Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #sarungtenunikat

5 Solusi dari ALFI Terhadap Kelangkaan Container, Bagaimana Tanggapan Pemerintah

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) telah memberikan usulan untuk mengatasi persoalan keterbatasan container. Kelangkaan tersebut ternyata menjadi salah satu masalah serius yang menyebabkan aktivitas ekspor impor jadi terkendala. Kelangkaan ini memang menjadi masalah serius. Penurunan permintaan membuat produsen peti kemas menurunkan jumlah produksinya. Akibatnya, ini menyebabkan efek domino pada industry freight serta forwarding.

Namun, asosiasi telah menyediakan beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Setidaknya, ada 5 solusi dari asosiasi yang disampaikan kepada pihak terkait untuk menyelesaikan kelangkaan terhadap peti kemas.

Solusi Asosiasi Kepada Pemerintah Terkait Kelangkaan Peti Kemas

Asosiasi telah memberikan 5 solusi yang dianggap sebagai langkah alternative. Namun, tentu hal ini juga menunggu respons dari pihak terkait. Namun, solusi berikut bisa menjadi alternative jawaban.

  1. Optimaslisasi Utilitas Peti Kemas

Solusi pertama adalah dengan mengoptimalkan utilitas dari perputaran peti kemas dengan memanfaatkan status un-clearance di setiap pelabuhan. Tentu hal ini membutuhkan regulasi khusus untuk mendukung kebijakan tersebut. Hal paling penting dalam solusi pertama ini adalah transparansi dari pihak pelayaran. Ketakutan beberapa pihak adalah ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan bisnis tidak sehat.

Maka, transparansi terhadap kapasitas muat perlu disampaikan, setidaknya kepada pihak bea cukai. Dengan begitu, maka setiap eksportir bisa menentukan kapan harus melakukan jasa pelayaran tersebut saat akan melakukan aktivitas perdagangan.

  1. Relaksasi Pengalihan Barang EXIM

Solusi kedua adalah memberikan relaksasi atau kemudahan untuk pengalihan barang ekspor dari pabrik ke gudang logistik. Asosiasi berpendapat bahwa solusi ini penting karena memberikan kesempatan yang lebih besar bagi eksportir. Jika pabrik memiliki fasilitas seperti Kemudahan Tujuan Ekspor (KITE) maka akan memudahkan pada izin relokasi. Inilah yang seharusnya dimiliki oleh eksportir sehingga mudah dalam membuka pasar baru.

Artinya, jika solusi ini benar-benar diterapkan maka akan menjadi sebuah kesempatan baru bagi setiap industry. Sayangnya, saat ini belum bisa dilakukan dengan maksimal karena pengawasan sangat kurang terhadap jasa tersebut.

  1. Optimalisasi Keterlibatan Pelaku Logistik Swasta

Keterlibatan pelaku logistic swasta menjadi salah satu hal penting untuk mendorong upaya peningkatan proyek infrastruktur. Dalam hal ini, percepatan serta kemudahan dalam perizinan berusaha harus segera dirasakan oleh pelaku usaha. Tentu saja keterlibatan pelaku logistic swasta ini dapat dilakukan tanpa mengurangi kepentingan yang jauh lebih besar. Hal tersebut sangat penting supaya kebijakan mengenai ekspor impor industry tekstil dapat berjalan.

Apalagi, peran swasta memberikan dampak yang besar terhadap rantai pasokan. Oleh sebab itu, keterlibatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan jalan alternative sehingga tantangan kelangkaan peti kemas bisa diselesaikan.

  1. Subsidi Kepada Eksportir

Solusi selanjutnya yang ditawarkan adalah memberikan subsidi kepada para eksportir. Subsidi tersebut perlu ditekankan pada komoditas yang memiliki daya persaingan tinggi. Cara ini diharapkan mampu memberikan jalan keluar bagi para eksportir. Penekanan pada subsidi ini adalah mengubah cara pembayaran yang sebelumnya FOB menjadi CIF. Dengan begitu, maka aka nada bargaining dari pasar luar negeri untuk rantai pasokan lebih luas.

  1. Subsidi Kepada Operator Pelayaran

Selain subsidi kepada eksportir, subsidi juga perlu diberikan kepada operator pelayaran. Tujuan dari subsidi ini adalah supaya operator mau melakukan repositioning container kosong yang sebelumnya masih tertahan. Hal tersebut bisa mendorong penurunan ongkos kirim perjalanan. Harapannya, kelangkaan juga tidak memberikan efek domino yang berkepanjangan. Jadi, solusi ini harus segera direalisasikan secepat mungkin oleh semua pihak.

Lima solusi tersebut memang tidak bisa langsung mengurangi efek kelangkaan peti kemas. Namun, setidaknya hal ini bisa dimanfaatkan oleh berbagai industry seperti Lakumas untuk tetap melakukan aktivitas ekspor impor.

Apa Saja Produk Turunan dari Benang Tencel yang Sering Digunakan Sehari-hari

Tencel merupakan benang hasil pemintalan dari serat alami. Dihasilkan dari serat kayu organik di alam dengan proses khusus yang aman bagi lingkungan. Penerapan teknologi terbarukan mendukung produksi benang ini. Benang adalah produk olahan dari industri hulu. Menjadi bahan mentah bagi industri hilir yaitu tekstil. Digunakan untuk membuat berbagai macam item bahan jadi siap pakai untuk manusia khususnya.

Mungkin Anda kurang familiar dengan material organic ini. Hanya tahu mengenai bahan siap pakainya saja. Sebab produk aslinya berupa benang tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan khusus untuk industri. Konsumen menggunakan produk turunan dari material yang dinamakan benang candimas. Dibuat dalam berbagai item produk yang bisa dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Produk Turunan Benang Tencel yang Digunakan Sehari-hari

Kain dari benang organic memiliki fungsi seperti serat sintetis. Dapat digunakan untuk membuat berbagai fashion item. Bisa jadi Anda menggunakan produk turunan dari bahan alami seperti ini setiap hari.

 

  1. Baju resmi

Pakaian resmi untuk acara pesta, pernikahan, kondangan dan perayaan lainnya. Salah satu jenis produk turunan yang umum digunakan adalah tenun. Kain ini pada awalnya digunakan khusus untuk acara adat dan keagamaan.

  1. Baju santai

Menyesuaikan perkembangan jaman, bukan lagi dimanfaatkan untuk membuat baju khusus. Saat ini banyak ditemui baju, celana santai ready to wear dari bahan yang aman bagi lingkungan.

Jadi bisa digunakan untuk segala suasana dan segala usia. Sebab kualitas bahannya bagus dan nyaman dikenakan. Mudah diolah dan fleksibel bisa dibuat apa saja dikombinasikan dengan bahan lain.

    1. Sprei

 

 

Bed sheet/ sprei dihasilkan dari pengolahan material alami ramah lingkungan sangat nyaman digunakan. Sebagai alas tempat tidur yang dimanfaatkan setiap hari, kenyamanan sangat penting. Membantu kualitas tidur Anda lebih optimal.

    1. Sarung bantal dan guling

 

Serupa dengan sprei, sarung bantal dan guling juga kerap menggunakan bahan alami. Tenun bisa dibuat dalam berbagai bentuk. Bisa sebagai bahan tunggal, dibuat penuh menggunakan material ini, bisa juga dalam bentuk kombinasi.

  1. Sarung bantal sofa

Material organik serat kayu bisa juga dimanfaatkan untuk menghiasi ruang tamu. Dijadikan sebagai sarung bantal sofa aneka motif dan warna. Menambah sentuhan alam untuk area sentral di rumah anda.

  1. Karpet

Bukan hanya bulu-bulu sintetis yang dapat digunakan sebagai karpet. Benang alami lebih berkualitas digunakan sebagai alas seperti karpet. Tidak menyebabkan efek panas dan gerah. Aman bagi anak-anak, mudah dibersihkan.

  1. Keset

Memiliki daya serap bagus, cocok digunakan untuk keset. Tentu dengan tekstur yang lebih renggang dan kasar sehingga tidak licin. Tampilan rumah Anda jadi semakin berkelas hanya dengan mengganti keset menggunakan bahan alami.

  1. Tirai jendela dan pintu

Menambah elegan isi rumah dengan menggunakan tirai dari bahan alami. Menghadirkan kesejukan karena memiliki warna khas alami yang mencerminkan alam. Lebih tebal, awet dapat digunakan dalam waktu lama dan tidak cepat kotor.

 

  1. Tas fashion

Tampil beda menggunakan tas fashion dari bahan alami. Seratnya kuat namun lentur adalah kelebihan. Dapat dimanfaatkan untuk membuat fashion item kecintaan para wanita yang terlihat natural dan etnik.

  1. Aksesoris

Aksesoris tambahan outfit seperti kalung, gelang, bandana, hijab, tali rambut, penjepit rambut dan sebagainya. Sangat fleksibel karena memiliki sifat mudah diolah. Banyak dikreasikan oleh para desainer fashion.

Masih banyak produk turunan yang dihasilkan dari material serat alami. Meski pemanfaatannya dalam skala besar dan beragam item tidak menjadi sampah saat sudah tidak digunakan. Sebab material tencel segera terdegradasi di alam tanpa menimbulkan tumpukan limbah.

Indikator Smart Factory, Internet Bagian Penting di Dalamnya

Internet menjadi bagian smart factory yang penting di dalamnya. Perlu diketahui bahwa pada zaman saat ini para pelaku industri manufaktur mulai menghadapi tantangan yang lebih kompleks karena adanya perubahan teknologi. Selain adanya perubahan teknologi yang signifikan, adanya daur hidup suatu produk yang singkat atau periode penggunaannya juga mempengaruhi. Termasuk permintaan pasar yang cepat berubah juga.

Faktor lain yang membuatnya memperbanyak tantangan adalah adanya permintaan pasar yang cepat berubah. Terakhir yaitu permintaan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan secara tepat. Berbagai teknologi mulai muncul dan berkembang saat ini dengan cepat. Beberapa contohnya adalah kemunculan IoT, Artificial Intelligent, Machine Learning, System Automatic hingga CCTV dan IoS.

Indikator Smart Factory dalam Proses Bisnis

Terdapat beberapa indikator yang dapat mempengaruhi smart factory di dalam proses bisnisnya. Berikut ini beberapa indikator yang mempengaruhi smart factory pada penggunaannya secara mudah dan tepat.

  1. Downtime

Hal ini berarti adanya jumlah kejadian atau event dan durasi yang terjadi selama produksinya. Proses data analytic disini diperlukan karena penting dilakukan untuk melancarkan proses produksi.

  1. Speed

Sesuai dengan namanya, proses ini berhubungan dengan kecepatan produksi. Karena hal itulah proses ini menjadi bagian penting pula di dalam proses smart factory yang dilakukan.

  1. Uptime

Bagian ini berhubungan dengan durasi atau waktu produksi yang diperlukan tanpa adanya interupsi. Sehingga dengan adanya indikator ini smart factory bisa digunakan dengan tepat pada proses produksi.

  1. Cycles

Hal ini berhubungan dengan lamanya line produksi untuk dapat menghasilkan sejumlah produk tertentu. Karena hal itulah adanya cycles bisa memberikan kesempatan waktu yang tepat untuk proses produksinya.

  1. Waste

Proses ini berhubungan dengan kuantitas sampah atau defect yang dihasilkan dari proses produksi. Hal ini untuk menghindari penumpukan limbah sisa produksi. Proses ERP juga bisa digunakan.

Prinsip Merancang System Smart Factory

Terdapat beberapa prinsip yang digunakan dalam merancang system smart factory. Berikut ini beberapa prinsip yang bisa Anda gunakan sehingga proses produksi bisa lebih baik dalam prosesnya.

  1. Modularitas

Modularitas berhubungan dengan kemampuan suatu elemen pada sebua

 

h sistem yang dipisahkan dan digabungkan. Dalam smart factory perlu adanya modularitas yang baik untuk integrasi yang baik pula di dalam proses produksi.

  1. Inter-operabilitas

Hal ini berarti harus memiliki kemampuan suatu sistem untuk dapat berbagai informasi antar komponen. Selain itu juga kemampuan berbagai informasi bisnis antara perusahaan manufaktur dengan customer.

  1. Desentralisasi

Hal ini berhubungan dengan keputusan yang diambil dan dibuat secara real-time oleh sistem. Salah satu contohnya adalah penggunaan sensor dan actuator yang juga terhubung dengan sistem CPS.

  1. Virtualisasi

Hal ini berhubungan dengan lingkungan buatan di dalam proses y

 

ang biasanya dihubungkan dengan internet. Semakin transparan informasi yang diberikan, maka semakin lengkap juga sensor yang digunakan.

  1. Berorientasi pada layanan

Pada prinsip ini bisa menggunakan teknologi cloud manufacturing yang berperan dalam transformasi model bisnis. Beberapa layanan bisa Anda gunakan, seperti yang disediakan oleh perusahaan amazon.

  1. Respon yang real-time

Kemampuan ini untuk merespon berbagai perubahan, baik dari keburuhan customer maupun perubahan malfungsi. Sementara itu, beberapa contohnya seperti penggunaan sistem realtime dalam industri adalah platform khusus.Berbagai teknologi yang dibutuhkan dalam smart factory di Indonesia mulai dikembangkan di industri manufaktur pada perkembangannya saat ini. Sementara itu, berbagai indikator juga mempengaruhinya dan internet sangat mempengaruhi prosesnya.

Berbagai Jenis Kemasan yang Diperlukan Oleh Pelanggan

Berbagai jenis kemasan yang diperlukan oleh pelanggan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Tentunya bagian ini juga sangat berkaitan dengan adanya pengiriman barang yang dilakukan dengan jarak yang berbeda. Sementara itu, banyak sekali yang bisa Anda bedakan kemasan sesuai keinginan. Misalnya saja ketika mengirim produk dalam bentuk barang yang mudah pecah, maka untuk pengemasannya berbeda.

Selain itu, adanya pengemasan juga memberikan keamanan produk yang akan dikirimkan. Tidak hanya itu, adanya pengemasan yang tepat dengan desain menarik juga memberikan nilai lebih pada produk. Tentunya semua kebutuhan pengemasan disesuaikan dengan keinginan dari konsumen Anda. Pengemasan juga tidak hanya untuk produk makanan saja, melainkan semua jenis produk memiliki pengemasan yang berbeda-beda.

Jenis – Jenis Kemasan Produk yang Perlu Diketahui

Beberapa jenis dari kemasan bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan produk yang akan dipasarkan. Berikut ini beberapa jenis yang bisa dipilih untuk proses tracking yang lebih mudah dilakukan.

  1. Primer

Jenis ini tentunya sangat penting dilakukan yang menjadi kategori pertama sebelum melanjutkan kejenis lainnya. Sederhananya pengemasan di bagian ini adalah yang bersentuhan langsung dengan produk. Bagian ini yang paling sering dan pasti digunakan untuk hampir semua produk. Beberapa jenis yang sering digunakan dalam bentuk sachet dan standing pouch dilengkapi label pada produknya.

  1. Sekunder

Bagian ini memberikan perlindungan lebih lengkap pada proses pengemasannya yang disebut juga sebagai secondary packaging. Jenis ini dibutuhkan oleh beberapa produk, misalnya produk makanan dan berbagai jenislainnya. Contohnya pada produk makanan memang sangat sensitif terhadap kualitas. Sehingga untuk menjaga kesegaran dan menghindari kerusakan maka diperlukan perlindungan tambahan pada produknya dengan lebih lengkap.

  1. Tersier

Jenis pengemasan ini akan sangat berguna pada pengiriman barang, apalagi dalam jarak jauh. Biasanya dalam bentuk ini terbuat dari bahan yang kuat seperti kardus, kayu dan cardboard. Misalkan pada lakumas menggunakan Lakumas Qrcode sebagai bentuk kode khusus untuk pengiriman barang. Proses pengiriman ini dilakukan dengan pengemasan yang aman dan terlindungi dengan baik.

Syarat Packing yang Baik

Ketika melakukan proses packing atau pengemasan barang, maka perlu menyesuaikan dengan standar. Berikut ini beberapa syarat yang harus dilengkapi dalam proses pengemasan barang dengan lebih aman.

  1. Tidak adanya toksin
  2. Memiliki biaya rendah
  3. Cocok dengan bahan yang akan dikemas
  4. Adanya kemudahan pembuangan kemasan bekas
  5. Menjamin sanitasi dan syarat-syarat kesehatan yang aman
  6. Adanya kemudahan dan keamanan saat mengeluarkan isinya
  7. Memiliki ukuran, berat dan bentuk yang sesuai
  8. Syarat khusus sesuai dengan kebutuhan lainnya

Syarat-syarat tersebut diperlukan untuk berbagai keperluan pengemasan yang lebih berkualitas hasilnya. Misalnya, dengan memiliki biaya rendah bukan berarti bahannya yang mudah tergores dengan barang di dalamnya. Contoh lain misalnya memiliki ukuran, berat dan bentuk yang perlu disesuaikan dengan barang di dalamnya. Jika misalnya kekecilan, maka tidak mampu menutupi barang secara penuh dan berisiko membuat barang rusak.

Begitu juga dengan pengemasan yang perlu menggunakan bahan yang cocok dengan barangnya. Misalnya ketika mengemas makanan basah dan menggunakan kemasan kardus maka tidak akan sesuai. Karena hal itulah semua bentuk packing yang dilakukan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Apalagi jika sebuah produk atau barang akan dikirim kedaerah yang jauh sehingga perjalanannya lama. Pentingnya pengemasan pada produk menjadi bagian penting jika Anda sedang menjalankan bisnis. Karena hal itulah banyak hal yang perlu diperhatikan, termasuk kemasan produk untuk melindunginya.

Peran Indonesia dan Kita sebagai Warga Dunia Mengatasi Dampak Negatif Perubahan Iklim

Net Zero Emission adalah salah satu tujuan yang ingin dicapai untuk memperlambat kiamat dunia. Tertuang sebagai hasil dari terselenggaranya COP-26 di Gasglow, Skotlandia, Oktober hingga November lalu. NZE bisa dicapai dengan penurunan suhu global hingga level 1,50 C. Pemanasan global yang masih dalam taraf rasional mendukung manusia dan habitat alam mampu beradaptasi dengan adanya perubahan iklim.

Meminimalisir dampak negatifnya seperti krisis pangan yang mengancam eksistensi makhluk hidup. Upaya ini bisa dimulai dari lingkup kecil sebagai warga Negara dunia, didukung peran aktif pemerintah.

Upaya Pemerintah Mengurangi Potensi Bencana Alam Akibat Perubahan Iklim

Pemerintah menunjukkan komitmennya mengurangi dampak negatif perubahan iklim melalui keikutsertaan Perjanjian Paris. Sebagai buktinya, tertuang dalam Undang-undang No. 16 th 2016 yaitu tentang Paris Agreement yang telah disahkan saat itu. Pada COP-26 lalu Indonesia juga menyatakan kesanggupannya menurunkan emisi sebesar 26% secara mandiri, dan 41% atas dukungan Internasional. Target ini diharapkan terealisasi pada tahun 2030.

Komitmen mengurangi penggunaan bahan bakar batu bara dilakukan dengan membuka investasi energi ramah lingkungan. Bekerjasama dengan Bank Pembangunan Asia melakukan transisi ekonomi rendah karbon. Mulai mengenalkan pemberlakuan pajak karbon. Implementasinya masih dikaji mengingat saat ini Indonesia masih mengupayakan pemulihan Ekonomi masyarakat. Pemerintah juga mempertimbangkan kesiapan sektor seperti PLTU batu bara.

Fokus utama perubahan iklim adalah sektor energi, transportasi dan kehutanan. Dari sisi transportasi di kota-kota besar mulai diberlakukan uji emisi. Membuka kerja sama dalam pengadaan mobil listrik. Bidang kehutanan, mengupayakan penurunan laju deforestasi. Salah satunya dengan moratorium ijin perkebunan kelapa sawit. Sebab pembukaan lahan hutan paling banyak digunakan untuk penanaman kelapa sawit.

Aksi Peduli Lingkungan yang Dapat Dilakukan Warga dalam Lingkup Kecil

Bukan hanya mengandalkan program-program pemerintah dalam mengurangi dampak negative dari perubahan iklim. Kita sebagai masyarakat juga perlu melakukan aksi nyata untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Banyak hal dapat dilakukan mulai dari lingkup kecil. Contohnya mengurangi penggunaan plastik sebagai pembungkus. Gunakan bahan yang lebih friendly, dan reusable. Membawa kantong belanja sendiri saat ke supermarket.

Mengurangi penggunaan air minum kemasan plastik sekali pakai. Lebih baik lagi jika membiasakan diri membawa minum air putih dalam botol. Ini akan mengurangi penumpukan sampah plastik. Mulai menerapkan paperless untuk segala keperluan. Saat ini sudah didukung semua transaksi, keperluan pekerjaan, bisnis dan pendidikan menggunakan fasilitas online. Tidak perlu hard copy atau print out.

Mengurangi penggunaan kertas dapat menekan laju deforestasi yang bertujuan untuk industry kayu dan kertas. Secara berkesinambungan dapat mengurangi dampak buruk dari pemanasan global akibat masifnya penebangan pohon. Menggunakan kendaraan umum, untuk mengurangi emisi karbon. Tingginya konsentrasi gas karbon di udara salah satunya disebabkan karena asap kendaraan bermotor dari kendaraan pribadi. Mudah sekali mencegahnya dengan memilih moda transportasi umum.

Menggunakan bahan-bahan p

erawatan yang mudah terdegradasi. Contoh sabun, detergen, shampoo yang mengandung bahan organic. Sehingga tidak menyebabkan pencemaran air tanah dan lingkungan sekitar. Aksi nyata selanjutnya adalah menanam pohon. Sudah sering diselenggarakan penanaman sejuta pohon di lahan-lahan gundul. Tidak perlu menunggu moment seperti ini, anda bisa melakukannya kapan saja.

Mulai dari lingkungan sekitar, misalnya menanam pohon buah-buahan berakar tunggang. Minimal dapat menurunkan suhu di siang hari karena adanya naungan. Lebih bagus lagi menanam pohon berumur panjang. Banyak hal yang dapat dilakukan sendiri sebagai warga dunia dalam tujuan mengatasi dampak perubahan iklim. Tanpa menunggu komando dari pemerintah, kita bisa terus melakukan aksi peduli lingkungan dari hal-hal sederhana.