Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: yarn

Manfaat Tencel dalam Industri Fashion yang Dikembangkan UMKM

Tencel dikenal sebagai satu bahan yang modern, nyaman, pembuatan yang efisiensi waktu, dan masih banyak lagi manfaatnya dibidang fashion khususnya. Akan tetapi, sangat penting juga untuk semua pelaku bisnis fashion tahu apa karakteristik dari kain rayon seperti ini. Siapa juga yang tidak ingin pakaian dari kain yang membuat semua pengguna merasa lebih nyaman. Bukan hanya nyaman, akan menjadi nilai plus lagi jika memiliki warna lebih cerah dan pola yang keren. Jika suka dengan bahan yang kami paparkan, maka pilih saja Tencel.

Pada dasarnya, Tencel ini memiliki karakteristik yang sama dengan bahan tekstil lainnya. Tetapi ini berada di level yang premium, sehingga tidak boleh Anda samakan dengan dyed rayon atau semacamnya. Ini adalah bahan kain yang dibuat dari serat kayu kualitas tinggi. Kendati demikian, banyak yang masih belum tahu seperti apa kain ini. Karakteristik utama yang dimiliki adalah nyaman, lembut, serta memiliki sifat yang lebih lentur. Kalau kain tencel yang berwarna, kami berani jamin warna lebih cerah dapat semuanya lihat ketika dipakai.

Manfaat Tencel dalam Bidang Fashion

Proses pengolahan kain tencel ini umumnya mirip dengan dyed rayon, tetapi yang menjadi nilai plus adalah saat pengolahan nanti, semuanya akan lebih ramah lingkungan, lebih cepat, dan lain-lain. Tidak akan menyesal bagi semua orang yang memiliki jenis kain seperti ini.

Akan tetapi, itu masih bukan satu-satunya manfaat yang dimiliki. Jika sebelumnya kita tahu kalau banyak keunggulan yang bahan Tencel ini tawarkan, tetapi sebaiknya pahami juga apa saja manfaat Tencel untuk bidang fashion. Jadi, kain tencel memiliki keunggulan seperti:

  1. Membuat Kain yang Alami

Kita semua tahu kalau masih belum banyak pakaian yang ramah lingkungan. Tetapi dari bahan Tencel, kita bisa turut mempromosikan penggunaan bahan alami untuk menjadi pakaian. Karena dari bahan alami, penggunaan air yang lebih sedikit juga.

  1. Aman untuk Didaur Ulang

Lagi-lagi masih soal lingkungan, tidak semua kain bisa didaur ulang. Tetapi jika dengan kain Tencel, seluruh material yang ada di dalamnya tidak beracun. Produk setelah daur ulang nanti juga memiliki warna lebih cerah ketimbang kain dari model lainnya.

  1. Membuat Kulit Nyaman

Jika bahan garmen atau dyed rayon memiliki tekstur yang membuat pemakainya sedikit risih, maka Tencel adalah solusinya. Semuanya dibuat dari serat halus dan di permukaan kulit tidak terganggu. Sehingga ini pas untuk yang kulitnya sensitif.

  1. Tidak Mudah Kusut

Manfaat Tencel selanjutnya ada di penggunaan, yaitu tidak mudah kusut. Selain tadi kami katakan proses pembuatan dan penyimpanan yang efisiensi waktu, yang paling unggul lagi selanjutnya adalah bahan tencel dikenal tidak mudah kusut juga.

  1. Hemat Bahan

Jika Anda berpikir untuk memanfaatkan kain Tencel di bagian tertentu saja dan di bagian lain menggunakan bahan seperti garmen, fiber, dan lain-lain, tidak usah ragu. Tencel ini dikenal mudah untuk dikombinasikan dengan bahan lain sekalipun.

  1. Membuat Pemakai Tidak Merasa Gerah

Pasti Anda juga sering merasa gerah jika menggunakan pakaian dari bahan yang tebal ataupun tidak nyaman dan ini juga termasuk manfaat lainnya. Karena penggunaan air yang lebih sedikit, bahan pakaian ini dapat ubah suhu agar pengguna nyaman.

Sudah mudah di daur ulang, warna lebih cerah, hingga pengolahan yang mudah, jika kami memiliki kesempatan untuk memiliki kain Tencel, pasti tidak akan kami tolak. Manfaat tencel di dunia fashion sangat besar, apalagi jika penjahit ingin mengutamakan rasa nyaman.

Proses Pembuatan Pakaian dari Benang Menjadi yang Kita Pakai

Apakah Anda penasaran soal bagaimana dari benang, bisa berakhir menjadi pakaian saat ini kita pakai? Sebelumnya juga kita tidak tahu banyak soal pembuatan baju dan celana yang dipakai saat ini. Tetapi itu akan jadi menarik jika kita tahu cara membuatnya dari awal. Pembuatan baju dan celana tentu saja bukan satu hal yang mudah. Semua butuh ketelitian dan proses yang cukup ribet. Tetapi ini semua proses mulai dari jahit hingga finalisasi adalah bagian dalam menjadikan bahan pakai kita yang lebih bagus dan tentu saja tidak cacat.

Jika Anda memiliki hobi merajut atau knitting, pasti sudah tahu bagaimana gumpalan benang tebal diubah menjadi sebuah bahan yang cantik dan nyaman dipakai. Dan ini juga salah satu proses pembuatan pakaian, dari proses pemintalan benang hingga baju yang siap pakai. Tentu saja jika Anda ingin membuatnya harus memperhatikan banyak hal. Proses yang panjang harus dilalui lebih dulu, sehingga sebaiknya kita tidak meremehkan profesi penjahit atau tailor. Banyak hal yang harus dikerjakan, pengukuran, pembuatan, hingga finalisasi.

Langkah dan Alur Pembuatan Pakaian dari Awal

Dengan segala proses panjang yang akan kami uraikan di bawah nanti, maka sifat yang wajib seorang penjahit miliki adalah kesabaran dan penuh kreatifitas. Meskipun mereka memiliki bakat yang besar di bidang pembuatan pakaian, tanpa kesabaran itu akan percuma saja. Karena coba dibayangkan saja, jika orang tidak sabar, tidak mungkin mereka bisa membuat pola dari bahan garmen yang tipis atau memanfaatkan fiber sisa untuk menjadi baju. Jika Anda ingin tahu segala proses pembuatannya, ini adalah seluruh alur yang akan dilalui:

  1. Proses Soft Winder

Jika penjahit sudah memiliki bahan baku seperti garmen, maka di awal nanti akan melewati proses menggulung benang. Proses ini juga akan butuh tenaga untuk menarik dan memberikan zat tertentu untuk bisa diubah jadi pakaian.

  1. Penenunan

Dan jika semua garmen tersebut sudah siap digunakan, maka masuk ke alur weaving atau dikenal juga dengan penenunan. Dalam proses ini, fiber yang ada akan ditenun dan dibuat anyaman sesuai dengan kreatifitas dan keinginan dari penjahit itu. Proses weaving bisa menggunakan mesin jahit atau secara sabar melakukan rajutan atau knitting. Ini bahkan adalah proses utama dari semua proses yang akan dilalui. Tetapi akan lebih mudah jika sudah menggunakan mesin tenun yang modern.

  1. Proses Treatment

Nanti setelah proses penenunan atau weaving itu, akan menjadi sebuah model dan pola juga sudah terbentuk. Tetapi agar lebih bagus lagi, maka harus lewati proses treatment atau perawatan. Disini, coba lihat adakah bekas fiber atau garmen.

  1. Dyeing atau Printing

Jika sudah dilihat secara detail kalau tidak ada lagi noda yang tersisa atau kain yang bolong, maka kini langsung masuk ke proses dyeing atau printing. Garmen yang sudah dibuat menjadi pakaian utuh ini kemudian akan di cat atau di print. Proses ini adalah untuk membentuk pola hasil jahit yang membuat terlihat lebih baik atau tidak membosankan. Dyeing ini berupa proses pencelupan kain ke alat khusus dan printing berarti kain tadi akan dimasukkan ke mesin print untuk dicetak.

  1. Cutting dan Packing

Jika sudah dikeringkan, pemintalan benang kini sudah siap menjadi kain yang bisa digunakan. Tetapi tentu saja pasti akan ada satu dua bekas weaving yang kurang rapi. Sebelum digunakan atau dipasarkan, maka harus lewati dulu proses cuttingnya. Bayangkan saya pakaian yang dibuat dari proses yang panjang, mulai dari knitting dengan memasukkan benang ke jarum dan menjadi anyaman tanpa pola. Tetapi jika sudah melewati semua prosesnya, maka fiber tersebut menjadi sesuatu yang bisa kita gunakan juga.

Kolaborasi UMKM Tekstil dan Pemerintah agar Lebih Berkembang

Industri tekstil dan kain tradisional yang sejenis perlu perhatian serius juga. Bahkan diharapkan adanya lembaga khusus yang dapat langsung ambil bagian memberikan ilmu dan pengetahuan lain soal apa yang harus dilakukan dan melihat peluang untuk berkembang. Kini, kita bisa melihat banyak sekali peluang untuk bekerjasama. Mulai dari yang skala kecil hingga ada juga yang skala masif hingga melibatkan perusahaan internasional. Akan tetapi, itu tidak membuat semua sektor UMKM memberikan perhatian ke hal krusial tersebut.

Sering kali kita melihat adanya pelaku bisnis yang enggan untuk mencari strategi untuk lebih maju dan memilih untuk tetap pada strategi awalnya. Dengan ini, kami bisa katakan kalau itu adalah langkah buruk dan hanya pemerintah yang bisa hadirkan pengadaan pelatihan. Maksud dari perlunya pemerintah untuk pengembangan ini adalah dengan inisiatif untuk adanya pelatihan agar kain dan industri sejenisnya dapat lebih maju lagi. Kalau perlu, adanya lembaga yang memberikan pelatihan tersebut untuk pelaku bisnis.

Yang dapat Pengusaha Kain Tradisional Lakukan Agar UMKM Lebih Berkembang

Sangat disarankan untuk memiliki kesadaran berani berubah. Jika tidak bisa menarik banyak perhatian, maka dibutuhkan strategi modern. Dan kami yakin kalau ini juga yang akan menjadi bagian dalam pelatihan yang diberikan oleh pemerintah ke pelaku bisnis saat ini. Agar UMKM dapat jauh lebih maju, maka dibutuhkan perubahan dalam hal produk dan jasa. Bukan berarti Anda harus merubah apa yang ditawarkan, tetapi adakan perubahan di sektor yang dirasa kurang. Misalnya Anda menawarkan tekstil, coba cari tahu apa yang kurang.

Misalnya kain tradisional yang ditawarkan sudah ketinggalan jaman, maka bisa coba cari tahu apa yang sekiranya disenangi. Anda juga bisa memulai terjun ke digital marketing, yaitu sebuah cara pemasaran yang mengandalkan teknologi digital ketimbang tradisional. Pemberian insentif prestasi pasti akan memasukkan Anda sebagai pertimbangan juga jika sudah merubah pikiran untuk lebih maju. Selain itu, Anda juga bisa dengan pengemasan yang lebih menarik perhatian. Jangan hanya plastik biasa, tetapi bisa dengan kotak modern.

Teknik pengemasan mungkin masih sering diabaikan, tetapi saat kerjasama nanti pasti akan diperhatikan. Kain tradisional yang dibungkus rapi dengan kotak eksklusif pasti akan terlihat sebagai sesuatu yang lebih berbeda dari yang lain. Alhasil nantinya akan lebih banyak atensi.

Pentingnya Peran Pemerintah untuk Kolaborasi Bersama Pengusaha Tekstil Tradisional

Dari semua yang sudah kami sebutkan, sangat penting untuk pemerintah adakan kolaborasi atau semacamnya. Masyarakat perlu mendapat perhatian dan latihan khusus agar bisnis yang dikembangkan tidak stuck atau sulit untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pengadaan pelatihan yang dilakukan pemerintah ini bisa menyasar sektor pemasaran atau setidaknya mulai dengan latihan pengelolaan keuntungan bisnis. Perputaran uang di dalam sektor bisnis sangat cepat dan rumit, dan ini yang sering menjadi kesulitan UMKM juga.

Pemberian prestasi untuk siapa saja pelaku bisnis yang bisa membuat produk kain yang menarik juga harus diberikan. Ini dapat menjadi sebuah cara agar pelaku bisnis semakin giat dalam mendorong industri yang sedang dikembangkan lebih maju. Saat ini, kita masih jarang melihat kontribusi pemerintah, apalagi pemberian insentif prestasi. Tetapi diharapkan agar pemerintah mau membuat lembaga khusus untuk pengembangan tekstil yang menjadi salah satu sumber pendapatan negara untuk terjun mengawasinya.

Dengan kebutuhan tekstil di dalam negeri yang semakin meningkat, kita bisa melihat adanya ketimpangan dari industri yang sudah maju dan masih berkembang. Pengadaan pelatihan yang mendalam diperlukan guna membuat teknik pemasaran dan keuangan yang baik.

Cara Menjaga Kelestarian Budaya Tradisional oleh Pemerintah

Regulasi pemerintah memiliki efek yang besar terhadap kelestarian budaya di Indonesia. Hampir semua lini budaya membutuhkan kontribusi yang lebih besar dari pemerintah untuk tidak hilang di era modern ini. Apalagi, semua sudah bisa dikembangkan secara global. Indonesia sebagai negara yang memiliki masyarakat dengan kebudayaan yang tinggi harus selalu dijaga semuanya. Apalagi di tengah arus modernisasi dan pengaruh budaya lain juga lebih cepat, maka sudah seharusnya ada langkah konkrit agar kekayaan alam terjaga.

Pelestarian budaya adalah sesuatu yang wajib masuk ke dalam UU dan PP sehingga semua lini masyarakat maupun pemerintah sadar soal apa yang harus dilakukan agar semua ini dapat terjaga. Akan tetapi, industri pengembangan budaya masih belum menjadi fokus utama. Masih banyak yang diabaikan sehingga kita dapat lihat generasi baru yang enggan belajar tentang budaya dan mulai kehilangan identitas daerah. Belum lagi bahasa dan kebudayaan sudah luntur dan beberapa diantaranya sudah hilang. Parekraf punya peran besar disini!

Apa Saja Peran Pemerintah dalam Menjaga Kelestarian Budaya Tradisional di Era Modern?

Seperti yang sudah kami katakan, sektor pemerintah memiliki peran besar untuk membuat kekayaan alam dan sosial tetap terjaga. Bukan berarti karena sudah melimpah, kita menjadi lebih enggan mendata satu per satu kekayaan yang dimiliki hingga dicuri negara lain. Sudah banyak kasus seperti itu dan setelahnya baru merasa dirugikan. Maka dari itu, Parekraf wajib mengajak masyarakat serta melaksanakan program yang bisa membuat semua budaya yang dimiliki kita tidak hanya bertahan, tetapi juga lebih berkembang. Caranya adalah:

  1. Menjadi Motor Penggerak Masyarakat

Ketika pemerintah tahu kalau pada dasarnya kebudayaan ini bisa hilang seiring adanya generasi baru, maka sudah seharusnya dikeluarkanlah regulasi pemerintah yang bisa menengahi. Dengan UU dan PP soal sosial budaya, masyarakat akan lebih sadar. Dengan adanya itu juga Pemerintah bisa mengatur siapa yang memegang peran yang paling besar untuk menjaga kebudayaan tersebut. Misalnya tentang Permen LH, maka ada yang bertanggung jawab seturut regulasi agar lebih beragam juga.

  1. Menjadi Inisiator dan Penghubung dengan Dunia Internasional

Sebuah budaya jika hanya dibiarkan saja pasti akan pelan-pelan hilang. Akan sangat sayang jika budaya tersebut adalah kekayaan tradisional, tetapi menjadi hilang seiring berjalannya waktu. Tetapi, parekraf bisa membuat ini sebagai aset di level global. Yang dimaksudkan disini adalah, Pemerintah wajib memiliki inisiatif untuk membuat produk industri budaya ini dikenal lebih luas. Selain membuat budaya itu tidak hilang ditelan zaman, daerah juga bisa mendapat keuntungan tambahan dari sana.

  1. Memberikan Dukungan Penuh

Akan tetapi, jika regulasi pemerintah untuk membuat suatu budaya itu dikenal lebih luas belum disetujui oleh masyarakat lokal, maka yang dapat dilakukan adalah dengan membuat apresiasi setiap ada yang mau mengelola budaya tradisional tersebut. Nantinya pemerintah bisa menjadi sponsor atau sekedar apresiator setiap kali adanya event tradisional untuk membuat budaya tersebut tetap eksis. Misalnya perlombaan pembuatan permen LH dan tentukan siapa yang bakal menjadi penanggung jawab.

  1. Menyelenggarakan Event Nasional atau Pentas Seni

Pemerintah bisa menjaga kelestarian budaya tradisional dengan sering membuat event skala kecil maupun besar untuk kebudayaan tertentu. Pentas seni contohnya, pemerintah bisa melakukan perlombaan untuk pameran budaya yang anggun. Bisa dengan lomba menari, pembuatan produk dari budaya yang dimiliki hingga jika produk tersebut berupa kain, bisa dilakukan fashion show dengan menggunakan hasil produk dari kain tersebut. Banyak yang bisa dilakukan untuk menjaga budaya.

Pelestarian budaya yang dilakukan ini tidak hanya cukup dengan UU ataupun PP soal larangan masyarakat mencoreng nilai budaya. Tetapi jauh dari itu, sangat penting untuk parekraf selaku pemegang peran di kebudayaan untuk menjaga seluruh kekayaan yang dimiliki.

Tekstil Ramah Lingkungan dengan Menggunakan Bahan Tencel

Tekstil ramah lingkungan kini sudah banyak dilirik sebab memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan, namun tidak mengurangi kualitas dari pakaian. Berbagai cara dilakukan untuk menghindari textile waste dengan berbagai dampaknya. Berbagai produk aman untuk lingkungan memiliki cakupan berupa bahan maupun metode yang dilakukan. keduanya harus telah teruji tidak berbahaya untuk manusia maupun alam di sekitarnya, mulai dari serat digunakan, pembuatan, hingga sisanya.

Bahkan pengembangan dan inovasi ramah lingkungan yang dilakukan salah satunya adalah dengan penggunaan bahan yang mudah didaur ulang. Cara ini, sekaligus memiliki manfaat lain seperti mengurangi biaya produksi, menekan anggaran pengolahan limbah, dan lainnya. Tencel kini mulai diperkenalkan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut. sebab bahan ini tidak hanya aman untuk alam sekitarnya, namun juga memiliki beberapa kelebihan lainnya terutama bagi konsumen.

Penggunaan Bahan Tencel untuk Tekstil Ramah Lingkungan

Penggunaan tencel ini memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan lainnya, terutama untuk menjaga alam sekitar. Berikut adalah beberapa keunggulan berkenaan tentang penggunaan bahan ini dalam industri tekstil.

  1. Alami

Tencel merupakan kain yang berbahan premium sebab terbuat dari serat kayu dalam hutan maupun perkebunan lalu diproses secara berkelanjutan. Untuk memanen bahan dasar ramah lingkungan ini juga tidak sembarangan. Sumber panen sudah harus memiliki sertifikat. Selain itu, kontrol juga perlu dilakukan untuk menghasilkan kualitas bagus untuk digunakan konsumen.

  1. Proses Aman

Penggunaan bubuk kayu selulosa, prosesnya juga menggunakan teknologi pelarut yang sudah modern sebagai bentuk pengembangan dan inovasi ramah lingkungan sehingga aman. Bahan ini tidak berbahaya digunakan untuk manusia. Prosesnya adalah dengan melarutkan bubuk kayu menggunakan amine oxide yang aman dan tidak beracun. Selanjutnya, hasil pencampuran tersebut didorong dalam lubang kecil sehingga menghasilkan benang untuk kemudian ditenun dan dijadikan kain berkualitas.

  1. Mudah Didaur Ulang

Kelebihan penggunaan bahan tencel lainnya adalah mudah untuk didaur ulang sepenuhnya dan digunakan berulang kali. Sebab material ini memang didesain secara khusus untuk dapat diproses kembali tanpa membahayakan sekitar. Produk dari penggunaan tancel bisa diproses kembali untuk pakaian baru atau produk-produk lainnya. Karena produksi menggunakan bahan tidak beracun sehingga kualitas tinggi dan dapat terdegradasi aman dan ramah lingkungan.

  1. Warna Tahan Lama

Benang sudah warna dan tahan lama menjadi keunggulan lainnya karena pewarna bisa menyerap dengan sempurna dalam serat. Selain itu, berbeda dengan bahan lain yang mudah memudar, tancel lebih awet meskipun telah dicuci berulang kali.

  1. Dapat Dikombinasi Serat Lain

Bahan ini juga dapat dikombinasikan dengan berbagai serat lainnya sehingga menghasilkan kualitas yang jauh lebih baik dan lembut. Serat yang digunakan bisa menggunakan alami maupun sintetis. Jika menggunakan serat alami, maka bahan yang digunakan bisa menggunakan tumbuhan, hewan, maupun proses geologis. Penggunaan serat yang alami memungkinkan terjadinya pelapukan.

Beberapa serat tumbuhan adalah linen dan rami, buah, daun dan serat biji, juga kapas. Sementara jika menggunakan hewan misalnya adalah wol dari bulu domba atau sutera yang dihasilkan dari ulat sutera. Sementara itu, bahan sintetis merupakan jenis yang terbuat dari tangan manusia, umumnya dari petrokimia. Beberapa bahan sintetis juga menggunakan selulosa alami seperti rayon. Jenis ini jauh lebih tahan lama dan kuat dari gesekan.

Textile waste atau limbah tekstil bisa memberikan dampak buruk terhadap lingkungan sehingga perlu cara untuk mengatasinya. Penggunaan bahan yang dapat didaur ulang menjadi salah satu upaya tekstil ramah lingkungan untuk menjadi solusi terbaik.