Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #IndonesaiaMaju

Lakumas Work : “Memanusiakan Manusia” Bentuk Apresiasi untuk Karyawan

Apresiasi dalam dunia kerja adalah salah satu tindakan yang sangat diperlukan. Bentuk penghargaan bisa dilakukan melalui beberapa cara. Bukan hanya berupa dalam bentuk upah, tetapi bisa juga berbentuk non-upah.

Faktanya, saat ini masih banyak dijumpai perusahaan yang kuran memperhatikan karyawannya. Kebanyakan karyawan hanya dianggap sebagai pekerja. Padahal, tanpa karyawan maka target sebuah perusahaan tidak akan tercapai.

Faktanya, memberikan penghargaan atau dukungan bisa dalam berbagai bentuk. Hal paling sederhana dan paling mudah adalah ucapan terimakasih. Namun, sebenarnya ada banyak sekali contoh bentuk dukungan kepada karyawan.

Mengizinkan Karyawan Bekerja dari Rumah

Saat ini, hampir semua pekerjaan bisa dilakukan tanpa berada di tempat kerja. Beberapa jenis pekerjaan justru lebih nyaman ketika dikerjakan di rumah. Hasilnya juga lebih efektif serta efisien.

Tempat bekerja tidak selalu berada di kantor. Rumah juga bisa menjadi tempat kerja yang nyaman ketika perkerjaan tersebut sesuai. Apalagi, dengan dukungan teknologi informasi yang sudah berkembang seperti sekarang.

Memberikan izin kepada karyawan untuk bekerja dari rumah sesekali adalah salah bentuk dukungan. Perusahaan tidak perlu menyediakan fasilitas tambahan. Cukup memberikan izin sesekali supaya karyawan bisa mengerjakan sesuatu dengan nyaman.

Kantor tidak selamanya menjadi tempat ternyaman untuk bekerja. Ketika memaksakannya, maka akan muncul rasa jenis. Tentu saja perusahaan yang memanusiakan manusia tidak akan membiarkan para pegawainya merasa jenuh, bukan?

Memberikan Cuti Tambahan Kepada Karyawan

Cuti adalah salah satu hal yang paling dinantikan bagi para pegawai. Namun, tidak semua tempat kerja memberikan hak cuti bagi pegawainya. Padahal, cuti merupakan salah satu hak bagi setiap pegawai.

Bisa saja cuti adalah momen yang paling ditunggu. Sudah lama bekerja dan semakin merasa jenuh karena aktivitas yang semakin menumpuk. Cuti bisa mengurangi risiko pegawai mengalami depresi berat.

Memang, tidak perlu semua pegawai perlu diberikan cuti. Perusahaan bisa memberikan hadiah berupa cuti tambahan bagi pegawai berprestasi. Langkah ini bisa memicu semangat pegawai untuk bekerja lebih giat.

Cuti akan dipakai untuk mengunjungi tempat yang sudah diimpikan. Tempat wisata atau hanya berkumpul bersama keluarga bisa menjadi momen berharga. Jadi, menambahkan jatah cuti merupakan salah satu bentuk dukungan.

Paket Liburan Khusus Pada Periode Tertentu

Salah satu bentuk penghargaan lain yang bisa diberikan kepada pegawai adalah memberikan paket liburan. Paket ini bisa diberikan kepada pegawai dengan pencapaian terbaik selama periode waktu tertentu.

Setiap pegawai pasti akan senang jika kinerjanya dihargai dengan cara seperti ini. Apalagi, liburan adalah hal yang mungkin jarang dinikmati selama bekerja. Pekerjaan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Tidak perlu memilih tepat liburan jauh dan mewah dari kantor. Ketika paket liburan ini diberikan, dimanapun tempatnya pasti akan membuat seseorang senang. Kinerja dalam menyelesaikan tugas juga pasti ditingkatkan.

Periode penghargaan ini bisa setiap 3 atau 6 bulan sekali. Selama periode tersebut, pegawai dengan kinerja terbaik berhak mendapatkan hadiah. Hadiahnya adalah paket liburan khusus.

Apresiasi dengan Berlibur Bersama Semua Karyawan

Liburan bersama mungkin terdengar cukup sederhana. Namun, siapa yang menyangka bahwa ternyata hampir semua karyawan menginginkan hal tersebut. Berlibur bersama semua teman kerja serta atasan.

Metode ini mampu meningkatkan komunikasi antar sesama karyawan dengan atasan. Setiap orang bisa saling mengenal satu sama lain. Bahkan, karakter seseorang bisa lebih terlihat jelas.

Cara ini akan sangat efektif memberikan penghargaan kepada setiap orang. Meskipun sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar. Langkah sederhana untuk mempererat hubungan antar karyawan dengan atasan.

Penghargaan yang paling sederhana sekalipun pada dasarnya sangat diperlukan. Karyawan bukanlah robot yang bisa bekerja tanpa lelah. Oleh sebab itu, apresiasi menjadi bentuk kepedulian perusahaan kepada para karyawan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Terus Dukung Wastra Daerah dengan Membuka Pariwisata Nasional untuk TUMAN dan TUNAS

Salah satu upaya tingkatkan ekonomi adalah keputusan pemerintah mendukung wastra daerah. Pengertian wastra sama dengan kain khas Nusantara yang pada beberapa wilayah masih mengedepankan makna tingkatan sosial dalam hidup bermasyarakat.

Wastra bukan merupa kain semata, namun memiliki berbagai nilai budaya di dalamnya. Mulai dari pengaruh Barat dan Utara, perpaduan nilai budaya bangsa amat lekat di dalamnya.

Bahan yang menjadi kekayaan Nusantara ini akhirnya menarik perhatian Kemenparekraf. Salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian adalah dibukanya pariwisata nasional bagi TUNAS (Turis Nasional) dan TUMAN (Turis Mancanegara).

Jika dijabarkan ada banyak sekali jenis kain tradisional yang diperjualbelikan pada berbagai tempat wisata seluruh Indonesia. Ketika TUMAN maupun TUNAS pergi liburan, banyak pilihan sebagai cinderamata. Salah satunya adalah wastra.

Jenis-jenis Wastra di Tiap Daerah

Kali ini kami akan merangkum beberapa yang sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga. Namun, mendengar kata wastra, sepertinya beberapa orang masih bertanya-tanya, apa sebenarnya benda tersebut. Ini dia jawabannya:

  1. Batik

Batik, kekayaan khas Nusantara yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan kemanusiaan pada 2009 lalu bukan benda asing di telinga. Makin ke sini, makin banyak tempat yang menyediakan tempat beli wastra daerah baik secara online maupun toko konvensional.

Motif batik dari tiap daerah berbeda-beda, profesional pasti dapat menebaknya langsung saat pertama kali melihat. Sebut saja Malioboro, tempat wisata yang juga menjajakan batik sebagai oleh-oleh atau Beringharjo dimana orang membeli untuk menjualnya kembali.

Bentuk dukungan Kemenparekraf terbukti nyata ketika TUMAN dan TUNAS tidak hanya berwisata untuk menikmati liburan, namun juga membeli oleh-oleh. Terlebih oleh-oleh tersebut merupakan kain khas daerah yang dapat mendunia jika dibeli turis asing.

  1. Tenun

Tenun merupakan kekayaan kain khas tanah air yang biasanya proses pembuatannya dapat dilihat langsung pada beberapa wilayah. Metode tenun lama menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat modern, bukan hanya turis luar negeri, namun juga dalam negeri.

Tidak sedikit orang yang ikut wisata ke tempat seperti pedesaan adat memutuskan untuk membeli kain tenun langsung dari pengrajinnya. Selain menikmati kebudayaan setempat, juga dapat mengedukasi diri dan menambah wawasan terkait kayanya budaya Indonesia.

Tenun selayaknya seperti batik yang harus dijaga kelestariannya, melalui cara membeli kemudian menggunakannya secara bangga. Sebab, jika bukan dari warga negara Indonesia yang memulainya maka tidak ada yang bisa diandalkan, jangan sampai orang asing mengakuinya.

  1. Songket

Suku Melayu adalah salah satu suku di tanah air yang penyebaran penduduknya banyak di Pulau Sumatera. Salah satu kekayaan suku ini adalah kain songket, biasa digunakan ketika ada acara adat serta kebudayaan. Tradisi fisik sebagai bentuk warisan leluhur Suku Melayu.

Kini penggunaan kain songket barangkali tidak seintens dulu, sebab zaman terus berubah dan orang lebih banyak mengenakan pakaian modern. Namun, dalam beberapa acara adat dan kebudayaan, tentu saja songket masih kerap digunakan oleh para Suku bersangkutan.

Selain dijadikan sebagai seragam saat acara tertentu, songket juga merupakan salah satu buah tangan pilihan saat mengunjung beberapa wilayah tanah air. Pengenalan songket ke mata dunia melalui tindakan membeli songket oleh TUNAS maupun TUMAN.

Ketika songket, batik, dan tenun dibeli warga negara asing dan mereka kenakan atau sekedar diposting di media sosial maka pengaruhnya terhadap penjualan. Upaya untuk tingkatkan ekonomi dengan terangkat dan amat membantu para pengrajin di tiap daerah.

Lakumas Edu: Produk Tekstil Laris Manis Habis Terjual, Terutama Sarung, Bagaimana Potensi Market Lakumas Semester Kedua 2021?

Kebutuhan sarung untuk masyarakat semakin hari semakin meningkat. Dengan pola dan desain yang disesuaikan oleh tren, produk ini terus menarik perhatian. Bahkan, penjualannya meningkat pada bulan-bulan tertentu.

Di semester pertama, produk ini mampu menjual jutaan pcs. Data tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat masih sangat tinggi. Terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan.

Lalu, bagaimana perkembangan paruh kedua tahun 2021? Banyak analisis yang bisa dilakukan. Namun, dari semua data tersebut menunjukkan beberapa fakta menarik. Termasuk potensi penjualan di penghujung akhir 2021.

Salah Satu Unggulan Produk Tekstil

Produk merupakan salah satu andalan untuk mendongkrak ekonomi. Industri tekstil memang memiliki banyak jenis. Namun, produk ini sering dilupakan karena dianggap kuno dan kurang berkesan.

Faktanya hal tersebut tidak demikian. Produk ini mampu memberikan sumbangan besar dalam industri tekstil. Penjualan yang terus meningkat sering waktu diprediksi akan terus meningkat di masa depan.

Produk Lakumas menjadi salah satu dengan market yang sangat besar. Sebaran potensi yang dimiliki bisa menyaingi brand ternama. Itulah alasan mengapa industri ini akan tetap eksis di masa depan.

Pada paruh kedua tahun 2021 juga diprediksi penjualannya akan terus meningkat. Potensi ini muncul melihat dari grafik selama paruh pertama. Jika ada penurunan, maka dipastikan grafiknya tidak akan turun jauh.

Salah Satu Kebutuhan yang Paling Mendasar

Di beberapa daerah, industri ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu funginya adalah sebagai pengganti selimut ketika berada di luar rumah. Biasanya masyarakat di daerah pegunungan yang menggunakannya.

Tidak mungkin seseorang akan keluar menggunakan selimut. Sebagai gantinya, tekstil ini dipakai karena mampu memberikan rasa hangat. Bentuknya juga simpel sehingga mudah dipakai tanpa membutuhkan waktu lama.

Peningkatan kebutuhan sarung juga akan terus meningkat setiap tahun. Pada momen-momen tertentu, kebutuhannya akan jauh meningkat. Momen lebaran adalah salah satu dimana tekstil ini lebih populer dari bulan lainnya.

Secara fungsi, tekstil tersebut bisa dipakai untuk banyak hal. Pemakaiannya dalam ritual keagamaan sudah sering dilihat. Beberapa orang juga menggunakannya sebagai pengganti selimut ketika sedang di luar rumah.

Potensi Penjualan Juga Semakin Besar

Melihat kebutuhan yang semakin meningkat, potensi penjualannya juga semakin besar. Potensinya sebenarnya bisa melebihi jenis tekstil lain. Hanya saja bagaimana industri tersebut mampu memanfaatkan momen.

Menjelang paruh kedua 2021, angka penjualan memang menurun tipis karena sudah melewati momen lebaran. Namun, momen perayaan lain masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini.

Lakumas memiliki kesempatan besar memberikan kebutuhan pasar dalam jumlah besar. Terlebih lagi bahwa tekstil ini tidak terpengaruh oleh tren. Bisa dipakai kapan saja tanpa peduli kehadiran moda pakaian populer.

Semester kedua mungkin akan menjadi tantangan baru bagi Lakumas. Faktanya, momen penjualan terbesar ada pada saat lebaran. Meskipun masih ada perayaan lain, tetapi rasio penjualan tidak sebesar ketika lebaran.

Meskipun begitu, tren menggunakan tekstil ini tidak pernah mati. Selama ada yang membutuhkan, maka penjualan bisa berjalan. Bahkan hasilnya lebih besar dengan metode penjualan tertentu.

Hal yang perlu Diperhatikan Lebih Detail

Meskipun potensi penjualan di paruh kedua 2021 masih tinggi, tetapi perlu diperhatikan dengan lebih detail. Lakumas memiliki produk yang cukup diminati. Hanya bagaimana menjaga minat masyarakat terhadap produk Lakumas.

Salah satunya adalah dengan cara memberikan inovasi terhadap desain, karakter, hingga nilainya. Semakin tinggi nilainya, maka semakin tinggi angka penjualan. Jadi peluang ini akan terus terbuka lebar.

Fakta bahwa industri tekstil tidak akan pernah mati memang peluang yang menjanjikan. Namun, bagaimana memanfaatkan potensi pada semester kedua adalah tantangan yang cukup penting bagi Lakumas.

Lakumas Work : Pentingnya Rekrutmen untuk Memajukan Perusahaan

Rekrutmen atau penerimaan anggota baru sangat lazim di semua organisasi, komunitas, atau bahkan perusahaan. Kebutuhan akan sumber daya manusia yang handal adalah salah satu faktor adanya penerimaan baru.

Faktanya, setiap perusahaan memiliki standar bagi calon pegawai. Standar tersebut perlu dicapai untuk menciptakan SDM yang berpotensi. Itulah mengapa proses ini biasanya memiliki beberapa tahapan.

Fokus perusahaan selain mencapai target, juga membangun karakter SDM unggul. Alasan ini yang membuat tahapan seleksi cukup ketat. Namun, sejauh mana penerimaan anggota baru ini bermanfaat bagi sebuah perusahaan?

Rekrutmen untuk Manajemen SDM Unggul

Tidak bisa dibantah lagi bahwa kualitas SDM adalah kunci keberlangsungan sebuah perusahaan. Proses seleksi panjang memberikan kesempatan bagi recruiter menjaring SDM yang memiliki potensi besar.

Proses seleksi di setiap perusahaan umumnya terbagi dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah seleksi berkas dan dilanjutkan ke tahap tanya jawab. Dari sini, recruiter mampu menilai kualifikasi calon pegawai.

Faktanya, kompetensi yang dimiliki oleh kebanyakan orang kurang mendukung pekerjaan di era modern. Proses seleksi diperlukan untuk memilih calon pegawai dengan kebutuhan perusahaan yang bersangkutan.

Di sisi lain, angkatan kerja yang semakin besar menimbulkan proses ini memakan waktu cukup lama. Dalam satu lowongan pekerjaan, ada ribuan pendaftar yang menginginkan pekerjaan tersebut.

Namun, apakah semua pendaftar tersebut memenuhi standar dari perusahaan? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Kompetensi seseorang pasti berbeda-beda tergantung spesialisasinya. Namun, apakah perusahaan membutuhkan semua pelamar tersebut?

Perusahaan tidak akan menerima semua pelamar tersebut. Itulah mengapa tahapan seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan untuk menerima kandidat paling sesuai. Jika standar sudah memenuhi keinginan perusahaan, maka akan diterima.

Perusahaan membutuhkan pegawai yang paling sesuai dengan kebutuhan. Namun, kompetensi dan potensi pegawai adalah hal paling utama. Potensi ini bisa memaksimalkan target yang telah ditentukan sebelumnya.

Hal ini juga yang membuat proses selama seleksi cukup menegangkan. Bagi recruiter, karakter calon pegawai harus dinilai dengan baik. Sedangkan bagi calon pegawai harus menunjukkan kesiapan pada posisi yang dilamar.

Mencapai Target dan Tujuan Perusahaan

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa tujuan adanya rekrutmen adalah untuk mencapai target dan tujuan. Mendapatkan SDM dengan kapabilitas dan mampu memenuhi ekspektasi adalah keinginan setiap recruiter.

Setiap perusahaan tentunya memiliki target mendapatkan keuntungan lebih besar. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut ada hal yang perlu diperhatikan. Bagaimana mencapai dan apa yang harus dilakukan untuk mencapainya?

Salah satu jawaban yang paling tepat adalah memiliki SDM unggul. Ketika sumber daya manusia mampu mengerjakan yang diminta, maka target akan semakin dekat dan semakin terlihat.

Faktanya, hampir semua perusahaan mengeluhkan kinerja para pegawainya yang tidak mampu memenuhi target. Ada banyak alasan memang mengapa hal tersebut bisa terjadi. Salah satunya karena ketidakmampuan beradaptasi dalam dunia kerja.

Seperti yang sudah diketahui bahwa saat ini pola dunia kerja mulai bergeser. Setiap pegawai diharapkan memiliki keahlian dasar dalam dunia teknologi. Tanpai itu, adaptasi dalam dunia kerja jauh lebih lama.

Hal paling buruk adalah tidak mampunya perusahaan mencapai target tahunan. Jelas hal seperti ini akan memberikan dampak luar biasa. Biaya operasional tidak mampu ditutupi oleh pendapatan tahunan.

Fakta ini semakin menunjukkan bahwa rekrutmen dalam dunia kerja adalah langkah awal memenuhi semua target. Tanpa rekrutmen, sumber daya manusia tidak akan berkembang dan inovasi juga tidak tercipta.

Seberapa penting proses rekrutmen pada dasarnya tergantung pada mekanisme dan target tertentu. Namun, tanpa disadari bahwa proses rekrutmen telah membawa perubahan besar terhadap arah dan tujuan perusahaan.

Terminal dan Stasiun Terus Ramai Sebelum Waktu Larangan Mudik, Lantas Efektifkah Larangan Mudik 2021?

Peraturan mengenai larangan mudik 2021 sempat diberlakukan beberapa waktu lalu di Indonesia guna menekan angka penyebaran covid-19. Muncul banyak pro dan kontra dari berbagai pihak sebab larangan tersebut juga sudah berlaku semenjak idul fitri tahun lalu.

Meskipun aturan tersebut sudah ditegaskan jauh-jauh hari, namun pada pelaksanaannya masih banyak masyarakat yang melanggar. Salah satu pelanggaran yang akhirnya menjadi viral adalah ketika pos penjagaan di daerah Karawang dapat dibobol oleh para pengendara.

Selain itu sebenarnya masih banyak pelanggaran yang belum terdeteksi oleh pihak berwenang yang yang kala itu bertugas. Aturan dilarangnya mudik sebenarnya tidak berlaku pada kondisi tertentu. Asalkan ada surat lengkap, pemudik bisa diizinkan melalui penjagaan.

Drama satgas covid-19 dengan pemudik bahkan sempat viral ketika seorang pemudik melakukan penolakan pada saat pemeriksaan. Sekian lama di perantauan membuat ia akhirnya menangis sampai mendapatkan pelukan dari aparat kepolisian, meski tidak bisa mudik.

Tes Genose Stasiun KA Membludak

Aturan mengenai larangan mudik 2021 pada saat itu diberlakukan mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 sampai akhirnya diperpanjang mendekati akhir Mei 2021. Tidak sedikit orang akhirnya menyiasati pulang ke kampung halaman sebelum tanggal 6 Mei agar bisa bebas.

Sebenarnya tidak masalah selama orang tersebut dinyatakan sehat dan tidak berpotensi menularkan virus covid-19. Bicara mengenai efektivitas pelarangan pulang kampung sebenarnya tidak bisa diukur tanpa data pasti apakah pasien terdampak akibat mudik atau bukan.

Namun, memang sebaiknya mencegah, sebab risiko orang tua di kampung apalagi dengan penyakit bawaan terlalu tinggi. Faktanya, di lapangan, contohnya Stasiun Senen saja beberapa hari sebelum tanggal 6 sudah banyak para pemudik ramai berjubelan di Stasiun.

Sebenarnya pihak stasiun sebelum pelarangan pulang kampung sudah memberlakukan tes genose kepada para penumpang. Namun, karena tes ini hanya berlaku selama 24 jam maka nyaris semua calon penumpang memutuskan untuk tes genose langsung di stasiun tersebut.

Ketetapan pihak bersangkutan memang memberi kemudahan untuk warga patuh pada aturan. Namun, pertanyaannya lagi-lagi, efektifkah tugas satgas covid-19 ketika muncul antrean tidak terkendali di stasiun sekalipun antrean tersebut untuk menanti giliran tes?

Banyak Penumpang di Terminal Bayangan Cimanggis

Contoh lainnya antrean mudik pada terminal terlihat di terminal bayangan Cimanggis, Tangerang Selatan. Sayangnya, tidak diberlakukan tes apapun pada terminal meskipun bukan hari dilarangnya seluruh penduduk Indonesia pulang ke kampung halaman.

Tanpa menunjukkan surat keterangan bebas covid-19, akhirnya banyak warga memutuskan pulang kampung sebelum hari larangan mudik 2021 diberlakukan. Agen bus sendiri bahkan mengaku bahwa persentase orang pulang kampung meningkat dibandingkan 2020 lalu.

Memang tidak dapat dipungkiri, aturan pemerintah ketika covid-19 pertama kali merebak jauh lebih tegas dibandingkan saat ini. Menimbang banyak hal, memang tidak bisa terus-menerus diberlakukan peraturan tersebut mengingat ekonomi bisa memburuk.

Namun, di samping aturan pemerintah yang memberikan keringanan kepada setiap warga untuk bepergian, semestinya ada kesadaran dari warga negara sendiri. Demi kepentingan bersama, terutama keluarga di rumah yang disayangi, melakukan tes memang diperlukan.

Ada atau tidak adanya aturan mengenai tidak boleh pulang kampung, kesadaran diri sendiri wajib diutamakan. Sayangnya, watak orang-orang di negeri ini tidak semuanya demikian. Bahkan barangkali masih ada yang menganggap virus ini hanya lelucon belaka.

Jangan sampai kita menjadi salah satu orang tersebut. Baru mempercayai keuntungan larangan mudik 2021 ketika dampaknya sudah dirasakan.