Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: tenun

Pengaruh Teknologi Terhadap Kegiatan Pengrajin Kain Tradisional

Semakin berkembangnya zaman, para pengrajin kain tradisional semakin berkurang. Padahal melakukan pemberdayaan kain tradisional merupakan hal kewajiban.

Selain itu tingginya minat kain tradisional juga semakin meningkat. Jika tidak dibarengi dengan banyaknya jumlah pengrajin akan sulit untuk memenuhi permintaan konsumen.

Oleh karena itu melakukan pemberdayaan bagi anak – anak muda penerus tradisi sangat dianjurkan. Sehingga kegiatan penenun atau pembuatan kain – kain tradisional akan terus berlanjut.

Karena hal itu merupakan ciri khas dari Negara Indonesia yang harus dilestarikan. Karena ada banyak sekali jenis – jenis kain yang dimiliki oleh Nusantara. Bahkan hampir setiap daerah memiliki ciri khas kainnya tersendiri.

Pengaruh Teknologi Bagi Pengrajin Kain Tradisional

Meskipun demikian, dengan kehadiran teknologi juga sangat membantu bagi seluruh pengrajin kain tradisional. Dengan hadirnya teknologi, proses memperkenalkan kain pada dunia semakin mudah.

Selain itu, dengan kemajuan teknologi ini juga semakin canggih juga alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan dari kain – kain tradisional.

Meskipun pada umumnya setiap pembuatan kain – kain tradisional dari berbagai daerah itu dilakukan masih dengan cara manual. Atau menjahit dengan tangan, atau teknik – teknik tradisional lainnya.

Akan tetapi dengan kecanggihan teknologi, proses pembuatan menjadi lebih cepat pengerjaannya. Berikut beberapa manfaat dari adanya teknologi bagi para pengrajin kain.

  1. Pemasaran Produk

Pengaruh teknologi yang pertama bagi pengrajin kain tradisional yakni dapat membantu pemasaran produk. Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini banyak orang melakukan pemasaran menggunakan teknologi.

Ada banyak sekali platform yang bisa dijadikan tempat untuk melakukan pemasaran produk. Pemasaran ini dilakukan dengan cara mengambil gambar kemudian diberikan keterangan pada gambar tersebut.

Setelah melihat foto atau gambar dan membaca keterangan yang ada, sehingga banyak orang menjadi tertarik dengan produk yang sedang dipasarkan. Nyatanya cara pemasaran tersebut juga berlaku bagi para pengrajin kain – kain tradisional. Tidak sedikit bagi mereka yang melakukan pemasaran jenis tersebut.

  1. Memperkenalkan Kain Tradisonal Pada Kancah Dunia

Selain membantu pemasaran, dengan adanya teknologi juga membantu pengrajin kain tradisional untuk memperkenalkan berbagai jenis kain tersebut pada kancah dunia.

Belum lama beberapa tahun yang lalu, kain khas milik Indonesia melakukan kolaborasi pada merk ternama dunia. Ini semua tentu berkat dari perkembangan teknologi.

Dengan adanya teknologi, sehingga dunia bisa mengetahui kecantikan dari kain – kain yang dimiliki oleh Indonesia. Terlebih media sosial juga mengambil peranan sangat penting dalam upaya memperkenalkannya.

Saat ini untuk melihat kain – kain tradisional bisa dilihat di internet dengan mudah. Tidak hanya dalam negeri, namun orang luar negeri juga bisa melihatnya.

  1. Penjualan Menjadi Semakin Meningkat

Selain itu dengan adanya bantuan teknologi juga sangat membantu para pengrajin kain tradisional untuk meraup keuntungan lebih besar. Keuntungan ini didapatkan karena tingkat penjualan yang semakin tinggi.

Tingginya minat pembeli ini dipengaruhi oleh semakin banyak orang yang melakukan pemasaran dengan berbagai cara melalui media sosial dan berbagai platform lainnya.

Semakin banyak pemasaran yang akan dilakukan, dengan begitu semakin banyak juga masyarakat menjangkau kain – kain tersebut untuk dimiliki. Ada yang dijadikan sebagai koleksi atau ada juga sebagai acara adat istiadat.

Harus diketahui bahwa terciptanya kain – kain tersebut pada mulanya digunakan pada acara – acara adat istiadat setempat, sebelum akhirnya dapat digunakan secara umum.

Pada intinya dengan adanya bantuan teknologi, baik itu sebagai bentuk pemasaran produk dan lain sebagainya. Semuanya bisa sangat membantu dalam proses memperkenalkan Indonesia, dan banyak sekali manfaatnya bagi pengrajin kain tradisional.

Menggunakan Bahan Baku Berkualitas untuk Jaga Mutu Benang

Mesin Roving Pemintalan Benang

Menggunakan bahan baku berkualitas menjadi langkah pasti untuk menjaga kualitas dari benang Lakumas. Benang berkualitas membuat konsumen atau pengguna merasa puas dengan produk yang dihasilkan.

Jika akan membuat kreasi yang indah, menarik, dan mengagumkan dari benang, kuncinya adalah gunakan bahan berkualitas. Tapi, sebenarnya bagaimana cara memeriksa dan menjaga dari kualitas produk benang yang ada.

Sebenarnya, kualitas dari suatu benang bisa dilihat secara kasat mata. Apakah ada banyak serat yang rusak, rontok, dan tidak rapi sehingga membuatnya terlihat lebih tipis.

Benang-benang seperti itu sangat fatal jika digunakan untuk produksi pakaian atau kain lainnya. Produk yang dihasilkan tentu tidak akan berkualitas, cepat robek, dan masih banyak kefatalan lain jika menggunakannya.

Langkah Menjaga Kualitas Selama Proses Produksi Melakukan Proses

Optimalisasi maksimal dari produk Lakumas bisa dilihat melalui kualitas yang dihasilkan pada benangnya. Kualitasnya sendiri bergantung pada tingkat efisiensi transfer dari sifat serat ke benangnya.

Benang menjadi bahan baku industri tekstil. Sebenarnya, tidak ada benang baik atau buruk yang mutlak. Melakukan setting mesin bersamaan dengan cek kualitas sebelum jalan produksi adalah hal penting sebelum pengujian.

Ada beberapa uji yang akan dilakukan untuk memastikannya seperti melakukan pengujian memutar, pertahanan suhu, kepadatan linear, keserasian dan lainnya. Untuk itu, langkah pembuatannya harus sesuai standar seperti di bawah ini.

1.     Selama Proses Produksi Melakukan Proses Pemilihan Bahan Berkualitas

Bahan baku serat adalah unit materi yang memiliki panjang setidaknya 100 kali diameter atau lebarnya. Serat yang cocok untuk penggunaan tekstil memiliki panjang, tingkat kehalusan, kekuatan, dan fleksibilitas memadai.

Pemilihan bahan baku berkualitas menjadi hal penting bagi benang terutama pada fungsinya seperti penyerapan air, panas sinar matahari. Bahan material juga berperan aktif dalam menjaga ketahanan terhadap serangga dan mikroorganisme.

2.     Penggunaan Mesin Modern

Dalam menjaga kualitas produk, Lakumas juga menggunakan mesin modern yang canggih. Seperti diketahui bahwa hanya menggunakan tenaga manusia saja tidak mungkin bisa menjaga kualitas dari produk benangnya.

Tenaga manusia biasanya menghasilkan kualitas yang berbeda-beda, berbeda dengan penggunaan mesin. Untuk itu sangat penting untuk melakukan setting mesin bersamaan dengan cek kualitas sebelum jalan produksi.

3.     Menjalankan Uji Kekuatan

Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana bisa uji kekuatan benang dilakukan dan diukur. Benang-benang akan diuji pada mesin yang berputar sepanjang satu meter, kemudian ditimbang. Nantinya akan didapat berat benangnya.

Selama proses produksi melakukan proses uji kekuatan putus juga pada benang-benang. Kami menggunakan metode uji tarik standar untuk mengetahui pemanjangan, kekuatan putus, dan ketangguhan pada benangnya.

4.     Menjalankan Tes Pelintiran

Langkah pasti dalam menjaga kualitas produksi benang Lakumas yakni dengan menggunakan tes putar pelintiran. Tes putaran akan dinyatakan dengan jumlah lilitan per satuan panjang seperti berapa banyak lilitannya.

Kami selalu melakukan setting mesin bersamaan dengan cek kualitas sebelum jalan produksi agar lolos dalam tes pelintiran. Pengujian ini dilakukan untuk menentukan koefisiensi puntiran dari benangnya.

5.     Melakukan Pengujian Bakar Produk

Dari semua tes yang mana merupakan langkah untuk menjaga kualitas dari produksi benang lakumas, uji bakar menjadi yang terpenting. Dari uji ini, Anda juga bisa mengetahui terbuat dari apa benangnya.

Saat terbuat dari bahan kapas, nyala api akan cepat menjalar dan menyala dengan cukup lama. Tapi, ketika bahan material pembuatannya berbeda, reaksi yang akan dihasilkan juga beda.

Menjaga kualitas suatu produk bisa dilakukan dengan menguji produknya menggunakan berbagai tes untuk mengetahui seberapa bagus ketahanannya. Untuk itu, sangat disarankan agar menggunakan bahan baku berkualitas agar bisa lolos uji.

Bahan Benang yang Paling Banyak Digunakan oleh Produk Kain Tradisional

Bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional sesuai dengan kebutuhannya. Banyak jenis barang yang dibutuhkan untuk dapat menghasilkan kain untuk dijadikan pakaian.

Benang sendiri merupakan bahan yang terdiri dari kumpulan serat-serat. Serat tersebut berbentuk memanjang yang memiliki garis tengah sesuai dengan jumlah antihan yang diperoleh dari proses pemintalan.

Benang juga memiliki beberapa jenisnya sesuai dengan proses pemintalan yang dilakukan. Jenis pertama adalah benang stapel yang dipintal dengan metode mekanik untuk dapat menghasilkan benang tertentu.

Jenis kedua adalah benang filamen yang melalui proses pemintalan dengan menggunakan cara kimia. Perbedaan yang paling terlihat dari kedua cara tersebut adalah ukuran panjang yang akan dihasilkan.

Benang sangat berperan penting dalam industri tekstil untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakaian. Termasuk juga untuk pembuatan produk kain tradisional dapat menggunakan beberapa jenis benang sesuai kebutuhan.

Jenis Bahan Benang di Indonesia

Bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional memiliki beberapa jenis sesuai kebutuhan. Berikut ini beberapa jenis bahan benang yang dapat Anda pilih untuk produk kain tradisional.

  1. Benang kapas

Jenis benang ini sesuai dengan namanya terbuat dari bahan dasar kapas. Sistem yang digunakan untuk pemintalan ada beberapa seperti open end, mule dan sistem ring.

Proses pemintalan pada benang kapas akan menghasilkan dua jenis yang berbeda. Jenis pertama adalah benang kapas garu dengan permukaan berbulu dan kedua benang kapas sisir dengan permukaan mengkilap.

  1. Benang linen

Jenis benang lain yang tidak asing digunakan di Indonesia adalah benang linen. Jenis benang linen dibuat dengan memanfaatkan serat linen yang diambil langsung dari tumbuhan rami ataupun pohon flax.

Benang linen termasuk bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional. Linen jarang dibuat dalam bentuk gintiran karena lebih kuat dibandingkan benang kapas.

  1. Benang wool

Benang wool biasanya dibuat dari bahan alami berupa bulu domba dan kambing. Selain itu, bisa juga terbuat dari bulu mamalia lainnya yang sering digunakan untuk tali sepatu dan kain celana.

Benang wool juga memiliki beberapa golongan diantaranya wool panjang, medium dan halus. Tentunya penggunaan ketiga jenis benang wool tersebut sesuai dengan kebutuhan produksi kain tradisionalnya.

Macam-macam Benang untuk Produk Kain Tradisional

Selain bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional yang sudah disebutkan, ada beberapa jenis lainnya. Berikut jenis benang yang paling sering digunakan untuk produksi kain tradisional.

  1. Benang sutra

Jenis benang sutra diperoleh dari pemintalan serat sutra dan biasanya memanfaatkan sutra kepompong. Jenis benang sutra juga memiliki ciri berupa 2 hingga 20 benang filamen.

  1. Benang rayon

Benang rayon sering dibuat dari setengan buatan yang terdiri dari selulosa. Benang ini memiliki dua jenis yaitu filamen rayon panjang hingga tidak terhingga atau disesuaikan dengan serat kapas.

  1. Benang polyester

Bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional adalah benang polyester. Jenis benang ini terbentuk dari filamen atau stapel biasanya untuk bahan tenun atau rajut.

  1. Benang akrilik

Jenis benang akrilik biasanya digunakan untuk memproduksi kain rajut pakaian luar. Biasanya paling cocok dibuat sebagai bahan pakaian berbulu untuk musim dingin maupun selimut hangat.

Kebutuhan akan benang untuk produksi kain disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Begitu juga untuk bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional sesuai dengan kebutuhannya.

Cara Menjaga Kelestarian Budaya Tradisional oleh Pemerintah

Regulasi pemerintah memiliki efek yang besar terhadap kelestarian budaya di Indonesia. Hampir semua lini budaya membutuhkan kontribusi yang lebih besar dari pemerintah untuk tidak hilang di era modern ini. Apalagi, semua sudah bisa dikembangkan secara global. Indonesia sebagai negara yang memiliki masyarakat dengan kebudayaan yang tinggi harus selalu dijaga semuanya. Apalagi di tengah arus modernisasi dan pengaruh budaya lain juga lebih cepat, maka sudah seharusnya ada langkah konkrit agar kekayaan alam terjaga.

Pelestarian budaya adalah sesuatu yang wajib masuk ke dalam UU dan PP sehingga semua lini masyarakat maupun pemerintah sadar soal apa yang harus dilakukan agar semua ini dapat terjaga. Akan tetapi, industri pengembangan budaya masih belum menjadi fokus utama. Masih banyak yang diabaikan sehingga kita dapat lihat generasi baru yang enggan belajar tentang budaya dan mulai kehilangan identitas daerah. Belum lagi bahasa dan kebudayaan sudah luntur dan beberapa diantaranya sudah hilang. Parekraf punya peran besar disini!

Apa Saja Peran Pemerintah dalam Menjaga Kelestarian Budaya Tradisional di Era Modern?

Seperti yang sudah kami katakan, sektor pemerintah memiliki peran besar untuk membuat kekayaan alam dan sosial tetap terjaga. Bukan berarti karena sudah melimpah, kita menjadi lebih enggan mendata satu per satu kekayaan yang dimiliki hingga dicuri negara lain. Sudah banyak kasus seperti itu dan setelahnya baru merasa dirugikan. Maka dari itu, Parekraf wajib mengajak masyarakat serta melaksanakan program yang bisa membuat semua budaya yang dimiliki kita tidak hanya bertahan, tetapi juga lebih berkembang. Caranya adalah:

  1. Menjadi Motor Penggerak Masyarakat

Ketika pemerintah tahu kalau pada dasarnya kebudayaan ini bisa hilang seiring adanya generasi baru, maka sudah seharusnya dikeluarkanlah regulasi pemerintah yang bisa menengahi. Dengan UU dan PP soal sosial budaya, masyarakat akan lebih sadar. Dengan adanya itu juga Pemerintah bisa mengatur siapa yang memegang peran yang paling besar untuk menjaga kebudayaan tersebut. Misalnya tentang Permen LH, maka ada yang bertanggung jawab seturut regulasi agar lebih beragam juga.

  1. Menjadi Inisiator dan Penghubung dengan Dunia Internasional

Sebuah budaya jika hanya dibiarkan saja pasti akan pelan-pelan hilang. Akan sangat sayang jika budaya tersebut adalah kekayaan tradisional, tetapi menjadi hilang seiring berjalannya waktu. Tetapi, parekraf bisa membuat ini sebagai aset di level global. Yang dimaksudkan disini adalah, Pemerintah wajib memiliki inisiatif untuk membuat produk industri budaya ini dikenal lebih luas. Selain membuat budaya itu tidak hilang ditelan zaman, daerah juga bisa mendapat keuntungan tambahan dari sana.

  1. Memberikan Dukungan Penuh

Akan tetapi, jika regulasi pemerintah untuk membuat suatu budaya itu dikenal lebih luas belum disetujui oleh masyarakat lokal, maka yang dapat dilakukan adalah dengan membuat apresiasi setiap ada yang mau mengelola budaya tradisional tersebut. Nantinya pemerintah bisa menjadi sponsor atau sekedar apresiator setiap kali adanya event tradisional untuk membuat budaya tersebut tetap eksis. Misalnya perlombaan pembuatan permen LH dan tentukan siapa yang bakal menjadi penanggung jawab.

  1. Menyelenggarakan Event Nasional atau Pentas Seni

Pemerintah bisa menjaga kelestarian budaya tradisional dengan sering membuat event skala kecil maupun besar untuk kebudayaan tertentu. Pentas seni contohnya, pemerintah bisa melakukan perlombaan untuk pameran budaya yang anggun. Bisa dengan lomba menari, pembuatan produk dari budaya yang dimiliki hingga jika produk tersebut berupa kain, bisa dilakukan fashion show dengan menggunakan hasil produk dari kain tersebut. Banyak yang bisa dilakukan untuk menjaga budaya.

Pelestarian budaya yang dilakukan ini tidak hanya cukup dengan UU ataupun PP soal larangan masyarakat mencoreng nilai budaya. Tetapi jauh dari itu, sangat penting untuk parekraf selaku pemegang peran di kebudayaan untuk menjaga seluruh kekayaan yang dimiliki.

Kolaborasi Budaya dan Teknologi pada Perkembangan Tenun

Menjadi sebuah warisan turun-temurun membuat kolaborasi budaya dan teknologi sangat diperlukan untuk mendukung penenun atau disebut juga partonun. Sebab pembuatannya kini bukan hanya meningkatkan ekonomi namun juga untuk memperkenalkan jati ini. Penggunaan kain ini juga semakin berkembang dari waktu ke waktu dan diminati oleh banyak orang, bahkan hingga desainer ternama. Paduan warna serta corak-corak yang khas menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Peran pemerintah untuk memperkenalkan hasil warisan budaya sendiri juga ikut mendorong produktivitas serta penjualan semakin meningkat. Selain itu, berbagai wawasan baru akhirnya didapatkan oleh penenun yang mayoritas adalah perempuan karena peran pemerintah. Berbagai program-program lainnya juga mulai dijalankan untuk memberikan dukungan terhadap wirausaha untuk meningkatkan kapasitas dalam industri kreatif. Bukan hanya itu saja, program ini juga dapat melestarikan warisan tidak benda dari berbagai aspek.

Kolaborasi Budaya dan Teknologi Kain Tenun

Beberapa kolaborasi pada perkembangan penenun di Indonesia tentu saja tidak lepas dari peran banyak pihak. Peran-peran tersebut yang telah membawa pangsa pasar untuk tenunan ini menjadi lebih luas bahkan hingga internasional:

  1. Peran Pemerintah

Seperti telah diketahui bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia sudah menerapkan satu hari dengan batik, maka kebijakan satu hari dengan tenun juga mulai diterapkan pemerintah lokal. Beberapa daerah di antaranya Sumbar, Sulteng, Lombok Tengah, dan lainnya. Ada banyak manfaat dari adanya kebijakan ini, seperti misalnya penenun mulai memahami bahan dari kain sangat penting dipertimbangkan dalam perkembangan fashion. Selain itu, juga menambah pengetahuan berkenaan lambang maupun ciri khas daerah masing-masing.

Bahan yang digunakan juga akhirnya menekankan pada kenyamanan sehingga dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan benang sebagai bahan dasar dipilih berdasarkan kualitas terbaik dengan tujuan meningkatkan dan melestarikan budaya lokal.

  1. Desainer Ternama

Kecantikan dari berbagai motif serta warna yang menarik perhatian membuat sejumlah desainer mulai mempopulerkannya. Bukan hanya di pamerkan secara nasional saja namun juga mulai merambah kancah internasional. Misalnya saja desainer Oscar Lawalata yang memiliki ketertarikan dengan hasil tenun NTT hingga menjadikannya bahan fashion. Hasilnya dipamerkan dalam kompetisi International Young Creative Entrepreneur di London.

Desainer lainnya adalah Monique Soeriaatmaja yang juga berperan besar dalam memperkenalkan warisan Indonesia ini di mancanegara. Monique memperkenalkannya di berbagai ajang internasional seperti Fashion Scout London Fashion Week pada 2008. Terakhir Merdi Sihombing untuk memperkenalkan Ulos yang menjadi khas dari Sumatra Utara. Dengan berbagai pendekatan dan eksplorasi, penggunaan ulos untuk fashion menjadi salah satu cara Merdi Sihombing memperkenalkan serta mendekatkannya pada masyarakat.

  1. Kolaborasi UNESCO Citi Indonesia

Sebagai salah satu ciri khas bangsa selain batik, membuat berbagai program untuk mendukung penenun mulai banyak dilakukan. Salah satunya adalah kolaborasi UNESCO Citi Indonesia dengan para penenun di berbagai wilayah. Dengan program ini, peningkatan pendapatan dari pada wirausaha kain tenun menjadi meningkat. Selain itu, cara ini juga sangat efektif dalam regenerasi penenun muda agar kegiatan menenun tidak hilang termakan zaman.

  1. Penggunaan Teknologi

Penggunaan teknologi yang semakin maju juga sangat berperan dalam melestarikan kain tenun ini lebih luas. Salah satunya adalah penggunaan media sosial sebagai tempat untuk mempromosikannya pada calon konsumen.

Pembeli tidak hanya dari konsumen lokal saja, bahkan tidak sedikit juga pembeli dari mancanegara. Hal ini membuktikan bahkan budaya luhur bangsa bisa berjalan seiring dengan teknologi yang semakin maju. Warisan budaya sudah semestinya terus dilestarikan dan diperkenalkan bukan hanya dalam negeri sendiri namun juga mancanegara. Berbagai kolaborasi budaya dan teknologi dapat dilakukan karena keduanya dapat berjalan beriringan.