Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: serat alam

Benang Candimas Berbahan Alam yang Ramah untuk Lingkungan

Dalam menjaga industri tekstil tradisional, hal yang perlu dilakukan adalah menggunakan benang candimas berbahan alam. Karena memiliki kualitas yang terjamin. Salah satu alasan mengapa perlu menjaga industry tekstil tradisional karena itu merupakan peninggalan.

Sejarah yang ada didalamnya tidak bisa diabaikan begitu saja. Hampir setiap daerah memiliki kain tradisional yang harus dijaga dan dilestarikan. Ini dilakukan agar kain ini tidak punah atau kalah dengan kain-kain modern.

Terlebih di Indonesia sendiri tidak hanya satu dua kain tradisional, namun hampir seluruh tempat yang bermukim memilikinya. Jadi tanggung jawab melestarikan ini menjadi tanggung jawab bersama.

Mengenal Benang Candimas Berbahan Alam

Begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian tekstil tradisional. Misalnya dengan menggunakan benang candimas dari bahan alam. Benang ini merupakan salah satu benang yang dimiliki oleh Indonesia dengan kualitas terbaik.

Benang yang terbuat dari bahan alam ini adalah bahan yang diambil dari tencel. Bahan tencel merupakan bahan yang diambil dari alam. Karena bahan ini berasal dari serat kayu yang sudah memiliki sertifikat resmi.

Oleh sebab itu dikatakan bahwa benang candimas berbahan alam. Karena memang bahan dasar yang dimilikinya berasal dari serat kayu yang ada di alam. Karena bahan dasarnya yang dimiliki oleh benang ini merupakan bahan dasar yang diambil dari alam, tidak heran jika ia menjadi benang yang ramah linkungan.

Bahan-bahan yang digunakan didalamnya memiliki kandungan bahan organik, jadi tidak akan mencemarkan lingkungan. Berbeda dengan bahan yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan.

Karena bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan nantinya bisa menyebabkan salah satu kerusakan lingkungan. Maka dari itu pemilihan benang candimas menggunakan bahan dari alam adalah pilihan terbaik.

Keunggulan dari Benang Candimas Berbahan Alam

Selain dijamin memiliki bahan yang ramah lingkungan, bahan ini juga memiliki ragam keunggulan yang ada didalamnya. Setiap keunggulan ini hanya dimiliki oleh benang candimas.

Maka jika ingin menjadi membuat industry tekstil tradisional tetap terjaga baik bentuk dan kualitasnya memilih benang ini adalah pilihan terbaik. Memilih benang candimas dari bahan alam itu sangatlah baik dilakukan. Terlebih keunggulan yang dimiliki oleh benang ini benar-benar sangat baik untuk digunakan.

  1. Memiliki Penampilan Indah Seperti Sutra

Keunggulan benang candimas yang pertama yakni karena benang ini mampu menciptakan kualitas kain yang sangat indah dan berkilau seperti sutra. Jadi apabila menggunakan benang candimas pada kain tradisional yang akan dibuat.

Maka kualitasnya akan lebih baik. Karena ketika dilihat secara kasat mata akan terlihat keindahannya. Jadi bahkan sebelum disentuh saja, orang yang melihatnya langsung menyadari bahwa kain tradisional yang menggunakan benang ini akan bersinar seperti sutra.

  1. Lembut Ketika Disentuh

Selain itu, benang candimas juga memiliki keunggulan lainnya. Yakni keunggulan pada saat disentuh akan dirasa kelembutan yang luar biasa. Kadang kala orang lain selain akan melihat pastinya juga akan menyentuhnya.

Ini sifat alami karena menyentuh kain itu dipercaya dapat mengetahui kualitas bahan yang digunakan. Untuk itu ketika Anda menggunakan benang candimas akan terasa lembut saat disentuh. Dengan begitu kualitas dari kain tradisional tersebut bisa langsung diketahui.

  1. Memiliki Daya Serap yang Baik

Keunggulan benang candimas selanjutnya adalah memiliki daya serap yang lebih baik. Setiap kain tradisional tentunya adalah bahan yang dibuat secara khusus. Oleh karena itu tidak heran jika setiap kain tradisional harus memiliki daya serap.

Terlebih biasanya kain-kain tradisional memiliki ukuran yang besar dan tebal. Akan tetapi semua hal tersebut akan didapatkan apabila menggunakan benang candimas.

Karena salah satu keunggulannya memang memiliki daya serap yang baik. Oleh karena itu apabila ingin menggunakan benang candimas berbahan alam itu adalah pilihan terbaik. Karena benang itu akan memberikan segala hal yang dibutuhkan.

Sejarah Pemintalan Benang dan Berbagai Macam Jenis Tenun

Terdapat banyak kain tradisional yang bisa Anda temukan di Indonesia, hal tersebut merupakan salah satu warisan berharga yang harus tetap dilestarikan oleh para generasi muda. Mungkin banyak orang yang mengira, bahwa kain tersebut hanya dapat digunakan pada acara formal. Padahal beberapa masyarakat di Indonesia, menggunakan kain tersebut di keseharian mereka dan tidak hanya menjadikannya sebagai pakaian saja, melainkan dapat diubah menjadi celana, rok, atau bahan pembuatan tas.

Salah satu kain terkenal serta banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah kain tenun, jenis bahan ini cukup terkenal hingga ke mancanegara. Banyak daerah penghasil jenis bahan ini yang terus membudidayakannya, seperti Nusa Tenggara Timur, Jepara, Tidore dan lainnya. Uniknya lagi, setiap daerah memiliki karakteristik atau keunikannya tersendiri dari setiap kain yang mereka buat. Tentu saja hal ini membuat keberagaman Indonesia semakin kaya, dan sudah menjadi kewajiban bagi para generasi muda untuk terus melestarikannya.

Sejarah Pemintalan Benang yang Perlu Diketahui

Jenis bahan ini terbuat dari berbagai serat alam, yang bisa dengan mudah Anda temukan, seperti kapas, serat kayu, sutra dan masih banyak lagi. Diketahui bahwa kain ini ditemukan lebih dari 3000 tahun lalu, di daerah Sumba Timur, Yogyakarta, Melolo, Gilimanuk dan Gunung Wingko. Awalnya kegiatan menenun sudah ada sejak 500SM, pada negara-negara seperti Mesir, India, Turki dan lainnya. Kegiatan menenun hampir sama dengan memintal benang, sejak zaman dulu tentu saja alat yang digunakan lebih tradisional.

Hanya mengandalkan bahan dari alam yaitu kayu, masyarakat daerah bisa mengalihfungsikan bahan tersebut menjadi alat pemintal benang. Hingga di zaman modern seperti saat ini, alat tersebut sudah dibuat menjadi lebih praktis dan mampu menghasilkan kain dalam waktu singkat. Kini Anda bisa memesan kain tradisional dalam jumlah besar dalam waktu singkat, tidak seperti saat menggunakan alat tradisional, dimana semua pekerjaan dilakukan secara mandiri dan membutuhkan lebih banyak waktu.

Beberapa perusahaan memilih kapas sebagai bahan serat untuk membuat kain tradisional, kemudian mereka melakukan proses spinning atau pemintalan, lalu proses penenunan menjadi kain yang dikenal dengan istilah weaving. Selanjutnya adalah proses perawatan kain yang telah jadi, disebut juga sebagai finishing, setiap bahan yang telah selesai nantinya bisa diubah ke dalam bentuk pakaian, tas, sarung dan lainnya.

Berbagai Macam Kain Tenun dan Pakaian dari Kain Tenun

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa kebanyakan bahan tersebut digunakan untuk dijadikan sebagai pakaian baik itu baju, celana atau rok. Berikut ini kami akan menjelaskan, ada apa saja jenis bahan yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

1.   Lurik

Jenis bahan ini berasal dari daerah Yogyakarta, Solo juga Jawa Tengah, awalnya dibuat menggunakan alat tradisional atau non mesin. Ciri khas dari kain ini adalah terdapat garis-garis dengan warna solid, yang membuat kain ini terlihat cantik.

2.   Ulos

Jenis Ulos biasanya dimanfaatkan sebagai pakaian tradisional, berasal dari daerah Sumatera Utara. Karakteristik Ulos adalah terdapat warna hitam, merah dan cokelat, kemudian ditambah dengan akses perak dan emas pada bahan ini.

3.   Sumba

Jenis ini memakan waktu paling lama dalam proses pembuatannya, hal ini dikarenakan bahan tersebut dibuat dengan tenaga manusia. Sehingga membutuhkan waktu sekitar 4 bulan hingga proses menahun. Ciri khas dari bahan Sumba, terdapat motif serta makna beragam dan terinspirasi dari hewan.

4.   Toraja

Tenun Toraja mencerminkan keindahan daerah Toraja, menampilkan motif erat kaitannya dengan etnis dan tradisional. Anda akan langsung mengenali bahan Toraja setelah melihatnya, karena memiliki ciri khas tersendiri yang membuat Toraja semakin dikenal.

Masyarakat Indonesia memang patut berbangga, karena memiliki berbagai macam jenis bahan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, berkat nenek moyang kita yang telah membuatnya sejak dahulu. Itu dia sejarah dan berbagai jenisnya yang harus Anda ketahui. Proses pemintalan benang pada masing-masing kain juga berbeda-beda, sehingga terdapat ciri khas dan keunikannya tersendiri.

Presiden Joko Widodo Apresiasi Produk Lakumas

SOLO – PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati (Lakumas) ikut memeriahkan puncak acara Hari Batik Nasional yang diselenggarakan di Pura Mangkunegaran, Solo, Rabu (2/10). Produk Lakumas yang dipamerkan di Booth Lenzing x Lakumas mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang datang berkunjung.

“Bagus, bagus,” kata Presiden saat berkunjung ke Booth Lenzing x Lakumas.

Menteri Perindustrian 2019 Airlangga Hartato dan Keluarga memuji produk lakumas
TERIMA KUNJUNGAN – Direktur PT Lakumas Erick Halim (kanan) menerima kunjungan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Booth Lenzing x Lakumas.

Kepada Presiden dan Menteri Perindustrian, Direktur PT Lakumas Erick Halim menunjukkan sarung goyor Tegal yang bahan bakunya dari serat sampai menjadi kain diproduksi di Indonesia. Menteri Perindustrian Airlangga Hartato juga memberikan apresiasi terhadap produk ekspor dengan produksi serat, benang, sampai menjadi kain ATBM di dalam negeri.

Booth Lenzing x Lakumas juga sebelumnya dikunjungi Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih.

Dikunjungan Dirjen IKMA, Erick menunjukan kain batik dari Pasuruan yang menggunakan serat terbarukan yang diproduksi Lenzing dan dipintal PT Lakumas di Tegal.

Untuk acara kali ini, Lakumas sebagai bagian dari Industri Pemintalan Benang bersama KaIND menampilkan selendang dengan campuran sutra. “Yakni, kombinasi sutra alami yang dibudidaya petani di Jawa Timur dan serat organik yang menghasilkan kain bertekstur unik, serta menyerap warna sangat baik dalam proses pembatikan,” ungkap Erick. (nam/adv/adi)

 

Sumber : Radar Tegal|Jumat, 04 Oktober 2019|Hal 8

 

Mari bersama #IndonesiaMaju #majubersamalakumas #industripemintalanbenang