Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #BenangRayon

Penyebab Kualitas Benang Rayon Awet dan Tahan Lama

Penyebab Kualitas Benang Rayon Awet dan Tahan Lama

 

Tidak banyak yang tahu kualitas benang rayon bagus tidaknya dipengaruhi oleh apa. Bahan tekstil satu ini merupakan satu jenis kain yang memang kerap digunakan, bahkan sampai sekarang masih dijadikan pilihan utama.

Terutama untuk masyarakat yang tinggalnya di daerah tropis, misalnya Indonesia. Material tekstil ini punya daya serat cukup tinggi, yakni 11-13% dan bahannya punya kelebihan sehingga cocok dipakai untuk pembuatan pakaian.

Serat yang dipakai untuk material ini asalnya dari polimer organik atau semi sintetis, bukan asli alam. Bahan ini kerap digunakan sebagai daster, jas, syal, dasi, topi, dan masih banyak lagi.

Dalam industri tekstil, bahan ini dikenal sebagai rayon viskosa atau sutera buatan. Material ini umumnya akan tampak berkilau dan juga tidak gampang kusut, sehingga cocok untuk pakaian formal karena terlihat elegan.

Berikut Ini Karakteristik Kain Rayon

Ada sejumlah karakteristik yang membuat kualitas benang rayon beda dengan lainnya. Salah satunya ialah halus serta lembut, sehingga nyaman digunakan dan ketika menyentuhnya terasa lembut, bahkan menyerupai sutera.

Selain itu bahan tekstil tersebut juga populer karena kemilaunya, mulai dari rendah sampai tinggi. Jadi apabila jenis benang ini digunakan untuk pakaian formal tampak elegan dan mewah.

Karakteristik lain dari kainnya ialah tidak mudah kusut, Anda bisa lebih mudah menyetrikanya. Untuk merapikan kainnya, maka tidak perlu waktu lama karena memang tidak mudah lecek.

Kain berbahan benang ini daya serapnya cukup tinggi, sangat tepat apabila dijadikan material baju sehari-hari. Bahannya yang sejuk membuatnya sangat populer dikalangan masyarakat, cocok apabila dipakai di daerah tropis.

Selain karakteristiknya, material tekstil ini punya banyak kelebihan sehingga disukai orang. Satu diantaranya karena ringan jadi tidak heran apabila kualitas benang rayon dipakai untuk baju harian.

Walaupun murah, namun kainnya tampak sangat bagus karena dari tampilannya menyerupai sutera. Apabila dibandingkan, memang ada perbedaan cukup besar pada harga kain rayon dan sutera.

Karena tipe kainnya breathable, maka ketika dikenakan memberikan kesan sejuk dan adem. Itu juga yang menjadi alasan mengapa banyak orang menyukai bahan tekstil ini dan kerap menggunakannya untuk keseharian.

Pahami Pengaruh Kualitas Benang Rayon

Umumnya bahan tekstil ini sulit kembali ke ukuran aslinya. Jadi apabila Anda menariknya sampai melebihi kemampuan kainnya, maka akan susah kembali dalam bentuk aslinya.

Kain rayon ini sangat pas apabila dipakai dalam semua jenis bordir, karena memang sifatnya mudah diurai dan juga ramah lingkungan. Jika ingin tampil elegan, maka bisa memilih material ini.

Apalagi penggunaannya sangat pas dikombinasikan dengan semua jenis bahan lainnya, misalnya sutera, wol, atau katun. Anda bisa melihat kualitas benang rayon dari teknik pembuatannya, karena itu memang berpengaruh.

Tiap benang memerlukan perlakuan berbeda dan hal tersebut tergantung dengan karakteristik kainnya sendiri seperti apa. Beberapa ada yang memerlukan panas, namun lainnya sebaiknya disimpan dalam ruangan lembab dan kedap udara.

Jika Anda melakukan perawatan dengan benar serta tepat, maka dapat memperoleh kualitas bagus pula. Rayon ini kualitasnya kurang bagus apabila terlalu mendapatkan suhu yang tinggi.

Bahkan ketika sudah menjadi baju, Anda tidak boleh menyeterika menggunakan suhu tinggi serta baiknya memberikan kain di atasnya. Karena itu nanti dapat membuat pakaian jadi lebih rapi.

Serat kain rayon akan mudah rapuh apabila tidak bisa merawatnya dengan baik. Penggunaan air dingin akan membantu menjaganya agar tetap awet serta tidak mudah rapuh.

Menggunakan bahan ini untuk pakaian memang kerap dipilih orang karena punya banyak keunggulan. Suhu berpengaruh terhadap kualitas benang rayon agar kuat dan tetap awet.

Kenali Teknik Pewarnaan Benang Kain Rayon dari Lakumas

Kenali Teknik Pewarnaan Benang Kain Rayon dari Lakumas

Dalam dunia tekstil, memang ada beberapa teknik pewarnaan benang yang bisa dilakukan, yakni alami dan sintetis. Umumnya bahan tekstil awalnya punya warna dasar yakni coklat atau putih.

Hal tersebut dikarenakan biasanya memang pengambilannya berasal dari bahan bakunya sendiri, misal serat kayu atau kapas. Akan tetapi tidak mungkin benang atau kainnya tetap dibiarkan dengan warna alaminya tersebut.

Agar lebih beragam, maka diberi warna lain seperti kuning, merah, hijau, biru, atau lainnya. keberadaan warna tersebut juga menjadikan pakaian jadi semakin menarik untuk dikenakan karena tidak monoton itu-itu saja.

Lakumas menyediakan benang, kain, atau pakaian dengan beragam warna menarik dan berkualitas. selama proses pewarnaannya, pasti menggunakan teknik tersendiri agar hasilnya bagus, seperti menggunakan bahan alami atau sintetis.

Ketahui Teknik Pewarnaan Benang Rayon

Apabila Anda belum tahu apa saja teknik mewarnai dalam dunia tekstil, maka sebaiknya pelajari dulu. Ada banyak warna yang bisa diterapkan dalam sebuah kain atau baju, namun Anda harus tahu caranya.

Ada dua cara mewarnai tekstil yakni alami serta sintetis, di mana keduanya berguna untuk memberikan warna pada benang atau kain. Tapi tentunya ada yang membedakan antara kedua teknik mewarnai tersebut.

Karena masing-masing punya bahan berbeda untuk mewarnainya, sehingga memiliki kelebihan serta kekurangan. Teknik pewarnaan ini juga berbeda dan bertujuan agar memberi warna pada benang, kain, maupun pakaian.

Untuk teknik alami ini memang sudah digunakan sejak lama dan dari jaman dulu. Tentunya ini dilakukan sebelum adanya teknologi dalam dunia pewarnaan tekstil, sehingga memanfaatkan cara alami.

Untuk teknik pewarnaan benang secara alami memakai bahan dari alam, misalnya mawar, kunyit, serta lainnya. Caranya sendiri yakni rendam baju dengan air yang diberi bahan alami tersebut.

Sementara teknik sintetis menggunakan bahan kimiawi dan setidaknya ada 8 jenis cara yakni acid, direct, reaktif, disperse, vat, serta sulphur. Satu sama lainnya dibedakan dengan bahan pewarna yang digunakan.

Kedua cara tersebut diterapkan oleh produsen Lakumas dan mempunyai kelebihan kekurangannya masing-masing. Umumnya kain rayon menggunakan teknik pewarna reactive dye di mana daya tahan warnanya lebih baik.

Jasa Pencelupan dalam Pewarnaan Benang

Meskipun para pengrajin lokal ada banyak, namun cukup sulit menemukan tempat pencelupan atau pewarnaan benang. Apalagi lamanya proses pewarnaannya tersebut menjadi permasalahan dalam produksi oleh pengrajin lokal.

Pengrajin akan mencelupkan benang sendiri dan semua prosesnya dikerjakan secara manual, sehingga waktu yang diperlukan lumayan lama. Sementara di tempat pencelupan tekstil juga tidak beda jauh prosesnya.

Apalagi harus mengirimkan benang raw, kemudian di tempat pencelupannya harus antre. Namun Lakumas membantu para pengrajin lokal untuk mendapatkan benang rayon yang sudah diwarnai dengan teknik pewarnaan benang berkualitas bagus.

Bukan hanya menyediakan benang untuk para pengrajin yang memerlukan saja, melainkan Lakumas juga dapat memberikan bantuan dalam hal informasi lain. Seperti kebutuhannya mengenai benang atau kain tekstil.

Lakumas mempunyai produk rayon yang dibuat menggunakan selulosa, di mana diekstrak dari kayu. Barang tekstil ini sangat bermanfaat karena bisa diurai secara alami dalam tanah, jadi tidak merusak lingkungan.

PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati (Lakumas) merupakan produsen benang dengan kualitas bagus. Kami sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam industri tekstil dan memberikan produk berkualitas serta tepat waktu.

Jika Anda tertarik, maka segera hubungi Kami agar memperoleh informasi lebih lanjut. Tidak perlu khawatir, karena teknik pewarnaan benang yang digunakan juga bagus dan dijamin kualitas hasilnya premium.

Tips Memilih Benang yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Tips Memilih Benang yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Dalam industri tekstil, kegunaan benang sangat berperan penting dalam menentukan kualitas kain dan hasil jahit. Setiap hasil jahitan yang ditujukan untuk berbagai kepentingan membutuhkan jenis dan kualitas benang berbeda, pastinya semua ingin yang kuat.

Salah satu penentu kualitas terbaik adalah dilihat dari seberapa kuat benang tersebut. Model bagus dan warna menarik belum menentukan kualitas benangnya berkualitas juga. Tips dalam memilih benang yang baik dan benar akan kami bahas tuntas di sini.

Penting untuk Memilih Warna yang Tepat

Pilih benang yang warnanya senada dengan kain untuk menghindari visual tidak enak dipandang oleh orang lain. Contoh, Anda membeli kain berwarna coklat muda maka sebaiknya pilihlah benang dengan warna coklat muda juga.

Begitu juga untuk kepentingan merajut, pastikan kenali warna benangnya terlebih dahulu. Perlu dipahami bahwa tidak semua jenis benang berasal dari warna tunggal. Ada beberapa benang yang terdiri atas berbagai warna, seperti:

  1. Multi Colour, yakni benang dengan menghadirkan aneka ragam warna
  2. Marled, benang dengan aneka ragam warna yang setiap helaiannya berbeda, namun warnanya saling berhubungan
  3. Self striping, benang dengan berbagai warna yang apabila dirajut akan membentuk pola tertentu
  4. Ombre memadukan variasi warna gelap dan terang untuk menghadirkan nuansa tunggal
  5. Heathered atau wol merupakan benang dengan bintik-bintik serat berwarna berbeda

Pemilihan warna benang bisa melihat warna bawaannya, bisa juga menciptakan warna sendiri menggunakan bahan pewarna. Hal paling penting adalah menentukan tujuan pembuatan produksi seperti apa, baru bisa memilih jenis benang terbaik.

Pastikan untuk Memilih Benang yang Kuat

Kualitas benang yang bagus bisa dilihat dari ketahanan terhadap abrasi dan panasnya jarum. Penilaian terhadap kualitas benang bisa ditentukan melalui ragam tolak ukur berikut:

  1. Gunting sedikit ujung benang kemudian lihat apakah ujungnya menimbulkan serabut atau tidak. Jika timbul serabut maka kualitas benangnya kurang bagus.
  2. Pengujian lainnya bisa dengan cara memasukkan benang ke dalam jarum. Lihat apakah bagian ujungnya terbagi menjadi dua atau tidak. Jika terbagi dua maka dipastikan kualitas benang tidak bagus.

Jika melalui dua uji coba di atas saja tidak lulus maka saat memasuki proses menjahit juga benangnya akan mudah hancur. Saat benang tidak memberikan kualitas terbaik maka dampaknya terhadap hasil jahitan juga tidak berkualitas bagus.

Nantinya, bahan pakaian atau apapun hasil jahitannya akan mudah ditarik dan robek. Untuk menghindari hal seperti ini maka sebaiknya lakukan pengujian sederhana seperti dua hal di atas.

Wajib Memperhatikan Ukuran dan Ketebalan

Ketebalan benang menjadi pertimbangan selanjutnya dalam menentukan bahan baku menjahit. Ketebalan adalah salah satu penentu daya tahan benang terhadap segala kondisi. Ketebalan menentukan kekuatan benang pada saat ditarik secara sengaja atau tidak.

Dalam kebutuhan merajut, ketebalan benang ditentukan oleh dua bentuk berbeda, yakni bentuk benang bola atau bentuk benang gulungan. Ketebalan benang untuk membuat kaos kaki, syal, baju biasa, celana training, mukena, dan sebagainya tentu berbeda.

Dengan mengetahui tujuan akhir produksi untuk apa akan menentukan penilaian terhadap benang sejak awal. Secara profesional, perusahaan pemintal benang menentukan ketebalan melalui sistem tex. Semakin tinggi angka texnya maka semakin kasar tekstur benangnya.

Tiket metric merupakan ukuran satuan benang sintetis dan sintetis campuran. Ini kebalikannya, di mana semakin tinggi tiket metric maka semakin halus tekstur benangnya. Biasanya tekstur benang halus banyak dibutuhkan untuk pembuatan pakaian anak-anak.

Berbagai tips menentukan benang secara tepat akan menghasilkan produksi berkualitas. Detail dari jenis, ukuran, dan juga warna bukan hanya menampilkan visual menarik, tetapi juga daya tahan terbaik.

Mengenal Lamanya Waktu Proses Pembuatan Benang dari Awal

Proses membuat benang merupakan salah satu kegiatan yang telah dilakukan sejak zaman dahulu oleh para penenun. Proses ini membutuhkan keahlian dan ketelitian dalam mengolah bahan baku menjadi benang yang siap digunakan dalam berbagai macam produk tekstil.

Sebagai salah satu bahan dasar dalam industri tekstil, benang merupakan komponen utama untuk membuat kain. Pada dasarnya, material ini terbentuk dari sekumpulan serat jenis tertentu yang tersusun memanjang dan diperoleh dari proses pemintalan.

Serat sendiri bisa berasal dari berbagai macam sumber, seperti kapas, sutra, wol, atau bahan-bahan lain yang dapat dijadikan serat. Setelah dibersihkan, barulah serat tersebut bisa diolah menjadi benang melalui berbagai proses.

Lamanya Waktu Proses Pembuatan Benang dari Awal Hingga Selesai

Ternyata, tahap pembuatan serat dari awal hingga selesai dan menjadi benang membutuhkan waktu yang cukup lama. Berdasarkan prosesnya, berikut tahapan serta waktu yang dibutuhkan untuk membuat benang dari awal hingga akhir.

1. Blowing

Blowing adalah proses pembukaan serat yang dilanjutkan dengan pembersihan serta pencampuran menggunakan mesin blowing. Pada mesin tersebut, kumpulan serat akan dilewatkan melalui serangkaian roda gigi yang berputar dengan kecepatan tinggi.

Roda gigi ini akan mengikat serat-serat bahan baku menjadi benang yang kuat dan halus. Sehingga tahap blowing umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 4-6 jam, tergantung pada jenis bahan baku ataupun kehalusan benangnya.

2. Carding

Carding merupakan tahapan penguraian massa fiber atau seratnya menjadi serat tunggal. Caranya adalah dengan memisahkan antar fiber pendek serta panjang menggunakan mesin penggaruk dengan kecepatan tertentu.

Serat individu yang telah terbentuk lalu akan menjadi lapisan tipis dan lembut selebar mesin carding (sliver). Lama waktunya bervariasi, tergantung pada jumlah bahan yang diolah serta menyesuaikan kapasitas mesin, misalnya mesin dengan kapasitas pengolahan 8 jam/hari.

3. Drawing

Dari tahap carding akan diperoleh sliver, lalu pada tahapan drawing akan dilakukan perangkapan, penarikan, serta peregangan sliver secara lebih merata. Mesin ini merupakan langkah lanjutan dari mesin carding untuk memperoleh sliver yang lebih rata.

Mesin drawing memiliki kecepatan terbatas, sehingga tahap drawing benang harus dilakukan secara bertahap. Mesin drawing juga harus diberi waktu untuk istirahat agar tidak terlalu panas dan dapat bekerja dengan baik, sehingga waktu prosesnya juga bervariasi.

4. Roving

Roving adalah tahapan penarian, pemberian antihan, serta penggulungan sliver dari proses drawing sebelumnya menjadi roving. Prinsip kerjanya yaitu menarik dan menggulung sliver hingga menjadi robing berukuran tertentu.

Lama waktu proses roving benang bergantung pada jenis dan kualitas benang yang akan diolah. Jika jenis bahannya berkualitas tinggi dan memiliki ketebalan cukup besar, proses roving dapat memakan waktu hingga beberapa jam.

5. Spinning

Spinning merupakan pemrosesan material dari mesin roving menjadi benang single (tunggal) sesuai nomor khusus. Mesin spinning akan mengambil serat-serat kecil lalu mengikatnya menjadi lebih panjang dan kuat.

Benangnya lalu diberi twist kemudian digulung pada bobbin sebelum diarahkan ke proses berikutnya. Total waktu yang diperlukan dalam proses spinning benang adalah sekitar empat hingga lima jam, tergantung pada jumlah dan kualitas bahan baku yang digunakan

6. Winding

Tahapan selanjutnya yaitu winding, yaitu proses menggulung benangnya menjadi gulungan lebih besar, atau menghilangkan bagian yang tidak rata. Di proses ini, benangnya akan dipindahkan ke bobbin atau reel sesuai dengan kebutuhan.

Lama waktu proses winding ditentukan oleh beberapa faktor, seperti jenis benangnya, jumlah bobbin yang akan diisi, serta kecepatan mesin. Biasanya, mesin winding memiliki kecepatan bervariasi, sehingga prosesnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas produksi.

7. Packing

Terakhir yaitu packing, alias proses pengemasan. Setelah seluruh proses di atas selesai, benangnya akan dibawa ke ruang packing untuk dikemas sesuai ukuran tertentu sebelum didistribusikan.

Namun perlu diperhatikan bahwa khusus benang jenis double, akan ada tambahan twisting dan winding kembali sebelum lanjut ke proses packing. Waktu proses pembuatan benang memang lama, namun kualitas dari hasil produknya tentu sebanding dengan prosesnya.

Selain Kain, Ini Jenis Produk Turunan Olahan Benang Lainnya

Benang merupakan salah satu bahan dasar dalam industri tekstil yang dikenal sebagai bahan dasar untuk membuat kain. Mulai dari pakaian, tas, selimut, hingga peralatan rumah tangga lainnya seperti bantal, semuanya membutuhkan benang untuk menjadi satu kesatuan.

Pada dasarnya, benang adalah suatu material yang tersusun dari sekumpulan serat yang tersusun memanjang dan diperoleh dari proses pemintalan. Berdasarkan jenis seratnya, benang bisa dibuat menjadi berbagai jenis bahan kain.

Namun selain digunakan untuk membuat kain, bahan ini juga dapat diolah menjadi produk turunan yang bernilai tambah. Hal ini karena benang merupakan sebuah serat panjang yang fleksibel, sehingga bisa diolah menjadi berbagai macam produk turunan.

Fungsi Dasar Benang Secara Umum

Secara umum, fungsi dasar benang adalah sebagai komponen penting dalam dunia tekstil. Sebab bahan ini berfungsi sebagai penghubung antar serat kain agar terikat menjadi satu kesatuan menjadi kain yang tebal, kuat, dan tahan lama.

Selain itu, fungsi lainnya adalah sebagai pemberi warna pada kain. Karena pemilihan warna suatu kain bergantung pada pemilihan warna benangnya. Pada umumnya, digunakan bahan yang terbuat dari bahan sintetis agar warnanya lebih tahan dari air maupun cahaya.

Kemudian, fungsi lainnya yaitu sebagai bahan pengikat atau penjahit pada produk tekstil. Namun selain ketiga fungsi dasarnya di dunia tekstil secara umum, ternyata benang memiliki fungsi lain jika dimanfaatkan menjadi produk turunan selain kain.

Berbagai Jenis Produk Turunan Olahan Benang Lainnya Selain Kain

Sebenarnya, ada banyak alternatif produk turunan olahan benang lainnya selain dibuat menjadi bahan kain biasa. Adapun beberapa produk turunan tersebut antara lain yaitu sebagai berikut.

1. Crochet

Crochet atau renda merupakan produk turunan dari benang yang berbeda dengan kain biasa, sebab memiliki bentuk, struktur, atau motif tertentu. Crochet merupakan teknik menjahit benangnya menggunakan jarum tunggal.

Karena memiliki berbagai motif dan bentuk yang unik, crochet banyak dijadikan sebagai produk turunan lainnya yang populer di kalangan fashion dan kerajinan tangan. Crochet dapat dibuat dari berbagai jenis bahan, seperti wol, sutra, dan bahkan plastik.

Pemilihan bahan benangnya tergantung pada motif dan bentuk yang diinginkan. Crochet dapat dibuat menjadi berbagai produk, seperti jaket, topi, tas, bantal, dan aksesoris lainnya, bahkan juga boneka, lampu, dan aksesoris rumah tangga lainnya.

2. Knit

Selanjutnya adalah knit atau rajutan, merupakan salah satu produk turunan benang yang banyak digunakan dalam industri fashion. Berbeda dengan kain biasa, knit dibuat dengan cara mengait benangnya menggunakan jarum dan membentuk pola yang terus berulang.

Produk ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan jenis benang lainnya, di antaranya yaitu fleksibilitas dan elastisitasnya. Selain itu, knit juga memiliki sifat yang anti gores sehingga tidak mudah terkelupas saat digunakan.

Tidak hanya itu, knit juga memiliki sifat yang mudah dicuci dan dikeringkan, serta mudah dibentuk menjadi berbagai bentuk dan pola. Produk ini dapat dikait menjadi berbagai jenis kain seperti kaos, sweater, atau jaket.

3. Rope atau Tali Tambang

Terakhir adalah rope (tali tambang), yaitu salah satu produk turunan benang lainnya yang biasa digunakan dalam berbagai keperluan sehari-hari. Tali dibuat dengan menyambung beberapa benangnya bersama-sama dengan cara diikat atau dijahit.

Tali dapat dibuat dari berbagai jenis benang seperti bahan sutra, benang polyester, dan lainnya. Tali biasanya dibuat dengan cara diputar-putar menjadi satu sehingga terbentuk menjadi suatu kesatuan yang kokoh.

Selain dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari, misalnya mengikat atau mengangkut suatu barang. Rope atau tali juga bisa dimanfaatkan sebagai aksesoris fashion seperti ikat pinggang, ikat kepala, dan ikat tas.

Dengan banyaknya produk turunan yang bisa dibuat dari benang, bahan ini menjadi salah satu komponen penting dan tidak dapat tergantikan. Tidak hanya bisa menunjang dunia tekstil dan fashion saja, namun juga dapat membantu kehidupan sehari-hari.