Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #BenangCrayon

Dampak Lanjutan Kelangkaan Kontainer Terhadap Dunia Industri Manufaktur Khususnya Tekstil

Kelangkaan shipping marine container memiliki dampak besar pada berbagai sector industri. Semua industri yang berkaitan dengan aktivitas ekspor impor pasti akan terganggu jika kelangkaan ini terus berlangsung. Perlu diketahui bahwa saat ini banyak industri dalam negeri membutuhkan aktivitas ekspor impor. Aktivitas tersebut dipengaruhi oleh adanya container sebagai salah satu elemen penting karena berfungsi sebagai box barang.

Salah satu dampaknya terjadi pada industri tekstil. Kelangkaan container membuat industri ini tidak bisa mengimpor barang baku. Selain itu, industri tekstil juga tidak bisa mengekspor produk yang telah dihasilkan.

Kesulitan Saat Melakukan Suatu Impor

Banyak industri yang harus melakukan impor karena kurangnya bahan baku dari dalam negeri. Artinya, container menjadi elemen penting untuk memperlancar aktivitas impor demi tersedianya bahan baku. Salah satu yang paling terdampak adalah tekstil. Ya, banyak pabrik tekstil membutuhkan container untuk impor bahan baku. Dengan begitu, aktivitas pabrik bisa dipertahankan tanpa mengalami kerugian.

Namun, jika kelangkaan ini terus berlanjut maka akan menjadi sebuah kerugian. Tidak adanya container yang membawa bahan baku membuat bahan baku yang tersedia memiliki harga tinggi. Kondisi ini akan sangat berbahaya jika terus terjadi. Bisa saja beberapa pabrik tekstil harus mengurangi jumlah produksinya. Hal tersebut berpengaruh pada nilai pemasukan industri tekstil.

Terkendala Saat Ekspor Barang

Semua industri menginginkan barang yang telah diproduksinya bisa dipasarkan ke luar negeri. Aktivitas pedagangan ini semakin terbuka saat ekspor impor jadi aktivitas yang saling dibutuhkan oleh banyak Negara. Barang yang telah diproduksi harus segera dipasarkan ke berbagai Negara. Tujuannya adalah agar barang tersebut bisa kembali menjadi modal. Dengan begitu, perputaran pada industry manufaktur juga terus berjalan.

Namun, jika barang-barang tersebut tidak segera terjual, maka akan menimbulkan banyak masalah. Salah satunya adalah tidak adanya perputaran modal untuk aktivitas industri. Bahkan, hal ini juga mengancam kelangsungan usaha. Dampak lain dari kelangkaan container adalah barang terus menumpuk. Jika dibiarkan dalam waktu lama maka akan menjadi masalah. Barang bisa saja rusak dan pada akhirnya tidak layak untuk dijual.

Menahan Laju Perkembangan Industri

Sector manufaktur telah mengalami tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir. Pandemic membuat container menjadi sangat langka. Artinya, perkembangan industri ini juga mulai melambat seiring berjalannya waktu. Data Purchasing Manager’s Index (PMI) Indonesia tercatat masih berada di bawah level 50. Artinya, data tersebut menunjukkan bahwa sector ini masih dalam kondisi fase kontraksi.

Rantai pasokan mulai melambat seiring dengan kelangkaan container secara global. Artinya, pemasok juga mengalami kendala dalam menyediakan container. Hasilnya membuat banyak industri menjadi lebih pasif dalam menjalankan aktivitas perdagangan. Kelangkaan container pada dasarnya disebabkan karena permintaan menurun. Permintaan tersebut berkaitan dengan jumlah produksi barang yang diproduksi. Ini juga karena pasar sedang mengalami penurunan dari sisi permintaan.

Kelangkaan juga membuat banyak pihak menjadi terkendala dalam pembiayaan. Kelangkaan membuat sector ini menjadi lebih lesu. Bahkan saat akan melakukan aktivitas ekspor impor juga memiliki beberapa kendala. Dampak lebih lanjut adalah pengurangan jadwal operasi dari operator kapal. Dalam dunia logistic, hal ini bisa disebut sebagai blank sailing. Akibatnya, biaya yang harus ditanggung untuk setiap keberangkatan menjadi lebih besar.

Faktanya, kelangkaan seperti ini bisa memberikan efek domino berkepanjangan. Industry tekstil mungkin akan bertahan beberapa waktu. Namun, jika terus berlanjut akan membuat perlambatan dalam perkembangan industry tersebut. Kelangkaan ini memang menjadi suatu masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Efek domino yang ditimbulkan bisa saja membuat layanan kapal memiliki ongkos kirim tinggi dari harga yang seharusnya.

5 Solusi dari ALFI Terhadap Kelangkaan Container, Bagaimana Tanggapan Pemerintah

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) telah memberikan usulan untuk mengatasi persoalan keterbatasan container. Kelangkaan tersebut ternyata menjadi salah satu masalah serius yang menyebabkan aktivitas ekspor impor jadi terkendala. Kelangkaan ini memang menjadi masalah serius. Penurunan permintaan membuat produsen peti kemas menurunkan jumlah produksinya. Akibatnya, ini menyebabkan efek domino pada industry freight serta forwarding.

Namun, asosiasi telah menyediakan beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Setidaknya, ada 5 solusi dari asosiasi yang disampaikan kepada pihak terkait untuk menyelesaikan kelangkaan terhadap peti kemas.

Solusi Asosiasi Kepada Pemerintah Terkait Kelangkaan Peti Kemas

Asosiasi telah memberikan 5 solusi yang dianggap sebagai langkah alternative. Namun, tentu hal ini juga menunggu respons dari pihak terkait. Namun, solusi berikut bisa menjadi alternative jawaban.

  1. Optimaslisasi Utilitas Peti Kemas

Solusi pertama adalah dengan mengoptimalkan utilitas dari perputaran peti kemas dengan memanfaatkan status un-clearance di setiap pelabuhan. Tentu hal ini membutuhkan regulasi khusus untuk mendukung kebijakan tersebut. Hal paling penting dalam solusi pertama ini adalah transparansi dari pihak pelayaran. Ketakutan beberapa pihak adalah ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan bisnis tidak sehat.

Maka, transparansi terhadap kapasitas muat perlu disampaikan, setidaknya kepada pihak bea cukai. Dengan begitu, maka setiap eksportir bisa menentukan kapan harus melakukan jasa pelayaran tersebut saat akan melakukan aktivitas perdagangan.

  1. Relaksasi Pengalihan Barang EXIM

Solusi kedua adalah memberikan relaksasi atau kemudahan untuk pengalihan barang ekspor dari pabrik ke gudang logistik. Asosiasi berpendapat bahwa solusi ini penting karena memberikan kesempatan yang lebih besar bagi eksportir. Jika pabrik memiliki fasilitas seperti Kemudahan Tujuan Ekspor (KITE) maka akan memudahkan pada izin relokasi. Inilah yang seharusnya dimiliki oleh eksportir sehingga mudah dalam membuka pasar baru.

Artinya, jika solusi ini benar-benar diterapkan maka akan menjadi sebuah kesempatan baru bagi setiap industry. Sayangnya, saat ini belum bisa dilakukan dengan maksimal karena pengawasan sangat kurang terhadap jasa tersebut.

  1. Optimalisasi Keterlibatan Pelaku Logistik Swasta

Keterlibatan pelaku logistic swasta menjadi salah satu hal penting untuk mendorong upaya peningkatan proyek infrastruktur. Dalam hal ini, percepatan serta kemudahan dalam perizinan berusaha harus segera dirasakan oleh pelaku usaha. Tentu saja keterlibatan pelaku logistic swasta ini dapat dilakukan tanpa mengurangi kepentingan yang jauh lebih besar. Hal tersebut sangat penting supaya kebijakan mengenai ekspor impor industry tekstil dapat berjalan.

Apalagi, peran swasta memberikan dampak yang besar terhadap rantai pasokan. Oleh sebab itu, keterlibatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan jalan alternative sehingga tantangan kelangkaan peti kemas bisa diselesaikan.

  1. Subsidi Kepada Eksportir

Solusi selanjutnya yang ditawarkan adalah memberikan subsidi kepada para eksportir. Subsidi tersebut perlu ditekankan pada komoditas yang memiliki daya persaingan tinggi. Cara ini diharapkan mampu memberikan jalan keluar bagi para eksportir. Penekanan pada subsidi ini adalah mengubah cara pembayaran yang sebelumnya FOB menjadi CIF. Dengan begitu, maka aka nada bargaining dari pasar luar negeri untuk rantai pasokan lebih luas.

  1. Subsidi Kepada Operator Pelayaran

Selain subsidi kepada eksportir, subsidi juga perlu diberikan kepada operator pelayaran. Tujuan dari subsidi ini adalah supaya operator mau melakukan repositioning container kosong yang sebelumnya masih tertahan. Hal tersebut bisa mendorong penurunan ongkos kirim perjalanan. Harapannya, kelangkaan juga tidak memberikan efek domino yang berkepanjangan. Jadi, solusi ini harus segera direalisasikan secepat mungkin oleh semua pihak.

Lima solusi tersebut memang tidak bisa langsung mengurangi efek kelangkaan peti kemas. Namun, setidaknya hal ini bisa dimanfaatkan oleh berbagai industry seperti Lakumas untuk tetap melakukan aktivitas ekspor impor.

Dampak Kelangkaan Container Terhadap Dunia Ekspor dan Impor

Kelangkaan shipping marine container menjadi salah satu masalah yang cukup serius. Seperti yang sudah diketahui, container menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan ekonomi skala internasional melalui perdagangan internasional. Ekspor dan impor membutuhkan container untuk membawa barang ekonomi dari Negara asal ke Negara tujuan. Namun, saat kebutuhannya menjadi berkurang maka aktivitas ini juga pasti terhambat.

Ada banyak dampak yang terjadi saat kebutuhan container menjadi langka. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah sulitnya menembus pasar internasional. Namun, apakah hanya ini saja dampaknya?

Aktivitas Ekspor Impor Jadi Terganggu

Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah aktivitas ekspor dan impor jadi terganggu. Seperti yang sudah Anda ketahui, bongkar muat di pelabuhan membutuhkan adanya box besar tersebut. Misalnya, jika ingin melakukan ekspor dan ada kendala pada box besar ini maka ada kemungkinan untuk menunda ekspor. Padahal, penundaan merupakan sebuah kerugian besar karena bisa memperlambat laju keuntungan.

Sebaliknya, impor sekalipun juga akan sangat kesulitan saat memang tidak ada container. Barang yang Anda beli dari luar negeri juga pastinya terlambat datang. Hal tersebut bisa berdampak pada kebutuhan anda. Secara keseluruhan, aktivitas ini bisa terganggu dan membuat perputaran ekonomi jadi terhambat. Jika dibiarkan terus berlanjut, maka sector lain juga pasti akan terkena dampak buruknya.

Sulit Menembus Pasar Ekspor

Menteri Perdagangan telah menyebutkan bahwa akan sangat sulit menembus pasar ekspor jika kelangkaan pada container terus terjadi. Banyak sector yang mengandalkan pasar ekspor untuk memenuhi aktivitas ekonominya. Selain itu, beberapa Negara jelas menjadi tujuan ekspor utama Indonesia. China menjadi salah satu Negara tujuan ekspor utama karena memiliki pasar besar. Setiap tahun bahkan nilainya terus meningkat.

Kelangkaan shipping marine container akan menghambat peluang ekspor dari pelaku usaha. Sayangnya, jika hal seperti ini terus berlanjut, maka bisa menyebabkan hilangnya pasar di luar negeri. Kehilangan pasar di luar negeri menjadi kerugian tersendiri. Perdagangan internasional membuat hal ini semakin sulit untuk diatasi. Butuh waktu lama untuk bisa mendapatkan pasar lagi jika hal ini terus berlanjut.

Aktivitas Ekonomi Jadi Terganggu

Aktivitas ekonomi dalam negeri sangat dipengaruhi oleh beberapa hal. Ekspor dan impor menjadi dua factor penting dalam menggerakkan ekonomi dalam negeri. Namun, saat aktivitas ini terganggu maka akan menimbulkan bahaya. Tidak semua kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi oleh pengusaha local. Namun, sebagian kebutuhan harus didatangkan dari luar negeri. Inilah yang mendorong aktivitas ekonomi bisa tetap berjalan tanpa ada masalah. Namun, kelangkaan container bisa menyebabkan ekonomi dalam negeri terganggu. Kelangkaan tersebut mampu membuat barang kebutuhan dalam negeri jadi terlambat masuk. Akhirnya, barang-barang di dalam negeri jadi lebih mahal dari biasanya.

Kelangkaan shipping marine container memang menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Semakin lama kelangkaan berlanjut, semakin besar juga angka kenaikan harga barang dalam negeri.

Menghambat suatu Perkembangan UMKM

Sudah banyak UMKM yang mulai melakukan perdagangan internasional. Kelangkaan container hanya akan menghambat perkembangan UMKM tersebut. Hal ini perlu diperhatikan supaya tidak terus berlanjut karena dampaknya cukup besar. Lebih dari setengah perekonomian Indonesia didominasi oleh UMKM. Artinya, perkembangan UMKM perlu ditingkatkan dengan mencegah kelangkaan container. Tentu hal ini perlu diperhatikan oleh beberapa pihak.

Pemerintah harus mulai melihat dampak jangka panjang jika container terus menerus langka. Jika tidak ingin ekonomi dalam negeri jadi terganggu, maka setidaknya perlu penambahan container melalui beberapa cara. Dengan begitu, dampak yang dihasilkan dari kelangkaan tersebut bisa terus ditekan. Harapannya adalah supaya aktivitas ekspor impor bisa terus berjalan tanpa mengganggu kegiatan ekonomi dalam negeri.

Kelangkaan Container hingga Akhir Tahun 2021 Dimana Produsen Kontainer? Harga Besi dan Bahan Baku Pembuatan Container Naik Drastis Harga Produksi Sangat Tinggi

Menjelang akhir tahun 2021 bersiap terjadi lonjakan pengiriman barang. Transaksi jual beli umumnya meningkat drastis karena masyarakat memanfaatkan promo. Selain itu sebagai antisipasi libur pengiriman. Setiap tahun transaksi jual beli secara online mengalami peningkatan. Menyusul bergesernya gaya hidup masyarakat yang lebih menyukai proses jual dan beli barang praktis melalui online shop atau market place.

Bukan hanya kebutuhan sekunder dan tersier seperti fashion dan gadget, namun juga kebutuhan pokok. Kondisi ini terjadi tidak hanya di Indonesia namun sudah didahului oleh banyak Negara lainnya. Lonjakan transaksi jual beli global, ekspor impor kemudian berdampak pada proses pengiriman. Antrian container semakin panjang untuk keluar masuk pelabuhan. Ditambah lagi kelangkaan karena produksi berkurang.

Mengapa Terjadi Kelangkaan Container?

Salah satu kasus yang masih hangat adalah keterbatasan raw materials pada produsen Apocalypse container. Perusahaan asal Korea Selatan ini sampai harus meminta bantuan Indonesia untuk mengirimkan bahan mentah. Hal ini terjadi akibat keterbatasan bahan mentah untuk pembuatan kontainer yang berasal dari besi. Keterlambatan atau terbatasnya bahan mentah dapat berpengaruh terhadap rantai pasokan. Akibatnya harga komoditi meningkat.

Bisa jadi hal serupa juga dialami produsen lain. Keterbatasan bukan hanya pada jumlah bahan mentah di pasaran, namun bisa diakibatkan karena harga bahan mentah tersebut yang naik tinggi. Harga besi tinggi dan kenaikan bahan baku lainnya secara drastis sangat memukul proses produksi. Perusahaan harus tepat menentukan kebijakan supaya tidak merugi. Salah satu akibatnya, pembatasan jumlah produksi.

Harga bahan baku tinggi, otomatis harga produksi juga ikut tinggi. Mau tidak mau harus menyesuaikan dengan fenomena yang ada jika tidak ingin rugi. Maka tarif jasanya meningkat lebih tajam. Kondisi ini memaksa pebisnis untuk menaikkan harga barang, minimal ongkos pengiriman. Untuk menutup potensi kerugian karena harus membayar jasa kontainer lebih mahal dari sebelumnya. Padahal sangat bergantung demi proses distribusi barang.

Terlebih untuk barang impor, tidak heran jika harga yang harus dibayar konsumen cukup tinggi. Sebab ada banyak faktor biaya yang menyertai. Begitu juga dengan ekspor, pebisnis tanah air perlu melakukan penyesuaian harga.

Pentingnya Ketersediaan Container di Akhir Tahun

Ketersediaan kontainer sangat penting terutama di akhir tahun sebab berpengaruh terhadap pasokan logistic. Menjelang libur Natal dan tahun baru beberapa bahan pangan mengalami lonjakan bukan hanya karena spekulan. Bisa jadi diakibatkan proses distribusi yang terkendala karena kurangnya armada. Untuk pengiriman luar provinsi atau luar pulau biasa digunakan container. Sebab muatan dalam jumlah besar, lebih hemat waktu dan biaya.

Selain dibutuhkan dalam distribusi logistic juga berpengaruh bagi para pebisnis online. Barang impor dari luar negeri mengalami keterlambatan pengiriman karena kelangkaan container. Sehingga banyak barang yang harus menunggu. Akhir tahun banyak diskon dan promo baik barang dalam negeri maupun produk impor. Transaksi melalui market place mengalami peningkatan tentunya. Sedangkan armada yang seharusnya mengirim paket terbatas, sehingga proses pengiriman melebihi standar.

Geliat perdagangan dunia, ekspor impor sempat menurun selama pandemi. Kemudian kembali aktif sejak tahun 2020 lalu hingga akhir tahun 2021 ini. Sejak saat itu kebutuhan container kembali tinggi.Lebih banyak perdagangan melibatkan pengiriman melalui jalur laut. Lebih aman dengan kapasitas angkut besar. Disinilah produsen container memiliki andil besar, sebagai pihak yang mendukung kelancaran impor dan ekspor barang.

Mengingat kenaikan harga bahan pembuatnya yang signifikan, bisa jadi para produsen mengurangi kapasitas produksinya. Masih menjadi PR yang perlu diselesaikan terkait isu ini. Sebab kelangkaan container bisa berpengaruh terhadap aktifitas bisnis skala global.

Apa Saja Produk Turunan dari Benang Tencel yang Sering Digunakan Sehari-hari

Tencel merupakan benang hasil pemintalan dari serat alami. Dihasilkan dari serat kayu organik di alam dengan proses khusus yang aman bagi lingkungan. Penerapan teknologi terbarukan mendukung produksi benang ini. Benang adalah produk olahan dari industri hulu. Menjadi bahan mentah bagi industri hilir yaitu tekstil. Digunakan untuk membuat berbagai macam item bahan jadi siap pakai untuk manusia khususnya.

Mungkin Anda kurang familiar dengan material organic ini. Hanya tahu mengenai bahan siap pakainya saja. Sebab produk aslinya berupa benang tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan khusus untuk industri. Konsumen menggunakan produk turunan dari material yang dinamakan benang candimas. Dibuat dalam berbagai item produk yang bisa dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Produk Turunan Benang Tencel yang Digunakan Sehari-hari

Kain dari benang organic memiliki fungsi seperti serat sintetis. Dapat digunakan untuk membuat berbagai fashion item. Bisa jadi Anda menggunakan produk turunan dari bahan alami seperti ini setiap hari.

 

  1. Baju resmi

Pakaian resmi untuk acara pesta, pernikahan, kondangan dan perayaan lainnya. Salah satu jenis produk turunan yang umum digunakan adalah tenun. Kain ini pada awalnya digunakan khusus untuk acara adat dan keagamaan.

  1. Baju santai

Menyesuaikan perkembangan jaman, bukan lagi dimanfaatkan untuk membuat baju khusus. Saat ini banyak ditemui baju, celana santai ready to wear dari bahan yang aman bagi lingkungan.

Jadi bisa digunakan untuk segala suasana dan segala usia. Sebab kualitas bahannya bagus dan nyaman dikenakan. Mudah diolah dan fleksibel bisa dibuat apa saja dikombinasikan dengan bahan lain.

    1. Sprei

 

 

Bed sheet/ sprei dihasilkan dari pengolahan material alami ramah lingkungan sangat nyaman digunakan. Sebagai alas tempat tidur yang dimanfaatkan setiap hari, kenyamanan sangat penting. Membantu kualitas tidur Anda lebih optimal.

    1. Sarung bantal dan guling

 

Serupa dengan sprei, sarung bantal dan guling juga kerap menggunakan bahan alami. Tenun bisa dibuat dalam berbagai bentuk. Bisa sebagai bahan tunggal, dibuat penuh menggunakan material ini, bisa juga dalam bentuk kombinasi.

  1. Sarung bantal sofa

Material organik serat kayu bisa juga dimanfaatkan untuk menghiasi ruang tamu. Dijadikan sebagai sarung bantal sofa aneka motif dan warna. Menambah sentuhan alam untuk area sentral di rumah anda.

  1. Karpet

Bukan hanya bulu-bulu sintetis yang dapat digunakan sebagai karpet. Benang alami lebih berkualitas digunakan sebagai alas seperti karpet. Tidak menyebabkan efek panas dan gerah. Aman bagi anak-anak, mudah dibersihkan.

  1. Keset

Memiliki daya serap bagus, cocok digunakan untuk keset. Tentu dengan tekstur yang lebih renggang dan kasar sehingga tidak licin. Tampilan rumah Anda jadi semakin berkelas hanya dengan mengganti keset menggunakan bahan alami.

  1. Tirai jendela dan pintu

Menambah elegan isi rumah dengan menggunakan tirai dari bahan alami. Menghadirkan kesejukan karena memiliki warna khas alami yang mencerminkan alam. Lebih tebal, awet dapat digunakan dalam waktu lama dan tidak cepat kotor.

 

  1. Tas fashion

Tampil beda menggunakan tas fashion dari bahan alami. Seratnya kuat namun lentur adalah kelebihan. Dapat dimanfaatkan untuk membuat fashion item kecintaan para wanita yang terlihat natural dan etnik.

  1. Aksesoris

Aksesoris tambahan outfit seperti kalung, gelang, bandana, hijab, tali rambut, penjepit rambut dan sebagainya. Sangat fleksibel karena memiliki sifat mudah diolah. Banyak dikreasikan oleh para desainer fashion.

Masih banyak produk turunan yang dihasilkan dari material serat alami. Meski pemanfaatannya dalam skala besar dan beragam item tidak menjadi sampah saat sudah tidak digunakan. Sebab material tencel segera terdegradasi di alam tanpa menimbulkan tumpukan limbah.