Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: benangterbaik

Pelatihan Tenun Pengrajin Banyumas Bersama Lakumas

Pelatihan produk benang

19 November 2019 – Melanjutkan visi dari Bupati Banyumas untuk menciptakan produk lurik khas Banyumas dengan memberdayakan pengrajin lokal, Pemkab Banyumas bekerja sama dengan Disperindag Prov Jateng menggandeng PT Lakumas untuk pelatihan tenun di desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.

Dalam kesempatan ini, PT Lakumas sebagai bagian dari industri pemintalan benang menghadirkan 2 instruktur tenun ATBM berpengalaman asal Jepara dan menyediakan bahan baku benang yang digunakan saat pelatihan. Benang yang disediakan adalah benang Candimas yang merupakan produk unggulan PT Lakumas sebagai solusi pengrajin tenun yang selama ini bergantung dari benang impor. Pelatihan Tenun yang diadakan tanggal 19 sampai dengan 21 November ini melibatkan 30 calon pengrajin tenun.

Dengan diadakannya pelatihan ini maka diharapkan akan membuka lapangan pekerjaan baru menuju terbentuknya Kampung Tenun Lurik di Kabupaten Banyumas dengan produk unggulan kain tenun lurik khas Banyumas. Bupati Banyumas, Achmad Husein siap menampung hasil karya pengrajin dari desa ini untuk menjadi seragam ASN sekabupaten Banyumas.

 

Mari #indonesiamaju #majubersamalakumas #industripemintalanbenang

Benang Tegal diminati Malaysia

PERMAISURI Raja Malaysia, Permaisuri Agong Tunku Hajah Azizah Aminah Mainunah Iskandariah mengunjungi Pameran Kain Tradisional
ASEAN di Pendapa Royal Ambarrukmo, Jogjakarta, Selasa (5/11). Dalam pameran tersebut, Permaisuri Raja Malaysia meminati benang made in Lebaksiu yang diperkenalkan PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati (Lakumas).

Permaisuri Malaysia Borong Kain Lakumas

Benang tersebut rencananya akan digunakan di institusi binaan Permaisuri Raja Malaysia. “Hari ini kami mendapat kehormatan dikunjungi Permaisuri Raja Malaysia Tunku Hajah Azizah. Kami memperkenalkan benang Lakumas untuk tenun tradisional. Beliau berminat menggunakan benang made in Lebaksiu dalam tenun Pahang yang dibina beliau,” kata Direktur PT Lakumas Erick Halim.

Pameran Kain Tradisional ASEAN tersebut berlangsung di sela-sela acara 7th ASEAN Traditional Textile Symposium 2019, dengan mengusung tema ‘Embracing Change, Honoring Tradition’. Ketua Panitia 7th ASEAN Traditional Textile Symposium 2019 GKR Hemas kepada media menyampaikan, Permaisuri Raja Malaysia memang menyukai kain batik.

Setelah melihat, biasanya motif batik itu akan diadopsi di Malaysia. Menurut Hemas, Permaisuri Raja Malaysia seringkali tertarik membuat
kembali batik Nusantara di negaranya, mulai dari aspek desainnya. Meski demikian, Hemas menganggap hal itu tidak menjadi masalah, karena hasil akhir batik di Malaysia biasanya berwujud batik kontemporer.

Menurut Hemas, Pameran Kain Tradisional ASEAN sudah pernah dihelat di Indonesia pada 2004. Tahun ini, Indonesia kembali ditunjuk sebagai
tuan rumah dalam rangkaian 7th ASEAN Traditional Textile Symposium 2019. Dalam pameran terdapat 41 tenan kain tradisional baik berjenis
tenun maupun batik dari berbagai negara ASEAN.

Selain pameran kain tradisional, sejumlah agenda pendukung lainnya adalah kompetisi fotografi, serta kompetisi kerajinan wastra yang terdiri dari empat kategori, yaitu tas, dompet, aksesori, juga selendang dan sarung.

sumber : RADAR TEGAL KAMIS, 7 NOVEMBER 2019