Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: Lakumas

Manfaat Libur Bagi Karyawan Terhadap Kinerja Perekonomian

Manfaat libur bagi karyawan tidak banyak diketahui oleh perusahaan. Padahal dalam bidang perekonomian, cara ini cukup efektif. Khususnya dalam peningkatan kinerja dan juga kenyamanan pekerja untuk meningkatkan produktivitas.

Membiarkan karyawan sejenak melepas lelah merupakan langkah tepat. Namun, bagaimana efektivitas perekonomian nasional terhadap banyaknya hari libur? Jika dikalkulasi dengan tingkat produktivitas setelah libur meningkat, maka hal tersebut tidak menjadi masalah.

Apalagi jika karyawan kembali bekerja dengan keadaan lebih fresh. Mood yang dimilikinya secara tidak langsung akan berdampak terhadap proses kerjanya di perusahaan. Sehingga meskipun mendapat libur di tanggal merah, peningkatan perekonomian tetap dapat teratasi.

Efektivitas Perekonomian Nasional, Berikut Manfaat Libur Bagi Karyawan Perusahaan

Berikut beberapa keuntungan yang bisa didapat ketika karyawan memanfaatkan hari libur di tanggal merah setiap bulannya :

  1. Mengistirahatkan Pikiran

Tidak bisa dipungkiri, melakukan kegiatan rutin setiap harinya dapat menimbulkan rasa lelah dan jenuh kepada pegawai kantor. Apalagi jika jam kerja yang ditetapkan cukup lama sekitar 8-10 jam. Memberikan kelonggaran akan memberikan kebebasan sejenak kepada mereka.

Selain itu, manfaat libur bagi karyawan juga dapat mengistirahatkan pikiran dari pekerjaan setiap hari. Dengan memberi jeda pada otak dalam berpikir, tingkat efektivitas kerja dapat meningkat dengan baik. Poin ini akan berbanding lurus dengan kinerja yang dilakukan.

  1. Menjaga Kestabilan dan Kesehatan Mental

Menjaga kestabilan dan kesehatan mental juga merupakan manfaat libur bagi karyawan. Pasalnya, setelah bekerja dengan aktivitas yang sama setiap harinya. Seseorang tentu membutuhkan waktu untuk melepas penat dan menstabilkan mentalnya kembali.

Apalagi jika sistem kerja mengharuskan karyawan melakukan jenis pekerjaan dalam waktu terbatas. Tanpa disadari perilaku ini akan berdampak terhadap kesehatan karyawan. Sebab, jika dibiarkan terus menerus berlangsung, pekerja akan lebih sering mengalami sakit.

  1. Kreativitas Meningkat

Melakukan refreshing untuk melepas penat, dan tidak memikirkan pekerjaan dalam beberapa waktu. Hal ini efektif untuk menumbuhkan kreativitas. Oleh karena itu, salah satu manfaat libur bagi karyawan ini penting dipertimbangkan.

Sebab, tanpa disadari ketika Anda melakukan liburan, otak akan mengosongkan pikiran. Membuat ruang menjadi lebih luas, dan perkembangan ide dapat muncul begitu saja. Sehingga, solusi kreatif dapat dibentuk dari permasalahan yang sudah ada sebelumnya.

  1. Lebih Produktif

Manfaat libur bagi karyawan dari perusahaan sebanding dengan produktivitas yang diberikan. Pasalnya, menghabiskan beberapa hari di tanggal merah untuk sekedar traveling atau melakukan hal yang disukai, sangat efektif untuk meningkatkan kinerja.

Jika produktivitas karyawan terus terjaga. Maka, meskipun diberlakukan libur setiap tanggal merah, efektivitas perekonomian nasional akan tetap terjaga. Pasalnya, pekerja kembali dengan semangat bekerja baru yang tentunya memberikan dampak positif.

Beberapa perusahaan untuk menstabilkan perekonomian dalam sektor bisnisnya melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan mengharuskan pekerjaan selesai sebelum liburan.  Sehingga, selama weekend tidak ada kerja lembur bagi karyawan.

  1. Mendapatkan Ilmu Baru

Mengunjungi banyak tempat sebagai bentuk refreshing dengan berwisata tidak selalu dengan tujuan bermain saja. Nyatanya, bertemu dengan orang baru dengan cara pandang dan latar belakang berbeda dapat memberikan manfaat kepada Anda.

Tanda disadari hal ini berperan penting dalam meningkatkan soft skill. Terutama dalam aspek public speaking, networking, manajemen waktu, dan juga negosiasi. Sehingga, ketika kembali bekerja, selain tampil lebih segar kemampuan soft skill Anda juga bertambah.

  1. Meningkatkan Kemampuan Negosiasi dan Kerjasama Bisnis

Mendapatkan relasi baru saat pergi berlibur, ternyata juga sangat bermanfaat dalam membangun negosiasi maupun kerjasama bisnis. Hal tersebut dapat dilakukan apabila Anda pandai melihat peluang dan memiliki public speaking yang bagus.

Pada awalnya, hal ini tentu tidak mudah. Terlebih wisata dilakukan sebagai sarana hiburan, dalam hal ini tidak hanya skill negosiasi saja, Anda juga harus mengasah kemampuan kontrol emosi. Sehingga, Anda menjadi lebih mampu untuk berpikiran luas.

Konsep ini juga dapat sebagai acuan bahwa libur pada tanggal merah tidak selalu membawa dampak buruk bagi perekonomian. Sebab juga membawa keuntungan dengan semangat kerja. Beberapa manfaat libur bagi karyawan bahkan mampu menambah relasi bisnis.

Produk Rayon Lakumas Semakin Diminati Selepas Indonesia Fashion Week

Benang Rayon dari Lakumas sekarang semakin diminati. Peningkatan ini terjadi secara signifikan selepas Indonesia fashion week digelar. Ada banyak pengrajin nusantara yang sekarang melakukan pemesanan.

Indonesia memang memiliki banyak kain tradisional. Salah satu yang paling populer adalah kain tenun jepara. Jepara sendiri memang terkenal sebagai wilayah pengrajin kain. Di Jepara, ini adalah profesi yang sangat umum.

Selain jepara, daerah batak juga cukup populer dalam pembuatan kain tenun. Di batak terdapat kain ulos. Ulos sendiri sekarang mengalami peningkatan popularitas.

Selain itu, ada juga kain tenun gringsing yang popularitasnya tidak kalah oleh kain ulos. Kain gringsing berasal dari daerah dengan nama yang sama. Gringsing sendiri memang memiliki banyak pengrajin profesional.

Perlu diketahui, jumlah pengrajin nusantara yang menggunakan rayon lakumas terus bertambah. Hal ini membuat produksi dari rayon lakumas sendiri terus bertambah.

Mengenal Benang Rayon Lakumas Secara Lebih Jauh

Kebanyakan dari anda pasti ingin mengetahui produk nusantara yang menggunakan rayon lakumas. Untuk info lebih lengkap, berikut daftar lengkapnya.

Songket Lombok iiii

  1. Kain Tenun NTT

Produk nusantara pertama yang menggunakan rayon lakumas adalah kain tenun NTT. Keunggulan utama dari kain tenun NTT terletak pada motifnya yang berbeda-beda. Hal tersebut membuat harga kain tenun NTT sangat tinggi.

  1. Kain Tenun Jepara

Produk selanjutnya yang menggunakan rayon lakumas adalah kain tenun jepara. Kain tenun jepara sendiri sering disebut kain troso. Kain jepara atau troso ini memiliki keunggulan dari cara pembuatannya yang masih manual.

  1. Sarung Goyor

Sarung goyor juga termasuk pada daftar ini. Sarung goyor yang merupakan produk khas pekalongan ini popularitasnya memang tidak terlalu tinggi. Namun, sarung goyor memiliki motif yang sangat khas dan berbeda dari jenis lain.

  1. Sarung bugis

Produk selanjutnya adalah sarung bugis. Sama seperti sarung goyor, sarung bugis sendiri sekarang tidak terlalu populer. Namun tetap, sarung bugis dengan pola khas garis-garisnya masih banyak diminati.

  1. Tenun Ikat Bali

Selain sarung bugis, tenun ikat bali juga termasuk produk yang menggunakan benang rayon lakumas. Tenun ikat bali sendiri memiliki pola khas yang berbeda dengan produk dari daerah lain. Bisa dikatakan, tenun ikat bali memiliki pengaruh budaya yang sangat kuat.

  1. Kain Gringsing

Rayon lakumas juga sering digunakan untuk kain tenun gringsing. Kain gringsing termasuk premium karena pembuatannya menggunakan teknik dobel ikat. Hal tersebut membuat kain grising membutuhkan waktu 2 sampai 5 tahun dalam proses pembuatannya.

  1. Tenun Dayak

Selain kain gringsing, tenun dayak juga termasuk pada daftar ini. Tenun dayak sendiri sering disebut dengan kain kebat. Tenun dayak atau kain kebat ini memiliki karakteristik pada pola yang terkesan sangat klasik.

  1. Kain Ulos

Rayon lakumas juga sering digunakan pada kain ulos. Sama seperti tenun dayak, kain ulos memiliki pola yang masih dipertahankan. Untuk anda yang pernah melihat proses pembuatan songkat khas palembang, kain ulos dibuat dengan cara yang sama.

  1. Songket Lombok

Setelah kain ulos, nama terakhir yang masuk ke daftar ini adalah songket lombok. Songket lombok ini terkenal karena variasinya. Tidak hanya menggunakan benang berwarna cerah, songket lombok juga sering menambahkan benang berwarna emas dan perak.

Songket lombok dan nama-nama lain di daftar ini sekarang mulai jarang diminati. Oleh sebab itu, mulailah melestarikannya dengan menggunakan pakaian-pakaian tersebut. Jika tidak dilestarikan, bukan tidak mungkin keberadaannya akan menghilangkan.

Lagipula, kenyamanan saat menggunakannya akan terasa. Anda bisa menggunakan pakaian ini dalam waktu lama. Itu karena, benang rayon yang digunakan memiliki kualitas tinggi.

Pengaruh Teknologi Terhadap Kegiatan Pengrajin Kain Tradisional

Semakin berkembangnya zaman, para pengrajin kain tradisional semakin berkurang. Padahal melakukan pemberdayaan kain tradisional merupakan hal kewajiban.

Selain itu tingginya minat kain tradisional juga semakin meningkat. Jika tidak dibarengi dengan banyaknya jumlah pengrajin akan sulit untuk memenuhi permintaan konsumen.

Oleh karena itu melakukan pemberdayaan bagi anak – anak muda penerus tradisi sangat dianjurkan. Sehingga kegiatan penenun atau pembuatan kain – kain tradisional akan terus berlanjut.

Karena hal itu merupakan ciri khas dari Negara Indonesia yang harus dilestarikan. Karena ada banyak sekali jenis – jenis kain yang dimiliki oleh Nusantara. Bahkan hampir setiap daerah memiliki ciri khas kainnya tersendiri.

Pengaruh Teknologi Bagi Pengrajin Kain Tradisional

Meskipun demikian, dengan kehadiran teknologi juga sangat membantu bagi seluruh pengrajin kain tradisional. Dengan hadirnya teknologi, proses memperkenalkan kain pada dunia semakin mudah.

Selain itu, dengan kemajuan teknologi ini juga semakin canggih juga alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan dari kain – kain tradisional.

Meskipun pada umumnya setiap pembuatan kain – kain tradisional dari berbagai daerah itu dilakukan masih dengan cara manual. Atau menjahit dengan tangan, atau teknik – teknik tradisional lainnya.

Akan tetapi dengan kecanggihan teknologi, proses pembuatan menjadi lebih cepat pengerjaannya. Berikut beberapa manfaat dari adanya teknologi bagi para pengrajin kain.

  1. Pemasaran Produk

Pengaruh teknologi yang pertama bagi pengrajin kain tradisional yakni dapat membantu pemasaran produk. Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini banyak orang melakukan pemasaran menggunakan teknologi.

Ada banyak sekali platform yang bisa dijadikan tempat untuk melakukan pemasaran produk. Pemasaran ini dilakukan dengan cara mengambil gambar kemudian diberikan keterangan pada gambar tersebut.

Setelah melihat foto atau gambar dan membaca keterangan yang ada, sehingga banyak orang menjadi tertarik dengan produk yang sedang dipasarkan. Nyatanya cara pemasaran tersebut juga berlaku bagi para pengrajin kain – kain tradisional. Tidak sedikit bagi mereka yang melakukan pemasaran jenis tersebut.

  1. Memperkenalkan Kain Tradisonal Pada Kancah Dunia

Selain membantu pemasaran, dengan adanya teknologi juga membantu pengrajin kain tradisional untuk memperkenalkan berbagai jenis kain tersebut pada kancah dunia.

Belum lama beberapa tahun yang lalu, kain khas milik Indonesia melakukan kolaborasi pada merk ternama dunia. Ini semua tentu berkat dari perkembangan teknologi.

Dengan adanya teknologi, sehingga dunia bisa mengetahui kecantikan dari kain – kain yang dimiliki oleh Indonesia. Terlebih media sosial juga mengambil peranan sangat penting dalam upaya memperkenalkannya.

Saat ini untuk melihat kain – kain tradisional bisa dilihat di internet dengan mudah. Tidak hanya dalam negeri, namun orang luar negeri juga bisa melihatnya.

  1. Penjualan Menjadi Semakin Meningkat

Selain itu dengan adanya bantuan teknologi juga sangat membantu para pengrajin kain tradisional untuk meraup keuntungan lebih besar. Keuntungan ini didapatkan karena tingkat penjualan yang semakin tinggi.

Tingginya minat pembeli ini dipengaruhi oleh semakin banyak orang yang melakukan pemasaran dengan berbagai cara melalui media sosial dan berbagai platform lainnya.

Semakin banyak pemasaran yang akan dilakukan, dengan begitu semakin banyak juga masyarakat menjangkau kain – kain tersebut untuk dimiliki. Ada yang dijadikan sebagai koleksi atau ada juga sebagai acara adat istiadat.

Harus diketahui bahwa terciptanya kain – kain tersebut pada mulanya digunakan pada acara – acara adat istiadat setempat, sebelum akhirnya dapat digunakan secara umum.

Pada intinya dengan adanya bantuan teknologi, baik itu sebagai bentuk pemasaran produk dan lain sebagainya. Semuanya bisa sangat membantu dalam proses memperkenalkan Indonesia, dan banyak sekali manfaatnya bagi pengrajin kain tradisional.

Menggunakan Bahan Baku Berkualitas untuk Jaga Mutu Benang

Mesin Roving Pemintalan Benang

Menggunakan bahan baku berkualitas menjadi langkah pasti untuk menjaga kualitas dari benang Lakumas. Benang berkualitas membuat konsumen atau pengguna merasa puas dengan produk yang dihasilkan.

Jika akan membuat kreasi yang indah, menarik, dan mengagumkan dari benang, kuncinya adalah gunakan bahan berkualitas. Tapi, sebenarnya bagaimana cara memeriksa dan menjaga dari kualitas produk benang yang ada.

Sebenarnya, kualitas dari suatu benang bisa dilihat secara kasat mata. Apakah ada banyak serat yang rusak, rontok, dan tidak rapi sehingga membuatnya terlihat lebih tipis.

Benang-benang seperti itu sangat fatal jika digunakan untuk produksi pakaian atau kain lainnya. Produk yang dihasilkan tentu tidak akan berkualitas, cepat robek, dan masih banyak kefatalan lain jika menggunakannya.

Langkah Menjaga Kualitas Selama Proses Produksi Melakukan Proses

Optimalisasi maksimal dari produk Lakumas bisa dilihat melalui kualitas yang dihasilkan pada benangnya. Kualitasnya sendiri bergantung pada tingkat efisiensi transfer dari sifat serat ke benangnya.

Benang menjadi bahan baku industri tekstil. Sebenarnya, tidak ada benang baik atau buruk yang mutlak. Melakukan setting mesin bersamaan dengan cek kualitas sebelum jalan produksi adalah hal penting sebelum pengujian.

Ada beberapa uji yang akan dilakukan untuk memastikannya seperti melakukan pengujian memutar, pertahanan suhu, kepadatan linear, keserasian dan lainnya. Untuk itu, langkah pembuatannya harus sesuai standar seperti di bawah ini.

1.     Selama Proses Produksi Melakukan Proses Pemilihan Bahan Berkualitas

Bahan baku serat adalah unit materi yang memiliki panjang setidaknya 100 kali diameter atau lebarnya. Serat yang cocok untuk penggunaan tekstil memiliki panjang, tingkat kehalusan, kekuatan, dan fleksibilitas memadai.

Pemilihan bahan baku berkualitas menjadi hal penting bagi benang terutama pada fungsinya seperti penyerapan air, panas sinar matahari. Bahan material juga berperan aktif dalam menjaga ketahanan terhadap serangga dan mikroorganisme.

2.     Penggunaan Mesin Modern

Dalam menjaga kualitas produk, Lakumas juga menggunakan mesin modern yang canggih. Seperti diketahui bahwa hanya menggunakan tenaga manusia saja tidak mungkin bisa menjaga kualitas dari produk benangnya.

Tenaga manusia biasanya menghasilkan kualitas yang berbeda-beda, berbeda dengan penggunaan mesin. Untuk itu sangat penting untuk melakukan setting mesin bersamaan dengan cek kualitas sebelum jalan produksi.

3.     Menjalankan Uji Kekuatan

Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana bisa uji kekuatan benang dilakukan dan diukur. Benang-benang akan diuji pada mesin yang berputar sepanjang satu meter, kemudian ditimbang. Nantinya akan didapat berat benangnya.

Selama proses produksi melakukan proses uji kekuatan putus juga pada benang-benang. Kami menggunakan metode uji tarik standar untuk mengetahui pemanjangan, kekuatan putus, dan ketangguhan pada benangnya.

4.     Menjalankan Tes Pelintiran

Langkah pasti dalam menjaga kualitas produksi benang Lakumas yakni dengan menggunakan tes putar pelintiran. Tes putaran akan dinyatakan dengan jumlah lilitan per satuan panjang seperti berapa banyak lilitannya.

Kami selalu melakukan setting mesin bersamaan dengan cek kualitas sebelum jalan produksi agar lolos dalam tes pelintiran. Pengujian ini dilakukan untuk menentukan koefisiensi puntiran dari benangnya.

5.     Melakukan Pengujian Bakar Produk

Dari semua tes yang mana merupakan langkah untuk menjaga kualitas dari produksi benang lakumas, uji bakar menjadi yang terpenting. Dari uji ini, Anda juga bisa mengetahui terbuat dari apa benangnya.

Saat terbuat dari bahan kapas, nyala api akan cepat menjalar dan menyala dengan cukup lama. Tapi, ketika bahan material pembuatannya berbeda, reaksi yang akan dihasilkan juga beda.

Menjaga kualitas suatu produk bisa dilakukan dengan menguji produknya menggunakan berbagai tes untuk mengetahui seberapa bagus ketahanannya. Untuk itu, sangat disarankan agar menggunakan bahan baku berkualitas agar bisa lolos uji.

Bahan Benang yang Paling Banyak Digunakan oleh Produk Kain Tradisional

Bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional sesuai dengan kebutuhannya. Banyak jenis barang yang dibutuhkan untuk dapat menghasilkan kain untuk dijadikan pakaian.

Benang sendiri merupakan bahan yang terdiri dari kumpulan serat-serat. Serat tersebut berbentuk memanjang yang memiliki garis tengah sesuai dengan jumlah antihan yang diperoleh dari proses pemintalan.

Benang juga memiliki beberapa jenisnya sesuai dengan proses pemintalan yang dilakukan. Jenis pertama adalah benang stapel yang dipintal dengan metode mekanik untuk dapat menghasilkan benang tertentu.

Jenis kedua adalah benang filamen yang melalui proses pemintalan dengan menggunakan cara kimia. Perbedaan yang paling terlihat dari kedua cara tersebut adalah ukuran panjang yang akan dihasilkan.

Benang sangat berperan penting dalam industri tekstil untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakaian. Termasuk juga untuk pembuatan produk kain tradisional dapat menggunakan beberapa jenis benang sesuai kebutuhan.

Jenis Bahan Benang di Indonesia

Bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional memiliki beberapa jenis sesuai kebutuhan. Berikut ini beberapa jenis bahan benang yang dapat Anda pilih untuk produk kain tradisional.

  1. Benang kapas

Jenis benang ini sesuai dengan namanya terbuat dari bahan dasar kapas. Sistem yang digunakan untuk pemintalan ada beberapa seperti open end, mule dan sistem ring.

Proses pemintalan pada benang kapas akan menghasilkan dua jenis yang berbeda. Jenis pertama adalah benang kapas garu dengan permukaan berbulu dan kedua benang kapas sisir dengan permukaan mengkilap.

  1. Benang linen

Jenis benang lain yang tidak asing digunakan di Indonesia adalah benang linen. Jenis benang linen dibuat dengan memanfaatkan serat linen yang diambil langsung dari tumbuhan rami ataupun pohon flax.

Benang linen termasuk bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional. Linen jarang dibuat dalam bentuk gintiran karena lebih kuat dibandingkan benang kapas.

  1. Benang wool

Benang wool biasanya dibuat dari bahan alami berupa bulu domba dan kambing. Selain itu, bisa juga terbuat dari bulu mamalia lainnya yang sering digunakan untuk tali sepatu dan kain celana.

Benang wool juga memiliki beberapa golongan diantaranya wool panjang, medium dan halus. Tentunya penggunaan ketiga jenis benang wool tersebut sesuai dengan kebutuhan produksi kain tradisionalnya.

Macam-macam Benang untuk Produk Kain Tradisional

Selain bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional yang sudah disebutkan, ada beberapa jenis lainnya. Berikut jenis benang yang paling sering digunakan untuk produksi kain tradisional.

  1. Benang sutra

Jenis benang sutra diperoleh dari pemintalan serat sutra dan biasanya memanfaatkan sutra kepompong. Jenis benang sutra juga memiliki ciri berupa 2 hingga 20 benang filamen.

  1. Benang rayon

Benang rayon sering dibuat dari setengan buatan yang terdiri dari selulosa. Benang ini memiliki dua jenis yaitu filamen rayon panjang hingga tidak terhingga atau disesuaikan dengan serat kapas.

  1. Benang polyester

Bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional adalah benang polyester. Jenis benang ini terbentuk dari filamen atau stapel biasanya untuk bahan tenun atau rajut.

  1. Benang akrilik

Jenis benang akrilik biasanya digunakan untuk memproduksi kain rajut pakaian luar. Biasanya paling cocok dibuat sebagai bahan pakaian berbulu untuk musim dingin maupun selimut hangat.

Kebutuhan akan benang untuk produksi kain disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Begitu juga untuk bahan benang yang paling banyak di gunakan oleh produk kain tradisional sesuai dengan kebutuhannya.