Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: Majubersamalakumas

Keunikan Serat Rami sebagai Bahan Baku Benang Lakumas

Serat rami menjadi salah satu material pembuatan kain yang populer. Sering dijadikan sebagai bahan untuk membuat pakaian wanita maupun pria. Kini hadir dalam berbagai warna yang bisa Anda dapat di pasaran.

Serat ini menjadi salah satu yang dipilih oleh industri tekstil karena memiliki kualitas unik. Dapat dikombinasikan dengan serat sintetis lainnya menghasilkan benang dengan karakter tersendiri sehingga nyaman untuk dijadikan pakaian.

 

Keunikan Serat Rami karena Merupakan Serat Alami

Rami merupakan bahan baku benang ramah lingkungan yang dihasilkan oleh tanaman Ramie atau dalam bahasa Latinnya Boehmeria niveau. Tanaman ini disebut juga dengan China Grass atau Linen Grass.

Serat ini merupakan serat tertua di dunia yang sudah dibudidayakan lebih dari 5.000 tahun lalu. Dahulu kala digunakan untuk tali dan kain oleh masyarakat. Di Indonesia sendiri pembudidayaan rami dilakukan di wilayah Wonosobo, Garut dan Malang.

Tanaman ini unik karena sangat ramah lingkungan. Dibudidayakan secara organik tanpa memerlukan pestisida maupun pupuk kimia. Rami juga masuk dalam kategori tanaman berkelanjutan.

Rami menghasilkan kualitas benang lakumas yang tinggi untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan berbagai macam pakaian. Dicampur dengan bahan atau serat lain untuk menghasilkan kain sesuai kebutuhan.

Keunikan lainnya adalah karena serat alam ini memiliki sifat tahan terhadap bakteri, jamur serta noda. Jadi sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan pembuat pakaian untuk bayi dan anak-anak.

Meminimalisir gangguan dari bakteri dan jamur yang menyebabkan pakaian bau. Sifat anti bakteri dan jamur ini juga membantu mengurangi risiko iritasi pada kulit. Juga menjaga pakaian tahan lama karena tidak mudah rusak.

Selain karena anti bakteri dan jamur, sifat ketahanan dan kekuatannya didapatkan karena berasal dari tanaman alami. Ini juga jadi alasan mengapa rami sering dicampurkan dengan serat sutera dijadikan sebagai bahan kimono yang disukai oleh orang Jepang karena lembut namun kaku.

Rami juga dijadikan bahan baku benang di Lakumas karena keunikannya yang mudah dipadukan atau dicampur dengan kapas. Hasilnya adalah kain denim dengan berbagai ketebalan. Campuran antara rami dan kapas juga menghasilkan bahan untuk pakaian kerja yang kuat serta tahan lama.

Memiliki Daya Serap Tinggi terhadap Warna

Keunikan lain dari serat ini adalah kemudahannya dalam menyerap warna. Sehingga mudah dibuat menjadi berbagai macam warna baik tegas maupun warna lembut. Tidak heran jika kemudian dicampurkan dengan bahan seperti rayon untuk pembuatan pakaian.

Bahan rayon yang jatuh, dipadukan dengan rami menghasilkan bahan sedikit kaku. Cocok untuk dibuat menjadi kemeja atau blouse. Cocok juga dimanfaatkan untuk membuat blazer wanita dan one set pakaian kerja.

Karena mudah menyerap warna, paduan antara serat rayon dan rami juga menghasilkan kain berwarna lengkap. Dari warna dasar, sampai turunan dan paduan yang menghasilkan warna unik. Contoh nuansa shabby chic, hijau sage seperti yang sedang hits saat ini atau nuansa pastel.

Kemudahan menyerap warna ini dimanfaatkan juga dalam pembuatan benang di pabrik spinning mill Lakumas. Mengikuti trend fashion saat ini yang semakin variatif dan berani bermain warna. Maka dibuat dalam berbagai gradasi warna supaya konsumen bisa mendapatkan warna sesuai keinginan.

Khususnya untuk kebutuhan konveksi, biasanya menyediakan produk fashion dengan koleksi warna lengkap. Dan untuk keperluan menjahitnya diperlukan benang dengan warna sama, minimal senada supaya perpaduannya pas.

Keunikan rami sebagai benang melengkapi koleksi jenis benang dalam industri fashion. Mulai dari sifat bahan yang dihasilkan, kualitas ketahanan sampai koleksi warna. Juga karena fleksibilitas serat rami yang mudah dicampurkan dengan serat atau bahan lain.

Benang Tencel Produk Lakumas Cocok untuk Pembuatan Sarung

Lakumas merupakan salah satu pabrik spinning mill besar yang sudah memproduksi berbagai macam produk, mulai dari berbagai jenis benang dan kain. Sebagai salah satu pabrik spinning mill besar, tentu saja perusahaan ini cukup terkenal dengan hasil produknya yang berkualitas.

 

Sebagian besar produk dari perusahaan tekstil ini dapat dimanfaatkan untuk membuat pakaian dan barang sejenisnya, misalnya baju pergi, baju tidur, sarung dan lain sebagainya. Hal ini karena produk benang dan kainnya sangat banyak, terbuat dari berbagai bahan alami.

Salah satu produk yang patut dibanggakan adalah benang Tencel atau sering juga disebut dengan lyocell. Jenis benang ini disebut sangat cocok untuk pembuatan sarung karena beberapa alasan, sehingga banyak sarung Indonesia yang terbuat dari jenis benang ini.

Jika Anda belum pernah mengenal jenis benang ini untuk pembuatan sarung, sebaiknya pahami beberapa keunggulannya berikut ini untuk pembuatan sarung.

Keunggulan Benang Tencel untuk Sarung

Di Indonesia, sarung adalah salah satu jenis kain yang harus dimiliki terutama oleh orang laki – laki beragama islam, karena akan digunakan untuk beribadah. Bahan terbaik untuk membuatnya adalah benang lyocell, berikut beberapa keunggulannya untuk membuat sarung.

  1. Terasa lembut dan sejuk

Keunggulan utamanya adalah karena jenis benang ini terasa lembut dan sejuk. Lyocell juga banyak digunakan untuk membuat benang candimas, sehingga jika tidak menggunakan bahan asli lyocell, biasanya orang – orang juga menggunakan candimas untuk pembuatan sarungnya.

Meskipun hanya dipakai untuk beribadah, namun tentu saja kain penutup ini harus dibuat agar nyaman dipakai. Kelembutan hasil kainnya setelah ditenun akan menambah semangat ibadah, kemudian kesejukan kainnya juga tidak membuat gelisah saat cuaca sedang panas.

  1. Mudah menyerap keringat

Sebagai bahan pembuatan sarung terbaik, benang lyocell juga dapat menyerap keringat dengan mudah. Cocok sekali untuk pemakai yang sering berkeringat atau tinggal di tempat panas. Jika bisa mudah menyerap keringat, artinya kain ini juga menjaga pemakainya dari bakteri.

Sebab, keringat yang dibiarkan begitu saja di kulit akan mengakibatkan penyakit seperti gatal – gatal dan sejenisnya. Anda juga harus memperhatikan kualitas produk tekstil dengan melihat kemampuannya dalam menyerap keringat.

  1. Tidak mudah kusut

Sifat lainnya dari lyocell adalah tidak mudah kusut, sehingga sarungnya akan sering terlihat rapi meskipun sudah dipakai sepanjang hari atau sering digunakan untuk duduk. Meskipun hanya untuk ibadah, namun pasti ada banyak orang yang berharap kain ini bisa tetap terlihat rapi.

Menggunakan candimas dalam pembuatan sarung juga tetap memberikan keunggulan yaitu tidak mudah kusut, karena bahan utamanya sama – sama dari lyocell.

  1. Warnanya tahan lama

Warnanya juga tahan lama bahkan meskipun sering dicuci. Biasanya orang akan mudah ganti sarung karena warnanya sudah mulai memudar saat sering dicuci. Ketahanan warna ini juga menjadi salah satu kualitas produk yang harus diperhatikan.

Jadi jika Anda ingin membeli sarung yang warnanya bisa tahan lama, sebaiknya pilih sarung dengan bahan utama yaitu benang lyocell atau candimas.

  1. Ramah lingkungan dan bisa didaur ulang

Bahan ini juga sangat ramah lingkungan, karena berasal dari serat kayu alami. Dengan pengelolaan benang yang benar, bahan ini tentu bisa menghasilkan sarung paling berkualitas.

Selain ramah lingkungan, sarung dengan bahan utama lyocell ini juga bisa didaur ulang jika sudah tidak dipakai. Penguraiannya akan cepat karena terbentuk dari bahan alami seperti bubuk atau serat kayu.

Beberapa keunggulan tersebut tentu akan membuat orang nyaman menggunakan sarung. Tidak mengherankan jika salah satu produk Lakumas, yaitu benang lyocell banyak digunakan untuk pembuatan sarung.

Produk Rayon Membantu UMKM Pembuat Sarung

Lakumas merupakan pabrik spinning mill yang terus memproduksi kain dan benang. Perusahaan ini terus memproduksi menggunakan bahan terbaik dan ramah lingkungan. Salah satu produk terbaik yang saat ini digunakan untuk membantu UMKM sarung adalah rayon.

Rayon sendiri merupakan jenis benang yang sebenarnya sudah banyak digunakan untuk pembuatan jenis pakaian lain, karena sifatnya yang nyaman digunakan dan tidak menganggu kulit. Sarung juga bisa menggunakan jenis benang ini karena sifat nyaman di kulit tersebut.

 

Sebagai salah satu pabrik spinning mill besar, tentu saja perusahaan ini turut membantu pengembangan usaha seperti UMKM agar bisa terus berjalan dengan baik. UMKM pembuat sarung membutuhkan benang yang memang cocok untuk pembuatan sarung.

Rayon sebagai bahan utama pembuatan sarung tentu saja memiliki beberapa keunggulan. Berikut penjelasan tentang beberapa keunggulan tersebut.

Keunggulan Benang Rayon untuk Sarung

Rayon dianggap sebagai salah satu benang yang paling cocok untuk pembuatan sarung, terutama untuk UMKM atau badan usaha kecil yang membutuhkannya, karena ada beberapa kelebihan dari rayon seperti penjelasan berikut ini.

  1. Bersifat halus

Benang rayon bersifat halus, sehingga sebaiknya digunakan untuk membuat sarung. Jenis benang juga disebut terasa hampir mirip katun karena kelembutannya. Sifat halus sangat cocok untuk pembuatan sarung agar orang – orang merasa nyaman saat menggunakannya.

Apalagi, sarung digunakan untuk beribadah, sehingga kenyamanan saat digunakan harus dijadikan prioritas. Selain itu, cara menenunnya juga mudah, meskipun kebanyakan orang berpikir sifat halus pada rayon akan membuatnya mudah putus saat ditenun.

  1. Terasa licin

Jika diraba, kain ini akan terasa licin, namun justru bagus untuk pembuatan sarung. Sifatnya yang licin juga membuat jenis benang ini terasa nyaman dipakai saat sudah jadi kain. Selain itu, kelicinannya juga menambah visual menarik sebuah sarung saat dilihat.

Alasannya adalah karena kelicinan tersebut dapat membuat sarungnya terlihat berkilau jika dilihat sekilas. Kilauan pada kain ini dapat menjadi salah satu daya tarik, sehingga dapat menarik pembeli. Tentu hal ini berpengaruh pada pengembangan usaha UMKM.

  1. Banyak pilihan warna

Pilihan warnanya juga sangat banyak, karena rayon dapat dicampur dengan warna apa saja. Proses pewarnaannya juga tidak terlalu lama mengingat pewarnaan pada benang mudah dilakukan. Jadi pembuat sarung bisa menggunakan beberapa benang berwarna di sarungnya.

Sarung juga akan terlihat semakin menarik jika banyak warnanya. Jarang ada pembeli yang tertarik dengan warna polos, karena mereka merasa motif dan warna banyak akan semakin menarik untuk dipakai.

  1. Merupakan bahan ramah lingkungan

Benang ini juga ramah lingkungan, sehingga bagus untuk UMKM baik produksi skala kecil atau besar. Tidak hanya dapat mewujudkan keuntungan dari hasil penjualan, namun menggunakan benang ini juga menjadi bagian dari usaha menjaga lingkungan.

Alasannya adalah karena bahan ramah lingkungan sudah pasti tidak menimbulkan limbah yang merugikan lingkungan sekitar. Keunggulan dari bahan ramah lingkungan juga akan kembali pada mahluk hidup yang menggunakannya.

  1. Harga rayon terjangkau

Harga jenis benang ini juga sangat terjangkau, sehingga baik untuk UMKM produksi skala kecil. Sebab lebih baik menggunakan bahan dengan harga murah untuk menghasilkan keuntungan.

Namun meskipun murah, bukan berarti rayon tidak memiliki kualitas, karena bahan ini justru disebut sebagai bahan terbaik untuk pembuatan sarung.

Melihat beberapa keunggulan tersebut, tidak heran jika banyak UMKM sarung yang lebih memilih menggunakan rayon sebagai bahan utama pembuatannya. Lakumas terus melakukan produksi benang tersebut sebagai bentuk bantuan terdapat UMKM.

Proses Pembuatan Serat Tencel di Indonesia

Tencel merupakan bahan yang biasa digunakan untuk membuat benang dan kain di dunia tekstil. Bahan ini berasal dari serat kayu yang halus, sehingga terasa sangat lembut saat dipakai. Bahan ini juga sudah dikenal sejak lama untuk pembuatan benang dan kain.

Bahan ini disebut juga dengan lyocell, disebut sebagai bahan yang ramah lingkungan karena berasal dari alam. Meskipun dalam prosesnya menggunakan campuran kimiawi, namun hal itu hanya dilakukan untuk menghasilkan serat – serat halus dengan mudah.

Lakumas merupakan salah satu pabrik spinning mill yang menggunakan lycocell sebagai bahan utama dalam pembuatan benang dan kain, karena lyocell juga memiliki beberapa kelebihan dalam pembuatan barang tekstil.

Jika Anda belum pernah mengenal bagaimana proses pembuatannya, pahami penjelasan tentang proses pembuatan, kelebihan serta kekurangannya berikut ini.

Proses Pembuatan Bahan Serat Tencel

 

Proses pembuatan serat kayu ini dimulai dari bahan utama yaitu bubuk kayu. Setelah bubuk kayu berhasil didapatkan dari pohon, maka selanjutnya bubuk tersebut diberi tetesan cairan kimia, sehingga dapat menghasilkan serat halus saat didorong keluar dari pemintal.

Proses pembuatan serat di Lakumas tentu melibatkan perusahaan produksi lain yang bergerak khusus di bidang produksi pohon, yaitu salah satu pabrik pohon yang berlokasi di Purwakarta, Indonesia sebagai pemasok bahan baku utama.

Pohon yang diproses menjadi serat kayu tersebut merupakan pohon bersertifikat, dengan kata lain pohon yang digunakan tumbuh tanpa menggunakan bantuan pestisida atau bahan kimia lain. Itu sebabnya lyocell disebut sebagai bahan alami dan ramah lingkungan.

Pabrik produksi serat di Purwakarta, merupakan anak perusahaan Lenzing dan bernaung di bawah perusahaan PT. South Pacific Viscose. Lokasi perusahaan ini sendiri adalah di Austria, namun mendirikan cabang di Indonesia.

Dari serat kayu ini, pabrik spinning mill akan menggunakannya untuk memintal benang dan dijadikan beberapa jenis kain. Jika bahannya dari lyocell, maka ada banyak jenis kain yang bisa dibuat, karena sifat lyocell adalah bisa dipadukan dengan kain lain dan breathable.

Dari serat kayu tersebut, biasanya juga akan dibuat benang seperti benang candimas atau jenis lainnya. Candimas merupakan salah satu jenis benang yang bahan utamanya adalah lyocell, serta banyak digunakan untuk membuat kain tenun.

Setelah memahami bagaimana proses pembuatan lyocell dari pabrik aslinya, selanjutnya Anda harus tahu apa saja kelebihan dan kekurangan dari bahan ini.

Kelebihan dan Kekurangan Serat Tencel

Setiap bahan utama barang testil pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Hal ini juga berlaku untuk bahan baku utama lyocell yang sangat sering digunakan di pabrik spinning mill.

Kelebihan utamanya adalah memiliki sifat lembut, terasa sejuk, bisa membuat kulit bernafas, dan menimbulkan warna cerah pada kain. Tidak heran jika lyocell juga digunakan sebagai bahan utama pembuatan benang candimas, karena sifatnya yang lembut.

Menggunakan lyocell juga sangat membantu dalam pewarnaan kain, karena dasarnya sudah memberikan warna cerah. Sehingga tidak harus menggunakan bahan kimiawi lain untuk mencerahkan warnanya.

Sifat lainnya adalah mudah menyerap dan kuat, terutama saat basah, sehingga kainnya akan semakin kuat saat dicuci. Sebagai bahan tekstil ramah lingkungan, tentu saja lyocell mudah terurai saat sudah tidak dipakai. Namun jika dipakai, kain dan warnanya bisa bertahan lama.

Tetapi, lyocell juga memiliki kekurangan seperti harganya relative mahal dan bisa menyusut jika tidak dirawat dengan baik. Namun, kebanyakan orang lebih menyukai kelebihan dari Tencel meskipun ada beberapa kekurangan tersebut.

Mengenal Jenis – Jenis dan Pewarnaan Tekstile

Dalam dunia tekstile ada pewarnaan alami dan sintetis yang harus Anda pelajari. Bahan tekstil semula memiliki warna dasar seperti putih atau cokelat, karena biasanya diambil dari bahan utama pembuatannya seperti kapas, serat kayu dan sejenisnya.

Namun tidak mungkin kain atau pakaian dibiarkan hanya berwarna putih dan cokelat saja, agar lebih beragam, tentu saja harus diberikan warna lainnya. Misalnya merah, kuning, biru dan lain sebagainya. Adanya warna juga membuat semua pakaian menjadi lebih menarik untuk dipakai.

Lakumas juga memproduksi benang, pakaian dan kain dalam berbagai warna untuk para konsumen. Dalam proses pewarnaannya, tentu ada teknik yang digunakan untuk menghasilkan warnanya tersebut, yaitu teknik menggunakan bahan alami dan memakai bahan sintetis.

Jika Anda belum pernah mengenal warna yang digunakan dalam industry tekstile, coba pahami penjelasan tentang beberapa jenis warna dan jenis pewarnaan berikut ini.

Jenis – Jenis Warna pada Tekstile

 

Ada banyak jenis warna yang digunakan dalam tekstile, misalnya kuning, merah, hijau, biru dan lain sebagainya. Bahkan bisa dikatakan semua warna yang ada di dunia ini pasti pernah dipresentasikan dalam sebuah kain atau pakaian.

Berdasarkan teori warna, ada juga campuran dari beberapa warna yang menimbulkan warna baru. Semua itu juga pasti pernah ada dalam sebuah pakaian. Namun yang harus dipahami adalah cara memberikan warnanya pada benang, kain dan pakaian.

Terdapat 2 cara pewarnaan yaitu secara alami dan sintetis. Keduanya sama – sama berfungsi memberi warna pada sebuah benang, kain atau pakaian. Namun tetap ada perbedaan antara 2 teknik pewarnaan tersebut.

Sebab masing – masing jenis pewarnaan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Keduanya juga menggunakan bahan berbeda untuk pewarnaannya. Ada perbedaan seperti teknik mewarnai alami membutuhkan modal banyak, sedangkan sintetis tidak.

Perbedaan Pewarnaan Alami dan Sintetis Tekstile

Teknik pewarnaan dilakukan untuk memberikan warna kepada benang, kain atau pakaian. Jika menggunakan teknik alami, maka sudah dipastikan teknik ini dikenal sejak waktu yang sangat lama. Sebelum ada teknologi dalam pewarnaan, pasti menggunakan teknik alami dulu.

Teknik pewarnaan yang alami menggunakan bahan – bahan alami untuk pewarnaannya. Misalnya kunyit, mawar, Tencel warna tekstil dan lain sebagainya. Caranya adalah dengan merendam pakaian ke dalam air yang sudah dicampur dengan bahan alami tersebut.

Sedangkan teknik sintesis digunakan dengan memanfaatkan bahan kimiawi. Setidaknya ada 6 teknik sintetis yang dikenal untuk pewarnaan tekstil, yaitu acid, direct, vat, sulphur, disperse, dan reaktif. Masing – masing teknik sintesis dibedakan oleh bahan pewarnaan yang dipakai.

Misalnya teknik sintetis acid memanfaatkan bahan asam untuk menghasilkan sebuah warna pada barang tekstil. Cara tersebut juga diterapkan saat memberikan warna pada benang candimas, kain tenun dan berbagai jenis pakaian.

Kedua teknik ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Misalnya teknik mewarnai secara alami dapat dilakukan dengan memakai bahan alami, maka sudah dipastikan kelebihannya adalah lebih aman untuk kulit, tidak ada efek samping untuk kulit sensitive.

Namun kekurangannya adalah pilihan warnanya tidak banyak, tidak semua campuran seperti pada teori warna dapat diterapkan. Selain itu, dalam prosesnya membutuhkan waktu lama karena sebaran warnanya tidak bisa cepat.

Berbeda dengan sintetis, kelebihannya adalah ada banyak sekali pilihan warnanya, sebab menggunakan bahan kimia. Proses sebaran warnanya juga cepat, sehingga dalam proses pewarnaannya tidak membutuhkan waktu sangat lama.

Namun kekurangan sintetis dibanding pewarnaan alami adalah kurang aman untuk kulit sensitive, karena memakai bahan kimia.