Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #BenangAkrilik

Inovasi Dunia Tenun dalam Berbagai Macam Karya dan Motif

Berbagai macam inovasi dunia tenun, kini sudah semakin berkembang dengan cepat. Sebelum memasuki zaman modern seperti saat ini, beberapa pengrajin kain hanya memanfaatkan alat tradisional dalam proses pembuatan kain tenun. Proses tersebut tentunya memakan waktu lama, namun kini setelah perkembangan alat menjadi lebih modern, maka proses pembuatan kain bisa berlangsung lebih mudah dan memakan waktu singkat, hal ini juga berpengaruh pada produk yang dihasilkan.

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi menggunakan kain tenun sebagai pakaian, sarung atau selendang. Namun kini, berbagai motif kain tradisional tidak hanya dimanfaatkan sebagai pakaian saja, melainkan bisa dibuat sebagai dompet, tas, sepatu atau aksesoris lainnya. Pemakaian kain tenun juga tidak hanya digunakan pada acara resmi, beberapa anak muda saat ini mulai menjadikan bahan tersebut sebagai salah satu pelengkap bagi outfit mereka. Bisa dijadikan sebagai rok, ikat pinggang atau aksesoris lainnya.

Inovasi Dunia Tenun dalam Berbagai Macam Karya

Dunia tenun menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia, sudah banyak wisatawan mancanegara yang mengetahui bahwa aktivitas menenun lekat kaitannya dengan bangsa ini. Dan sudah seharusnya generasi muda meneruskan warisan bangsa ini, agar terus dilestarikan dan tidak hilang tergerus oleh zaman modern.

Namun dengan menggabungkan teknologi saat ini dengan warisan budaya yang sudah berumur ratusan tahun, seharusnya kita bisa memperkenalkan budaya ini secara luas. Masih ada banyak kekayaan seni tradisional yang mungkin masih terdengar asing oleh generasi saat ini, dan harusnya mereka bisa melestarikannya untuk anak cucu mereka kelak nanti.

Tenun merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia, ada banyak karya yang bisa dihasilkan melalui aktivitas menenun. Pakaian terbuat dari kain tenun, bukanlah salah satu karya yang bisa Anda banggakan, melainkan masih banyak karya yang bisa digali lagi melalui kain tersebut.

Motif Kain Tradisional Tenun Eksotis yang Wajib Anda Miliki

Banyak sekali kain tradisional Indonesia, memiliki motif eksotis dan membuat banyak wisatawan lokal maupun mancanegara tertarik memilikinya. Salah satu jenis teknik terkenal dengan berbagai motif adalah kain tenun, berikut berbagai motif yang akan kami jelaskan.

1.   Pandai Sikek

Berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat dan jenis kain ini sudah dikenal sejak lama sebagai motif tradisional yang menyajikan kemewahan. Biasanya bahan yang digunakan memiliki warna merah, disertai dengan aksen berwarna emas. Pandai sikek diambil dari sebuah nama desa, letaknya di bawah kaki gunung Singgalang. Di desa tersebut terdapat beberapa rumah, yang merupakan tempat tinggal bagi pengrajin tenun.

2.   Torso

Motif kain tradisional berikutnya adalah Torso, terkenal berasal dari daerah Jepara, Jawa Tengah. Cara pembuatan bahan ini terbilang rumit dan memakan waktu cukup lama, karena daerah tersebut masih mengandalkan penggunaan alat tenun tradisional.

3.   Grinsing

Bali juga memiliki jenis kain tenun dengan keunikannya tersendiri, menggunakan teknik dobel ikat dan berasal dari Desa Tenganan, Bali. Warga Tenganan memiliki kain Grinsing yang berusia lebih dari ratusan tahun, dan nantinya jenis bahan tersebut akan digunakan pada upacara khusus. Uniknya lagi tenun Grinsing memiliki berbagai motif, yang memiliki keunikannya tersendiri dan pastinya setiap motif memiliki fungsinya masing-masing.

Kebanyakan upacara di Bali, seperti Pernikahan, Pangkas Gigi, dan upacara keagamaan lainnya dilakukan dengan bersandar dalam kekuatan kain Grinsing.

4.   Sasak

Nusa Tenggara Barat dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan keberagamannya, hal itu juga berpengaruh terhadap tradisi turun menurun pada suku Sasak. Menenun merupakan salah satu aktivitas turun menurun, dan hingga kini masih mereka lakukan. Sehingga kain yang berasal dari suku Sasak juga akan terus diproduksi hingga kini, terdapat keunikan yang membuat kain ini menjadi spesial. Suku Sasak menggunakan kapas, lalu mereka pintal menggunakan alat tradisional.

Pada awalnya masyarakat Indonesia hanya memanfaatkan serat alam yang bisa mereka dapatkan, lalu dibuat menjadi pakaian atau berbagai kebutuhan untuk kehidupan mereka. Namun kini kebutuhan tersebut sudah menjadi kekayaan seni tradisional.

Apa Saja Keunggulan Bahan Recycle Dibandingkan Bahan Murni, Apa Itu Shoddy?

Bahan daur ulang atau benang recycle menjadi lebih popular dalam beberapa tahun terakhir. Kepedulian terhadap limbah mulai meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya berbagai bahan daur ulang. Industry pakaian tidak bisa dilepaskan dari benang. Namun, banyak potongan kain dan benang hanya menjadi limbah. Namun, hal tersebut sudah tidak akan terjadi lagi selama ada daur ulang.

Dari sisi fungsi, ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan. Hal ini mendorong banyak pihak mulai menggunakan bahan daur ulang. Lalu, seperti apa saja keunggulan dari bahan daur ulang tersebut?

Beberapa Keunggulan Produk Recycle

Ada banyak sekali kelebihan dari fyber recycle atau serat daur ulang. Jika diperhatikan, aspek lingkungan adalah kelebihan paling utama. Namun, apakah hanya itu saja kelebihannya?

  1. Ramah Lingkungan

Salah satu kelebihan dari bahan daur ulang adalah ramah lingkungan. Seperti yang sudah diketahui, industry ini sering memicu limbah pabrik. Akibatnya, lingkungan jadi lebih mudah tercemar bahan kimia. Selain itu, potongan kain dan benang yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan banyak masalah. Saluran air dapat tertutupi oleh potongan kain dan pada akhirnya bisa menyebabkan banjir.

Selain itu, dengan adanya daur ulang maka limbah tekstil segera diolah menjadi berbagai produk lain. Bukan hanya tentang busana, tapi ada beragam produk hasil olahan fyber recycled.

  1. Harga Lebih Murah

Banyak orang tidak menyadari bahwa kain hasil daur ulang memiliki harga lebih murah. Selain itu, ketersediaannya juga jadi lebih banyak. Salah satunya adalah jenis shoddy. Jenis ini adalah hasil daur ulang dari berbagai bahan baku yang kemudian dipakai untuk bahan peredam, interior, hingga geotekstil. Jenis ini memiliki masa penggunaan yang jauh lebih bervariasi.

Harganya dari jenis tersebut cukup terjangkau. Jika dibandingkan dengan bahan asli, maka akan terlihat perbedaannya. Itulah mengapa bahan daur ulang selalu menjadi prioritas di beberapa industry manufaktur.

  1. Tetap Nyaman Digunakan

Meskipun hasil daur ulang, tapi kenyataannya tetap nyaman digunakan. Dari sisi kualitas kenyamanan bahkan tidak ada perbedaan sedikitpun. Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa pakaian yang digunakan adalah hasil recycle. Menariknya, banyak brand ternama dunia mulai menggeser pemakaian bahan ke bahan recycle. Di beberapa Negara bahkan menyediakan tempat khusus untuk menukarkan pakaian yang sudah tidak terpakai dan akan diolah kembali.

Nantinya, setiap orang akan mendapatkan ganti atas pakaian tersebut. Ada layanan tukar tambah di beberapa Negara. Salah satunya adalah Singapura yang memanfaatkan layanan tersebut untuk meningkatkan produk daur ulang.

  1. Masa Pakai Lebih Lama

Karena bisa didaur ulang, maka otomatis bisa memperpanjang masa pakai. Busana yang seharusnya bisa digunakan selama 5 tahun bisa bertambah masa pakainya. Cukup didaur ulang menjadi produk berbeda atau sama. Namun, jika memang tidak ingin mendaur ulangnya maka jangan dibuang. Lebih baik menyerahkan ke tempat khusus untuk mendapatkan ganti. Biasanya, setiap produk memiliki nilai ganti sendiri.

  1. Perawatan Lebih Mudah

Perlu dipahami bahwa kain dari bahan apapun memiliki perawatan cenderung mudah. Beberapa kain bahkan memiliki sifat fleksibel. Jadi, saat kusut bisa kembali ke bentuk aslinya dalam waktu singkat. Bahan recycle juga memiliki karakteristik sama menyesuaikan sifat dasar benangnya. Itulah yang menjadikan bahan recycle tidak kalah dengan bahan asli. Bahkan, beberapa justru memiliki kualitas lebih baik dari bahan aslinya. Semua bahan recycle tersebut telah diproduksi di tempat kami dan akan meningkatkan kualitas produk sesuai permintaan. Hal tersebut karena Lakumas memberikan komitmen tinggi untuk menghasilkan fyber recycle lebih berkualitas.

Apa Alternatif Lain dan Solusi untuk Kelangkaan Container, Sehingga Biaya Pengiriman EXIM Bisa Kembali Normal

Kelangkaan yang terjadi pada container besi menjadi sebuah masalah khusus bagi para pelaku ekspor impor. Masalah ini bahkan menjadi persoalan yang membuat banyak pihak harus menemukan solusi secepat mungkin. Baik pemerintah dan operator jasa sebenarnya telah melakukan beberapa alternative. Namun, faktanya hal seperti ini tidak sepenuhnya mengatasi masalah kelangkaan. Apalagi, saat terjadinya penurunan produksi peti kemas.

Namun, ada beberapa alternative solusi yang telah disediakan oleh pemerintah. Beberapa alternative ini memang memberikan dampak baik bagi aktivitas ekspor impor. Berikut adalah beberapa alternative serta solusi yang perlu diperhatikan.

Melakukan Pembatasan Ekspor Kontainer Kosong

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan mengurangi atau membatasi ekspor container. Ya, container atau peti kemas memiliki jumlah terbatas dan produsen dalam negeri harus mengutamakan pasar dalam negeri. Cara ini dinilai sangat efektif karena kebutuhan dalam negeri bisa tercukupi lebih cepat. Namun, solusi ini tidak bisa dilakukan dengan mudah. Pihak produsen juga membutuhkan pasar yang lebih luas.

Ketakutan beberapa pihak adalah kehilangan pasar peti kemas di luar negeri. Padahal, pasar internasional menjadi momentum kuat untuk mendapatkan ekonomi lebih besar. Jadi akan sulit untuk menggunakan cara ini. Namun, pemerintah juga memiliki jawaban untuk masalah seperti ini. Alternative container untuk dalam negeri perlu diutamakan demi meningkatkan ekonomi. Setelah itu, maka kondisi ini akan kembali membaik.

Kewajiban Empty Container yang Perlu Diketahui

Pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan empty container bagi kapal yang masuk ke Indonesia. Langkah ini diprediksi akan memberikan ketersediaan peti kemas secara cukup untuk keperluan dalam negeri, meskipun hanya sementara. Namun, setidaknya kewajiban ini akan membantu para pelaku ekspor impor untuk mengatasi masalah shipping marine container. Harapannya, semua kapal akan mengikuti aturan tersebut demi membantu kelangkaan peti kemas dalam negeri.

Namun, solusi ini bukan tanpa hambatan. Kapal dari luar yang akan masuk ke Indonesia mungkin akan menolak aturan tersebut. Hasilnya, beberapa kapal mungkin tidak akan masuk ke Indonesia terlebih dahulu. Adanya kebijakan ini pastinya akan menjadi pro dan kontra di kalangan pelaku atau operator. Namun, setidaknya ini bisa dipakai untuk memberikan alternative kelangkaan pada peti kemas sehingga bisa mengatasi kelangkaan.

Melakukan Rekondisi Pada Peti Kemas

Solusi lain adalah melakukan perbaikan pada beberapa peti kemas yang memiliki kondisi kurang layak. Tidak masalah untuk memperbaiki peti kemas tersebut selama nanti bisa dipakai untuk aktivitas ekspor impor. Faktanya, di pelabuhan banyak sekali peti kemas dengan kondisi kurang bagus. Sayangnya, tidak ada langkah lanjutan untuk menyelesaikan masalah ini. Padahal, ini bisa menjawab permasalahan yang ada sebelumnya.

Perbaikan pada peti kemas memang membutuhkan biaya tambahan. Namun, biaya tersebut tidak masalah selama kelangkaan peti kemas dapat diselesaikan. Bahkan, bisa jadi ini bisa membukan peluang ekonomi yang baru.

Menyediakan Regulasi yang Khusus

Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) menyebutkan bahwa salah satu solusi yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan regulasi khusus. Tidak adanya regulasi khusus membuat peti kemas sering terlupakan. Arus container yang mendapatkan regulasi akan mudah untuk mengontrol ketersediaan peti kemas. Bahkan, adanya regulasi bisa dipakai untuk melihat ketersediaan repo container serta empty container yang ada di pelabuhan.

Menariknya, regulasi ini juga penting karena dapat dipakai sebagai dasar bagi pelaku persewaan container. Dengan begitu, tidak akan ada pihak yang memanfaatkan kondisi kelangkaan ini untuk bisnis tidak sehat. Ada beragam solusi yang perlu dipertimbangkan. Namun, untuk bisa mengatasi kelangkaan ini secara penuh maka membutuhkan keseriusan. Dengan begitu, container besi bisa tersedia untuk aktivitas ekspor impor.

Mengenal Jenis Fyber Recycle, Ada Apa Saja?

Recycled polyester adalah salah satu serat buatan yang paling banyak dipakai dalam industry pakaian. Umumnya, produsen memproduksinya dalam 3 dimensi. Menariknya, serat ini bisa terbuat dari berbagai bahan baku. Perlu diketahui bahwa sampir setengah dari total pakaian dunia terbuat dari polyester. Artinya, dari sisi fungsi serat tersebut memegang posisi teratas. Namun, tentu saja bukan hanya karena alasan itu saja. Menariknya, fiber recycle bukan hanya tentang polyester saja. Faktanya ada banyak jenis fyber recycle yang bisa digunakan dalam industry tekstil. Berikut adalah beberapa fyber yang paling banyak digunakan.

Recycled Nylon untuk Beberapa Industry

Jenis pertama dari fiber daur ulang adalah nilon daur ulang. Sebelumnya, nilon merupakan bahan anorganik dari batubara dan air. Namun, saat ini sudah dikembangkan jadi bahan daur ulang. Penggunaan nilon daur ulang telah menjadi prioritas untuk beberapa industry. Bahkan, saat ini sudah banyak produk fashion menggunakan bahan nilon daur ulang. Salah satu yang paling banyak adalah jersey olahraga.

Menariknya, nilon kemudian dipakai untuk berbagai keperluan. Bukan hanya fashion, faktanya nilon menjadi bahan paling umum dijumpai pada produk tas. Beberapa bahkan dikombinasikan dengan metode laminasi. Secara umum, kelebihan dari bahan nilon mampu menurunkan dampak lingkungan. Ketergantungan terhadap petrokimia juga berkurang drastis. Dengan begitu, limbah tekstil juga akan berkurang secara penuh dari waktu ke waktu.

Recycle Cotton yang Banyak Digunakan untuk Kaos Distro

Selain nilon, bahan daur ulang juga telah sampai pada bahan cotton. Pemanfaatan cotton daur ulang bahkan sudah banyak dipakai untuk kaos distro. Menariknya, kualitas yang diberikan juga tidak kalah. Perlu dipahami bahwa cotton sering dikombinasikan melalui benang tencel. Karakter benang lembut di kulit. Artinya, saat digunakan akan menimbulkan rasa nyaman dan memberikan sensasi dingin saat menyentuh kulit.

Daur ulang ini tidak bisa dilepaskan dari adanya teknologi terbaru. Teknologi tersebut menjawab tantangan limbah tekstil yang sebelumnya hanya menjadi limbah. Namun, saat ini sudah dapat dipakai dalam produk baru. Sampah organic kemudian diolah menjadi benang khusus dan dijadikan sebuah produk baru. Brand besar sering menggunakan cara ini untuk membantu mengurangi limbah tekstil yang sudah mulai di luar kendali.

Recycle Wool, yang Cukup Berbeda dengan Bahan Sintetis

Daur ulang pada wool juga sudah semakin banyak dilakukan. Seperti yang sudah diketahui, wool didapatkan dari bulu hewan tertentu. Itulah mengapa dari sisi karakter cukup berbeda dengan bahan sintetis. Hal paling menarik adalah wool dilakukan daur ulang kembali untuk membatasi eksploitasi kepada hewan berbulu. Dari sisi tertentu, ini akan menjadi salah satu bahan ramah lingkungan yang tidak menyebabkan limbah.

Penggunaannya juga sudah sangat beragam mulai dari fashion hingga produk lain. Kebanyakan produk adalah tipe jaket atau mantel tebal. Bahkan, brand besar juga sering mengolahnya. Dari sisi harga, kedua bahan ini juga berbeda. Umumnya, wool daur ulang memiliki harga yang jauh lebih murah. Jadi, wool tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu alternative dalam fashion.

Recycled Textile COP 26

Tekstil daur ulang adalah pemulihan serat atau benang menjadi produk yang lebuh berguna. Biasanya, produk ini dikumpulkan dari berbagai sumber dan kemudian diolah berdasarkan standard dari industry. Tentu saja setelah dilakukan pengolahan akan dipakai untuk membuat produk baru. Bentuk produk juga bermacam-macam mulai dari produk energy hingga menjadi pakaian baru yang menarik.

Saat ini, teknologi daur ulang hampir bisa melakukan daur ulang terhadap berbagai bahan industry. Salah satu tujuannya adalah untuk menghindari penumpukan limbah industry yang semakin banyak. Oleh sebab itu, Lakumas juga memproduksi berbagai bahan daur ulang yang ramah lingkungan. Bukan hanya beberapa serat yang telah disebutkan sebelumnya, tapi juga memproduksi kain candimas dengan kualitas terbaik.

Dampak Lanjutan Kelangkaan Kontainer Terhadap Dunia Industri Manufaktur Khususnya Tekstil

Kelangkaan shipping marine container memiliki dampak besar pada berbagai sector industri. Semua industri yang berkaitan dengan aktivitas ekspor impor pasti akan terganggu jika kelangkaan ini terus berlangsung. Perlu diketahui bahwa saat ini banyak industri dalam negeri membutuhkan aktivitas ekspor impor. Aktivitas tersebut dipengaruhi oleh adanya container sebagai salah satu elemen penting karena berfungsi sebagai box barang.

Salah satu dampaknya terjadi pada industri tekstil. Kelangkaan container membuat industri ini tidak bisa mengimpor barang baku. Selain itu, industri tekstil juga tidak bisa mengekspor produk yang telah dihasilkan.

Kesulitan Saat Melakukan Suatu Impor

Banyak industri yang harus melakukan impor karena kurangnya bahan baku dari dalam negeri. Artinya, container menjadi elemen penting untuk memperlancar aktivitas impor demi tersedianya bahan baku. Salah satu yang paling terdampak adalah tekstil. Ya, banyak pabrik tekstil membutuhkan container untuk impor bahan baku. Dengan begitu, aktivitas pabrik bisa dipertahankan tanpa mengalami kerugian.

Namun, jika kelangkaan ini terus berlanjut maka akan menjadi sebuah kerugian. Tidak adanya container yang membawa bahan baku membuat bahan baku yang tersedia memiliki harga tinggi. Kondisi ini akan sangat berbahaya jika terus terjadi. Bisa saja beberapa pabrik tekstil harus mengurangi jumlah produksinya. Hal tersebut berpengaruh pada nilai pemasukan industri tekstil.

Terkendala Saat Ekspor Barang

Semua industri menginginkan barang yang telah diproduksinya bisa dipasarkan ke luar negeri. Aktivitas pedagangan ini semakin terbuka saat ekspor impor jadi aktivitas yang saling dibutuhkan oleh banyak Negara. Barang yang telah diproduksi harus segera dipasarkan ke berbagai Negara. Tujuannya adalah agar barang tersebut bisa kembali menjadi modal. Dengan begitu, perputaran pada industry manufaktur juga terus berjalan.

Namun, jika barang-barang tersebut tidak segera terjual, maka akan menimbulkan banyak masalah. Salah satunya adalah tidak adanya perputaran modal untuk aktivitas industri. Bahkan, hal ini juga mengancam kelangsungan usaha. Dampak lain dari kelangkaan container adalah barang terus menumpuk. Jika dibiarkan dalam waktu lama maka akan menjadi masalah. Barang bisa saja rusak dan pada akhirnya tidak layak untuk dijual.

Menahan Laju Perkembangan Industri

Sector manufaktur telah mengalami tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir. Pandemic membuat container menjadi sangat langka. Artinya, perkembangan industri ini juga mulai melambat seiring berjalannya waktu. Data Purchasing Manager’s Index (PMI) Indonesia tercatat masih berada di bawah level 50. Artinya, data tersebut menunjukkan bahwa sector ini masih dalam kondisi fase kontraksi.

Rantai pasokan mulai melambat seiring dengan kelangkaan container secara global. Artinya, pemasok juga mengalami kendala dalam menyediakan container. Hasilnya membuat banyak industri menjadi lebih pasif dalam menjalankan aktivitas perdagangan. Kelangkaan container pada dasarnya disebabkan karena permintaan menurun. Permintaan tersebut berkaitan dengan jumlah produksi barang yang diproduksi. Ini juga karena pasar sedang mengalami penurunan dari sisi permintaan.

Kelangkaan juga membuat banyak pihak menjadi terkendala dalam pembiayaan. Kelangkaan membuat sector ini menjadi lebih lesu. Bahkan saat akan melakukan aktivitas ekspor impor juga memiliki beberapa kendala. Dampak lebih lanjut adalah pengurangan jadwal operasi dari operator kapal. Dalam dunia logistic, hal ini bisa disebut sebagai blank sailing. Akibatnya, biaya yang harus ditanggung untuk setiap keberangkatan menjadi lebih besar.

Faktanya, kelangkaan seperti ini bisa memberikan efek domino berkepanjangan. Industry tekstil mungkin akan bertahan beberapa waktu. Namun, jika terus berlanjut akan membuat perlambatan dalam perkembangan industry tersebut. Kelangkaan ini memang menjadi suatu masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Efek domino yang ditimbulkan bisa saja membuat layanan kapal memiliki ongkos kirim tinggi dari harga yang seharusnya.