Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: HUT RI

Pakaian Adat Perang dan Kebaya Wanita Jadi Bagian Sejarah NKRI

Seperti namanya, pakaian adat perang digunakan oleh masyarakat zaman dulu untuk berperang. Sedangkan kebaya wanita, dulunya menjadi pakaian yang dikenakan sehari-hari. Keduanya menjadi bagian dari sejarah NKRI yang hingga kini dilestarikan.

Tapi, beralih fungsi dari yang dulunya dikenakan untuk perang atau pakaian keseharian, sekarang ini hanya dikenakan pada momen khusus. Mungkin ada sebagian masyarakat masih memakainya untuk sehari-hari, tapi hanya minoritas saja.

Baju perang untuk setiap wilayah memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Mulai dari nama, desain, bentuk, bahan yang digunakan dan lain-lain. Mengenai baju perang dan kebaya wanita akan dibahas lebih lebih lengkapnya pada ulasan berikut.

 

Setiap Pakaian Adat Perang Memiliki Keunikan Tersendiri, Salah Satunya King Baba

Inilah menariknya negara Indonesia, bukan hanya bahasa, tradisi atau bentuk bangunan rumah saja yang beragam, tapi juga pakaian adat. Dari sekian banyaknya baju adat unik dari setiap wilayah, salah satunya yaitu bernama King Baba.

King Baba merupakan baju perang khusus laki-laki yang berasal dari suku Dayak, Kalimantan Barat. Istilah ini berasal dari dua kata, yaitu King yang artinya pakaian dan Baba merupakan laki-laki. Bahan pembuatan pakaian ini yaitu dari kulit kayu kapuo atau tumbuhan ampuro.

Serat kulit kayu yang tinggi ini dipipihkan. Caranya dengan memukulnya memakai batu sembari dimasukkan dalam air. Bila dirasa sudah cukup lentur, kulit kayu tersebut dijemur sampai kering. Setelah itu baru dilukis dengan gambar etnik khas Dayak, lalu dibentuk rompi tanpa lengan.

Aksesori lainnya sebagai pendukung baju adat perang ini adalah ikat kepala yang berasal dari bulu burung Enggang Gading. Senjata tradisional yang diberi nama Mandau juga menjadi pelengkap.

 

 Hal-hal Mengenai Pakaian Kebaya Wanita yang Menjadi Bagian dari Sejarah NKRI

Selain pakaian adat perang, yang menjadi bagian dari sejarah NKRI adalah kebaya wanita. Bahkan penggunaannya masih marak hingga sekarang, tapi tentu saja sudah dengan berbagai perubahan desain.

Asal kata kebaya dari bahasa Arab Abaya, artinya pakaian. Kebaya ini berasal dari wilayah Tiongkok, lalu menyebar hingga ke Jawa, Malaka, Sumatra, Bali serta Sulawesi. Sebelum tahun 1600, kebaya dikenakan oleh wanita Jawa, terutama Surakarta, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Salah satu contohnya dikenakan oleh R.A Kartini, kebaya khas Jawa Tengah. Makna khusus dibalik pakaian ini yaitu merupakan salah satu wujud kesederhanaan masyarakat Indonesia. Makna lainnya yaitu menunjukkan sikap wanita lemah lembut, halus dan patuh.

Bisa diperhatikan pemakaian kain melilit tubuh membuat pergerakan wanita menjadi terbatas dan sulit bergerak cepat. Hal ini menjadi penanda bahwa wanita Jawa identik dengan pribadi lemah gemulai. Masa dulu dan sekarang, kebaya memiliki perbedaan, diantaranya:

 

  1. Kebaya Masa Dulu

Pada masa dulu, kebaya dipakai oleh seluruh kalangan, tidak hanya bangsawan tapi juga rakyat biasa. Pakaian ini dikenakan sehari-hari serta saat ada acara tertentu. Pelengkap kebaya adalah kemben atau kain bertekstur kaku sebagai penutup bagian dada.

Ditambah dengan kain panjang serta stagen pada bagian perut. Pada momen tertentu, kebaya ini dipadukan dengan kain panjang corak batik. Selain pakaian, bagian rambut tidak kalah penting diperhatikan.

Rambut disanggul atau digelung, ditambahkan aksesori cincin, anting, gelang, kalung serta kipas. Berbeda untuk yang dikenakan sehari-hari lebih tampak sederhana, hanya memakai kain panjang, kemben dan stagen.

 

  1. Kebaya Masa Kini

Kebaya masa kini sudah tidak dipakai lagi untuk sehari-hari, hanya pada perayaan acara tertentu saja. Bahan dan modelnya dibanding masa dulu lebih variatif dan modern mengikuti perkembangan zaman.

Beberapa acara yang biasanya menggunakan pakaian adat adalah pernikahan, karnaval atau pawai, Hari Kartini dan lain-lain. Begitu juga dengan pakaian adat perang, sehingga kita sebagai warga Indonesia sudah sepatutnya melestarikan warisan yang ada.

Bahan Kain Baju Paskibraka Tidak Bisa Dipilih Sembarangan

Bahan kain baju paskibraka tidak boleh dibuat secara asal. Itu karena, paskibraka dituntut untuk terus bergerak secara aktif dan total. Dengan kondisi tersebut, dibutuhkan bahan yang kuat dan nyaman dipakai. Akan berbahaya apabila bahannya berkualitas rendah.

Bukan tidak mungkin baju paskibraka tersebut akan cepat rusak akibat terlalu sering digunakan. Selain itu, akan berbahaya juga jika baju paskibraka tersebut tidak nyaman ketika digunakan. Nantinya pengguna tidak akan merasa nyaman ketika memakainya.

Hal ini sangat berbahaya karena berefek pada performa yang menurun. Nantinya paskibraka tidak akan bisa bergerak maksimal dan memengaruhi hasil akhir. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan bahan terbaik ketika membuat baju paskibraka.

Bahan kain baju untuk paskibraka paling populer adalah jenis drill. Kain drill ini memang memiliki karakteristik yang sangat khas. Keunggulannya juga bisa dipertanggung jawabkan. Secara visual, kain ini memiliki tekstur yang sangat khas.

Tekstur tersebut berupa pola pintalan dalam alur yang terlihat miring. Selain itu, kain drill juga memiliki tingkat ketebalan yang bervariasi. Hal ini membuat pengguna bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Kekuatan kain drill juga bisa ditonjolkan.

Walaupun digunakan dalam waktu lama, ketahanannya akan tetap terjaga. Kain drill juga sangat baik dalam mengontrol suhu. Ini membuat penggunanya akan nyaman ketika memakainya. Tetapi ingat, masih ada kain lain yang sebenarnya bisa dijadikan opsi.

Salah satunya adalah kain yang terbuat dari benang candimas. Keberadaannya sama baiknya dan bahkan lebih baik dari bahan kain untuk baju paskibraka yang sering digunakan.

Benang Candimas Bisa Menjadi Opsi Saat Memilih Bahan Kain Baju Paskibraka

Perlu diketahui, benang candimas memiliki tekstur yang sangat halus. tekstur ini membuat kulit akan nyaman ketika bersentuhan dengan kain. Selain itu, penyerapannya juga sangat baik. ini membuat visual kainnya tidak perlu diragukan.

Jangan lupa juga dengan sifat berkilau yang dimiliki benang candimas. Nantinya kain yang dihasilkan akan berkilau seperti sutra. Ini tentu membuat baju paskibraka yang dihasilkan menjadi lebih menarik.

Kain candimas juga memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menyerap keringat. Hal tersebut membuat kainnya akan cepat kering walaupun terkena air ketika digunakan sebagai bahan kain untuk baju paskibraka. Jangan lupakan sifat anti bacterial yang dimiliki kain ini.

Sifat antibacterial membuat kain ini bisa digunakan siapapun. Anda yang memiliki masalah kulit sensitif tidak perlu takut ketika akan memakainya. Sebenarnya beberapa orang ragu menggunakan benang candimas karena ketahanannya dirasa kurang.

Perlu diketahui, pemahaman tersebut adalah kesalahan besar. Itu karena, kekuatan benang candimas berada pada posisi yang sangat baik. Kekuatan tersebut membuat hasil kainnya akan jauh lebih memuaskan dari seharusnya.

Benang Akrilik Juga Bisa Dijadikan Opsi

Selain benang candimas, benang akrilik juga bisa menjadi opsi saat mencari bahan kain baju paskibraka. Itu karena, kualitas kain ini sangat baik dan membuat penggunanya akan merasa nyaman. Keunggulan utama benang akrilik ini terletak pada kekuatan.

Kekuatannya sangat baik sehingga paskibraka bisa bebas bergerak ketika sedang menggunakannya. Jangan lupa juga kalau benang akrilik ini dapat dicuci dengan mesin. Hal tersebut membuat pencucian baju bisa dilakukan dengan mudah.

Anda tidak perlu takut kain akan rusak ketika sedang dicuci. Nantinya kelembutan kain akan tetap terjaga dan kondisi luntur tidak akan terjadi. Perlu diketahui, benang akrilik sendiri memang menggunakan standar ekspor. Itu membuat kualitasnya tidak perlu diragukan.

Pastikan untuk tidak sembarangan dalam memilih kain untuk baju paskibraka. Jika kainnya tidak nyaman, pengguna akan merasakan gangguan sehingga performanya kurang maksimal. Oleh karena itu, pastikan untuk selektif dalam memilih bahan kain baju paskibraka.