Hi, How Can We Help You?

Author Archives: LAKUMAS

INAUGURAL TENUN FASHION WEEK CULMINATES IN CELEBRATORY FASHION SHOWCASE

Kuching, 3 December 2021 – The Sarawak Minister of Tourism, Arts and Culture; Yang Berhormat Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah; today officiated a gala dinner, featuring a unique runway fashion showcase at the Borneo Convention Centre Kuching. The event presented fashion collections using handwoven material produced by weaving communities across Southeast Asia, using traditional handlooms and employing techniques handed down from generation to generation.

The event marked the culmination of the inaugural TENUN Fashion Week, which was presented virtually from 15 to 17 October, and saw the participation of 45 weaving communities across countries in Southeast Asia, namely Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Philippines, Thailand and Vietnam.

Dedicated completely to these handweaves while reimagining their continued relevance by exploring their use in modern fashion, the TENUN Fashion Week was organised by the Maybank Foundation, through its Maybank Women Eco-Weavers programme, in collaboration with the ASEAN Handicraft Promotion and Development Association (AHPADA); and Tanoti – a Malaysian social enterprise dedicated to heritage craft preservation, women empowerment and rural community-building.

 

A fashion showcase quite unlike any other

In Southeast Asia, where textile weaving is traditionally taken up by women, hundreds of weaving communities make up a virtually untold but vital part of the region’s traditional fashion, culture and shared heritage. With humble hands, these women meticulously produce intricate fabrics – from exquisite material produced for royal courts to vivid cloths encompassing a tremendous range of imagery, demonstrating considerable technical prowess. Although these beautiful works of art continue to stand the test of time, the women who create them find it hard to survive in modern times.

As such, the TENUN Fashion Week and ensuing live gala fashion showcase truly stands out from other typical fashion events, in that it emphasises a particular focus on the creation of handwoven textiles in Southeast Asia, while shining a large spotlight on the participating communities that produce them, along with their unique stories.

In many ways, the unprecedented nature of the TENUN Fashion Week and live gala fashion showcase not only marked the first-ever coming together of these weaving communities, but also the visual representation of their unique works and stories. This unprecedented endeavour was symbolically manifested at the live fashion gala event, in the form of the “Weaver’s Anthem”, a distinctively special musical performance produced using weaving instruments.

“While Malaysia’s unique cultural legacy truly stands out and is celebrated all across the world, I believe we can play a unique role in championing our shared heritage with other countries, especially within Southeast Asia. In this regard, I would like to congratulate the organisers of the TENUN Fashion Week and this fashion show for presenting what I truly believe will be a catalyst towards the furtherance of the regional weaving industry,” said Dato Sri Haji Abdul Karim at the live gala fashion showcase.

During the evening’s programme, three participating weaving communities were announced as award winners for their winning collection of textiles which were showcased in the TENUN Fashion Week.

These were Tohsang Cotton Village from Thailand who were awarded the TENUN Best Collection Award and Rumah Rakuji, together with the weaving community of Tunas Mekar Batubura from Indonesia, who won the Lakumas Most Innovative Weaves Award. Both these awards were judged by a prestigious panel of adjudicators, including Rocco Gaglioti, founder of International Digital Fashion Week; Marianna Miceli, founder of Mad Mood Milano Fashion Week; and Aidarkhan Kaliyev, founder of Aspara Fashion Week.

The Bengkalis Community of the Peatland and Mangrove Restoration Agency (BRGM), Indonesia was awarded a People’s Choice Award determined by public votes based on their choice of the best collection among those featured over the course of the TENUN Fashion Week.

The winners in all three categories each received cash prizes and six kilograms of Candimas Tencel yarn, sponsored by PT Lakumas, who also sponsored the cash prize for the Most Innovative Weaves Award.

 

Setting the stage

“We set out to organise the TENUN Fashion Week, chiefly to create awareness towards the unique handweaves of Southeast Asia by bringing them out into the open, thus improving their marketability and subsequently, their profitability. Seeing this inaugural event reach the scale and magnitude that it has is truly rewarding, particularly for the participating weaving communities. But it also shows the promising potential of the TENUN platform,” said Jacqueline Fong, Co-organiser of TENUN Fashion Week and Director of Tanoti.

Already, plans are underway to make TENUN annual event.  Undeniably, the stage is set for what has become an instrumental platform in presenting Asian handweaves to the world.

“I think it was a very unique experience in that everyone that participated were very excited to be in this project. Many of these communities had never previously participated in any fashion showcase outside their own countries! The other notable experience was the learning of their stories, their textile traditions and ancestral weaving techniques, and conveying them to TENUN’s audience,” added Fong.

All the collections showcased by TENUN are available for purchase via its e-commerce platform on the TENUN website, which will also feature promotional videos and contact listings of the participating communities.

More details are available at www.tenunfashionweek.com.

Pengrajin Kesulitan Mencari Tempat Pencelupan Benang

Melihat permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin lokal saat ini seperti susah untuk mencari tempat untuk pencelupan benang dikarenakan lamanya proses pencelupan menjadi suatu hambatan tersendiri dalam produktivitas pengrajin lokal. Lamanya proses itu dimana pengrajin jika pencelupan benang dilakukan sendiri tahapan-tahapan dikerjakan secara manual dan itu menghabiskan waktu yang cukup lama. Sedangkan, di tempat pencelupan benang (Bandung dan Pekalongan) tidak berbeda jauh prosesnya yang lama karena proses pengiriman benang raw white maupun benang selesai dicelup dan belum lagi proses antri di tempat pencelupan tersebut.

Dalam acara kegiatan “Pengembangan Kemitraan, Permodalan, Akses Pasar dan Bahan Baku Bagi Industri Non Agro di Kab. Sragen” bapak Abdul Nasir (Marketing LAKUMAS) telah ikut serta sebagai salah satu narasumber pada hari Kamis tanggal 18 November 2021, LAKUMAS sangat memahami permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin maka dengan bangga LAKUMAS memperkenalkan benang Rayon dan Candimas kepada para pengrajin dalam acara kegiatan tersebut. Candimas adalah benang yang high quality berasal dari pohon eucalyptus di pulp menjadi benang namun, Candimas saat ini sedang mengalami sedikit kendala pada bahan baku impor nya. Rayon terbuat dari selulosa yang diekstraksi dari kayu. Ini sering disebut sebagai alternatif “hijau” untuk sutra karena dapat terurai secara hayati dan terurai secara alami ke dalam tanah. Ini adalah salah satu bahan tekstil paling serbaguna, dan sekarang digunakan untuk berbagai aplikasi yang lebih luas daripada sebelumnya. Kelebihan lain nya Rayon juga menggunakan bahan baku Lokal (Purwakarta dan Riau) dan tahun 2018 LAKUMAS membuat jaringan benang ATBM ke Jepara, Jawa Timur dan Bali.

Para pengrajin sangat merespon bahwa LAKUMAS bisa bantu supply benang Rayon Warna (CRAYON) sehingga kami LAKUMAS juga ikut bersemangat untuk membantu kesulitan yang sedang dihadapi oleh para pengrajin saat ini. Tidak hanya mensupply benang saja namun LAKUMAS bisa membantu para pengrajin dalam memberikan informasi mengenai kebutuhan-kebutuhan para pengrajin seputar tidak lain dari benang.

Dengan adanya acara tersebut, LAKUMAS memperkenalkan produk andalan yaitu Rayon dan Candimas bisa di terima dan di apresiasi dan menjadikan PT LAKUMAS salah satu pemasok / supplier benang bagi para pengrajin.

*DWS/acl.

Peran Guru bagi Pelajar di Bidang Pendidikan

Guru menjadisalah satu profesi mulia, yang dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa bagi setiap orang. Tentunya tanpa ada profesi tersebut, kita akan sulit memahami setiap hal yang ada di kehidupan, serta menuntut ilmu merupakan hal mustahil. Tenaga pendidik menjadi profesi yang akan selalu dibutuhkan umat manusia, dengan adanya ilmu yang kita dapatkan, maka kehidupan akan jauh lebih berkembang dari sebelumnya. Namun tenaga pendidik tidak hanya memberikan ilmu kepada siswa siswinya.

Melainkan sebagai pembimbing atau pengganti orang tua saat kita berada di sekolah, mereka yang akan membimbing dan mengajari kita berbagai ilmu pengetahuan. Di Indonesia sendiri, pada umumnya anak akan menjalankan program wajib belajar, selama 12 tahun. Tentunya hal ini akan berdampak pada pola pikir, serta perubahan sikap pada siswa tersebut. Dengan beragamnya sifat yang dimiliki oleh setiap murid, tenaga pendidik pastinya mengalami kesulitan dan berbagai rintangan setiap harinya.

Peran Besar Guru bagi Siswa dan Siswi dalam Belajar

Tenaga pendidik memiliki peranan begitu besar bagi siswa siswinya, dengan ilmu pengetahuan yang telah mereka berikan, pastinya Anda sebagai siswa atau siswi merasa berterima kasih karena telah mendapat pembelajaran yang akan bermanfaat bagimasa depan.

1.   Pendidik

Peran utama seorang tenaga pengajar adalah pendidik, dimana ia akan menjadi panutan bagi siswa dan siswi di sekolah. Sehingga seseorang dengan profesi sebagai tutor atau tenaga pendidik, pastinya memiliki standar dan kualitas tertentu yang harus dipenuhi. Sebagai ahli didik yang baik,Anda perlu mencontohkan hal-hal terpuji di depan para siswa, agar mereka dapat mengikuti perilaku terpuji tersebut. Maka dari itu sebagai ahli didik, diperlukan adanya rasa tanggung jawab, kewibawaan, disiplin dan sifat terpuji lainnya.

2.   Fasilitator

Menjadi seorang pengajar tentunya tidak mudah, sebab Anda dianggap sebagai orang terhormat karena telah mengajarkan ilmu-ilmu bermanfaat kepada para siswa. Tidak hanya dianggap sebagai pendidik, namun juga dianggap sebagai fasilitator. Dimana tenaga pendidik pastinya memberikan fasilitas kepada siswa berupa pelayanan, agar mereka dapat menerima dan memahami materi pembelajaran yang diberikan, dengan begitu proses pembelajaran akan jauh lebih efektif dan efisien.

3.   Penasihat

Meskipun menjadi seorang tenaga pendidik, Anda tidak mendapat pembelajaran mengenai pemberian nasihat, namun sikap ini akan muncul dengan sendirinya. Saat berada di sekolah, tenaga pendidik yang akan selalu mendampingi dan membimbing siswa. Sehingga ada kalanya siswa melakukan kesalahan, atau tidak bersemangat saat belajar. Di saat itulah peran tenaga pendidik hadir, dengan memberikan nasihat positif yang dapat membuat siswa merasa bahwa Anda merupakan orang kepercayaan mereka saat berada di sekolah.

4.   Innovator

Saat mengajar biasanya tenaga pendidik tidak hanya dianggap sebagai penyalur ilmu, namun juga sebagai innovator. Dimana biasanya ia akan membagikan pengalaman di masa lalunya kepada para siswa, sebab rentang usia yang dimiliki keduanya juga terpaut jauh. Dengan tenagapendidik menerjemahkan pengalaman mereka, maka siswa bisa mendapatkan ilmu berharga dan bermakna dalam kehidupan. Dan biasanya siswa akan lebih senang, jika dalam proses pembelajaran juga diselingi dengan membagikan cerita-cerita seperti itu.

5.   Motivator

Tenaga pendidik bahkan bisa juga menjadi seorang motivator, pastinya mereka akan memberikan kalimat positif, yang bisa membuat para siswa merasa semangat untuk menuntut ilmu mereka setinggi-tingginya. Tentunya hal tersebut merupakan hal positif, dan wajib dimiliki oleh setiap tenaga pendidik. Dengan memberikan semangat atau kalimat motivasi kepada siswa, rasa malas yang sering menghampiri mereka dapat hilang dengan mudah.

Peran tenaga pendidik memang sangat banyak, hal itulah yang membuat profesi mereka spesial. Dengan ilmu pengetahuan yang telah guru berikan, tentunya hal itu akan bermanfaat bagi Anda di kehidupan masa depan.

Penyebab Model Pakaian Anak lebih Mahal dari Pakaian Dewasa

Ada berbagai model pakaian anak dengan beragam material yang bisa Anda temukan, tentunya harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Namun pernahkah Anda berpikir, mengapa harga baju anak lebih mahal dibandingkan dengan pakaian orang dewasa. Bagi para orang tua,Anda pasti sering berbelanja kebutuhan anak, karena di masa pertumbuhan mereka,pakaian yang digunakan menjadi lebih cepat sempit. Harga baju anak juga terbilang tidak murah, padahal ukurannya lebih kecil dari baju orang dewasa.

Namun pemilihan tempat Anda berbelanja pakaian, juga menjadi salah satu faktor meningkatnya harga. Jika berbelanja baju di pasar tradisional atau di toko-toko kebutuhan anak seperti Candimas, harga yang ditawarkan memang cukup murah dibandingkan di mal. Bahkan baju yang dibeli di mal, bisa memiliki harga berkali-kali lipat dari pakaian dewasa. Tentunya hal tersebut mengundang pertanyaan, sebenarnya apa alasan dan penyebab, mengapa baju anak bisa memiliki harga yang begitu mahal.

Penyebab Model Pakaian Anak Lebih Mahal dari Pakaian Dewasa

Pakaian memang menjadi kebutuhan bagi setiap manusia, dan hal itulah yang membuat permintaan akan produk tersebut cukup tinggi. Dengan harga baju anak yang cukup mahal, nyatanya hal tersebut tidak menutup kemungkinan jika permintaan pakaian anak akan menurun.

1.   Handmade

Kebanyakan perusahaan produsen pakaian anak, memang menggunakan mesin dengan teknologi canggih. Namun untuk menghasilkan baju dengan kualitas terbaik, masih banyak perusahaan yang membuat baju secara handmade atau buatan tangan. Kebanyakanbajuanakdibuatsecara manual, sebab ukurannya tidak terlalu besar sehingga beberapa perusahaan memilih untuk membuatnya secara handmade. Selain itu pakaian yang dibuat secara handmade dinilai lebih rapi, dan meminimalisir adanya cacat produk.

2.   Penawaran Lebih Rendah dari Permintaan

Jika ditelusuri toko pakaian anak lebih sedikit, dari pada toko baju dewasa. Itulah salah satu faktor membuat baju anak menjadi mahal, dan penawaran lebih rendah dibanding permintaan. Dengan

adanya kelahiran setiap tahunnya, pastinya penawaran akan menjadi rendah. Meskipun ukuran pakaiannya lebih kecil, namun biaya proses produksinya memangkas biaya yang sama dengan pembuatan baju orang dewasa. Sehingga tidak salah, jika pakaian anak memang memiliki harga cukup mahal, ditambah beberapa faktor lainnya.

3.   Material Bahan Lebih Nyaman

Penyebab lainnya adalah material yang digunakan lebih nyaman, tentu saja sebagai orang tua, kita menginginkan yang terbaik untuk anak. Dan pemilihan material berkualitas pakaian menjadi  salah satunya, namun hal tersebut membuat harga baju menjadi mahal. Beberapa perusahaan juga menggunakan material bahan anti bakteri,sehingga ketika mereka berkeringat tidakada bakteri menempel. Orang dewasa mungkin akan mudah beradaptasi jika pakaian dirasa kurang nyaman, namun anak akan mudah rewel jika baju dirasa tidak nyaman.

4.   Pola Pikir Orang Tua

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya, halitulah yang membuat mereka tidak merasa keberatan jika harus mengeluarkan biaya cukup mahal untuk keperluan sikecil. Dan hal ini menjadi salah satu penyebab, mengapa pakaian anak bisa meningkat harganya. Orang tua memang selalu mengutamakan kebutuhan sikecil, mereka rela mengeluarkan cukup banyak uang untuk keperluannya. Pola pikir tersebutlah yang menjadi kan harga baju menjadi naik, namun mereka tetap membelinya.

5.   Proses Pembuatan Lebih Rumit

Selain rasa nyaman yang dirasakan sikecil, tentunya motif menarik pada baju atau celana mereka bisa membuat mereka lebih senang dan semangat dalam beraktivitas. Jika Anda perhatikan seksama, pakaian anak memiliki motif, warna serta gambar lebih beragam. Tentunya dalam proses pembuatan baju tersebut akan lebih rumit, berbeda halnya dengan pakaian dewasa jauh lebih simple dan tidak terdapat terlalu banyak motif atau bordir.

Baju dan celana sikecil merupakan kebutuhan yang wajib orang tuapenuhi, selain memperhatikan masalah harga, sepertinya orang tual ebih mengutamakan kualitas bahan dari pakaian tersebut, dan salah satu jenis bahan yang nyaman pada anak adalah Tencel.

Update Vaksinasi untuk Tekan Penyebaran Corona di Indonesia

Sejak awal tahun 2020 hingga sekarang, pemerintah masih fokus menghadapi penanganan penyebaran Covid-19 di dalam negeri. Sejak bulan Januari tahun 2021, pemerintah memulai program pemberian vaksin. Dosis pertama diberikan kepada Presiden Jokowi pada 13 Januari 2021, yakni bertempat di Istana Negara. Pada awalnya, program vaksinasi memang banyak mengundang kontroversi. Banyak masyarakat tidak bersedia mendapatkannya.

Hal tersebut akibat tersebarnya berbagai rumor mengenai jenis vaksin yang digunakan. Meski demikian, pemerintah terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dosis tersebut. Ini bertujuan agar masyarakat lebih kebal dari infeksi virus corona. Penyebaran virus corona sudah memasuki tahun kedua di Nusantara. Namun hingga saat ini kasus positif masih terus bertambah. Biarpun demikian, pemberian dosis vaksin memberikan dampak positif. Lantas, bagaimana perkembangannya?

 

Update Vaksinasi Virus Corona Terkini

Pemerintah terus memberikan tambahan dosis bagi masyarakat hingga saat ini. Perkembangan program vaksinasi terkini berdasarkan data saat ini yaitu sudah mencapai 165 juta suntikan. Jumlah tersebut meliputi pemberian dosis pertama dan kedua. Sementara persentase dosis pertama yang telah diberikan sudah mencapai lebih dari 50%. Sedangkan persentase untuk dosis kedua baru mencapai sekitar 30%.

Sehingga secara keseluruhan, pemerintah telah memberikan dosis secara lengkap dengan persentase di atas 22% dari keseluruhan populasi masyarakat Indonesia. Perlu diketahui bahwa dosis vaksin diberikan dua kali. Dengan aturan vaksin kedua disuntikkan setelah 14 hari dari suntikan pertama. Semakin banyak penerima vaksin, maka diharapkan kasus positif corona juga semakin turun. Sehingga berbagai aktivitas di semua sektor dapat kembali berjalan dengan lancar.

 

Kelompok Prioritas Penerima Vaksin 

Pemerintah menetapkan adanya kelompok-kelompok prioritas agar mendapatkan suntikan vaksin dengan cepat. Setidaknya terdapat 6 kelompok utama yang harus diutamakan antara lain sebagai berikut.

  1. Tenaga Kesehatan Indonesia

Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus Covid-19 sehingga menjadi kelompok prioritas. Tenaga kesehatan antara lain terdiri dari dokter, perawat, bidan, serta petugas medis lainnya.

  1. Kontak Erat dengan Pasien

Orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif virus corona juga menjadi prioritas sebagai penerima vaksin. Di awal tahun, jumlah yang ditargetkan dari kelompok ini sebanyak 500.000 orang.

  1. Petugas Pelayanan Publik

Petugas yang bekerja di sektor pelayanan publik juga menjadi kelompok prioritas. Sasaran penerima vaksinnya mencapai lebih dari 715 ribu orang.

  1. Masyarakat Umum

Pemerintah menargetkan pemberian vaksin secara lengkap kepada lebih dari 92 juta masyarakat umum. Dengan begitu masyarakat dapat bekerja dan melakukan aktivitas namun tidak mudah terinfeksi corona.

  1. Tenaga Pendidik

Tenaga pendidik seperti guru dan dosen yang bekerja di berbagai level pendidikan juga menjadi kelompok prioritas. Pemerintah menargetkan lebih dari 4 juta pendidik menerima vaksin secara lengkap.

  1. Aparatur Negara

Kelompok prioritas dari kalangan aparatur negara, pemerintah, serta anggota legislatif targetnya mencapai lebih dari 3 juta orang.

Apakah Indonesia Bisa Capai Herd Immunity?

Kekebalan komunal disebut-sebut memiliki peran yang nantinya akan menentukan kondisi dalam negeri terkait penyebaran virus corona. Kekebalan kelompok atau komunal yaitu kondisi ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular. Sehingga kelompok tersebut memberikan perlindungan secara tidak langsung bagi sebagian orang yang tidak kebal terhadap infeksi penyakit tersebut. Kekebalan komunal bisa terjadi secara alami maupun non alamiah.

Secara alami, kekebalan tersebut terjadi apabila sebagian besar populasi telah terinfeksi sehingga terbentuk antibodi baru. Selain itu, kekebalan tersebut bisa terbentuk berkat bantuan vaksin. Beberapa waktu lalu, Indonesia sempat mengalami kenaikan kasus positif secara signifikan dengan angka kesembuhan yang juga tinggi. Semakin banyak dosis vaksin yang diterima, diharapkan herd immunity bisa terbentuk lebih cepat.