Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: ramah

Tetap Jaga Protokol Kesehatan Persiapan Perayaan Tahun Baru

Hanya tersisa beberapa bulan lagi untuk menuju tahun baru 2022. Perayaan tahun baru di akhir tahun 2020 sempat dilarang karena masih dalam masa pandemi yang belum terkendali. Pada tahun 2021 ini menjadi pertanyaan apakah akan perbolehkan untuk melakukan perayaan atau tidak. Namun sampai saat ini belum ada kepastian khusus dari pemerintah mengenai perayaan ini.

Tetap Jaga Protokol Kesehatan Dalam Perayaan Akhir Tahun

Berbagaia cara saat ini sudah mulai dilonggarkan dan boleh dilakukan mulai dari pusat perbelanjaan sampai acara pernikahan. Namun dengan syarat harus selalu menjaga protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Kemungkinan pada tahun ini pelayan tahun baru bisa diselenggarakan namun dengan beberapa persyaratan. Khususnya harus tetap menjaga protokol kesehatan serta mengatur kerumunan.

Pemberlakuan daerah level PPKM juga menjadi faktor penentu dari perayaan akhir tahun ini. Di beberapa wilayah yang masih memiliki status level PPKM yang tinggi pastinya tidak akan bisa menyelenggarakan perayaan. Namun sebaliknya untuk daerah yang berstatus PPKM 1 atau 2 mungkin sudah bisa menyelenggarakan perayaan. Tapi tetap saja harus selalu mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Aturan Penerapan PPKM Level 1 dan 2

Seperti yang dikatakanolehpemerintahsaatinipenerapan PPKMtidakakandiberhentikansampai virus corona benar-benar hilang. Jadi penerapan PPKM akan terus berlanjut namun berubah tergantung dari proses penanganan covid di daerah masing-masing. Beberapa aturan yang diberikan oleh pemerintah untuk daerah dengan PPKM level 1 atau 2 ini bisa menjadi acuan menyelenggarakan perayaan. Karena aturan sudah dilonggarkan, berikut beberapa aturan pemerintah untuk daerah yang berstatus PPKM level 1 atau 2.

  1. KegiatanBelajarMengajar Daring

Sebenarnya untuk kegiatan belajar mengajar memang disarankan untuk dilakukan secara daring. Namun peraturan terbaru dari Menteri Pendidikan bahwa untuk daerah dengan PPKM level  1dan 2 bisa melakukan KBM tatap muka. Dengan catatan harus selalu mentaati protokol kesehatan dan melakukan sistem belajar shift atau sistem lainnya yang dapat mengurangi terjadinya kerumunan. Banyak sekolah yang sudah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka didaerah-daerah dengan status PPKM level 1 dan 2.

  1. Kegiatan Perkantoran  Atau Di Tempat Kerja Boleh 75% Dan Sisanya 25% Di Rumah

Daerah yang mempunyai status PPKM level 1 dan 2 sudah diperbolehkan untuk karyawan bekerja di kantor. Namun 20% nyadisarankan bekerja dirumah dan biasanya dikhususkan untuk eksekutif perusahaan yang bekerja dengan memantau dari rumah saja.

  1. Sektor Esensial Beroperasi 100%

Sektor esensial itu maksudnya adalah tenaga kesehatan, perhotelan, industri, konstruksi keuangan, perbankan dan lainnya. Sektor esensial ini menjadi proyek dan objek vital dalam proses berjalannya ekonomi dan kebutuhan sosial.

  1. Tempat Kebutuhan Pokok Boleh Beroperasi 100%

Tempat kebutuhan pokok itu misalnya pasar toko supermarket dan lainnya. Pusat perbelanjaan besar sudah bisa diakses namun dengan syarat harus memiliki kartu vaksin.

  1. Tempat Umum Ditutup Sementara

Tempat umum berupa ruang publik misalnya taman atau tempat wisata dan tempat untuk kegiatan seni budaya dan sosial. Untuk saat ini belum ada ketentuan pemerintah untuk memberikan kelonggaran bagi tempat-tempat umum ini untuk dibuka secara total. Melihat dari peraturan pemerintah untuk PPKM 1 dan 2 ini tidak ada kejelasan tentang perayaan akhir tahun. Hanya ada ketentuan tentang perayaan seperti pernikahan atau pelaksanaan acara olahraga dan diwajibkan bagi setiap orang untuk membawa kartu vaksin.

Mungkin pemerintah akan membuat peraturan baru atau peraturan tambahan menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat tahun baru nanti. Perayaan tahun baru bisa saja diperbolehkan untuk daerah dengan status PPKM rendah namun dengan syarat tetap jaga protokol kesehatan.

 

Apa Manfaat Kita Sebagai Pengguna Pakaian Ramah Lingkungan

Bahan ramah lingkungan sangat diperlukan saat ini. Untuk kebutuhan apa saja seperti kantong belanja, plasting pembungkus hingga pakaian. Tidak perlu heran, sebab saat ini sudah banyak tersedia dan dapat dibeli. Pakaian ramah lingkungan didapatkan dari kain yang diproduksi dari material organik. Produk organik dikenal lebih sehat bagi kesehatan manusia. Sebut saja skincare, bahan makanan serta obat-obatan.

Selain itu juga aman bagi lingkungan, tidak meninggalkan residu yang mencemari tanah dan sulit terurai. Tidak menyebabkan toxic bagi pengguna baik bahan yang dikonsumsi maupun dipakai di luar. Mengingat efek pemanasan global akibat pencemaran semakin mengkhawatirkan, sudah saatnya manusia beralih menggunakan pakaian yang aman. Sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab karena telah menggunakan bahan di alam.

Manfaat Menggunakan Pakaian dari Bahan Ramah Lingkungan

 

 

Memiliki karakteristik berbeda dengan material sintetis, benang yang kemudian dijadikan selembar kain dari bahan alami memiliki keunggulan. Berikut manfaat menggunakan pakaian dari bahan ramah lingkungan.

  1. Nyaman dikenakan

Serat alami tidak menimbulkan efek panas, berbeda dengan serat sintetis yang merupakan hasil pengolahan minyak bumi. Untuk produk fashion seperti tenun lebih adem di kulit. Menyerap keringat dengan baik layaknya kapas.

  1. Bermacam warna alami

Pakaian dari benang tencel yang berasal dari serat kayu mudah menyerap warna. Tidak perlu pewarnaan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan meninggalkan residu senyawa kimia. Cukup menggunakan pewarna alami berasal dari tumbuh-tumbuhan.

  1. Mudah diolah

Karakteristiknya lentur sehingga mudah diolah. Tidak hanya dijadikan selembar kain, selendang dan sejenisnya. Namun bisa digunakan untuk berbagai bentuk fashion wanita maupun pria.

  1. Berkarakter

Pewarnaan yang cerah dari bahan alami menghasilkan corak berkarakter. Salah satu produknya dapat dilihat dari tenun. Tenun juga menggunakan benang yang disebut candimas untuk mempertahankan ciri khas. Dari sepintas melihat, anda sudah langsung dapat membedakan mana kain organik asli dan bukan. Bisa juga diketahui dengan cara merabanya langsung. Serat yang dihasilkan lembut, halus dan memiliki kelenturan.

  1. Dapat dikombinasikan dengan bahan lain

Aneka warna yang dihasilkan dari pewarna alami menjadi daya tarik untuk dikombinasikan dengan bahan lain. Bahan organic ini bahkan semakin diminati sektor bisnis apparel dan konveksi sebagai bahan utama.

  1. Aman bagi lingkungan

Tidak menimbulkan rasa bersalah bagi pemakai karena tidak menyakiti alam. Aman bagi lingkungan karena selama proses pembuatannya tidak merugikan. Bebas polusi udara, air dan tanah. Meski diproduksi dalam skala besar, tidak menyebabkan efek pemanasan global. Pabrik beroperasi secara berkelanjutan, mengembalikan manfaat kepada lingkungan sekitar. Sehingga dihasilkan kembali kayu organik sebagai bahan mentah pembuatan benang tencel.

  1. Mudah terbiodegradasi

Sudah usang, tidak lagi dipakai, bisa saja dibuang. Tetap aman meski dibuang di tempat pembuangan sampah. Bahannya mudah terdegradasi oleh microorganism, didukung iklim dan kondisi lingkungan sekitar. Tidak dibutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk menyatu kembali dengan tanah. Tanah tidak tercemar, makhluk hidup tingkat rendah hingga pohon besar dapat hidup sebagaimana mestinya karena tanpa pencemaran.

  1. Menciptakan ekonomi berkelanjutan

Prinsip dari alam untuk alam sangat berkaitan dengan berjalannya fungsi ekonomi dan bisnis. Mengambil bahan mentah langsung dari alam berupa serat kayu, diolah dengan teknologi terbarukan, hasilnya dimanfaatkan manusia. Setelah tidak lagi dimanfaatkan sesuai fungsinya, dapat dikembalikan ke tanah. Berfungsi sebagai media tempat tanaman dan pohon tumbuh. Siklus daur ulang bahan ramah lingkungan seperti ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang akan terus berlangsung.

Berbagai Jenis Kemasan yang Diperlukan Oleh Pelanggan

Berbagai jenis kemasan yang diperlukan oleh pelanggan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Tentunya bagian ini juga sangat berkaitan dengan adanya pengiriman barang yang dilakukan dengan jarak yang berbeda. Sementara itu, banyak sekali yang bisa Anda bedakan kemasan sesuai keinginan. Misalnya saja ketika mengirim produk dalam bentuk barang yang mudah pecah, maka untuk pengemasannya berbeda.

Selain itu, adanya pengemasan juga memberikan keamanan produk yang akan dikirimkan. Tidak hanya itu, adanya pengemasan yang tepat dengan desain menarik juga memberikan nilai lebih pada produk. Tentunya semua kebutuhan pengemasan disesuaikan dengan keinginan dari konsumen Anda. Pengemasan juga tidak hanya untuk produk makanan saja, melainkan semua jenis produk memiliki pengemasan yang berbeda-beda.

Jenis – Jenis Kemasan Produk yang Perlu Diketahui

Beberapa jenis dari kemasan bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan produk yang akan dipasarkan. Berikut ini beberapa jenis yang bisa dipilih untuk proses tracking yang lebih mudah dilakukan.

  1. Primer

Jenis ini tentunya sangat penting dilakukan yang menjadi kategori pertama sebelum melanjutkan kejenis lainnya. Sederhananya pengemasan di bagian ini adalah yang bersentuhan langsung dengan produk. Bagian ini yang paling sering dan pasti digunakan untuk hampir semua produk. Beberapa jenis yang sering digunakan dalam bentuk sachet dan standing pouch dilengkapi label pada produknya.

  1. Sekunder

Bagian ini memberikan perlindungan lebih lengkap pada proses pengemasannya yang disebut juga sebagai secondary packaging. Jenis ini dibutuhkan oleh beberapa produk, misalnya produk makanan dan berbagai jenislainnya. Contohnya pada produk makanan memang sangat sensitif terhadap kualitas. Sehingga untuk menjaga kesegaran dan menghindari kerusakan maka diperlukan perlindungan tambahan pada produknya dengan lebih lengkap.

  1. Tersier

Jenis pengemasan ini akan sangat berguna pada pengiriman barang, apalagi dalam jarak jauh. Biasanya dalam bentuk ini terbuat dari bahan yang kuat seperti kardus, kayu dan cardboard. Misalkan pada lakumas menggunakan Lakumas Qrcode sebagai bentuk kode khusus untuk pengiriman barang. Proses pengiriman ini dilakukan dengan pengemasan yang aman dan terlindungi dengan baik.

Syarat Packing yang Baik

Ketika melakukan proses packing atau pengemasan barang, maka perlu menyesuaikan dengan standar. Berikut ini beberapa syarat yang harus dilengkapi dalam proses pengemasan barang dengan lebih aman.

  1. Tidak adanya toksin
  2. Memiliki biaya rendah
  3. Cocok dengan bahan yang akan dikemas
  4. Adanya kemudahan pembuangan kemasan bekas
  5. Menjamin sanitasi dan syarat-syarat kesehatan yang aman
  6. Adanya kemudahan dan keamanan saat mengeluarkan isinya
  7. Memiliki ukuran, berat dan bentuk yang sesuai
  8. Syarat khusus sesuai dengan kebutuhan lainnya

Syarat-syarat tersebut diperlukan untuk berbagai keperluan pengemasan yang lebih berkualitas hasilnya. Misalnya, dengan memiliki biaya rendah bukan berarti bahannya yang mudah tergores dengan barang di dalamnya. Contoh lain misalnya memiliki ukuran, berat dan bentuk yang perlu disesuaikan dengan barang di dalamnya. Jika misalnya kekecilan, maka tidak mampu menutupi barang secara penuh dan berisiko membuat barang rusak.

Begitu juga dengan pengemasan yang perlu menggunakan bahan yang cocok dengan barangnya. Misalnya ketika mengemas makanan basah dan menggunakan kemasan kardus maka tidak akan sesuai. Karena hal itulah semua bentuk packing yang dilakukan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Apalagi jika sebuah produk atau barang akan dikirim kedaerah yang jauh sehingga perjalanannya lama. Pentingnya pengemasan pada produk menjadi bagian penting jika Anda sedang menjalankan bisnis. Karena hal itulah banyak hal yang perlu diperhatikan, termasuk kemasan produk untuk melindunginya.

Keunggulan Bahan Tekstil Ramah Lingkungan bagi Anda

Sudahkah Anda tau, apa saja keunggulan yang dimiliki tekstil ramah lingkungan. Material ini pada umumnya memang sudah banyak digunakan oleh banyak orang dan perusahaan, dan hal ini tentunya membawa dampak positif bagi lingkungan juga kesehatan manusia kelak nantinya. Limbah tekstil memang menjadi salah satu ancaman bagi lingkungan, limbah yang dibuang kesungai atau aliran air bisa mencemari air tersebut dan akan berbahaya bagi manusia jika mengonsumsinya. Sedangkan jika dikubur di dalam tanah, maka tanah juga bisa tercemar.

Kini sudah banyak pilihan lebih aman, dan dapat dimanfaat kan sebagai bahan tekstil. Beberapa diantaranya adalah Tencel, Linen, Polyester Daur Ulang dan masih banyak lagi. Kini tidak ada hambatan bagi Anda dalam berbusana, sebab masih banyak pilihan bahan pakaian.

Pedagang menata kain di kiosnya di Pasar Tekstil Cipadu, Tangerang, Banten, Kamis, 17 September 2020. Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengatakan, penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total DKI Jakarta akan berdampak pada penyerapan produksi tekstil hulu maupun hilir dan berpotensi kehilangan pendapatan US$ 3 miliar per bulan. Foto:Ismail Pohan/TrenAsia

Industri fashion Indonesia yang semakin maju saat ini, pastinya akan membutuh kan banyak material tekstil. Bayangkan saja, jika dalam pembuatan pakaian tersebut menggunakan bahan tidak ramah lingkungan, pasti akan menghasilkan banyak limbah berbahaya bagi lingkungan.

Kelebihan Tekstil Ramah Lingkungan yang Aman bagi Kulit

Kenyamanan dalam berpakaian, merupakan salah satu tujuan yang dicari oleh penggunanya. Bahan material ramah lingkungan ini, memiliki keunggulannya tersendiri dan salah satunya adalah nyaman digunakan bagikulit, dan pastinya aman bagi lingkungan dan kesehatan.

1.   Material Lebih Nyaman Digunakan

Selalu gunakan pakaian ramah lingkungan, untuk mengurangi limbah tekstil yang bisa mengancam kesehatan lingkungan dan manusia. Lagi pula pakaian ramah lingkungan dianggap lebih nyaman digunakan, dibandingkan dengan bahan tekstil lainnya. Salah satunya adalah serat tumbuhan, yang diambil dari pohon Eucalyptus dan Beechwood mengandung bahan breathable, sehingga lebih sejuk dan lembut di kulit. Proses pembuatannya menggunakan teknologi termoregulasi, sehingga dapat menyesuaikan dengan suhu sekitar.

2.   Dapat Terurai di Dalam Tanah

Ini merupakan nilai tambah yang dimiliki oleh bahan alam, karena berasal dari alam maka proses penguraiannya menjadi lebih mudah. Hanya dalam waktu 12 hingga 16 minggu, maka serat alam tersebut dapat berubah menjadi kompos sehingga bisa digunakan sebagai pupuk. Selain dapat terurai kedalam tanah, bahan ini juga dapat didaur ulang kembali. Jika Anda tidak ingin menyia-nyiakan serat alam ini, Anda bisa mendaur ulang serta tersebut menjadi pakaian kembali, sehingga tidak ada sisa yang terbuang atau zero waste.

3.   Warna Tidak

Keunggulan lainnya yang dimiliki oleh serat alam adalah, bahan ini cenderung memiliki warna yang tahan lama. Berbeda halnya dengan jenis material tidak ramah lingkungan, saat dicuci beberapa kali dan dijemur di bawah sinar matahari maka warnanya mudah pudar. Salah satu material yang memiliki keunggulan serupa adalah Tencel, serat alami yang dimiliki oleh bahan ini membuat warna pakaian tidak mudah pudar. Selain itu spektrum warna yang dihasilkan cukup beragam, sehingga cocok digunakan pada pakaian dengan model apapun.

4.   Lebih Tahan Lama

Material tekstil dengan serat alami cenderung lebih tahan lama, jika dibandingkan dengan bahan tidak ramah lingkungan. Tingkat durabilitas pada material ramah lingkungan cukup tinggi, dan faktor tersebut yang membuat pakaian menjadi tahan lama dan lebih fleksibel. Selain itu perawatan material ini cukup mudah,Anda dapat mencucinya secara manual ataupun dengan mesincuci. Dengan kualitas bahan yang cukup baik, memang tidak salah jika banyak orang lebih memilih menggunakan material tersebut.

5.   Anti Bakteri

Salah satu material ramah lingkungan adalah Tencel, dimana material ini memiliki sifat anti bakteri. Karena bahan ini mudah menyerap keringat namun juga mudah kering, membuat bahan ini tidak cocok untuk menjadi tempat pertumbuhan bakteri. Pemanfaatan material ramah lingkungan, wajib menjadi pilihan utama bagi banyak orang dalam memilih pakaian. Dengan serat alami terkandung didalamnya, membuat pakaian ini nyaman untuk digunakan, sehingga selalu gunakan pakaian ramah lingkungan di keseharian anda.

Proses Pembuatan Tekstil Ramah Lingkungan yang Aman bagi Sekitar

Sudah banyak orang beralih menggunakan tekstil ramah lingkungan, sebab dengan semakin banyaknya kerusakan yang terjadi bumi dan salah satu penyebabnya adalah sampah atau bahan tekstil tidak dapat terurai di tanah, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Hal ini jika dibiarkan terus menerus bisa bertambah parah, terlebih lagi kain memang menjadi salah satu material tidak dapat terurai. Namun Anda tidak perlu khawatir lagi, sebab sisa kain yang sudah tidak digunakan bisa terurai di tanah dengan tekstil yang ramah lingkungan.

Sudah banyak referensi material yang tidak membuat sampah tekstil, sehingga proses pembuatannya lebih aman bagi manusia dan alam. Terlebih lagi bahan ini memiliki kelebihannya sendiri, dan dinilai lebih menguntungkan ketimbang bahan tekstil sebelumnya. Proses pembuatan material ramah lingkungan ini, hampir sama dengan pembuatan tekstillainnya. Yang membedakan adalah bahan yang digunakan, berikut kami akan mengajak Anda untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan tekstil dengan bahan ramah lingkungan.

Proses Pembuatan Tekstil Ramah Lingkungan yang Aman bagi Manusia

Proses produksi kain di Cimahi, Jawa Barat, 5 Februari 2020. TEMPO/Prima Mulia

Pembuatan tekstil memang sudah manusia lakukan sejak dahulu, meskipun teknologi sudah berkembang dengan cukup baik, namun pembuatan tekstil secara manual masih tetap dilakukan. Berikut kami akan menjelaskan kepada anda, tahapan proses pembuatan tekstil.

1.   Pemetikan

Ada berbagai bahan alam dapat dijadikan sebagai material tekstil oleh manusia, seperti halnya serat tumbuhan yang berasal dari selulosa, dan menghasilkan kain linen dan katun; serat hewan yang berasal dari protein dan dapat menghasilkan wol dan sutera dan masih banyak lagi. Setelah serat tersebut dipanen, maka tahapan selanjutnya adalah pemetikan pada serat tersebut. Pemetikan dilakukan dengan tujuan, agar tidak ada benda asing yang terdapat dalam serat, seperti kotoran, serangga atau pun daun.

2.   Carding

Lalu serat-serat tersebut akan disisir atau carding, tujuannya adalah menyelaraskan dan menggabungkannya menjadi tali longgar. Sebetulnya sudah ada mesin canggih untuk melakukan carding, namun beberapa orang masih menggunakan cara manual. Proses carding terbilang penting, sebelum lanjut ketahapan berikutnya. Setelah serat melalui proses ini, nantinya serat pendek dengan serat panjang akan terpisah. Jika serat tidak melalui proses carding, nantinya benang menjadi tidak rata,hasil dari proses carding ini dinamakan sliver.

3.   Pemintalan

Salah satu manfaat dari pemanfaatan bahan alam pada tekstil adalah, tidak membuat sampah tekstil.Tentunya hal tersebut akan berdampak positif bagi lingkungan sekitar, sebab tidakada limbah atau sampah yang akan menimbulkan kerusakan di air maupun tanah. Tahapan selanjutny aadalah pemintalan atau spinning, tahapan ini bertujuan untuk memproses kapas atau material alami lainny amenjadi benang. Proses spinning akan melalui beberapa tahapan di dalamnya, dan masih banyak orang yang melakukan tahapan ini secara manual.

4.   Warping

Tahapan ini benang akan dikumpulkan dan melilitkannya pada gulungan, lalu gulungan tersebut akan dipindahkan kedalam balok lungsin. Kemudian balok tersebut akan dipasang pada alat tenun, dan nantinya benang lungsin tersebut siap untuk ditenun. Proses warping sudah berjalan sejak dahulu, dan beberapa orang masih menggunakan cara manual yaitu alat tenun terbuat dari kayu. Sedangkan beberapa perusahaan sudah beralih menggunakan mesin canggih, yang prosesnya lebih singkat.

5.   Menenun

Tahapan selanjutnya adalah menenun, dimana serat alami seperti Tencel atau linen akan melewati tahapan ini. Di Indonesia sendiri, alat tenun tradisional yang masih digunakan hingga saat ini bernama Gedogan. Proses menenun ini akan melanjutkan proses warping sebelumnya, benang pakan akan diselipkan dengan benang lungsin melalui mesin ini dan nantinya akan menjadi kain. Tahapan ini terbilang cukup sulit, bagi Anda yang belum terbiasa menggunakan Gedogan. Proses pembuatan tekstil ramah lingkungan tersebut, tentunya melalui proses yang panjang. Dalam setiap tahapan terdapat fungsi yang cukup penting, dan saling berkaitan dengan proses berikutnya.