Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: tencel

Pengrajin Kesulitan Mencari Tempat Pencelupan Benang

Melihat permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin lokal saat ini seperti susah untuk mencari tempat untuk pencelupan benang dikarenakan lamanya proses pencelupan menjadi suatu hambatan tersendiri dalam produktivitas pengrajin lokal. Lamanya proses itu dimana pengrajin jika pencelupan benang dilakukan sendiri tahapan-tahapan dikerjakan secara manual dan itu menghabiskan waktu yang cukup lama. Sedangkan, di tempat pencelupan benang (Bandung dan Pekalongan) tidak berbeda jauh prosesnya yang lama karena proses pengiriman benang raw white maupun benang selesai dicelup dan belum lagi proses antri di tempat pencelupan tersebut.

Dalam acara kegiatan “Pengembangan Kemitraan, Permodalan, Akses Pasar dan Bahan Baku Bagi Industri Non Agro di Kab. Sragen” bapak Abdul Nasir (Marketing LAKUMAS) telah ikut serta sebagai salah satu narasumber pada hari Kamis tanggal 18 November 2021, LAKUMAS sangat memahami permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin maka dengan bangga LAKUMAS memperkenalkan benang Rayon dan Candimas kepada para pengrajin dalam acara kegiatan tersebut. Candimas adalah benang yang high quality berasal dari pohon eucalyptus di pulp menjadi benang namun, Candimas saat ini sedang mengalami sedikit kendala pada bahan baku impor nya. Rayon terbuat dari selulosa yang diekstraksi dari kayu. Ini sering disebut sebagai alternatif “hijau” untuk sutra karena dapat terurai secara hayati dan terurai secara alami ke dalam tanah. Ini adalah salah satu bahan tekstil paling serbaguna, dan sekarang digunakan untuk berbagai aplikasi yang lebih luas daripada sebelumnya. Kelebihan lain nya Rayon juga menggunakan bahan baku Lokal (Purwakarta dan Riau) dan tahun 2018 LAKUMAS membuat jaringan benang ATBM ke Jepara, Jawa Timur dan Bali.

Para pengrajin sangat merespon bahwa LAKUMAS bisa bantu supply benang Rayon Warna (CRAYON) sehingga kami LAKUMAS juga ikut bersemangat untuk membantu kesulitan yang sedang dihadapi oleh para pengrajin saat ini. Tidak hanya mensupply benang saja namun LAKUMAS bisa membantu para pengrajin dalam memberikan informasi mengenai kebutuhan-kebutuhan para pengrajin seputar tidak lain dari benang.

Dengan adanya acara tersebut, LAKUMAS memperkenalkan produk andalan yaitu Rayon dan Candimas bisa di terima dan di apresiasi dan menjadikan PT LAKUMAS salah satu pemasok / supplier benang bagi para pengrajin.

*DWS/acl.

Penyebab Model Pakaian Anak lebih Mahal dari Pakaian Dewasa

Ada berbagai model pakaian anak dengan beragam material yang bisa Anda temukan, tentunya harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Namun pernahkah Anda berpikir, mengapa harga baju anak lebih mahal dibandingkan dengan pakaian orang dewasa. Bagi para orang tua,Anda pasti sering berbelanja kebutuhan anak, karena di masa pertumbuhan mereka,pakaian yang digunakan menjadi lebih cepat sempit. Harga baju anak juga terbilang tidak murah, padahal ukurannya lebih kecil dari baju orang dewasa.

Namun pemilihan tempat Anda berbelanja pakaian, juga menjadi salah satu faktor meningkatnya harga. Jika berbelanja baju di pasar tradisional atau di toko-toko kebutuhan anak seperti Candimas, harga yang ditawarkan memang cukup murah dibandingkan di mal. Bahkan baju yang dibeli di mal, bisa memiliki harga berkali-kali lipat dari pakaian dewasa. Tentunya hal tersebut mengundang pertanyaan, sebenarnya apa alasan dan penyebab, mengapa baju anak bisa memiliki harga yang begitu mahal.

Penyebab Model Pakaian Anak Lebih Mahal dari Pakaian Dewasa

Pakaian memang menjadi kebutuhan bagi setiap manusia, dan hal itulah yang membuat permintaan akan produk tersebut cukup tinggi. Dengan harga baju anak yang cukup mahal, nyatanya hal tersebut tidak menutup kemungkinan jika permintaan pakaian anak akan menurun.

1.   Handmade

Kebanyakan perusahaan produsen pakaian anak, memang menggunakan mesin dengan teknologi canggih. Namun untuk menghasilkan baju dengan kualitas terbaik, masih banyak perusahaan yang membuat baju secara handmade atau buatan tangan. Kebanyakanbajuanakdibuatsecara manual, sebab ukurannya tidak terlalu besar sehingga beberapa perusahaan memilih untuk membuatnya secara handmade. Selain itu pakaian yang dibuat secara handmade dinilai lebih rapi, dan meminimalisir adanya cacat produk.

2.   Penawaran Lebih Rendah dari Permintaan

Jika ditelusuri toko pakaian anak lebih sedikit, dari pada toko baju dewasa. Itulah salah satu faktor membuat baju anak menjadi mahal, dan penawaran lebih rendah dibanding permintaan. Dengan

adanya kelahiran setiap tahunnya, pastinya penawaran akan menjadi rendah. Meskipun ukuran pakaiannya lebih kecil, namun biaya proses produksinya memangkas biaya yang sama dengan pembuatan baju orang dewasa. Sehingga tidak salah, jika pakaian anak memang memiliki harga cukup mahal, ditambah beberapa faktor lainnya.

3.   Material Bahan Lebih Nyaman

Penyebab lainnya adalah material yang digunakan lebih nyaman, tentu saja sebagai orang tua, kita menginginkan yang terbaik untuk anak. Dan pemilihan material berkualitas pakaian menjadi  salah satunya, namun hal tersebut membuat harga baju menjadi mahal. Beberapa perusahaan juga menggunakan material bahan anti bakteri,sehingga ketika mereka berkeringat tidakada bakteri menempel. Orang dewasa mungkin akan mudah beradaptasi jika pakaian dirasa kurang nyaman, namun anak akan mudah rewel jika baju dirasa tidak nyaman.

4.   Pola Pikir Orang Tua

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya, halitulah yang membuat mereka tidak merasa keberatan jika harus mengeluarkan biaya cukup mahal untuk keperluan sikecil. Dan hal ini menjadi salah satu penyebab, mengapa pakaian anak bisa meningkat harganya. Orang tua memang selalu mengutamakan kebutuhan sikecil, mereka rela mengeluarkan cukup banyak uang untuk keperluannya. Pola pikir tersebutlah yang menjadi kan harga baju menjadi naik, namun mereka tetap membelinya.

5.   Proses Pembuatan Lebih Rumit

Selain rasa nyaman yang dirasakan sikecil, tentunya motif menarik pada baju atau celana mereka bisa membuat mereka lebih senang dan semangat dalam beraktivitas. Jika Anda perhatikan seksama, pakaian anak memiliki motif, warna serta gambar lebih beragam. Tentunya dalam proses pembuatan baju tersebut akan lebih rumit, berbeda halnya dengan pakaian dewasa jauh lebih simple dan tidak terdapat terlalu banyak motif atau bordir.

Baju dan celana sikecil merupakan kebutuhan yang wajib orang tuapenuhi, selain memperhatikan masalah harga, sepertinya orang tual ebih mengutamakan kualitas bahan dari pakaian tersebut, dan salah satu jenis bahan yang nyaman pada anak adalah Tencel.

Keunggulan Bahan Tekstil Ramah Lingkungan bagi Anda

Sudahkah Anda tau, apa saja keunggulan yang dimiliki tekstil ramah lingkungan. Material ini pada umumnya memang sudah banyak digunakan oleh banyak orang dan perusahaan, dan hal ini tentunya membawa dampak positif bagi lingkungan juga kesehatan manusia kelak nantinya. Limbah tekstil memang menjadi salah satu ancaman bagi lingkungan, limbah yang dibuang kesungai atau aliran air bisa mencemari air tersebut dan akan berbahaya bagi manusia jika mengonsumsinya. Sedangkan jika dikubur di dalam tanah, maka tanah juga bisa tercemar.

Kini sudah banyak pilihan lebih aman, dan dapat dimanfaat kan sebagai bahan tekstil. Beberapa diantaranya adalah Tencel, Linen, Polyester Daur Ulang dan masih banyak lagi. Kini tidak ada hambatan bagi Anda dalam berbusana, sebab masih banyak pilihan bahan pakaian.

Pedagang menata kain di kiosnya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang, Banten, Kamis, 17 September 2020. Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengatakan, penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total DKI Jakarta akan berdampak pada penyerapan produksi tekstil hulu maupun hilir dan berpotensi kehilangan pendapatan US$ 3 miliar per bulan. Foto:Ismail Pohan/TrenAsia

Industri fashion Indonesia yang semakin maju saat ini, pastinya akan membutuh kan banyak material tekstil. Bayangkan saja, jika dalam pembuatan pakaian tersebut menggunakan bahan tidak ramah lingkungan, pasti akan menghasilkan banyak limbah berbahaya bagi lingkungan.

Kelebihan Tekstil Ramah Lingkungan yang Aman bagi Kulit

Kenyamanan dalam berpakaian, merupakan salah satu tujuan yang dicari oleh penggunanya. Bahan material ramah lingkungan ini, memiliki keunggulannya tersendiri dan salah satunya adalah nyaman digunakan bagikulit, dan pastinya aman bagi lingkungan dan kesehatan.

1.   Material Lebih Nyaman Digunakan

Selalu gunakan pakaian ramah lingkungan, untuk mengurangi limbah tekstil yang bisa mengancam kesehatan lingkungan dan manusia. Lagi pula pakaian ramah lingkungan dianggap lebih nyaman digunakan, dibandingkan dengan bahan tekstil lainnya. Salah satunya adalah serat tumbuhan, yang diambil dari pohon Eucalyptus dan Beechwood mengandung bahan breathable, sehingga lebih sejuk dan lembut di kulit. Proses pembuatannya menggunakan teknologi termoregulasi, sehingga dapat menyesuaikan dengan suhu sekitar.

2.   Dapat Terurai di Dalam Tanah

Ini merupakan nilai tambah yang dimiliki oleh bahan alam, karena berasal dari alam maka proses penguraiannya menjadi lebih mudah. Hanya dalam waktu 12 hingga 16 minggu, maka serat alam tersebut dapat berubah menjadi kompos sehingga bisa digunakan sebagai pupuk. Selain dapat terurai kedalam tanah, bahan ini juga dapat didaur ulang kembali. Jika Anda tidak ingin menyia-nyiakan serat alam ini, Anda bisa mendaur ulang serta tersebut menjadi pakaian kembali, sehingga tidak ada sisa yang terbuang atau zero waste.

3.   Warna Tidak

Keunggulan lainnya yang dimiliki oleh serat alam adalah, bahan ini cenderung memiliki warna yang tahan lama. Berbeda halnya dengan jenis material tidak ramah lingkungan, saat dicuci beberapa kali dan dijemur di bawah sinar matahari maka warnanya mudah pudar. Salah satu material yang memiliki keunggulan serupa adalah Tencel, serat alami yang dimiliki oleh bahan ini membuat warna pakaian tidak mudah pudar. Selain itu spektrum warna yang dihasilkan cukup beragam, sehingga cocok digunakan pada pakaian dengan model apapun.

4.   Lebih Tahan Lama

Material tekstil dengan serat alami cenderung lebih tahan lama, jika dibandingkan dengan bahan tidak ramah lingkungan. Tingkat durabilitas pada material ramah lingkungan cukup tinggi, dan faktor tersebut yang membuat pakaian menjadi tahan lama dan lebih fleksibel. Selain itu perawatan material ini cukup mudah,Anda dapat mencucinya secara manual ataupun dengan mesincuci. Dengan kualitas bahan yang cukup baik, memang tidak salah jika banyak orang lebih memilih menggunakan material tersebut.

5.   Anti Bakteri

Salah satu material ramah lingkungan adalah Tencel, dimana material ini memiliki sifat anti bakteri. Karena bahan ini mudah menyerap keringat namun juga mudah kering, membuat bahan ini tidak cocok untuk menjadi tempat pertumbuhan bakteri. Pemanfaatan material ramah lingkungan, wajib menjadi pilihan utama bagi banyak orang dalam memilih pakaian. Dengan serat alami terkandung didalamnya, membuat pakaian ini nyaman untuk digunakan, sehingga selalu gunakan pakaian ramah lingkungan di keseharian anda.

Lakumas Innovation Awards Ramaikan Tenun Fashion Week 2021

Tenun Fashion Week merupakan gelaran peragaan busana yang menampilkan tenun Nusantara dan negara Asia Tenggara lainnya. Di samping itu, terdapat juga rangkaian acara menarik meliputi panel diskusi hingga pemberian penghargaan. Tenun adalah teknik dalam pembuatan kain melalui prinsip sederhana. Sehingga produk yang dihasilkan dari teknik tersebut dikenal sebagai kain tenun. Di Indonesia, jenis kain satu ini termasuk dalam produk kesenian tradisional.

Kain tradisional ini memiliki beragam corak dan motif sehingga tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri. Beragam jenis produk tekstil tersebut masing-masing menjadi bagian dari kain Nusantara. Bukan hanya Indonesia, negara-negara lain juga memiliki produk tekstil yang menggunakan teknik tenunan. Tentu saja dengan beragam corak serta motif khas masing-masing.

Perhelatan Tenun Fashion Week 2021

Beragam corak dan motif dari berbagai negara khususnya Asia Tenggara diperagakan di sebuah perhelatan bertajuk Tenun Fashion Week. Pada tahun 2021, Tenun Fashion Week kembali dihelat. Perhelatan ini digelar selama 3 hari, yaitu tanggal 15 hingga 17 Oktober 2021. Bukan hanya peragaan busana yang menampilkan tekstil tenun. Melainkan juga beragam acara lainnya, salah satunya Lakumas Innovation Awards.

Program panel diskusi juga dapat diikuti oleh siapa saja yang ingin berpartisipasi. Erick Halim sebagai salah satu perwakilan PT. Lakumas turut berpartisipasi sebagai panelis di program panel diskusi bertajuk Innovation in Woven Textiles. Selain itu, terdapat dua program panel diskusi lainnya yang diselenggarakan pada hari pertama dan kedua. Mengingat perhelatan dilakukan di tengah masa pandemi, acara ini dapat dinikmati melalui streaming online.

Streaming online tersebut tersedia melalui dua platform internet, yakni akun Facebook dan situs resmi Tenun Fashion Week. Tentunya peragaan busana atau fashion showcase menjadi program yang paling ditunggu-tunggu. Karena akan menampilkan pproduk tekstil tenunan dari negara-negara di Asia Tenggara. Antara lain Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Indonesia sendiri membawa 13 motif tenunan pada gelaran ini.

 

Lakumas Innovation Awards, Penghargaan bagi Partisipan

Pada gelaran Tenun Fashion Week 2021, ada beberapa program yang diselenggarakan oleh panitia. Di samping fashion showcase dan panel diskusi, ada juga program awarding. Terdapat 3 awards yang diselenggarakan. Ketiganya antara lain People’s Choice Awards, Lakumas Most Innovative Weaves, dan Tenun Best Collection.

People’s Choice Awards memungkinkan masyarakat umum untuk ikut serta memilih lewat voting online. Sedangkan dua awards lainnya yaitu Lakumas Most Innovative Weaves dan Tenun Best Collection dinilai oleh tim juri secara khusus. PT. Lakumas memberikan dukungan sebagai sponsor untuk Lakumas Most Innovative Awards. Dalam program penghargaan tersebut, terdapat dua produk benang yang dijadikan sebagai bahan inovasi. Berikut ini penjelasan keduanya.

  1. Benang Tencel

Produk benang ini merupakan merek dagang yang terbuat dari material lyocell, yaitu serat selulosa buatan. Benang ini kerap dijadikan sebagai bahan di industri tekstil karena memiliki beragam kelebihan. Beberapa kelebihan tekstil dengan benang ini antara lain nyaman dipakai karena bahannya sejuk, lembut di kulit, warna tidak mudah luntur. Sifatnya anti bakteri sehingga aman untuk pemakaian sehari-hari.

  1. Benang Candimas

Ini adalah produk hasil kolaborasi dengan serat di atas. Ini menjadi bahan baku favorit dalam pembuatan tekstil khususnya tenunan tradisional. Terbukti, pengrajin dari 15 provinsi di Indonesia menyukai benang tersebut untuk produksi tenun.Lakumas sebagai perusahaan pelopor kain tradisional Nusantara selalu memberikan dukungan dalam upaya keberlanjutannya. Dengan berbagai kelebihan pada kedua jenis benang tersebut, tidak heran jika kualitas tenun Nusantara diakui dunia.

Selain Sutera, Ini Bahan Baku Tenun yang Banyak Dipakai

Saat ini, banyak kain tenun dibuat dari serat alami maupun serat sintetis. Seperti yang sudah diketahui, kain tenun jadi salah satu komoditas tekstil paling dicari. Nilai dan keistimewaannya sangat tinggi. Ada banyak sekali jenis tenun yang sangat terkenal hingga luar negeri. Tenun Sumba, Bali dan Toraja memiliki nilai tertinggi karena karakter istimewanya. Ketiganya memiliki corak khas yang melambangkan keharmonisan. Bukan hanya coraknya saja, tapi juga benang yang digunakan tidak sembarangan. Umumnya, mereka menggunakan serat dari alam seperti serat selulosa. Namun, sebenarnya masih banyak lagi jenis benang yang sering dipakai. Benang yang Sering Dipakai atau Digunakan Faktanya, sampai saat ini ada banyak sekali jenis benang maupun kain. Beberapa diantaranya merupakan bahan semi-sintetis dari gabungan 2 jenis benang. Berikut beberapa jenis kain yang sering dipakai. 1.	Katun Cotton sebenarnya merupakan kain yang cukup banyak dijumpai. Selain itu, cotton juga memiliki banyak varian lain mulai dari jenis biasa, combed, dan sebagainya. Setiap jenis tentu memiliki perbedaan masing-masing. Misalnya adalah cotton combed yang merupakan jenis cotton biasa, tapi ada penyisiran pada bagian akhir. Hasilnya, serat-serat kapas pada permukaan dapat dihilangkan serta menjadikan cotton combed jadi lebih halus. Ada juga japanese cotton yang merupakan 100% dari bahan organik sekitar. Karena menggunakan bahan organik, teksturnya juga jauh lebih halus. Bahkan, tingkat penyerapan keringat juga sangat baik. Ada juga jenis toyobo dengan karakter tebal serta lebih glossy. Meski lebih tebal, tapi ketika digunakan tidak mudah gerah. Hal ini juga yang membuatnya banyak dipakai untuk membuat tenun. 2.	Rayon Secara teknis, ini merupakan benang yang terbuat dari serat kayu atau serat selulosa. Namun, dengan adanya kombinasi menggunakan bahan lain membuatnya memiliki banyak jenis mulai dari spandex hingga jersey. Spandex sendiri umumnya memilki karakteristik warna cerah dan mampu lekuk badan. Di sisi lain, tekstur permukaannya cukup lembut dan lentur. Biasanya juga sering dipakai untuk membuat tenun khas. Ada juga jenis yang cocok untuk membuat jersey. Dari sisi karakteristik, jersey memiliki sifat melar dan mengkilap. Permukaannya sangat lembut meskipun daya serapnya sangat rendah. Kombinasi lain adalah yang menghasilkan PE. Tekstur luarnya cukup kasar sehingga mudah untuk robek. Selain itu, ketika digunakan juga terasa cukup panas sehingga jarang dipakai untuk membuat tenun. 3.	Tencel Sama seperti bahan kain lainnya, jenis satu ini juga memiliki beberapa varian. Umumnya, banyak industri tekstil juga mengkombinasikannya dengan bahan lain. Jadi, varian dari kain untuk tenun jauh lebih banyak. Misalnya, jenis lyocell memiliki karakteristik yang nyaman dan lembut. Daya serapnya juga sangat baik sehingga banyak digunakan. Lyocell juga sering dipakai untuk membuat tenun khas. Ada juga jenis tencel-modal yang juga memiliki permukaan lembut dan nyaman. Bahkan, ini lebih lentur dari pada lyocell. Baik lyocell maupun modal merupakan olahan dari pelarutan serat selulosa. 4.	Acrylic Akrilik banyak dikenal juga dengan nama cashmillon, vannel, hingga orlon. Meski penyebutannya berbeda, tapi karakteristiknya sama. Akrilik memiliki kemiripan dengan kain wol dan membuatnya sering digunakan sebagai syal. Karakteristik tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat kain tenun. Banyak daerah lebih memiliki akrilik karena lebih baik dari sisi kualitas. Terutama karena lebih tebal dan hangat. Namun, akrilik justru jarang digunakan untuk tenun biasa. Jika tenun tersebut diproduksi secara massal dan untuk diperjualbelikan, biasanya menggunakan kain yang lebih ringan dari pada akrilik. Memang, tenun dapat dibuat menggunakan banyak jenis benang. Namun, tidak semua benang mampu menghasilkan tenun berkualitas. Serat alami biasanya lebih dipilih karena kualitasnya lebih terjamin.

Saat ini, banyak kain tenun dibuat dari serat alami maupun serat sintetis. Seperti yang sudah diketahui, kain tenun jadi salah satu komoditas tekstil paling dicari. Nilai dan keistimewaannya sangat tinggi.

Ada banyak sekali jenis tenun yang sangat terkenal hingga luar negeri. Tenun Sumba, Bali dan Toraja memiliki nilai tertinggi karena karakter istimewanya. Ketiganya memiliki corak khas yang melambangkan keharmonisan.

Bukan hanya coraknya saja, tapi juga benang yang digunakan tidak sembarangan. Umumnya, mereka menggunakan serat dari alam seperti serat selulosa. Namun, sebenarnya masih banyak lagi jenis benang yang sering dipakai.

Benang yang Sering Dipakai atau Digunakan

Faktanya, sampai saat ini ada banyak sekali jenis benang maupun kain. Beberapa diantaranya merupakan bahan semi-sintetis dari gabungan 2 jenis benang. Berikut beberapa jenis kain yang sering dipakai.

  1. Katun

Cotton sebenarnya merupakan kain yang cukup banyak dijumpai. Selain itu, cotton juga memiliki banyak varian lain mulai dari jenis biasa, combed, dan sebagainya. Setiap jenis tentu memiliki perbedaan masing-masing.

Misalnya adalah cotton combed yang merupakan jenis cotton biasa, tapi ada penyisiran pada bagian akhir. Hasilnya, serat-serat kapas pada permukaan dapat dihilangkan serta menjadikan cotton combed jadi lebih halus.

Ada juga japanese cotton yang merupakan 100% dari bahan organik sekitar. Karena menggunakan bahan organik, teksturnya juga jauh lebih halus. Bahkan, tingkat penyerapan keringat juga sangat baik.

Ada juga jenis toyobo dengan karakter tebal serta lebih glossy. Meski lebih tebal, tapi ketika digunakan tidak mudah gerah. Hal ini juga yang membuatnya banyak dipakai untuk membuat tenun.

  1. Rayon

Secara teknis, ini merupakan benang yang terbuat dari serat kayu atau serat selulosa. Namun, dengan adanya kombinasi menggunakan bahan lain membuatnya memiliki banyak jenis mulai dari spandex hingga jersey.

Spandex sendiri umumnya memilki karakteristik warna cerah dan mampu lekuk badan. Di sisi lain, tekstur permukaannya cukup lembut dan lentur. Biasanya juga sering dipakai untuk membuat tenun khas.

Ada juga jenis yang cocok untuk membuat jersey. Dari sisi karakteristik, jersey memiliki sifat melar dan mengkilap. Permukaannya sangat lembut meskipun daya serapnya sangat rendah.

Kombinasi lain adalah yang menghasilkan PE. Tekstur luarnya cukup kasar sehingga mudah untuk robek. Selain itu, ketika digunakan juga terasa cukup panas sehingga jarang dipakai untuk membuat tenun.

  1. Tencel

Sama seperti bahan kain lainnya, jenis satu ini juga memiliki beberapa varian. Umumnya, banyak industri tekstil juga mengkombinasikannya dengan bahan lain. Jadi, varian dari kain untuk tenun jauh lebih banyak.

Misalnya, jenis lyocell memiliki karakteristik yang nyaman dan lembut. Daya serapnya juga sangat baik sehingga banyak digunakan. Lyocell juga sering dipakai untuk membuat tenun khas.

Ada juga jenis tencel-modal yang juga memiliki permukaan lembut dan nyaman. Bahkan, ini lebih lentur dari pada lyocell. Baik lyocell maupun modal merupakan olahan dari pelarutan serat selulosa.

  1. Acrylic

Akrilik banyak dikenal juga dengan nama cashmillon, vannel, hingga orlon. Meski penyebutannya berbeda, tapi karakteristiknya sama. Akrilik memiliki kemiripan dengan kain wol dan membuatnya sering digunakan sebagai syal.

Karakteristik tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat kain tenun. Banyak daerah lebih memiliki akrilik karena lebih baik dari sisi kualitas. Terutama karena lebih tebal dan hangat.

Namun, akrilik justru jarang digunakan untuk tenun biasa. Jika tenun tersebut diproduksi secara massal dan untuk diperjualbelikan, biasanya menggunakan kain yang lebih ringan dari pada akrilik.

Memang, tenun dapat dibuat menggunakan banyak jenis benang. Namun, tidak semua benang mampu menghasilkan tenun berkualitas. Serat alami biasanya lebih dipilih karena kualitasnya lebih terjamin.