Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: indonesiamaju

Masih Bekerja? Berikut cara pencegahan penyebaran covid-19 saat masih aktif bekerja.

Sebagai bentuk pencegahan meluasnya virus corona, instansi pemerintahan melalui Kementerian Perindustrian lewat surat edaran No.4 tahun 2020 tentang PELAKSANAAN OPERASIONAL PABRIK DALAM MASA KEDARURATAN KESEHATAN MASYARAKAT COVID-19 menegaskan untuk Perusahaan dan kawasan industri tetap boleh beroperasi dengan memperhatikan protocol kesehatan yang dianjurkan oleh KEMENKES.

Oleh karena itu, bagi kalian yang kantor/ pabrik masih belum bisa mengikuti anjuran kebijakan work from home (WFH) untuk karyawannya, tidak usah khawatir. Karena kita bisa menerapkan anjuran- anjuran dan batasan- batasan yang ada pada surat edaran No.4 Th. 2020 diatas.

Untuk itu sebaiknya kita sangat peduli akan kesehatan dan anjuran physical distancing saat kita bekerja dimanapun kita berada. Dibawah ini adalah tips praktis yang bisa diterapkan oleh setiap individu. Yuk kita simak baik-baik

Berikut cara pencegahan virus saat anda masih aktif bekerja:

  • Pengecekan Suhu Tubuh Sebelum Masuk Area kerja .

    • Antisipasi Gejala yang timbul akibat virus corona maupun virus lainnya yang dapat menularkan karyawan lainnya.
    • Salah satu langkah awalnya dengan pengecekan  suhu tubuh , suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius menandakan ada kemungkinan terjangkit virus Covid-19.

 

  • Membersihkan area kerja dengan Desinfektan

    • Sebelum memulai menyemprotkan cairan desinfektan, perlu diperhatikan takarannya. Yaitu dengan 2 sendok makan cairan desinfektan untuk 1 liter air.
    • Sasaran utama penyemprotan desinfektan,  antara lain lantai, dinding, meja, kursi, lemari dan area kerja lainnya. Selain itu juga menyasar benda yang sering bersentuhan dengan tangan, seperti pegangan tangga, gagang pintu, telepon, keyboard komputer, saklar lampu, alat pertukangan, toilet, keran dan wastafel (tempat cuci tangan),”
    • Meyakinkan bahwa seluruh area kerja bebas dari virus dan bakteri berbahaya bagi Kesehatan Karyawan.

 

  • Mengajarkan Cara hidup sehat

    • Memberikan penyuluhan secara terus menerus kepada seluruh karyawan untuk membudayakan cara hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya di area kerja namun juga di lingkungan lainnya.
    • Mengedukasi Seluruh Karyawan dengan Video Edukasi Pencegahan Covid-19.

 

  • Memastikan penggunaan masker selama bekerja dan keluar rumah.

    • Selalu memakai masker setiap hari apapun aktifitas yang anda sedang kerjakan. Pemerintah sudah  mengeluarkan himbauan wajib pakai masker saat pergi ke luar rumah, sesuai rekomendasi dari WHO.
    • Apabila anda menggunkan masker kain, masker kain sendiri bisa dicuci. Masker kain digunakan tidak lebih dari empat jam. Rendam masker kain yang telah dipakai di air sabun, lalu dicuci. Dan ganti lah setiap hari masker kain yang anda gunakan.

 

  • Rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja

    • Rutin mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun setidaknya selama 20 detik. Jika tidak ada air dan sabun, gunakanlah hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%.

 

  • Menjaga Jarak Dimana pun kegiatan kita selama di Area Kerja

    • Selama wabah virus corona alias Covid-19, masyarakat  diimbau untuk menerapkan social distancing atau menjaga jarak satu sama lain di lingkungan kerja atau diluar rumah. Bukan hanya menjauhkan diri dari tempat keramaian saja, namun jarak kontak fisik dengan orang lain atau rekan kerja pun wajib diperhatikan.
    • Jarak aman untuk berinteraksi agar Covid-19 tidak ditularkan adalah 1,8 sampai 2 meter.

 

  • Berjemur dan Peregangan tubuh sederhana setiap hari jam 10:00 selama 15 menit.

    • Berjemur di bawah matahari dianggap dapat mencegah penyebaran virus covid-19Sinar matahari diyakini sebagai sumber alami untuk menangkal berbagai jenis bakteri dan virus. Sinar matahari terbukti baik meningkatkan sistem imunitas tubuh, yang mampu menangkal serangan virus. Saat berjemur, sinar matahari membuat tubuh membentuk vitamin D yang dibutuhkan untuk menjaga kekebalan tubuh

 

Yuk Mari kita Jaga Kesehatan untuk melawan penyebaran covid-19.

#IndonesiaMaju #MajuBersamaLakumas

 

Virus Corona dan Dampaknya terhadap Industri Tekstil Indonesia

Virus Corona dampak tekstil

Wabah virus Corona yang telah menyebar ke berbagai belahan dunia memang mengkhawatirkan. Pasalnya, virus ini tidak hanya berdampak pada manusia, namun juga mengintai keberlangsungan kegiatan bisnis beberapa industri termasuk industri tekstil. Sebagai 10 besar negara produsen tekstil didunia, Indonesia memiliki daya saing yang relatif baik di pasar internasional. Akan tetapi, wabah virus Corona yang terus menyebar memberikan dampaknya tersendiri bagi produksi tekstil di Indonesia, baik dampak baik atau buruk.

Dari satu sisi, menurut Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), berhentinya impor tekstil dari Tiongkok yang merupakan importir bahan baku ke Indonesia dapat menjadi momentum bagi industri tekstil di dalam negeri untuk mulai berdiri sendiri dan tidak bergantung pada negara lain. Perwakilan Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) juga menyatakan bahwa pemerintah harus mampu memanfaatkan situasi yang ada untuk meningkatkan kinerja industri tekstil dan produksi tekstil (TPT) dalam negeri.

Di sisi lain, wabah virus Corona terancam menghambat proses produksi tekstil dalam negeri karena impor bahan baku yang tertunda selama virus Corona belum dapat ditangani. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan kerugian. Apalagi industri tekstil dalam negeri juga belum tentu dapat beralih ke pemasok lain, karena harga pemasok baru yang belum dapat dipastikan atau bahkan lebih mahal. Hal ini diperparah dengan ketakutan masyarakat akan adanya rumor bahwa virus Corona dapat ditularkan melalui barang yang diimpor dari Tiongkok.

industri pemintalan benang

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT. Lakumas sebagai salah satu industri tekstil tumbuh, besar dan terpercaya di Indonesia siap mengisi kekosongan bahan baku. Bagaimanapun juga kegiatan bisnis harus terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. PT. Lakumas menyiasati ini dengan menggunakan bahan baku alami untuk membuat benang alami. Benang alami ini nantinya bisa menjadi opsi substitusi bagi kekosongan bahan baku impor dari Tiongkok.

Kegiatan produksi di PT. Lakumas akan terus berjalan seperti biasa dengan beberapa perubahan di sejumlah aspek. Untuk mengisi kekosongan pasokan dari Tiongkok, PT. Lakumas akan memproduksi bahan baku benang , untuk industri tekstil dalam negri yang memiliki kualitas setara dengan bahan baku impor dari Tiongkok. Bahan baku yang digunakan harus disesuaikan dengan yang tersedia di pasaran. Selain itu, penggantian bahan baku juga akan disesuaikan dengan keinginan konsumen.

Kami mulai memanfaatkan bahan baku alami dari hewan atau tumbuhan sebagai substitusi bagi bahan baku yang biasa diimpor dari Tiongkok. Contoh serat dari bahan alami untuk membuat benang alami terdapat dua macam yaitu serat dari hewan dan serat dari tumbuh-tumbuhan. Serat dari hewan misalnya adalah serat wol dari biri-biri. Sedangkan serat dari tumbuhan misalnya adalah serat Viskosa/ Rayon sebagai alternatif dari pada kapas impor.

Dengan adanya substitusi tersebut, diharapkan industri pemintalan benang dapat terus berjalan sebagaimana mestinya sehingga tidak akan menghambat pertumbuhan ekonomi negara dalam jangka panjang. Selain itu, substitusi bahan baku untuk memasok industri pemintalan benang juga diharapkan dapat terus memenuhi permintaan pasar, pelanggan dan masyarakat Indonesia akan kebutuhan sandang. Adanya wabah virus Corona tidak seharusnya memperlambat atau menghalau kinerja pabrik-pabrik, termasuk pabrik tekstil dan industri pemintalan benang, dari proses produksi. Substitusi bahan baku juga diharapkan dapat memberikan variasi produk untuk pasar tekstil di Indonesia.