Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: LaranganMudik

Persiapan Mudik Lebaran Ini Tidak Boleh Terlupakan

Persiapan mudik lebaran adalah hal yang tidak boleh terlupakan. Itu karena, persiapan ini sangat penting untuk menunjang kenyamanan selama mudik.

Perlu diingat, mudik tidak seindah yang dibayangkan. Pasti terjadi suka dan duka ketika ingin mencapai tanah kelahiran.

Salah satu hal yang sering menjadi masalah adalah kondisi di jalan. Biasanya kondisi di jalan sering membuat beberapa orang kesal. Wajar saja, macet panjang adalah hal yang normal ketika mudik.

Walaupun berbagai ketidaknyamanan itu mungkin dirasakan, seseorang pasti tetap mengupayakan untuk mudik. Itu karena, ini adalah aktivitas wajib yang biasanya hanya dilakukan setahun sekali.

Ketika mudik tidak dilakukan, keluarga besar mungkin hanya bisa ditemui tahun depan. Ini jelas menjadi hal yang sangat dihindari karena momen bersama keluarga besar adalah hal yang spesial.

Persiapan Mudik Lebaran Ini Merupakan Hal Wajib

Berbicara tentang persiapan mudik lebaran sendiri sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Itu karena ini adalah hal-hal pokok yang memang wajib dipikirkan.

Masalahnya terdapat beberapa jenis poin yang mungkin saja Anda lupakan. Kondisi tersebut tentu perlu dihindari karena bisa menimbulkan banyak efek buruk.

  1. Kondisi Fisik

Ketika mudik, seseorang perlu memastikan fisiknya berada pada kondisi prima. Ini menjadi persiapan mudik lebaran yang sangat penting. Ingat, mudik biasanya membutuhkan perjalanan panjang.

Jika fisik tidak prima, mungkin saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan. Ini menjadi hal yang sangat perlu dihindari.

Jika bisa, lakukan juga tes PCR. Sekarang, tes PCR sendiri memang tidak wajib ketika akan mudik. Namun ini penting untuk memastikan kalau keluarga di kampung halaman tidak akan terkena virus berbahaya.

  1. Syarat Mudik

Persiapan mudik lebaran selanjutnya berhubungan dengan syarat mudik. Perlu diketahui, ada syarat yang perlu dipenuhi ketika mudik. Syarat ini sendiri berhubungan dengan  pandemi covid 19.

Jika syaratnya tidak terpenuhi, mudik tidak bisa dilakukan. Syarat pertama berhubungan dengan penggunaan kendaraan umum. Sekarang penggunaan kendaraan umum untuk mudik hanya diperbolehkan bagi masyarakat yang sudah menerima vaksin booster.

Untuk masyarakat yang baru menerima vaksin kedua, dibutuhkan tes antigen untuk bisa mudik. Selain itu masyarakat yang baru menerima vaksin pertama memerlukan hasil tes PCR sebagai syarat mudik.

  1. Protokol Kesehatan

Melihat pandemi covid 19 yang semakin menurun, penggunaan protokol kesehatan sendiri tidak sebaik sebelumnya. Sekarang ada banyak masyarakat yang mulai lalai dalam penggunaan protokol.

Selalu ingat, pandemi belum sepenuhnya selesai. Oleh sebab itu, upaya mengikuti protokol kesehatan merupakan salah satu persiapan mudik lebaran yang sangat penting.

Hal pertama yang perlu diingat adalah penggunaan masker. Selain itu, pastikan untuk menjaga jarak ketika mudik. Jangan lupa juga untuk membawa hand sanitizer di perjalanan.

  1. Jadwal

Menentukan jadwal terbaik juga sangat penting. Jika jadwal yang dipilih berdekatan dengan hari lebaran, pemudik pasti perlu berdesakan di kendaraan umum. Jalan raya juga pasti macet.

Akan lebih baik jika jadwal mudik tidak terlalu dekat dengan hari raya. Anda yang memiliki jadwal libur fleksibel juga bisa memilih mudik setelah lebaran. Cara ini cukup efektif untuk mencegah kemacetan.

  1. Obat Pribadi

Hal terakhir yang sangat penting dan tidak boleh terlupakan adalah obat-obatan pribadi. Jangan sampai obat dibutuhkan di perjalanan namun Anda tidak membawanya.

Perlu diingat kalau mencari obat-obatan pribadi di perjalanan tidak semudah yang dibayangkan. Selain itu, ada banyak akses mudik yang fasilitas kesehatannya belum terjamin. Hal ini membuat persiapan obat menjadi hal wajib.

Mudik yang nyaman membutuhkan persiapan yang matang. Oleh sebab itu, perhatikan setiap poin di atas dengan baik. Jangan sampai persiapan mudik lebaran di atas terlewat.

Terminal dan Stasiun Terus Ramai Sebelum Waktu Larangan Mudik, Lantas Efektifkah Larangan Mudik 2021?

Peraturan mengenai larangan mudik 2021 sempat diberlakukan beberapa waktu lalu di Indonesia guna menekan angka penyebaran covid-19. Muncul banyak pro dan kontra dari berbagai pihak sebab larangan tersebut juga sudah berlaku semenjak idul fitri tahun lalu.

Meskipun aturan tersebut sudah ditegaskan jauh-jauh hari, namun pada pelaksanaannya masih banyak masyarakat yang melanggar. Salah satu pelanggaran yang akhirnya menjadi viral adalah ketika pos penjagaan di daerah Karawang dapat dibobol oleh para pengendara.

Selain itu sebenarnya masih banyak pelanggaran yang belum terdeteksi oleh pihak berwenang yang yang kala itu bertugas. Aturan dilarangnya mudik sebenarnya tidak berlaku pada kondisi tertentu. Asalkan ada surat lengkap, pemudik bisa diizinkan melalui penjagaan.

Drama satgas covid-19 dengan pemudik bahkan sempat viral ketika seorang pemudik melakukan penolakan pada saat pemeriksaan. Sekian lama di perantauan membuat ia akhirnya menangis sampai mendapatkan pelukan dari aparat kepolisian, meski tidak bisa mudik.

Tes Genose Stasiun KA Membludak

Aturan mengenai larangan mudik 2021 pada saat itu diberlakukan mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 sampai akhirnya diperpanjang mendekati akhir Mei 2021. Tidak sedikit orang akhirnya menyiasati pulang ke kampung halaman sebelum tanggal 6 Mei agar bisa bebas.

Sebenarnya tidak masalah selama orang tersebut dinyatakan sehat dan tidak berpotensi menularkan virus covid-19. Bicara mengenai efektivitas pelarangan pulang kampung sebenarnya tidak bisa diukur tanpa data pasti apakah pasien terdampak akibat mudik atau bukan.

Namun, memang sebaiknya mencegah, sebab risiko orang tua di kampung apalagi dengan penyakit bawaan terlalu tinggi. Faktanya, di lapangan, contohnya Stasiun Senen saja beberapa hari sebelum tanggal 6 sudah banyak para pemudik ramai berjubelan di Stasiun.

Sebenarnya pihak stasiun sebelum pelarangan pulang kampung sudah memberlakukan tes genose kepada para penumpang. Namun, karena tes ini hanya berlaku selama 24 jam maka nyaris semua calon penumpang memutuskan untuk tes genose langsung di stasiun tersebut.

Ketetapan pihak bersangkutan memang memberi kemudahan untuk warga patuh pada aturan. Namun, pertanyaannya lagi-lagi, efektifkah tugas satgas covid-19 ketika muncul antrean tidak terkendali di stasiun sekalipun antrean tersebut untuk menanti giliran tes?

Banyak Penumpang di Terminal Bayangan Cimanggis

Contoh lainnya antrean mudik pada terminal terlihat di terminal bayangan Cimanggis, Tangerang Selatan. Sayangnya, tidak diberlakukan tes apapun pada terminal meskipun bukan hari dilarangnya seluruh penduduk Indonesia pulang ke kampung halaman.

Tanpa menunjukkan surat keterangan bebas covid-19, akhirnya banyak warga memutuskan pulang kampung sebelum hari larangan mudik 2021 diberlakukan. Agen bus sendiri bahkan mengaku bahwa persentase orang pulang kampung meningkat dibandingkan 2020 lalu.

Memang tidak dapat dipungkiri, aturan pemerintah ketika covid-19 pertama kali merebak jauh lebih tegas dibandingkan saat ini. Menimbang banyak hal, memang tidak bisa terus-menerus diberlakukan peraturan tersebut mengingat ekonomi bisa memburuk.

Namun, di samping aturan pemerintah yang memberikan keringanan kepada setiap warga untuk bepergian, semestinya ada kesadaran dari warga negara sendiri. Demi kepentingan bersama, terutama keluarga di rumah yang disayangi, melakukan tes memang diperlukan.

Ada atau tidak adanya aturan mengenai tidak boleh pulang kampung, kesadaran diri sendiri wajib diutamakan. Sayangnya, watak orang-orang di negeri ini tidak semuanya demikian. Bahkan barangkali masih ada yang menganggap virus ini hanya lelucon belaka.

Jangan sampai kita menjadi salah satu orang tersebut. Baru mempercayai keuntungan larangan mudik 2021 ketika dampaknya sudah dirasakan.