Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: Textiel

Cara Menjaga Kelestarian Budaya Tradisional oleh Pemerintah

Regulasi pemerintah memiliki efek yang besar terhadap kelestarian budaya di Indonesia. Hampir semua lini budaya membutuhkan kontribusi yang lebih besar dari pemerintah untuk tidak hilang di era modern ini. Apalagi, semua sudah bisa dikembangkan secara global. Indonesia sebagai negara yang memiliki masyarakat dengan kebudayaan yang tinggi harus selalu dijaga semuanya. Apalagi di tengah arus modernisasi dan pengaruh budaya lain juga lebih cepat, maka sudah seharusnya ada langkah konkrit agar kekayaan alam terjaga.

Pelestarian budaya adalah sesuatu yang wajib masuk ke dalam UU dan PP sehingga semua lini masyarakat maupun pemerintah sadar soal apa yang harus dilakukan agar semua ini dapat terjaga. Akan tetapi, industri pengembangan budaya masih belum menjadi fokus utama. Masih banyak yang diabaikan sehingga kita dapat lihat generasi baru yang enggan belajar tentang budaya dan mulai kehilangan identitas daerah. Belum lagi bahasa dan kebudayaan sudah luntur dan beberapa diantaranya sudah hilang. Parekraf punya peran besar disini!

Apa Saja Peran Pemerintah dalam Menjaga Kelestarian Budaya Tradisional di Era Modern?

Seperti yang sudah kami katakan, sektor pemerintah memiliki peran besar untuk membuat kekayaan alam dan sosial tetap terjaga. Bukan berarti karena sudah melimpah, kita menjadi lebih enggan mendata satu per satu kekayaan yang dimiliki hingga dicuri negara lain. Sudah banyak kasus seperti itu dan setelahnya baru merasa dirugikan. Maka dari itu, Parekraf wajib mengajak masyarakat serta melaksanakan program yang bisa membuat semua budaya yang dimiliki kita tidak hanya bertahan, tetapi juga lebih berkembang. Caranya adalah:

  1. Menjadi Motor Penggerak Masyarakat

Ketika pemerintah tahu kalau pada dasarnya kebudayaan ini bisa hilang seiring adanya generasi baru, maka sudah seharusnya dikeluarkanlah regulasi pemerintah yang bisa menengahi. Dengan UU dan PP soal sosial budaya, masyarakat akan lebih sadar. Dengan adanya itu juga Pemerintah bisa mengatur siapa yang memegang peran yang paling besar untuk menjaga kebudayaan tersebut. Misalnya tentang Permen LH, maka ada yang bertanggung jawab seturut regulasi agar lebih beragam juga.

  1. Menjadi Inisiator dan Penghubung dengan Dunia Internasional

Sebuah budaya jika hanya dibiarkan saja pasti akan pelan-pelan hilang. Akan sangat sayang jika budaya tersebut adalah kekayaan tradisional, tetapi menjadi hilang seiring berjalannya waktu. Tetapi, parekraf bisa membuat ini sebagai aset di level global. Yang dimaksudkan disini adalah, Pemerintah wajib memiliki inisiatif untuk membuat produk industri budaya ini dikenal lebih luas. Selain membuat budaya itu tidak hilang ditelan zaman, daerah juga bisa mendapat keuntungan tambahan dari sana.

  1. Memberikan Dukungan Penuh

Akan tetapi, jika regulasi pemerintah untuk membuat suatu budaya itu dikenal lebih luas belum disetujui oleh masyarakat lokal, maka yang dapat dilakukan adalah dengan membuat apresiasi setiap ada yang mau mengelola budaya tradisional tersebut. Nantinya pemerintah bisa menjadi sponsor atau sekedar apresiator setiap kali adanya event tradisional untuk membuat budaya tersebut tetap eksis. Misalnya perlombaan pembuatan permen LH dan tentukan siapa yang bakal menjadi penanggung jawab.

  1. Menyelenggarakan Event Nasional atau Pentas Seni

Pemerintah bisa menjaga kelestarian budaya tradisional dengan sering membuat event skala kecil maupun besar untuk kebudayaan tertentu. Pentas seni contohnya, pemerintah bisa melakukan perlombaan untuk pameran budaya yang anggun. Bisa dengan lomba menari, pembuatan produk dari budaya yang dimiliki hingga jika produk tersebut berupa kain, bisa dilakukan fashion show dengan menggunakan hasil produk dari kain tersebut. Banyak yang bisa dilakukan untuk menjaga budaya.

Pelestarian budaya yang dilakukan ini tidak hanya cukup dengan UU ataupun PP soal larangan masyarakat mencoreng nilai budaya. Tetapi jauh dari itu, sangat penting untuk parekraf selaku pemegang peran di kebudayaan untuk menjaga seluruh kekayaan yang dimiliki.

Tekstil Ramah Lingkungan dengan Menggunakan Bahan Tencel

Tekstil ramah lingkungan kini sudah banyak dilirik sebab memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan, namun tidak mengurangi kualitas dari pakaian. Berbagai cara dilakukan untuk menghindari textile waste dengan berbagai dampaknya. Berbagai produk aman untuk lingkungan memiliki cakupan berupa bahan maupun metode yang dilakukan. keduanya harus telah teruji tidak berbahaya untuk manusia maupun alam di sekitarnya, mulai dari serat digunakan, pembuatan, hingga sisanya.

Bahkan pengembangan dan inovasi ramah lingkungan yang dilakukan salah satunya adalah dengan penggunaan bahan yang mudah didaur ulang. Cara ini, sekaligus memiliki manfaat lain seperti mengurangi biaya produksi, menekan anggaran pengolahan limbah, dan lainnya. Tencel kini mulai diperkenalkan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut. sebab bahan ini tidak hanya aman untuk alam sekitarnya, namun juga memiliki beberapa kelebihan lainnya terutama bagi konsumen.

Penggunaan Bahan Tencel untuk Tekstil Ramah Lingkungan

Penggunaan tencel ini memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan lainnya, terutama untuk menjaga alam sekitar. Berikut adalah beberapa keunggulan berkenaan tentang penggunaan bahan ini dalam industri tekstil.

  1. Alami

Tencel merupakan kain yang berbahan premium sebab terbuat dari serat kayu dalam hutan maupun perkebunan lalu diproses secara berkelanjutan. Untuk memanen bahan dasar ramah lingkungan ini juga tidak sembarangan. Sumber panen sudah harus memiliki sertifikat. Selain itu, kontrol juga perlu dilakukan untuk menghasilkan kualitas bagus untuk digunakan konsumen.

  1. Proses Aman

Penggunaan bubuk kayu selulosa, prosesnya juga menggunakan teknologi pelarut yang sudah modern sebagai bentuk pengembangan dan inovasi ramah lingkungan sehingga aman. Bahan ini tidak berbahaya digunakan untuk manusia. Prosesnya adalah dengan melarutkan bubuk kayu menggunakan amine oxide yang aman dan tidak beracun. Selanjutnya, hasil pencampuran tersebut didorong dalam lubang kecil sehingga menghasilkan benang untuk kemudian ditenun dan dijadikan kain berkualitas.

  1. Mudah Didaur Ulang

Kelebihan penggunaan bahan tencel lainnya adalah mudah untuk didaur ulang sepenuhnya dan digunakan berulang kali. Sebab material ini memang didesain secara khusus untuk dapat diproses kembali tanpa membahayakan sekitar. Produk dari penggunaan tancel bisa diproses kembali untuk pakaian baru atau produk-produk lainnya. Karena produksi menggunakan bahan tidak beracun sehingga kualitas tinggi dan dapat terdegradasi aman dan ramah lingkungan.

  1. Warna Tahan Lama

Benang sudah warna dan tahan lama menjadi keunggulan lainnya karena pewarna bisa menyerap dengan sempurna dalam serat. Selain itu, berbeda dengan bahan lain yang mudah memudar, tancel lebih awet meskipun telah dicuci berulang kali.

  1. Dapat Dikombinasi Serat Lain

Bahan ini juga dapat dikombinasikan dengan berbagai serat lainnya sehingga menghasilkan kualitas yang jauh lebih baik dan lembut. Serat yang digunakan bisa menggunakan alami maupun sintetis. Jika menggunakan serat alami, maka bahan yang digunakan bisa menggunakan tumbuhan, hewan, maupun proses geologis. Penggunaan serat yang alami memungkinkan terjadinya pelapukan.

Beberapa serat tumbuhan adalah linen dan rami, buah, daun dan serat biji, juga kapas. Sementara jika menggunakan hewan misalnya adalah wol dari bulu domba atau sutera yang dihasilkan dari ulat sutera. Sementara itu, bahan sintetis merupakan jenis yang terbuat dari tangan manusia, umumnya dari petrokimia. Beberapa bahan sintetis juga menggunakan selulosa alami seperti rayon. Jenis ini jauh lebih tahan lama dan kuat dari gesekan.

Textile waste atau limbah tekstil bisa memberikan dampak buruk terhadap lingkungan sehingga perlu cara untuk mengatasinya. Penggunaan bahan yang dapat didaur ulang menjadi salah satu upaya tekstil ramah lingkungan untuk menjadi solusi terbaik.

Kolaborasi Budaya dan Teknologi pada Perkembangan Tenun

Menjadi sebuah warisan turun-temurun membuat kolaborasi budaya dan teknologi sangat diperlukan untuk mendukung penenun atau disebut juga partonun. Sebab pembuatannya kini bukan hanya meningkatkan ekonomi namun juga untuk memperkenalkan jati ini. Penggunaan kain ini juga semakin berkembang dari waktu ke waktu dan diminati oleh banyak orang, bahkan hingga desainer ternama. Paduan warna serta corak-corak yang khas menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Peran pemerintah untuk memperkenalkan hasil warisan budaya sendiri juga ikut mendorong produktivitas serta penjualan semakin meningkat. Selain itu, berbagai wawasan baru akhirnya didapatkan oleh penenun yang mayoritas adalah perempuan karena peran pemerintah. Berbagai program-program lainnya juga mulai dijalankan untuk memberikan dukungan terhadap wirausaha untuk meningkatkan kapasitas dalam industri kreatif. Bukan hanya itu saja, program ini juga dapat melestarikan warisan tidak benda dari berbagai aspek.

Kolaborasi Budaya dan Teknologi Kain Tenun

Beberapa kolaborasi pada perkembangan penenun di Indonesia tentu saja tidak lepas dari peran banyak pihak. Peran-peran tersebut yang telah membawa pangsa pasar untuk tenunan ini menjadi lebih luas bahkan hingga internasional:

  1. Peran Pemerintah

Seperti telah diketahui bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia sudah menerapkan satu hari dengan batik, maka kebijakan satu hari dengan tenun juga mulai diterapkan pemerintah lokal. Beberapa daerah di antaranya Sumbar, Sulteng, Lombok Tengah, dan lainnya. Ada banyak manfaat dari adanya kebijakan ini, seperti misalnya penenun mulai memahami bahan dari kain sangat penting dipertimbangkan dalam perkembangan fashion. Selain itu, juga menambah pengetahuan berkenaan lambang maupun ciri khas daerah masing-masing.

Bahan yang digunakan juga akhirnya menekankan pada kenyamanan sehingga dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan benang sebagai bahan dasar dipilih berdasarkan kualitas terbaik dengan tujuan meningkatkan dan melestarikan budaya lokal.

  1. Desainer Ternama

Kecantikan dari berbagai motif serta warna yang menarik perhatian membuat sejumlah desainer mulai mempopulerkannya. Bukan hanya di pamerkan secara nasional saja namun juga mulai merambah kancah internasional. Misalnya saja desainer Oscar Lawalata yang memiliki ketertarikan dengan hasil tenun NTT hingga menjadikannya bahan fashion. Hasilnya dipamerkan dalam kompetisi International Young Creative Entrepreneur di London.

Desainer lainnya adalah Monique Soeriaatmaja yang juga berperan besar dalam memperkenalkan warisan Indonesia ini di mancanegara. Monique memperkenalkannya di berbagai ajang internasional seperti Fashion Scout London Fashion Week pada 2008. Terakhir Merdi Sihombing untuk memperkenalkan Ulos yang menjadi khas dari Sumatra Utara. Dengan berbagai pendekatan dan eksplorasi, penggunaan ulos untuk fashion menjadi salah satu cara Merdi Sihombing memperkenalkan serta mendekatkannya pada masyarakat.

  1. Kolaborasi UNESCO Citi Indonesia

Sebagai salah satu ciri khas bangsa selain batik, membuat berbagai program untuk mendukung penenun mulai banyak dilakukan. Salah satunya adalah kolaborasi UNESCO Citi Indonesia dengan para penenun di berbagai wilayah. Dengan program ini, peningkatan pendapatan dari pada wirausaha kain tenun menjadi meningkat. Selain itu, cara ini juga sangat efektif dalam regenerasi penenun muda agar kegiatan menenun tidak hilang termakan zaman.

  1. Penggunaan Teknologi

Penggunaan teknologi yang semakin maju juga sangat berperan dalam melestarikan kain tenun ini lebih luas. Salah satunya adalah penggunaan media sosial sebagai tempat untuk mempromosikannya pada calon konsumen.

Pembeli tidak hanya dari konsumen lokal saja, bahkan tidak sedikit juga pembeli dari mancanegara. Hal ini membuktikan bahkan budaya luhur bangsa bisa berjalan seiring dengan teknologi yang semakin maju. Warisan budaya sudah semestinya terus dilestarikan dan diperkenalkan bukan hanya dalam negeri sendiri namun juga mancanegara. Berbagai kolaborasi budaya dan teknologi dapat dilakukan karena keduanya dapat berjalan beriringan.

Menenun Menjadi Budaya Turun Menurun yang Wajib Dilestarikan

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya, bahkan hingga kini masih ada budaya turun temurun yang masih diterapkan dalam kehidupan masyarakatnya. Hal inilah yang membuat budaya tersebut dinilai spesial, dan wajib dilestarikan oleh generasi saat ini. Keberagaman budaya menjadi keunikan tersendiri dan pastinya harus dijaga, agar tidak hilang akibat perkembangan teknologi atau pengaruh budaya negara lain. Tentu hal tersebut tidak mudah dilakukan, karena pengaruh negara asing terhadap generasi saat ini begitu besar.

Kain tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang masih eksis hingga kini, beberapa generasi muda sudah mulai melestarikan beberapa kain yang berasal dari daerah di Indonesia. Bahkan mereka menyesuaikan dengan gaya masing-masing, agar tetap terlihat modern. Keberagaman dari setiap daerah di Indonesia menghasilkan keunikan tersendiri, hal itu juga berpengaruh terhadap motif kain yang bervariasi. Tenun menjadi salah satu kain yang memiliki motif beragam, dan masih banyak digunakan hingga kini.

Hubungan Budaya dan Adat dalam Mengangkat Keunikan Daerah di Indonesia

Kain dari setiap daerah biasanya digunakan untuk upacara adat pada daerah mereka masing-masing, namun di daerah perkotaan misalnya, mereka memanfaatkan kain tersebut untuk dipakai pada acara formal, seperti pernikahan. Masyarakat Indonesia berasal dari daerah berbeda-beda, sehingga adat dan budaya yang mereka angkat juga beragam. Biasanya pada saat menghadiri acara formal, mereka akan mengenakan pakaian adat sesuai dari daerah mereka masing-masing.

Kehadiran tenun juga bisa menjadi salah satu cara bagi masyarakat Indonesia, agar bisa memperkenalkan kebudayaan setiap daerah kepada masyarakat lokal maupun internasional. Hal tersebut juga bertujuan, agar generasi saat ini bisa meneruskan kebudayaan yang sudah menjadi warisan turun menurun. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan zaman, berpengaruh besar terhadap kebudayaan di negara kita.

Oleh karena itu penting bagi para generasi muda, untuk memperkenalkan kebudayaan masing-masing daerah atau setidaknya terus melestarikan kebudayaan tersebut agar tidak terlupakan. Keindahan setiap kain dihasilkan pada setiap daerah, tentunya memiliki maksud atau nilai tersendiri yang ingin disampaikan. Budaya dan adat pada masing-masing daerah Indonesia, begitu erat kaitannya dalam mengangkat keunikan dari masing-masing budaya.

Ciri Khas Daerah yang Membuat Kain Tenun Menjadi Spesial

Keberagaman tenun dari setiap daerah, menciptakan ciri khas tersendiri dan membuat kain ini menjadi spesial serta berharga bagi masyarakat Indonesia.

1.   Suku Jawa

Jawa menjadi salah satu suku mayoritas yang paling mudah ditemukan, salah satu motif tenun berasal dari suku ini adalah Tenun Troso, berasal dari daerah Jepara, Jawa Tengah. Meskipun melalui banyak tahapan dalam pembuatannya, namun jenis bahan ini banyak dicari oleh para wisatawan.

2.   Sunda

Kain tenun Baduy merupakan salah satu jenis bahan berasal dari Jawa Barat, dan memiliki motif kaya akan makna serta bernilai historis tinggi.

3.   Betawi

Suku ini biasanya dikenal dengan kain batiknya, namun kini suku tersebut juga memiliki kain tenun yang memiliki ciri khas sesuai dengan kota Jakarta. Terdapat ornamen ondel-ondel, monas, corak bunga dan motif unik lainnya.

4.   Bali

Ada banyak jenis kain tenun berasal dari pulau Dewata, mulai dari Poleng, Songket, Cepuk, Kling, Gedongan, Gringsing dan masih banyak lagi.

5.   Lombok

Tenun songket dan tenun rang-rang, menjadi motif tenun paling populer akhir-akhir ini, banyak wisatawan yang menjadikan kain tersebut sebagai oleh-oleh.

6.   Dayak

Salah satu kain tenun sering digunakan adalah Kain Kebat, dikenal sebagai pakaian mewah yang hanya digunakan saat upacara besar, dan memiliki motif alam, seperti hewan dan tumbuhan.

7.   Sumatera

Ulos, Pandai Sikek, Songket Palembang dan masih banyak lagi yang berasal dari daerah ini. Setiap daerah memiliki keunikannya tersendiri, yang membuat setiap kain memiliki estetika berbeda-beda. Saat ini masyarakat Indonesia berusaha mengembangkan ide inovasi benang candimas berbahan Tencel, yang saat ini telah banyak dimanfaatkan untuk membuat kain tenun.