Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #IndonesaiaMaju

Beli Kain Tenun Lombok Asli di E-Commerce Agar Tidak Ketipu

Kain Lombok

Ketika membeli kain tenun Lombok Anda pasti menginginkan kualitas terbaik. Tapi, terkadang pilihan tidak sesuai, apalagi ketika Anda membeli di e-commerce yang mana hanya bisa melihat secara kasat mata saja.

Padahal, ada banyak elemen yang perlu dipertimbangkan ketika akan membelinya. Misalnya saja seperti daya tahan hingga keaslian secara kasat matanya. Kedua hal tersebut bergantung pada kualitas dari bahan pembuatnya.

Untuk mengetahui asli atau tidaknya sebenarnya mudah, jika Anda bisa memegang dan merasakan teksturnya. Berbeda jika Anda akan membelinya secara daring dan tidak bisa merasakan tekstur kain tenunnya.

Anda tidak bisa mengharapkan tekstur yang begitu lembut dan menemukan kain tanpa bahan campuran dengan mudah. Untuk itu, sudah Kami rangkum beberapa tips ketika akan membeli tenun asli Lombok.

Tips Pilih Kain Tenun Lombok Asli di E-commerce

Komponen terpenting dari sebuah kain adalah bahan material benang dan juga proses pembuatannya. Jika kedua hal tersebut tidak berhasil dipenuhi maka hasil dari produknya kurang berkualitas.

Memilih kain bukanlah hal mudah, baik ketika melihat langsung di toko, apalagi ketika berbelanja secara online. Berikut merupakan tips memilih kain tenun Lombok asli agar tidak salah beli di e-commerce.

1.     Perhatikan Jenis Kain di Kolom Keterangan

Jenis kain menjadi hal terpenting yang harus diperhatikan ketika akan membeli, misalnya apakah dari serat alami, sintetis, atau keduanya. Tapi pada umumnya, tenun dari Lombok menggunakan jenis bahan alami.

Bahan utama dari kainnya berupa kapas pilihan yang dipintal menjadi gulungan benang. Gulungan benang –benang dari hasil pintalan kapas tersebut nantinya akan diberikan warna agar terlihat lebih menarik.

2.     Warna Cerah Tidak Pudar

Salah satu hal yang bisa dilakukan ketika akan membeli kain tenun Lombok di e-commerce adalah dengan melihat warnanya. Biasanya pihak penjual memajang foto dari kain tenunnya.

Pastikan di fotonya, Anda tidak menemukan warna pudar terutama pada bagian lekukan atau lipatannya. Kecuali, jika hal itu memanglah motif yang dihadirkan oleh pengrajin kainnya.

3.     Perhatikan Harga yang Ditawarkan

Seperti diketahui untuk harga kain hasil tenun asli Lombok biasanya akan dibanderol nominal tinggi. Hal ini dikarenakan pada proses produksinya membutuhkan waktu yang lumayan lama.

Biasanya, kain tenun Lombok dengan panjang sekitar 2 meter memakan waktu proses pembuatan paling singkat 3 bulan. Karena itu, harga yang ditawarkan biasanya hampir mencapai 1,5 juta rupiah.

4.     Perhatikan Rating Toko di Ecommerce

Rating sebuah toko menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Hal ini karena menyangkut kepercayaan pembeli sebelumnya, apakah toko bisa dipercaya atau tidak serta rating akan menandakan kepuasan konsumen.

Seperti diketahui, jika telah melakukan pembelian dan produk telah sampai di tangan, pembeli harus memberikan rating toko. Jangan sampai Anda tidak memperhatikan hal ini ketika akan melakukan pembelian secara online.

5.     Perhatikan Komentar dan Jumlah Kain Tenun Lombok yang Telah Terjual

Seperti diketahui jika semakin banyak jumlah produk terjual maka bisa disimpulkan bahwa produknya memuaskan. Orang-orang tentu akan mengulang pembelian ketika produk suatu toko berkualitas dan bagus.

Selain itu, Anda juga bisa melihat komentar atau ulasan dari produk toko. Biasanya pembeli sebelumnya akan meninggalkan komentar dan foto produknya sebagai testimoni baik ketika bagus maupun kurang.

Membeli melalui sistem belanja online bisa menimbulkan masalah seperti ketidaksesuaian ekspektasi atau produknya tidak asli. Untuk itu, sangat penting bagi Anda mengetahui tips membeli kain tenun Lombok melalui e-commerce.

Batik dan Berbagai Produk Kain Tekstil Khas Indonesia

Bukan rahasia umum lagi bahwa batik Indonesia sudah terkenal hingga manca negara dan menjadi identitas khas. Tidak hanya itu, produk tekstil lainnya juga tidak kalah pamor dari batik. Bahkan, perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara ada di Indonesia.

Tekstil adalah suatu produk yang menggunakan bahan fleksibel dengan menggunakan bahan dasar yakni benang. Kemudian benang tersebut ditenun untuk menghasilkan sebuah produk yang bisa digunakan misalnya pakaian atau kerajinan.

Terdapat banyak produk tekstil di Indonesia serta ribuan pabrik yang mengolah bahan ini untuk memenuhi kebutuhan sandang masyarakat. Sebut saja kain tenun, sarung dari berbagai daerah dan lainnya.

Berbagai Macam Produk Tekstil Indonesia

Beberapa produk tekstil Indonesia telah dikenal di berbagai negara dan menjadi ciri khas asli Indonesia. Berikut adalah enam belas produk tekstil.

  1. Kain Batik

Kain ini telah dinobatkan sebagai warisan kemanusiaan kategori Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO tepatnya paa 2 Oktober 2009 lalu. Jadi, sudah jelas popularitasnya tidak dapat disepelekan.

  1. Kain Tenun NTT

Kain Tenun NTT adalah produk khas dari Nusa Tenggara Timur. Untuk penggunaan warnanya menggunakan pewarna alami yang berasal dari alam misalnya dari akar pohon atau berbagai jenis dedaunan.

  1. Sarung Goyor

Sarung goyor merupakan sarung yang diproses dengan cara tenun ikat. Istimewanya sarung Goyor mampu beradaptasi dalam menghadapi perubahan cuaca. Saat musim hujan akan menghangatkan dan musim panas akan menyejukkan.

  1. Sarung Bugis

Memiliki banyak motif menarik dan enak dipandang, sarung bugis merupakan kerajinan asli dari provinsi Sulawesi Selatan. Bahan benang yang digunakan diproses dari ulat sutera sehingga sangat alami.

  1. Tenun Ikat Bali

Di antara 6 jenis kain tenun ikat Bali, endek menjadi terpopuler. Endek memiliki nilai sejarah panjang dan memiliki makna simbolik yang dianggap sakral sehingga hanya boleh digunakan oleh orang tertentu.

  1. Gringsing

Satu lagi berasal darii Bali yakni kain gringsing. Ini disebut sebagai warisan dari budaya kuno Bali dan masih eksis hingga sekarang. Katanya diambil dari 2 kata yakni gring artinya sakit sedangkan sing berarti tidak. Dengan begitu menggunakannya bisa terhindar dari hal negatif.

  1. Tenun Dayak

Tenun Dayak tampil dengan ciri khas warnya yang mencolok. Paduan warna cerah ini disusun dengan motif berbentuk pola simetris.

  1. Ulos

Berasal dari Batak, Sumatera Utara, ulos merupakan pakaian khas dari Indonesia. Kata Ulos berasal dari Batak yang memiliki arti kain. Proses pembuatannya sama dengan pembuatan songket khas daerah Palembang yakni tanpa mesin. Jadi, untuk harganya cukup tinggi.

  1. Songket Lombok

Masih tanpa mesin, songket Lombok juga dikerjakan secara manual dengan menggunakan alat tenun tradisional. Masyarakat Sasak merupakan penghasil dari produk ini. saat berkunjung ke Lombok, Anda bisa menemukan ini di daerah pedesaan.

  1. Sasirangan

Bergeser ke pulau Kalimantan tepatnya Kalimantan Selatan. Terdapat sebuah kain tradisional khas daerah tersebut dinamakan sasirangan. Sehingga, motif yang dihasilkan di buat dari teknik jelujur.

  1. Kain Tapis

Selanjutnya ada kain tapis yang memiliki motif dari alam berupa hewan atau tumbuhan. Ini dibuat dengan cara ditenun menggunakan benang kapas.

  1. Tenun Ulap doyo

Tenun ulap doyo memakai serat daun doyo sebagai bahan utama pemb

uatannya. Inilah yang menjadikan namanya demikian. Pemilihan daun doyo sebagai materialnya karena dianggap akan lebih kuat saat dijadikan benang.

  1. Poleng

Pernahkah Anda melihat secara langsung atau dalam sebuah video pada saat ada upacara di Bali terdapat kain dengan motif kotak-kotak hitam putih? Kain ini dinamakan poleng ini merupakan kain khas dari Bali dan sangat ikonik.

  1. Jumputan

Jumputan merupakan teknik membuat motif pada kain. Caranya dengan mengingat kain lalu akan di celupkan. Ini banyak di temui di daerah Yogyakarta dan Surakarta.

  1. Kain Jepara

Jepara menjadi salah-satu daerah penghasil kain tenun. Sebut saja daerah Troso yang menjadi sentra tenun ikat. Banyak produk yang dihasilkan dengan motif menarik misalnya saja motif khas Jawa.

  1. Besurak

Kain Besurak merupakan warisan budaya takbenda berasal dari Bengkulu tahun 2015. Besurek biasanya digunakan dalam upacara pernikahan, kelahiran dan kematian.

Itu dia berbagai macam produk tekstil yang dihasilkan di Indonesia. Tidak hanya sebagai warisan, berbagai produk tekstil khas Indonesia digunakan pada kehidupan sehari-hari misalnya saja kain batik.

PT LAKUMAS dan POLSEK Lebaksiu adakan giat Vaksinasi untuk Masyarakat Umum

PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati terus berperan aktif untuk mendorong percepatan penanganan  dan pengendalian pandemi Covid-19 di tanah air, khususnya di lingkungan sekitar pabrik. Berbagai langkah strategis seperti pengetatan Protokol Kesehatan, pengaturan jadwal kerja dan istirahat, penggunaan tanda lokasi Peduli Lindungi, mendorong dan mengajak antusiasme karyawan untuk ikut dalam gerakan vaksinasi Covid-19.

Bukan hanya itu PT Lakumas bekerja sama dengan POLSEK Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah sukses melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Aula Serbaguna – Lakumas Tegal Senin, 21 Februari 2022 dengan dibantu vaksinator dari Klinik Azhara. Adapun kegiatan ini di inisiasi oleh Bapak Nugroho selaku KAPOLSEK Lebaksiu. Kegiatan ini menyasar masyarakat umum untuk dosis-1, 2 dan 3 (Booster).

Tahap Pendaftaran
Tahap Pendaftaran
Tahap Screening
Tahap Screening Peserta Vaksinasi
Tahap Vaksinasi
Proses Vaksinasi Covid19

Adapun vaksinasi dilakukan untuk 102 dosis dari 600 dosis yang disiapkan. Nantinya kegiatan ini akan terus dilakukan oleh POLSEK dan instansi sekitar Lebaksiu untuk meningkatkan Herd Immunity terhadap virus Covid-19. Nantinya masyarakat sekitar termasuk karyawan Lakumas bisa lebih yakin dalam beraktivitas sehari-hari dan bekerja namun tidak melupakan Protokol Covid-19.

Manajemen PT Lakumas mendukung kegiatan ini dilakukan lebih sering hingga seluruh lapisan masyarakat sekitar Pabrik Lakumas Tegal bisa divaksinasi dan mendapatkan manfaat dari kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini. Sehingga bukan saja memberi semangat untuk bebas dari pandemi Covid-19 sekaligus dapat membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar.

#MajuBersamaLakumas #SukseskanVaksinasiCovid19 #IndonesiaMaju #PenyelamatanEkonomiNasional

Sejarah Pemintalan Benang dan Berbagai Macam Jenis Tenun

Terdapat banyak kain tradisional yang bisa Anda temukan di Indonesia, hal tersebut merupakan salah satu warisan berharga yang harus tetap dilestarikan oleh para generasi muda. Mungkin banyak orang yang mengira, bahwa kain tersebut hanya dapat digunakan pada acara formal. Padahal beberapa masyarakat di Indonesia, menggunakan kain tersebut di keseharian mereka dan tidak hanya menjadikannya sebagai pakaian saja, melainkan dapat diubah menjadi celana, rok, atau bahan pembuatan tas.

Salah satu kain terkenal serta banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah kain tenun, jenis bahan ini cukup terkenal hingga ke mancanegara. Banyak daerah penghasil jenis bahan ini yang terus membudidayakannya, seperti Nusa Tenggara Timur, Jepara, Tidore dan lainnya. Uniknya lagi, setiap daerah memiliki karakteristik atau keunikannya tersendiri dari setiap kain yang mereka buat. Tentu saja hal ini membuat keberagaman Indonesia semakin kaya, dan sudah menjadi kewajiban bagi para generasi muda untuk terus melestarikannya.

Sejarah Pemintalan Benang yang Perlu Diketahui

Jenis bahan ini terbuat dari berbagai serat alam, yang bisa dengan mudah Anda temukan, seperti kapas, serat kayu, sutra dan masih banyak lagi. Diketahui bahwa kain ini ditemukan lebih dari 3000 tahun lalu, di daerah Sumba Timur, Yogyakarta, Melolo, Gilimanuk dan Gunung Wingko. Awalnya kegiatan menenun sudah ada sejak 500SM, pada negara-negara seperti Mesir, India, Turki dan lainnya. Kegiatan menenun hampir sama dengan memintal benang, sejak zaman dulu tentu saja alat yang digunakan lebih tradisional.

Hanya mengandalkan bahan dari alam yaitu kayu, masyarakat daerah bisa mengalihfungsikan bahan tersebut menjadi alat pemintal benang. Hingga di zaman modern seperti saat ini, alat tersebut sudah dibuat menjadi lebih praktis dan mampu menghasilkan kain dalam waktu singkat. Kini Anda bisa memesan kain tradisional dalam jumlah besar dalam waktu singkat, tidak seperti saat menggunakan alat tradisional, dimana semua pekerjaan dilakukan secara mandiri dan membutuhkan lebih banyak waktu.

Beberapa perusahaan memilih kapas sebagai bahan serat untuk membuat kain tradisional, kemudian mereka melakukan proses spinning atau pemintalan, lalu proses penenunan menjadi kain yang dikenal dengan istilah weaving. Selanjutnya adalah proses perawatan kain yang telah jadi, disebut juga sebagai finishing, setiap bahan yang telah selesai nantinya bisa diubah ke dalam bentuk pakaian, tas, sarung dan lainnya.

Berbagai Macam Kain Tenun dan Pakaian dari Kain Tenun

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa kebanyakan bahan tersebut digunakan untuk dijadikan sebagai pakaian baik itu baju, celana atau rok. Berikut ini kami akan menjelaskan, ada apa saja jenis bahan yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

1.   Lurik

Jenis bahan ini berasal dari daerah Yogyakarta, Solo juga Jawa Tengah, awalnya dibuat menggunakan alat tradisional atau non mesin. Ciri khas dari kain ini adalah terdapat garis-garis dengan warna solid, yang membuat kain ini terlihat cantik.

2.   Ulos

Jenis Ulos biasanya dimanfaatkan sebagai pakaian tradisional, berasal dari daerah Sumatera Utara. Karakteristik Ulos adalah terdapat warna hitam, merah dan cokelat, kemudian ditambah dengan akses perak dan emas pada bahan ini.

3.   Sumba

Jenis ini memakan waktu paling lama dalam proses pembuatannya, hal ini dikarenakan bahan tersebut dibuat dengan tenaga manusia. Sehingga membutuhkan waktu sekitar 4 bulan hingga proses menahun. Ciri khas dari bahan Sumba, terdapat motif serta makna beragam dan terinspirasi dari hewan.

4.   Toraja

Tenun Toraja mencerminkan keindahan daerah Toraja, menampilkan motif erat kaitannya dengan etnis dan tradisional. Anda akan langsung mengenali bahan Toraja setelah melihatnya, karena memiliki ciri khas tersendiri yang membuat Toraja semakin dikenal.

Masyarakat Indonesia memang patut berbangga, karena memiliki berbagai macam jenis bahan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, berkat nenek moyang kita yang telah membuatnya sejak dahulu. Itu dia sejarah dan berbagai jenisnya yang harus Anda ketahui. Proses pemintalan benang pada masing-masing kain juga berbeda-beda, sehingga terdapat ciri khas dan keunikannya tersendiri.

Apa Saja Keunggulan Bahan Recycle Dibandingkan Bahan Murni, Apa Itu Shoddy?

Bahan daur ulang atau benang recycle menjadi lebih popular dalam beberapa tahun terakhir. Kepedulian terhadap limbah mulai meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya berbagai bahan daur ulang. Industry pakaian tidak bisa dilepaskan dari benang. Namun, banyak potongan kain dan benang hanya menjadi limbah. Namun, hal tersebut sudah tidak akan terjadi lagi selama ada daur ulang.

Dari sisi fungsi, ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan. Hal ini mendorong banyak pihak mulai menggunakan bahan daur ulang. Lalu, seperti apa saja keunggulan dari bahan daur ulang tersebut?

Beberapa Keunggulan Produk Recycle

Ada banyak sekali kelebihan dari fyber recycle atau serat daur ulang. Jika diperhatikan, aspek lingkungan adalah kelebihan paling utama. Namun, apakah hanya itu saja kelebihannya?

  1. Ramah Lingkungan

Salah satu kelebihan dari bahan daur ulang adalah ramah lingkungan. Seperti yang sudah diketahui, industry ini sering memicu limbah pabrik. Akibatnya, lingkungan jadi lebih mudah tercemar bahan kimia. Selain itu, potongan kain dan benang yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan banyak masalah. Saluran air dapat tertutupi oleh potongan kain dan pada akhirnya bisa menyebabkan banjir.

Selain itu, dengan adanya daur ulang maka limbah tekstil segera diolah menjadi berbagai produk lain. Bukan hanya tentang busana, tapi ada beragam produk hasil olahan fyber recycled.

  1. Harga Lebih Murah

Banyak orang tidak menyadari bahwa kain hasil daur ulang memiliki harga lebih murah. Selain itu, ketersediaannya juga jadi lebih banyak. Salah satunya adalah jenis shoddy. Jenis ini adalah hasil daur ulang dari berbagai bahan baku yang kemudian dipakai untuk bahan peredam, interior, hingga geotekstil. Jenis ini memiliki masa penggunaan yang jauh lebih bervariasi.

Harganya dari jenis tersebut cukup terjangkau. Jika dibandingkan dengan bahan asli, maka akan terlihat perbedaannya. Itulah mengapa bahan daur ulang selalu menjadi prioritas di beberapa industry manufaktur.

  1. Tetap Nyaman Digunakan

Meskipun hasil daur ulang, tapi kenyataannya tetap nyaman digunakan. Dari sisi kualitas kenyamanan bahkan tidak ada perbedaan sedikitpun. Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa pakaian yang digunakan adalah hasil recycle. Menariknya, banyak brand ternama dunia mulai menggeser pemakaian bahan ke bahan recycle. Di beberapa Negara bahkan menyediakan tempat khusus untuk menukarkan pakaian yang sudah tidak terpakai dan akan diolah kembali.

Nantinya, setiap orang akan mendapatkan ganti atas pakaian tersebut. Ada layanan tukar tambah di beberapa Negara. Salah satunya adalah Singapura yang memanfaatkan layanan tersebut untuk meningkatkan produk daur ulang.

  1. Masa Pakai Lebih Lama

Karena bisa didaur ulang, maka otomatis bisa memperpanjang masa pakai. Busana yang seharusnya bisa digunakan selama 5 tahun bisa bertambah masa pakainya. Cukup didaur ulang menjadi produk berbeda atau sama. Namun, jika memang tidak ingin mendaur ulangnya maka jangan dibuang. Lebih baik menyerahkan ke tempat khusus untuk mendapatkan ganti. Biasanya, setiap produk memiliki nilai ganti sendiri.

  1. Perawatan Lebih Mudah

Perlu dipahami bahwa kain dari bahan apapun memiliki perawatan cenderung mudah. Beberapa kain bahkan memiliki sifat fleksibel. Jadi, saat kusut bisa kembali ke bentuk aslinya dalam waktu singkat. Bahan recycle juga memiliki karakteristik sama menyesuaikan sifat dasar benangnya. Itulah yang menjadikan bahan recycle tidak kalah dengan bahan asli. Bahkan, beberapa justru memiliki kualitas lebih baik dari bahan aslinya. Semua bahan recycle tersebut telah diproduksi di tempat kami dan akan meningkatkan kualitas produk sesuai permintaan. Hal tersebut karena Lakumas memberikan komitmen tinggi untuk menghasilkan fyber recycle lebih berkualitas.