Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: kerja

Lakumas Work : Ketika Diterima Kerja pada Posisi yang Tidak Dilamar

Ketika melamar sebuah pekerjaan, terkadang seseorang mendapatkan posisi yang tidak diinginkan. Fakta ini sangat sering terjadi di berbagai tempat. Selain itu, ini juga merupakan hal lumrah.

Namun, ada 2 tipe orang dalam menyikapi hal tersebut. Tipe orang pertama adalah yang menolak karena memang merasa tidak memiliki kapasitas dan kurang minat. Tipe kedua orang yang akan menerimanya.

Kondisi ini biasanya terjadi karena banyak faktor. Bisa saja karena perusahaan melihat potensi yang dimiliki oleh calon karyawan. Bisa juga karena alasan lain yang mungkin tidak bisa dijelaskan.

Alasan Diterima Tidak pada Posisi yang Dilamar

Beragam alasan memang bisa terjadi bagaimana seseorang mendapatkan tempat dalam pekerjaan. Bahkan, ketika tidak dalam bidang impian terkadang calon karyawan masih menyetujuinya. Ada beberapa alasan tentunya yang dimiliki calon karyawan.

Salah satu alasannya adalah karena kebutuhan akan pekerjaan terlalu mendesak. Kebutuhan hidup semakin meningkat. Sedangkan pendapatan masih belum stabil sehingga mengharuskan menerima tawaran dari perusahaan.

Alasan lain adalah karena perusahaan memiliki tujuan tersendiri. Bisa saja karena melihat potensi dari calon karyawan lebih baik pada tempat lain. Jadi harus ditempatkan pada tawaran tersebut.

Kejadian ini memang tidak bisa terhindarkan dalam dunia kerja. Tuntutan kerja semakin besar karena kebutuhan hidup juga meningkat. Itu merupakan fakta paling umum dalam rekrutmen calon karyawan.

Kelebihan dan Kekurangan dari Peristiwa Tersebut

Faktanya, jika seseorang menghadapi peristiwa seperti ini tentu akan mendapatkan kelebihan dan kekurangan. Setiap tempat di perusahaan pasti memiliki plus dan minusnya sendiri sesuai tingkatan kedudukan.

Jika melihat dari sisi kelebihannya, tentu ada beberapa hal. Salah satu kelebihan ketika menghadapi situasi seperti ini adalah diterima dalam dunia kerja. Tidak semua orang memiliki kesempatan seperti itu, bukan?

Mungkin memang bukan harapan karena tidak ada pada kedudukan yang diinginkan. Namun, berapa banyak orang mendambakan kedudukan tersebut? Sedangkan Anda mampu mendapatkannya tanpa ekspektasi sebelumnya.

Sedangkan kekurangannya adalah perlu adaptasi ulang terhadap lingkungan kerja. Bisa saja kedudukan baru Anda jauh berbeda dengan spesialisasi Anda. Jadi perlu waktu lebih lama memahami dan beradaptasi terhadap sistem kerjanya.

Meskipun begitu, adaptasi bisa dilakukan dengan berjalannya waktu. Memang tidak mendapatkan pekerjaan impian karena harus ditempatkan pada kedudukan lain. Namun, sebenarnya hal tersebut tidak terlalu buruk, bukan?

Cara Menyikapi Ketika Mendapat Pekerjaan yang Bukan Bidangnya

Lalu, bagaimana cara menyikapinya ketika mendapatkan jabatan yang bahkan bukan kompetensi? Sebenarnya ada banyak cara. Anda bisa menolak kedudukan tersebut, dengan risiko kehilangan kesempatan bekerja.

Namun, jika menerimanya tentu akan menimbulkan rasa resah dan gelisah pada awalnya. Namun, dengan seiring berjalannya waktu mungkin akan berbeda. Sedikit demi sedikit akan muncul kebiasan pada kedudukan baru.

Cara menyikapinya sendiri sebenarnya cukup sederhana. Pertama adalah mulai mempelajari apa yang dibutuhkan dalam kedudukan tersebut. Kedua adalah mengadaptasi kebiasaan lama ke kebiasaan baru tanpa membebani kinerja.

Cara selanjutnya adalah dengan membawa setiap pekerjaan santai. Semua pekerjaan akan lebih mudah dipahami dan diselesaikan ketika dilakukan dengan santai. Begitu juga tanggung jawab pada kedudukan yang tidak diinginkan.

Apakah perlu Resign dari Pekerjaan Tersebut?

Pertanyaan ini sebenarnya cukup relatif tergantung dari setiap pribadi seseorang. Jika merasa sudah nyaman dan mampu beradaptasi, tidak perlu melakukan resign. Apalagi ini bisa menjadi tambahan skill yang berguna, bukan?

Lalu, bagaimana jika sudah berjalan beberapa tahun, tetapi tetap tidak nyaman? Anda bisa mengambil resign. Memang risikonya sangat besar karena kehilangan pekerjaan. Namun, akan jauh lebih baik dari pada memaksakannya.

Memang tidak akan selalu berjalan sesuai keinginan ketika melamar pekerjaan. Bisa saja lamaran Anda ditolak, diterima, atau diterima dengan syarat. Salah satunya adalah diberikan jabatan yang bukan Anda inginkan.

Lakumas Work : Tujuan dan Menganalisa Pekerjaan di Perusahaan

Analisa dalam pekerjaan di perusahaan memegang peranan penting. Aktivitas ini mengharuskan setiap karyawan untuk berpikir dan menjelaskan beberapa hal. Salah satu yang sering terjadi adalah mengetahui seperti apa tanggung jawabnya.

Faktanya, menganalisis suatu masalah bisa memberikan kesempatan besar naik jabatan. Seseorang yang mampu melihat solusi dari masalah akan tampil sebagai pemenang. Jabatan tinggi bukan lagi menjadi hal yang mustahil.

Aktivitas menganalisis ini juga memberikan banyak hal menarik lain. Bukan hanya untuk mengerti tentang tanggung jawabnya, tetapi komponen, unsur, dan lainnya. Jadi sangat banyak sekali manfaatnya.

Tujuan Menganalisa Pekerjaan Secara Rinci

Dalam menganalisis pekerjaan, ada beberapa hal yang ingin dituju. Beberapa hal tersebut memang tidak bisa dijelaskan secara rinci. Namun, target utamanya adalah memahami pekerjaan dengan lebih baik.

Salah satunya adalah job description yang memberikan informasi tentang beberapa hal standar dalam pekerjaan. Job description bisa meliputi tentang spesifikasi, tanggung jawab, kewajiban, hingga riwayat pekerjaan.

Ada juga job classification dengan rincian seperti penyusunan pekerjaan. Secara sistematik, setiap pekerjaan akan berada dalam klasifikasi tertentu. Tujuannya adalah untuk mempermudah setiap karyawan menyelesaikan tanggung jawabnya.

Job evaluation memberikan kewajiban untuk mengatur prosedur khusus dalam pengklasifikasian pekerjaan berdasarkan fungsinya masing-masing. Umumnya, ini dilakukan untuk melihat sejauh mana efektifitas dalam menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan.

Sedangkan personal spesifications diperlukan sebagai bahan untuk menyusun persyaratan tertentu. Biasanya, hal ini dilakukan untuk melakukan manajemen terhadap pengetahuan, keterampilan, sikap, hingga ketangkasan untuk keberhasilan target perusahaan.

Manfaat yang Diperoleh dari Analisa Pekerjaan

Dari beberapa hal yang sudah disebutkan sebelumnya, menganalisis pekerjaan sebenarnya memberikan banyak manfaat. Setidaknya ada 3 manfaat yang bisa dirasakan ketika sebuah analisis berhasil dilakukan dengan baik.

Pertama, melakukan sebuah analisis pekerjaan memberikan informasi tertentu yang dibutuhkan. Biasanya, hal ini ditujukan untuk melengkapi dan mengatur susunan pegawai. Jadi secara sistematik akan terlihat jelas pembagian kerjanya.

Kedua adalah desain organisasi sebagaimana fungsinya. Ketika melakukan sebuah analisis, maka akan muncul data-data khusus. Data ini bisa dipakai untuk menyusun posisi organisasi supaya lebih efektif dan efisien.

Terakhir adalah desain ulang pekerjaan. Terkadang, dalam upaya meningkatkan capaian target, maka harus ada redesain pekerjaan. Semua komponen, unsur, hingga klasifikasi bisa saja diubah dalam bentuk baru.

Tahapan Analisis Pekerjaan yang Perlu Diperhatikan

Dalam melakukan sebuah analisis, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan. Secara garis besar, setidaknya ada 2 hal paling utama. Pertama adalah penentuan tugas dan kedua adalah penetapan komponen pelengkap.

Penentuan tugas memberikan kemungkinan untuk melakukan pemetaan terhadap kerangka kerja utama. Didalamnya terdapat unsur-unsur pekerjaan dan perilaku dalam mencapai target. Termasuk juga dalam kewajiban yang haru dipenuhi sebagai penanggungjawab.

Sedangkan penetapan komponen pelengkap berkaitan dengan kompetensi dari setiap karyawan. Komponen berupa pengetahuan, kemampuan, sikap, dan sebaginya menjadi dasar dalam analisis. Dengan begitu, kerangka besar akan tercipta dengan lebih efisien.

Jenis-jenis Analisis yang Perlu Diketahui

Setidaknya ada 2 jenis dalam menganalisis kewajiban supaya lebih efektif. Pertama adalah tipe tradisional dan kedua adalah orientasi hasil. Keduanya sama-sama merupakan jenis yang cukup penting dalam sebuah lingkungan organisasi.

Analisis bersifat tradisional umumnya tunduk pada 3 komponen utama. Pertama adalah tanggung jawab terhadap suatu kedudukan. Kedua adalah kepatuhan terhadap pengarah dan ketiga adalah kewajiban dalam memegang kedudukan.

Sedangkan analisis berorientasi hasil umumnya memberikan kebebasan konsep bagi setiap kedudukan untuk mencapai target. Proses bukanlah hal yang mutlak, tetapi hasil adalah suatu prioritas untuk dipenuhi.

Pada akhirnya, melakukan sebuah analisis memberikan kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Dengan begitu, setiap karyawan mampu memahami setiap tanggung jawab dan tujuan terhadap target yang harus dicapai.

Lakumas Work : Lingkungan Kerja yang Toxic, Memengaruhi Pekerjaan?

Lingkungan kerja memberikan dampak cukup besar bagi kinerja seorang karyawan. Jika keadaan dalam kantor kurang mendukung, maka potensi karyawan akan terhambat. Kondisi seperti ini sangat kurang baik jika diteruskan.

Sebenarnya ada banyak alasan mengapa kondisi selama bekerja kurang nyaman. Bisa saja karena atasan yang kurang memberikan apresiasi. Bisa juga karena siklus pertemanan kantor saling menjatuhkan.

Beberapa dampak negatif akan muncul satu persatu ketika keadaan sudah lebih kompleks. Apalagi, beban pekerjaan semakin hari semakin menumpuk. Jelas ini akan memberikan tekanan berat bagi karyawan.

Alasan Lingkungan Kerja Tidak Sehat

Ada banyak alasan mengapa keadaan di dalam kantor bisa menjadi kurang sehat. Persaingan antar karyawan menjadi salah satu yang paling sering dijumpai. Bahkan, tidak jarang beberapa saling sikut.

Keinginan untuk mendapatkan notice dari atasan adalah salah satu alasannya. Untuk mendapatkan perhatian, maka mau tidak mau harus terlihat memiliki kinerja baik. Tidak peduli dengan cara terpuji atau bukan.

Faktanya, keadaan seperti ini membuat siklus pekerjaan menjadi kurang sehat. Beban pekerjaan semakin meningkat bersamaan tekanan mental. Kesempatan berkarir juga mulai menghilang karena saling sikut.

Alasan lain adalah karena atasan yang kurang mampu memberikan apresiasi kepada setiap karyawan. Memang tidak semua karyawan mampu memenuhi ekspektasi perusahaan. Namun, bukan berarti semua harus diratakan, bukan?

Apakah Hal Tersebut Memiliki Potensi Berbahaya?

Jika dilihat dari sisi manapun, siklus kantor yang toxic akan sangat membahayakan. Salah satu alasannya karena mampu menghambat potensi. Jadi kemampuan yang dimiliki tidak mampu dimaksimalkan dengan baik.

Banyak karyawan sering mengeluhkan kondisi kantor seperti ini. Ditambah dengan kecenderungan untuk saling cari muka kepada atasan. Tentu akan memberikan beban lebih besar karena tidak mampu mengerjakan tanggung jawabnya.

Fakta lain adalah kehadiran teman kerja yang saling membicarakan orang lain memberikan kesan tidak nyaman. Kesalahan kecil bisa menjadi besar jika dilakukan dengan cara seperti ini.

Hasilnya, kesalahan yang tidak seberapa akhirnya memberikan alasan kepada orang lain untuk saling menjatuhkan. Ada kesan bahwa kesalahan kecil akan menjadi senjata untuk menjadikan orang lain terlihat buruk.

Rasa tidak nyaman karena terbayang hal buruk bisa membuat karyawan tertekan. Lebih parahnya lagi adalah terkena depresi berat. Ditambah adanya beban pekerjaan yang semakin bertambah setiap saat.

Cukup menakutkan memang jika seorang karyawan tidak memiliki mental kuat. Apalagi bagi karyawan yang statusnya adalah lulusan baru. Mental yang masih belum matang akan cenderung berakibat fatal.

Bagaimana Cara Menyikapi Hal Tersebut?

Lalu, bagaimana cara menyikapi sistem kerja yang seperti itu? Sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan. Namun, setiap cara biasanya akan efektif untuk kasus-kasus tertentu.

Salah satu cara yang cukup banyak dipakai adalah jangan pernah terlalu ikut campur urusan orang lain. Tidak masalah mengetahui beberapa hal dari teman kerja. Namun, jangan sampai tahu lebih detail.

Cara lain adalah mengerjakan tanggung jawab sesuai tuntutan. Jika tidak diminta mengerjakan sesuatu, jangan lakukan hal tersebut. Terlihat bisa mengerjakan banyak hal akan berdampak buruk pada pekerjaan sendiri.

Seorang karyawan yang terlihat bisa melakukan banyak hal cenderung dimanfaatkan. Biasanya akan diminta mengerjakan sesuatu yang bukan tanggung jawabnya. Jelas ini merupakan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan.

Cara lainnya adalah mengetahui karakter setiap teman kerja dan atasan. Apakah dari teman kerja tersebut memiliki karakter buruk atau tidak. Jika ada, lebih baik menghindarinya.

Dunia kerja memang tidak selamanya berjalan lurus. Terkadang ada saatnya seorang karyawan harus berada pada fase yang sulit. Salah satunya ketika mendapati teman kerja yang toxic.

Lakumas Work : “Memanusiakan Manusia” Bentuk Apresiasi untuk Karyawan

Apresiasi dalam dunia kerja adalah salah satu tindakan yang sangat diperlukan. Bentuk penghargaan bisa dilakukan melalui beberapa cara. Bukan hanya berupa dalam bentuk upah, tetapi bisa juga berbentuk non-upah.

Faktanya, saat ini masih banyak dijumpai perusahaan yang kuran memperhatikan karyawannya. Kebanyakan karyawan hanya dianggap sebagai pekerja. Padahal, tanpa karyawan maka target sebuah perusahaan tidak akan tercapai.

Faktanya, memberikan penghargaan atau dukungan bisa dalam berbagai bentuk. Hal paling sederhana dan paling mudah adalah ucapan terimakasih. Namun, sebenarnya ada banyak sekali contoh bentuk dukungan kepada karyawan.

Mengizinkan Karyawan Bekerja dari Rumah

Saat ini, hampir semua pekerjaan bisa dilakukan tanpa berada di tempat kerja. Beberapa jenis pekerjaan justru lebih nyaman ketika dikerjakan di rumah. Hasilnya juga lebih efektif serta efisien.

Tempat bekerja tidak selalu berada di kantor. Rumah juga bisa menjadi tempat kerja yang nyaman ketika perkerjaan tersebut sesuai. Apalagi, dengan dukungan teknologi informasi yang sudah berkembang seperti sekarang.

Memberikan izin kepada karyawan untuk bekerja dari rumah sesekali adalah salah bentuk dukungan. Perusahaan tidak perlu menyediakan fasilitas tambahan. Cukup memberikan izin sesekali supaya karyawan bisa mengerjakan sesuatu dengan nyaman.

Kantor tidak selamanya menjadi tempat ternyaman untuk bekerja. Ketika memaksakannya, maka akan muncul rasa jenis. Tentu saja perusahaan yang memanusiakan manusia tidak akan membiarkan para pegawainya merasa jenuh, bukan?

Memberikan Cuti Tambahan Kepada Karyawan

Cuti adalah salah satu hal yang paling dinantikan bagi para pegawai. Namun, tidak semua tempat kerja memberikan hak cuti bagi pegawainya. Padahal, cuti merupakan salah satu hak bagi setiap pegawai.

Bisa saja cuti adalah momen yang paling ditunggu. Sudah lama bekerja dan semakin merasa jenuh karena aktivitas yang semakin menumpuk. Cuti bisa mengurangi risiko pegawai mengalami depresi berat.

Memang, tidak perlu semua pegawai perlu diberikan cuti. Perusahaan bisa memberikan hadiah berupa cuti tambahan bagi pegawai berprestasi. Langkah ini bisa memicu semangat pegawai untuk bekerja lebih giat.

Cuti akan dipakai untuk mengunjungi tempat yang sudah diimpikan. Tempat wisata atau hanya berkumpul bersama keluarga bisa menjadi momen berharga. Jadi, menambahkan jatah cuti merupakan salah satu bentuk dukungan.

Paket Liburan Khusus Pada Periode Tertentu

Salah satu bentuk penghargaan lain yang bisa diberikan kepada pegawai adalah memberikan paket liburan. Paket ini bisa diberikan kepada pegawai dengan pencapaian terbaik selama periode waktu tertentu.

Setiap pegawai pasti akan senang jika kinerjanya dihargai dengan cara seperti ini. Apalagi, liburan adalah hal yang mungkin jarang dinikmati selama bekerja. Pekerjaan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Tidak perlu memilih tepat liburan jauh dan mewah dari kantor. Ketika paket liburan ini diberikan, dimanapun tempatnya pasti akan membuat seseorang senang. Kinerja dalam menyelesaikan tugas juga pasti ditingkatkan.

Periode penghargaan ini bisa setiap 3 atau 6 bulan sekali. Selama periode tersebut, pegawai dengan kinerja terbaik berhak mendapatkan hadiah. Hadiahnya adalah paket liburan khusus.

Apresiasi dengan Berlibur Bersama Semua Karyawan

Liburan bersama mungkin terdengar cukup sederhana. Namun, siapa yang menyangka bahwa ternyata hampir semua karyawan menginginkan hal tersebut. Berlibur bersama semua teman kerja serta atasan.

Metode ini mampu meningkatkan komunikasi antar sesama karyawan dengan atasan. Setiap orang bisa saling mengenal satu sama lain. Bahkan, karakter seseorang bisa lebih terlihat jelas.

Cara ini akan sangat efektif memberikan penghargaan kepada setiap orang. Meskipun sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar. Langkah sederhana untuk mempererat hubungan antar karyawan dengan atasan.

Penghargaan yang paling sederhana sekalipun pada dasarnya sangat diperlukan. Karyawan bukanlah robot yang bisa bekerja tanpa lelah. Oleh sebab itu, apresiasi menjadi bentuk kepedulian perusahaan kepada para karyawan.

Lakumas Work : Pentingnya Rekrutmen untuk Memajukan Perusahaan

Rekrutmen atau penerimaan anggota baru sangat lazim di semua organisasi, komunitas, atau bahkan perusahaan. Kebutuhan akan sumber daya manusia yang handal adalah salah satu faktor adanya penerimaan baru.

Faktanya, setiap perusahaan memiliki standar bagi calon pegawai. Standar tersebut perlu dicapai untuk menciptakan SDM yang berpotensi. Itulah mengapa proses ini biasanya memiliki beberapa tahapan.

Fokus perusahaan selain mencapai target, juga membangun karakter SDM unggul. Alasan ini yang membuat tahapan seleksi cukup ketat. Namun, sejauh mana penerimaan anggota baru ini bermanfaat bagi sebuah perusahaan?

Rekrutmen untuk Manajemen SDM Unggul

Tidak bisa dibantah lagi bahwa kualitas SDM adalah kunci keberlangsungan sebuah perusahaan. Proses seleksi panjang memberikan kesempatan bagi recruiter menjaring SDM yang memiliki potensi besar.

Proses seleksi di setiap perusahaan umumnya terbagi dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah seleksi berkas dan dilanjutkan ke tahap tanya jawab. Dari sini, recruiter mampu menilai kualifikasi calon pegawai.

Faktanya, kompetensi yang dimiliki oleh kebanyakan orang kurang mendukung pekerjaan di era modern. Proses seleksi diperlukan untuk memilih calon pegawai dengan kebutuhan perusahaan yang bersangkutan.

Di sisi lain, angkatan kerja yang semakin besar menimbulkan proses ini memakan waktu cukup lama. Dalam satu lowongan pekerjaan, ada ribuan pendaftar yang menginginkan pekerjaan tersebut.

Namun, apakah semua pendaftar tersebut memenuhi standar dari perusahaan? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Kompetensi seseorang pasti berbeda-beda tergantung spesialisasinya. Namun, apakah perusahaan membutuhkan semua pelamar tersebut?

Perusahaan tidak akan menerima semua pelamar tersebut. Itulah mengapa tahapan seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan untuk menerima kandidat paling sesuai. Jika standar sudah memenuhi keinginan perusahaan, maka akan diterima.

Perusahaan membutuhkan pegawai yang paling sesuai dengan kebutuhan. Namun, kompetensi dan potensi pegawai adalah hal paling utama. Potensi ini bisa memaksimalkan target yang telah ditentukan sebelumnya.

Hal ini juga yang membuat proses selama seleksi cukup menegangkan. Bagi recruiter, karakter calon pegawai harus dinilai dengan baik. Sedangkan bagi calon pegawai harus menunjukkan kesiapan pada posisi yang dilamar.

Mencapai Target dan Tujuan Perusahaan

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa tujuan adanya rekrutmen adalah untuk mencapai target dan tujuan. Mendapatkan SDM dengan kapabilitas dan mampu memenuhi ekspektasi adalah keinginan setiap recruiter.

Setiap perusahaan tentunya memiliki target mendapatkan keuntungan lebih besar. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut ada hal yang perlu diperhatikan. Bagaimana mencapai dan apa yang harus dilakukan untuk mencapainya?

Salah satu jawaban yang paling tepat adalah memiliki SDM unggul. Ketika sumber daya manusia mampu mengerjakan yang diminta, maka target akan semakin dekat dan semakin terlihat.

Faktanya, hampir semua perusahaan mengeluhkan kinerja para pegawainya yang tidak mampu memenuhi target. Ada banyak alasan memang mengapa hal tersebut bisa terjadi. Salah satunya karena ketidakmampuan beradaptasi dalam dunia kerja.

Seperti yang sudah diketahui bahwa saat ini pola dunia kerja mulai bergeser. Setiap pegawai diharapkan memiliki keahlian dasar dalam dunia teknologi. Tanpai itu, adaptasi dalam dunia kerja jauh lebih lama.

Hal paling buruk adalah tidak mampunya perusahaan mencapai target tahunan. Jelas hal seperti ini akan memberikan dampak luar biasa. Biaya operasional tidak mampu ditutupi oleh pendapatan tahunan.

Fakta ini semakin menunjukkan bahwa rekrutmen dalam dunia kerja adalah langkah awal memenuhi semua target. Tanpa rekrutmen, sumber daya manusia tidak akan berkembang dan inovasi juga tidak tercipta.

Seberapa penting proses rekrutmen pada dasarnya tergantung pada mekanisme dan target tertentu. Namun, tanpa disadari bahwa proses rekrutmen telah membawa perubahan besar terhadap arah dan tujuan perusahaan.