Hi, How Can We Help You?

Category Archives: Business

Telegram Jadi Ramai, Ada Apa dengan Whatsapp?

Awal tahun 2021 media masa dihebohkan dengan berita yang membuat banyak orang takut akan privasi mereka. Karena pada awal tahun tersebut muncul sebuah kebijakan atau pengumuman dari WA bahwa akan ada proses berbagi data dengan salah satu medsos besar, yaitu Facebook. Informasi ini tentunya menjadi perhatian bagi penggunanya.

Siapa yang tidak khawatir bahwa data pribadinya atau bahkan chatting dengan orang lain mampu dilihat oleh perusahaan besar. Kondisi ini tentu saja mengusik privasi penggunanya dan membuat mereka tidak nyaman. Akhirnya dalam waktu satu malam, banyak yang mulai meninggalkannya dan berganti pada saluran chatting lainnya.

Namun setelah diklarifikasi oleh pihak WA, ternyata informasi tersebut merupakan kesalahpahaman dari para pembacanya. Memang sudah sejak 2016 ada integrasi Facebook dengan WA, seperti penggunaan pesan bisnis bisa menggunakan messenger FB. Tetapi untuk privasi chatting tetap terenkripsi, sehingga keamanan data pengguna tetap menjadi prioritas utamanya.

Berganti ke Aplikasi Chatting Lainnya

Setelah mendengar kabar tentang kebijakan privasi baru dan kaget, masyarakat lalu berbondong – bondong mencari aplikasi penggantinya. Salah satunya adalah telegram, bahkan dalam waktu satu malam terjadi penambahan pengguna baru sebanyak lebih dari 250 ribu orang. Pemilihan ini didasarkan atas pamor telegramnya yang dinilai lebih tinggi tingkat keamanannya.

Selain menawarkan keamanan, aplikasi ini juga menawarkan sistem cloud dalam menyimpan datanya. Hal ini memungkinkan pengguna mampu mengakses berbagai macam filenya tanpa membebani memori dari smartphonenya. Sehingga ketika file di memori terhapus, Anda dapat mendownloadnya kembali melalui cloud telegram, dan penyimpanan cloudnya dapat diakses secara gratis.

Aplikasinya juga memungkinkan mengirim dokumen dalam ukuran besar, sehingga ketika ada proyek bersama, bisa memanfaatkan fasilitasnya untuk berbagi. Tidak perlu takut akan penurunan kualitasnya, terutama ketika mengirimkan video karena terdapat pilihan akan dikompres atau dibiarkan seperti file aslinya. Interfacenya juga lebih sederhana, sehingga bisa lebih fokus membagikan informasi.

Selain berbagai keunggulan fiturnya, juga terdapat hal lainnya dalam fasilitas perpesanannya yang menjadikan obrolan lebih hidup. Yaitu fasilitas stiker, berbeda dari Whatsapp yang stikernya harus menginstall secara terpisah. Di sini stikernya juga bisa bergerak, menjadikan obrolan lebih santai, menyenangkan, serta atraktif. Bila kurang sesuai, bisa membuat sendiri.

Sistem keamanan dan Privasi Penggunanya

Salah satu permasalahan mengapa WA ditinggalkan penggunanya dan berganti ke Tele adalah kekhawatiran akan privasinya, terutama apabila obrolannya dengan orang lain dapat dibaca oleh pihak ke tiga. Kekhawatiran itu membuat mereka menyeleksi berbagai macam saluran chatting lainnya dengan tingkat keamanan lebih tinggi dan nyaman dibuat mengobrol.

Fitur dari Tele yang menjadikannya sebagai media mengobrol dengan tingkat keamanan tinggi adalah tersedianya fasilitas secret chat. Keduanya terhubung dan terenkripsi dengan baik, sehingga tidak memungkinkan ada orang lain mampu meretasnya. Selain itu juga terdapat auto destruct, fitur ini memungkinkan pesan terhapus secara otomatis setelah interval waktu tertentu.

Melalui fiturnya tersebut, penggunanya tidak perlu khawatir terdapat permasalahan privasi seperti ketika menggunakan WA. Namun perlu diperhatikan bahwa dibandingkan WA, belum tersedia telepon lebih dari satu pengguna. Hal ini didasarkan karena formula pengamanan melalui telepon masih dalam proses pengembangan. Sehingga privasi pengguna benar – benar terjaga dan aman.

Meskipun di awal tahun WA mengalami kendala kesalahpahaman di penggunanya, tetapi tren penggunaannya masih tinggi. Hal ini disebabkan karena masyarakat masih terbiasa menggunakan fitur – fiturnya, terlebih untuk keperluan bisnis. Kecepatan tim humas dalam menangani isu juga menjadi faktor pendorongnya. Sehingga apapun pilihan medianya, haruslah membuat penggunanya merasa aman.

Lakumas Edu: Komunikasi Lugas dan Sinergi Antar Departemen Kunci Sukses ERP

Sistem ERP atau EntERPrise Resource Planning adalah sebuah sistem yang dibuat untuk memudahkan proses di dunia bisnis industri. Gampangnya adalah sistem ini merupakan bentuk untuk mengintegrasikan beberapa pekerjaan sekaligus supaya lebih efisien. Dari segi pengerjaan juga akan jauh lebih cepat sehingga akan membantu kinerja industri.

Secara umum, ERP merupakan sebuah aplikasi untuk mengintegrasikan beberapa pekerjaan sekaligus secara berkesinambungan. Dengan adanya ERP, maka semua pencatatan industri tidak akan mengalami crash pada saat tertentu. Semuanya sudah terkontrol dalam sebuah pola untuk mengembangkan 3 komponen utama dari sebuah perusahaan, sumber daya, dan perencanaan.

Sistem ini sendiri sudah banyak dipakai untuk industri global seperti manufaktur, travel, perhotelan, dunia pendidikan, hingga instansi tertentu. Hadinya ERP juga telah membuat pola dalam industri menjadi lebih stabil. Persaingan pasar bisa diikuti dengan lebih mudah tanpa takut ketinggalan sistem manajemen industri antar kompetitor.

Fungsi dan Manfaat dari ERP

Dari segi fungsi dan manfaat, ERP telah memberikan dorongan lebih jauh untuk kepentingan industri. Umumnya, sistem ini akan mengintegrasikan masalah keuangan, SDM, purchasing, administrasi umum, manufacturing, dan yang lain. Tidak heran dengan adanya ERP, pola kerja dalam bisnis industri cukup mengalami perubahan besar.

Dari segi manfaat, ada beberapa hal yang bisa diberikan oleh ERP. Perubahan pola dari manual menjadi digital mungkin membutuhkan waktu. Namun, perubahan ini justru memberikan kemudahan kepada setiap karyawan. Misalnya saja membantu untuk meningkatkan produktifitas hingga lebih transparan. Ditambah dengan tingkat risiko jauh lebih rendah.

Perubahan pola pada pekerjaan ini telah dirasakan dengan cukup nyata. Biasanya pekerjaan dilakukan dengan manual sehingga membutuhkan ketelitian lebih tinggi. Namun, ERP memberikan kemudahan karena mampu melakukan integrasi. Ditambah risiko mengalami crash jauh lebih rendah. Misalnya saja adalah membantu memudahkan proses pengolahan data laporan bulanan.

Kendala dan Kunci Sukses ERP

Meskipun dianggap sangat membantu dalam implementasi bisnis industri, namun sistem ini juga memiliki kendala. Setidaknya ada 3 kendala yang sering ditemui dalam penggunaan ERP. Namun, kendala biasanya akan berbeda-beda pada setiap industri. Tergantung kesiapan dalam mengubah sistem kerja yang telah tertanam sebelumnya.

Perusahaan perlu menemukan pasangan untuk perangkat lunak yang sesuai dengan sistem tersebut. kemudian, jika sebuah industri ingin menggunakan ERP, maka mereka harus mengubah atau merevisi semua proses bisnisnya. Ditambah dengan adanya faktor biaya untuk melakukan pelatihan kepada setiap karyawan supaya memahami sistem ini.

Namun, kunci sukses untuk memanfaatkan sistem ini juga ada didepan mata. Salah satunya adalah dukungan dari eksekutif. Dengan adanya dukungan tersebut, maka semuanya bisa dilakukan. Dimulai dari pengembangan SDM dengan cara melakukan training, testing, cut off strategy, manajemen ekspektasi, hingga business process blueprint.

Strategi Pendukung yang Mahir Mengoperasikan

Karena sistem ERP merupakan sebuah sistem baru dalam dunia digital, maka perlu ada pendukung dari luar. Pendukung ini adalah SDM yang mahir mengoperasikan setiap prosesnya. Caranya dengan melakukan beberapa pelatihan khusus untuk meningkatkan SDM. Termasuk juga melakukan praktek secara langsung supaya lebih faham akan integrasi sistem.

Selain itu, ERP sendiri tidak bisa secara langsung digunakan untuk menjalankan bisnis industri. Perlu beberapa tahapan dan persiapan supaya ada dukungan lebih kuat. Mengganti pola bisnis adalah risiko yang harus dipahami ketikan menggunakan ERP. Maka, memulainya dari pengembangan SDM adalah dukungan terbaik untuk sistem ini.

Karena sistem ini sendiri merupakan bentuk integrasi dari beberapa kinerja industri, maka setiap saat perlu dilakukan peningkatan kualitas. Hal tersebut supaya iklim dalam dunia kerja tetap bisa mengikuti perkembangan pasar. Untuk itu Lakumas akan terus mengevaluasi kendala yang ada dan meningkatkan strategi pendukungnya. Dengan begitu, pola kerja dalam sebuah industri akan tetap optimal.

Lamar Kerja di Lakumas Sekarang Jauh Lebih Efektif dan Efisien.

Industri 4.0 menuntut semua pihak untuk melek dan peduli dengan teknologi. Karena dengan teknologi pada mesin maka banyak kehidupan dan cara kerja manusia lebih efektif dan efisien. PT. Laksana Kurnia Mandiri Sejati atau yang lebih sering dikenal sebagai PT. Lakumas, terus berupaya mempermudah beberapa cara kerja di departemennya melalui sinergisitas dengan departemen IT dan pihak pengembang aplikasi. Salah satunya disini adalah Departemen SDM atau lebih dikenal HR Department.

PT. Laksana Kurnia Mandiri Sejati saat ini sudah memiliki HRIS sendiri yang bisa diakses oleh calon pelamar. Fiturnya cukup lengkap, diantaranya:

  • mulai dari kelola profil,
  • memasukan CV dan beberapa data pendukung,
  • simulasi tes
  • lamar lowongan kerja secara daring
  • tes lowongan kerja secara daring
  • dsb.

Tentunya dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan efektifitas dan efisiensi perekrutan karyawan bisa lebih tinggi. Disamping itu juga sistem HRIS ini bisa mengurangi kerumunan dikarenakan tes bisa dilaksanakan kapan pun dan dimana pun.

Yuk, segera daftarkan dirimu pada applicant.lakumas.com dan rasakan fitur yang menarik pada sistem aplikasi ini.

Mari Bantu kami, Maju bersama Lakumas.

Lakumas Work: Loyalitas Dimasa Pandemi Terkait Aturan PSBB (Jumlah Karyawan Bekerja)

Pandemi Covid-19 yang sedang kita alami saat ini memang sangat merepotkan apalagi dengan aturan PSBB yang berlaku. Dikarenakan pandemi tersebut, pemerintah mengeluarkan banyak aturan yang sangat ketat dan menghambat aktivitas masyarakat. Meski begitu, kita harus mematuhi aturan tersebut agar pandemi ini cepat berakhir sehingga dapat beraktivitas dengan normal kembali.

Salah satu peraturan umum yang wajib dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia yaitu menerapkan sistem 3M dalam kehidupan sehari-harinya. Rakyat dituntut harus selalu Menggunakan masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangannya dengan bersih. Dengan begitu kemungkinan terjangkit virus corona akan dapat berkurang dan juga dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Namun diluar dari peraturan umum tersebut tentu masih terdapat peraturan lainnya yang mengatur kehidupan atau aktivitas masyarakat saat ini. Dimulai dari peraturan dalam beribadah, peraturan dalam bekerja, peraturan dalam berwisata atau bepergian, dan lain sebagainya. Memang hal tersebut sangat merepotkan dan menghambat, tetapi kita tentu harus mentaatinya.

Aturan PSBB yang Harus Anda Lakukan

Mengingat peningkatan terjangkitnya virus korona yang terus terjadi ini membuat pemerintah memperketat aturan selama masa pandemi. Dalam aspek pekerjaan pemerintah hanya membolehkan karyawan yang melakukan WFO (Work From Office) atau bekerja di tempat kerja maksimal sebanyak 25% dari total karyawan dalam waktu bersamaan.

Jadi, jika dalam suatu perusahaan terdapat sebanyak 1000 karyawan maka yang hanya diperbolehkan untuk melakukan WFO atau bekerja di kantor hanya sebanyak 250 karyawan saja. Sisanya sebanyak 75% tidak diperbolehkan untuk melakukan WFO. Pemerintah membuat peraturan tersebut guna memutus pencemaran virus korona yang terus meningkat.

Selain hanya membolehkan sebanyak 25% karyawan yang melakukan WFO, aturan PSBB lainnya juga mengharuskan karyawan tersebut masih harus mematuhi peraturan dalam WFO yaitu membatasi atau membuat jarak antar tempat duduk setiap karyawan dengan jarak minimal 1m atau 100cm. Karena hal tersebut juga termasuk kedalam peraturan umum saat pandemi yaitu selalu menjaga jarak.

Dampak Bagi Karyawan yang Ditimbulkan Oleh Pandemi

Mungkin Anda sudah mengetahui bahwa pandemi ini telah merugikan banyak sekali perusahaan atau pengusaha, namun meski begitu perusahaan atau pengusaha tersebut tidak dapat melakukan PHK seenaknya. Karena menurut Pasal 164 UU Ketenagakerjaan mengatakan bahwa perusahaan dapat melakukan PHK pada karyawannya jika mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 tahun.

Oleh karena itu, kebanyakan perusahaan tidak melakukan PHK pada karyawannya namun hanya memberhentikan sementara. Dan bahkan sebagian dari perusahaan besar juga melakukan WFH pada karyawannya. Sistem WFH ini memang sangat direkomendasikan di saat pandemi. Meski begitu, sistem ini tentu memiliki dampak positif dan juga negatif.

Dampak positif WFH yaitu lebih fleksibel dalam menyelesaikan pekerjaan, mengurangi biaya transportasi, produktivitas meningkat, terhindar dari distraksi, dan lain sebagainya. Sedangkan dampak negatif WFH yaitu kehilangan motivasi kerja, meningkatnya biaya listrik dan internet, kurangnya komunikasi antar rekan, menurunkan loyalitas karyawan, dan lain sebagainya.

Namun saat ini terdapat cara populer untuk menjaga loyalitas karyawan yaitu menggunakan teknologi HRIS (Human Resource Management System). Teknologi tersebut dapat mejaga loyalitas karyawan karena dapat melakukan banyak hal seperti proses onboarding, memudahkan absensi, lebih mudah mengajukan cuti, mempermudah untuk melakukan payroll, dan lain sebagainya.

Karyawan yang loyal menyukai pekerjaan dan tidak melihat pekerjaan yang dijalani sebagai rutinitas yang harus dijalankan. Di PT. Lakumas ini loyalitas para karyawan menjadi sebuah jaminan untuk para karyawan berkerja secara efektif untuk kemajuan suatu perusahaan walaupun dimasa pandemi dengan aturan PSBB seperti ini.

Influenser Sangat Mempengaruhi Marketing di Era Digital

Di era digital saat ini berkembang berbagai profesi yang sebelumnya tidak pernah muncul, salah satunya adalah seorang influenser. Secara definisi sendiri merupakan orang dengan kemampuan mempengaruhi atau memberikan pengaruh pada orang lain. Bisa berupa perubahan pola pikir, kesamaan pendapat, atau bahkan sampai mempengaruhi orang lain dalam mengambil keputusan.

Kemampuannya dalam memberikan pengaruh ini ternyata memiliki manfaat besar pada dunia pemasaran atau marketing. Salah satunya adalah memperkenalkan produk pada masyarakat luas, terutama followersnya. Dengan munculnya sosok yang memperkenalkan produk tertentu, pastinya mudah sekali diterima oleh pengikutnya. Hingga pada akhirnya mereka akan membeli produknya.

Studi menunjukkan bahwa hampir 40% dari masyarakat ketika membeli suatu barang terinspirasi oleh kreator favorit mereka. Terutama kini dengan hadirnya Tiktok yang memiliki sejuta konten hiburan maupun tips. Seperti dalam tips membuat cemilan yang memerlukan alat khusus, biasanya penontonnya akan mencoba dengan alat yang sama.

Influencer Memberikan Pengaruh Pada Marketing B2B

Ada perbedaan mendasar dari B2C maupun B2B, terlebih dalam pertimbangan serta pengambilan keputusan ketika hendak membeli suatu produk tertentu. Konsumen pada dasarnya cenderung berperilaku irrasional, entah karena diskon maupun iklannya. Tetapi pada kasus B2B tidak demikian, berbagai pertimbangan seperti efisiensi menjadikan sulit untuk didekati.

Salah satu cara untuk mendekati mereka adalah memberikan sosok figur, terlebih apabila figurnya merupakan seorang ahli atau memang telah bergelut di bidang tersebut dalam jangka waktu cukup lama. Karena sejatinya salah satu kendala sulit terjangkaunya adalah terletak pada kepercayaan terhadap produk yang ditawarkan, dianggap masih kurang meyakinkan.

Untuk hasilnya tentu saja tidak bisa instan, butuh tahapan serta proses pada audiens. Namun penggunaan serta pembuatan konten rutin mampu membantu mempercepat pengambilan keputusannya. Terlebih apabila tidak hanya sekedar kampanye atau ajakan saja, tetapi juga proses edukasi. Melaluinya audiens mampu memahami dengan lebih baik keunggulannya dibanding yang lainnya.

Memberikan berbagai informasi atau update tips seputar kebutuhan audiensnya juga mampu membantu mereka dalam mengenali brandnya. Dengan pengenalan tersebut, muncul kesadaran, pengetahuan, serta keingintahuan lebih dalam untuk mengenal brandnya. Setelah kondisi demikian, produk yang ditawarkan influencer lebih mudah diterima oleh audiensnya di bandingkan kondisi sebelumnya.

Aplikasi Promosi Marketing untuk Memperkenalkan Suatu Hal

Pada dasarnya marketing adalah upaya memperkenalkan suatu hal, mulai dari produk maupun jasa. Maka salurannya adalah sesuatu yang mampu menjangkau khalayak ramai. Di era digital ini tentunya merupakan sosial media. Seperti Facebook, Instagram, Youtube, dan berbagai aplikasi lainnya. Terutama yang mampu membangun interaksi antara kreator dengan audiensnya.

Tiktok menjadi salah satu pilihan terbaik dalam memasarkan berbagai jenis produk. Hal ini dipengaruhi oleh kemudahan menggunakannya. Berbagai filter, alunan musik, serta keragaman kontennya menarik bagi para audiens. Bahkan saat ini tidak hanya berkembang menjadi sebuah media hiburan saja, tetapi juga edukasi singkat, kreatif, dan solutif.

Bahkan tidak jarang banyak masyarakat karena telah menonton video tiktoknya, mereka langsung mencoba mengikutinya. Contohnya ketika era dalgona tahun lalu, masyarakat berbondong – bondong menunjukkan prosesnya, alatnya, serta berbagai varian khas masing – masing. Hal ini menjadikannya sebagai media efektif serta unik sebagai lahan pemasaran, terlebih menyasar generasi muda.

Ada banyak alasan mengapa orang memilih suatu hal atau hal lainnya. Bisa jadi didasarkan oleh pertimbangan rasionalnya, seperti menghitung kebutuhannya. Atau didasarkan atas sisi emosionalnya, seperti membeli karena idolanya. Influencer kini memiliki kesempatan mempengaruhi kedua hal tersebut. Karenanya menggunakan figur bisa mengoptimalkan marketing B2B.