Hi, How Can We Help You?

Author Archives: LAKUMAS

Mengenal Seragam TNI yang Dibuat dari Kain Semi Woll

Seragam TNI terkenal dengan corak loreng uniknya yang memperlihatkan kegagahan dari setiap prajurit. Hal ini juga sangat penting karena pada dasarnya seragam merupakan identitas kebanggaan.

Di TNI sendiri ada 3 divisi, yaitu AD, AL, dan AU. Ketiganya memiliki peran penting masing-masing dalam menjaga kedaulatan negara. Ketiganya juga memiliki seragam yang berbeda-beda.

Jika dilihat lebih jauh, seragam yang digunakan oleh prajurit TNI tidak dibuat dari bahan sembarangan. Ada benang khusus untuk membuat kain. Kemudian dijadikan sebagai seragam untuk masa dinas.

Seragam TNI yang Biasanya Digunakan

Faktanya, setiap divisi memiliki corak dan motif seragamnya masing-masing. Hal ini juga berkaitan dengan visi misi serta tugas dari setiap divisi. Untuk lebih lanjut, berikut perbedaannya.

  1. AD

Angkatan Darat atau AD jadi divisi paling populer karena memiliki motif familiar. Motif loreng dengan beberapa paduan warna. Paduan warna ini menjadikan setiap prajurit terlihat lebih gagah.

Dalam pakaian tersebut, ada beberapa bedge pangkat yang menandakan status dari setiap prajurit. Misalnya, di bagian bahu terdapat simbol pangkat untuk menunjukkan status dan jabatan dari prajurit tersebut.

  1. AL

Di sisi lain, Angkatan Laut memiliki beberapa pakaian berbeda untuk setiap acara. Misalnya, pakaian untuk olahraga, upacara, hingga pakaian penerbang. Jadi, ada cukup banyak jenisnya bagi prajurit AL.

Bahkan, ada juga seragam khusus untuk hamil. Meskipun terlihat ketat, tapi pakaian ini terbuat dari bahan khusus. Jadi tidak akan membuat penggunanya merasa tidak nyaman.

  1. AU

Untuk seragam dari Angkatan Udara memiliki warna khas biru loreng. Hal ini juga melambangkan tugasnya untuk menjaga wilayah Indonesia dari udara. Identik dengan langit biru sebagai simbol kebebasan.

Sama dengan divisi lain, AU juga memiliki beberapa pakaian dinas. Sebut saja ada PDL, pakaian drumband, hingga untuk penerbangan. Semuanya disesuaikan berdasarkan fungsi dan kebutuhannya masing-masing.

Jenis Baret TNI yang Ada di Seragam

Seragam tidak akan lengkap jika tanpa adanya baret. Ini merupakan sebuah topi berwarna yang melambangkan setiap satuan divisi. Dalam setiap divisi juga ada beberapa pasukan khusus dengan warna baret beda-beda.

Misalnya, Kostrad atau Komando Cadangan Strategi AD memiliki warna baret hijau. Kopassus atau Komando Pasukan Khusus memiliki baret warna merah. Penerbang AD juga memiliki warna baret merah.

Setiap warna baret TNI juga diberikan sebuah lencana khusus. Misalnya, Kostrad dengan lancana Cakra Sapta Agni, Kopasus memiliki lambang Tribuana Chandraca Satya Dharma, atau pasukan Infanteri melalui lancana Yudha Wastu Pramuka.

Setiap lancana pada baret memiliki makna masing-masing sebagai simbol semangat. Bukan hanya di AD, tapi juga berlaku bagi AU atau AL. Semuanya memiliki lancananya masing-masing.

Bahan yang Sering Dipakai Membuat Seragam

Karena seragam yang digunakan TNI adalah pakaian khusus, maka bahan bakunya juga tidak sembarangan. Tidak semua kain dapat digunakan untuk membuat PDL. Berikut beberapa kain paling sering dipakai.

  1. Twist Drill

Kain Drill memiliki sifat dan karakter water repellent. Artinya ketika terkena air maka tidak akan mudah menembus ke dalam. Sangat cocok untuk dipakai pada kegiatan luar ruangan.

  1. American Drill

Dibuat dari katun dan polyester, American Drill memiliki serta lebih kecil jika dibandingkan dengan Japan Drill. Memiliki karakteristik halus dan dingin ketika digunakan dalam beberapa kondisi

  1. Ripstop

Ada juga kain Ripstop dengan tekstur kotak-kotak. Dibuat dari hasil penenunan nilon dan diperkuat dengan selingan benang. Karena dibuat dengan teknik khusus, maka karakteristiknya juga cukup kuat.

Perusahaan Lakumas juga memproduksi benang yang digunakan untuk membuat seragam untuk TNI. Seragam ini banyak dibuat oleh bahan drill dan kain semiwoll yang mana jenis benangnya diproduksi oleh PT Lakumas, diantaranya Teteron Cotton.

Pakaian dina TNI memegang peranan penting sebagai simbol dan status dari prajurit. Untuk itu, seragam ini harus dibuat dari bahan berkualitas, misalnya kain semi woll atau kain drill.

Mengenal Sejarah dari Batik Nusantara yang Sudah Mendunia

Batik Nusantara merupakan salah satu warisan dunia yang telah diakui. Memiliki banyak jenis dan corak yang membuatnya jadi salah satu warisan paling penting.

Batik Nusantara telah lama dikenal sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Pada 2009, UNESCO telah menetapkannya sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Herritage of Humanity.

Sejak saat itu, kain khas nusantara ini lebih banyak dikenal oleh dunia. Bahkan, beberapa tokoh dunia juga sering mengenakan pakaian batik asal Indonesia. Hal ini tentu saja sebagai apresiasi besar.

Di sisi lain, batik sendiri jadi salah satu peninggalan yang paling dibanggakan. Kain ini jadi salah satu simbol bagaimana masyarakat dahulu memiliki keharmonisan dengan alam. Penasaran? Berikut sejarah batik.

Sejarah dari Batik Nusantara Indonesia

Jika dilihat dari sejarahnya, maka kain corak ini telah ada sejak masa klasik Indonesia. Umumnya, ini dipakai sebagai salah satu atribut kerajaan. Terlihat dari beberapa literatur yang telah diterjemahkan.

Pada perkembangan yang lebih modern, kain kemudian diperjualbelikan oleh pedagang lokal. Di masa kemerdekaan, kain ini dipakai untuk bahan baku pakaian. Kain ini terus berkembang jadi lebih besar.

Melihat pentingnya batik, akhirnya Presiden Soekarno pertama kali memperkenalkan warisan khas Indonesia ini pada saat konferensi PBB. Setelah itu, batik kemudian didaftarkan untuk status Intangible Culture Herritage.

Perjalanan panjang ini akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2009, pengajuan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia akhirnya diterima. Secara resmi, pengakuannya dilakukan pada sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah di Abu Dhabi.

Bahan Kain Batik yang Sering Digunakan

Dalam perkembangannya, kerajinan menggunakan berbagai jenis kain. Umumnya, setiap daerah menggunakan jenis kain berbeda-beda. Hal ini karena biasanya karakter dan motif dari setiap batik berbeda-beda.

  1. Dobby

Dobby merupakan salah satu jenis kain yang didapatkan dari kombinasi katun serta polyester. Kombinasi tersebut membuat Dobby memiliki banyak motif. Beberapa diantaranya adalah baron, crystal, kotak-kotak, hingga herringbone.

  1. Serat nanas

Secara umum, serat nanas memiliki karakteristik permukaan lebih kasar. Namun, serat nanas sudah sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan batik. Batik dari serat nanas dinilai lebih eksklusif.

  1. Mori

Kain mori jadi salah satu yang paling banyak digunakan. Banyak pengrajin menggunakan mori karena memiliki ketebalan dan kerapatan sempurna. Biasanya, mori sering untuk batik tulis, cap, ataupun sablon.

  1. Rayon

Dibuat dari serat selulosa, rayon memiliki karakteristik mirip seperti bahan kapas. Memang, rayon tidak sebagus katun, tapi masih memiliki beberapa keunggulan lain. Salah satu kelebihannya adalah daya serap keringat tinggi.

Jenis-jenis Batik yang Memiliki Motif Beragam

Karena setiap daerah memiliki batiknya masing-masing, ada banyak sekali daerah penghasil batik. Umumnya, daerah Jawa Tengah memiliki lebih banyak daerah penghasil, sebut sala Solo, Tegalan, dan sebagainya.

  1. Solo

Salah satu jenis yang sangat terkenal adalah batik Solo. Karakteristik dan keistimewaannya sudah tidak perlu diragukan kembali. Apalagi, motifnya kebanyakan tidak jauh dari unsur budaya sekitar.

  1. Tegalan

Tegalan merupakan salah satu jenis warisan yang juga sangat populer. Kebanyakan menggunakan motif flora dan fauna. Banyak pakaian kasual saat ini terbuat dari motif Tegalan.

  1. Pekalongan

Ada juga motif Pekalongan yang banyak dijual oleh pedagang lokal. Dari sisi karakteristik, motif Pekalongan jauh lebih variatif. Banyak juga dijual dalam bentuk lembaran kain.

Motif Batik yang Sangat Bervariasi

Umumnya, hampir semua batik memiliki motif flora dan fauna. Hal tersebut karena pada dasarnya warisan merupakan bentuk hubungan antara manusia dengan alam. Wajar jika flora dan fauna sering dipakai.

Namun, ada juga beberapa jenis yang menggunakan motif geosentris. Bahkan, di beberapa daerah juga sering dijumpai motif cakra. Memang, tidak ada batasan dalam motif dalam membuat batik.

Batik memang jadi salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. Keunikannya mampu membuatnya diakui sebagai warisan dunia. Corak dan motifnya jadi salah satu hal paling menarik.

Nilai Hari Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Covid 19

Jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momen untuk mengingatkan diri mengenai pentingnya pengamalan nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari.

Hari Kesaktian Pancasila selalu menjadi momen bagi masyarakat Indonesia terhadap nilai-nilai Pancasila. Sebab sebagai sebuah dasar negara, Pancasila adalah dasar dari identitas setiap Warga Negara Indonesia.

Pancasila bukanlah sebuah simbol semata. Di balik kelima sila yang terdapat di dalamnya, Pancasila adalah nilai-nilai yang harus dijunjung seluruh masyarakat. Namun sayangnya pemahaman tersebut seakan semakin memudar.

Pemahaman mengenai Pancasila seringkali terhenti pada hafalan bunyi kelima sila. Namun makna dan arti yang dimiliki oleh setiap sila tersebut seperti diabaikan oleh kebanyakan masyarakat terlebih di kondisi pandemi sekarang.

Padahal baik dalam kondisi normal maupun pandemi, pengamalan nilai-nilai Pancasila harus tetap dilakukan. Berikut adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila tetap dapat dijunjung di dalam keadaan pandemi.

Nilai Penting Hari Kesaktian Pancasila

Tentu Anda sudah mengetahui bahwa Pancasila adalah ideologi negara. Sebagai sebuah ideologi negara, Pancasila juga harus diyakini, dijunjung dan diamalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Pancasila dapat diibaratkan sebagai pilar yang menjadi dasar dari negara Indonesia. Pancasila memiliki tugas untuk menjaga kedaulatan Indonesia serta seluruh aspek kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Hari nasional yang diadakan setiap tanggal 1 Oktober ini memiliki fungsi ini mengingatkan setiap elemen masyarakat akan nilai-nilai Pancasila. Bahwa Pancasila merupakan ideologi negara yang tidak bisa digantikan.

Dengan mengingat hal tersebut, harapannya adalah seluruh elemen masyarakat menerapkan nilai Pancasila pada kehidupan mereka. Maka dengan begitu, akan tercipta kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Bentuk Pengamalan Nilai Pancasila Dalam Keadaan Pandemi

Kondisi pandemi membuat banyak orang lupa akan nilai-nilai Pancasila. Padahal nilai-nilai Pancasila tetap dapat diamalkan selama pandemi. Berikut ini adalah bagaimana nilai Pancasila tetap dapat dijunjung selama pandemi.

  1. Berkeyakinan Kepada Tuhan

Dengan tetap memegang nilai-nilai ketuhanan di dalam kehidupan, Anda bisa mengamalkan nilai sila ke-1 dari Pancasila. Jalani kehidupan Anda sebagaimana perintah agama yang dianut sebagai bentuk keyakinan terhadap Tuhan.

  1. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Kecintaan terhadap sesama manusia harus tetap dimiliki selama pandemi. Dengan saling berbagi, tolong menolong dan menghindari bentuk konflik. Dengan menjalankan itu semua, maka kondisi pandemi bisa dilewati dengan baik.

  1. Persatuan Indonesia

Indonesia merupakan negara kesatuan yang terdiri dari berbagai macam suku. Menjaga kerukunan antar suku dan agama dan saling merangkul untuk mengatasi kondisi pandemi sangatlah diperlukan.

Dengan kekuatan kesatuan yang dimiliki Indonesia, harusnya kondisi pandemi bisa dilewati tanpa masalah besar. Namun sayangnya, banyak orang yang lupa akan nilai ini dan lebih mementingkan diri sendiri.

  1. Hikmat Kebijaksanaan

Indonesia adalah negara demokrasi yang menjunjung nilai musyawarah. Setiap tantangan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia akan dapat diatasi dengan cara musyawarah. Begitu juga dalam menghadapi masalah pandemi saat ini.

  1. Keadilan Sosial

Seluruh lapisan masyarakat Indonesia terdampak oleh pandemi. Oleh karena itu kita harus memiliki nilai keadilan di dalam diri untuk sosial. Yaitu dengan saling berbagi dan menolong.

Kebijakan harus dibuat dengan memperhatikan seluruh masyarakat Indonesia. Orang-orang yang berlebih harus mengulurkan tangan pada mereka yang membutuhkan. Setiap lapisan masyarakat harus menjalankan kebijakan dengan baik.

Sebagai sebuah dasar negara, Pancasila memiliki tempat yang sangat berarti bagi Indonesia. Tanpa adanya Pancasila, maka kedaulatan Indonesia dapat runtuh. Oleh karena itu kita harus menjunjung nilai-nilai Pancasila.

Cara paling sederhana yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengamalkan nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan begitu, Hari Kesaktian Pancasila akan lebih memiliki arti dan makna daripada hanya sebatas simbolis.

Miliki Jantung Sehat Meski Hanya di Rumah Selama Pandemi

Dengan melakukan beberapa hal berikut ini, Anda akan tetap memiliki jantung sehat meski hanya beraktivitas di rumah saja selama pandemi Covid 19.Banyak pihak yang melakukan sosialisasi untuk terapkan protokol kesehatan 5M. Namun selain menjalankan protokol tersebut, terdapat beberapa hal lain yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Karena selama berlangsungnya pandemi Covid 19, tentu Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bahkan pada orang-orang yang diwajibkan WFO, tidak ada alasan untuk keluar rumah.

Sementara banyak anggapan bahwa berdiam diri di rumah tidak baik untuk kesehatan. Khususnya kesehatan pada organ dalam seperti jantung. Lalu bagaimana cara agar jantung tetap sehat meski di rumah saja?

Jika Anda memiliki pertanyaan tersebut, maka Anda berada di tempat yang tepat. Karena dalam artikel ini, kami akan menjabarkan cara untuk menjaga kesehatan jantung meski hanya di rumah saja.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung untuk Mendapatkan Tubuh Kuat

Sebelum membahas mengenai bagaimana cara menjaga kesehatan jantung, sebelumnya kami akan menjelaskan nilai penting melakukannya. Karena masih banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya ha ini.

Tentu Anda sudah memahami bahwa jantung adalah pusat tubuh. Fungsi utama jantung adalah mengirimkan darah ke seluruh tubuh. Jika jantung lemah, maka proses peredaran darah akan terganggu.

Hal ini tentu akan berefek pada tubuh baik disadari maupun tidak. Karena untuk beraktivitas, tubuh manusia memerlukan oksigen yang dihantarkan oleh darah. Dengan gangguan jantung akan membuat aliran oksigen terhambat.

Jantung yang lemah juga akan membuat Anda kesulitan untuk melakukan berbagai jenis olahraga. Padahal berolahraga sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi seperti sekarang.

Sebab untuk dapat berolahraga dengan maksimal, tubuh harus mendapatkan oksigen yang lebih banyak. Sehingga kerja paru-paru dan jantung akan mengalami peningkatan saat Anda melakukan olahraga.

Hal ini juga yang membuat jantung berdetak lebih kencang saat berolahraga. Bahkan Anda bisa merasakan jantung berdebar dengan begitu kencang setelah melakukan beberapa olahraga berat.

Dengan menjaga kesehatan jantung, Anda bukan hanya mendapatkan tubuh sehat. Tetapi Anda juga akan mampu mendapatkan daya tahan tubuh untuk terlindung dari infeksi virus Covid 19.

Cara Menjaga Kesehatan Jantung Meski di Rumah Saja

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar kesehatan jantung terjaga dan kuat. Berikut adalah beberapa cara menjaga kesehatan dan meningkatkan kesehatan jantung meski hanya di rumah.

  1. Hindari Rokok & Alkohol

Berada di rumah saja membuat Anda memilki lebih banyak waktu luang. Sayangnya banyak orang bingung bagaimana cara memanfaatkan waktu luang tersebut. Akhirnya mereka memilih merokok dan meminum alkohol.

Padahal kedua hal tersebut memiliki efek buruk pada jantung. Oleh karena itu, Anda perlu menghindarinya untuk menjaga kesehatan jantung. Carilah hal lain yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu luang.

  1. Melakukan Olahraga Secara Teratur

Salah satu aktivitas bermanfaat yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang dan menjaga kesehatan jantung adalah berolahraga. Sebab meski di rumah, Anda tetap bisa melakukan beberapa jenis olahraga.

Mulai dari melakukan kardio, senam atau olahraga lainnya dengan intensitas menengah. Selagi jantung Anda masih sehat, maka Anda perlu sering melakukan berbagai aktivitas fisik meski hanya di rumah saja.

  1. Menjaga Asupan Makanan

Makanan adalah salah satu hal yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan jantung. Selain bermanfaat untuk jantung, asupan makanan yang baik juga akan meningkatkan daya tahan tubuh.

Pandemi Covid 19 menuntut banyak orang untuk melakukan berbagai aktivitas di rumah saja. Hal ini berpotensi memunculkan beragam penyakit seperti salah satunya adalah penyakit jantung.

Oleh karena itu Anda perlu melakukan berbagai kegiatan seperti di atas demi menjaga kesehatan jantung. Karena jantung sehat sangatlah penting dalam menjaga tubuh terlebih di kondisi pandemi seperti sekarang.

Selain Sutera, Ini Bahan Baku Tenun yang Banyak Dipakai

Saat ini, banyak kain tenun dibuat dari serat alami maupun serat sintetis. Seperti yang sudah diketahui, kain tenun jadi salah satu komoditas tekstil paling dicari. Nilai dan keistimewaannya sangat tinggi. Ada banyak sekali jenis tenun yang sangat terkenal hingga luar negeri. Tenun Sumba, Bali dan Toraja memiliki nilai tertinggi karena karakter istimewanya. Ketiganya memiliki corak khas yang melambangkan keharmonisan. Bukan hanya coraknya saja, tapi juga benang yang digunakan tidak sembarangan. Umumnya, mereka menggunakan serat dari alam seperti serat selulosa. Namun, sebenarnya masih banyak lagi jenis benang yang sering dipakai. Benang yang Sering Dipakai atau Digunakan Faktanya, sampai saat ini ada banyak sekali jenis benang maupun kain. Beberapa diantaranya merupakan bahan semi-sintetis dari gabungan 2 jenis benang. Berikut beberapa jenis kain yang sering dipakai. 1.	Katun Cotton sebenarnya merupakan kain yang cukup banyak dijumpai. Selain itu, cotton juga memiliki banyak varian lain mulai dari jenis biasa, combed, dan sebagainya. Setiap jenis tentu memiliki perbedaan masing-masing. Misalnya adalah cotton combed yang merupakan jenis cotton biasa, tapi ada penyisiran pada bagian akhir. Hasilnya, serat-serat kapas pada permukaan dapat dihilangkan serta menjadikan cotton combed jadi lebih halus. Ada juga japanese cotton yang merupakan 100% dari bahan organik sekitar. Karena menggunakan bahan organik, teksturnya juga jauh lebih halus. Bahkan, tingkat penyerapan keringat juga sangat baik. Ada juga jenis toyobo dengan karakter tebal serta lebih glossy. Meski lebih tebal, tapi ketika digunakan tidak mudah gerah. Hal ini juga yang membuatnya banyak dipakai untuk membuat tenun. 2.	Rayon Secara teknis, ini merupakan benang yang terbuat dari serat kayu atau serat selulosa. Namun, dengan adanya kombinasi menggunakan bahan lain membuatnya memiliki banyak jenis mulai dari spandex hingga jersey. Spandex sendiri umumnya memilki karakteristik warna cerah dan mampu lekuk badan. Di sisi lain, tekstur permukaannya cukup lembut dan lentur. Biasanya juga sering dipakai untuk membuat tenun khas. Ada juga jenis yang cocok untuk membuat jersey. Dari sisi karakteristik, jersey memiliki sifat melar dan mengkilap. Permukaannya sangat lembut meskipun daya serapnya sangat rendah. Kombinasi lain adalah yang menghasilkan PE. Tekstur luarnya cukup kasar sehingga mudah untuk robek. Selain itu, ketika digunakan juga terasa cukup panas sehingga jarang dipakai untuk membuat tenun. 3.	Tencel Sama seperti bahan kain lainnya, jenis satu ini juga memiliki beberapa varian. Umumnya, banyak industri tekstil juga mengkombinasikannya dengan bahan lain. Jadi, varian dari kain untuk tenun jauh lebih banyak. Misalnya, jenis lyocell memiliki karakteristik yang nyaman dan lembut. Daya serapnya juga sangat baik sehingga banyak digunakan. Lyocell juga sering dipakai untuk membuat tenun khas. Ada juga jenis tencel-modal yang juga memiliki permukaan lembut dan nyaman. Bahkan, ini lebih lentur dari pada lyocell. Baik lyocell maupun modal merupakan olahan dari pelarutan serat selulosa. 4.	Acrylic Akrilik banyak dikenal juga dengan nama cashmillon, vannel, hingga orlon. Meski penyebutannya berbeda, tapi karakteristiknya sama. Akrilik memiliki kemiripan dengan kain wol dan membuatnya sering digunakan sebagai syal. Karakteristik tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat kain tenun. Banyak daerah lebih memiliki akrilik karena lebih baik dari sisi kualitas. Terutama karena lebih tebal dan hangat. Namun, akrilik justru jarang digunakan untuk tenun biasa. Jika tenun tersebut diproduksi secara massal dan untuk diperjualbelikan, biasanya menggunakan kain yang lebih ringan dari pada akrilik. Memang, tenun dapat dibuat menggunakan banyak jenis benang. Namun, tidak semua benang mampu menghasilkan tenun berkualitas. Serat alami biasanya lebih dipilih karena kualitasnya lebih terjamin.

Saat ini, banyak kain tenun dibuat dari serat alami maupun serat sintetis. Seperti yang sudah diketahui, kain tenun jadi salah satu komoditas tekstil paling dicari. Nilai dan keistimewaannya sangat tinggi.

Ada banyak sekali jenis tenun yang sangat terkenal hingga luar negeri. Tenun Sumba, Bali dan Toraja memiliki nilai tertinggi karena karakter istimewanya. Ketiganya memiliki corak khas yang melambangkan keharmonisan.

Bukan hanya coraknya saja, tapi juga benang yang digunakan tidak sembarangan. Umumnya, mereka menggunakan serat dari alam seperti serat selulosa. Namun, sebenarnya masih banyak lagi jenis benang yang sering dipakai.

Benang yang Sering Dipakai atau Digunakan

Faktanya, sampai saat ini ada banyak sekali jenis benang maupun kain. Beberapa diantaranya merupakan bahan semi-sintetis dari gabungan 2 jenis benang. Berikut beberapa jenis kain yang sering dipakai.

  1. Katun

Cotton sebenarnya merupakan kain yang cukup banyak dijumpai. Selain itu, cotton juga memiliki banyak varian lain mulai dari jenis biasa, combed, dan sebagainya. Setiap jenis tentu memiliki perbedaan masing-masing.

Misalnya adalah cotton combed yang merupakan jenis cotton biasa, tapi ada penyisiran pada bagian akhir. Hasilnya, serat-serat kapas pada permukaan dapat dihilangkan serta menjadikan cotton combed jadi lebih halus.

Ada juga japanese cotton yang merupakan 100% dari bahan organik sekitar. Karena menggunakan bahan organik, teksturnya juga jauh lebih halus. Bahkan, tingkat penyerapan keringat juga sangat baik.

Ada juga jenis toyobo dengan karakter tebal serta lebih glossy. Meski lebih tebal, tapi ketika digunakan tidak mudah gerah. Hal ini juga yang membuatnya banyak dipakai untuk membuat tenun.

  1. Rayon

Secara teknis, ini merupakan benang yang terbuat dari serat kayu atau serat selulosa. Namun, dengan adanya kombinasi menggunakan bahan lain membuatnya memiliki banyak jenis mulai dari spandex hingga jersey.

Spandex sendiri umumnya memilki karakteristik warna cerah dan mampu lekuk badan. Di sisi lain, tekstur permukaannya cukup lembut dan lentur. Biasanya juga sering dipakai untuk membuat tenun khas.

Ada juga jenis yang cocok untuk membuat jersey. Dari sisi karakteristik, jersey memiliki sifat melar dan mengkilap. Permukaannya sangat lembut meskipun daya serapnya sangat rendah.

Kombinasi lain adalah yang menghasilkan PE. Tekstur luarnya cukup kasar sehingga mudah untuk robek. Selain itu, ketika digunakan juga terasa cukup panas sehingga jarang dipakai untuk membuat tenun.

  1. Tencel

Sama seperti bahan kain lainnya, jenis satu ini juga memiliki beberapa varian. Umumnya, banyak industri tekstil juga mengkombinasikannya dengan bahan lain. Jadi, varian dari kain untuk tenun jauh lebih banyak.

Misalnya, jenis lyocell memiliki karakteristik yang nyaman dan lembut. Daya serapnya juga sangat baik sehingga banyak digunakan. Lyocell juga sering dipakai untuk membuat tenun khas.

Ada juga jenis tencel-modal yang juga memiliki permukaan lembut dan nyaman. Bahkan, ini lebih lentur dari pada lyocell. Baik lyocell maupun modal merupakan olahan dari pelarutan serat selulosa.

  1. Acrylic

Akrilik banyak dikenal juga dengan nama cashmillon, vannel, hingga orlon. Meski penyebutannya berbeda, tapi karakteristiknya sama. Akrilik memiliki kemiripan dengan kain wol dan membuatnya sering digunakan sebagai syal.

Karakteristik tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat kain tenun. Banyak daerah lebih memiliki akrilik karena lebih baik dari sisi kualitas. Terutama karena lebih tebal dan hangat.

Namun, akrilik justru jarang digunakan untuk tenun biasa. Jika tenun tersebut diproduksi secara massal dan untuk diperjualbelikan, biasanya menggunakan kain yang lebih ringan dari pada akrilik.

Memang, tenun dapat dibuat menggunakan banyak jenis benang. Namun, tidak semua benang mampu menghasilkan tenun berkualitas. Serat alami biasanya lebih dipilih karena kualitasnya lebih terjamin.