bahan organic. Sehingga tidak menyebabkan pencemaran air tanah dan lingkungan sekitar. Aksi nyata selanjutnya adalah menanam pohon. Sudah sering diselenggarakan penanaman sejuta pohon di lahan-lahan gundul. Tidak perlu menunggu moment seperti ini, anda bisa melakukannya kapan saja.

Mulai dari lingkungan sekitar, misalnya menanam pohon buah-buahan berakar tunggang. Minimal dapat menurunkan suhu di siang hari karena adanya naungan. Lebih bagus lagi menanam pohon berumur panjang. Banyak hal yang dapat dilakukan sendiri sebagai warga dunia dalam tujuan mengatasi dampak perubahan iklim. Tanpa menunggu komando dari pemerintah, kita bisa terus melakukan aksi peduli lingkungan dari hal-hal sederhana.

Selain Sutera, Ini Bahan Baku Tenun yang Banyak Dipakai

Saat ini, banyak kain tenun dibuat dari serat alami maupun serat sintetis. Seperti yang sudah diketahui, kain tenun jadi salah satu komoditas tekstil paling dicari. Nilai dan keistimewaannya sangat tinggi. Ada banyak sekali jenis tenun yang sangat terkenal hingga luar negeri. Tenun Sumba, Bali dan Toraja memiliki nilai tertinggi karena karakter istimewanya. Ketiganya memiliki corak khas yang melambangkan keharmonisan. Bukan hanya coraknya saja, tapi juga benang yang digunakan tidak sembarangan. Umumnya, mereka menggunakan serat dari alam seperti serat selulosa. Namun, sebenarnya masih banyak lagi jenis benang yang sering dipakai. Benang yang Sering Dipakai atau Digunakan Faktanya, sampai saat ini ada banyak sekali jenis benang maupun kain. Beberapa diantaranya merupakan bahan semi-sintetis dari gabungan 2 jenis benang. Berikut beberapa jenis kain yang sering dipakai. 1.	Katun Cotton sebenarnya merupakan kain yang cukup banyak dijumpai. Selain itu, cotton juga memiliki banyak varian lain mulai dari jenis biasa, combed, dan sebagainya. Setiap jenis tentu memiliki perbedaan masing-masing. Misalnya adalah cotton combed yang merupakan jenis cotton biasa, tapi ada penyisiran pada bagian akhir. Hasilnya, serat-serat kapas pada permukaan dapat dihilangkan serta menjadikan cotton combed jadi lebih halus. Ada juga japanese cotton yang merupakan 100% dari bahan organik sekitar. Karena menggunakan bahan organik, teksturnya juga jauh lebih halus. Bahkan, tingkat penyerapan keringat juga sangat baik. Ada juga jenis toyobo dengan karakter tebal serta lebih glossy. Meski lebih tebal, tapi ketika digunakan tidak mudah gerah. Hal ini juga yang membuatnya banyak dipakai untuk membuat tenun. 2.	Rayon Secara teknis, ini merupakan benang yang terbuat dari serat kayu atau serat selulosa. Namun, dengan adanya kombinasi menggunakan bahan lain membuatnya memiliki banyak jenis mulai dari spandex hingga jersey. Spandex sendiri umumnya memilki karakteristik warna cerah dan mampu lekuk badan. Di sisi lain, tekstur permukaannya cukup lembut dan lentur. Biasanya juga sering dipakai untuk membuat tenun khas. Ada juga jenis yang cocok untuk membuat jersey. Dari sisi karakteristik, jersey memiliki sifat melar dan mengkilap. Permukaannya sangat lembut meskipun daya serapnya sangat rendah. Kombinasi lain adalah yang menghasilkan PE. Tekstur luarnya cukup kasar sehingga mudah untuk robek. Selain itu, ketika digunakan juga terasa cukup panas sehingga jarang dipakai untuk membuat tenun. 3.	Tencel Sama seperti bahan kain lainnya, jenis satu ini juga memiliki beberapa varian. Umumnya, banyak industri tekstil juga mengkombinasikannya dengan bahan lain. Jadi, varian dari kain untuk tenun jauh lebih banyak. Misalnya, jenis lyocell memiliki karakteristik yang nyaman dan lembut. Daya serapnya juga sangat baik sehingga banyak digunakan. Lyocell juga sering dipakai untuk membuat tenun khas. Ada juga jenis tencel-modal yang juga memiliki permukaan lembut dan nyaman. Bahkan, ini lebih lentur dari pada lyocell. Baik lyocell maupun modal merupakan olahan dari pelarutan serat selulosa. 4.	Acrylic Akrilik banyak dikenal juga dengan nama cashmillon, vannel, hingga orlon. Meski penyebutannya berbeda, tapi karakteristiknya sama. Akrilik memiliki kemiripan dengan kain wol dan membuatnya sering digunakan sebagai syal. Karakteristik tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat kain tenun. Banyak daerah lebih memiliki akrilik karena lebih baik dari sisi kualitas. Terutama karena lebih tebal dan hangat. Namun, akrilik justru jarang digunakan untuk tenun biasa. Jika tenun tersebut diproduksi secara massal dan untuk diperjualbelikan, biasanya menggunakan kain yang lebih ringan dari pada akrilik. Memang, tenun dapat dibuat menggunakan banyak jenis benang. Namun, tidak semua benang mampu menghasilkan tenun berkualitas. Serat alami biasanya lebih dipilih karena kualitasnya lebih terjamin.

Saat ini, banyak kain tenun dibuat dari serat alami maupun serat sintetis. Seperti yang sudah diketahui, kain tenun jadi salah satu komoditas tekstil paling dicari. Nilai dan keistimewaannya sangat tinggi.

Ada banyak sekali jenis tenun yang sangat terkenal hingga luar negeri. Tenun Sumba, Bali dan Toraja memiliki nilai tertinggi karena karakter istimewanya. Ketiganya memiliki corak khas yang melambangkan keharmonisan.

Bukan hanya coraknya saja, tapi juga benang yang digunakan tidak sembarangan. Umumnya, mereka menggunakan serat dari alam seperti serat selulosa. Namun, sebenarnya masih banyak lagi jenis benang yang sering dipakai.

Benang yang Sering Dipakai atau Digunakan

Faktanya, sampai saat ini ada banyak sekali jenis benang maupun kain. Beberapa diantaranya merupakan bahan semi-sintetis dari gabungan 2 jenis benang. Berikut beberapa jenis kain yang sering dipakai.

  1. Katun

Cotton sebenarnya merupakan kain yang cukup banyak dijumpai. Selain itu, cotton juga memiliki banyak varian lain mulai dari jenis biasa, combed, dan sebagainya. Setiap jenis tentu memiliki perbedaan masing-masing.

Misalnya adalah cotton combed yang merupakan jenis cotton biasa, tapi ada penyisiran pada bagian akhir. Hasilnya, serat-serat kapas pada permukaan dapat dihilangkan serta menjadikan cotton combed jadi lebih halus.

Ada juga japanese cotton yang merupakan 100% dari bahan organik sekitar. Karena menggunakan bahan organik, teksturnya juga jauh lebih halus. Bahkan, tingkat penyerapan keringat juga sangat baik.

Ada juga jenis toyobo dengan karakter tebal serta lebih glossy. Meski lebih tebal, tapi ketika digunakan tidak mudah gerah. Hal ini juga yang membuatnya banyak dipakai untuk membuat tenun.

  1. Rayon

Secara teknis, ini merupakan benang yang terbuat dari serat kayu atau serat selulosa. Namun, dengan adanya kombinasi menggunakan bahan lain membuatnya memiliki banyak jenis mulai dari spandex hingga jersey.

Spandex sendiri umumnya memilki karakteristik warna cerah dan mampu lekuk badan. Di sisi lain, tekstur permukaannya cukup lembut dan lentur. Biasanya juga sering dipakai untuk membuat tenun khas.

Ada juga jenis yang cocok untuk membuat jersey. Dari sisi karakteristik, jersey memiliki sifat melar dan mengkilap. Permukaannya sangat lembut meskipun daya serapnya sangat rendah.

Kombinasi lain adalah yang menghasilkan PE. Tekstur luarnya cukup kasar sehingga mudah untuk robek. Selain itu, ketika digunakan juga terasa cukup panas sehingga jarang dipakai untuk membuat tenun.

  1. Tencel

Sama seperti bahan kain lainnya, jenis satu ini juga memiliki beberapa varian. Umumnya, banyak industri tekstil juga mengkombinasikannya dengan bahan lain. Jadi, varian dari kain untuk tenun jauh lebih banyak.

Misalnya, jenis lyocell memiliki karakteristik yang nyaman dan lembut. Daya serapnya juga sangat baik sehingga banyak digunakan. Lyocell juga sering dipakai untuk membuat tenun khas.

Ada juga jenis tencel-modal yang juga memiliki permukaan lembut dan nyaman. Bahkan, ini lebih lentur dari pada lyocell. Baik lyocell maupun modal merupakan olahan dari pelarutan serat selulosa.

  1. Acrylic

Akrilik banyak dikenal juga dengan nama cashmillon, vannel, hingga orlon. Meski penyebutannya berbeda, tapi karakteristiknya sama. Akrilik memiliki kemiripan dengan kain wol dan membuatnya sering digunakan sebagai syal.

Karakteristik tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat kain tenun. Banyak daerah lebih memiliki akrilik karena lebih baik dari sisi kualitas. Terutama karena lebih tebal dan hangat.

Namun, akrilik justru jarang digunakan untuk tenun biasa. Jika tenun tersebut diproduksi secara massal dan untuk diperjualbelikan, biasanya menggunakan kain yang lebih ringan dari pada akrilik.

Memang, tenun dapat dibuat menggunakan banyak jenis benang. Namun, tidak semua benang mampu menghasilkan tenun berkualitas. Serat alami biasanya lebih dipilih karena kualitasnya lebih terjamin.

Tari Kecak Bali Selalu Jadi Incaran Wisatawan Manca Negara

Tari Kecak Bali menjadi salah satu tarian tradisional yang sangat diminati oleh wisatawan mancanegara, mengingat Bali sering dijadikan tujuan wisata bagi warga negara asing. Bagi masyarakat Indonesia saja, tarian ini memiliki daya tarik tersendiri yang membuat kita ingin selalu melihat pertunjukan tarian tersebut.

Pertunjukan dramatis seni khas Bali ini menceritakan tentang kisah Ramayana sehingga tarian dilakukan oleh para lelaki yang duduk berbaris melingkar sambil mengangkat kedua lengannya. Selain keindahan, tarian tradisional ini juga dipenuhi dengan berbagai kisah mistis khas budaya Indonesia dan tarian ini selalu dikaitkan ritual sanghyang.

Daya Tarik Tarian Kecak sebagai Destinasi Wisata Mancanegara

Warga asing jarang melihat tarian tradisional di negaranya karena modernisasi sehingga mereka akan tertarik saat melihat budaya Bali yang satu ini. Apalagi tarian Kecak dilakukan di tempat wisata sehingga pemandangannya tidak kalah indah dengan tarian yang dilakukan dalam memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Tarian ini tidak menggunakan alat musik apapun, tapi tetap meriah dengan adanya kerincing di kaki para penari. Sorakan dan semangat para penari dalam memerankan berbagai tokoh di kisah Ramayana mampu membuat para penonton, khususnya wisatawan asing terpesona karena tarian ini kental akan budaya Indonesia.

Apakah Dapat Menghubungkan Para Penari dengan Leluhur Para Dewa?

Tarian Kecak termasuk dalam ritual sanghyang di mana para penari dalam kondisi tidak sadar saat menarikan tarian tersebut. Warga setempat percaya bahwa para penari sedang melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur saat mereka tidak sadar dalam tradisi tarian tradisional tersebut.

Setelah melakukan komunikasi tersebut, konon para penari akan menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat secara tidak sadar. Jika dilihat dari mitos yang dipercaya oleh masyarakat setempat, tarian tradisional ini memang dapat menghubungkan para penari dengan leluhur para dewa melalui berbagai ritual yang sebelumnya telah dilakukan.

Pakaian yang Digunakan oleh Penari Kecak

Selain gerakan yang menarik, tari tradisional juga memiliki ciri khas tersendiri pada pakaian atau kostum yang digunakan. Para penari Kecak ini hanya menggunakan bawahan berupa sarung kotak-kotak berwarna hitam putih sehingga para penari laki-laki terlihat bertelanjang dada saat melakukan tarian.

Bukan hanya kostum, tari kecak juga menggunakan aksesoris untuk menunjang penampilan mereka, mulai dari gelang pada bagian kaki yang bisa menghasilkan bunyi saat digerakkan. Aksesoris dan kostum ini akan disesuaikan dengan tokoh yang diperankan, misalnya memerankan, Rama, Desi Shinta, Hanoman, Rahwana dan tokoh lainnya.

Bahan Dasar Pakaian dalam Tarian Kecak

Pentingnya fungsi kostum pada penampilan penari kecak membuat bahan yang digunakan juga tidak sembarangan. Dari sekian banyaknya bahan kain tradisional yang bisa digunakan, Candimas menjadi bahan pakaian yang populer karena memiliki kualitas tinggi sekaligus sesuai dengan kebutuhan tari tradisional di Bali ini.

Bahan dasar yang satu ini memiliki berbagai keunggulan, seperti bertekstur halus dan berkilau layaknya sutera. Serat benang juga mampu menyerap warna dengan baik sehingga proses pewarnaan menjadi lebih mudah dan cepat. Selain itu, benang ini juga terbuat dari 100% serat organik yang lebih ramah lingkungan.

Suplier Benang Candimas yang Terpercaya

Kostum atau pakaian penari Kecak akan terlihat lebih indah jika dibuat dari bahan yang berkualitas. Itulah mengapa Anda harus bisa menemukan suplier benang terbaik yang dibutuhkan dalam pembuatan pakaian untuk tari tradisional. PT. Lakumas menjadi pilihan yang tepat saat Anda ingin membeli bahan kain berkualitas.

Bukan hanya keindahan dan kualitas, PT. Lakumas juga memperhatikan lingkungan dengan menyediakan bahan pakaian berupa benang yang terbuat dari serat organik 100%. Di sinilah Anda bisa menemukan benang ramah lingkungan yang cocok sebagai bahan pembuatan pakaian atau kostum para penari kecak.

Pakaian Menjelang Imlek, Adakah Pakaian Imlek Ramah Lingkungan?

Persiapan imlek selalu menjadi salah satu momen yang sangat menyenangkan. Perayaan ini selalu dinantikan bukan hanya bagi penganutnya. Banyak orang juga merayakannya karena ada banyak event khusus yang bisa dinikmati. Bagi etnis Tionghoa, imlek jelas menjadi momen saling berbagi bersama keluarga. Selain itu, ada yang menarik dari perayaan ini. Ya, hampir semua yang berbau imlek menggunakan elemen warna merah.

Salah satu yang digunakan adalah pakaian imlek. Jika diperhatikan, pakaian ini cukup unik karena memiliki ciri khas Tionghoa. Saat ini, banyak pakaian imlek yang sudah menggunakan konsep sustainable fashion.

Cheongsam Sebagai Pakaian Imlek

Ini adalah busana yang sangat identic dengan imlek. Sekarang, ada banyak pilihan baik warna maupun motif yang bisa dipilih. Bahkan, bahan yang digunakan juga semakin berkembang. Namun, jika ingin mendapatkan busana yang menarik maka tidak bisa asal memilihnya. Bagi perempuan, maka harus memilih busana yang mampu menyesuaikan siluet tubuh. Itu juga akan memberikan kesan berbeda.

Selain itu, busana tersebut juga memiliki beberapa tipe seperti gaya tomboy dan juga two pieces. Untuk memperlihatkan kesan anggun, maka pilihlah busana two pieces dengan gaya peplum. Selain itu, perlu diketahui bahwa busana ini tidak harus selalu berwarna merah. Memang, imlek identic dengan warna merah. Namun, jika ingin memberikan suasana dan kesan berbeda bisa menggunakan warna lain.

Memilih Kaos Ramah Lingkungan

Kesadaran akan lingkungan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal tersebut membuat pemilihan busana ini juga diperhatikan. Sudah banyak orang mulai memilih busana imlek ramah lingkungan. Selain itu, hal ini juga didukung dengan banyaknya bahan yang memang ramah lingkungan. Bahan-bahan ini bahkan tidak merusak lingkungan meskipun sudah tidak digunakan kembali menjadi busana.

Singapura menjadi salah satu Negara yang telah memiliki kesadaran tinggi akan sustainable fashion. Banyak toko menyediakan layanan sustainable fashion karena perhatian dan permintaan semakin meningkat. Hal ini kemudian dimanfaatkan untuk melakukan kampanye lanjutan. Selain itu, upaya tersebut juga dilakukan demi meminimalisir penggunaan set pakaian baru setiap tahun baru imlek tiba.

Fashion yang Terbuat dari Bahan Tencel

Ya, ini merupakan bahan yang sering dijadikan sebagai busana. Menariknya, bahan ini memiliki banyak jenis dan kelebihan. Salah satunya adalah jenis Lyocell dengan karakteristik lembut sehingga lebih nyaman dipakai. Bahan ini banyak dipakai karena secara umum memiliki berbagai kelebihan. Menariknya, ini juga merupakan salah satu bahan yang dapat diproduksi secara berkelanjutan. Artinya, tidak akan menimbulkan limbah lingkungan.

Bahan tersebut juga cukup mudah dalam hal perawatan. Salah satu hal yang penting diperhatikan adalah penggunaan dry clean saat mencucinya. Dengan begitu, bahan tersebut bisa lebih awet. Selain itu, bahan tersebut juga sering dipakai untuk membuat busana imlek karena mudah dikombinasikan. Tidak heran jika berbagai toko selalu menyediakan busana dari bahan ini.

Busana dari Candimas Serat Selulosa

Perlu diketahui bahwa ini adalah bahan yang terbuat dari TencelTM di mana hasil dari serat selulosa. Serat selulosa tersebut dihasilkan dari kayu eukaliptus sehingga memiliki kualitas dan daya tahan kuat. Benang ini juga termasuk ke dalam bahan berkelanjutan. Tentu saja hal tersebut juga akan memberikan kelebihan karena tidak menimbulkan limbah. Bahkan, benang tersebut sangat cocok untuk berbagai kebutuhan busana.

Banyak pakaian imlek juga menggunakan benang tersebut. Karakteristiknya adalah lembut serta dingin saat menyentuh kulit. Menariknya, bagian permukaannya terlihat berkilau sehingga memperlihatkan kesan mewah. Bahan berkelanjutan memang mulai banyak digunakan demi mengurangi limbah lingkungan. Busana imlek sekalipun bahkan menggunakan berbagai bahan berkelanjutan. Salah satunya adalah candimas dengan kualitas tinggi yang diproduksi oleh Lakumas.

Mengenal Jenis Fiber

Serat atau fiber menjadi bahan yang penting dalam pembuatan benang. Serat atau fiber untuk pemintalan tidak hanya berasal dari hewan seperti domba dan alpaka, tetapi dari tanaman kapas, rami (juga dikenal sebagai biji rami), dan bahkan barang-barang buatan manusia seperti rayon dan akrilik.

Masing-masing fiber memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari caranya saat dipintal, kelembutannya, dan hasil akhirnya saat sudah berbentuk pakaian. Pemintalan adalah proses pembuatan untuk membuat serat polimer. Nah, di dunia pemintalan, kita mengenal yang namanya fiber. Apa saja jenis fiber yang sering digunakan di pemintalan benang?

Acrylic

Serat akrilik adalah serat sintetis yang sangat mirip dengan wol. Menurut definisi ISO (International Standards Organisation), serat yang mengandung minimal 85% akrilonitril dalam struktur kimianya disebut “Serat Akrilik”.

Serat akrilik terdiri dari akrilonitril dan komonomer. Komonomer ditambahkan untuk meningkatkan daya serap warna dan daya tahannya saat diproses. Serat akrilik diproduksi dengan dua sistem berbeda: pemintalan basah dan pemintalan kering. Serat akrilik memiliki ketahanan tinggi terhadap sinar matahari, dan kerusakan akibat jamur, lumut dan mikro-organisme.

Viscose Rayon

Rayon adalah salah satu serat organik yang cukup populer dalam industri tekstil. Juga dikenal sebagai viscose, penggunaan serat Rayon cukup luas mulai dari pakaian santai, sarung pantai, dan dengan kombinasi Polyester juga banyak digunakan untuk kain bahan seragam maupun formal. Mengingat permintaan pasar dari industri tekstil dan produksi tekstil (TPT) akan kebutuhan produk yang berkelanjutan atau sustainable fashion, viscose rayon pun menjadi semakin banyak diminati. Kain yang terbuat dari benang rayon memiliki tekstur lembut dan menyerap keringat sehingga cocok digunakan di iklim tropis seperti Indonesia.

Rayon viscose berasal dari selulosa, penyusun utama dinding sel tumbuhan. Selulosa diolah dengan bahan kimia untuk membuat serat yang meniru kualitas serat alami, seperti sutra dan katun. Kain viscose sering kali terlihat seperti sutra dan terasa seperti katun. Serat serbaguna ini, sering dikenal sebagai sutra buatan, ditemukan di lapisan jaket, kaos oblong, pakaian olahraga, gaun, dan tunik. Keserbagunaannya terletak pada kenyataan bahwa serat ini dapat dicampur dengan serat yang berbeda seperti katun dan polyester untuk meningkatkan manfaatnya.

 

CRAYON (Colour Rayon)

Benang Crayon merupakan Produk dari PT.LAKSANA KURNIA MANDIRI SEJATI (LAKUMAS), yang ramah lingkungan. Tidak seperti benang Rayon yang melalui proses pencelupan benang, benang Crayon terbuat dari serat Rayon warna. Peu industri tekstil, penggunaan benang Crayon juga EKONOMIS karena sudah bewarna tanpa melalui proses pencelupan sehingga menghemat zat warna, air, dan energi.

Tidak banyak yang mengetahui kalau Rayon ini merupakan salah satu bahan baku utama dalam industri Sarung. Umumnya sarung palekat terbuat dari campuran Rayon dengan Polyester tetapi untuk sarung ATBM hampir menggunakan benang yang terbuat dari serat Rayon.

LAKUMAS mengharapkan benang Crayon dapat menjadi solusi ramah lingkungan bagi industri tenun ATBM yang memberdayakan pengrajin di desa sentra-sentra tenun dimana tidak dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah yang baik. Dengan penggunaan benang Crayon dapat mengurangi pemakaian air dan polusi dari limbah pewarnaan benang.

 

Polyester

           Serat PolyesterSerat polyester merupakan serat buatan yang diproses melalui proses polimerisasi. Selain itu, serat polyester merupakan jenis serat yang paling banyak digunakan pada industri pakaian. Serat ini dibuat dengan mencampurkan etilen glikol (MEG) dan asam tereftalat (PTA). Polyester bersifat termoplastik, artinya dapat dilebur dan dibentuk kembali.

Polyester juga bersifat hidrofobik. Karenanya, kain polyester tidak menyerap keringat, atau cairan lain, membuat pemakainya merasa lembab dan mungkin kegerahan. Serat polyester biasanya memiliki tingkat sumbu yang rendah. Dibandingkan dengan kapas, polyester lebih kuat, dengan kemampuan peregangan yang lebih baik. Kekuatan serat dapat berkisar dari 2,5 gram/denier hingga 9,5 gram/denier.

 

Wool

Serat wol adalah bulu alami yang tumbuh pada domba dan tersusun dari zat protein yang disebut keratin. Wol terdiri dari karbon, hidrogen, nitrogen, dan ini adalah satu-satunya serat hewani yang mengandung sulfur. Serat wol memiliki kerutan atau ikal, yang membuat kantong dan memberi wol kesan kenyal. Permukaan luar serat terdiri dari rangkaian sisik bergerigi, yang saling tumpang tindih seperti sisik ikan. Wol adalah satu-satunya serat dengan gerigi semacam itu yang memungkinkan serat untuk saling menempel dan menghasilkan kain flanel.

Wol terkenal di seluruh dunia karena kelembutan, kekuatan, keserbagunaan, dan manfaat teknisnya. Keserbagunaan wol meluas dari mode mewah hingga pakaian olahraga berperforma tinggi, aksesori, peralatan rumah tangga, dan sebagainya

 

Candimas

Benang Candimas hasil kaloborasi dari TencelTM, serat selulosa dari kayu Eucalyptus bersertifikat. Penampilannya yang halus menawarkan berbagai fitur termasuk produksi/ benang yang berkelanjutan, lembut pada kulit, tahan lama, dingin dan berkilau.

CANDIMAS kami telah menjangkau wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Itu juga mencapai penenun tradisional di Sumatra dan Kalimantan. Tujuan kami selanjutnya adalah untuk menyebarkan benang kami lebih banyak lagi di Indonesia untuk mendukung industri tekstil tradisional.

 

 

Berbagai jenis fiber memiliki ciri khasnya masing-masing. Apabila anda ingin menggunakan suatu fiber pastikan sifat fiber tersebut cocok dengan hasil akhir produk tekstil yang anda ingin buat. Untuk lebih yakin, pastikan menyentuh fibernya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan fiber agar Anda tahu kualitasnya.

Mari #MajuBersamaLakumas