Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #benangberkelanjutan

Lakumas Edu: Produk Tekstil Laris Manis Habis Terjual, Terutama Sarung, Bagaimana Potensi Market Lakumas Semester Kedua 2021?

Kebutuhan sarung untuk masyarakat semakin hari semakin meningkat. Dengan pola dan desain yang disesuaikan oleh tren, produk ini terus menarik perhatian. Bahkan, penjualannya meningkat pada bulan-bulan tertentu.

Di semester pertama, produk ini mampu menjual jutaan pcs. Data tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat masih sangat tinggi. Terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan.

Lalu, bagaimana perkembangan paruh kedua tahun 2021? Banyak analisis yang bisa dilakukan. Namun, dari semua data tersebut menunjukkan beberapa fakta menarik. Termasuk potensi penjualan di penghujung akhir 2021.

Salah Satu Unggulan Produk Tekstil

Produk merupakan salah satu andalan untuk mendongkrak ekonomi. Industri tekstil memang memiliki banyak jenis. Namun, produk ini sering dilupakan karena dianggap kuno dan kurang berkesan.

Faktanya hal tersebut tidak demikian. Produk ini mampu memberikan sumbangan besar dalam industri tekstil. Penjualan yang terus meningkat sering waktu diprediksi akan terus meningkat di masa depan.

Produk Lakumas menjadi salah satu dengan market yang sangat besar. Sebaran potensi yang dimiliki bisa menyaingi brand ternama. Itulah alasan mengapa industri ini akan tetap eksis di masa depan.

Pada paruh kedua tahun 2021 juga diprediksi penjualannya akan terus meningkat. Potensi ini muncul melihat dari grafik selama paruh pertama. Jika ada penurunan, maka dipastikan grafiknya tidak akan turun jauh.

Salah Satu Kebutuhan yang Paling Mendasar

Di beberapa daerah, industri ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu funginya adalah sebagai pengganti selimut ketika berada di luar rumah. Biasanya masyarakat di daerah pegunungan yang menggunakannya.

Tidak mungkin seseorang akan keluar menggunakan selimut. Sebagai gantinya, tekstil ini dipakai karena mampu memberikan rasa hangat. Bentuknya juga simpel sehingga mudah dipakai tanpa membutuhkan waktu lama.

Peningkatan kebutuhan sarung juga akan terus meningkat setiap tahun. Pada momen-momen tertentu, kebutuhannya akan jauh meningkat. Momen lebaran adalah salah satu dimana tekstil ini lebih populer dari bulan lainnya.

Secara fungsi, tekstil tersebut bisa dipakai untuk banyak hal. Pemakaiannya dalam ritual keagamaan sudah sering dilihat. Beberapa orang juga menggunakannya sebagai pengganti selimut ketika sedang di luar rumah.

Potensi Penjualan Juga Semakin Besar

Melihat kebutuhan yang semakin meningkat, potensi penjualannya juga semakin besar. Potensinya sebenarnya bisa melebihi jenis tekstil lain. Hanya saja bagaimana industri tersebut mampu memanfaatkan momen.

Menjelang paruh kedua 2021, angka penjualan memang menurun tipis karena sudah melewati momen lebaran. Namun, momen perayaan lain masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini.

Lakumas memiliki kesempatan besar memberikan kebutuhan pasar dalam jumlah besar. Terlebih lagi bahwa tekstil ini tidak terpengaruh oleh tren. Bisa dipakai kapan saja tanpa peduli kehadiran moda pakaian populer.

Semester kedua mungkin akan menjadi tantangan baru bagi Lakumas. Faktanya, momen penjualan terbesar ada pada saat lebaran. Meskipun masih ada perayaan lain, tetapi rasio penjualan tidak sebesar ketika lebaran.

Meskipun begitu, tren menggunakan tekstil ini tidak pernah mati. Selama ada yang membutuhkan, maka penjualan bisa berjalan. Bahkan hasilnya lebih besar dengan metode penjualan tertentu.

Hal yang perlu Diperhatikan Lebih Detail

Meskipun potensi penjualan di paruh kedua 2021 masih tinggi, tetapi perlu diperhatikan dengan lebih detail. Lakumas memiliki produk yang cukup diminati. Hanya bagaimana menjaga minat masyarakat terhadap produk Lakumas.

Salah satunya adalah dengan cara memberikan inovasi terhadap desain, karakter, hingga nilainya. Semakin tinggi nilainya, maka semakin tinggi angka penjualan. Jadi peluang ini akan terus terbuka lebar.

Fakta bahwa industri tekstil tidak akan pernah mati memang peluang yang menjanjikan. Namun, bagaimana memanfaatkan potensi pada semester kedua adalah tantangan yang cukup penting bagi Lakumas.

Lakumas Edu: Fleksibilitas Daur Ulang Lebih Tinggi, Bagaimana Terapannya di Industri Pemintalan Benang?

Industri pemintalan benang semakin hari semakin berkembang pesat. Adanya pemantapan dalam industri memberikan metode baru efisiensi produk. Salah satu metode yang mulai populer adalah mendaur ulang produk.

Faktanya, beberapa industri memiliki kesulitan melakukan tindakan pengelolaan limbah. Akibatnya, lingkungan sekitar ikut terkena dampak. Hal yang lebih parah terjadi dengan lebih cepat, misalnya kurangnya bahan baku alami.

Dengan metode terbaru ini, masa depan dunia industri telah bangkit. Metode ini mampu menyempurnakan dan menutupi kekurangan metode sebelumnya. Jadi lebih aman dan lebih ekonomis.

Metode Ramah Lingkungan Daur Ulang

Hampir semua barang saat ini bisa dijadikan bahan mentah kembali dengan cara mendaur ulang. Salah satu yang paling umum adalah plastik. Produk hasil senyawa kimia ini menjadi fokus utama.

Di seluruh dunia, plastik menjadi salah satu ancaman besar. Produksinya yang terlalu besar membuat sampah plastik terus bertambah. Ironisnya, pengendalian sampah plastik masih terbatas di beberapa tempat saja.

Metode mendaur ulang adalah langkah untuk mengurangi sebaran sampah plastik tersebut. Faktanya, sampah plastik ini mampu dikembangkan mendai serat tipis. Bahkan, beberapa industri menjadikannya sebagai benang sintetis.

Dari sisi manapun, mendaur ulang plastik menjadi sebuah produk mentah adalah tindakan bijak. Sisi ekonomisnya akan jauh lebih hemat dari serat alami. Sedangkan dari sisi lingkungan juga jauh lebih ramah.

Pengendalian sampah plastik dengan metode ini juga bisa mengubah arah pergerakan pasar. Edukasi yang baik akan memberikan hasil baik juga. Tidak terkecuali ketika memanfaatkan material plastik sebagai bahan pemintalan.

Mendaur Ulang Plastik Lebih Menguntungkan?

Beberapa orang tentu menanyakan apakah mendaur ulang sampah plastik menguntungkan atau tidak. Jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya cukup sederhana. Metode ini akan menguntungkan, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

Tren yang berkembang setiap tahun adalah mendaur ulang sampah plastik menjadi serat sintetis untuk dunia tekstil. Sudah banyak perusahaan yang mulai mencoba beberapa teknologi untuk merealisasikan harapan tersebut.

Beberapa tahun lalu, jersey Timnas Indonesia terbuat dari serat plastik yang ramah lingkungan. Di beberapa industri, serat plastik hasil mendaur ulang menjadi topik utama. Bahkan sudah dijadikan sebagai bahan utama.

Nilai ekonomisnya jauh lebih tinggi dari pada serat benang asli. Terlebih lagi benang asli membutuhkan masa panen yang cukup lama. Periode ini bisa digantikan dengan benang hasil mendaur ulang plastik.

Faktanya, hampir semua jenis plastik bisa dijadikan bahan baku. Salah satu yang paling umum adalah PET (polyethylene terephthalate). Jenis ini sering dijadikan sebagai bahan baku dalam dunia industri.

Harganya yang murah mampu menekan biaya produksi hampir 50%. Ketika semua bahan baku adalah hasil mendaur ulang, bukan tidak mungkin biaya ditekan habis. Jadi cukup menguntungkan bagi banyak industri.

Dampak yang Ditimbulkan Terhadap Industri Tekstil

Dampak pada industri pemintalan memang sangat besar. Selain biaya produksi mampu ditekan penuh, ada beberapa keuntungan lain. Industri mampu menyediakan bahan baku dalam jumlah besar tanpa khawatir kekurangan stok.

Terapan dalam dunia pemintalan juga mulai berkembang pesat. Hampir semua industri mulai beralih dari serat asli ke serat sintetis. Harga murah dan biaya produksi menjadi alasan utamanya.

Di sisi lain, di masa depan nanti kebutuhan benang juga semakin meningkat. Ketika stok dari serat alami habis, harga benang menjadi meningkat. Hal tersebut tidak baik bagi dunia tekstil.

Masa depan industri ini memang sangat menjanjikan. Kebutuhan pasar yang besar harus dipenuhi dengan cepat. Itulah mengapa industri pemintalan benang membutuhkan metode baru untuk menyediakan kebutuhan dari pasar.

Influenser Sangat Mempengaruhi Marketing di Era Digital

Di era digital saat ini berkembang berbagai profesi yang sebelumnya tidak pernah muncul, salah satunya adalah seorang influenser. Secara definisi sendiri merupakan orang dengan kemampuan mempengaruhi atau memberikan pengaruh pada orang lain. Bisa berupa perubahan pola pikir, kesamaan pendapat, atau bahkan sampai mempengaruhi orang lain dalam mengambil keputusan.

Kemampuannya dalam memberikan pengaruh ini ternyata memiliki manfaat besar pada dunia pemasaran atau marketing. Salah satunya adalah memperkenalkan produk pada masyarakat luas, terutama followersnya. Dengan munculnya sosok yang memperkenalkan produk tertentu, pastinya mudah sekali diterima oleh pengikutnya. Hingga pada akhirnya mereka akan membeli produknya.

Studi menunjukkan bahwa hampir 40% dari masyarakat ketika membeli suatu barang terinspirasi oleh kreator favorit mereka. Terutama kini dengan hadirnya Tiktok yang memiliki sejuta konten hiburan maupun tips. Seperti dalam tips membuat cemilan yang memerlukan alat khusus, biasanya penontonnya akan mencoba dengan alat yang sama.

Influencer Memberikan Pengaruh Pada Marketing B2B

Ada perbedaan mendasar dari B2C maupun B2B, terlebih dalam pertimbangan serta pengambilan keputusan ketika hendak membeli suatu produk tertentu. Konsumen pada dasarnya cenderung berperilaku irrasional, entah karena diskon maupun iklannya. Tetapi pada kasus B2B tidak demikian, berbagai pertimbangan seperti efisiensi menjadikan sulit untuk didekati.

Salah satu cara untuk mendekati mereka adalah memberikan sosok figur, terlebih apabila figurnya merupakan seorang ahli atau memang telah bergelut di bidang tersebut dalam jangka waktu cukup lama. Karena sejatinya salah satu kendala sulit terjangkaunya adalah terletak pada kepercayaan terhadap produk yang ditawarkan, dianggap masih kurang meyakinkan.

Untuk hasilnya tentu saja tidak bisa instan, butuh tahapan serta proses pada audiens. Namun penggunaan serta pembuatan konten rutin mampu membantu mempercepat pengambilan keputusannya. Terlebih apabila tidak hanya sekedar kampanye atau ajakan saja, tetapi juga proses edukasi. Melaluinya audiens mampu memahami dengan lebih baik keunggulannya dibanding yang lainnya.

Memberikan berbagai informasi atau update tips seputar kebutuhan audiensnya juga mampu membantu mereka dalam mengenali brandnya. Dengan pengenalan tersebut, muncul kesadaran, pengetahuan, serta keingintahuan lebih dalam untuk mengenal brandnya. Setelah kondisi demikian, produk yang ditawarkan influencer lebih mudah diterima oleh audiensnya di bandingkan kondisi sebelumnya.

Aplikasi Promosi Marketing untuk Memperkenalkan Suatu Hal

Pada dasarnya marketing adalah upaya memperkenalkan suatu hal, mulai dari produk maupun jasa. Maka salurannya adalah sesuatu yang mampu menjangkau khalayak ramai. Di era digital ini tentunya merupakan sosial media. Seperti Facebook, Instagram, Youtube, dan berbagai aplikasi lainnya. Terutama yang mampu membangun interaksi antara kreator dengan audiensnya.

Tiktok menjadi salah satu pilihan terbaik dalam memasarkan berbagai jenis produk. Hal ini dipengaruhi oleh kemudahan menggunakannya. Berbagai filter, alunan musik, serta keragaman kontennya menarik bagi para audiens. Bahkan saat ini tidak hanya berkembang menjadi sebuah media hiburan saja, tetapi juga edukasi singkat, kreatif, dan solutif.

Bahkan tidak jarang banyak masyarakat karena telah menonton video tiktoknya, mereka langsung mencoba mengikutinya. Contohnya ketika era dalgona tahun lalu, masyarakat berbondong – bondong menunjukkan prosesnya, alatnya, serta berbagai varian khas masing – masing. Hal ini menjadikannya sebagai media efektif serta unik sebagai lahan pemasaran, terlebih menyasar generasi muda.

Ada banyak alasan mengapa orang memilih suatu hal atau hal lainnya. Bisa jadi didasarkan oleh pertimbangan rasionalnya, seperti menghitung kebutuhannya. Atau didasarkan atas sisi emosionalnya, seperti membeli karena idolanya. Influencer kini memiliki kesempatan mempengaruhi kedua hal tersebut. Karenanya menggunakan figur bisa mengoptimalkan marketing B2B.

Lakumas Edu: Proyeksi Benang Hits di Tahun 2021, Apakah Rayon Salah Satunya?

Dalam industri tekstil tentunya Anda sering mendengar istilah rayon. Bahkan bahan serat tersebut digunakan untuk pembuatan kain. Sekilas bahannya tampak berkilau dan permukaannya lembut. Pemanfaatan bahan dapat ditemukan pada pakaian dan perlengkapannya. Seperti daster, jas, sprei, dasi, syal, pakaian dalam dan kain khusus pelapis sepatu.

Salah satu alasan banyak orang menggunakannya adalah tingkat kenyamanan yang tinggi. Uniknya serat kain tersebut memiliki sifat alami. Dalam industri tekstil serat tersebut kerapkali disebut dengan sebutan viskosa. Beberapa kalangan juga menyebutnya dengan nama lain sutra buatan. Beragam istilah tersebut mengacu pada satu jenis bahan.

Rayon adalah bahan serat kain yang berasal dari polimer organik. Proses pembuatan serat kain tersebut mirip dengan katun. Namun serat ini mempunyai karakteristik yang lebih khas. Seratnya dihasilkan dari selulosa sehingga kebanyakan orang menyebutnya sebagai kain emisintetis yang cenderung alami.

Pembuatannya dimulai dengan mengandalkan selulosa dan ekstrak pulp kayu. Selulosa kemudian direndam menggunakan soda kaustik agar dapat berkonsentrasi. Selulosa soda perlu digulung agar larutannya tidak berlebihan. Bahkan bahan ini nantinya akan diparut agar menjadi crumb putih. Proses pembuatan tersebut akan menghasilkan bahan berkualitas tinggi.

Potensi Peningkatan Viskosa Tahun 2021

Melihat potensinya di Indonesia rupanya bahan viskosa meningkat di tahun 2021. Utamanya di dalam industri tekstil. Hal ini dikarenakan pemerintah sedang mencanangkan program pemulihan ekonomi secara nasional. Penguatan ekonomi dilakukan di berbagai bidang salah satunya sektor industri tekstil. Sehingga hal tersebut memengaruhi penggunaan viskosa.

Seberapa besar pengaruh serat kain emisintetis di dalam industri tekstil di Indonesia? Serat kain emisintetis berperan penting dalam sustainable fashion. Tujuannya untuk mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan bahan-bahan dasar pakaian. Pengaruh serat kain bersifat alami tersebut sangat besar bagi sektor industri tekstil di dalam negeri.

Industri tekstil memiliki keterikatan dengan kemajuan fashion. Industri tekstil perlu didukung dengan bahan-bahan tetap ramah lingkungan. Sehingga tercipta fashion yang berkelanjutan. Selain itu viskosa juga lebih disukai oleh para pengrajin. Alasannya karena harganya terjangkau untuk produksi fashion. Pengrajin juga bisa leluasa memilih motif dan warna.

Bahan Viskosa yang Ramah Lingkungan

Bahan viskosa terdiri dari bermacam-macam jenis dan variasinya. Namun umumnya viskosa merupakan bahan kain yang aman untuk melindungi lingkungan saat ini. Terlebih saat ini fashion di seluruh dunia perlu mengedapankan nilai sustainable. Mengapa viskosa cocok digunakan untuk tujuan keberlanjutan jangka panjang?

Salah satu alasannya adalah serat viskosa masih terbilang alami. Sehingga dapat meminimalisir limbahnya. Bahkan saat sudah menjadi sebuah pakaian bahan tersebut tetap ramah lingkungan. Meski saat ini Indonesia dan beberapa negara lainnya masih terdampak pandemi namun optimisme untuk keberlanjutan jangka panjang terus dicanangkan.

Sektor industri tekstil bisa pulih dengan memanfaatkan benang yang sedang hits saat ini. Para pengrajin yang bingung memilih bahan baku bisa lebih lega berkat viskosa. Meski viskosa memiliki beberapa kekurangan namun perannya sangat penting bagi pihak-pihak yang berkecimpung di bidang industri tekstil.

Pada akhirnya prinsip keberlanjutan dapat membantu para pengrajin agar tetap dapat bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari berbagai pihak yang berkecimpung di bidang tersebut. Salah satunya mitra para pengrajin yang mendorong prinsip penggunaan bahan alami viskosa.

Sehingga keberlangsungan hidup tetap terjaga dengan meminimalisir dampak penggunaan produk berbahan dasar non alami. Prinsip keberlanjutan dengan menggunakan bahan alami seperti viskosa nantinya bisa berdampak positif bagi lingkungan. Seperti Lakumas yang merupakan mitra bagi para pengrajin lokal di tanah air.

[Video] Dari Tenun hingga Fashion Runway

Terlepas dari kesulitan yang kita hadapi, kita mulai 2021 dengan optimisme cerah bahwa industri tekstil akan pulih. Kami percaya bahwa kolaborasi yang baik juga penting dalam bertahan dari pandemi Corona.

Misalnya, Lakumas menjembatani industri tenun tangan tradisional dengan perancang busana. Kami percaya kain tradisional ini memiliki potensi untuk melampaui Sarung dan juga dapat diubah menjadi item fashion di tangan Albert Yanuar.

#majubersamalakumas #textileindustry #weaving #linkedinstories #fashionsustainability #sustainabilitygoals #2021vision