Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: Majubersamalakumas

Peran Lakumas Sebagai Salah Satu Pemain di Industri Tekstil dalam Menanggulangi Dampak Negatif Perubahan Iklim

COP26 menjadi pengingat bagi bangsa Indonesia untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ditegaskan dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi karbon secara berkesinambungan. Hingga berdampak positif terhadap pemanasan global. Salah satu yang menjadi fokus adalah sektor industri. Dimana penggunaan bahan bakar untuk sumber energy masih memanfaatkan batu bara. Penggunaan yang massif tentu berimbas pada pencemaran udara.

Lebih spesifik lagi yaitu industri tekstil dari hulu hingga hilir. Mulai proses produksi bahan mentah di sektor hulu hingga bahan jadi di sektor hilir berpotensi menimbulkan polusi bagi lingkungan. Maka sangat diharapkan peran aktif para pelaku usaha industri tekstil untuk turut serta menjaga kondisi lingkungan. Menerapkan langkah pengolahan serta pengelolaan limbah sesuai standar analisa AMDAL.

4 Langkah Peran Lakumas dalam Menanggulangi Dampak Perubahan Iklim

Mulai tahun 2018, PT. Lakumas memproduksi benang yang diberi nama Candimas. PT. Perusahaan ini menggunakan bahan organic dari kayu berkualitas untuk produksinya. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam perusahaan ini memproduksi

Lakumas merupakan salah satu perusahaan pemintalan benang yang sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan. Sesuai visi misi perusahaan dalam mengupayakan kehidupan yang selaras dengan alam secara berkesinambungan, berikut perkembangannya.

  1. Berkontribusi langsung pada penerapan industri bersih.

Diinisiasi oleh para pendiri PT. Lakumas yang sadar akan pentingnya hidup berdampingan dengan alam. Artinya, kondisi alam harus terus dijaga supaya memberikan manfaat jangka panjang bagi manusia. Sehingga tercipta interaksi saling menguntungkan antara alam sekitar dengan keberadaan industri tekstil. Bersih dari hasil buangan berupa limbah toxic serta polusi udara selaras dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi karbon secara global.

Gagasan seperti ini sangat positif dan berpengaruh nyata terhadap lingkungan. Sebab Indonesia merupakan Negara penghasil tekstil yang masuk 10 besar dunia. Penjualan sudah berskala ekspor, pastinya dalam jumlah besar setiap tahunnya.

 

  1. Penggunaan fiber warna

Meminimalisir penggunaan pewarna sintetis tekstil, perusahaan pemintalan benang ini menggunakan fiber berwarna mulai tahun 2016. Digunakan pewarna alami yang kualitasnya tidak luntur sebab benang organic cepat menyerap warna. Dengan penggunaan fiber warna, maka tidak diperlukan pewarna tambahan yang menghasilkan limbah. Limbah pewarna tekstil dari bahan sintetis sangat berbahaya bagi aliran sungai, air tanah dan tanah itu sendiri.

Tidak jarang pengolahan yang tidak berstandar dari limbah pewarna tekstil juga menyebabkan bau. Pewarna kimia bereaksi dengan gas dan air yang bersentuhan langsung. Hasilnya merupakan senyawa yang sulit terurai di alam.

  1. Produksi benang berkualitas di tahun 2018.

 

tencel tersebut. Benang Candimas pada penggunaannya dapat dikombinasikan dengan berbagai jenis serat kain lain. Pemanfaatannya sangat luas dalam dunia fashion. Harapannya kedepan semakin banyak digunakan, sehingga mendorong produksi dan mengurangi penggunaan bahan sintetis.

Karena berasal dari bahan alami, limbah dari kain atau benang ini cepat terurai. Apabila tidak digunakan lagi kemudian dibuang, dengan cepat akan langsung terbiodegradasi. Dapat menyatu kembali dengan tanah tanpa menimbulkan residu.

  1. Menggunakan energi gas

Bersamaan dengan produksi benang organic berkualitas tersebut, perusahaan mulai mengalihkan penggunaan energi. Semula digunakan bahan bakar dari batubara. Alasannya karena murah sehingga meringankan biaya produksi.Namun pembakaran batu bara menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar. menyebabkan polusi udara yang mengancam kesehatan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu juga beresiko terhadap peningkatan pemanasan global.

Peralihan menggunakan energi gas lebih bersih dan aman bagi lingkungan. Energi ini diperlukan pada proses steam set benang. Dalam kapasitas produksi yang besar, lebih aman dari resiko pencemaran udara membuktikan perusahaan sangat peduli lingkungan.

Mengenalkan Wastra Indonesia, kepada Generasi Selanjutnya

Sebagai generasi anak Indonesia, pastinya Anda wajib melestarikan budaya di negeri ini. Dan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia adalah kain tradisional, yang sudah digunakan sejak dahulu dan dianggap sebagai warisan budaya Indonesia.

Indonesia memang kaya akan budaya dan keberagaman masyarakatnya, serta salah satu kekayaan harus kita lestarikan agar tidak lekang oleh zaman adalah Wastra. Mungkin banyak orang masih asing mendengar kata Wastra, dan lebih banyak orang mengenalnya sebagai kain.

Wastra Indonesia merupakan kain asli buatan negeri kita. yang berasal dari berbagai daerah. Kata Wastra berasal dari bahasa Sanskerta, yang berarti sehelai kain. Kain ini sara takan makna budaya daerah, dengan beragam motif, model, bahan serta simbol yang tertera pada tekstil.

Sebagai generasi selanjutnya, seharusnya kita patut bangga karena nenek moyang kita mewariskan kekayaan seperti ini. Bahkan tekstil khas daerah ini sudah terkenal hingga kemancanegara, dan pastinya membuat bangga bangsa Indonesia.

Jenis-JenisWastra Indonesia yang Wajib Dikenalkan kepada Generasi Selanjutnya

Wastra tidak hanya terdiri dari satu jenis kain, melainkan terdiri dari berbagai jenis dengan model dan motif bervariasi. Setiap tekstil khas daerah memiliki keindahan serta keunikannya tersendiri, dan itulah yang membuatnya istimewa, bahkan dianggap indah oleh turis asing.

1.   Batik

Pasti Anda sudah tidak asing lagi bukan dengan kain Batik, jenis wastra satu ini sudah terkenal hingga keluar negeri dan dianggap sebagai kekayaan budaya Indonesia. Bahkan Batik ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada tahun 2009.

Kini Batik bukan lagi dikenal sebagai pakaian adat semata, melainkan industri fashion memperkenalkannya sebagai model pakaian yang bisa digunakan sehari-hari. Batik juga terdiri dari berbagai jenis berdasarkan pembuatannya, yaitu batik tulis, cetak, cap, lukis dan lainnya.

2.   Songket

Tekstil tradisional berikutnya adalah Songket, jenis ini juga cukup digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki motif yang khas. Songket berasal dari tanah Sumatra, dan biasanya terbuat dari material kapas, sutra, perak serta emas.

Songket dianggap sebagai kain istimewa, sebab proses pembuatannya menggunakan perak serta emas yang ditenun secara mandiri, bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan. Biasanya banyak orang menggunakan Songket, jika menghadiri acara formal atau acara upacara adat.

3.   Tenun

Kain Tenun berasal dari berbagai daerah Indonesia, seperti Toraja, Bali, Jepara, Flores danlainnya. Disebut sebagai Tenun, karena proses pembuatannya menggunakan alat tenun yang terbuat dari kayu dan dibuat secara manual.

Biasanya jenis kain ini memanfaat kan bahan seperti serat kapas, kayu dan sutra. Jenis kain ini memiliki motif beragam dengan keunikannya tersendiri, tergantung pada daerah pembuatnya. Biasanya Tenun digunakan untuk menghadiri acara perkawinan, penghormatan dan lainnya.

4.   Ikat

Anak Indonesia juga harus mengenal jenis kain ikat, dimana jenis kain ini juga berasal dari berbagai daerah, seperti Timor, Flores, Sumba, Sumbawa dan daerah lainnya. Dalam proses pembuatannya, kain ikat menggunakan pewarna alami sehingga lebih terlihat natural.

Selain itu kain ikat juga memiliki motif-motif uniknya tersendiri, yang membuatnya terlihat unik juga indah. Biasanya kainikatdikenaljugasebagaitenunikat, sebab proses pembuatannyajugaditenunmenggunakanalatkhasdaridaerah masing-masing.

5.   Ulos

JeniswastrasatuinimemangterkenaldenganbudayadaerahsukuBatak, yang secaraturunmenurundikembangkan. Ada motif khas yang terdapatpadakainini, yang menggambarkan rasa kasihsayang, restudanpemersatu.

Namunkaininitidakhanyaterdiridarisatujenis, melainkanterdapatbeberapajenissepertiAntakantak, Bolean, Pinuncaan, RagiHuting, RagiHotangdanmasihbanyaklagi. Proses pembuatannyajuga rata-rata menggunakanalattenun yang terbuatdarikayu.

Sudahseharusnyasebagaianak Indonesia, kitawajibbanggandanmelestarikanwarisanbudayatersebut. Janganhanyamembanggakanbudayabarat, namunkitamelupakanbudaya di tanah air sendiri.

Cara Tepat Memperingati Hari Pahlawan bagi Generasi Muda

Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan pada tanggal 10 November tiap tahunnya. Berbagai kegiatan dilakukan untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di lingkungan formal seperti sekolah, universitas, hingga instansi-instansi pemerintahan, peringatan tersebut biasanya dilakukan dengan cara melaksanakan upacara bendera. Namun itu hanya salah satu contoh kecil yang dapat dilakukan.

Bukan hanya peringatan seremonial, generasi muda juga dapat ambil bagian dengan cara-cara lain yang berbeda. Nah, kali ini kami akan membagikan beberapa cara bagi para generasi muda untuk merayakan hari istimewa tersebut.

Menunjukkan Sikap Pahlawan yang Positif

Ada beragam sikap positif yang bisa ditiru oleh para generasi muda masa kini. Bukan hanya pada 10 November, sikap-sikap positif tersebut juga perlu diimplementasikan setiap harinya. Berikut ini beberapa sikap yang perlu ditiru.

 

  1. Pemberani

Berani adalah sikap yang perlu diteladani oleh semua generasi muda. Keberanian diperlukan dalam banyak hal, seperti berbicara di depan umum, bahkan membuat keputusan sekalipun. Keberanian yang baik adalah keberanian dalam hal-hal positif.

  1. Patriotisme

Pahlawan adalah sosok patriot yang rela berkorban untuk kejayaan serta kemakmuran bangsanya. Sikap ini patut ditiru dan ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Mementingkan Kepentingan Bersama

Salah satu karakteristik seorang pahlawan adalah mementingkan kepentingan bersama. Bukan hanya pemberani yang gagah dan kuat, akan tetapi juga memiliki kemauan untuk melayani demi mencapai kesejahteraan bagi semua pihak.

  1. Berjiwa Besar

Berjiwa besar artinya mau menerima keadaan dengan ikhlas dan lapang dada. Orang yang berjiwa besar senantiasa memandang kenyataan dari sisi positif. Sehingga tidak menyerah begitu saja jika mengalami kegagalan dan mau memperbaiki kesalahan.

  1. Pantang Menyerah

Generasi muda patut meniru karakter pantang menyerah yang lekat pada sosok-sosok pahlawan. Terlebih tantangan di era modern dengan persaingan ketat, sehingga diperlukan semangat tinggi untuk mewujudkan impian.

Manfaatkan Media Sosial untuk Peringati Hari Pahlawan

Media sosial adalah fenomena yang tidak bisa dihindarkan di era digital seperti sekarang. Layaknya pisau, media sosial memiliki sisi positif dan negatif tergantung dari penggunanya. Generasi muda tentunya sudah akrab dengan berbagai platform media sosial sebagai pengguna aktif. Nah, platform ini dapat dimanfaatkan sebagai media untuk memperingati hari bersejarah tersebut. Misalnya dengan cara berikut:

 

  1. Membagikan Profil Pahlawan

Tidak ada salahnya mengunggah foto para tokoh kepahlawanan ke akun media sosial. Kemudian membagikan profil dan perjuangannya sehingga dapat dibaca oleh para pengikut Anda. Selain foto, bisa juga membuat gambar ilustrasi hingga infografis agar lebih mudah diikuti. Konten bermanfaat ini sebagai pengingat kepada diri sendiri sekaligus mengajak orang lain untuk lebih mengenal sosok tersebut.

 

  1. Membuat Video

Video adalah konten menarik yang sangat diminati oleh para pengguna internet. Nah, konten ini bisa dimanfaatkan untuk menceritakan kisah para pahlawan yang senantiasa berjuang dengan penuh pengharapan demi meraih kemerdekaan. Generasi muda memiliki kreativitas tinggi sehingga mampu menghasilkan berbagai konten menarik. Nah, kreativitas tersebut perlu dikerahkan dalam karya-karya positif dan menginspirasi.

Melalui video bertema kepahlawanan, generasi muda bisa menyebarkan semangat atau spirit para tokoh bangsa yang bersusah payah mencapai tujuan luhur, yaitu kemerdekaan. Dengan begitu, generasi muda dapat meneladani perjuangan dan semangat pantang menyerah. Generasi muda adalah tonggak bagi bangsa yang akan melanjutkan perjuangan para tokoh nasional dalam mewujudkan kesejahteraan umum. Berbekal semangat dan kreativitas tinggi, generasi kekinian dapat memperingati Hari Pahlawan dengan cara kreatif.

Memperingati Maulid Nabi Muhamad 2021 di Saat Pandemi

Memperingati Maulid Nabi tetap dapat dilaksanakan ditengah pandemic Covid-19 meski tidak harus dilakukan secara langsung dengan menimbulkan kerumunan.

Ada banyak hal yang sulit untuk dilakukan ditengah pandemic Covid-19. Mulai dari melakukan kegiatan di luar rumah, liburan, bekerja di kantor hingga melakukan ibadah di tempat ibadah.

Terlebih Pemerintah Indonesia memberlakukan beberapa kebijakan seperti PPKM yang membatasi kegiatan di luar rumah. Oleh karena itu beragam aktivitas termasuk ibadah harus dilakukan di dalam rumah.

Umat Islam sendiri merasakan betul bagaimana efek dari kebijakan tersebut di aspek ibadah. Contohnya adalah pelarangan melakukan ibadah Solat Jumat yang dilakukan dengan orang banyak di Masjid.

Namun selain ibadah rutin seperti Solat Jumat, banyak pertanyaan lain muncul terkait perayaan hari besar Islam. Seperti misalnya adalah bagaimana dengan acara Memperingati Maulid Nabi.

Melaksanakan Maulid Nabi Muhamad 2021 Dalam Keadaan Pandemi

Pemerintah sendiri belum mengeluarkan keputusan terkait pelarangan atau kebolehan mengadakan acara peringatan Maulid Nabi di tahun 2021. Namun berkaca pada tahun 2020, MUI tidak memberikan larangan untuk melakukannya.

Meski begitu, Anda tetap harus menunggu kepastian kebijakan pemerintah sebelum memutuskan untuk melaksanakannya. Sebab pemerintah sendiri masih memberlakukan perpanjangan PPKM Level 3 & 4 hingga 9 Agustus.

Selain memperhatikan kebijakan pemerintah, keputusan MUI juga harus dijadikan pertimbangan. Karena MUI adalah lembaga yang terdiri dari banyak ulama. Sehingga keputusan yang dikeluarkan MUI pasti sudah merupakan hasil kesepakatan ulama.

Tentunya umat Islam berharap agar peringatan Maulid Nabi dapat diadakan dengan besar. Tentunya dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat ketika menjalankan peringatan Maulid Nabi tersebut.

Namun jika kebijakan pemerintah tidak mengizinkan peringatan Maulid Nabi ditengah pandemic Covid-19, Anda tidak perlu berkecil hati. Sebab kebijakan tersebut pasti bertujuan baik untuk mempercepat selesainya pandemi.

Pada tahun 2020 silam, beberapa pihak juga tetap tidak mengadakan peringatan Maulid Nabi secara langsung. Beberapa pihak seperti sekolah menengah mengadakan peringatan Maulid Nabi secara daring.

Sehingga cara ini juga tetap bisa digunakan di tahun 2021 ini. Karena meski dilakukan secara daring, semangat dari Maulid Nabi tetap bisa tersampaikan dengan baik.

Semangat Maulid Nabi Muhamad 2021 Walau Dilakukan Secara Daring

Perlu untuk disadari bahwa substansi dari peringatan Maulid Nabi bukan terletak pada besarnya acara. Sebab yang lebih penting daripada itu adalah bagaimana nilai-nilai dan semangat perjuangan Nabi dapat tersampaikan.

Selama nilai-nilai dan semangat tersebut bisa tersampaikan kepada para peserta, maka pengadaan Maulid Nabi secara daring bukanlah masalah. Berikut adalah beberapa nilai dari Maulid Nabi yang perlu diperhatikan.

  1. Menjadikan Nabi Muhammad Sebagai Teladan

Peringatan Maulid Nabi adalah momen untuk memberi kesadaran menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan. Teladan sendiri artinya adalah orang yang dicontoh. Sehingga yang terpenting dari pengadaan maulid adalah mencontoh Nabi.

Mencontoh yang dimaksud bukan hanya mencontoh dalam aspek fisik. Namun justru yang terpenting adalah mencontoh dalam sikap dan perbuatan. Dengan begitu umat Islam bisa memiliki akhlak mulia layaknya Nabi.

  1. Menghayati Perjuangan Nabi Muhammad

Maulid Nabi juga menjadi momen yang tepat untuk menghayati perjuangan Nabi dalam mendakwahkan Islam. Sehingga meski berada ditengah pandemic Covid-19, umat Islam tetap ingat keharusan untuk menyuarakan kebaikan.

Dengan menghayati perjuangan Nabi Muhammad, umat Islam akan termotivasi dalam menghadapi keadaan pandemi. Karena jika dibandingkan kondisi Nabi pada masa awal Islam jauh lebih parah dibanding saat ini.

Umat Islam patut bersyukur memiliki sosok yang sangat tepat untuk dijadikan teladan sebagai Nabi Muhammad. Karena jalan hidup dan perjuangan Nabi mendakwahkan Islam memiliki banyak inspirasi untuk umat saat ini.

Maulid Nabi bukan hanya sebatas perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad. Dengan memperingati Maulid Nabi Muhamad 2021, umat Islam diharapkan dapat mengambil teladan dari Nabi Muhammad.

Mengenal Jenis Batik Tegalan yang Sudah Pupuler Sejak Lama

batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dengan memiliki banyak jenis. Batik tegalan jadi salah satu jenis yang paling populer saat ini.

Hari Batik selalu diperingati setelah ditetapkan sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO 2009 lalu. Sejak saat itu, pakaian khas ini jadi lebih terkenal.

Seperti yang sudah diketahui, batik telah ada sejak ribuan tahun lalu. Di masa lalu, pakaian ini dianggap sebagai sebuah simbol dari penguasa. Misalnya saja di kawasan Jawa Tengah atau Yogyakarta.

Menariknya, saat ini ada banyak sekali jenis batik yang ada di Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki corak masing-masing dan membuat kekayaan batik bertambah. Salah satu yang cukup populer adalah Tegalan.

Perkembangan Batik Tegalan yang Perlu Diketahui

Jika dilihat dari perkembangannya, motif Tegalan tidak terlepas dari masa Mataram Islam. Pada saat itu, Sultan Amangkurat 1 sedang melakukan pelarian. Di saat yang sama dia juga membawa pengrajin batik.

Beberapa waktu kemudian, pengrajin batik tersebut mulai membuat motif baru. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat sekitar. Terutama yang cenderung lebih banyak memiliki pekerjaan sebagai petani dan peternak.

Perkembangannya semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Apalagi dibentuk sebuah Sekolah Kepandaian Putri di sekitar daerah tersebut. Salah satu hal yang diajarkan adalah bagaimana membuat kain batik.

Menjelang masa kemerdekaan, batik khas Tegalan jadi semakin populer. Pedagang lokal dan pedagang china banyak menjual kain unik tersebut. Akhirnya, batik khas Tegalan menyebar ke berbagai daerah.

Corak Batik Khas dari Tegalan

Jika diperhatikan, b

atik khas Tegalan ini memiliki 2 motif utama, motif klasik dan pengembangan. Keduanya memiliki karakteristik masing-masing. Lebih lengkapnya dapat Anda baca di bawah ini:

  1. Motif klasik

Motif ini merupakan pola awal yang diperkenalkan sejak masa Amangkurat 1. Umumnya, motif klasik mengambil objek berupa fauna dan flora sebagai simbolisasi. Motif klasik sendiri masih dibagi lagi jadi 2.

Pertama, klasik irengan lebih dominan menggunakan warna gelap seperti hitam, cokelat, hingga biru tua. Dalam klasik irengan, biasanya objek yang digambar merupakan flora yang ada khas daerah tersebut.

Daerah tersebut memang memiliki banyak flora khas. Hasil bumi juga sering dijadikan sebagai objek gambar dalam membuat motif. Beberapa diantaranya adalah jahe-jahean, kawung melinjo, cempaka mulya, hingga cempaka putih.

Kedua ada klasik bangjo yang memanfaatkan warna lebih cerah seperti merah, cokelat, hingga kuning. Bahkan, ada juga pengrajin yang menggunakan warna hijau dan warna biru.

Umumnya, klasik bangjo memiliki motif gambar lebih variatif. Bukan hanya flora saja, melainkan juga fauna. Beberapa motif diantaranya adalah semut runtung, buntut bajing, tumbar bolong, hingga wadas gempal.

  1. Motif pengembangan

Sedangkan untuk motif pengembangan biasanya terbentuk karena perpaduan dengan batik lain. Biasanya, pola Solo dan pola Cirebon lebih banyak memberikan pengaruh batik khas Tegalan ini.

Nilai Batik Khas dari Tegalan

Sama seperti jenis kain batik lainnya, motif Tegalan memiliki banyak nilai. Jika melihat dari sejarahnya saja, maka kain ini jadi bukti eksistensi Kerajaan Mataram Islam.

Di sisi lain, Tegalan sering dijadikan sebagai simbol dari masyarakat tersebut. Penggambaran motif merupakan salah satu bukti dari hal tersebut. Tidak terkecuali dengan adanya motif flora fauna pada Tegalan.

Motif tersebut memperlihatkan bagaimana kondisi alam di sekitar. Misalnya, motif kapas merupakan bentuk apresiasi bahwa masyarakat sekitar sering menjumpai pohon tersebut. Begitu juga dengan gambar dari objek lainnya.

Jika dilihat secara keseluruhan, kain ini cukup populer di Indonesia. Motifnya lebih bervariasi dengan kombinasi pewarnaan akurat. Sedangkan kainnya sendiri lebih kuat dari pada kain lainnya.

Tegalan memang jadi salah satu jenis batik yang populer di Indonesia. Banyak pengrajin membuatnya dengan memberkan kombinasi. Terutama dengan menambahkan motif khas dari daerah Tegal.

Bahan kain biasa terbuat dari katun, mori atau sejenisnya yang adem saat dipakai. Namun saat ini sudah dicari juga oleh beberapa pembatik kain berbahan tencel dan rayon yang bisa digunakan sebagai alternatif bahan batik. Lakumas memproduksi benang candimas yang berbahan tencel dan juga memproduksi benang rayon yang sudah terjamin kualitasnya dan digunakan oleh beberapa pengrajin.