Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #sarungtenunikat

Perlukah Stock Benang untuk Menjaga Kepuasan Pelanggan?

Memenuhi kebutuhan customer menjadi hal wajib yang harus dilakukan bagi perusahaan yang ingin menjaga loyalitas pelanggan. Semua kegiatan usaha yang terlibat dalam penjualan barang serta jasa untuk kebutuhan personal hingga produksi masal, tentu saja harus memperhatikannya. Bagi pelaku usaha, memperhatikan stock ketersediaan barang contohnya saja seperti benang, menjadi hal yang harus diperhatikan agar bisa memenuhi permintaan konsumen.

Bahkan, bila tidak memiliki jumlah stock barang yang cukup, ini sama halnya dengan mengambil risiko kehilangan konsumen. Namun, jangan salah, memiliki stock benang yang begitu banyak juga bisa merugikan pelaku usaha. Stock barang yang terlalu banyak bisa membuat dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan operasional malah mengendap di barang dagangan, hingga akhirnya dana untuk memenuhi kebutuhan operasional menjadi berkurang. Oleh sebab itu, meskipun memiliki stock barang, pengusaha harus mempunyai pengelolaan barang yang efisien sehingga bisa menguntungkan pelaku usaha.

Stock Benang Cukup, Kepuasan Pelanggan Terjamin

Berikut berbagai macam alasan mengapa menjaga ketersediaan barang khususnya benang untuk industry textile sangat penting untuk dilakukan, antara lain:

 

  1. Agar bisa mencegah kehabisan stock

Hal paling buruk yang bisa terjadi di dalam sebuah bisnis ialah kehilangan pelanggan. Bahkan, kehilangan pelanggan bisa diartikan kehilangan uang. Hal tersebut dapat terjadi karena Anda tidak memiliki stock benang yang mereka perlukan. Pelanggan tentu saja lebih memilih tempat yang bisa memenuhi segala kebutuhan benang yang dibutuhkan dengan cepat. Tempat yang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan ini akan membuat mereka me

 

rasa puas.

Untuk menjaga stock barang khususnya benang, Anda bisa menggunakan data inventory. Anda dapat menetapkan jumlah minimal stock barang, sehingga ketika jumlah sudah ada di bawah stock minimal, Anda bisa langsung melakukan pemesanan benang. Selain itu, sesuaikan jumlah minimal dengan kecepatan penjualan barang serta waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan stock barang tersebut kejumlah minimal. Lakukan pengecekan secara berkala agar bisa menyesuaikan jumlah minimal serta trend order.

  1. Dapatmenjagakualitasbenang

Dengan mengatur stock benang, Anda bisa menjaga ku

 

alitas benang untuk konsumen. Berbeda jika Anda tidak melakukan stock, ketika konsumen membutuhkan benang dalam jumlah cukup banyak, Anda memesan di PT lain dengan kualitas yang tidak sesuai standard. Tentu saja, kualitas benang akan berkurang. Namun, jika Anda secara terus menerus memperhatikan stock, Anda bisa menjaga kualitas benang sehingga kualitas tidak berkurang.

  1. Mencegah kelebihan stock

Bila Anda bisa memenuhi kebutuhan customer dengan baik dan melakukan stock barang secara efektif, tidak aka nada lagi masalah kelebihan stock. Bila ketersediaan benang tidak diatur secara maksimal, bisa berakhir dengan kelebihan stock untuk barang tertentu. Adanya kelebihan stock ini tentu saja bisa menciptakan masalah tersendiri, dan semakin lama barang tidak terjual lagi. Hal seperti ini tentu saja bisa memberikan kerugian besar untuk perusahaan Anda.

  1. Bisa mengontrol modal kerja

Jangan salah, jika stock benang terpenuhi dengan baik dan kepuasan pelanggan terjaga, Anda bisa mengontrol modal kerja secara maksimal. Modal yang diperlukan untuk stock barang sangat tidak murah. Bila Anda membeli sebuah produk dalam jumlah banyak, dan berharap barang bisa terjual dengan harga tinggi, namun selama barang belum bisa terjual, tentu modal diawal belum bisa kembali bukan.

Sehingga, pengelolaan stock barang tidak hanya bisa mengontrol barang yang masuk dan keluar, namun juga bisa mengatur modal kerja yang dimiliki.Begitu pentingnya mengatur stock benang untuk berlangsungnya bisnis memang tidak bisa disepelekan, apalagi jika masalah stock benang ini berkaitan dengan kepuasan pelanggan.

 

INAUGURAL TENUN FASHION WEEK CULMINATES IN CELEBRATORY FASHION SHOWCASE

Kuching, 3 December 2021 – The Sarawak Minister of Tourism, Arts and Culture; Yang Berhormat Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah; today officiated a gala dinner, featuring a unique runway fashion showcase at the Borneo Convention Centre Kuching. The event presented fashion collections using handwoven material produced by weaving communities across Southeast Asia, using traditional handlooms and employing techniques handed down from generation to generation.

The event marked the culmination of the inaugural TENUN Fashion Week, which was presented virtually from 15 to 17 October, and saw the participation of 45 weaving communities across countries in Southeast Asia, namely Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Philippines, Thailand and Vietnam.

Dedicated completely to these handweaves while reimagining their continued relevance by exploring their use in modern fashion, the TENUN Fashion Week was organised by the Maybank Foundation, through its Maybank Women Eco-Weavers programme, in collaboration with the ASEAN Handicraft Promotion and Development Association (AHPADA); and Tanoti – a Malaysian social enterprise dedicated to heritage craft preservation, women empowerment and rural community-building.

 

A fashion showcase quite unlike any other

In Southeast Asia, where textile weaving is traditionally taken up by women, hundreds of weaving communities make up a virtually untold but vital part of the region’s traditional fashion, culture and shared heritage. With humble hands, these women meticulously produce intricate fabrics – from exquisite material produced for royal courts to vivid cloths encompassing a tremendous range of imagery, demonstrating considerable technical prowess. Although these beautiful works of art continue to stand the test of time, the women who create them find it hard to survive in modern times.

As such, the TENUN Fashion Week and ensuing live gala fashion showcase truly stands out from other typical fashion events, in that it emphasises a particular focus on the creation of handwoven textiles in Southeast Asia, while shining a large spotlight on the participating communities that produce them, along with their unique stories.

In many ways, the unprecedented nature of the TENUN Fashion Week and live gala fashion showcase not only marked the first-ever coming together of these weaving communities, but also the visual representation of their unique works and stories. This unprecedented endeavour was symbolically manifested at the live fashion gala event, in the form of the “Weaver’s Anthem”, a distinctively special musical performance produced using weaving instruments.

“While Malaysia’s unique cultural legacy truly stands out and is celebrated all across the world, I believe we can play a unique role in championing our shared heritage with other countries, especially within Southeast Asia. In this regard, I would like to congratulate the organisers of the TENUN Fashion Week and this fashion show for presenting what I truly believe will be a catalyst towards the furtherance of the regional weaving industry,” said Dato Sri Haji Abdul Karim at the live gala fashion showcase.

During the evening’s programme, three participating weaving communities were announced as award winners for their winning collection of textiles which were showcased in the TENUN Fashion Week.

These were Tohsang Cotton Village from Thailand who were awarded the TENUN Best Collection Award and Rumah Rakuji, together with the weaving community of Tunas Mekar Batubura from Indonesia, who won the Lakumas Most Innovative Weaves Award. Both these awards were judged by a prestigious panel of adjudicators, including Rocco Gaglioti, founder of International Digital Fashion Week; Marianna Miceli, founder of Mad Mood Milano Fashion Week; and Aidarkhan Kaliyev, founder of Aspara Fashion Week.

The Bengkalis Community of the Peatland and Mangrove Restoration Agency (BRGM), Indonesia was awarded a People’s Choice Award determined by public votes based on their choice of the best collection among those featured over the course of the TENUN Fashion Week.

The winners in all three categories each received cash prizes and six kilograms of Candimas Tencel yarn, sponsored by PT Lakumas, who also sponsored the cash prize for the Most Innovative Weaves Award.

 

Setting the stage

“We set out to organise the TENUN Fashion Week, chiefly to create awareness towards the unique handweaves of Southeast Asia by bringing them out into the open, thus improving their marketability and subsequently, their profitability. Seeing this inaugural event reach the scale and magnitude that it has is truly rewarding, particularly for the participating weaving communities. But it also shows the promising potential of the TENUN platform,” said Jacqueline Fong, Co-organiser of TENUN Fashion Week and Director of Tanoti.

Already, plans are underway to make TENUN annual event.  Undeniably, the stage is set for what has become an instrumental platform in presenting Asian handweaves to the world.

“I think it was a very unique experience in that everyone that participated were very excited to be in this project. Many of these communities had never previously participated in any fashion showcase outside their own countries! The other notable experience was the learning of their stories, their textile traditions and ancestral weaving techniques, and conveying them to TENUN’s audience,” added Fong.

All the collections showcased by TENUN are available for purchase via its e-commerce platform on the TENUN website, which will also feature promotional videos and contact listings of the participating communities.

More details are available at www.tenunfashionweek.com.

Lakumas Edu: Produk Tekstil Laris Manis Habis Terjual, Terutama Sarung, Bagaimana Potensi Market Lakumas Semester Kedua 2021?

Kebutuhan sarung untuk masyarakat semakin hari semakin meningkat. Dengan pola dan desain yang disesuaikan oleh tren, produk ini terus menarik perhatian. Bahkan, penjualannya meningkat pada bulan-bulan tertentu.

Di semester pertama, produk ini mampu menjual jutaan pcs. Data tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat masih sangat tinggi. Terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan.

Lalu, bagaimana perkembangan paruh kedua tahun 2021? Banyak analisis yang bisa dilakukan. Namun, dari semua data tersebut menunjukkan beberapa fakta menarik. Termasuk potensi penjualan di penghujung akhir 2021.

Salah Satu Unggulan Produk Tekstil

Produk merupakan salah satu andalan untuk mendongkrak ekonomi. Industri tekstil memang memiliki banyak jenis. Namun, produk ini sering dilupakan karena dianggap kuno dan kurang berkesan.

Faktanya hal tersebut tidak demikian. Produk ini mampu memberikan sumbangan besar dalam industri tekstil. Penjualan yang terus meningkat sering waktu diprediksi akan terus meningkat di masa depan.

Produk Lakumas menjadi salah satu dengan market yang sangat besar. Sebaran potensi yang dimiliki bisa menyaingi brand ternama. Itulah alasan mengapa industri ini akan tetap eksis di masa depan.

Pada paruh kedua tahun 2021 juga diprediksi penjualannya akan terus meningkat. Potensi ini muncul melihat dari grafik selama paruh pertama. Jika ada penurunan, maka dipastikan grafiknya tidak akan turun jauh.

Salah Satu Kebutuhan yang Paling Mendasar

Di beberapa daerah, industri ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu funginya adalah sebagai pengganti selimut ketika berada di luar rumah. Biasanya masyarakat di daerah pegunungan yang menggunakannya.

Tidak mungkin seseorang akan keluar menggunakan selimut. Sebagai gantinya, tekstil ini dipakai karena mampu memberikan rasa hangat. Bentuknya juga simpel sehingga mudah dipakai tanpa membutuhkan waktu lama.

Peningkatan kebutuhan sarung juga akan terus meningkat setiap tahun. Pada momen-momen tertentu, kebutuhannya akan jauh meningkat. Momen lebaran adalah salah satu dimana tekstil ini lebih populer dari bulan lainnya.

Secara fungsi, tekstil tersebut bisa dipakai untuk banyak hal. Pemakaiannya dalam ritual keagamaan sudah sering dilihat. Beberapa orang juga menggunakannya sebagai pengganti selimut ketika sedang di luar rumah.

Potensi Penjualan Juga Semakin Besar

Melihat kebutuhan yang semakin meningkat, potensi penjualannya juga semakin besar. Potensinya sebenarnya bisa melebihi jenis tekstil lain. Hanya saja bagaimana industri tersebut mampu memanfaatkan momen.

Menjelang paruh kedua 2021, angka penjualan memang menurun tipis karena sudah melewati momen lebaran. Namun, momen perayaan lain masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini.

Lakumas memiliki kesempatan besar memberikan kebutuhan pasar dalam jumlah besar. Terlebih lagi bahwa tekstil ini tidak terpengaruh oleh tren. Bisa dipakai kapan saja tanpa peduli kehadiran moda pakaian populer.

Semester kedua mungkin akan menjadi tantangan baru bagi Lakumas. Faktanya, momen penjualan terbesar ada pada saat lebaran. Meskipun masih ada perayaan lain, tetapi rasio penjualan tidak sebesar ketika lebaran.

Meskipun begitu, tren menggunakan tekstil ini tidak pernah mati. Selama ada yang membutuhkan, maka penjualan bisa berjalan. Bahkan hasilnya lebih besar dengan metode penjualan tertentu.

Hal yang perlu Diperhatikan Lebih Detail

Meskipun potensi penjualan di paruh kedua 2021 masih tinggi, tetapi perlu diperhatikan dengan lebih detail. Lakumas memiliki produk yang cukup diminati. Hanya bagaimana menjaga minat masyarakat terhadap produk Lakumas.

Salah satunya adalah dengan cara memberikan inovasi terhadap desain, karakter, hingga nilainya. Semakin tinggi nilainya, maka semakin tinggi angka penjualan. Jadi peluang ini akan terus terbuka lebar.

Fakta bahwa industri tekstil tidak akan pernah mati memang peluang yang menjanjikan. Namun, bagaimana memanfaatkan potensi pada semester kedua adalah tantangan yang cukup penting bagi Lakumas.

Lakumas Edu: Keunggulan Rayon Digunakan Sebagai Bahan Sarung

Salah satu jenis kain yang saat ini cukup populer adalah kain rayon. Kain ini sendiri sebenarnya dibuat dari proses polimer organik dan proses pembuatannya mirip seperti pembuatan kain katun. Namun, jenis kain ini sendiri memiliki keunikan karena berasal dari selulosa yang diregenerasi.

Menariknya adalah jenis kain ini sering disebut sebagai semi sintetis karena sifat alaminya juga tidak bisa dikategorikan serat alami. Beberapa orang menyebut kain ini sebagai sutra buatan dan biasanya sering disebut sebagai viskosa dalam industri tekstil. Penggunaannya juga cukup populer, salah satunya sebagai bahan dasar sarung.

Sebenarnya, ada banyak alasan mengapa jenis bahan tersebut dipakai sebagai sarung. Dibuat dengan proses yang lama mulai dari ekstrak pulp kayu hingga proses perajutan. Karakteristiknya juga cukup unik seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Bahkan, jenis bahan ini menjadi bahan dasar untuk membuat produk sarung unik.

Karakteristik Jenis Kain yang Dimiliki

Jenis kain ini sendiri memiliki karakteristik tersendiri. Salah satu yang paling terlihat adalah karakter kilaunya. Hal ini karena ada kandungan karbon, hidrogen, dan oksigen dalam setiap seratnya. Meskipun begitu, bagian permukaan kain ini sangat halus dan licin. Oleh sebab itu karakternya mirip dengan kain sutra.

Karena karakternya tersebut, bahan ini sering dipakai untuk industri tekstil seperti pembuatan sarung, sarung bantal, dan sebagainya. Salah satu yang populer adalah sarung goyor. Jenis sarung ini cukup sering dijumpai di daerah Jawa Tengah. Beberapa bahkan dijadikan sebagai sarung khas daerah tertentu karena nilai uniknya.

Bahan ini dipakai untuk membuat berbagai jenis sarung karena memliki daya serap tinggi. Memberikan sensasi dingin dengan tekstur lembut. Menariknya, bahan ini memiliki banyak varian seperti polyester, spandek, hingga jersey. Tidak heran juga jika ada banyak industri tekstil memanfaatkan jenis bahan ini.

Cara Pembuatan Sarung yang Membutuhkan Waktu Relatif Lama

Jenis bahan tersebut sering dipakai untuk membuat sarung, salah satunya adalah jenis goyor yang banyak dijumpai di Jawa Tengah. Cara pembuatan sarung sendiri sebenarnya membutuhkan waktu yang relatif panjang. Dimulai dari pemilihan jenis benang yang kemudian diberikan pewarna sesuai keinginan atau permintaan.

Untuk masalah benang sendiri, Lakumas menjadi yang terdepan dalam menyediakan benang berkualitas. Setelah benang selesai diwarna, maka kemudian kain harus diketeng. Setelah selesai, maka langkah selanjutnya adalah memilih antara warna dasar dan warna motif. Warna motif akan diproses kembali untuk menentukan pola motif warnanya.

Kemudian proses pembuatan bisa menggunakan 2 cara, pertama adalah manual seperti proses menenun serta cara modern menggunakan mesin pabrik. Setelah selesai dan sudah membentuk seperti tabung, maka kemudian perlu dicuci. Goyor sendiri dalam Bahasa Jawa berarti “menyiram” atau juga bisa diartikan sebagai “tidak kaku”.

Kelebihan yang Dimiliki Sarung Goyor

Ada banyak kelebihan yang diberikan oleh jenis sarung tersebut. Dari segi motif, ada 2 motif yang paling sering dijumpai. Motif pertama sering disebut sebagai Motif Botolan atau Motif Timuran. Sedangkan jenis lain dikenal dengan nama Motif Balian atau Motif Tegalan.

Dari segi pilihan warna, kebanyakan menggunakan warna semi-gelap seperti merah bata, cokelat tanah, dan sejenisnya. Sedangkan teksturnya sangat halus dan mirip seperti sutra. Inilah alasan mengapa sarung khas tersebut memiliki nilai estetik tinggi. Bahkan juga diminati oleh banyak negara seperti negara-negara Afrika dan negara-negara Arab.

Serat benang atau jenis kain ini sendiri sangat terkenal di daerah Jawa Tengah sebagai salah satu bahan khas. Bahkan, sarung jenis tersebut juga sangat populer hingga sudah menarik perhatian banyak negara lain seperti Arab Saudi. Tidak salah memang jika Lakumas mendominasi pasar sarung Jawa Tengah.

Bagaimana Fashion Sarung Tenun menyambut Bulan Suci Ramadhan?

Membahas tentang budaya Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya karena Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat melimpah. Setiap daerah di Indonesia bahkan punya budaya yang berbeda-beda, mulai dari kebudayaan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya. Setiap kebudayaan memiliki daya tarik tersendiri, termasuk dalam fashion.

Fashion berkaitan dengan berbagai macam jenis pakaian, mulai dari baju, celana, dress, rok, kemeja hingga sarung. Sarung selalu identik dengan ramadhan karena banyak orang yang menggunakan sarung saat melaksanakan ibadah di masjid. Sarung juga digunakan sebagai fashion menarik, apalagi dengan motif tenun yang mengagumkan.

Sarung Tenun di Indonesia dengan Beragam Motif

Ada banyak sarung tenun yang bisa kita jumpai di Indonesia dengan beragam motif menarik. Dua jenis kain tenun yang populer untuk dijadikan sarung adalah kain tenun goyor dan kain tenun endek. Kain tenun goyor memiliki karakter adem dan halus.

Berbeda lagi dengan kain tenun endek yang memiliki ciri khas berupa motif beragam dan warna mencolok. Biasanya, kita menjumpai kain tenun endek bermotif Patra, Wajik Ukir, Rang-rang, Pewayangan, Jumputan, hingga Encak Saji. Sedangkan, untuk warna yang sering digunakan adalah warna kuning, ungu, merah dan lainnya.

Seberapa Pentingkah Sarung dalam Budaya Muslim di Indonesia?

Mendengar kata sarung, pasti benak kita langsung memikirkan muslim. Sarung memang selalu dikaitkan dengan budaya muslim karena memang sebagian besar orang yang menggunakan sarung adalah orang islam, meskipun ada juga beberapa orang dengan kepercayaan lain juga menggunakan sarung dalam kesehariannya.

Sarung sering digunakan bagi orang muslim pria untuk melaksanakan ibadah sholat. Meski diperbolehkan menggunakan celana, tapi sarung membuat ibadah kita menjadi lebih afdol. Bahkan, bukan hanya saat sholat, banyak juga para muslim yang menggunakan sarung untuk kegiatan sehari-hari atau saat merayakan bulan suci ramadhan.

Bagaimana Cara Pembuatan Sarung Tenun?

Pembuatan kain tenun untuk dijadikan sarung bisa dilakukan menggunakan mesin atau dengan manual. Penggunaan mesin dalam pembuatan kain tenun tentu membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat. Anda tinggal memasangkan alat dan bahan yang digunakan maka mesin akan mengerjakan proses pembuatan kain tenun.

Pembuatan kain tenun secara manual juga tidak kalah seru untuk disimak. Proses pertama adalah menghani atau proses pembuatan helaian-helaian benang, memasang benang lungsi pada bum benang lungsi, pencucukan pada mata gun, pencucukan pada sisir, mengikat benang lungsi pada bum kain, penyetelan, menenun hingga melepas tenunan.

Sarung Berbahan Dasar Tencel dan Rayon Memberikan Berbagai Keunggulan

Tidak sembarangan bahan atau benang yang bisa digunakan dalam pembuatan kain tenun untuk dijadikan sarung. Bahan yang biasa digunakan dan memiliki kualitas tinggi adalah tencel dan rayon. Kedua bahan ini memiliki keunggulan pada teksturnya karena sangat halus saat di sentuh.

Meski lembut, tapi serat kainnya sangat kuat sehingga tidak mudah rusak saat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sarung. Kedua bahan ini juga bisa menyesuaikan dengan suhu alami sehingga akan mendinginkan saat musim panas dan akan memberikan kehangatan saat musim dingin.

Lakumas Mensuplai Tencel dan Rayon untuk Keperluan Sarung

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki bahan dasar tersebut, sarung yang dihasilkan pastinya juga lebih berkualitas dibanding menggunakan bahan dasar lainnya. Tidak heran jika permaisuri Malaysia pernah memborong benang Tencel Lakumas saat berada di pameran Kain Tradisional ASEAN. Apalagi, Lakumas terus mengembangkan inovasi untuk kain ini.

Bagi Anda yang membutuhkan kain tradisional dengan bahan yang berkualitas, maka PT. Lakumas pilihannya. Lakumas terus menerus berkontribusi melestarikan budaya Indonesia melalui kain tenun tradisional dengan bahan dasar yang berkualitas. Dengan bahan berkualitas ini, Anda akan mendapatkan sarung tenun dengan motif menarik dan bahan awet.