Hi, How Can We Help You?

Category Archives: Business

Lakumas Work : Lingkungan Kerja yang Toxic, Memengaruhi Pekerjaan?

Lingkungan kerja memberikan dampak cukup besar bagi kinerja seorang karyawan. Jika keadaan dalam kantor kurang mendukung, maka potensi karyawan akan terhambat. Kondisi seperti ini sangat kurang baik jika diteruskan.

Sebenarnya ada banyak alasan mengapa kondisi selama bekerja kurang nyaman. Bisa saja karena atasan yang kurang memberikan apresiasi. Bisa juga karena siklus pertemanan kantor saling menjatuhkan.

Beberapa dampak negatif akan muncul satu persatu ketika keadaan sudah lebih kompleks. Apalagi, beban pekerjaan semakin hari semakin menumpuk. Jelas ini akan memberikan tekanan berat bagi karyawan.

Alasan Lingkungan Kerja Tidak Sehat

Ada banyak alasan mengapa keadaan di dalam kantor bisa menjadi kurang sehat. Persaingan antar karyawan menjadi salah satu yang paling sering dijumpai. Bahkan, tidak jarang beberapa saling sikut.

Keinginan untuk mendapatkan notice dari atasan adalah salah satu alasannya. Untuk mendapatkan perhatian, maka mau tidak mau harus terlihat memiliki kinerja baik. Tidak peduli dengan cara terpuji atau bukan.

Faktanya, keadaan seperti ini membuat siklus pekerjaan menjadi kurang sehat. Beban pekerjaan semakin meningkat bersamaan tekanan mental. Kesempatan berkarir juga mulai menghilang karena saling sikut.

Alasan lain adalah karena atasan yang kurang mampu memberikan apresiasi kepada setiap karyawan. Memang tidak semua karyawan mampu memenuhi ekspektasi perusahaan. Namun, bukan berarti semua harus diratakan, bukan?

Apakah Hal Tersebut Memiliki Potensi Berbahaya?

Jika dilihat dari sisi manapun, siklus kantor yang toxic akan sangat membahayakan. Salah satu alasannya karena mampu menghambat potensi. Jadi kemampuan yang dimiliki tidak mampu dimaksimalkan dengan baik.

Banyak karyawan sering mengeluhkan kondisi kantor seperti ini. Ditambah dengan kecenderungan untuk saling cari muka kepada atasan. Tentu akan memberikan beban lebih besar karena tidak mampu mengerjakan tanggung jawabnya.

Fakta lain adalah kehadiran teman kerja yang saling membicarakan orang lain memberikan kesan tidak nyaman. Kesalahan kecil bisa menjadi besar jika dilakukan dengan cara seperti ini.

Hasilnya, kesalahan yang tidak seberapa akhirnya memberikan alasan kepada orang lain untuk saling menjatuhkan. Ada kesan bahwa kesalahan kecil akan menjadi senjata untuk menjadikan orang lain terlihat buruk.

Rasa tidak nyaman karena terbayang hal buruk bisa membuat karyawan tertekan. Lebih parahnya lagi adalah terkena depresi berat. Ditambah adanya beban pekerjaan yang semakin bertambah setiap saat.

Cukup menakutkan memang jika seorang karyawan tidak memiliki mental kuat. Apalagi bagi karyawan yang statusnya adalah lulusan baru. Mental yang masih belum matang akan cenderung berakibat fatal.

Bagaimana Cara Menyikapi Hal Tersebut?

Lalu, bagaimana cara menyikapi sistem kerja yang seperti itu? Sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan. Namun, setiap cara biasanya akan efektif untuk kasus-kasus tertentu.

Salah satu cara yang cukup banyak dipakai adalah jangan pernah terlalu ikut campur urusan orang lain. Tidak masalah mengetahui beberapa hal dari teman kerja. Namun, jangan sampai tahu lebih detail.

Cara lain adalah mengerjakan tanggung jawab sesuai tuntutan. Jika tidak diminta mengerjakan sesuatu, jangan lakukan hal tersebut. Terlihat bisa mengerjakan banyak hal akan berdampak buruk pada pekerjaan sendiri.

Seorang karyawan yang terlihat bisa melakukan banyak hal cenderung dimanfaatkan. Biasanya akan diminta mengerjakan sesuatu yang bukan tanggung jawabnya. Jelas ini merupakan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan.

Cara lainnya adalah mengetahui karakter setiap teman kerja dan atasan. Apakah dari teman kerja tersebut memiliki karakter buruk atau tidak. Jika ada, lebih baik menghindarinya.

Dunia kerja memang tidak selamanya berjalan lurus. Terkadang ada saatnya seorang karyawan harus berada pada fase yang sulit. Salah satunya ketika mendapati teman kerja yang toxic.

Jelang Pertengahan 2021, Angka Pengangguran Terbuka Terus Meningkat. Apa Solusinya?

Angka pengangguran masih tinggi ditandai dengan maraknya pencari kerja di berbagai sektor, Pertengahan tahun adalah waktu dimana pelajar lulus dari tingkat menengah atas dan kejuruan, dimana diantaranya sudah merasa siap bekerja, alih-alih melanjutkan kuliah.

Sementara itu lulusan sarjana dan di atasnya juga ada yang beberapa siap bekerja, namun terkendala lapangan pekerjaan. Permasalahan seperti ini terjadi setiap waktu, terbukti dengan masih banyaknya orang mendatangi job fair atau pameran lowongan kerja di kota.

Tingginya tingkat pengangguran dipicu oleh berbagai hal, bisa karena tenaga yang dibutuhkan tidak sepadan dengan lapangan tersedia. Bisa juga karena pelamar kerja sendiri tidak memiliki kompetensi sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan terkait.

Istilah pengangguran tidak akan terdengar asing sampai Anda mendengar istilah pengangguran secara terbuka. Maksudnya adalah kondisi dimana orang sudah tidak memiliki pekerjaan sama sekali karena kemunduran industri dan kemajuan teknologi semakin canggih.

Peran Kementerian Tenaga Kerja Hadapi Pengangguran Terbuka

Ketika angka orang menganggur semakin banyak disebabkan majunya teknologi, peranan Kementerian Tenaga Kerja amat dibutuhkan guna memberikan solusi atas hal ini. Di sisi lain, teknologi semakin canggih itu memberikan kemudahan dan efektivitas waktu lebih cepat.

Namun, sisi lainnya pekerja pabrik yang tadinya manual menggunakan jasa manusia kini tinggal menggunakan robot untuk berbagai proses. Pemerintah sendiri sebenarnya sudah memberikan solusi melalui pelatihan kerja agar masyarakat memperbarui kemampuannya.

Dukungan pemerintah dapat dilihat dari maraknya pelatihan kerja gratis supaya usia produktif tetap dapat bersaing secara sehat mengikuti perkembangan zaman. Namun, pada akhirnya efisiensi program tersebut kembali pada pengelolanya, mau jujur atau tidak.

Selain itu peran aktif masyarakat juga dibutuhkan, seperti terus menggali informasi dan mau membuka diri untuk belajar. Sebab dalam menghadapi tantangan zaman, siapapun akan tertinggal jauh apabila menutup diri dan mundur sebelum mencoba untuk memperbarui skill.

Ketika berbagai industri terpaksa meminimalisir jumlah pekerja manusia, kementerian industri juga tentunya berperan serta di dalamnya. Tidak salah memang karena efisiensi waktu mengubah segalanya, namun solusi adalah hal yang dinantikan para buruh pabrik.

Masyarakat Perlu Belajar untuk Investasi

Apabila mau membuka diri dan belajar mengenai investasi, sebenarnya usaha mandiri juga dapat menjadi solusi di tengah semakin majunya tantangan kemajuan teknologi. Memang bukan hal mudah ketika melangkahkan diri pada hal baru di awal masa-masa belajar apapun.

Namun, hal yang perlu disadari adalah iklim investasi seharusnya sudah dapat diendus oleh semua orang tanpa terkecuali. Belajar investasi bisa dari mana saja, apalagi dengan mudahnya saat ini dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk mencari sumber.

Banyak sekali seminar online sebagai penambah pengetahuan dengan biaya lebih murah untuk dikeluarkan. Belajar bisa dari mana saja, asalkan Anda mau membuka diri menghadapi tantangan masa depan. Sebab orang yang maju adalah orang yang mampu beradaptasi.

Masa-masa kejayaan penggunaan tenaga kerja manusia untuk menjalankan industri sudah mulai berkurang. Seiring dengan semakin majunya perkembangan zaman dan tingginya ketergantungan manusia terhadap teknologi, mulai dari hal ringan sampai terberat sekalipun.

Kini saatnya bagi kita semua untuk beranjak ke arah lebih dinamis dengan mengembangkan potensi diri. Bukan tidak mungkin jika beberapa tahun ke depan semua pabrik menggunakan mesin otomatis dan tidak lagi membutuhkan tenaga manusia sama sekali.

Meskipun hanya asumsi, namun wajib dipertimbangkan. Kementerian investasi tidak tinggal diam dengan mengedukasi masyarakat terkait pengetahuan mengenai investasi yang aman, terpercaya, dan terbaik bagi pemula.

Apa Saja Potensi Peningkatan Ekonomi Apabila Belajar Tatap Muka Dimulai?

Ketika belajar tatap muka dimulai, ada banyak sektor ekonomi bangkit, salah satunya para penjual seragam dari SD sampai SMA. Namun, sebab virus ini belum berakhir maka pihak sekolah wajib melakukan pengawasan ketat, terutama terhadap anak-anak didik mereka.

Peraturan mengenai aturan protokol kesehatan mesti dijadikan kewajiban demi menanggulangi ancaman virus yang semakin parah. Bila bicara mengenai sektor ekonomi apa saja yang bangkit ketika sekolah secara langsung dimulai, ada banyak sekali jawaban.

Berbagai Sektor Ekonomi yang Membaik Saat Belajar Tatap Muka

Kami akan merangkum secara global, melihatnya dari berbagai aspek sebab ketika kegiatan belajar daring dilaksanakan, dampaknya terasa sekali. Lantas, apa saja aksi yang bisa tingkatkan ekonomi setelah kegiatan belajar langsung dimulai? ini dia:

  • Transportasi Umum

Moda transportasi yang semula lumpuh dapat beroperasi kembali, baik itu berbasis offline maupun online. Terutama ketika dibukanya sekolah tatap muka ini saat ajaran baru maka para orang tua murid juga akan membutuhkan transportasi umum tersebut.

Memang menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi karena harus mampu mengondisikan penumpang agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Namun, ketegasan ini perlu daripada akhirnya diberhentikan kembali oleh pihak berwenang karena terlalu penuh.

  • Kantin Sekolah

Penggunaan pakaian baru ke tempat belajar berkenaan dengan dibukanya kembali kantin sekolah dan rutinitas para penjual kembali normal. Berbagai menu makanan kembali dapat dihidangkan dan orang-orang yang tadinya menganggur sejenak dapat kembali bekerja.

Namun, tentu saja apabila ada sarana makan di tempat, mesti diperhatikan jarak antar kursi agar menghindari kemungkinan terburuk. Intinya pandemi ini belum berakhir, maka patuh terhadap protokol kesehatan itu perlu supaya semua tetap dapat damai mencari rezeki.

  • Pedagang Kaki Lima

Selain menu makanan di kantin, biasanya ada juga penjaja makanan di pinggir kampus maupun sekolah. Kegiatan kuliah bisa kembali pulih serta mata pencaharian penjual makanan serta minuman di pangkalan kembali berjalan dengan lancar.

Barangkali mereka menyiasatinya dengan transaksi online selama pandemi belum berakhir. Namun, jika kembali belajar langsung maka penghasilan kembali normal, bahkan lebih banyak karena penjualan dilakukan secara langsung dan juga melalui media online.

  • Perlengkapan Belajar

Kegiatan belanja kebutuhan sekolah setiap tahunnya selalu dilakukan, kecuali ketika pandemi melanda. Apabila belajar tatap muka ini kembali diberlakukan maka bukan hanya penjual baju sekolah yang laris manis, namun juga penjual alat tulis, tas, dan perlengkapan lainnya.

Bukan hanya penjual perlengkapan sekolah yang senang, namun anak-anak juga akan merasakan kebahagiaan tersebut. Apalagi setelah sekian lama terkurung jauh dari teman-teman dan guru, akhirnya bisa kembali berkumpul meskipun harus tetap jaga jarak.

Belajar tatap muka juga menjadi keringanan bagi para orang tua. Tidak sedikit keluhan selama ini merasa rumit dan repot mengawasi anak belajar dari rumah.

  • Perekonomian Sekolah atau Kampus

Terakhir, potensi meningkatnya ekonomi saat belajar tatap muka dilangsungkan adalah dirasakan oleh lembaga pendidikan itu sendiri. Ketika pandemi menyerang, tidak sedikit lembaga pendidikan yang akhirnya memberikan diskon pembayaran sampai di atas 50%.

Potongan harga tersebut bahkan dianggap belum sepadan oleh beberapa orang tua murid karena menganggap semestinya diskon lebih besar dari itu. Alasannya anak-anak mereka sama sekali tidak menggunakan fasilitas sekolah sehingga bayaran dianggap masih mahal.

Namun, ketika belajar tatap muka dimulai maka pro dan kontra tersebut akan segera berakhir. Orang tua tidak perlu mengawasi ketat saat anak belajar di rumah, sementara sekolah dapat tingkatkan ekonomi melalui pembayaran full dari masing-masing wali murid.

Lakumas Work : “Memanusiakan Manusia” Bentuk Apresiasi untuk Karyawan

Apresiasi dalam dunia kerja adalah salah satu tindakan yang sangat diperlukan. Bentuk penghargaan bisa dilakukan melalui beberapa cara. Bukan hanya berupa dalam bentuk upah, tetapi bisa juga berbentuk non-upah.

Faktanya, saat ini masih banyak dijumpai perusahaan yang kuran memperhatikan karyawannya. Kebanyakan karyawan hanya dianggap sebagai pekerja. Padahal, tanpa karyawan maka target sebuah perusahaan tidak akan tercapai.

Faktanya, memberikan penghargaan atau dukungan bisa dalam berbagai bentuk. Hal paling sederhana dan paling mudah adalah ucapan terimakasih. Namun, sebenarnya ada banyak sekali contoh bentuk dukungan kepada karyawan.

Mengizinkan Karyawan Bekerja dari Rumah

Saat ini, hampir semua pekerjaan bisa dilakukan tanpa berada di tempat kerja. Beberapa jenis pekerjaan justru lebih nyaman ketika dikerjakan di rumah. Hasilnya juga lebih efektif serta efisien.

Tempat bekerja tidak selalu berada di kantor. Rumah juga bisa menjadi tempat kerja yang nyaman ketika perkerjaan tersebut sesuai. Apalagi, dengan dukungan teknologi informasi yang sudah berkembang seperti sekarang.

Memberikan izin kepada karyawan untuk bekerja dari rumah sesekali adalah salah bentuk dukungan. Perusahaan tidak perlu menyediakan fasilitas tambahan. Cukup memberikan izin sesekali supaya karyawan bisa mengerjakan sesuatu dengan nyaman.

Kantor tidak selamanya menjadi tempat ternyaman untuk bekerja. Ketika memaksakannya, maka akan muncul rasa jenis. Tentu saja perusahaan yang memanusiakan manusia tidak akan membiarkan para pegawainya merasa jenuh, bukan?

Memberikan Cuti Tambahan Kepada Karyawan

Cuti adalah salah satu hal yang paling dinantikan bagi para pegawai. Namun, tidak semua tempat kerja memberikan hak cuti bagi pegawainya. Padahal, cuti merupakan salah satu hak bagi setiap pegawai.

Bisa saja cuti adalah momen yang paling ditunggu. Sudah lama bekerja dan semakin merasa jenuh karena aktivitas yang semakin menumpuk. Cuti bisa mengurangi risiko pegawai mengalami depresi berat.

Memang, tidak perlu semua pegawai perlu diberikan cuti. Perusahaan bisa memberikan hadiah berupa cuti tambahan bagi pegawai berprestasi. Langkah ini bisa memicu semangat pegawai untuk bekerja lebih giat.

Cuti akan dipakai untuk mengunjungi tempat yang sudah diimpikan. Tempat wisata atau hanya berkumpul bersama keluarga bisa menjadi momen berharga. Jadi, menambahkan jatah cuti merupakan salah satu bentuk dukungan.

Paket Liburan Khusus Pada Periode Tertentu

Salah satu bentuk penghargaan lain yang bisa diberikan kepada pegawai adalah memberikan paket liburan. Paket ini bisa diberikan kepada pegawai dengan pencapaian terbaik selama periode waktu tertentu.

Setiap pegawai pasti akan senang jika kinerjanya dihargai dengan cara seperti ini. Apalagi, liburan adalah hal yang mungkin jarang dinikmati selama bekerja. Pekerjaan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Tidak perlu memilih tepat liburan jauh dan mewah dari kantor. Ketika paket liburan ini diberikan, dimanapun tempatnya pasti akan membuat seseorang senang. Kinerja dalam menyelesaikan tugas juga pasti ditingkatkan.

Periode penghargaan ini bisa setiap 3 atau 6 bulan sekali. Selama periode tersebut, pegawai dengan kinerja terbaik berhak mendapatkan hadiah. Hadiahnya adalah paket liburan khusus.

Apresiasi dengan Berlibur Bersama Semua Karyawan

Liburan bersama mungkin terdengar cukup sederhana. Namun, siapa yang menyangka bahwa ternyata hampir semua karyawan menginginkan hal tersebut. Berlibur bersama semua teman kerja serta atasan.

Metode ini mampu meningkatkan komunikasi antar sesama karyawan dengan atasan. Setiap orang bisa saling mengenal satu sama lain. Bahkan, karakter seseorang bisa lebih terlihat jelas.

Cara ini akan sangat efektif memberikan penghargaan kepada setiap orang. Meskipun sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar. Langkah sederhana untuk mempererat hubungan antar karyawan dengan atasan.

Penghargaan yang paling sederhana sekalipun pada dasarnya sangat diperlukan. Karyawan bukanlah robot yang bisa bekerja tanpa lelah. Oleh sebab itu, apresiasi menjadi bentuk kepedulian perusahaan kepada para karyawan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Terus Dukung Wastra Daerah dengan Membuka Pariwisata Nasional untuk TUMAN dan TUNAS

Salah satu upaya tingkatkan ekonomi adalah keputusan pemerintah mendukung wastra daerah. Pengertian wastra sama dengan kain khas Nusantara yang pada beberapa wilayah masih mengedepankan makna tingkatan sosial dalam hidup bermasyarakat.

Wastra bukan merupa kain semata, namun memiliki berbagai nilai budaya di dalamnya. Mulai dari pengaruh Barat dan Utara, perpaduan nilai budaya bangsa amat lekat di dalamnya.

Bahan yang menjadi kekayaan Nusantara ini akhirnya menarik perhatian Kemenparekraf. Salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian adalah dibukanya pariwisata nasional bagi TUNAS (Turis Nasional) dan TUMAN (Turis Mancanegara).

Jika dijabarkan ada banyak sekali jenis kain tradisional yang diperjualbelikan pada berbagai tempat wisata seluruh Indonesia. Ketika TUMAN maupun TUNAS pergi liburan, banyak pilihan sebagai cinderamata. Salah satunya adalah wastra.

Jenis-jenis Wastra di Tiap Daerah

Kali ini kami akan merangkum beberapa yang sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga. Namun, mendengar kata wastra, sepertinya beberapa orang masih bertanya-tanya, apa sebenarnya benda tersebut. Ini dia jawabannya:

  1. Batik

Batik, kekayaan khas Nusantara yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan kemanusiaan pada 2009 lalu bukan benda asing di telinga. Makin ke sini, makin banyak tempat yang menyediakan tempat beli wastra daerah baik secara online maupun toko konvensional.

Motif batik dari tiap daerah berbeda-beda, profesional pasti dapat menebaknya langsung saat pertama kali melihat. Sebut saja Malioboro, tempat wisata yang juga menjajakan batik sebagai oleh-oleh atau Beringharjo dimana orang membeli untuk menjualnya kembali.

Bentuk dukungan Kemenparekraf terbukti nyata ketika TUMAN dan TUNAS tidak hanya berwisata untuk menikmati liburan, namun juga membeli oleh-oleh. Terlebih oleh-oleh tersebut merupakan kain khas daerah yang dapat mendunia jika dibeli turis asing.

  1. Tenun

Tenun merupakan kekayaan kain khas tanah air yang biasanya proses pembuatannya dapat dilihat langsung pada beberapa wilayah. Metode tenun lama menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat modern, bukan hanya turis luar negeri, namun juga dalam negeri.

Tidak sedikit orang yang ikut wisata ke tempat seperti pedesaan adat memutuskan untuk membeli kain tenun langsung dari pengrajinnya. Selain menikmati kebudayaan setempat, juga dapat mengedukasi diri dan menambah wawasan terkait kayanya budaya Indonesia.

Tenun selayaknya seperti batik yang harus dijaga kelestariannya, melalui cara membeli kemudian menggunakannya secara bangga. Sebab, jika bukan dari warga negara Indonesia yang memulainya maka tidak ada yang bisa diandalkan, jangan sampai orang asing mengakuinya.

  1. Songket

Suku Melayu adalah salah satu suku di tanah air yang penyebaran penduduknya banyak di Pulau Sumatera. Salah satu kekayaan suku ini adalah kain songket, biasa digunakan ketika ada acara adat serta kebudayaan. Tradisi fisik sebagai bentuk warisan leluhur Suku Melayu.

Kini penggunaan kain songket barangkali tidak seintens dulu, sebab zaman terus berubah dan orang lebih banyak mengenakan pakaian modern. Namun, dalam beberapa acara adat dan kebudayaan, tentu saja songket masih kerap digunakan oleh para Suku bersangkutan.

Selain dijadikan sebagai seragam saat acara tertentu, songket juga merupakan salah satu buah tangan pilihan saat mengunjung beberapa wilayah tanah air. Pengenalan songket ke mata dunia melalui tindakan membeli songket oleh TUNAS maupun TUMAN.

Ketika songket, batik, dan tenun dibeli warga negara asing dan mereka kenakan atau sekedar diposting di media sosial maka pengaruhnya terhadap penjualan. Upaya untuk tingkatkan ekonomi dengan terangkat dan amat membantu para pengrajin di tiap daerah.