Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #benangberkelanjutan

Apa Alternatif Lain dan Solusi untuk Kelangkaan Container, Sehingga Biaya Pengiriman EXIM Bisa Kembali Normal

Kelangkaan yang terjadi pada container besi menjadi sebuah masalah khusus bagi para pelaku ekspor impor. Masalah ini bahkan menjadi persoalan yang membuat banyak pihak harus menemukan solusi secepat mungkin. Baik pemerintah dan operator jasa sebenarnya telah melakukan beberapa alternative. Namun, faktanya hal seperti ini tidak sepenuhnya mengatasi masalah kelangkaan. Apalagi, saat terjadinya penurunan produksi peti kemas.

Namun, ada beberapa alternative solusi yang telah disediakan oleh pemerintah. Beberapa alternative ini memang memberikan dampak baik bagi aktivitas ekspor impor. Berikut adalah beberapa alternative serta solusi yang perlu diperhatikan.

Melakukan Pembatasan Ekspor Kontainer Kosong

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan mengurangi atau membatasi ekspor container. Ya, container atau peti kemas memiliki jumlah terbatas dan produsen dalam negeri harus mengutamakan pasar dalam negeri. Cara ini dinilai sangat efektif karena kebutuhan dalam negeri bisa tercukupi lebih cepat. Namun, solusi ini tidak bisa dilakukan dengan mudah. Pihak produsen juga membutuhkan pasar yang lebih luas.

Ketakutan beberapa pihak adalah kehilangan pasar peti kemas di luar negeri. Padahal, pasar internasional menjadi momentum kuat untuk mendapatkan ekonomi lebih besar. Jadi akan sulit untuk menggunakan cara ini. Namun, pemerintah juga memiliki jawaban untuk masalah seperti ini. Alternative container untuk dalam negeri perlu diutamakan demi meningkatkan ekonomi. Setelah itu, maka kondisi ini akan kembali membaik.

Kewajiban Empty Container yang Perlu Diketahui

Pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan empty container bagi kapal yang masuk ke Indonesia. Langkah ini diprediksi akan memberikan ketersediaan peti kemas secara cukup untuk keperluan dalam negeri, meskipun hanya sementara. Namun, setidaknya kewajiban ini akan membantu para pelaku ekspor impor untuk mengatasi masalah shipping marine container. Harapannya, semua kapal akan mengikuti aturan tersebut demi membantu kelangkaan peti kemas dalam negeri.

Namun, solusi ini bukan tanpa hambatan. Kapal dari luar yang akan masuk ke Indonesia mungkin akan menolak aturan tersebut. Hasilnya, beberapa kapal mungkin tidak akan masuk ke Indonesia terlebih dahulu. Adanya kebijakan ini pastinya akan menjadi pro dan kontra di kalangan pelaku atau operator. Namun, setidaknya ini bisa dipakai untuk memberikan alternative kelangkaan pada peti kemas sehingga bisa mengatasi kelangkaan.

Melakukan Rekondisi Pada Peti Kemas

Solusi lain adalah melakukan perbaikan pada beberapa peti kemas yang memiliki kondisi kurang layak. Tidak masalah untuk memperbaiki peti kemas tersebut selama nanti bisa dipakai untuk aktivitas ekspor impor. Faktanya, di pelabuhan banyak sekali peti kemas dengan kondisi kurang bagus. Sayangnya, tidak ada langkah lanjutan untuk menyelesaikan masalah ini. Padahal, ini bisa menjawab permasalahan yang ada sebelumnya.

Perbaikan pada peti kemas memang membutuhkan biaya tambahan. Namun, biaya tersebut tidak masalah selama kelangkaan peti kemas dapat diselesaikan. Bahkan, bisa jadi ini bisa membukan peluang ekonomi yang baru.

Menyediakan Regulasi yang Khusus

Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) menyebutkan bahwa salah satu solusi yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan regulasi khusus. Tidak adanya regulasi khusus membuat peti kemas sering terlupakan. Arus container yang mendapatkan regulasi akan mudah untuk mengontrol ketersediaan peti kemas. Bahkan, adanya regulasi bisa dipakai untuk melihat ketersediaan repo container serta empty container yang ada di pelabuhan.

Menariknya, regulasi ini juga penting karena dapat dipakai sebagai dasar bagi pelaku persewaan container. Dengan begitu, tidak akan ada pihak yang memanfaatkan kondisi kelangkaan ini untuk bisnis tidak sehat. Ada beragam solusi yang perlu dipertimbangkan. Namun, untuk bisa mengatasi kelangkaan ini secara penuh maka membutuhkan keseriusan. Dengan begitu, container besi bisa tersedia untuk aktivitas ekspor impor.

Dampak Kelangkaan Container Terhadap Dunia Ekspor dan Impor

Kelangkaan shipping marine container menjadi salah satu masalah yang cukup serius. Seperti yang sudah diketahui, container menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan ekonomi skala internasional melalui perdagangan internasional. Ekspor dan impor membutuhkan container untuk membawa barang ekonomi dari Negara asal ke Negara tujuan. Namun, saat kebutuhannya menjadi berkurang maka aktivitas ini juga pasti terhambat.

Ada banyak dampak yang terjadi saat kebutuhan container menjadi langka. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah sulitnya menembus pasar internasional. Namun, apakah hanya ini saja dampaknya?

Aktivitas Ekspor Impor Jadi Terganggu

Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah aktivitas ekspor dan impor jadi terganggu. Seperti yang sudah Anda ketahui, bongkar muat di pelabuhan membutuhkan adanya box besar tersebut. Misalnya, jika ingin melakukan ekspor dan ada kendala pada box besar ini maka ada kemungkinan untuk menunda ekspor. Padahal, penundaan merupakan sebuah kerugian besar karena bisa memperlambat laju keuntungan.

Sebaliknya, impor sekalipun juga akan sangat kesulitan saat memang tidak ada container. Barang yang Anda beli dari luar negeri juga pastinya terlambat datang. Hal tersebut bisa berdampak pada kebutuhan anda. Secara keseluruhan, aktivitas ini bisa terganggu dan membuat perputaran ekonomi jadi terhambat. Jika dibiarkan terus berlanjut, maka sector lain juga pasti akan terkena dampak buruknya.

Sulit Menembus Pasar Ekspor

Menteri Perdagangan telah menyebutkan bahwa akan sangat sulit menembus pasar ekspor jika kelangkaan pada container terus terjadi. Banyak sector yang mengandalkan pasar ekspor untuk memenuhi aktivitas ekonominya. Selain itu, beberapa Negara jelas menjadi tujuan ekspor utama Indonesia. China menjadi salah satu Negara tujuan ekspor utama karena memiliki pasar besar. Setiap tahun bahkan nilainya terus meningkat.

Kelangkaan shipping marine container akan menghambat peluang ekspor dari pelaku usaha. Sayangnya, jika hal seperti ini terus berlanjut, maka bisa menyebabkan hilangnya pasar di luar negeri. Kehilangan pasar di luar negeri menjadi kerugian tersendiri. Perdagangan internasional membuat hal ini semakin sulit untuk diatasi. Butuh waktu lama untuk bisa mendapatkan pasar lagi jika hal ini terus berlanjut.

Aktivitas Ekonomi Jadi Terganggu

Aktivitas ekonomi dalam negeri sangat dipengaruhi oleh beberapa hal. Ekspor dan impor menjadi dua factor penting dalam menggerakkan ekonomi dalam negeri. Namun, saat aktivitas ini terganggu maka akan menimbulkan bahaya. Tidak semua kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi oleh pengusaha local. Namun, sebagian kebutuhan harus didatangkan dari luar negeri. Inilah yang mendorong aktivitas ekonomi bisa tetap berjalan tanpa ada masalah. Namun, kelangkaan container bisa menyebabkan ekonomi dalam negeri terganggu. Kelangkaan tersebut mampu membuat barang kebutuhan dalam negeri jadi terlambat masuk. Akhirnya, barang-barang di dalam negeri jadi lebih mahal dari biasanya.

Kelangkaan shipping marine container memang menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Semakin lama kelangkaan berlanjut, semakin besar juga angka kenaikan harga barang dalam negeri.

Menghambat suatu Perkembangan UMKM

Sudah banyak UMKM yang mulai melakukan perdagangan internasional. Kelangkaan container hanya akan menghambat perkembangan UMKM tersebut. Hal ini perlu diperhatikan supaya tidak terus berlanjut karena dampaknya cukup besar. Lebih dari setengah perekonomian Indonesia didominasi oleh UMKM. Artinya, perkembangan UMKM perlu ditingkatkan dengan mencegah kelangkaan container. Tentu hal ini perlu diperhatikan oleh beberapa pihak.

Pemerintah harus mulai melihat dampak jangka panjang jika container terus menerus langka. Jika tidak ingin ekonomi dalam negeri jadi terganggu, maka setidaknya perlu penambahan container melalui beberapa cara. Dengan begitu, dampak yang dihasilkan dari kelangkaan tersebut bisa terus ditekan. Harapannya adalah supaya aktivitas ekspor impor bisa terus berjalan tanpa mengganggu kegiatan ekonomi dalam negeri.

Langkah Strategis Lakumas dalam Mengamankan Stock Container untuk Impor Bahan Baku dan Benang Jadi

Industri jasa forwarding telah mengalami tantangan besar di mana peti kemas mulai langka. Hal tersebut membuat beberapa pihak kesulitan dalam melakukan aktivitas perdagangan ekspor impor. Perlu dipahami bahwa hal ini berdampak besar pada rantai pemasukan industri. Bahkan, dampak paling parah bisa menyebabkan hilangnya pasar. Hal tersebut perlu dihindari sehingga tidak menyebabkan efek domino.

Lakumas sendiri telah melakukan beberapa upaya untuk mempertahankan stok peti kemas demi rantai pasokan tetap berjalan. Ini adalah beberapa langkah yang diambil oleh Lakumas dalam mempertahankan stok peti kemas.

Kerjasama dengan Perusahaan Freight

Salah satu cara yang perlu dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan perusahaan freight. Kelangkaan peti kemas memberikan dampak berkepanjangan yang sangat besar. Salah satunya adalah meningkatkan biaya jasa pengiriman. Hal tersebut karena berkurangnya permintaan sehingga perusahaan freight tidak bisa membawa muatan secara penuh. Padahal, hal ini jelas membuat kerugian dengan adanya biaya lebih besar dari biasanya.

Lakumas memiliki kerjasama dengan beberapa perusahaan freight untuk menyediakan peti kemas secara berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga rantai aktivitas ekspor impor tanpa membebani biaya tambahan. Langkah seperti ini perlu ditekankan karena memiliki peranan sangat penting. Selain itu, kerjasama juga diharapkan dapat mengurangi beban biaya selama perjalanan. Ini akan menghemat biaya secara keseluruhan.

Faktanya, ini juga memberikan pemesanan kapal jauh lebih mudah. Aktivitas ekspor produk dan impor bahan baku jadi lebih mudah. Rantai produksi pada akhirnya bisa tetap berjalan tanpa hambatan.

Menjaga Jadwal Pengiriman Tetap Berjalan

Salah satu masalah keterbatasan container adalah karena tidak adanya jadwal secara pasti. Namun, berbeda jika ekspor impor dilakukan sesuai jadwal. Langkah tersebut memang sulit karena tidak dapat dipastikan. Faktanya, beberapa industry melakukan ekspor impor saat mendapatkan pesanan. Artinya, rantai pasokan untuk aktivitas ekspor dipengaruhi factor eksternal. Inilah yang kemudian industri tidak mendapatkan ketersediaan peti kemas.

 

Namun, jika ada jadwal pasti akan jauh lebih mudah mengamankan stok peti kemas. Apalagi, jika industri sudah memiliki kerjasama sebelumnya dengan perusahaan freight maka akan jauh lebih mudah. Kedua hal tersebut sangat perting untuk diperhatikan oleh setiap industri. Konsisten jadwal pengiriman adalah salah satu factor yang harus diperhatikan. Setidaknya, ada kepastian dalam ketersediaan peti kemas.

 

Ini adalah tantangan sendiri bagi industri apa saja untuk memiliki jadwal konsisten. Di tengah menurunnya permintaan, industri harus tetap mampu menjaga pasar. Jadi, hal tersebut akan cukup menjadi tantangan.

Rantai Pasokan Produksi Lakumas

Seperti yang sudah diketahui, Lakumas merupakan industri pemintalan benang yang telah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Hal ini membuat pasar Lakumas telah melebar hingga berbagai Negara tetangga. Lakumas melakukan produksi pada berbagai jenis benang dan kain. Bahkan, banyak busana menggunakan benang dari Lakumas. Artinya, pasokan produk dari Lakumas telah diterima secara menyeluruh untuk pasar tekstil internasional.

Dalam menjaga ketersediaan peti kemas, rantai produksi tetap dipertahankan. Apalagi, industri tekstil tidak terlalu terkena dampak dari berkurangnya permintaan pasar secara global. Namun, tetap ada beberapa dampak dirasakan. Oleh sebab itu, berbagai upaya dilakukan demi mempertahankan produksi tetap berjalan. Bahkan, pasokan permintaan juga dipertahankan dengan membuka pasar baru. Artinya, tidak ada alasan untuk menghentikan aktivitas ekspor impor.

Hal inilah yang kemudian membuat jadwal pengiriman bisa ditetapkan sejak jauh hari. Bahkan, kerjasama yang dilakukan juga akan memberikan ketersediaan peti kemas sehingga rantai ekspor bisa dilakukan. Itulah mengapa Lakumas selalu mempertahankan produksinya demi menjaga pasar. Dengan cara seperti ini maka produksi Lakumas akan tetap terjaga dalam hal rantai produksi hingga pasokan ke berbagai pasar internasional.

Apakah Bisa Menyelenggarakan Perayaan Libur Nataru Tahun 2021 ?

Hari libur nataru atau natal dan tahun baru sudah dipastikan akan jatuh pada tanggal 25 desember dan 1 Januari 2022. Belum ada status pergeseran hari libur nasional untuk saat ini pada hari perayaan natal tersebut. Memang pemerintah saat ini dengan alasan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan  kasus covid 19 melakukan beberapa pergeseran pada perayaan libur nasional. Diantaranya seperti beberapa libur nasional yang digeser sebelumnya. Untuk saat ini dalam merayakan hari besar nasional belum bisa secara normal diperbolehkan oleh pemerintah. Mengikuti peraturan status PPKM level di setiap daerah dalam penyelenggaraan perayaan tertentu

Pedoman Perayaan Maulid Nabi 2021

Maulid Nabi yang jatuh pada bulan oktober ini juga disesuaikan oleh pemerintah dalam pedoman untuk proses penyelenggaraannya. Untuk merayakan tahun baru sepertinya akan sama dan mengikuti peraturan baru yang akan ditetapkan pemerintah. Menyesuaikan dengan kondisi terkini dari kasus covid-19 di Indonesia. Ada beberapa perbedaan pedoman penyelenggaraan untuk peringatan Maulid Nabi ini yang diselenggarakan Oktober 2021 ini.

  1. Perayaan Di Wilayah PPKM 1 dan 2

Untuk merayakan hari besar keagamaan yaitu Maulid Nabi di wilayah PPKM level 1 dan 2 harus mematuhi semua protokol kesehatan dan bisa dilakukan tatap muka. Warga juga disarankan untuk menyiapkan kartu vaksin jika ada penjaga yang mewajibkan sertifikat tersebut.

  1. Perayaan Di Wilayah PPKM Level 3 dan 4

Daerah yang masih menerapkan PPKM level 3 dan 4 tidak diizinkan untuk melaksanakan perayaan hari besar. Namun masih diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan Maulid Nabi secara daring atau virtual. Ada beberapa pedoman penyelenggaraan lainnya untuk merayakan Maulid Nabi, peraturan untuk hari besar keagamaan ini yang bisa dijadikan sebagai acuan. Karena ini juga mencerminkan sikap pemerintah dalam menghadapi perayaan hari besar di masa pandemi khususnya untuk perayaan tahun baru nanti.

Perayaan Tahun Baru di Masa Pandemi Akhir Tahun 2021

Akhir tahun ini sepertinya akan berbeda dengan tahun sebelumnya pada awal tahun 2021 ini. Karena tahun sebelumnya untuk perayaan akhir 2020 tidak bisa menyelenggarakan sama sekali perayaan apapun. Saat itu penangan covid-19 masih belum bisa untuk teratur, sementara saat ini pemerintah sudah dikatakan berhasil dalam menanganip andemi covid-19 yang terjadi. Hal inilah yang bisamenjadisebuah acuan agar pemerintahmemperbolehkanperayaantahunbaru 2021, seperti peraturan untuk Maulid Nabi di bulan ini.

Peningkatan penanganan tepat covid-19 diharapkan dapat untuk membawa kemungkinan perayaan tahun baru bisa diselenggarakan. Selain itu tempat wisata domestik juga diharapkan dapat segera dibuka.

Perubahan Libur Natal dan Tahun Baru

Beberapa perubahan libur nasional terjadi dalam beberapa bulanterakhir di tahun 2021 ini. Hal ini dilakukan agar bisa untuk menjaga kestabilan dan mengoptimalkan hari libur dalam proses penanganan pandemi. Pada libur natal dan tahun baru yang akan diselenggarakan bulan Desember sampai saat ini belum ada ketentuan dari pemerintah. Namun menurut data Indonesia dapat menangani kasus covid-19 dengan sangat baik dan kasus infeksi terus menurun dalam setiap harinya.

Dengan adanya kabar baik ini bisa dimungkinkanj ika libur akan tetap dan tidak akan diundur atau dirubah oleh pemerintah. Dan kemungkinan juga perayaan akhir tahun 2021 bisa dilaksanakan ditempat pariwisata khusus untuk daerah PPKM level 1 atau daerah PPKM level 2. Sementara untuk wisata International sepertinya masih tidak bisa dilakukan karena kondisi dunia belum sepenuhnya pulih dari pandemi. Semoga pandemi lekas berlalu dan dunia kembali normal seperti sediakala.

Tetap Jaga Protokol Kesehatan Persiapan Perayaan Tahun Baru

Hanya tersisa beberapa bulan lagi untuk menuju tahun baru 2022. Perayaan tahun baru di akhir tahun 2020 sempat dilarang karena masih dalam masa pandemi yang belum terkendali. Pada tahun 2021 ini menjadi pertanyaan apakah akan perbolehkan untuk melakukan perayaan atau tidak. Namun sampai saat ini belum ada kepastian khusus dari pemerintah mengenai perayaan ini.

Tetap Jaga Protokol Kesehatan Dalam Perayaan Akhir Tahun

Berbagaia cara saat ini sudah mulai dilonggarkan dan boleh dilakukan mulai dari pusat perbelanjaan sampai acara pernikahan. Namun dengan syarat harus selalu menjaga protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Kemungkinan pada tahun ini pelayan tahun baru bisa diselenggarakan namun dengan beberapa persyaratan. Khususnya harus tetap menjaga protokol kesehatan serta mengatur kerumunan.

Pemberlakuan daerah level PPKM juga menjadi faktor penentu dari perayaan akhir tahun ini. Di beberapa wilayah yang masih memiliki status level PPKM yang tinggi pastinya tidak akan bisa menyelenggarakan perayaan. Namun sebaliknya untuk daerah yang berstatus PPKM 1 atau 2 mungkin sudah bisa menyelenggarakan perayaan. Tapi tetap saja harus selalu mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Aturan Penerapan PPKM Level 1 dan 2

Seperti yang dikatakanolehpemerintahsaatinipenerapan PPKMtidakakandiberhentikansampai virus corona benar-benar hilang. Jadi penerapan PPKM akan terus berlanjut namun berubah tergantung dari proses penanganan covid di daerah masing-masing. Beberapa aturan yang diberikan oleh pemerintah untuk daerah dengan PPKM level 1 atau 2 ini bisa menjadi acuan menyelenggarakan perayaan. Karena aturan sudah dilonggarkan, berikut beberapa aturan pemerintah untuk daerah yang berstatus PPKM level 1 atau 2.

  1. KegiatanBelajarMengajar Daring

Sebenarnya untuk kegiatan belajar mengajar memang disarankan untuk dilakukan secara daring. Namun peraturan terbaru dari Menteri Pendidikan bahwa untuk daerah dengan PPKM level  1dan 2 bisa melakukan KBM tatap muka. Dengan catatan harus selalu mentaati protokol kesehatan dan melakukan sistem belajar shift atau sistem lainnya yang dapat mengurangi terjadinya kerumunan. Banyak sekolah yang sudah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka didaerah-daerah dengan status PPKM level 1 dan 2.

  1. Kegiatan Perkantoran  Atau Di Tempat Kerja Boleh 75% Dan Sisanya 25% Di Rumah

Daerah yang mempunyai status PPKM level 1 dan 2 sudah diperbolehkan untuk karyawan bekerja di kantor. Namun 20% nyadisarankan bekerja dirumah dan biasanya dikhususkan untuk eksekutif perusahaan yang bekerja dengan memantau dari rumah saja.

  1. Sektor Esensial Beroperasi 100%

Sektor esensial itu maksudnya adalah tenaga kesehatan, perhotelan, industri, konstruksi keuangan, perbankan dan lainnya. Sektor esensial ini menjadi proyek dan objek vital dalam proses berjalannya ekonomi dan kebutuhan sosial.

  1. Tempat Kebutuhan Pokok Boleh Beroperasi 100%

Tempat kebutuhan pokok itu misalnya pasar toko supermarket dan lainnya. Pusat perbelanjaan besar sudah bisa diakses namun dengan syarat harus memiliki kartu vaksin.

  1. Tempat Umum Ditutup Sementara

Tempat umum berupa ruang publik misalnya taman atau tempat wisata dan tempat untuk kegiatan seni budaya dan sosial. Untuk saat ini belum ada ketentuan pemerintah untuk memberikan kelonggaran bagi tempat-tempat umum ini untuk dibuka secara total. Melihat dari peraturan pemerintah untuk PPKM 1 dan 2 ini tidak ada kejelasan tentang perayaan akhir tahun. Hanya ada ketentuan tentang perayaan seperti pernikahan atau pelaksanaan acara olahraga dan diwajibkan bagi setiap orang untuk membawa kartu vaksin.

Mungkin pemerintah akan membuat peraturan baru atau peraturan tambahan menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat tahun baru nanti. Perayaan tahun baru bisa saja diperbolehkan untuk daerah dengan status PPKM rendah namun dengan syarat tetap jaga protokol kesehatan.