Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #BenangRayon

Kain Tenun dan Upaya Menjaga Agar Tidak Hilang Ditelan Waktu

Melihat tantangan peradaban dunia, negara perlu melakukan pemberdayaan generasi muda agar mencintai budaya negaranya. Dengan begitu, ketahanan budayanya bisa terjaga dan tidak diakui negara lain. Upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan langkah pemajuan kebudayaan juga menjadi perhatian pemerintah. Dengan begitu, sangat diharapkan anak muda menjadi tertarik untuk mempelajari budaya negaranya.

Kualitas strategi peningkatan kesadaran akan budaya yang dibentuk mempengaruhi pemajuan kebudayaan secara langsung. Oleh karenanya, pemerintah perlu menyesuaikan strateginya berlandaskan potensi, situasi, serta kondisi kebudayaannya. Pemerintah daerah tingkat provinsi atau kabupaten wajib melibatkan masyarakat terutama generasi muda dalam strateginya. Ini dilakukan agar arah pemajuan kebudayaannya tetap berkesinambungan di masa mendatang.

Kerajinan Tenun sebagai Kekayaan Budaya Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan budaya dari berbagai suku di setiap daerahnya. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kelimpahan kesenian budayanya. Oleh sebabnya, masyarakatnya perlu menanamkan budaya cinta tanah air dalam dirinya. Dengan begitu, budaya-budaya tetap ada, tidak hilang dimakan waktu, sehingga generasi selanjutnya bisa merasakannya.

Termasuk di dalamnya adalah kesenian budaya tenun atau songket dari beberapa daerah. Kesenian ini merupakan produk dari tradisi tekstil yang memiliki keunikan di setiap daerahnya. Kain tenun atau songket ini bukanlah kain-kain biasa seperti pada umumnya. Bukan hanya corak, motif ataupun warna-warna berbeda, tapi terdapat filosofi yang tidak bisa dipisahkan.

Tenun merupakan proses penggabungan dari benang secara melintang, memanjang, serta melebar. Dalam pembuatannya, pembuatnya menyilangkan benang secara membujur sesuai dengan panjang kain yang akan dibuatnya. Kerajinan tenun berhasil menjadi sumber kemakmuran dari masyarakat di daerah penghasilnya. Hal tersebut dikarenakan kain songket memiliki harga jual yang cukup tinggi dan banyak diminati.

Tidak hanya itu, daerah-daerah penghasil kerajinannya diminati oleh wisatawan baik asing maupun lokal. Ini menandakan songket atau tenun berhasil menjadikan daerahnya sebagai destinasi wisata budaya. Karena berhasil menjadi daya tarik asing, sebagai masyarakat tentu perlu berperan dalam melestarikannya. Jika tidak, songket akan dengan mudah diambil alih oleh negara asing lainnya.

Anak-anak muda perlu memiliki ketertarikan dengan kebudayaan itu, hal ini dikarenakan kebanyakan penenun sudah berusia lanjut. Jika tidak, alih generasi sulit dilakukan dan budayanya luntur. Generasi muda merupakan harapan bangsa dalam melestarikan budaya yang dimilikinya termasuk tenun. Negara menganggap anak-anak muda sebagai generasi emas yang bisa dijadikan investasi jangka panjang.

Upaya Menjaga Budaya Tenun Nusantara

Salah satu kain tradisional nusantara yang telah menjadi peninggalan turun temurun dari nenek moyang atau leluhur. Berikut adalah upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga keberadaannya.

1.      Ekspor Kain Ke Negara Lain

Tidak hanya memamerkannya dalam pameran atau museum, Anda juga bisa mengekspor kekayaan alam itu ke negara lain. Dengan begitu, Anda sudah turut membantu melestarikan budaya.

2.      Mempelajari dan Mengajarkannya

Cara termudah yang bisa dilakukan untuk menjaga budaya tenun adalah dengan mempelajari dan mengajarkannya ke orang lain. Pengetahuan bisa membuat budayanya terjaga dalam waktu lama.

3.      Mengadakan Kegiatan Kebudayaan

Pemberdayaan generasi muda akan lebih mudah dilakukan dengan diadakannya kegiatan kebudayaan. Kegiatan juga membuat generasi muda berperan aktif dalam mempelajari dengan melihat secara langsung kebudayaan yang ada.

4.      Membawanya Ke Dunia Internasional

Upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan membawa kain ke kancah dunia internasional. Caranya sendiri adalah membawanya ke museum atau memamerkannya dalam ajang pameran fashion.

5.      Menjadikan Daerahnya Tujuan Wisata

Upaya selanjutnya yang bisa dilakukan adalah membuat daerah pembuatnya sebagai tujuan pariwisata. Dengan begitu, masyarakat asing atau lokal bisa melihat dan belajar bagaimana cara pembuatannya.

6.      Jadikan sebagai Identitas

Menjadikan budidaya sebagai identitas bangsa adalah cara lain yang bisa dilakukan untuk melestarikannya. Hal ini bisa membuat masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan kehadiran budaya asing. Generasi muda merupakan kunci dari kelangsungan kebudayaan dari kain songket atau tenun. Maka dari itu, peningkatan kesadaran akan budaya terhadap generasi muda sangat perlu dilakukan.

Manfaat Tencel dalam Industri Fashion yang Dikembangkan UMKM

Tencel dikenal sebagai satu bahan yang modern, nyaman, pembuatan yang efisiensi waktu, dan masih banyak lagi manfaatnya dibidang fashion khususnya. Akan tetapi, sangat penting juga untuk semua pelaku bisnis fashion tahu apa karakteristik dari kain rayon seperti ini. Siapa juga yang tidak ingin pakaian dari kain yang membuat semua pengguna merasa lebih nyaman. Bukan hanya nyaman, akan menjadi nilai plus lagi jika memiliki warna lebih cerah dan pola yang keren. Jika suka dengan bahan yang kami paparkan, maka pilih saja Tencel.

Pada dasarnya, Tencel ini memiliki karakteristik yang sama dengan bahan tekstil lainnya. Tetapi ini berada di level yang premium, sehingga tidak boleh Anda samakan dengan dyed rayon atau semacamnya. Ini adalah bahan kain yang dibuat dari serat kayu kualitas tinggi. Kendati demikian, banyak yang masih belum tahu seperti apa kain ini. Karakteristik utama yang dimiliki adalah nyaman, lembut, serta memiliki sifat yang lebih lentur. Kalau kain tencel yang berwarna, kami berani jamin warna lebih cerah dapat semuanya lihat ketika dipakai.

Manfaat Tencel dalam Bidang Fashion

Proses pengolahan kain tencel ini umumnya mirip dengan dyed rayon, tetapi yang menjadi nilai plus adalah saat pengolahan nanti, semuanya akan lebih ramah lingkungan, lebih cepat, dan lain-lain. Tidak akan menyesal bagi semua orang yang memiliki jenis kain seperti ini.

Akan tetapi, itu masih bukan satu-satunya manfaat yang dimiliki. Jika sebelumnya kita tahu kalau banyak keunggulan yang bahan Tencel ini tawarkan, tetapi sebaiknya pahami juga apa saja manfaat Tencel untuk bidang fashion. Jadi, kain tencel memiliki keunggulan seperti:

  1. Membuat Kain yang Alami

Kita semua tahu kalau masih belum banyak pakaian yang ramah lingkungan. Tetapi dari bahan Tencel, kita bisa turut mempromosikan penggunaan bahan alami untuk menjadi pakaian. Karena dari bahan alami, penggunaan air yang lebih sedikit juga.

  1. Aman untuk Didaur Ulang

Lagi-lagi masih soal lingkungan, tidak semua kain bisa didaur ulang. Tetapi jika dengan kain Tencel, seluruh material yang ada di dalamnya tidak beracun. Produk setelah daur ulang nanti juga memiliki warna lebih cerah ketimbang kain dari model lainnya.

  1. Membuat Kulit Nyaman

Jika bahan garmen atau dyed rayon memiliki tekstur yang membuat pemakainya sedikit risih, maka Tencel adalah solusinya. Semuanya dibuat dari serat halus dan di permukaan kulit tidak terganggu. Sehingga ini pas untuk yang kulitnya sensitif.

  1. Tidak Mudah Kusut

Manfaat Tencel selanjutnya ada di penggunaan, yaitu tidak mudah kusut. Selain tadi kami katakan proses pembuatan dan penyimpanan yang efisiensi waktu, yang paling unggul lagi selanjutnya adalah bahan tencel dikenal tidak mudah kusut juga.

  1. Hemat Bahan

Jika Anda berpikir untuk memanfaatkan kain Tencel di bagian tertentu saja dan di bagian lain menggunakan bahan seperti garmen, fiber, dan lain-lain, tidak usah ragu. Tencel ini dikenal mudah untuk dikombinasikan dengan bahan lain sekalipun.

  1. Membuat Pemakai Tidak Merasa Gerah

Pasti Anda juga sering merasa gerah jika menggunakan pakaian dari bahan yang tebal ataupun tidak nyaman dan ini juga termasuk manfaat lainnya. Karena penggunaan air yang lebih sedikit, bahan pakaian ini dapat ubah suhu agar pengguna nyaman.

Sudah mudah di daur ulang, warna lebih cerah, hingga pengolahan yang mudah, jika kami memiliki kesempatan untuk memiliki kain Tencel, pasti tidak akan kami tolak. Manfaat tencel di dunia fashion sangat besar, apalagi jika penjahit ingin mengutamakan rasa nyaman.

Kolaborasi Budaya dan Teknologi pada Perkembangan Tenun

Menjadi sebuah warisan turun-temurun membuat kolaborasi budaya dan teknologi sangat diperlukan untuk mendukung penenun atau disebut juga partonun. Sebab pembuatannya kini bukan hanya meningkatkan ekonomi namun juga untuk memperkenalkan jati ini. Penggunaan kain ini juga semakin berkembang dari waktu ke waktu dan diminati oleh banyak orang, bahkan hingga desainer ternama. Paduan warna serta corak-corak yang khas menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Peran pemerintah untuk memperkenalkan hasil warisan budaya sendiri juga ikut mendorong produktivitas serta penjualan semakin meningkat. Selain itu, berbagai wawasan baru akhirnya didapatkan oleh penenun yang mayoritas adalah perempuan karena peran pemerintah. Berbagai program-program lainnya juga mulai dijalankan untuk memberikan dukungan terhadap wirausaha untuk meningkatkan kapasitas dalam industri kreatif. Bukan hanya itu saja, program ini juga dapat melestarikan warisan tidak benda dari berbagai aspek.

Kolaborasi Budaya dan Teknologi Kain Tenun

Beberapa kolaborasi pada perkembangan penenun di Indonesia tentu saja tidak lepas dari peran banyak pihak. Peran-peran tersebut yang telah membawa pangsa pasar untuk tenunan ini menjadi lebih luas bahkan hingga internasional:

  1. Peran Pemerintah

Seperti telah diketahui bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia sudah menerapkan satu hari dengan batik, maka kebijakan satu hari dengan tenun juga mulai diterapkan pemerintah lokal. Beberapa daerah di antaranya Sumbar, Sulteng, Lombok Tengah, dan lainnya. Ada banyak manfaat dari adanya kebijakan ini, seperti misalnya penenun mulai memahami bahan dari kain sangat penting dipertimbangkan dalam perkembangan fashion. Selain itu, juga menambah pengetahuan berkenaan lambang maupun ciri khas daerah masing-masing.

Bahan yang digunakan juga akhirnya menekankan pada kenyamanan sehingga dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan benang sebagai bahan dasar dipilih berdasarkan kualitas terbaik dengan tujuan meningkatkan dan melestarikan budaya lokal.

  1. Desainer Ternama

Kecantikan dari berbagai motif serta warna yang menarik perhatian membuat sejumlah desainer mulai mempopulerkannya. Bukan hanya di pamerkan secara nasional saja namun juga mulai merambah kancah internasional. Misalnya saja desainer Oscar Lawalata yang memiliki ketertarikan dengan hasil tenun NTT hingga menjadikannya bahan fashion. Hasilnya dipamerkan dalam kompetisi International Young Creative Entrepreneur di London.

Desainer lainnya adalah Monique Soeriaatmaja yang juga berperan besar dalam memperkenalkan warisan Indonesia ini di mancanegara. Monique memperkenalkannya di berbagai ajang internasional seperti Fashion Scout London Fashion Week pada 2008. Terakhir Merdi Sihombing untuk memperkenalkan Ulos yang menjadi khas dari Sumatra Utara. Dengan berbagai pendekatan dan eksplorasi, penggunaan ulos untuk fashion menjadi salah satu cara Merdi Sihombing memperkenalkan serta mendekatkannya pada masyarakat.

  1. Kolaborasi UNESCO Citi Indonesia

Sebagai salah satu ciri khas bangsa selain batik, membuat berbagai program untuk mendukung penenun mulai banyak dilakukan. Salah satunya adalah kolaborasi UNESCO Citi Indonesia dengan para penenun di berbagai wilayah. Dengan program ini, peningkatan pendapatan dari pada wirausaha kain tenun menjadi meningkat. Selain itu, cara ini juga sangat efektif dalam regenerasi penenun muda agar kegiatan menenun tidak hilang termakan zaman.

  1. Penggunaan Teknologi

Penggunaan teknologi yang semakin maju juga sangat berperan dalam melestarikan kain tenun ini lebih luas. Salah satunya adalah penggunaan media sosial sebagai tempat untuk mempromosikannya pada calon konsumen.

Pembeli tidak hanya dari konsumen lokal saja, bahkan tidak sedikit juga pembeli dari mancanegara. Hal ini membuktikan bahkan budaya luhur bangsa bisa berjalan seiring dengan teknologi yang semakin maju. Warisan budaya sudah semestinya terus dilestarikan dan diperkenalkan bukan hanya dalam negeri sendiri namun juga mancanegara. Berbagai kolaborasi budaya dan teknologi dapat dilakukan karena keduanya dapat berjalan beriringan.

Apa Saja Keunggulan Bahan Recycle Dibandingkan Bahan Murni, Apa Itu Shoddy?

Bahan daur ulang atau benang recycle menjadi lebih popular dalam beberapa tahun terakhir. Kepedulian terhadap limbah mulai meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya berbagai bahan daur ulang. Industry pakaian tidak bisa dilepaskan dari benang. Namun, banyak potongan kain dan benang hanya menjadi limbah. Namun, hal tersebut sudah tidak akan terjadi lagi selama ada daur ulang.

Dari sisi fungsi, ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan. Hal ini mendorong banyak pihak mulai menggunakan bahan daur ulang. Lalu, seperti apa saja keunggulan dari bahan daur ulang tersebut?

Beberapa Keunggulan Produk Recycle

Ada banyak sekali kelebihan dari fyber recycle atau serat daur ulang. Jika diperhatikan, aspek lingkungan adalah kelebihan paling utama. Namun, apakah hanya itu saja kelebihannya?

  1. Ramah Lingkungan

Salah satu kelebihan dari bahan daur ulang adalah ramah lingkungan. Seperti yang sudah diketahui, industry ini sering memicu limbah pabrik. Akibatnya, lingkungan jadi lebih mudah tercemar bahan kimia. Selain itu, potongan kain dan benang yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan banyak masalah. Saluran air dapat tertutupi oleh potongan kain dan pada akhirnya bisa menyebabkan banjir.

Selain itu, dengan adanya daur ulang maka limbah tekstil segera diolah menjadi berbagai produk lain. Bukan hanya tentang busana, tapi ada beragam produk hasil olahan fyber recycled.

  1. Harga Lebih Murah

Banyak orang tidak menyadari bahwa kain hasil daur ulang memiliki harga lebih murah. Selain itu, ketersediaannya juga jadi lebih banyak. Salah satunya adalah jenis shoddy. Jenis ini adalah hasil daur ulang dari berbagai bahan baku yang kemudian dipakai untuk bahan peredam, interior, hingga geotekstil. Jenis ini memiliki masa penggunaan yang jauh lebih bervariasi.

Harganya dari jenis tersebut cukup terjangkau. Jika dibandingkan dengan bahan asli, maka akan terlihat perbedaannya. Itulah mengapa bahan daur ulang selalu menjadi prioritas di beberapa industry manufaktur.

  1. Tetap Nyaman Digunakan

Meskipun hasil daur ulang, tapi kenyataannya tetap nyaman digunakan. Dari sisi kualitas kenyamanan bahkan tidak ada perbedaan sedikitpun. Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa pakaian yang digunakan adalah hasil recycle. Menariknya, banyak brand ternama dunia mulai menggeser pemakaian bahan ke bahan recycle. Di beberapa Negara bahkan menyediakan tempat khusus untuk menukarkan pakaian yang sudah tidak terpakai dan akan diolah kembali.

Nantinya, setiap orang akan mendapatkan ganti atas pakaian tersebut. Ada layanan tukar tambah di beberapa Negara. Salah satunya adalah Singapura yang memanfaatkan layanan tersebut untuk meningkatkan produk daur ulang.

  1. Masa Pakai Lebih Lama

Karena bisa didaur ulang, maka otomatis bisa memperpanjang masa pakai. Busana yang seharusnya bisa digunakan selama 5 tahun bisa bertambah masa pakainya. Cukup didaur ulang menjadi produk berbeda atau sama. Namun, jika memang tidak ingin mendaur ulangnya maka jangan dibuang. Lebih baik menyerahkan ke tempat khusus untuk mendapatkan ganti. Biasanya, setiap produk memiliki nilai ganti sendiri.

  1. Perawatan Lebih Mudah

Perlu dipahami bahwa kain dari bahan apapun memiliki perawatan cenderung mudah. Beberapa kain bahkan memiliki sifat fleksibel. Jadi, saat kusut bisa kembali ke bentuk aslinya dalam waktu singkat. Bahan recycle juga memiliki karakteristik sama menyesuaikan sifat dasar benangnya. Itulah yang menjadikan bahan recycle tidak kalah dengan bahan asli. Bahkan, beberapa justru memiliki kualitas lebih baik dari bahan aslinya. Semua bahan recycle tersebut telah diproduksi di tempat kami dan akan meningkatkan kualitas produk sesuai permintaan. Hal tersebut karena Lakumas memberikan komitmen tinggi untuk menghasilkan fyber recycle lebih berkualitas.

Apa Alternatif Lain dan Solusi untuk Kelangkaan Container, Sehingga Biaya Pengiriman EXIM Bisa Kembali Normal

Kelangkaan yang terjadi pada container besi menjadi sebuah masalah khusus bagi para pelaku ekspor impor. Masalah ini bahkan menjadi persoalan yang membuat banyak pihak harus menemukan solusi secepat mungkin. Baik pemerintah dan operator jasa sebenarnya telah melakukan beberapa alternative. Namun, faktanya hal seperti ini tidak sepenuhnya mengatasi masalah kelangkaan. Apalagi, saat terjadinya penurunan produksi peti kemas.

Namun, ada beberapa alternative solusi yang telah disediakan oleh pemerintah. Beberapa alternative ini memang memberikan dampak baik bagi aktivitas ekspor impor. Berikut adalah beberapa alternative serta solusi yang perlu diperhatikan.

Melakukan Pembatasan Ekspor Kontainer Kosong

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan mengurangi atau membatasi ekspor container. Ya, container atau peti kemas memiliki jumlah terbatas dan produsen dalam negeri harus mengutamakan pasar dalam negeri. Cara ini dinilai sangat efektif karena kebutuhan dalam negeri bisa tercukupi lebih cepat. Namun, solusi ini tidak bisa dilakukan dengan mudah. Pihak produsen juga membutuhkan pasar yang lebih luas.

Ketakutan beberapa pihak adalah kehilangan pasar peti kemas di luar negeri. Padahal, pasar internasional menjadi momentum kuat untuk mendapatkan ekonomi lebih besar. Jadi akan sulit untuk menggunakan cara ini. Namun, pemerintah juga memiliki jawaban untuk masalah seperti ini. Alternative container untuk dalam negeri perlu diutamakan demi meningkatkan ekonomi. Setelah itu, maka kondisi ini akan kembali membaik.

Kewajiban Empty Container yang Perlu Diketahui

Pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan empty container bagi kapal yang masuk ke Indonesia. Langkah ini diprediksi akan memberikan ketersediaan peti kemas secara cukup untuk keperluan dalam negeri, meskipun hanya sementara. Namun, setidaknya kewajiban ini akan membantu para pelaku ekspor impor untuk mengatasi masalah shipping marine container. Harapannya, semua kapal akan mengikuti aturan tersebut demi membantu kelangkaan peti kemas dalam negeri.

Namun, solusi ini bukan tanpa hambatan. Kapal dari luar yang akan masuk ke Indonesia mungkin akan menolak aturan tersebut. Hasilnya, beberapa kapal mungkin tidak akan masuk ke Indonesia terlebih dahulu. Adanya kebijakan ini pastinya akan menjadi pro dan kontra di kalangan pelaku atau operator. Namun, setidaknya ini bisa dipakai untuk memberikan alternative kelangkaan pada peti kemas sehingga bisa mengatasi kelangkaan.

Melakukan Rekondisi Pada Peti Kemas

Solusi lain adalah melakukan perbaikan pada beberapa peti kemas yang memiliki kondisi kurang layak. Tidak masalah untuk memperbaiki peti kemas tersebut selama nanti bisa dipakai untuk aktivitas ekspor impor. Faktanya, di pelabuhan banyak sekali peti kemas dengan kondisi kurang bagus. Sayangnya, tidak ada langkah lanjutan untuk menyelesaikan masalah ini. Padahal, ini bisa menjawab permasalahan yang ada sebelumnya.

Perbaikan pada peti kemas memang membutuhkan biaya tambahan. Namun, biaya tersebut tidak masalah selama kelangkaan peti kemas dapat diselesaikan. Bahkan, bisa jadi ini bisa membukan peluang ekonomi yang baru.

Menyediakan Regulasi yang Khusus

Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) menyebutkan bahwa salah satu solusi yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan regulasi khusus. Tidak adanya regulasi khusus membuat peti kemas sering terlupakan. Arus container yang mendapatkan regulasi akan mudah untuk mengontrol ketersediaan peti kemas. Bahkan, adanya regulasi bisa dipakai untuk melihat ketersediaan repo container serta empty container yang ada di pelabuhan.

Menariknya, regulasi ini juga penting karena dapat dipakai sebagai dasar bagi pelaku persewaan container. Dengan begitu, tidak akan ada pihak yang memanfaatkan kondisi kelangkaan ini untuk bisnis tidak sehat. Ada beragam solusi yang perlu dipertimbangkan. Namun, untuk bisa mengatasi kelangkaan ini secara penuh maka membutuhkan keseriusan. Dengan begitu, container besi bisa tersedia untuk aktivitas ekspor impor.