Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: Majubersamalakumas

Akankah Vaksin Covid-19 Menyelesaikan Wabah Pandemi dan Dampaknya?

Vaksinasi Covid19Untuk Indonesia maju, Lakumas mendukung langkah pemerintah untuk menekan laju pertambahan korban covid-19 melalui upaya vaksinasi. Vaksin merupakan senyawa yang sengaja disuntikkan ke dalam tubuh untuk membuat kekebalan menjadi lebih kuat.

Sementara itu vaksin covid-19 adalah senyawa yang setelah sekian lama pandemi corona menghantui dunia, akhirnya dipublikasikan. Menghadapi krisis secara global tentu saja bukan hal mudah untuk mengambil keputusan besar menciptakan vaksin bagi banyak orang.

Lantas kini Indonesia maju sebagai salah satu negara cara yang mengupayakan vaksin gratis kepada beberapa orang. Satu demi satu tokoh masyarakat menyatakan bersedia menerima vaksin untuk menghilangkan kecemasan masyarakat terhadap terjadinya kegagalan.

Tipe-tipe Vaksin Corona

Indonesia dan dunia menerima berbagai jenis vaksin covid-19 dari berbagai sumber, diantaranya:

  1. AstraZeneca Oxford ini tidak memiliki pantangan sekalipun disuntikkan pada penderita penyakit kronis. Akan tetapi, kelemahannya memerlukan suntikan penguat dari waktu ke waktu selama sementara saja.
  2. Sinopharm China National Pharmaceutical Group Corporation diklaim sebagai vaksin dengan kualitas terbaik yang mampu mematikan virus corona. Menjadi negara pertama terjangkit corona tentu membuat China banyak belajar.
  3. Moderna Amerika Serikat yang hanya cocok bagi target di atas usia 18 tahun dengan dua kali suntikan setelah 28 hari penyuntikan awal. Orang-orang dengan alergi parah tidak dianjurkan memilih antibodi ini untuk hadapi covid-19.

Serta masih ada vaksin covid-19 lainnya, seperti pfizer-biontech, sinovac, novavax, dan vaksin dari Bio Farma. Adapun prioritas yang akan divaksin di Indonesia adalah tenaga medis, TNI/Polri, masyarakat dengan risiko terpapar cukup tinggi, kemudian masyarakat dalam kategori lainnya.

Menurut pakar kesehatan, Elizabeth Jane Soepardi, langkah melakukan vaksinasi adalah keputusan tepat asalkan dilakukan oleh ahlinya. Lebih lanjut ia menegaskan masyarakat harus mempercayai pemerintah karena Indonesia telah berpengalaman selama 70 tahun dalam dunia vaksinasi.

Sementara berdasarkan pendapat pakar ekonomi seharusnya para pegiat ekonomi dimasukkan menjadi prioritas setelah vaksinasi pada tenaga kesehatan. Hal ini berpengaruh terhadap perkembangan laju perekonomian tanah air yang perlahan lumpuh di tengah pandemi corona.

Kapan Indonesia Bebas Corona?

Lantas kapan kiranya Indonesia benar-benar terbebas dari ancaman virus corona? Demi memperoleh jawaban pasti, semua pihak harus bekerja sama untuk menjalankan protokol kesehatan. Bagi yang terpapar harus berusaha sembuh sementara yang tidak harus mencegah.

Gerakan maju bersama Lakumas salah satunya mendukung langkah pemerintah untuk berusaha memulihkan kesehatan serta perekonomian Indonesia. Secara fisik, tentu sangat diharapkan vaksinasi dapat mempertebal sistem imunitas sendiri setiap orang, terutama profesi rentan.

Sementara itu lebih jauh, dalam segi psikologis masyarakat tentu saja adanya vaksinasi menjadi titik terang atas kekhawatiran selama ini. Apabila langkah para tokoh untuk menjadi orang pertama yang menerima vaksin dilakukan maka masyarakat akan semakin yakin mencontohnya.

Dampak yang paling diharapkan oleh semua orang adalah roda perekonomian kembali berputar pada porosnya. Orang-orang yang di PHK semoga dapat memperoleh penghasilan baru, kemudian para pencari kerja maupun pemilik usaha dimudahkan setiap upayanya.

Lakumas selaku industri tekstil 4.0 mendukung penuh upaya pemerintah untuk kembali menyehatkan masyarakat sekaligus menstabilkan perekonomian. Berbagai upaya tersebut tidak mudah direalisasikan tanpa dukungan serta kesadaran masyarakat secara utuh.

Untuk itu, mari melangkah bersama pemerintah dalam memulihkan Indonesia tercinta. Mari maju bersama Lakumas dan dukung serta percaya penuh niat baik pemerintah untuk menuntaskan kesedihan menahun serta krisis ekonomi global yang menjangkit semua kalangan.

Sunset Industry : Textile di Indonesia

Industri textile tanah air setidaknya harus memenuhi kriteria benang ramah lingkungan agar tidak masuk ke dalam kategori sunset industry. Istilah matahari terbenam ini digunakan sebagai simbolis suatu industri sudah tidak bisa bersaing di tengah kemajuan zaman.

Sunset Industry Textile di Indonesia

Sunset industry merupakan kebalikan dari sunrise industry atau berbagai industri yang mampu bertahan serta menyesuaikan dengan zaman. Kebutuhan manusia akan bahan pakaian menjadikan tekstil tidak termasuk industri matahari terbenam, namun bisa terbenam.

Jika mempertahankan style lama yang tergerus kemajuan zaman maka bisnis dalam bidang apa saja tidak mampu bertahan pada era modern. Terlebih di zaman serba teknologi ini semua usaha dipaksa harus menyesuaikan diri agar mampu bertahan dari pesaing lama maupun baru.

Maju bersama Lakumas dalam bisnis industri 4.0 merupakan masa depan cerah terhadap perekonomian tanah air. Masyarakat dalam melihat sendiri bagaimana berbagai bisnis bertumbangan ketika mereka tidak mampu beradaptasi dengan zaman, contohnya Nokia.

Kriteria Sunset Industry

Semua industri nampaknya berpotensi menjadi salah satu sunset industry, apabila kondisinya seperti ini:

  1. Perkembangan Lamban

Bisnisnya bisa jenis lama maupun baru, namun keduanya dikatakan terbenam apabila mengalami perkembangan amat lambat. Untuk maju bersama Lakumas, perusahaan menciptakan terobosan demi membuat gebrakan agar usaha terus terang di antara gempuran zaman.

  1. Modal Minim

Kehabisan modal adalah permasalahan fatal ketika suatu bisnis tidak lagi berkembang. Jika sudah terjadi seperti ini bukan tidak mungkin perusahaan lain tertarik mengakuisisi karena melihat potensi masa depan cerah apabila dikelola di tangan orang lebih tepat.

  1. Tidak Ada Inovasi

Tentu saja yang menjadi permasalahan dasar adalah ketika pemilik usaha enggan membuat kebaruan. Padahal dalam dunia tekstil saja, gebrakan benang ramah lingkungan akan berperan besar terhadap masa depan usaha serta keasrian lingkungan hidup di sekitar kita.

Secara tegas tekstil dapat dikatakan mengikuti perkembangan industri 4.0 sehingga bukan termasuk sunset industry. Pakaian selalu mengikuti trend, dari yang mahal hingga paling murah diupayakan sedemikian rupa supaya seutuhnya dapat memenuhi kebutuhan publik.

Kawan Tekstil Jangan Sampai Tenggelam

Langkah maju bersama Lakumas dalam mengembangkan tekstil sebagai industri 4.0 bukan tebak-tebakan belaka. ICAEW atau The Institute of Chartered Accountants in England and Wales mengutarakan bahwa ada 3 komponen yang buat bisnis bisa bertahan saat ini:

  1. Trust
  2. Talent
  3. Technology

Kepercayaan adalah kunci utama karena itu menjadi modal transaksi dapat terjadi. Untuk mendapatkan kepercayaan dibutuhkan tenaga kerja profesional serta Andal. Kerja para pegawai akan semakin optimal ketika ditopang dengan dukungan teknologi agar sasaran terpenuhi.

Untuk mencegah terperosoknya textile industry ke dalam jurang matahari terbenam, peranan semua pihak sangat penting. Untuk perusahaannya sendiri wajib mengikuti perkembangan masyarakat demi menentukan produk hingga cara memasarkannya kemudian.

Sementara untuk publik mesti membuka diri pada teknologi dan beralih perlahan dari jual beli konvensional ke online. Namun, tentu saja tidak 100% berhenti berbelanja ke toko. Hanya saja pengetahuan transaksi daring lebih membantu ketika Anda ingin membeli suatu barang jauh.

Lakumas adalah salah satu perusahaan tekstil yang berupaya terus memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah era 4.0. Berbagai promosi hingga pemasaran dilakukan daring, bahkan sistem kerja seluruh karyawannya dilakukan tidak langsung atau melalui sambungan call.

Saat ini sudah bukan waktunya mengagungkan perjalanan bisnis senior dan junior. Untuk maju bersama Lakumas, sudah waktunya membuka diri lebih luas lagi.

Lakumas Edu : Penggunaan Sistem ERP vs Excel Manual

Untuk dapat maju bersama Lakumas, dikenal istilah ERP atau enterprise resource planning, di mana kemudahan untuk mengelola bisnis berupa aplikasi. ERP dijadikan selaku informasi dari perusahaan dimana penerapannya mempertimbangkan kemajuan teknologi.

Sistem ini menjadi info akurat seluruh aktivitas manufaktur dengan memperlihatkan data produksi, proses order, hingga pengelolaan inventori. Hal-hal yang masuk ke dalam ranah istilah ini dimulai dari keuangan hingga manajemen karyawan secara menyeluruh.

Dalam dunia bisnis industri 4.0 seperti sekarang ini, peranan ERP sangat penting untuk menjawab tantangan zaman. Dunia bisnis menjadi semakin fleksibel dan praktis, tidak lain karena salah satunya atas dukungan aplikasi ini untuk menciptakan lingkungan kerja lebih kondusif.

Banyak perusahaan non-IT yang menaruh harapan besar supaya perusahaan mereka dapat lebih berkembang ketika memanfaatkan aplikasi ERP. Jika ingin berkembang dan bertahan maka setiap perusahaan dalam bidang apapun itu harus bisa menyesuaikan diri dengan zaman.

Perbandingan ERP vs Ms Excel

Upaya untuk maju bersama Lakumas dapat memanfaatkan keberadaan aplikasi canggih di atas, namun juga dapat memanfaatkan Microsoft Excel pada PC. Keduanya memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Kami akan coba menggambarkan dalam ilustrasi tabel berikut:

Sistem Kecepatan Kemudahan Akurasi Keamanan

Pemulihan Data

ERP Cepat Otomatis Akurat Login akun

Mudah

Ms. Excel Kurang Manual Akurat Password file

Sulit

Penggunaan Microsoft Excel memiliki kecepatan kurang dari ERP karena memang harus memasukkan semuanya secara manual, termasuk pembuatan tabel. Sementara untuk aplikasi akuntansi memang diberikan kecepatan super, namun harus menginput data secara akurat.

Jika dibandingkan akurasi antara kedua software diatas dikembalikan kepada ketelitian tenaga penginput. Sebab meskipun data di input secara manual tetap tidak mengurangi akurasi apabila orang yang memasukkan data tersebut memastikan terlebih dahulu tidak ada kesalahan.

Untuk melakukan pengamanan pada Excel Anda dapat menciptakan kata kunci untuk berbagai file yang dianggap penting. Sementara pada aplikasi tertentu demi menciptakan nuansa keamanan maka dibutuhkan login atau masuk ke akun, di mana di dalamnya memuat data penting.

Ketika merasa harus mencadangkan atau memulihkan data, industri 4.0 sudah memberikan kemudahan melalui eksistensi aplikasi akuntansi. Microsoft Excel memiliki kapasitas ruang penyimpanan tidak terlalu besar dibandingkan dengan aplikasi akuntansi ERP.

ERP Industri 4.0 Maju Bersama

Kelebihan dan Kekurangan ERP vs Ms Excel

Pada setiap software yang disediakan industri 4.0 saat ini pasti memiliki kelebihan serta kekurangannya tersendiri, demikian juga dengan aplikasi ERP.

Kelebihan:

  1. Efisien dan produktif Karena aplikasi ini mendukung memasukkan data secara berkelanjutan an.
  2. Akurasi input data sama dengan akurasi pengambilan keputusan.
  3. Perusahaan menjadi lebih hemat karena tidak memerlukan tenaga kerja manusia.
  4. Berbagai informasi di ERP bisa diakses semua pegawai, jadi lebih transparan.

Kekurangan:

  1. Biaya yang dikeluarkan lebih besar.
  2. Butuh waktu lama agar pegawai mampu beradaptasi.
  3. Perlu proses rumit untuk memperoleh kepraktisan software.

Sementara itu kelebihan dan kekurangan menggunakan Microsoft Excel adalah:

Kelebihan:

  1. Kompatibel pada MAC maupun Windows.
  2. Lebih mudah dioperasikan.
  3. Lembar kerja luas serta besar.
  4. Lebih murah dibandingkan membeli aplikasi akuntansi.
  5. Akan melakukan pembaruan dalam mengolah angka jika perlu.

Kekurangan:

  1. Akses untuk menjalankan fungsi program tidak banyak.
  2. Kian berkembang Sistem Operasi PC maka terkadang Ms Excel tidak bersahabat pada PC jadul.
  3. Hasil dokumen kadang kurang stabil.

Menyadari kemajuan teknologi digital dalam dunia bisnis, Lakumas memutuskan beralih ke ERP. Dengan kehadiran rencana produksi, rencana penjualan, dan inventory sebagai upaya untuk terus maju bersama Lakumas.

Lakumas Edu : Mengenal Jenis Waste dan Asalnya

Mari maju bersama Lakumas dengan mengenal apa itu istilah waste secara umum. Waste merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris memiliki makna pemborosan. Istilah ini dapat dilekatkan pada berbagai situasi, termasuk dalam dunia manufaktur pada PT Lakumas. Sementara itu jika dikaitkan dengan industri manufaktur maka pengertian waste merupakan berbagai proses yang tidak memiliki nilai tambah. Sesuai dengan istilahnya, waste merupakan segala sesuatu yang harus dibuang karena cocok disebut sebagai sampah dari sekian elemen.

Menghilangkan elemen tersebut bukan pilihan sebab jika tidak justru akan mengurangi keuntungan perusahaan hingga menjadi beban terhadap perusahaan tersebut. Definisi ini tidak hanya mengacu pada material tertentu, namun juga terhadap sumber daya tersedia.

Contoh dan Sumber Actual serta Reuse Waste

Dalam dunia industri pemintalan benang, istilah waste dibagi berdasarkan dua hal, yaitu actual waste dan re-used waste. Actual terbagi menjadi sweeping, majun, undercasing, dan lapping. Sementara re-used terbagi-bagi menjadi flatstreep, pneuma, roving streeper, dan sliver.

Istilah sweeping sebagai pemborosan aktual dapat diistilahkan selaku ampas dari sortir manual. Contoh ini merupakan salah satu actual waste pada dunia manufaktur benang, di mana terlepas dari fungsinya pasti senantiasa ada karena melengkapi rangkaian produksi.

Waste Majun

Majun atau kain lap yang saat ini kita kenal luas merupakan pemborosan aktual dari industri manufaktur benang. Lakumas berusaha untuk meminimalisir majun dalam industri dengan menjaga kualitas benang, hal ini merupakan upaya untuk menciptakan benang ramah lingkungan. Majun disebut sebagai reject karena tidak semua berkualitas bagus.

Sementara itu untuk pemborosan yang masih bisa digunakan atau reused ada roving streeper. Roving streeper merupakan hasil potong roving dengan mesin sehingga benda terbuangnya adalah sisa dari proses yang terjadi pada mesin tersebut. Bentuknya menjadi potongan pendek dari roving tersebut.

Jenis reuse lainnya adalah sliver adalah sisa potongan atau irisan dari hasil produk carding dan drawing yang digunakan kembali. Re-use ini berupa serat fiber yang sudah tergabung menjadi kumpulan serat fiber panjang. Slogan maju Bersama lakumas membuat kami harus menjaga kualitas benang yang dihasilkan, oleh karena itu sliver yang yang tidak lulus cek kualitas akan proses kembali sehingga meminimalisir terbentuknya actual waste.

Terakhir adalah lapping, salah satu istilah yang digunakan pada actual waste. Lapping biasa terbentuk pada putaran sliver yang mengeras atau menggumpalnya roving pada saat proses produksi.

Dampak dan Solusi Actual Waste

Setiap industri manufaktur pasti menyisakan limbah dari hasil produksi barang tertentu. Dalam hal ini, Lakumas berniat menciptakan benang ramah lingkungan dengan meminimalisir pemborosan aktual dalam berbagai bentuk. Jika ada maka diupayakan dapat digunakan kembali.

Sebab apabila actual waste terus melesat angkanya maka dampak buruk menanti lingkungan kita. Beberapa sampah tidak terurai dapat membuat ekosistem bumi berubah hingga kemampuan tanah menyerap air tidak lagi optimal karena terlalu banyak limbah.

Berbagai upaya agar waste tidak berkelanjutan adalah melakukan pengukuran terhadap berbagai elemen supaya tidak ada yang berakhir dalam tempat sampah. Dalam hal ini bukan hanya berkenaan dengan material, namun juga berkaitan dengan sumber daya di sekitar.

Untuk bisa maju bersama Lakumas, semua orang mesti berperan aktif meminimalisir terjadinya pemborosan cuma-cuma. Proses pengukuran dapat mengambil referensi dari proses produksi sebelumnya serta tentunya bukan hal sulit dilakukan oleh para profesional berpengalaman.

Lakumas berupaya untuk meminimalisir pembuangan sampah sisa produksi dan menjadikannya sebagai benda berguna untuk dimanfaatkan. Ketika jatuh pada orang yang tepat maka manajemen segala sesuatu tidak akan banyak berakhir dalam tempat sampah.

Industri manufaktur benang mendukung keberadaan pakaian kita. Komitmen untuk menciptakan benang ramah lingkungan perlu didukung.

PRESS RELEASE: Enchanted Memories [ALBERT YANUAR X PT. LAKUMAS]

Enchanted Memories
by Albert Yanuar

Spring-Summer 2021

Albert Yanuar

Kerinduan dan semangat untuk bisa kembali berwisata menjadi inspirasi koleksi Siap Pakai Premium Albert Yanuar. Industri pariwisata menjadi salah satu bidang yang terdampak oleh wabah Covid-19, sebagai seorang fashion designer Albert Yanuar merasa bertanggung jawab untuk lebih lagi mempromosikan kekayaan wisata dan budaya tanah air INDONESIA ke mancanegara.

Memori-memori indah tentang sebuah tempat yang pernah dikunjungi dituangkan kedalam busana seperti sebuah lukisan dengan menggunakan teknik bordir tangan yang menjadi kekuatan dari garis rancangan Albert Yanuar.

Di koleksi ini Albert Yanuar bekerjasama dengan PT. Lakumas memperkenalkan penggunaan Tencel Luxe dari Lenzing sebagai benang bordir yang terbuat dari bahan baku organik yang berkelanjutan sehingga lebih ramah lingkungan.