Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: Majubersamalakumas

Surat edaran Menteri Perindustrian RI No 4 Th.2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus mendukung produktivitas perusahaan industri dalam kondisi pandemi Covid-19. Hal tersebut bertujuan agar kegiatan industri tetap dapat berlangsung sekaligus menjamin terpenuhinya kebutuhan hidup masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari langkah-langkah yang telah ditempuh sebelumnya, Kemenperin mengeluarkan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat Corona Virus Disease 2019.

Edaran tersebut berdasarkan pada peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Keputusan Presiden No. 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Masyarakat Corona Virus Disease (Covid-19). Selain itu, juga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019.

“Surat edaran ini bertujuan mendukung industri dalam berproduksi namun sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (8/4).

Surat edaran bertanggal 7 April 2020 tersebut ditujukan kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, ketua asosiasi pengusaha Indonesia, ketua asosiasi industri, serta pimpinan perusahaan industri maupun perusahaan kawasan industri. Di dalamnya memuat pedoman bagi pelaku industri dalam menjalankan kegiatan usahanya selama masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19.

 “Kami mengharapkan sektor industri dapat tetap memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional walaupun dalam kondisi yang di luar harapan, terutama dari sektor-sektor yang masih memiliki permintaan tinggi,” papar Agus.

Menperin menyebutkan, sektor-sektor tersebut antara lain industri alat kesehatan dan aneka pangan yang diperlukan untuk menyuplai kebutuhan di dalam negeri. “Kami juga berharap sektor tersebut dapat melakukan ekspor untuk pasar global,” tambahnya.

Perusahaan industri serta perusahaan kawasan industri diberi izin untuk menjalankan kegiatan usaha dengan kewajiban memenuhi ketentuan, di antaranya melakukan screening awal kepada seluruh pekerja melalui pemeriksaan suhu tubuh dan pemantauan gejala saat memasuki area pabrik dan pergantian shift, serta memastikan sirkulasi udara yang baik dan fasilitas kebersihan yang memadai termasuk fasilitas cuci tangan sebelum memasuki bangunan.

Berikutnya, meningkatkan frekuensi pembersihan fasilitas produksi dan area umum secara rutin dengan cairan disinfektan, serta mengatur pembatasan jumlah pekerja saat menggunakan fasilitas umum seperti tempat ibadah atau kantin. “Perusahaan juga wajib menyediakan suplemen maupun makanan bergizi dan menyosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta informasi tentang Covid-19 kepada para pekerja,” jelas Menperin.

Di samping itu, para pekerja harus menerapkan PHBS serta memakai msker sejak keluar rumah dan memakai sarung tangan selama berada di area pabrik. Aturan physical distancing sejauh minimal satu meter serta menghindari kontak fisik juga harus dipatuhi oleh para pekerja.

Menteri AGK menambahkan, surat edaran ini merupakan dasar bagi mekanisme izin unit produksi yang membutuhkan proses berkelanjutan seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020.

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

 

 

Sumber: https://kemenperin.go.id/artikel/21666/Ikuti-Protokol-Kesehatan,-Menperin-Rilis-Surat-Edaran-Operasional-Pabrik.

 

Masih Bekerja? Berikut cara pencegahan penyebaran covid-19 saat masih aktif bekerja.

Sebagai bentuk pencegahan meluasnya virus corona, instansi pemerintahan melalui Kementerian Perindustrian lewat surat edaran No.4 tahun 2020 tentang PELAKSANAAN OPERASIONAL PABRIK DALAM MASA KEDARURATAN KESEHATAN MASYARAKAT COVID-19 menegaskan untuk Perusahaan dan kawasan industri tetap boleh beroperasi dengan memperhatikan protocol kesehatan yang dianjurkan oleh KEMENKES.

Oleh karena itu, bagi kalian yang kantor/ pabrik masih belum bisa mengikuti anjuran kebijakan work from home (WFH) untuk karyawannya, tidak usah khawatir. Karena kita bisa menerapkan anjuran- anjuran dan batasan- batasan yang ada pada surat edaran No.4 Th. 2020 diatas.

Untuk itu sebaiknya kita sangat peduli akan kesehatan dan anjuran physical distancing saat kita bekerja dimanapun kita berada. Dibawah ini adalah tips praktis yang bisa diterapkan oleh setiap individu. Yuk kita simak baik-baik

Berikut cara pencegahan virus saat anda masih aktif bekerja:

  • Pengecekan Suhu Tubuh Sebelum Masuk Area kerja .

    • Antisipasi Gejala yang timbul akibat virus corona maupun virus lainnya yang dapat menularkan karyawan lainnya.
    • Salah satu langkah awalnya dengan pengecekan  suhu tubuh , suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius menandakan ada kemungkinan terjangkit virus Covid-19.

 

  • Membersihkan area kerja dengan Desinfektan

    • Sebelum memulai menyemprotkan cairan desinfektan, perlu diperhatikan takarannya. Yaitu dengan 2 sendok makan cairan desinfektan untuk 1 liter air.
    • Sasaran utama penyemprotan desinfektan,  antara lain lantai, dinding, meja, kursi, lemari dan area kerja lainnya. Selain itu juga menyasar benda yang sering bersentuhan dengan tangan, seperti pegangan tangga, gagang pintu, telepon, keyboard komputer, saklar lampu, alat pertukangan, toilet, keran dan wastafel (tempat cuci tangan),”
    • Meyakinkan bahwa seluruh area kerja bebas dari virus dan bakteri berbahaya bagi Kesehatan Karyawan.

 

  • Mengajarkan Cara hidup sehat

    • Memberikan penyuluhan secara terus menerus kepada seluruh karyawan untuk membudayakan cara hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya di area kerja namun juga di lingkungan lainnya.
    • Mengedukasi Seluruh Karyawan dengan Video Edukasi Pencegahan Covid-19.

 

  • Memastikan penggunaan masker selama bekerja dan keluar rumah.

    • Selalu memakai masker setiap hari apapun aktifitas yang anda sedang kerjakan. Pemerintah sudah  mengeluarkan himbauan wajib pakai masker saat pergi ke luar rumah, sesuai rekomendasi dari WHO.
    • Apabila anda menggunkan masker kain, masker kain sendiri bisa dicuci. Masker kain digunakan tidak lebih dari empat jam. Rendam masker kain yang telah dipakai di air sabun, lalu dicuci. Dan ganti lah setiap hari masker kain yang anda gunakan.

 

  • Rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja

    • Rutin mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun setidaknya selama 20 detik. Jika tidak ada air dan sabun, gunakanlah hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%.

 

  • Menjaga Jarak Dimana pun kegiatan kita selama di Area Kerja

    • Selama wabah virus corona alias Covid-19, masyarakat  diimbau untuk menerapkan social distancing atau menjaga jarak satu sama lain di lingkungan kerja atau diluar rumah. Bukan hanya menjauhkan diri dari tempat keramaian saja, namun jarak kontak fisik dengan orang lain atau rekan kerja pun wajib diperhatikan.
    • Jarak aman untuk berinteraksi agar Covid-19 tidak ditularkan adalah 1,8 sampai 2 meter.

 

  • Berjemur dan Peregangan tubuh sederhana setiap hari jam 10:00 selama 15 menit.

    • Berjemur di bawah matahari dianggap dapat mencegah penyebaran virus covid-19Sinar matahari diyakini sebagai sumber alami untuk menangkal berbagai jenis bakteri dan virus. Sinar matahari terbukti baik meningkatkan sistem imunitas tubuh, yang mampu menangkal serangan virus. Saat berjemur, sinar matahari membuat tubuh membentuk vitamin D yang dibutuhkan untuk menjaga kekebalan tubuh

 

Yuk Mari kita Jaga Kesehatan untuk melawan penyebaran covid-19.

#IndonesiaMaju #MajuBersamaLakumas

 

Cara Memakai Sarung Dengan Benar

Salah satu jenis produk pakaian yang banyak dibuat dari benang rayon adalah sarung, baik sarung untuk beribadah maupun sarung untuk pakaian tradisional. Sarung yang dibuat dari tenunan benang rayon biasanya bersifat lebih adem dan halus. Selain itu, sarung dari benang rayon juga dapat menyesuaikan dengan musim yang ada sehingga mereka yang memakainya akan terus merasa nyaman. Di musim panas, sarung dari benang rayon akan memberikan efek dingin ke tubuh pemakainya. Sedangkan saat cuaca dingin, sarung dari benang rayon akan beralih fungsi menjadi menghangatkan.

Nah, cara untuk memakai sarung dari benang rayon juga bermacam-macam, tergantung dari adanya aksen tambahan pada sarung tersebut seperti tali atau pengikat semacamnya. Cara memakai sarung dari bahan benang rayon yang rapi dan anti melorot adalah sebagai berikut:

  • Memasang sarung dari atas. Lalu, bentangkan sarung ke kiri dan ke kanan. Pastikan tubuh berada di tengah-tengah lubang sarung.

 

 

  • Jika sudah berada di tengah-tengah bolongan sarung, geser tubuh ke salah satu arah agar sisaan sarung yang dibentang tidak sama panjang. Hal ini akan mempermudah pemakainya untuk mengunci ikatan sarung nanti agar tidak mudah jatuh (ingat bahwa benang rayon bersifat licin dan ‘jatuh’).

 

 

  • Lipat sisa sarung yang lebih pendek ke tengah tubuh (tahan lipatan tersebut sampai lipatan selanjutnya selesai dilakukan).

 

 

  • Lipat bagian yang lebih panjang. Disini, Anda dapat mulai melepaskan tangan Anda di bagian lipatan yang lebih pendek.

 

 

  • Gulung sarung ke bawah tubuh Anda sampai ke bagian pinggul atau pinggang.

 

 

  • Posisi lipatan sarung yang digunakan sebaiknya berada di depan paha agar terlihat rapi dan tidak menyulitkan saat berjalan.

 

 

Jika sarung tidak memiliki bolongan, langkah-langkah untuk mengenakannya tentu saja berbeda. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Bentangkan sarung sehingga tubuh Anda berada persis di tengah-tengah kain.
  2. Lilitkan bagian pinggul atau pinggang Anda dengan kain sarung.
  3. Ambil bagian tengah kain yang sudah dililit sebelumnya untuk dijadikan pengikat, bagi dua.
  4. Ikat keduanya dengan kuat ke bagian belakang tubuh atau pantat agar tidak mudah melorot.

Jadi, begitulah cara memakai sarung dari benang rayon yang benar, rapi, dan dijamin tidak akan mudah jatuh. Pastikan bahwa ikatan atau gulungan yang dilakukan di akhir bersifat kuat agar kain tidak mudah melorot.

Cara Menangani Benang Rajut

Benang rajut adalah jenis benang yang digunakan untuk merajut. Dilihat dari asal bahannya, benang rajut terbagi menjadi dua jenis yaitu benang rajut yang terbuat dari serat alami dan benang rajut yang terbuat dari serat sintetis, namun juga ada benang rajut yang terbuat dari campuran serat alami dan serat sintetis.

Salah satu jenis benang rajut adalah benang wol yang terbuat dari serat hewan seperti domba, kambing, kelinci dan sebagainya. Benang wol adalah salah satu jenis serat yang paling tahan lama. Karenanya, benang ini digemari banyak orang, terutama untuk merajut sweater atau baju hangat karena sifat wol yang mampu menahan panas tubuh. Akan tetapi, benang wol memiliki kekurangan yaitu harganya cenderung mahal dan memerlukan perhatian khusus untuk merawatnya.

Jenis benang rajut yang populer lainnya adalah benang akrilik. Salah satu alasan benang rajut akrilik sangat digemari adalah harganya yang murah dan warna-warni benangnya yang menarik. Tampilan benang rajut akrilik sangat mirip dengan benang rajut wol hanya saja bahan serat akrilik kurang memiliki kemampuan menghangatkan tubuh.

Keunggulan benang rajut akrilik lainnya adalah perawatannya yang cenderung mudah. Umumnya, pakaian yang terbuat dari benang rajut wol akan mudah melar dan berubah ukuran jika terus menerus digunakan, namun pakaian yang terbuat dari benang rajut akrilik tidak akan mudah mengalami tarikan atau peregangan.

Untuk merawat pakaian yang terbuat dari benang rajut akrilik biasanya harus mengacu pada label instruksi yang menggantung di pakaian tersebut. Biasanya label instruksi berisi prosedur khusus cara perawatan pakaian seperti cara mencuci dan menyetrikanya. Apabila tidak ada, maka terdapat beberapa cara untuk merawat pakaian yang terbuat dari benang rajut akrilik.

Pada dasarnya, benang rajut akrilik memiliki sifat yang sangat sensitif dan mudah bereaksi pada panas yang tinggi. Akan tetapi, karena bersifat tidak mudah melar atau meregang, benang rajut akrilik tidak akan mengalami proses felting ketika dicuci dengan mesin cuci atau dengan air panas. Felting adalah proses terurai dan menyatunya kembali serat-serat benang menjadi felt atau flanel. Seperti yang biasa terjadi pada sweater yang terbuat dari wool!. Jadi, pakaian yang terbuat dari benang rajut akrilik aman untuk dicuci di mesin cuci. Selain itu, benang rajut akrilik juga tidak disukai oleh ngengat, jadi lebih mudah dan aman dalam menyimpannya di dalam lemari pakaian.

Akan tetapi, karena berbahan dasar plastik, pakaian yang terbuat dari benang rajut akrilik tidak bisa disetrika atau hanya beberapa jenis saja yang dapat disetrika di suhu panas yang sangat rendah. Menyetrika benang rajut akrilik dengan suhu tinggi dikhawatirkan akan merusak kualitas pakaian karena plastik sebagai bahan dasar pakaian tersebut akan meleleh. Apabila pakaian berbahan dasar benang rajut akrilik sering dihadapkan pada suhu panas yang tinggi, sedikit demi sedikit akan menyebabkan pemuaian sehingga rajutannya akan meregang secara permanen. Berbeda dengan benang rajut wol, pakaian yang terbuat dari benang rajut akrilik setelah meregang akan melar secara permanen. Namun, ada juga rajutan pakaian akrilik yang meregang karena seringnya dipakai.

Maka dari itu, sebelum membeli atau membuat pakaian dari benang rajut akrilik, pastikan ada label instruksi pada pakaian tersebut atau Anda telah tahu cara merawat pakaiannya dengan baik. Pakaian yang dirawat dengan baik akan bertahan lama, tidak akan mudah melar, atau warnanya tidak akan mudah memudar.

Virus Corona dan Dampaknya terhadap Industri Tekstil Indonesia

Virus Corona dampak tekstil

Wabah virus Corona yang telah menyebar ke berbagai belahan dunia memang mengkhawatirkan. Pasalnya, virus ini tidak hanya berdampak pada manusia, namun juga mengintai keberlangsungan kegiatan bisnis beberapa industri termasuk industri tekstil. Sebagai 10 besar negara produsen tekstil didunia, Indonesia memiliki daya saing yang relatif baik di pasar internasional. Akan tetapi, wabah virus Corona yang terus menyebar memberikan dampaknya tersendiri bagi produksi tekstil di Indonesia, baik dampak baik atau buruk.

Dari satu sisi, menurut Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), berhentinya impor tekstil dari Tiongkok yang merupakan importir bahan baku ke Indonesia dapat menjadi momentum bagi industri tekstil di dalam negeri untuk mulai berdiri sendiri dan tidak bergantung pada negara lain. Perwakilan Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) juga menyatakan bahwa pemerintah harus mampu memanfaatkan situasi yang ada untuk meningkatkan kinerja industri tekstil dan produksi tekstil (TPT) dalam negeri.

Di sisi lain, wabah virus Corona terancam menghambat proses produksi tekstil dalam negeri karena impor bahan baku yang tertunda selama virus Corona belum dapat ditangani. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan kerugian. Apalagi industri tekstil dalam negeri juga belum tentu dapat beralih ke pemasok lain, karena harga pemasok baru yang belum dapat dipastikan atau bahkan lebih mahal. Hal ini diperparah dengan ketakutan masyarakat akan adanya rumor bahwa virus Corona dapat ditularkan melalui barang yang diimpor dari Tiongkok.

industri pemintalan benang

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT. Lakumas sebagai salah satu industri tekstil tumbuh, besar dan terpercaya di Indonesia siap mengisi kekosongan bahan baku. Bagaimanapun juga kegiatan bisnis harus terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. PT. Lakumas menyiasati ini dengan menggunakan bahan baku alami untuk membuat benang alami. Benang alami ini nantinya bisa menjadi opsi substitusi bagi kekosongan bahan baku impor dari Tiongkok.

Kegiatan produksi di PT. Lakumas akan terus berjalan seperti biasa dengan beberapa perubahan di sejumlah aspek. Untuk mengisi kekosongan pasokan dari Tiongkok, PT. Lakumas akan memproduksi bahan baku benang , untuk industri tekstil dalam negri yang memiliki kualitas setara dengan bahan baku impor dari Tiongkok. Bahan baku yang digunakan harus disesuaikan dengan yang tersedia di pasaran. Selain itu, penggantian bahan baku juga akan disesuaikan dengan keinginan konsumen.

Kami mulai memanfaatkan bahan baku alami dari hewan atau tumbuhan sebagai substitusi bagi bahan baku yang biasa diimpor dari Tiongkok. Contoh serat dari bahan alami untuk membuat benang alami terdapat dua macam yaitu serat dari hewan dan serat dari tumbuh-tumbuhan. Serat dari hewan misalnya adalah serat wol dari biri-biri. Sedangkan serat dari tumbuhan misalnya adalah serat Viskosa/ Rayon sebagai alternatif dari pada kapas impor.

Dengan adanya substitusi tersebut, diharapkan industri pemintalan benang dapat terus berjalan sebagaimana mestinya sehingga tidak akan menghambat pertumbuhan ekonomi negara dalam jangka panjang. Selain itu, substitusi bahan baku untuk memasok industri pemintalan benang juga diharapkan dapat terus memenuhi permintaan pasar, pelanggan dan masyarakat Indonesia akan kebutuhan sandang. Adanya wabah virus Corona tidak seharusnya memperlambat atau menghalau kinerja pabrik-pabrik, termasuk pabrik tekstil dan industri pemintalan benang, dari proses produksi. Substitusi bahan baku juga diharapkan dapat memberikan variasi produk untuk pasar tekstil di Indonesia.