Hi, How Can We Help You?

Author Archives: LAKUMAS

Pola Hidup Sehat dan Suplemen Penunjang Imun Tubuh

Ketika masa pandemi seperti ini, kebutuhan akan vitamin sebagai penunjang imunitas sangatlah diperlukan. Terlebih setelah melihat tingginya kasus infeksi serta kondisi rumah sakit yang setiap harinya terus menerima pasien hingga penuh.

Pada dasarnya setiap orang memiliki sistem kekebalan tubuh, minimal untuk menghadapi berbagai zat – zat berbahaya yang masuk. Namun untuk menunjang atau meningkatkan kinerja sistem imunnya, diperlukan perawatan tambahan.

Perawatan ini bisa dilakukan secara organik, melalui konsumsi berbagai sayuran atau buah – buahan setiap harinya. Namun selain konsumsi organik, bisa juga mengonsumsi obat tambahan, khusus dengan dosis yang telah disesuaikan.

Konsumsi Vitamin yang Dianjurkan untuk Meningkatkan Imunitas

Memenuhi kecukupan vitaminnya tubuh menjadi salah satu langkah untuk memperkuat tubuh dalam menghadapi berbagai zat – zat yang berbahaya. Namun tidak harus semua vitaminnya dikonsumsi, cukup beberapa daftar berikut.

1.     Vitamin D

Vitamin ini memiliki peranan penting dalam menjaga kondisi tubuh, terutama tulang dan gigi agar tetap kokoh serta sehat. Keberadaannya sendiri bisa dibentuk secara alami oleh tubuh apabila memenuhi persyaratan.

Seperti mengonsumsi makanan tertentu, seperti susu dan telur, kemudian dibarengi dengan berjemur setiap hari selama beberapa menit. Selain memperkuat tulang, juga bisa memperkuat sistem imun, karena interaksinya dengan T helper.

2.    Vitamin C

Suplemen wajib ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, sangat mudah sekali menemukannya pada berbagai makanan sehari – hari, seperti jeruk dan cabai. Kemampuannya meningkatkan imunitas salah satunya adalah karena bisa berperan sebagai antioksidan.

Vitaminnya ini juga memiliki kemampuan untuk sintesis kolagen, ini memungkinkan sel – sel imun tubuh semakin kuat dalam menghadapi berbagai infeksi. Termasuk salah satunya membantu memerangi virus covid apabila menyerang tubuh.

3.     Vitamin E

Memang saat ini belum ada obat – obatan untuk menangani virus covid secara langsung, untuk bisa menghadapinya dengan memperkuat imunitas. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi sumber vitamin E.

Ada dua hal yang menyebabkan vitaminnya cenderung kuat untuk menghadapi berbagai infeksi. Pertama adalah mengandung antioksidan dan kedua adalah menunjang imunitas sehingga lebih cepat dalam menangani dan menghadapi virus atau bakteri.

Pola Hidup Sehat untuk Memperkuat Imunitas

Selain mengandalkan konsumsi, ternyata pola hidup dan gaya hidup sehat juga berpengaruh dalam menjaga kondisi imun tetap baik. Hal ini juga dikampanyekan oleh para petugas medis dan kementerian kesehatan.

Apabila dijalankan secara rutin dan teratur, biayanya lebih murah daripada mengandalkan berbagai macam obat penunjang imunitas. Pola hidup

ini mungkin berbeda dibandingkan sebelum pandemi menyerang, karenanya harus siap menghadapi perubahannya.

1.     Menjaga Protokol Kesehatan Secara Ketat

Kebiasaan seperti mencuci tangan setelah memegang benda – benda menjadi salah satu aktivitas baik untuk dibudayakan. Selain itu ketika berinteraksi dengan orang lain haruslah menjaga jarak serta mengenakan masker.

Kebiasaan tersebut mampu mengurangi potensi penularan apabila salah satunya telah terinfeksi covid. Membiasakan perilaku ini tentunya sedikit kurang nyaman, karena interaksinya akan terhambat. Namun kesehatan tetaplah nomor satu.

2.     Olah raga Secara Teratur

Berolah raga bisa menjadi langkah meningkatkan imunitas. Mengingat dengan berolah raga teratur, metabolisme tubuh menjadi lebih lancar, tubuhnya menjadi bugar, serta staminanya meningkat.

3.     Menghindari Mobilitas Sebisa Mungkin

Mengurangi mobilitas bisa menjadi cara mengurangi terbentuknya cluster penyebaran baru. Apabila ingin bertemu dengan teman atau saudara, cobalah menggunakan teknologi digital, sehingga berkumpul bareng secara online.

Kondisi pandemi dengan kondisi belum ditemukannya obat covid mengharuskan setiap individu untuk meningkatkan imunitasnya. Ada beberapa cara mulai dari mengonsumsi obat – obatan atau melakukan vaksinasi sesuai anjuran dari pemerintah.

Lakumas Work : Tujuan dan Menganalisa Pekerjaan di Perusahaan

Analisa dalam pekerjaan di perusahaan memegang peranan penting. Aktivitas ini mengharuskan setiap karyawan untuk berpikir dan menjelaskan beberapa hal. Salah satu yang sering terjadi adalah mengetahui seperti apa tanggung jawabnya.

Faktanya, menganalisis suatu masalah bisa memberikan kesempatan besar naik jabatan. Seseorang yang mampu melihat solusi dari masalah akan tampil sebagai pemenang. Jabatan tinggi bukan lagi menjadi hal yang mustahil.

Aktivitas menganalisis ini juga memberikan banyak hal menarik lain. Bukan hanya untuk mengerti tentang tanggung jawabnya, tetapi komponen, unsur, dan lainnya. Jadi sangat banyak sekali manfaatnya.

Tujuan Menganalisa Pekerjaan Secara Rinci

Dalam menganalisis pekerjaan, ada beberapa hal yang ingin dituju. Beberapa hal tersebut memang tidak bisa dijelaskan secara rinci. Namun, target utamanya adalah memahami pekerjaan dengan lebih baik.

Salah satunya adalah job description yang memberikan informasi tentang beberapa hal standar dalam pekerjaan. Job description bisa meliputi tentang spesifikasi, tanggung jawab, kewajiban, hingga riwayat pekerjaan.

Ada juga job classification dengan rincian seperti penyusunan pekerjaan. Secara sistematik, setiap pekerjaan akan berada dalam klasifikasi tertentu. Tujuannya adalah untuk mempermudah setiap karyawan menyelesaikan tanggung jawabnya.

Job evaluation memberikan kewajiban untuk mengatur prosedur khusus dalam pengklasifikasian pekerjaan berdasarkan fungsinya masing-masing. Umumnya, ini dilakukan untuk melihat sejauh mana efektifitas dalam menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan.

Sedangkan personal spesifications diperlukan sebagai bahan untuk menyusun persyaratan tertentu. Biasanya, hal ini dilakukan untuk melakukan manajemen terhadap pengetahuan, keterampilan, sikap, hingga ketangkasan untuk keberhasilan target perusahaan.

Manfaat yang Diperoleh dari Analisa Pekerjaan

Dari beberapa hal yang sudah disebutkan sebelumnya, menganalisis pekerjaan sebenarnya memberikan banyak manfaat. Setidaknya ada 3 manfaat yang bisa dirasakan ketika sebuah analisis berhasil dilakukan dengan baik.

Pertama, melakukan sebuah analisis pekerjaan memberikan informasi tertentu yang dibutuhkan. Biasanya, hal ini ditujukan untuk melengkapi dan mengatur susunan pegawai. Jadi secara sistematik akan terlihat jelas pembagian kerjanya.

Kedua adalah desain organisasi sebagaimana fungsinya. Ketika melakukan sebuah analisis, maka akan muncul data-data khusus. Data ini bisa dipakai untuk menyusun posisi organisasi supaya lebih efektif dan efisien.

Terakhir adalah desain ulang pekerjaan. Terkadang, dalam upaya meningkatkan capaian target, maka harus ada redesain pekerjaan. Semua komponen, unsur, hingga klasifikasi bisa saja diubah dalam bentuk baru.

Tahapan Analisis Pekerjaan yang Perlu Diperhatikan

Dalam melakukan sebuah analisis, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan. Secara garis besar, setidaknya ada 2 hal paling utama. Pertama adalah penentuan tugas dan kedua adalah penetapan komponen pelengkap.

Penentuan tugas memberikan kemungkinan untuk melakukan pemetaan terhadap kerangka kerja utama. Didalamnya terdapat unsur-unsur pekerjaan dan perilaku dalam mencapai target. Termasuk juga dalam kewajiban yang haru dipenuhi sebagai penanggungjawab.

Sedangkan penetapan komponen pelengkap berkaitan dengan kompetensi dari setiap karyawan. Komponen berupa pengetahuan, kemampuan, sikap, dan sebaginya menjadi dasar dalam analisis. Dengan begitu, kerangka besar akan tercipta dengan lebih efisien.

Jenis-jenis Analisis yang Perlu Diketahui

Setidaknya ada 2 jenis dalam menganalisis kewajiban supaya lebih efektif. Pertama adalah tipe tradisional dan kedua adalah orientasi hasil. Keduanya sama-sama merupakan jenis yang cukup penting dalam sebuah lingkungan organisasi.

Analisis bersifat tradisional umumnya tunduk pada 3 komponen utama. Pertama adalah tanggung jawab terhadap suatu kedudukan. Kedua adalah kepatuhan terhadap pengarah dan ketiga adalah kewajiban dalam memegang kedudukan.

Sedangkan analisis berorientasi hasil umumnya memberikan kebebasan konsep bagi setiap kedudukan untuk mencapai target. Proses bukanlah hal yang mutlak, tetapi hasil adalah suatu prioritas untuk dipenuhi.

Pada akhirnya, melakukan sebuah analisis memberikan kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Dengan begitu, setiap karyawan mampu memahami setiap tanggung jawab dan tujuan terhadap target yang harus dicapai.

Lakumas Work : Lingkungan Kerja yang Toxic, Memengaruhi Pekerjaan?

Lingkungan kerja memberikan dampak cukup besar bagi kinerja seorang karyawan. Jika keadaan dalam kantor kurang mendukung, maka potensi karyawan akan terhambat. Kondisi seperti ini sangat kurang baik jika diteruskan.

Sebenarnya ada banyak alasan mengapa kondisi selama bekerja kurang nyaman. Bisa saja karena atasan yang kurang memberikan apresiasi. Bisa juga karena siklus pertemanan kantor saling menjatuhkan.

Beberapa dampak negatif akan muncul satu persatu ketika keadaan sudah lebih kompleks. Apalagi, beban pekerjaan semakin hari semakin menumpuk. Jelas ini akan memberikan tekanan berat bagi karyawan.

Alasan Lingkungan Kerja Tidak Sehat

Ada banyak alasan mengapa keadaan di dalam kantor bisa menjadi kurang sehat. Persaingan antar karyawan menjadi salah satu yang paling sering dijumpai. Bahkan, tidak jarang beberapa saling sikut.

Keinginan untuk mendapatkan notice dari atasan adalah salah satu alasannya. Untuk mendapatkan perhatian, maka mau tidak mau harus terlihat memiliki kinerja baik. Tidak peduli dengan cara terpuji atau bukan.

Faktanya, keadaan seperti ini membuat siklus pekerjaan menjadi kurang sehat. Beban pekerjaan semakin meningkat bersamaan tekanan mental. Kesempatan berkarir juga mulai menghilang karena saling sikut.

Alasan lain adalah karena atasan yang kurang mampu memberikan apresiasi kepada setiap karyawan. Memang tidak semua karyawan mampu memenuhi ekspektasi perusahaan. Namun, bukan berarti semua harus diratakan, bukan?

Apakah Hal Tersebut Memiliki Potensi Berbahaya?

Jika dilihat dari sisi manapun, siklus kantor yang toxic akan sangat membahayakan. Salah satu alasannya karena mampu menghambat potensi. Jadi kemampuan yang dimiliki tidak mampu dimaksimalkan dengan baik.

Banyak karyawan sering mengeluhkan kondisi kantor seperti ini. Ditambah dengan kecenderungan untuk saling cari muka kepada atasan. Tentu akan memberikan beban lebih besar karena tidak mampu mengerjakan tanggung jawabnya.

Fakta lain adalah kehadiran teman kerja yang saling membicarakan orang lain memberikan kesan tidak nyaman. Kesalahan kecil bisa menjadi besar jika dilakukan dengan cara seperti ini.

Hasilnya, kesalahan yang tidak seberapa akhirnya memberikan alasan kepada orang lain untuk saling menjatuhkan. Ada kesan bahwa kesalahan kecil akan menjadi senjata untuk menjadikan orang lain terlihat buruk.

Rasa tidak nyaman karena terbayang hal buruk bisa membuat karyawan tertekan. Lebih parahnya lagi adalah terkena depresi berat. Ditambah adanya beban pekerjaan yang semakin bertambah setiap saat.

Cukup menakutkan memang jika seorang karyawan tidak memiliki mental kuat. Apalagi bagi karyawan yang statusnya adalah lulusan baru. Mental yang masih belum matang akan cenderung berakibat fatal.

Bagaimana Cara Menyikapi Hal Tersebut?

Lalu, bagaimana cara menyikapi sistem kerja yang seperti itu? Sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan. Namun, setiap cara biasanya akan efektif untuk kasus-kasus tertentu.

Salah satu cara yang cukup banyak dipakai adalah jangan pernah terlalu ikut campur urusan orang lain. Tidak masalah mengetahui beberapa hal dari teman kerja. Namun, jangan sampai tahu lebih detail.

Cara lain adalah mengerjakan tanggung jawab sesuai tuntutan. Jika tidak diminta mengerjakan sesuatu, jangan lakukan hal tersebut. Terlihat bisa mengerjakan banyak hal akan berdampak buruk pada pekerjaan sendiri.

Seorang karyawan yang terlihat bisa melakukan banyak hal cenderung dimanfaatkan. Biasanya akan diminta mengerjakan sesuatu yang bukan tanggung jawabnya. Jelas ini merupakan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan.

Cara lainnya adalah mengetahui karakter setiap teman kerja dan atasan. Apakah dari teman kerja tersebut memiliki karakter buruk atau tidak. Jika ada, lebih baik menghindarinya.

Dunia kerja memang tidak selamanya berjalan lurus. Terkadang ada saatnya seorang karyawan harus berada pada fase yang sulit. Salah satunya ketika mendapati teman kerja yang toxic.

Jelang Pertengahan 2021, Angka Pengangguran Terbuka Terus Meningkat. Apa Solusinya?

Angka pengangguran masih tinggi ditandai dengan maraknya pencari kerja di berbagai sektor, Pertengahan tahun adalah waktu dimana pelajar lulus dari tingkat menengah atas dan kejuruan, dimana diantaranya sudah merasa siap bekerja, alih-alih melanjutkan kuliah.

Sementara itu lulusan sarjana dan di atasnya juga ada yang beberapa siap bekerja, namun terkendala lapangan pekerjaan. Permasalahan seperti ini terjadi setiap waktu, terbukti dengan masih banyaknya orang mendatangi job fair atau pameran lowongan kerja di kota.

Tingginya tingkat pengangguran dipicu oleh berbagai hal, bisa karena tenaga yang dibutuhkan tidak sepadan dengan lapangan tersedia. Bisa juga karena pelamar kerja sendiri tidak memiliki kompetensi sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan terkait.

Istilah pengangguran tidak akan terdengar asing sampai Anda mendengar istilah pengangguran secara terbuka. Maksudnya adalah kondisi dimana orang sudah tidak memiliki pekerjaan sama sekali karena kemunduran industri dan kemajuan teknologi semakin canggih.

Peran Kementerian Tenaga Kerja Hadapi Pengangguran Terbuka

Ketika angka orang menganggur semakin banyak disebabkan majunya teknologi, peranan Kementerian Tenaga Kerja amat dibutuhkan guna memberikan solusi atas hal ini. Di sisi lain, teknologi semakin canggih itu memberikan kemudahan dan efektivitas waktu lebih cepat.

Namun, sisi lainnya pekerja pabrik yang tadinya manual menggunakan jasa manusia kini tinggal menggunakan robot untuk berbagai proses. Pemerintah sendiri sebenarnya sudah memberikan solusi melalui pelatihan kerja agar masyarakat memperbarui kemampuannya.

Dukungan pemerintah dapat dilihat dari maraknya pelatihan kerja gratis supaya usia produktif tetap dapat bersaing secara sehat mengikuti perkembangan zaman. Namun, pada akhirnya efisiensi program tersebut kembali pada pengelolanya, mau jujur atau tidak.

Selain itu peran aktif masyarakat juga dibutuhkan, seperti terus menggali informasi dan mau membuka diri untuk belajar. Sebab dalam menghadapi tantangan zaman, siapapun akan tertinggal jauh apabila menutup diri dan mundur sebelum mencoba untuk memperbarui skill.

Ketika berbagai industri terpaksa meminimalisir jumlah pekerja manusia, kementerian industri juga tentunya berperan serta di dalamnya. Tidak salah memang karena efisiensi waktu mengubah segalanya, namun solusi adalah hal yang dinantikan para buruh pabrik.

Masyarakat Perlu Belajar untuk Investasi

Apabila mau membuka diri dan belajar mengenai investasi, sebenarnya usaha mandiri juga dapat menjadi solusi di tengah semakin majunya tantangan kemajuan teknologi. Memang bukan hal mudah ketika melangkahkan diri pada hal baru di awal masa-masa belajar apapun.

Namun, hal yang perlu disadari adalah iklim investasi seharusnya sudah dapat diendus oleh semua orang tanpa terkecuali. Belajar investasi bisa dari mana saja, apalagi dengan mudahnya saat ini dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk mencari sumber.

Banyak sekali seminar online sebagai penambah pengetahuan dengan biaya lebih murah untuk dikeluarkan. Belajar bisa dari mana saja, asalkan Anda mau membuka diri menghadapi tantangan masa depan. Sebab orang yang maju adalah orang yang mampu beradaptasi.

Masa-masa kejayaan penggunaan tenaga kerja manusia untuk menjalankan industri sudah mulai berkurang. Seiring dengan semakin majunya perkembangan zaman dan tingginya ketergantungan manusia terhadap teknologi, mulai dari hal ringan sampai terberat sekalipun.

Kini saatnya bagi kita semua untuk beranjak ke arah lebih dinamis dengan mengembangkan potensi diri. Bukan tidak mungkin jika beberapa tahun ke depan semua pabrik menggunakan mesin otomatis dan tidak lagi membutuhkan tenaga manusia sama sekali.

Meskipun hanya asumsi, namun wajib dipertimbangkan. Kementerian investasi tidak tinggal diam dengan mengedukasi masyarakat terkait pengetahuan mengenai investasi yang aman, terpercaya, dan terbaik bagi pemula.

Apa Saja Potensi Peningkatan Ekonomi Apabila Belajar Tatap Muka Dimulai?

Ketika belajar tatap muka dimulai, ada banyak sektor ekonomi bangkit, salah satunya para penjual seragam dari SD sampai SMA. Namun, sebab virus ini belum berakhir maka pihak sekolah wajib melakukan pengawasan ketat, terutama terhadap anak-anak didik mereka.

Peraturan mengenai aturan protokol kesehatan mesti dijadikan kewajiban demi menanggulangi ancaman virus yang semakin parah. Bila bicara mengenai sektor ekonomi apa saja yang bangkit ketika sekolah secara langsung dimulai, ada banyak sekali jawaban.

Berbagai Sektor Ekonomi yang Membaik Saat Belajar Tatap Muka

Kami akan merangkum secara global, melihatnya dari berbagai aspek sebab ketika kegiatan belajar daring dilaksanakan, dampaknya terasa sekali. Lantas, apa saja aksi yang bisa tingkatkan ekonomi setelah kegiatan belajar langsung dimulai? ini dia:

  • Transportasi Umum

Moda transportasi yang semula lumpuh dapat beroperasi kembali, baik itu berbasis offline maupun online. Terutama ketika dibukanya sekolah tatap muka ini saat ajaran baru maka para orang tua murid juga akan membutuhkan transportasi umum tersebut.

Memang menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi karena harus mampu mengondisikan penumpang agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Namun, ketegasan ini perlu daripada akhirnya diberhentikan kembali oleh pihak berwenang karena terlalu penuh.

  • Kantin Sekolah

Penggunaan pakaian baru ke tempat belajar berkenaan dengan dibukanya kembali kantin sekolah dan rutinitas para penjual kembali normal. Berbagai menu makanan kembali dapat dihidangkan dan orang-orang yang tadinya menganggur sejenak dapat kembali bekerja.

Namun, tentu saja apabila ada sarana makan di tempat, mesti diperhatikan jarak antar kursi agar menghindari kemungkinan terburuk. Intinya pandemi ini belum berakhir, maka patuh terhadap protokol kesehatan itu perlu supaya semua tetap dapat damai mencari rezeki.

  • Pedagang Kaki Lima

Selain menu makanan di kantin, biasanya ada juga penjaja makanan di pinggir kampus maupun sekolah. Kegiatan kuliah bisa kembali pulih serta mata pencaharian penjual makanan serta minuman di pangkalan kembali berjalan dengan lancar.

Barangkali mereka menyiasatinya dengan transaksi online selama pandemi belum berakhir. Namun, jika kembali belajar langsung maka penghasilan kembali normal, bahkan lebih banyak karena penjualan dilakukan secara langsung dan juga melalui media online.

  • Perlengkapan Belajar

Kegiatan belanja kebutuhan sekolah setiap tahunnya selalu dilakukan, kecuali ketika pandemi melanda. Apabila belajar tatap muka ini kembali diberlakukan maka bukan hanya penjual baju sekolah yang laris manis, namun juga penjual alat tulis, tas, dan perlengkapan lainnya.

Bukan hanya penjual perlengkapan sekolah yang senang, namun anak-anak juga akan merasakan kebahagiaan tersebut. Apalagi setelah sekian lama terkurung jauh dari teman-teman dan guru, akhirnya bisa kembali berkumpul meskipun harus tetap jaga jarak.

Belajar tatap muka juga menjadi keringanan bagi para orang tua. Tidak sedikit keluhan selama ini merasa rumit dan repot mengawasi anak belajar dari rumah.

  • Perekonomian Sekolah atau Kampus

Terakhir, potensi meningkatnya ekonomi saat belajar tatap muka dilangsungkan adalah dirasakan oleh lembaga pendidikan itu sendiri. Ketika pandemi menyerang, tidak sedikit lembaga pendidikan yang akhirnya memberikan diskon pembayaran sampai di atas 50%.

Potongan harga tersebut bahkan dianggap belum sepadan oleh beberapa orang tua murid karena menganggap semestinya diskon lebih besar dari itu. Alasannya anak-anak mereka sama sekali tidak menggunakan fasilitas sekolah sehingga bayaran dianggap masih mahal.

Namun, ketika belajar tatap muka dimulai maka pro dan kontra tersebut akan segera berakhir. Orang tua tidak perlu mengawasi ketat saat anak belajar di rumah, sementara sekolah dapat tingkatkan ekonomi melalui pembayaran full dari masing-masing wali murid.