Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: Majubersamalakumas

Berita Dalam Gambar: Lakumas Goes to ISO 9001:2015

ISO 9001 adalah keluarga dari sistem standar manajemen mutu yang dirancang untuk membantu organisasi dalam memastikan bahwa organisasi dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan stakeholdernya serta dapat memenuhi persyaratan Perundangan, hukum dan peraturan yang terkait dengan produk atau Jasanya.  ISO 9001 berkaitan erat dengan dasar dasar dari sistem manajemen mutu.

ISO 9001: 2015 adalah standard  dokumen (Standard Persyaratan) yang mencantumkan persyaratan yang harus dijalankan oleh organisasi dan harus dijaga implementasinya, Ada beberapa dokumen standard  yang berbeda dalam family ISO 9000, tapi hanya  ISO 9001-2015 yang bisa disertifikasi.

Oleh karena kami, PT. Lakumas sebagai bagian dari industri pemintalan benang sadar bahwa dengan menjaga mutu produk tidak lepas dari mutu manajemennya. kami bertekad untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015 yang dapat menjadi kebanggan serta meningkatkan kepercayaan diri untuk menghadapi pasar global yang semakin tidak menentu.

Untuk itu PT Lakumas semangat mengadakan tahapan konsultasi ISO. Pada tanggal 25-28 November 2019(Visit Pertama), Bersama Konsultan ISO, Bapak Palgunadi. PT. Lakumas siap untuk Sertifikasi ISO 9001: 2015, dan siap hingga sertifikat didapatkan, dan akan selalu siap dalam menjalankan dan menjaga sistem manajemen mutu demi meningkatkan kepuasan pelanggan.

Sumber Foto : Dok. Internal

Pelatihan Tenun Pengrajin Banyumas Bersama Lakumas

Pelatihan produk benang

19 November 2019 – Melanjutkan visi dari Bupati Banyumas untuk menciptakan produk lurik khas Banyumas dengan memberdayakan pengrajin lokal, Pemkab Banyumas bekerja sama dengan Disperindag Prov Jateng menggandeng PT Lakumas untuk pelatihan tenun di desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.

Dalam kesempatan ini, PT Lakumas sebagai bagian dari industri pemintalan benang menghadirkan 2 instruktur tenun ATBM berpengalaman asal Jepara dan menyediakan bahan baku benang yang digunakan saat pelatihan. Benang yang disediakan adalah benang Candimas yang merupakan produk unggulan PT Lakumas sebagai solusi pengrajin tenun yang selama ini bergantung dari benang impor. Pelatihan Tenun yang diadakan tanggal 19 sampai dengan 21 November ini melibatkan 30 calon pengrajin tenun.

Dengan diadakannya pelatihan ini maka diharapkan akan membuka lapangan pekerjaan baru menuju terbentuknya Kampung Tenun Lurik di Kabupaten Banyumas dengan produk unggulan kain tenun lurik khas Banyumas. Bupati Banyumas, Achmad Husein siap menampung hasil karya pengrajin dari desa ini untuk menjadi seragam ASN sekabupaten Banyumas.

 

Mari #indonesiamaju #majubersamalakumas #industripemintalanbenang

Lakumas Telah Sampai di Desa Sembiran, Buleleng

Penyerahan Bantuan benang
Bapak Erick Halim menyerahkan bantuan Benang kepada Penenun Kain bebali diwakili Pemerintah setempat

 

 

 

 

 

 

 

 

PT Lakumas diwakilkan Direktur Marketing, Bpk Erick Halim menyerahkan bantuan benang CANDIMAS kepada penenun kain bebali di Desa Sembiran, Kec Tejakula, Kab Buleleng dan disaksikan langsung oleh perangkat desa. Pemberian bantuan ini dalam rangka mendukung program pemprov Bali yang telah digelar sebelumnya yaitu Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi dan Peningkatan Kualitas Tenun Ikat kepada pengerajin kain tenun ikat Desa Sembiran.

Dengan revitalisasi tenun di Desa Sembiran, diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan baru dengan produk kerajinan bernilai tinggi. Sejak pencanangan Bimtek Desa Sembiran, penenun mengakui sudah kebanjiran order namun terkendala bahan baku.

Benang CANDIMAS diharapkan bisa menjadi bahan baku utama terhadap kain bebali yang menggunakan pewarna alami sesuai dengan arahan Ketua Dekranasda Prov Bali, Ibu Putri Koster.

MoU Lakumas dan Pengusaha Tenun Bali

Lakumas MoU Pemerintah Bali
Bapak Erick Halim bersama dengan Pengusaha Tenun Bali dan Kabid Perindustrian Disdagperin Provinsi Bali

17 November 2019 – PT Lakumas menandatangani Memorandum of Understanding atau MoU dengan sejumlah pengusaha tenun Bali mengenai penyediaan bahan baku tenun dan disaksikan langsung oleh Kabid Perindustrian Disdagperin Prov Bali, Bapak Gede Suamba di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada tanggal 17 November 2019.

Pengusaha tenun Bali menyambut baik produk Lakumas terutama benang CANDIMAS yang diproduksi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dikarenakan kualitas dan harga bersaing dengan benang impor yang saat ini mendominasi bahan baku pertenunan di Bali. Hal tersebut dikarenakan minimnya informasi dan kerja sama antara industri pemintalan benang lokal dengan produsen kain. Saat ini produk CANDIMAS sudah digunakan sebagai benang Songket dan Tenun Ikat khas Bali di beberapa pertenunan antara lain di Kab Klungkung, Gianyar, Jembrana, dan Kota Denpasar.

Diharapkan kehadiran PT Lakumas di Bali dapat menjadi solusi pengadaan bahan baku yang selama ini menjadi masalah pertenunan di Bali yang bergantung benang impor dari industri pemintalan benang luar negeri. Selain ketersediaan yang tidak stabil, harga benang impor yang berfluktuasi juga menjadi keluhan para pengrajin.

Dalam acara Pesona Tenun Dewata yang digelar pada malam harinya, benang CANDIMAS ditampilkan dalam produk fashion mengangkat Songket Jembrana.

Mari kita buat #indonesiamaju #majubersamalakumas #industripemintalanbenang

Benang Tegal diminati Malaysia

PERMAISURI Raja Malaysia, Permaisuri Agong Tunku Hajah Azizah Aminah Mainunah Iskandariah mengunjungi Pameran Kain Tradisional
ASEAN di Pendapa Royal Ambarrukmo, Jogjakarta, Selasa (5/11). Dalam pameran tersebut, Permaisuri Raja Malaysia meminati benang made in Lebaksiu yang diperkenalkan PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati (Lakumas).

Permaisuri Malaysia Borong Kain Lakumas

Benang tersebut rencananya akan digunakan di institusi binaan Permaisuri Raja Malaysia. “Hari ini kami mendapat kehormatan dikunjungi Permaisuri Raja Malaysia Tunku Hajah Azizah. Kami memperkenalkan benang Lakumas untuk tenun tradisional. Beliau berminat menggunakan benang made in Lebaksiu dalam tenun Pahang yang dibina beliau,” kata Direktur PT Lakumas Erick Halim.

Pameran Kain Tradisional ASEAN tersebut berlangsung di sela-sela acara 7th ASEAN Traditional Textile Symposium 2019, dengan mengusung tema ‘Embracing Change, Honoring Tradition’. Ketua Panitia 7th ASEAN Traditional Textile Symposium 2019 GKR Hemas kepada media menyampaikan, Permaisuri Raja Malaysia memang menyukai kain batik.

Setelah melihat, biasanya motif batik itu akan diadopsi di Malaysia. Menurut Hemas, Permaisuri Raja Malaysia seringkali tertarik membuat
kembali batik Nusantara di negaranya, mulai dari aspek desainnya. Meski demikian, Hemas menganggap hal itu tidak menjadi masalah, karena hasil akhir batik di Malaysia biasanya berwujud batik kontemporer.

Menurut Hemas, Pameran Kain Tradisional ASEAN sudah pernah dihelat di Indonesia pada 2004. Tahun ini, Indonesia kembali ditunjuk sebagai
tuan rumah dalam rangkaian 7th ASEAN Traditional Textile Symposium 2019. Dalam pameran terdapat 41 tenan kain tradisional baik berjenis
tenun maupun batik dari berbagai negara ASEAN.

Selain pameran kain tradisional, sejumlah agenda pendukung lainnya adalah kompetisi fotografi, serta kompetisi kerajinan wastra yang terdiri dari empat kategori, yaitu tas, dompet, aksesori, juga selendang dan sarung.

sumber : RADAR TEGAL KAMIS, 7 NOVEMBER 2019